ACEH
THANKS
THE WORLD
5 | KupHi Beungoh 8 | Liputan utama 12 | CITRA Edisi 03/ Des 2019
SMONG, KEARIFAN LOKAL n219, sepenuhnya SEMANGAT ACEH DAN
UNTUK MItIGASI BENCANA karya anak bangsa KEPERCAYAAN DUNIA
KUNTORO MANGKUSUBROTO
www.dishub.acehprov.go.id
dishub_aceh @aceh_dishub Dinas Perhubungan Aceh Dishub Aceh
2 Kabin
Dari Anjungan
15 Tahun Bangkit Menuju Aceh Hebat
Saleum Pembaca, dan Rekonstruksi (BRR) NAD- Iskandar Muda pun telah berbenah.
Beragam upaya dilakukan agar
Ada banyak kehilangan yang kita Nias sebagai upaya untuk Aceh kenyamanan bagi masyarakat
rasakan saat gempa berkekuatan diutamakan. Bantuan dari
9,7 SR menghantam Aceh 15 tahun bangkit. Pembangunan fasilitas Pemerintah Belanda mengalir ke PEMERINTAH ACEH
silam. Berbagai rasa kesedihan Pelabuhan Malahayati di dermaga
itu mengeruak, menembus transportasi pun dilakukan guna KADE-3. Bangunan Museum
benteng pertahanan kekuatan jiwa Tsunami juga menjadi media wisata
ratusan ribu masyarakat Aceh. Tak memulihkan dampak kehancuran edukasi sekaligus pusat evakuasi Awak Redaksi
terkecuali, hal itu pun ikut dirasakan bencana. Monumen Aceh Thanks
insan Dinas Perhubungan Aceh. tersebut. Adalah sosok Kuntoro The World adalah cara masyarakat
Sektor transportasi menjadi salah Aceh berterima kasih kepada warga
satu fasilitas yang porak poranda Mangkusubroto, Kepala BRR dunia yang ikut membantu dalam
akibat gempa dan tsunami 26 misi kemanusiaan dan rehab rekon.
Desember 2004 kala itu. NAD-Nias ikut kami tulis kisahnya Baru-baru ini, rencana pengadaan Penanggung Jawab : Kepala Dinas Perhubungan Aceh
pesawat N219 yang dimaksudkan
Dalam edisi kali, ACEH TRANSit memimpin pembangunan menjadi sarana ambulance udara, Pengarah : Kepala Biro Humas Setda Aceh
hadir menyajikan beragam refleksi sebagai salah satu upaya dalam
dari peristiwa tersebut. Semisal, infrastruktur di Aceh dari tahun kesiapan mitigasi bencana. Ada Pemimpin Redaksi : T. Faisal, S.T., M.T.
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) yang begitu terasa pada warga
yang sempat ditutup saat gempa. 2005 hingga tahun 2008. Sebab, ibukota. Tahun 2016 menjadi awal
Namun, pada sorenya, bandara itu perubahan moda transportasi pasca
dibuka kembali agar evakuasi dan di tahun-tahun sulit itu, yang tsunami, adalah kehadiran Bus Redaktur Pelaksana : T. Rizki Fadhil, S.SiT., M.Si.
penyaluran bantuan dapat segera Trans Koetaradja. Pembangunan
dilakukan berkat koordinasi yang sangat terasa adalah tidak adanya fasilitas transportasi semua ini Wakil Redaktur : M. Gade, S.T.
intens banyak pihak. Tak dapat sepatutnya dapat dijaga, dirawat ,
dipungkiri, bandara dan pesawat jembatan penyeberangan di Aceh dan didukung bersama. Tentu demi Pelaksana
memiliki peran sentral saat mitigasi menjadikan diri sebagai masyarakat
bencana. Sebab, melalui jalur darat, Jaya yang putus akibat tsunami. Aceh Hebat. (Redaksi)
tentu hal ini akan sulit dilakukan.
Rakit menjadi satu-satunya denyut FOTO SAMPUL: IRFAN FUADI Editor : Rizal Syahisa
Fasilitas lainnya yang ikut rusak,
diantaranya Pelabuhan Malahayati nadi masyarakat masa itu. Reporter : Amsal Bunaiya, S.PdI.
yang merupakan salah satu
pelabuhantertua di jalur Selat Kisah menarik lainnya adalah perahu Dewi Suswati, S.T., M.T.
Malaka. Meski terkena dampak yang mendarat di atas rumah warga
bencana, namun sekitar satu ikut pula kami sajikan. Kedahsyatan Misqul Syakirah, S.T.
minggu pasca tsunami, pelabuhan gempa dan tsunami akan dapat kita
ini menjadi salah satu pengiriman rasakan kala mengunjunginya. Kini, Arrad Iskandar, S.T., M.Sc.
logistik melalui jalur laut. Begitu situs kapal di atas rumah ini menjadi
pula, banyak relawan yang daya tarik wisatawan lokal maupun Reza Ali Ma'sum, S.T.
menggunakan moda transportasi mancanegara.
laut melalui pelabuhan yang sudah Fotografer : Irfan Fuadi, S.E.
ada sejak masa Sultan Iskandar
Muda. Ada begitu banyak fasilitas Midika Utama Putra, A.Md.
lainnya yang rusak saat gempa.
Tentu sangat berdampak pada Kini, bencana 15 tahun silam itu Layouter : Muarrief Rahmat, S.Pd.
pelayanan sektor transportasi. memang sudah berlalu. Tetapi,
upaya mengingatnya sekaligus Desainer Grafis : M. Siddiq Pratama, S.E.
Dibentuknya Badan Rehabilitasi menjadi bahan kajian yang wajib
untuk dipelajari, selamanya Pengelola Website : T. Fajar Hakim, S.Kom.
dibutuhkan. Sebenarnya, jauh
sebelum gempa dan tsunami itu Media Sosial : Dinas Perhubungan Aceh
terjadi, masyarakat Simeulue : @aceh_dishub
memiliki kearifan lokal mengenai Facebook : @dishub_aceh
edukasi tsunami. Adalah Smong Twitter : Dishub Aceh
sebagai hikayat sejak zaman Instagram
dahulu untuk mengenalkan tsunami You Tube
kepada anak cucunya. Sebab itulah,
tak ayal jika Pusat Studi Tsunami Alamat Redaksi
dan Mitigasi Bencana Unsyiah
menjadi wadah penelitian dan Innovation Centre Room, Dinas Perhubungan Aceh
edukasi kepada masyarakat tentang Jalan Mayjend. T. Hamzah Bendahara Nomor 52, Banda Aceh
tsunami. Email: [email protected]
Fasilitas transportasi pun kini
telah siap siaga bencana, seperti
kehadiran jalur evakuasi warga.
