The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Bahan ajar akan mempermudahkan siswa dalam proses pembelajaran

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ana Fransiska utami, 2024-04-22 17:05:35

E-Bahan Ajar Sistem Ekskresi Manusia

E-Bahan ajar akan mempermudahkan siswa dalam proses pembelajaran

Keywords: E-Bahan Ajar berbantuan Media Assembler Edu

Ana Fransiska Utami Dr. Ellianawati, M.Si. Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Disusun Oleh : BERBASIS PROJECTBASEDLEARNING E-BAHAN AJAR Kelas VIII SISTEM EKSKRESI MANUSIA SISTEM EKSKRESI MANUSIA


Ana Fransiska Utami Dr. Ellianawati, M.Si. Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Disusun Oleh : BERBASIS PROJECTBASEDLEARNING E-BAHAN AJAR Kelas VIII SISTEM EKSKRESI MANUSIA SISTEM EKSKRESI MANUSIA


E-BAHAN AJAR BERBASIS PROJECTBASEDLEARNING Dr. Ellianawati, M.Si. Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Ana Fransiska Utami S.Pd. Penyusun Pembimbing SISTEM EKSKRESI MANUSIA


Dosen Pendidikan IPA (S1), dan Magister Pendidikan IPA (S2), Koordinator Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas matematika dan IPA Universitas Negeri Semarang Jabatan: Lektor Media Pembelajaran Berbasis Ar Assemblr Edu Materi Bentuk Muka Bumi Dr. Elliniawati, M. Si Arif Widiyatmoko, S. Pd., M. Pd., Ph.D. Ana Fransiska Utami, S. Pd Dosen Pendidikan Fisika (51), dan Magister Pendidikan IPA (S2) Fakultas matematika dan IPA, Universitas Negeri Semarang Jabatan: Lektor Media Pembelajaran Berbasis Ar Assemblr Edu Materi Bentuk Muka Bumi Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan IPA. Universitas Negeri Semarang IDENTITAS


Pertama dan utama penulis memanjatkan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya. Penulis dapat menyelesaikan penyusunan e-bahan ajar ini. E-bahan ajar berbasis project based learning Siswa akan mempelajari materi menerapkan penggunaan e-bahan ajar ini dapat dikombinasikan dengan kegiatan penyampaian materi oleh guru, membaca, dan mencari sumber referensi lain secara mandiri untuk mendukung kegiatan belajar siswa. Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan e-bahan ajar ini. Diharapkan e-bahan ajar ini dapat memberikan wawasan dan meningkatkan penguasaan kompetensi siswa secara bermakna dalam pembelajaran tema sistem ekskresi manusia. Semarang, 4 Maret 2024 Ana Fransiska Utami PRAKATA


Prakata Daftar Isi Tujuan Pembelajaran Sistem ekskresi Manusia Capaian Pembelajaran Cover Identitas Daftar Gambar Peta konsep Pendahuluan Struktur Dan Fungsi Sistem ekskresi Manusia Ginjal Kulit Paru-Paru Hati Gangguan dan Upaya Menanggulangi Sistem Ekskresi Manusia Assesment I II III IV VI VII VIII IX 1 X 2 4 6 12 18 21 23 29 Petunjuk Penggunaan DAFTAR ISI


Rangkuman Glosarium Daftar Pustaka Refleksi 30323334 DAFTAR ISI


Gambar 1.1KebeletPipis Gambar 1.2 Zat sisa dalam tubuh dan organ yang terlibat dalam prosespengeluaranzatsisa Gambar 1.3IlustrasiGinjal Gambar 1.5StrukturBadan Malpighi Gambar 1.4StrukturGinjaldanFungsiGinjal 1 4 6 7 8 12 18 21 Gambar 1.6StrukturdanFungsiKuliti Gambar 1.7BagianParu-parui Gambar 1.8StrukturHatiPada Manusiai DAFTAR GAMBAR