Bandara Internasional Sultan
SI KERNET
| ED.03/DES 2019
Manifes 3
12 SEMANGAT ACEH DAN
KEPERCAYAAN DUNIA
8 N219, SEPENUHNYA KARYA ANAK 6 DIGITALISASI PELAYANAN
BANGSA TRANS KOETARADJA
4 | KUPHI BEUNGOH 7 | LIPUTAN UTAMA 10 | LAYAR MONITOR 13 | PATROLI
- Jalur Evakuasi Warga Aceh Thanks The World - Infrastruktur dan Konektivitas - Rakit Aceh, Riwayatmu Dulu
- Kesiapan Bandara SIM Logistik Pengungkit Industri Aceh - Aceh Miliki Pusat Studi
8 | LIPUTAN UTAMA - Sepenggal Kisah Perahu di atas Tsunami dan Mitigasi Bencana
Tanggap Darurat Bencana Rumah
N219, Sepenuhnya Karya Anak 14 | TEROPONG
5 | KUPHI BEUNGOH Bangsa 11 | PERSPEKTIF
Galeri Foto Juara Dishub Aceh-
- Smong, Kearifan Lokal untuk 9 | LIPUTAN UTAMA Transportasi Aceh, Dekapan Photo Contest
Mitigas Bencana Keadilan bagi Anak Negeri
Pemerintah Belanda Rehab 15 | TEROPONG
- Flyer or Liars Pelabuhan Malayahati 12 | CITRA
- Kilas Balik 15 Tahun
F6 | LIPUTAN UTAMA Semangat Aceh dan Infrastruktur Transportasi
Kepercayaan Dunia Rusak Saat Tsunami
Digitalisasi Pelayanan Trans Kuntoro Mangkusubroto
Koetaradja
| ED.03/DES 2019
4 Kuphi Beungoh
Jalur Evakuasi Warga Kota Banda Aceh lumpuh total. Pelabuhan darurat ini menjadi sekolah bekerja sama dengan
Kendaraan umum seperti taksi dan tempat bersandarnya kapal-kapal Badan Penanggulangan Bencana
A ceh mungkin satu- perantauan berusaha pulang ke angkot yang biasanya siap melayani nelayan maupun kapal-kapal asing. Aceh (BPBA). “Terkadang juga kami
satunya provinsi di bumi kelahiran guna mencari dan penumpang dari bandara menuju lakukan secara mandiri dengan
Indonesia yang tidak membantu keluarga yang tertimpa kota tidak terlihat beroperasi. Dahsyatnya tsunami yang melanda menggunakan dana BOS,” ujar
melakukan perayaan bencana. Saya adalah salah satu Akibatnya, banyak penumpang Aceh kala itu, dipicu gempa besar Khairurrazi, Kepala Sekolah SMA
dari orang-orang itu. terpaksa menumpang kendaraan dengan magnitudo 9,0 SR yang Negeri 1 Banda Aceh saat ditemui
pergantian tahun pribadi masyarakat setempat, agar disebabkan oleh interaksi lempeng tim ACEH TRANSit di kantornya
Saya sempat menghabiskan waktu bisa mencapai kota Banda Aceh Indo-Australia dan Eurasia. Gempa beberapa waktu lalu.
dengan meriah seperti di daerah dua hari dari Jakarta agar bisa yang berjarak sekitar 20 kilometer ini berpusat di dasar laut pada
mendarat di bandara Internasional dari bandara. kedalaman 10 Km. Khairurrazi mengatakan, sekolah
lain. Keadaan ini berlaku semenjak Sultan Iskandar Muda. Karena perlu menerapkan kurikulum
bandara sibuk melayani lalu lalang Saat saya tiba di Banda Aceh dua Seiring berjalannya waktu setelah 15 materi khusus kebencanaan untuk
tahun 2004 lalu. dan antrian armada udara asing hari setelah tsunami, kota ini benar- tahun bencana gempa dan tsunami memudahkan evakuasi ketika
yang membawa bantuan ke Aceh benar porak poranda. Sebagian melanda Aceh, kini suasana kota bencana terjadi. Khairurrazi juga
Setiap akhir tahun, masyarakat setelah bencana. Akhirnya saya bisa besar jalanan masih dipenuhi puing dan masyarakat sedikit membaik, menyarankan perlunya perhatian
Aceh selalu memperingati masa- mendarat dan tiba dengan selamat bangunan, mayat korban tsunami bahkan banyak masyarakat dan kajian jalur khusus evakuasi,
masa berkabung. Yaitu peringatan di bumi Serambi Mekkah ini. juga masih bergelimpangan. umumnya sudah melupakan karena di beberapa titik terdapat
bencana dahsyat gempa dan Bangkai kendaraan bermotor dan kejadian dahsyat tersebut. Belajar arah putar balik yang terlalu
tsunami yang menggulung daerah Bencana besar ini menimbulkan perahu nelayan masih berhimpitan dari kejadian yang menelan banyak jauh, sehingga menyulitkan jalur
ini 15 tahun silam, tepatnya tanggal kerusakan parah semua sendi di antara puing, bahkan ada yang korban itu, kini di setiap ruas jalan evakuasi.
26 Desember 2004. Bencana itu kehidupan, termasuk sarana masih nyangkut di atas reruntuhan di kawasan pemukiman di pesisir
merenggut lebih dari 160 ribu nyawa perhubungan. Transportasi di bangunan dan pohon. provinsi Aceh telah dipasang Semua kerisauan Khairurrazi
rakyat Aceh, Nias Sumatera Utara, rambu-rambu penunjuk jalur tentang rambu-rambu jalan di
dan beberapa negara lainnya. Praktis setelah bencana hampir evakuasi masyarakat. kota Banda Aceh yang perlu dikaji
semua angkutan kota banyak lagi, dijawab oleh Deddy Lesmana
yang tidak beroperasi lagi. Seperti Rambu-rambu ini sebagai Kabid LLAJ Dishub Aceh. Deddy
angkutan umum labi-labi yang penunjuk arah untuk memudahkan mengatakan, semua rambu-rambu
tadinya merajai berbagai jurusan masyarakat menuju ke tempat di jalan dibuat guna keselamatan
dalam kota, mulai menghilang, sejak yang lebih aman ketika bencana pengguna jalan di saat kondisi
saat itu dan hingga sekarang. berulang. Beberapa tempat yang aman. Namun dalam kondisi darurat
banyak orang seperti sekolah- bencana tentu semua aturan rambu
Sarana pelabuhan penyeberangan sekolah di Kota Banda Aceh juga itu tidak berlaku lagi dan bisa
utama Ulee Lheue juga luluh lantak sering melaksanakan program siaga dilanggar.
disapu gelombang. Sehingga bencana.
pendistribusian bantuan untuk “Tentunya tetap harus berhati-hati.
daerah lain yang hanya bisa Seperti di SMA Negeri 1 Banda Jangan sampai ingin melakukan
dijangkau oleh kapal, terpaksa Aceh, melakukan simulasi penyelamatan malah terjadi
dilakukan melalui pelabuhan penanganan bencana serta musibah kecelakaan,” terang Deddy
darurat sementara yang berlokasi evakuasi manusia secara berkala. lagi. (Rizal Syahisa)
di bawah jembatan Ulee Lheue. Simulasi ini dilakukan pihak
Kala itu, banyak warga Aceh di
Kesiapan Bandara SIM Tanggap Darurat Bencana
T ak dapat dipungkiri, lantas mengetahui Aceh sudah peduli Aceh dengan mengirimkan Sejak saat itulah, pesawat dari sebagai AirNav. Seperti yang
saat terjadinya kacau balau,” sebut Darmansyah. relawan sesuai bidang keahlian berbagai negara dapat mendarat, diungkapkan GM AirNav Indonesia
bencana, pesawat secara bergelombang hingga Mei mengevakuasi warga, dan Kacab Banda Aceh, Wisnu Hadi
dan bandara menjadi Dalam beberapa jam kerisauannya 2005. mengirimkan bantuan. Berduyun- Prabowo. Dikatakannya, saat terjadi
itu, sedikit tercerahkan saat duyunlah bala bantuan datang bencana, crisis centre dibentuk
garda terdepan mengetahui bahwa pesawat Koordinasi yang intens juga kami menghampiri Aceh baik dalam berkolaborasi dengan pihak terkait.
kalibrasi yang dipiloti Capt. lakukan dengan pangkalan TNI AU maupun luar negeri. Gunanya agar pelayanan pada
mitigasi bencana. Salah satunya Bantasidi mendarat di Polonia dari dalam rangka pengamanan dan kondisi darurat berjalan maksimal.
Aceh. Kepadanya, Darmansyah persiapan penanggulangan bencana Kini, pasca tsunami, Bandara SIM
seperti yang diungkapkan Teuku meminta Bantasidi mengantarnya tersebut. Semua kedatangan, memiliki keunggulan. Hal ini seperti “Kami ikut memastikan akses
kembali ke Aceh. Tepatnya, pukul pejabat, relawan maupun bantuan yang diungkapkan General Manager slot terhadap pesawat yang ingin
Darmansyah. Hari itu, Darmansyah 13.30 WIB Darmansyah take off semua ditangani oleh posko Angkasa Pura II Bandara SIM, Indra memberikan bantuan maupun
menuju Aceh. Angkasa Pura II. Gunawan. Seperti runway 3000 evakuasi warga dapat mendarat
selaku Kepala Cabang PT Angkasa meter yang dapat didarati pesawat dengan selamat,” ujar Wisnu.
Sebelum mendarat, terlebih dulu Beruntung sekali atas permintaan Boeing 747-400, 777-300ER. Luas
Pura II (Persero) Bandara Sultan pesawat mengelilingi pesisir pantai Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa ini menjadikan Bandara SIM yang Saat ini AirNav telah membenahi
hingga Banda Aceh. Di ketinggian melalui Duta Besar Singapura pertama sebagai bandara terluas majamemen berupa teknologi
Iskandar Muda (SIM) ketika gempa 1500 kaki itu, Banda Aceh dipenuhi untuk Indonesia di Jakarta. Aceh di Pulau Sumatera. Selain itu, informasi yang memudahkan
genangan air. Hanya Masjid Raya, mendapat bantuan fasilitas bandara ini memiliki 3 taxiway dan airline mengetahui ketersediaan
dan tsunami menghantam Aceh, gedung olahraga, dan monumen pelayanan Lalu Lintas Udara (LLU) 1 taxiway paralel, 8 parking stand slot pesawat yang kita beri nama
pesawat Seulawah yang terlihat berupa mobile tower dan empat dengan konfigurasi 2 wide body cronos system, setiap jamnya akan
sedang perjalanan dari Jakarta jelas dari atas. Pesawat mendarat buah helikopter raksasa dua baling dan 6 narrow body. Saat ini sedang diketahui berapa banyak kapasitas.
pukul 14.30 WIB. Lalu Darmansyah chinook yang sangat bermanfaat dilakukan pekerjaan perluasan Sistem ini terbuka, sehingga airline
menuju Banda Aceh. Saat itu, dia segera menjumpai pegawainya dalam operasi search and rescue. terminal dan perawatan sisi fasilitas dapat memonitor slot mana yang
dan memastikan segala kondisi utama bandara yaitu overlay run way kosong maupun telah terisi.
menghadiri rapat pembahasan bandara. Setelah memastikan “Saya terharu banyak sekali negara- dan taxi way.
bandara masih layak dioperasikan, negara yang memberikan bantuan Rencana penerbangan (flight plan)
pengembangan dan pembangunan seperti pelayanan lalu lintas udara, untuk Aceh kita,” pungkas GM yang Terkait kesiapan mitigasi bencana, jika dulunya airliner mengantar
run way, power plan, dan fasilitas menjabat dari tahun 2003-2005 itu. Indra menyebut Bandara SIM sendiri ke Air Tower Control secara
Bandara SIM di Jawa Barat. Saat keselamatan penerbangan lainnya. memiliki komite. Diantaranya manual. Sekarang, berbasis
Di hari itu, maka pukul 16.40 WIB Teuku Darmansyah Emergency Respon Plan (ERP), elektronic flight plan. Jadi
tiba di Bandara Polonia Medan, Bandara SIM dibuka kembali serta GM Angkasa Pura II Airport Emergency Plan (AEP), pihak airplane dengan akunnya
mengabarinya ke Medan dan Airport Security Comitee (ASP) dan dapat mengakses tanpa harus
Darmansyah bersiap menuju Banda Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Bandara SIM 2003-2005 Emergency Operation Center yang datang ke AirNav. Selain itu,
di Jakarta. dapat terhubung keseluruh Instansi untuk memastikan keselamatan
Aceh tidak menyangka kejadian tanggap darurat. kedatangan dan keberangkatan kita
Tim dadakan segera dibentuk membuat prosedur konvensional
buruk itu terjadi di Aceh. Sekitar di kantor pusat yang bertugas “Semua komite ini dilakukan ataupun yang saat ini sedang kita
memberikan bantuan kepada simulasi setiap 2 tahun sekali,” kembangkan berbasis satelit yang
pukul 09.00 WIB, di Bandara Polonia Bandara SIM. Karena sejak hari katanya. kita sebut Perfome Base Navigation
pertama bencana jumlah pegawai (PBN). Saat ini AirNav tidak hanya
tidak ada yang mengetahui gempa sangat sedikit yang bisa bekerja Upaya mitigasi bencana juga menjamin keselamatan, tapi kita
lantaran masih mencari anggota dilakukan oleh Lembaga juga dituntut membantu airline
di Aceh. Hingga, pukul pesawat keluarganya. Lalu dibentuklah posko Penyelenggara Pelayanan Navigasi mencapai efisiensi. (Muarrief)
Penerbangan Indonesia dikenal
Garuda B737 GA 190 pada pukul
09.20 WIB terlanjut take off ke Aceh.
Barulah Darmansyah mengetahui
10 menit menjelang landing. Pilot
mengabari penumpang bahwa
Bandara SIM tidak dapat didarati
karena rusak akibat gempa. Dan
pesawat berbalik arah kembali ke
Medan. Dia juga belum mengetahui
kalau Aceh terendam air. Tiba
di Medan, dihubungilah petugas
Bandara SIM menggunakan
handphone, namun tidak ada
jawaban. Begitu juga melalui
telepon. Lalu, Darmansyah pergi ke
radar Bandara Polonia Medan.