2. Petunjuk untuk siswa Bacalah dengan teliti kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, serta tujuan pembelajaran yang terdapat dalam E-modul bahan ajar. 1. 2.Pahami materi pada setiap sub-sub materi 3.Inilah alur belajar yang disajikan dalam e- bahan ajar Setelah melakukan kegiatan belajar mandiri, lalu mulailah mengenalkan tugas 4. Lalu kerjakan latihan-latihan yang terdapat pada e-bahan ajar 5. PETUNJUK PENGGUNAAN 1. Petunjuk untuk guru Guru menginformasikan tentang bagaimana menggunakan modul, evaluasi. dan waktu yang diperlukan. 1. Guru memberikan bimbingan kepada siswa apabila mendapati kesulitan. 2. Guru memberikan pengawasan pada siswa untuk mengetahui kemajuan yang didapat beserta umpan balik atas pencapaian belajar siswa. 3. Guru memberikan informasi kepada peserta didik untuk membaca modul sebelum pembelajaran dimulai serta mengerjakan tugas, latihan soal, dan evaluasi soal yang ada di modul. 4.


Menjaga dan merawat organ- organ sistem ekskresi untuk kesehatan diri. TUJUAN PEMBELAJARAN Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem pengeluaran (ekskresi) pada manusia Menyebutkan struktur dan fungsi organ penyusun sistem ekskresi manusia Menjelaskan proses pengeluaran zat sisa pada sistem ekskresi manusia Mendata contohcontoh penyakit dan kelainan yang berhubungan dengan sistem ekskresi manusia


Peserta didik dapat mendeskripsikan sistem ekskresi manusia CAPAIAN PEMBELAJARAN Mengidentifikasi sistem ekskresi manusia serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, dan sistem pernapasan,


Urin Peta Konsep Sistem Ekskresi Manusia G Paru-Paru Kulit Hati injal Co² dan H2O Bilirubin Biliverdin Keringat Kelenjar Keringat Filtrasi Reabsorpsi Augmentasi Jika terjadi pada organ Maupun prosesnya akan menyebabkan Kelainan Hasil Ekskresi Oleh Melalui Proses


1 PENDAHULUAN Mengapa ketika dingin terasa ingin kencing dan ketika panas berkeringat? Organ apa saja yang berfungsi mengeluarkan urine dan keringat? Tuliskan jawabanmu di kolom komentar dibawah ini! Apa yang dirasakan oleh anak pada gambar dibawah ini? Coba perhatikan gambar berikut! Pertanyaannya? Kebiasaan menahan kencing dapat memengaruhi kesehatan saluran kemih dan ginjal. Buang air kecil adalah sarana untuk mengeluarkan limbah dan racun yang bersarang dalam tubuh. Saat kamu menahan kencing, tentunya racun dan limbah tersebut akan tertahan lagi di dalam tubuh. Akibatnya, limbah dan racun yang mengandung bakteri tersebut menginfeksi kandung kemih, yaitu kantong untuk menampung urine. Urine yang tidak segera dikeluarkan lama-lama dapat menginfeksi saluran kemih yang kemudian berisiko menyebabkan batu ginjal. Gambar 1.1KebeletPipis


Kalian pernah melakukan perkerjaan dirumah contohnya mencuci baju, mandi atau memakan makanan dalam kemasan, pasti dari kegiatan tersebut dihasilkan zat sisa atau yang kita kenal dengan sampah. Kalau kita tidak membuangnya maka sampah kan menumpuk dan kita membuangnya secara terutur. Sampah yang menumpak akan menjadi tempat berambangnya penyakit. Selanjutnya, bagaimana di dalam tubuh kita? Apakah tubuh kita juga mengeluarkan zat sisa? Apa sanja jenis zat sisa yang dikeluarkan tubuh kita? Apa dampaknya apabila zat sisa yang dihasilkan tubuh tidak dikeluarkan? Nah, untak menjawab permasalahan ini, mari kita selesaikan dengan berbagai kegiatan berikut ini Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem pengeluaran (ekskresi) pada manusia 1. Menjelaskan proses pengeluaran zat sisa pada sistem ekskresi manusia 2. Tujuan SISTEM EKSKRESI MANUSIA Apakah tubuh kita mengeluarkan zat sisa? Coba komu identifikasi zat sisa yang dikeluarkan oleh tubuh kamu. Apa saja zat sisa yang dikeluarkan tubuh? Mengapa zat sisa dalam tubuhmu harus dikeluarkan? Bagaimana dampaknya jiko zat sisa dalam tubuhmu tidak dikeluarkan? 2