“Disanalah saya berbicara dengan
Pak Putra lewat radio portable
| ED.03/DES 2019
Kuphi Beungoh 5
Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana
Enggel mon sao surito… I tulah dua bait syair rangkaian pengalaman masyarakat Para orang tua bercerita tentang Masyarakat dunia khususnya
Inang maso semonan… lagu yang bercerita Simeulue pada masa lalu terhadap Smong sembari menunggu buah Indonesia mulai mempelajari
Manoknop sao fano… tentang Smong karya bencana gempa bumi dan tsunami. hati mereka terlelap dalam tidur. Smong sebagai salah satu cara
Uwi lah da sesewan… Muhammad Riswan Semua orang tua melakukan hal untuk mitigasi bencana tsunami.
(Dengarlah sebuah cerita) dengan nama tenarnya Kisah Smong diceritakan secara yang sama, hingga akhirnya Smong
(Pada zaman dahulu) Moris, salah satu tokoh adat dan turun-temurun dari generasi ke menjadi kearifan lokal masyarakat Kini penyampaian Smong pun
(Tenggelam satu desa) pemerhati budaya Simeulue. generasi melalui Nafi-nafi. Nafi Simeulue yang diwariskan diadopsi ke dalam berbagai media
(Begitulah mereka ceritakan) adalah budaya lokal masyarakat melalui berbagai cara. Para tetua seni. Bila dulu hanya melalui Nafi,
Kemunculan Smong berawal dari Simeulue berupa adat tutur atau meyakini suatu saat Smong akan sekarang Smong juga diceritakan
Unen ne alek linon… pengalaman pahit pada tahun cerita yang berisikan nasihat datang lagi, walaupun mereka melalui Nanga-nanga dan kesenian
Fesang bakat ne mali… 1907 silam, kala ombak besar dan petuah kehidupan, termasuk sangat berharap agar kejadian Nandong masyarakat Simeulue.
Manoknop sao hampong… menghantam pesisir-pesisir pulau Smong. Para tetua dan tokoh adat itu tidak pernah terulang lagi. Tidak hanya itu, Smong pun
Tibo-tibo mawi… Simeulue terutama di Kecamatan menyampaikan Nafi-nafi kepada disenandungkan melalui lagu dan
(Diawali oleh gempa) Teupah Barat. Tsunami yang dipicu kaum muda untuk menjadi pelajaran. Bencana tsunami dahsyat yang puisi, seperti karya Pak Moris di awal.
(Disusul ombak yang besar sekali) gempa dengan magnitudo 7,6 SR menimpa Aceh pada tahun 2004 lalu,
(Tenggelam seluruh negeri) tersebut menjadi mimpi buruk Cerita Smong disampaikan kepada boleh dikatakan sebagai challenge Di saat penutur Nafi-nafi sudah
(Tiba-tiba saja) sekaligus pelajaran berharga generasi muda termasuk anak- tersendiri bagi masyarakat sedikit, media seni menjadi salah
bagi masyarakat Simeulue. anak dalam berbagai kesempatan, Simeulue. Tantangan terhadap satu solusi agar kisah Smong tetap
seperti saat memanen cengkeh. kearifan lokal dan adat tutur yang tersampaikan. Pak Moris berharap
Ribuan nyawa melayang, rumah Dulu Simeulue terkenal dengan telah diwariskan ternyata berhasil kisah Smong dapat tersampaikan
dan surau hancur, serta harta cengkehnya, anak-anak sering dilalui. Gempa hebat dan luapan dengan mudah kepada para generasi
benda pun lenyap. Jejak bencana ikut membantu orang tua mereka air laut menyapu ribuan rumah muda melalui lagu dan puisi.
hebat itu masih terlihat pada saat memanen cengkeh. Maka penduduk, namun masyarakat
sebuah kuburan yang terletak tidak heran jika setiap memanen selamat. Hanya terdapat sekitar 3 Motivasi Pak Moris menghadirkan
di pelataran masjid Desa Salur, cengkeh, kisah-kisah Smong jadi sampai 6 orang meninggal dunia. Smong dalam lagu dan puisi sangat
Kecamatan Teupah Barat. selingan di tengah kesibukan. sederhana,beliau ingin melestarikan
Keberhasilan Smong sebagai cerita-cerita para leluhurnya.
Sejak itu, kata Smong begitu akrab Selain itu, Nafi-nafi juga disampaikan suatu tindakan mitigasi bencana Agar kelak generasi selanjutnya
di kalangan masyarakat Simeulue. di surau-surau mengaji setelah membuat seluruh dunia berdecak paham bagaimana tindakan
Smong diartikan sebagai hempasan shalat magrib. Nasihat-nasihat kagum. Semua orang mulai mitigasi dari bencana yang pernah
gelombang air laut yang berasal tentang kehidupan dan kisah Smong bertanya-tanya tentang Smong. dialaminya dan leluhurnya. (Amsal)
dari Bahasa Devayan, bahasa asli disampaikan setelah mengaji. Smong mulai didiskusikan,
Simeulue. Secara historis, Smong Smong juga menjadi pengantar diseminarkan, dan dipelajari.
merupakan kearifan lokal dari tidur anak-anak di malam hari.
Kotak Hitam
FLYERS OR LIARS pesawat mereka. Pada tahun 1908 sadar” untuk percaya pada sebuah Namun, jangan sampai kita
tiba-tiba mengejutkan masyarakat “fakta” dari satu sudut pandang saja menjatuhkan diri sendiri karena
P ernahkah kita berbuat diluar nalar yang biasa- Perancis dengan melakukan tanpa mendobrak cara pandang lain pikiran “Ah itu tidak mungkin, buang-
biasa. demonstrasi terbang, yang yang mungkin berbeda. buang waktu percuma, nggak masuk
meliputi gerakan akrobatik. Sejak di akal.” Sedangkan masyarakat
menghitung berapa itu, “kebohongan” yang ada dalam Bagi sebagian, yang terpenting di belahan dunia yang lain terus
persepsi banyak orang berubah bukan fakta tapi berseberangan berinovasi pada hal yang tidak
jumlah bandara di Seabad lalu, tepatnya tahun 1903, menjadi sebuah “keniscayaan” pada atau memaksakan kekuasaannya. mungkin, jutaan dolar dikorbankan
dua bersaudara yang mencoba ide hari ini. Sekarang, saat dunia begitu Mempengaruhi massa “tanpa dalam sebuah penelitian. Haruskah
seluruh dunia saat ini? gilanya di Pantai North Carolina manja dengan transportasi udara sadar” digiring untuk percaya pada terus mencemoohkan pemikiran
membangunkan banyak orang yang tercetus dari ide gila, keraguan sebuah “argumen” dari satu sudut tanpa fakta dan analisis terlebih
Ada berapa juta orang menyaksikan sayap raksasa terbang dan bahkan cacian, adakah pandang saja tanpa mendobrak dulu.
mengangkasa di udara sejauh tersemat rasa terima kasih untuk cara pandang lain yang mungkin
dalam satu tahun terbang dari satu 30 meter selama 12 detik. Para Wright bersaudara? berbeda. Seringkali kali bualan atau Tidak dapat dipungkiri, sejak
penonton di lapangan meragukan kebohongan untuk mengendalikan dulu revolusi tercipta karena ide
tempat ke tempat lainnya? Memilih apakah dua anak muda yang tidak Haluan kembali ke peradaban “serba situasi dan menggunakan pengaruh. “kreatif” atau “ide gila” yang tidak
banyak berpengalaman itu benar- digital” dimana kondisi dan situasi Hal ini dilakukan untuk mendapatkan masuk logika. Semua kalangan
melakukan perjalanan dengan benar terbang. “Flyers or liars”, dunia dapat diketahui dengan posisi keputusan atau reaksi yang mereka akan membicarakan rumor itu dan
demikian tulis sebuah surat kabar “one click” dan berpindah dari satu inginkan. Apalagi jika kebenaran mengaitkannya dengan fenomena
angkutan udara tentu dengan di tahun 1907. Maksudnya, kedua negara ke negara nun jauh di sana dianggap sebuah ‘ketidaknyamanan’ yang sedang terjadi, meski unsur
orang bersaudara itu “penerbang dalam hitungan jam. Itulah pengaruh yang tidak sesuai narasi mereka. tidak memiliki hal keterkaitan.
salah satu keunggulannya dapat atau pembohong?”. (The Wright teknologi yang telah dicanangkan Bahkan lebih menyayat hati, Layaknya minyak dan air yang
Brothers: A Biography Authorized by dan dipikirkan seabad yang lalu kebohongan disepuh logam mulia dipaksa menyatu dalam satu wadah.
menghemat banyak waktu untuk Orville Wright, 2016: Fred C. Kelly). menjadi kerajaan transportasi yang diperebutkan di pasaran dan Kegagalan percobaan pesawat
yang menaklukkan kepentingan berlaku hukum “jual beli”. terbang tidak mengecilkan hati
menjangkau jarak tempuh yang masyarakat. Hal ini juga tidak lepas Wright bersaudara. Omongan para
dari sebuah “ketidakwarasan” yang “tetangga” bukan suatu kendala,
panjang. Perkembangan jumlah dianggap oleh publik. tapi suatu semangat lebih untuk
mewujudkan “mimpi”. Jadi, apa yang
penumpang yang telah diangkut Tanpa mengetahui akar dari membuat kita takut dengan semua
sebuah problema, kita sering rintangan ke depan ini? Saatnya
transportasi udara di seluruh dunia mengkritik sinis “ide” seseorang kegagalan menjadi cerminan untuk
dan mengajak kawanan untuk kita berbenah diri. (*)
pada tahun 1970 berjumlah 1,7 milyar mengangguk menyepakati. Namun,
saat sebuah “bualan” itu diangkat Junaidi Ali
orang dan ternyata pada tahun 2018 dan dibicarakan kepada publik,
maka tidak diherankan lagi jika
mencapai 36 milyar orang (World itu akan menjadi sebuah trending
topic. Menakjubkannya lagi, hal
Bank: 2019), merupakan “angka itu terserap cepat dan dijadikan
sebagai suatu referensi obrolan.
fenomenal” dengan lonjakan yang Kemudian massa dijaring “tanpa
sangat drastis. Makanya, Industri Kedua kata bagi bersaudara itu
penerbangan menjadi salah satu muncul dari penyunting yang tidak “Obsesi” transportasi semestinya
yang dilirik oleh mata dunia. Namun, memberikan kepercayaannya tersemat dalam tata ruang dimana
revolusi penerbangan tidak serta terhadap penerbangan tersebut, ia merupakan sebuah “cita”
merta masyhur tapi dimulai dari sehingga ia berspekulasi tentang atau “mimpi” yang ditata serta
sebuah mimpi. apa yang ada sekilas di pikirannya, diprediksikan untuk kebutuhan
Revolusi sering terwujud karena “Ah, ini tidak mungkin, mana masa mendatang. Transportasi dan
sebuah dobrakan untuk mengubah
alur sebuah kepercayaan “moyang” mungkin!” Padahal, ia tidak tata ruang merupakan dua senyawa
yang diakui kesakralannya
bertahun-tahun dengan sebuah memahami semangat dan kegigihan yang tidak boleh dipisahkan.
“ide gila” yang tidak masuk akal.
Sebelum revolusi teknologi yang sebenarnya terjadi, cerita telah Seumpama, mengarahkan
berkembang, mengangkasa seperti
burung dianggap mustahil. Akan melupakan fakta lapangan. bandara sebagai hub bandara-
tetapi selalu ada sifat petualangan
manusia yang menetang kebiasaan, “Mimpi” yang bertatakan usaha bandara lainnya dianggap sebuah
dan “obsesi” Wright bersaudara
terbang seperti burung tidak surut mimpi yang jauh. Memang, tanpa
karena keraguan dan “olokan” yang
dicuitkan kebanyakan orang. Namun melakukan sesuatu atau bertindak
mereka terus mengembangkan
dengan perkiraan yang tepat, tentu
semua tidak akan berguna.
| ED.03/DES 2019
6 Liputan Utama
DIGITALISASI
PELAYANAN
TRANS KOETARADJA
FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI
D i tengah kesibukannya diresmikan diantaranya; peresmian bus di lapangan. “Pada prinsipnya, luncurkan prototype-nya. Setelah para lansia dan pelajar sekolah. UPTD
12 unit armada baru Trans tujuannya untuk meningkatkan usai uji, pihak Universitas Syiah Trans Kutaraja juga menargetkan
mempersiapkan acara Koetaradja dan Ruang Pusat Kendali pelayanan kepada pengguna Trans Kuala akan melakukan registrasi load factor Trans Koetaradja pada
Trans Koetaradja, serta peluncuran Koetaradja. Karena masyarakat hak kekayaan intelektual dan tahun 2020 mencapai 70 persen.
peresmian Depo aplikasi ETA (Estimate Time Arrival) ingin bus tiba di halte tepat diharapkan pada tahun depan dapat
dan prototype e-ticketing hasil waktu, kondisi bus bersih, dan diproduksi di Aceh untuk dapat Di akhir wawancara Al Qadri
Angkutan Massal kerjasama dengan Jurusan Teknik pelayanannya bagus,” ungkapnya. digunakan pada angkutan massal berpesan, Trans Koetaradja
Elektro dan Komputer Universitas Trans Koetaradja,” ujar Al Qadri. masih baru dan butuh dukungan
Trans Koetaradja yang Syiah Kuala Banda Aceh. Melalui pusat kendali, pergerakan dari semua pihak termasuk
bus juga dapat diawasi dengan Target jangka pendek yang ingin masyarakat agar dapat memberikan
akan diresmikan oleh Plt. Gubernur Pengadaan 12 unit bus baru NVR, dan GPS sebagai media dicapai UPTD Trans Kutaraja ke pelayanan yang semakin baik.
berukuran sedang berasal dari tracker. Jika terjadi suatu kendala depan diantaranya; melengkapi “Dengan penambahan armada dan
Aceh Ir. Nova Iriansyah, M.T., pada Anggaran Pendapatan dan terhadap pelayanan Trans NVR dan people counting camera teknologi, target kita bus Trans
Belanja Aceh (APBA) tahun 2019. Koetaradja di lapangan, pihak UPTD pada seluruh bus, memperbaiki Koetaradja bisa tepat waktu.