Tuhan telah melengkapi manusia dengan sistem pengeluaran zat sisa temebun. Agar kamu dapat memahami jalur terbentuknya zat sisa dan bagian yang berperan dalam mengeluarkan zat sisa tersebut Ayo kita fahami Tubuh manusia juga menghasilkan berbagai zat sisa yang sudah tidak diperlukan tubuh seperti urine, keringat, gas karbon dioksida, uap air, urea, asam urat, dan bilirubin. Berbagai zat tersebut perlu dikeluarkan karena apabila menumpuk dalam tubuh akan menimbulkan penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Berikan Komentar!! 3


STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM EKSKRESI MANUSIA Seperti halnya sampah yang perlu dibuang dari dalam rumah agar rumah tetap layak huni, maka tubuh kita juga harus membuang sampah dari dalam tubuh agar tetap sehat. Maka tubuh memiliki sistem tersendiri untuk mengatur kondisinya. Sistem ini berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dalam tubuh. Tahukah kamu organ apa saja yang berperan dalam sistem ini? Zat sisa yang dikeluarkan dari organ-organ tersebut merupakan bahan sisa dari proses metabolisme. Organ-organ ekskresi dalam tubuh manusia berupa organ paru-paru yang mengeluarkan zat sisa CO2, ginjal yang akan mengekskresikan urin, kulit yang akan mengekskresikan keringat dan hati yang akan mengeluarkan bilirubin yang merupakan bahan sisa dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua Gambar 1.2Zatsisadalam tubuhdanorganyangterlibatdalam prosespengeluaranzatsisa 4


Mari kita mengerjakan! Setelah memahami pemahaman diatas, coba selesaikan quiz berikut ini Selamat Mengerjakan 665503 https://quizizz.com/join?gc=665503 5


GINJAL Ginjal Kata Kunci:


Ginjal merupakan organ utama sistem ekskresi. Menempati rongga panggul, manusia memiliki dua buah ginjal, kanan dan kiri. Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring darah. Fungsi utama organ tubuh ini adalah membersihkan darah dari senyawa beracun pada tubuh sebelum akhirnya dialirkan ke seluruh tubuh. Setelah itu, segala hal yang perlu dibuang tersebut kemudian dikeluarkan melalui urine. Ginjal Tujuan Menyebutkan struktur dan fungsi organ penyusun sistem ekskresi manusia 1. Pernahkah kamu berfikir bagaimana proses pengeluaran urine? Apa saja yang terkandung didalam urine? Gambar 1.3IlustrasiGinjal 6


Apakah kalian mengetahui fungsi ginjal? STRUKTUR DAN FUNGSI GINJAL Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat metabolisme dari sel di seluruh tubuh. Ginjal terletak di kanan kiri tulang pinggang didalam rongga perut di bagian dinding tubuh belakang (dorsal). (Gambar a) Ginjal sebelah kiri letaknya lebih tinggi dari pada ginjal sebelah kanan. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang merah Gambar b) Ginjal berwarna merah banyak darah yang masuk kedalam ginjal. Darah masuk ke dalam ginjal melalui arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena besar. Apabila sebuah ginjal di potong melintang maka akan tampak tiga lapisan, seperti pada Gambar 3 c) Bagian luar disebut sebagai korteks renalis atau kulit ginjal dibawahnya terdapat medula renalis dan bagian dalam terdapat rongga yang disebut rongga ginjal atau pelvis renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang satu juta alat penyaring disebut nefron. Gambar 1.4StrukturGinjaldanFungsiGinjal 7