Selasa, 24 Desember 2019, Kepala Penambahan jumlah armada ini Trans Kutaraja dapat mengambil jaringan internet di ruang Kita juga berharap masyarakat
dimaksudkan untuk memperkecil tindakan responsif agar pelayanan pusat kendali, dan melakukan semakin gemar menggunakan
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) jarak waktu tiba antar bus di halte kepada masyarakat tidak terhenti. pemasangan running text ETA di Trans Koetaradja,” tutup Al Qadri.
agar sesuai dengan time table yang setiap halte. Pemasangan running
Trans Kutaradja, Muhammad Al telah disusun. Yang mana menurut Peningkatan pelayanan lainnya text ETA ditujukan bagi masyarakat Masih takut terlambat naik
Al Qadri, salah satu faktor sering yang dilakukan adalah pemasangan yang tidak menggunakan telepon Trans Koetaradja? (Amsal)
Qadri, S.SiT, M.T., menyempatkan terlambatnya bus tiba di halte CCTV dan Digital Signage di halte. genggam berbasis android, seperti
disebabkan jumlah armada yang Perangkat ini akan memudahkan
diri untuk diwawancarai oleh Tim beroperasi masih kurang pada suatu pihak Trans Koetaradja untuk
koridor, khususnya koridor 3 dan 5. memantau kondisi halte setiap saat.
ACEH TRANSit, Kamis (19/12) malam. “Kita berharap dapat mengetahui
Selain armada yang kurang, kondisi halte setiap saat melalui
Muhammad Al Qadri, yang lebih belum maksimalnya pelaksanaan CCTV dan Digital Signage, baik APLIKASI
akrab disapa Bang Al menjelaskan pengawasan di lapangan juga untuk melihat kondisi penumpang ESTIMATE
panjang lebar terkait pencapaian menjadi faktor sering terlambatnya maupun kedatangan bus itu TIME OF
UPTD Angkutan Massal Trans bus tiba di halte. Hal tersebut sendiri. Dengan alat tersebut juga ARRIVAL
Kutaraja pada tahun 2019. “Pada disebabkan masih minimnya diharapkan dapat mencegah aksi TRANS
akhir tahun ini, Dishub Aceh akan Sumber Daya Manusia (SDM) pencurian yang pernah terjadi KOETARADJA
meresmikan beberapa pekerjaan yang ada sehingga pengawasan sebelumnya di halte,” harap Al Qadri.
yang telah dilaksanakan. Kita akan terhadap operasional bus di Unduh Aplikasinya di Google Play Store
meluncurkan beberapa inovasi yang lapangan tidak dapat dilakukan Selain peresmian armada baru dan
akan diterapkan pada pelayanan selama 12 jam bus beroperasi. ruang pusat kendali, UPTD Trans
Trans Koetaradja,” ungkapnya. Kutaraja juga akan meluncurkan
Menurut Al Qadri, kendala aplikasi ETA (Estimate Time
Beberapa pekerjaan yang akan pengawasan tersebut melatar Arrival) dan prototype e-ticketing.
belakangi UPTD Trans Kutaraja Al Qadri menjelaskan, aplikasi
‘’ membangun Ruang Pusat Kendali. ETA berguna untuk memudahkan
Ruang Pusat Kendali berfungsi masyarakat mengetahui lokasi
Pada prinsipnya, tujuannya sebagai media pengawasan bus yang terdekat dengan halte.
untuk meningkatkan terhadap operasional Trans Aplikasi tersebut sudah dapat
Koetaradja di lapangan. Didukung diunduh di Play Store melalui
pelayanan kepada pengguna sejumlah perangkat baru seperti; handphone berbasis android.
Trans Koetaradja. Karena NVR (Network Video Recorder), Sedangkan e-ticketing, yang sudah
masyarakat ingin bus tiba People Counting Camera, CCTV dan diprogramkan sejak tahun 2016,
Digital Signage yang terpasang di ditujukan untuk pendataan dan
di halte tepat waktu, bersih, setiap halte, pihak Trans Koetaradja akuntabilitas pendapatan Trans
dan pelayanan bagus. dapat memantau setiap pergerakan Koetaradja. “Pada tahun 2019 kita
Al Qadri
Kepala UPTD Angkutan Massal
Trans Kutaraja
| ED.03/DES 2019
Liputan Utama 7
Aceh Thanks The World
Monumen Aceh Thanks The World didirikan untuk tanda terima kasih rakyat Aceh kepada relawan dari berbagai belahan dunia membantu Aceh saat gempa dan tsunami melanda Aceh tahun 2004 lampau. FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI
M ungkin ini hanya wahai nenek-red)”. menunggu gerbang itu terbuka saja. hal itu tidak dapat terwujud,” ujar Dinas Perhubungan Aceh sebagai
dianggap sebuah Direktur SDM dan Benefit BRR, Irfan perangkat daerah bertanggung
“legenda”, sebuah Tanpa pertanda, gelombang tinggi Peluh yang kian deras mengalir di Sofni. jawab “Mewujudkan Transportasi
kisah dongeng yang berdiri tegak di belakang mereka, Berkeadilan Untuk Mengurangi
ia siap mengejar dan menyapu sekujur tubuh tak menyurutkan Kesenjangan Antar Wilayah”, saat
habis apa saja yang berniat ini termasuk membangun jalur
diceritakan pada menghadangnya tanpa terkecuali. motivasi mereka untuk “Sedangkan dana yang tersedia saat transportasi Aceh dalam program
Ia murka dalam diam. itu sudah sangat mencukupi untuk konektivitas.
anak-anak di waktu senggang. Alam mengevakuasi korban bencana. membangun Banda Aceh menjadi
Aceh “butuh” waktu yang cukup lebih baik. Seandainya semua Sekarang, 15 tahun lalu itu cukup
bergemuruh, angin semilir tapi panjang untuk membenahi diri, Saat itu, asa kembali mengalir ke komponen mendukung program ini, menjadi pembelajaran bagi Aceh,
bangkit dari keterpurukan yang bukan tidak mungkin sekarang kita tidak menjadikannya benang hitam
tidak membawa kesejukan. Burung- hampir dianggap “kota mati” saat pembuluh nadi Rakyat Aceh. tinggal di Kota Banda Aceh yang ketertinggalan Aceh. Pada masa itu,
itu. Struktur dan infrastruktur baru dengan infrastruktur yang Ia seakan terkubur dan tenggelam
burung beterbangan tanpa arah, kota yang porak-poranda karena Pemerintah pusat pun kemudian lebih bagus termasuk infrastruktur dalam peradaban, mungkin
bencana tsunami membungkam membentuk badan khusus untuk transportasi,” ungkapnya lagi. namanyalah yang akan menjadi
sesekali hinggap sambil bersiul para relawan yang ikut andil hendak menangani Aceh. Lembaga ini sejarah dalam sebuah lembaran.
membangun kembali Aceh. diberi nama Badan Rehabilitasi dan
tanpa irama khasnya, mereka Rekonstruksi NAD - Nias atau yang Namun, dunia menyapa dan
Dalam keputusasaan, terbesit lebih dikenal dengan nama BRR. mengulurkan ribuan tangannya
tampak cemas, ingin berteriak tapi harapan kala relawan dan bantuan Saat itu, BRR memegang peranan pada Aceh. Rangkulan dunia
menyentuh tanah Aceh. Tak lama penting dalam proses perbaikan menjadi selimut hangat Rakyat
tak ada yang paham “bahasa”nya. berselang, Dunia buncah dengan Aceh, karena pemerintah daerah Aceh. Ia kembali bangkit dan
bencana Aceh saat itu. Dengan di Aceh sudah kolaps, termasuk menyembuhkan lukanya yang
Tepat 15 tahun lalu, cerita itu cekatan dan sigap, seluruh dunia instansi Dinas Perhubungan Aceh. Dengan dibenahnya infrastruktur dalam. Aceh berterimakasih pada
tercetak sejarah. Gempa bumi meminta pintu Aceh dibuka lebar. masyarakat dunia. (Rizal Syahisa)
waktu itu menggertak pagi, ia Pesawat darurat, para relawan, transportasi Aceh, BRR berharap
mengayun seantero Aceh. logistik dan seluruh kebutuhan
siap dalam hitungan jam, hanya perkembangan nantinya berbasis
ekonomi guna membangkitkan
“Ie beuna, ie beuna (tsunami, perekonomian rakyat Aceh.
tsunami –red),” teriak mereka dari
pinggiran pantai menggelegar “Perencanaan yang dilakukan oleh Berapa banyak pelabuhan dan
hingga ke daratan. BRR pada masa itu telah memiliki
grand design dan gagasan dalam bandara yang telah dibangun di
pembentukan Kota Banda Aceh
pasca bencana. Namun berbagai Aceh yang diperuntukkan untuk
polemik yang muncul dan juga
Orang-orang tercengang, “hai, keterbatasan waktu kerja BRR yang sarana perekonomian, pelabuhan
panee na ie laot teuka u darat, bek hanya lima tahun menyebabkan
ta peugah yang hana-hana hai nek yang seharusnya menjadi sarana
(mana ada air laut menyeruak ke
daratan, jangan mengada-ngada ekspor impor, namun dalam
pelaksanaannya hanya digunakan
untuk sarana penyeberangan
penumpang. Bertahun-tahun
kemudian, pemanfaatan untuk
prasarana yang mendukung
investasi masih menjadi wacana.
Secara umum, seharusnya semua ‘’
infrastruktur transportasi yang
telah dibangun sedemikian rupa Perencanaan yang dilakukan
di Aceh dapat menjadi daya ungkit BRR telah memiliki grand
ekonomi masyarakat di Aceh. design dan gagasan
Pengembangan prasarana dan pembentukan Banda Aceh
peningkatan ekonomi tidak berjalan pascabencana.
simultan, masih terdapat “gap” di
antara mereka sehingga berjalan Irfan Sofni
terpisah. Direktur SDM dan Benefit
Setelah berakhirnya tugas BRR, BRR NAD-Nias
kini Pemerintah Aceh kembali
FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI memegang kendali membangun
Aceh seperti yang tertuang dalam
Kehadiran Museum Tsunami dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang gempa dan tsunami. Selain itu juga menjadi tempat evakuasi warga bilamana bencana visi misi Gubernur Aceh sesuai
serupa kembali terulang. Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Aceh (RPJMA) dimana
| ED.03/DES 2019
8 Liputan Utama
VIDEO MOU FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI
PEMERINTAH ACEH
DENGAN PT.DI
N219, Sepenuhnya Karya Anak Bangsa
Kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi perbukitan dan dataran tinggi dan landasan pacu yang relatif pendek juga menjadi
gagasan awal menciptakan N219. Di samping itu juga, konektivitas dan peningkatan ekonomi serta mitigasi bencana menjadi esensi
penting terwujudnya mesin terbang raksasa ini.
T emperatur Bandung suara mesin yang dihidupkan dan dan rekan-rekannya memutar konfigurasi kabin pesawat dapat karena Indonesia sendiri belum
saat itu agak terik. hendak mengangkasa di udara otak untuk menciptakan sebuah disetel dan interiornya juga dapat memiliki industri yang mampu
Sang Surya juga bersama cita-cita mereka yang terobosan dengan tantangan berganti sesuai kebutuhan. Kabin memasok komponen pesawat.
tak segan-segan tinggi. Mereka begitu fokus dengan keuangan, diakui hal ini sangatlah ini juga dilengkapi dengan freezer, Sehingga, banyak komponen ini
mesin itu. Ada yang sibuk dengan sulit. “Engineering itu harus punya peralatan medical evacuation, masih diambil dari perusahaan
menampakkan interiornya, ada pula yang sibuk sesuatu atau karya baru. Karena itu, kargo, pallet-pallet dan peralatan luar, khususnya dari Amerika.
dengan rangka baja bakal pesawat kami berpikir bagaimana membuat pengikat kargo. “Namun, ada beberapa komponen
dirinya dengan gagah. Landasan terbang itu sendiri. Ada yang terus pesawat sederhana tapi tidak yang telah kita ajak dari industri
mengecek komponen kecil atau memerlukan anggaran yang gede. “Saat ini, tenaga kerja yang ada dalam negeri seperti kaca depan
panjang hitam dengan warna bahkan mempersatukan komponen Di situlah kawan-kawan melakukan jauh berbeda dari kondisi yang dan tutup redeem pesawat. Panel-
tersebut menjadi burung mesin kajian, pesawat kecil seperti apa ada dari zaman Pak Habibie panel interior juga sudah mulai
semakin memudar memberikan raksasa. yang bisa dikembangkan. Maka mengembangkan N250. Engineer melibatkan industri-industri dalam
tercetuslah N219 dari pemetaan yang ada masih sangat lengkap negeri. Kedepan, diharapkan semua
irama decit ban mesin terbang kondisi dan situasi yang ada,” dan didukung juga dengan tenaga- komponen dapat diproduksi lokal.
jelasnya dengan mata berbinar. tenaga asing untuk mem-backup. Dengan program ini bukan hanya
tersebut. Dari lantai atas gedung Namun, ini tidak menjadi kendala PTDI yang tumbuh, namun industri-
bagi kita. Potensi anak bangsa industri lain juga kita ajak bersama.