Nefron merupakan struktural dan fungsional ginjal karena nefron. Sebuah nefron terdiri atas komponen badan Malpighi yang dilanjutkan ke saluran-saluran (tubulus). Setiap badan malpighi mengandung gulungan darah disebut sebagai kapiler darah. Malpighi mengandung gulungan kapiler darah disebut glomerulus yung berada kapsula Bowman. Gambar 1.5StrukturBadan Malpighi Bagaimana proses pembentukan urine? Perhatikan video terkait dan berikan penjelasan sesuai pemahaman kalian! 8


Tugas Proyek 1 PertanyaanMendasar PerencanaanProyek Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi Agar memudahkan pemahaman terkait pengeluaran urin diperlukan untuk mem-buang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Lakukanlah sebuah tugas proyek uji cek urine dengan alat dan bahan di bawah ini UJI CEK URINE 9


Warna Keterangan Ceklis Kuning Normal Hitam Mengonsumsi tablet yang mengandung besi (ferri sulfat) minum obat parkinson Kuning Pekat Hepatitis fase akut, kelebihan Vit B2, Antibiotik Oranye Merah Dehidrasi, demam.mengonsu msi obat Alat dan Bahan 4 Tabung Reaksi Urine Pipet etes Kertas Lakmus Plat tetes Indikator pH Larutan Biuret Larutan Benedict Pembakar Spiritus Langkah Percobaan: Amati dan bandingkan beberapa sampel urin dalam hal sifat-sifat fisiknya (misalnya warna, tingkat kekeruhan, dan pH). Analisis dengan tabel acuan berikut! Pengamatan Sifat Fisik Mengukur pH urine 1. Masukkan kertas lakmus ke dalam urine. 2. Amati perubahan warnanya. 3. Cocokkan dengan pH standar urine. Mengetahui bau amonia di dalam urine 1. Masukkan 2 mL urine ke dalam tabung reaksi. 2. Panaskan dengan pembakar spiritus. Aromanya dengan mengipaskan udara dari mulut tabung. 3. Uji glukosa dalam urine 1.Masukkan 2 mL urine ke dalam tabung reaksi. 2.Berikan 5 tetes larutan Benedict.. Panaskan dengan pembakar spiritus dan amati perubahan warna yang terjadi. 3. Uji Protein dalam urine 1.Masukkan 2 ml. urine ke dalam tabung reaksi. 2.Berikan 5 tetes larutan Biuret. 3.Didiamkan selama 5 menit. 4.Amati perubahan warna yang terjadi. 10


Urine ke- pH Urine Uji Bau Amonia Uji Glukosa Uji Protein Tabel Pengamatan Kesimpulan : Lengkapilah kesimpulan berikut sesuai dengan hasil pengamatanmu! Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa uji Ph dan kandungan urine yang dihasilkan dipengaruhi oleh .........dari praktikum yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa urin .........yang ditetesi Biuret negative mengandung protein akan.........tetapi urin yang ditetesi benedict positif........mengandung glukosa, dari hasil tersebut dapat diketahui...... bahwa adanya masalah pada ginjal orang yang diuji urinnya. 11


KULIT Kulit Kata Kunci:


Sebagai organ ekskresi kulit berperan dalam pembentukan dan pengeluaran. Selain fungsi tersebut kulit berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan kerusakan fisik karena gesekan penyinarnan berbagai jenis kuman dan zat kimia berbahaya. Selain itu kulit juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air dalam tubuh mengatur suhu tubuh dan menerima rangsangan dari luar. Kulit serdiri atas dua lapisan yaitu lapisan epidermis (kulit ari) dan lapisan dermis (kulit jangat). Kulit Ketika berolahraga, kamu akan mengeluarkan keringat bukan? Selain menjaga suhu tubuh berkeringat ternyata juga berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Organ tubuh manakah yang memiliki proses dalam pembentukan karinget dan bagaimana tubuh membuat keringat? Gambar Struktur dan Fungsi Kulit https://www.quipper.com 12


Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. Pada lapisan dermis terdapat otot penggerak rambut, pembuluh darah, pembuluh limfa, saraf, kelenjar minyak, (Glandula sabesea), dan kelenjar keringat (glandula sudorifera). Kelenjar keringat berbentuk seperti pembuluh panjang. Pangkal kelenjar keringat menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf. Serabut saraf akan meningkatkan kerja kelenjar keringat sehingga merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat akan menyerap air, ion-ion, NaCl, dan urea dari dalam darah yang kemudian dikeluarkan melalui pori pori kulit. Lapisan Epidermis (Kulit Ari) Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun atas sel-sel epitel yang mengalami keratinasi. Pada lapisan epidermis tidak terdapat pembuluh darah maupun serabut saraf. Pada lapisan epidermis masih terdapat beberapa lapisan kulit antara lain stratum korncum yung merupakan lapisan kulit mati dan selalu mengelupas dan lapisan granulosum yang mengandung pigmen melanin. Di bawah stratum granulosum terdapat lapisan stratum germativum yang teras-menerus membentuk sel-sel ke arah luar menggantikan sel-sel kulit yang terkelupas. Lapison Dermis (Kulit Jengot) 13


Barkot video struktur kulit STRUKTUR DAN FUNGSI KULIT Perhatikan video terkait dalam barkot dan berikan penjelasan sesuai pemahaman kalian! 14


Tubuh yang berkeringat Warna dan bau Kertas Kobalt A Warna dan bau Kertas Kobalt B Warna dan bau Kertas Kobalt C Alat dan Bahan Alat Tulis Kertas Kobalt, diberi tanda A.B.C Keringat Air tawar dan air garam Langkah Percobaan: Lakukan berbagai aktivitas melompat-lompat, berlari, bertepuk tangan) selama 3 menit 1. Tempelkan kertas kobalt A pada bagian telapak tangan yang berkeringat. 2. 3.Celupkan kertas kobalt B pada air tawar. 4.Celupkan kertas kobalt C pada air garam. Bandingkan warna dan bau ketiga kertas tersebut. Ulangi langkah 1 sampai 4, namun pada bagian tubuh yang lain seperti dahi, ketiak dll 5. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel pengamatan yang telah disediakan 6. Tabel Pengamatan 15


Diskusi Berdasarkan percobaan diatas maka diskusikanlah Berdasarkan pengamatan yang kalian lakukan, adakah perbedaan warna dan bau dari ketika kertas kobalt di bagian tubuh yang kalian beri perlakuan? Apa yang terkandung dalam keringat yang kita ekskresikan? Struktur bagian mana dari kulit yang dapat menghasilkan keringat? Jelaskan fungsinya? Berdasarkan hasil diskusi diatas maka dapat disimpulkan bahwa: 16


Refleksi Dari hasil percobaan di atas menurutmu mengapa kita berkeringat ketika suhu udara meningkat? Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan kulit kita dalam kehidupan sehari-hari? 17


PARU-PARU Paru-paru Kata Kunci:


Barkot video struktur paru paru Paru-paru Selain sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi. Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO₂) dan uap air (H₂O) yang dihasilkan dari proses pernapasan. Jadi, fungsi paru-paru adalah mengeluarkan karbon dioksida dan uap air yang tidak digunakan lagi oleh tubuh. Jika tidak dikeluarkan, zat-zat tersebut akan menjadi racun bagi tubuh. Zat apa saja yang dikeluarkan paru-paru sebagai organ ekskresi? Gambar Bagian Paru-Paru 18


STRUKTUR DAN FUNGSI PARU-PARU Masih ingatkah kamu apa yang dikeluarkan paru-paru selama kita bernafas? Paru-Paru mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O agar tidak mengganggu fungsi tubuh. Paru-paru terletak di rongga dada dan bagian bawahnya menempel di diafragma. Paru-paru terdiri dari dua bagian paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdapat dua gelambir. Oksigen di udara yang memasuki alveolus akan berdifusi dengan cepat memasuki kapier darah yang mengelilingi alveolus, sedangkan karbondioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya. Darah pada alveolus akan mengikat oksigen dan mengangkutnya ke jaringan tubuh. Di dalam pembuluh kapiler jaringan tubuh darah mengikat karbondioksida dikeluarkan bersama uap air. Reaksi kimia tersebut secara ringkas sebagai berikut Masih ingatkah kamu tentang pertukaran gas di Alveolus? C6H1206 + 6 O2 Energi + 6CO2+ 6H2O 19


Selamat Mengerjakan Mari kita mengerjakan! Setelah memahami pemahaman diatas, coba selesaikan quiz berikut ini https://quizizz.com/join?gc=477929 477929 20


PARU-PARU Hati Kata Kunci:


Barkot video struktur paru paru Hati Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Pada orang dewasa normal, beratnya kurang lebih 2 kg dan berwarna merah. Hati mengeluarkan empedu yang berupa cairan kehijauan, rasanya pahit, memiliki pH netral, dan mengandung kolesterol, garamgaram mineral, garam empedu, dan zat warna empedu yang disebut bilirubin dan biliverdin. Empedu yang dihasilkan di hati akan ditampung di dalam kantong empedu. Garam-garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak dalam proses Gambar pencernaan makanan Selain besperan dalam sistem pencemaan hati juga berpena dalan sistem ekskresi yaitu mengekskresikan zat warna Empedu yang disebut dengan bilirubin. Masih ingatkah kamu dari mana bilirubin itu dihasilkan? Gambar StrukturHati Pada Manusia 21


Selamat Mengerjakan Mari kita mengerjakan! Setelah memahami pemahaman diatas, coba selesaikan quiz berikut ini https://quizizz.com/join?gc=698591 698591 22


GANGGUAN SISTEM EKSKRESI MANUSIAGangguan Kata Kunci:


Barkot video struktur paru paru GANGGUAN DAN UPAYA MENANGGULANGINYA SISTEM EKSKRESI MANUSIA Apakah kamu pernah mengetahui seseorang penderita batu ginjal? Bagaimana penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya Mendata contoh-contoh penyakit dan kelainan yang berhubungan dengan sistem ekskresi manusia Menjaga dan merawat organ- organ sistem ekskresi untuk kesehatan diri. Tujuan Perhatikan video terkait dalam barkot dan berikan penjelasan sesuai pemahaman kalian! 23


Mari kita cermati gangguan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia Nefritis Nefritis adalah penyakit rusaknya neufron terutama pada bagia glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Nefritis mengakibatkan masuknya kembali asam urat dan pembuluh darah (uremia) serta adanya penimbunan air di kaki karena reabsopsi air yang terganggu (edema). Upaya pencegahan dengan melakukan pencakokan ginjal. Batu ginjal adalah gangguan yang terjadi akibat terbentuknya endapan garam kalsium di dalam rongga ginjal (pelvis renalis), saluran ginjal atau kandung kemih. Batu ginjal terbentuk kristal yang tidak dapat larut. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Endapan ini terbentuk jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral dan kekurangan minum air serta sering menahan kencing. Upaya mencegah terbentuknya batu ginjal adalah dengan meminum cukup air putih setiap hari membatasi konsumsi garam karena kandungan natrium yang tinggi pada garam dapat memicu terbentuknya batu ginjal serta tidak sering menahan kencing. Batu ginjal yang kecil dapat saja keluar melalui urine tetapi seringkali menyebabkan rasa sakit. Batu ginjal berukuran besar memerlukan operasi untuk mengeluarkannya Batu Ginjal 24


Albuminuria Albuminuria merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi, sehingga pada urine ditemukan adanya protein. Albuminuria dapat terjadi akibat kurangnya asupan air ke dalam tubuh sehingga memperberat kerja ginjal, mengonsumsi terlalu banyak protein, kalsium, dan vitamin C dapat membuat glomerulus harus bekerja lebih keras sehingga meningkatkan resiko kerusakannya. Supaya yang dapat dilakukan untuk mencegah albuminuria adalah dengan mengatur jumlah garam dan protein yang dikonsumsi, serta pola hidup sehat untuk mengatur keseimbangan gizi. Hematuria merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya sel-sel darah merah pada urine. Hal ini disebabkan penyakit pada saluran kemih akibat gesekan dengan batu ginjal. Hematuria juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. Upaya pencegahan hematuria dapat dilakukan dengan segera buang air kecil ketika ingin buang air kecil, membersihkan tempat keluarnya urine dari arah depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri dari dubur, serta banyak minum air putih. Ketika seseorang sakit hematuria, maka penanganan yang diberikan adalah dengan memberi antibiotik untuk membersihkan infeksi bakteri pada saluran kemih. Hematuria 25


Diabetes Insipidus Penyakit ini disebabkan karena seseorang kekurangan hormon ADH atau hormon antidiuretik. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap air yang masuk ke dalam tubuh, hingga penderita akan sering buang air kecil secara terusmenerus. Upaya penanganan penderita diabetes insipidus adalah dengan memberikan suntikan hormon antidiuretik sehingga dapat mempertahankan pengeluaran urine secara normal. Merupakan penyakit yang timbul akibat pertumbuhan sel pada ginjal yang tidak terkontrol di sepanjang tubulus dalam ginjal. Hal ini dapat menyebabkan adanya darah pada urine, kerusakan ginjal, dan juga dapat memengaruhi kerja organ lainnya jika kanker ini menyebar, sehingga dapat menyebabkan kematian. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang memicu kanker. Kanker Ginjal 26


Jerawat Jerawat atau acne vulgaris merupakan suatu kondisi kulit yang ditandai dengan terjadinya penyumbatan dan peradangan pada kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Jerawat dapat timbul karena kurangnya menjaga kebersihan kulit sehingga berpotensi terjadi Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Selsel kulit mati, debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan terjadinya bilang keringat. Orang yang tinggal di daerah tropis dan lembab, akan lebih mudah terkena biang keringat. Biasanya anggota badan yang terkena biang keringat adalah leher, punggung, dan dada. Biang keringat dapat mengenai siapa saja baik anak-anak, remaja, ataupun orang tua. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kulit menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan longgar atau apabila kulit berkeringat segera keringkan dengan tisu atau handuk. Apabila terkena biang keringat maka dapat diobati dengan memberi bedak atau salep yang dapat mengurangi rasa gatal. Biang Keringat 27


Selamat Mengerjakan Mari kita mengerjakan! Setelah memahami pemahaman diatas, coba selesaikan quiz berikut ini https://quizizz.com/join?gc=526826 526826 28


Assesmen 29 Asesmen Diagnostik Asesmen Formatif Asesmen Sumatif Awal pembelajaran memberikan rangsangan (stimulus) berupa pertanyaan terkait dengan materi sistem ekskresi manusia Proses pembelajaran berlangsung, ketika peserta didik presentasi dan berdiskusi mengenai penugasan pada materi sistem ekskresi manusia Diakhir pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengerjakan soal quiz materi sistem ekskresi manusia sebagai bentuk bahan evaluasi pembelajaran


No Tanggal Nama Peserta Didik Catatan Perilaku Butir sikap keterangan Refleksi 1. Sebelum diberikan pembelajaran (diagnostik) 2. Penilaian Spiritual dan Sikap JURNAL PERKEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Nama Sekolah Kelas/Semester Tahun Pelajaran Mata Pelajaran 3.LembaObservasi Keaktifan belajar siswa No Aspek Kriteria Penilaian Nomor Siswa 1 Bertanya kedapan guru Bertanya dengan aktif guru tentang nateri yang dipelajari 1. Kura yang dipelejaring aktif dalam bertanya tentang materi 2. tidak mengajukan pertanyaan atau melakukan aktivitas diluar kegiatan 3. 30


Refleksi 31 No Aspek Kriteria Penilaian Nomor Siswa 2 Mengamati percobaan Bertanya dengan aktif guru tentang nateri yang dipelajari 1. Kura yang dipelejaring aktif dalam bertanya tentang materi 2. tidak mengajukan pertanyaan atau melakukan aktivitas diluar kegiatan 3. 3 Melakukan percobaan mengamati percobaan dengan bersungguh-sungguh sesuai petunjuk kegiatan 1. Mengamati percobaan tetapi tidak mengikuti petunjuk kegiatan 2. tidak melakukan mengamati percobaan atau melakukan aktivitas diluar percobaan 3. 4 Mengamati percobaan Mengamati percobaan dengan bersungguh-sungguh sesuai petunjuk 1. mengamati percobaan tetapi tidak mengikuti petunjuk kegiatan 2. tidak mengamati percobaan atau melakukan aktivitas diluar 3.


Sistem ekskresi merupakan kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan cara membuang bahan-bahan sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh sel 1. Organ ekskresi pada manusia terdiri atas empat organ yaitu ginjal, kulit, paru- paru, dan hati 2. Ginjal merupakan organ ekskresi yang memiliki peran sangat penting karena membuang sisa metabolisme dalam jumlah besar melalui urine. Proses ginjal menghasilkan urine meliputi tiga tahapan utama yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. 3. Kulit merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan bahan yang hampir sama dengan ginjal, yakni sampah nitrogen berupa urea dalam bentuk keringat. 4. Paru-paru merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O. 5. Hati merupakan organ ekskresi yang memiliki kemampuan menetralisir racun dan menghasilkan getah empedu. Hati memiliki peran dalam mengubah NH3 atau amonia menjadi urea yang nantinya akan dibuang melalui kulit dan ginjal. 6. Gangguan sistem ekskresi yang sering terjadi pada ginjal antara lain nefritis, albuminuria, batu ginjal, hematuria, kanker ginjal, diabetes insipidus, dan biang keringat. 7. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi antara lain mengatur pola makan yang seimbang, banyak minum air putih minimal dua liter sehari, olahraga teratur, serta tidak menunda untuk buang air kecil. 8. RANGKUMAN 32


Adiposa: jaringan ikat yang didominasi adiposit. Dehidrasi: kondisi tubuh kekurangan cairan. Dorsal sisi punggung dari suatu bagian tubuh. Enzim senyawa yang mempercepat proses reaksi. Familiar: hal yang sudah dikenal. Hepar: nama lain dari organ hati. Hidronifosis: kondisi kelebihan cairan di ginjal karena urin menumpuk. Homeostasis proses mempertahankan kondisi tubuh untuk normal. Hormon pembawa pesan kimiawi antar sel. Kelenjar hipofisis: kelenjar produsen hormon tertentu sebagai pengendali berbagai aspek tubuh manusia. Limbah: buangan yang dihasilkan dari suatu proses. Pasokan persediaan. Racun: suatu zat yang dapat mengganggu proses kehidupan sel organisme. Respirasi: pergerakan oksigen dari luar kedalam sel dalam jaringan. Siklus suatu rangkaian proses berulang secara tetap dan teratur. Zat diuretik zat yang meningkatkan jumlah produksi urin. GLOSARIUM 33


Click to View FlipBook Version