yang pernah mencetak sejarah yang sungguh luar biasa tidak Nantinya, PTDI tidak berdiri sendiri,
menyurutkan keinginan kita betul-betul dari Indonesia untuk
dirgantara itu tampak barisan bukit sedikit pun,” ungkapnya dengan Indonesia,” jelasnya lagi. Nantinya,
rona semangat menyeruak. Ini pengembangan N219 juga dapat
dan pemukiman di lembahnya. Ada isu besar yang harus kita merupakan total hasil pemikiran ditingkatkan menjadi transpotasi
pertimbangkan saat pesawat anak bangsa, tidak ada campur amfibi, yang dapat mendarat di
Sesekali dari jauh terdengar terbang diciptakan oleh anak tangan tenaga asing. perairan. Sehingga, wilayah-wilayah
bangsa. Cita-citayangdigantungkan kecil di pinggir laut tidak perlu
pada aksesibilitas dan potensi anak Kondisi geografis Indonesia Hampir 220 engineer yang terlibat membangun bandara.
bangsa jangan sampai terserap langsung dalam pengembangan
oleh pasar internasional, ada hasrat yang dikelilingi perbukitan dan pesawat N219 dan bagian “Kami juga berterima kasih kepada
ingin membangun bangsa namun production line juga terlibat 400 Pemerintah Aceh yang telah
terjerat jarak dan loyalitas. Hal ini dataran tinggi dan landasan pacu mekanik dalam perakitan N219. memberikan penghargaan kepada
khususnya menjadi penting karena Semuanya merupakan putra kami dan mendukung produk-
khazanah besar dari apa yang lazim yang relatif pendek juga menjadi putri bangsa Indonesia. Sebagian produk anak bangsa. Mudah-
menjadi cita-cita anak bangsa. generasi baru juga diikutsertakan mudahan dapat kita realisasikan
gagasan awal menciptakan N219. Di untuk kepentingan masa depan menjadi sesuatu yang nyata,”
melanjutkan estafet pengembangan pungkasnya dengan senyum lebar
samping itu juga, konektivitas dan N219 berikutnya. Ada sekitar 300 menghiasi wajahnya. (Syakirah)
engineer baru yang dididik untuk
peningkatan ekonomi serta mitigasi menjadi ahli pesawat terbang di
PTDI.
bencana menjadi esensi penting
Saat ini, komponen pesawat masih
terwujudnya mesin terbang raksasa harus diorder dari perusahaan asing
Suatu anugerah besar dapat ini. Pesawat ini dirancang dengan
menapaki tanah dimana kejayaan
dirgantara Indonesia akan sistem pendeteksi atau disebut
mengepak ke semesta. Seorang
‘’ lelaki paruh baya berpakaian batik terrain awareness warning system
lengan panjang dan celana hitam
Kami berterima kasih kepada panjang mulai membawa cita-cita (TAWS) yang dapat digunakan untuk
Pemerintah Aceh yang telah itu kembali ke rangkulan negeri
memberikan penghargaan ini. Beliau Palmana Banandhi, pria menvisualisasikan perbukitan
kepada kami dan mendukung berzodiak Scorpio berasal dari
produk-produk anak bangsa. Tegal merupakan Program Manager dalam bentuk 3D sehingga
Mudah-mudahan dapat kita Pesawat N219 PT. Dirgantara
realisasikan menjadi sesuatu Indonesia (PTDI). memudahkan pilot bermanuver.
yang nyata. TAWS ini dapat difungsikan dengan
Palmana Banandhi rentang ketinggian terbang 5000 –
Program Manager
Pesawat N219 10.000 kaki.
Vakum dengan program Pesawat N219 ini juga bersifat
multifungsi, dapat digunakan untuk
pengembangan membuat Palmana angkutan penumpang, barang dan
bahkan ambulans udara. Model
setting-an dengan perubahan
| ED.03/DES 2019
Liputan Utama 9
FOTO: ACEH TRANSit/MIDIKA UTAMA PUTRA PEMERINTAH BELANDA
REHAB PELABUHAN
MALAHAYATI
A ceh merupakan pengguna moda laut yang menuju Pelabuhan Malahayati resmimenjadi
kawasan di Asia ke Medan pun banyak beralih ke pelabuhan peti kemas pada tanggal
yang moda transportasi darat. Akhirnya 05 Agustus 2016.
latar mempunyai rute ke Belawan pun akhirnya tak
belakang ada lagi. Seperti yang diungkapkan oleh
General Manager Pelindo I Cabang
sejarah yang panjang Saat tsunami, lokasi pelabuhan ini Malahayati Sam Arifin Wiwi “peti
pun ikut terkena imbas gelombang kemas selama ini meningkat dari
mengenai perdagangan pasang air laut. Beberapa saat tahun ke tahun berkisar 10.000
pelabuhan ini tidak bisa disinggahi box atau dengan rata-rata per
maritim dan kepelabuhanan. kapal. Namun pasca tsunami sekitar bulan sekitar 1000 box kontainer”.
satu minggu pelabuhan Malahayati Menurutnya selama ini terus terjadi
Pelabuhan-pelabuhan di Aceh menjadi salah satu pengiriman peningkatan volume pembongkaran
logistik melalui jalur laut, begitu juga di pelabuhan Malahayati,
merupakan pelabuhan tertua banyak relawan yang menggunakan karena selain lebih aman, moda
moda laut melalui pelabuhan transportasi laut lebih murah dan
di jalur Selat Melaka. Namun Malahayati. cepat. Arus peti kemas (throughput)
melalui Pelabuhan Malahayati terus
kegemilangan dan kejayaan Aceh Pasca bencana menghancurkan meningkat.
sebagian dermaga Malahayati,
di bidang perdagangan maritim dan Pemerintah Belanda membantu Pelabuhan Malahayati secara
rehabilitasi Pelabuhan Malahayati geografis lebih dekat dangan
kepelabuhan ini tidak berkembang yang rusak akibat tsunami, di posisi kawasan Eropa dan Timur Tengah,
Kade 3. Bantuan yang berasal selain sangat memungkinkan untuk
dan berlanjutan sehingga ke hari ini. dari multi donor dan masyarakat direct call (angkutan langsung),
Belanda tersebut mengalokasikan sehingga produk ekspor asal
Pelabuhan Malahayati salah satunya dananya sebesar US$ 8,2 juta. Selain Aceh bisa diangkut langsung dari
yang sejak dulu disinggahi oleh merehabilitasi dermaga, beberapa Malahayati tanpa lewat Belawan
pedagang dari Cina yang kemudian fasilitas baru pelabuhan juga atau Tanjung Priok lagi.
dikenal dengan sebutan Lamwuli. dibangun. Dengan pelabuhan itu,
Lamwuli yang dimaksud yaitu berbagai bahan baku rekontruksi Pelabuhan Malahayati diharapkan
Kerajaan Lamuri yang letaknya bisa dipasok lebih cepat. Berkat menjadi terminal peti kemas ketiga
tidak jauh dari posisi Pelabuhan pembangunan dan perbaikan yang dikelola Pelindo I, setelah
Malahayati saat ini. Pelabuhan ini kembali, akhirnya pada tahun 2007, Belawan (Medan) dan Perawang
merupakan sebuah pelabuhan pelabuhan ini dapat digunakan dan (Riau). (Dewi)
yang sudah ada dan dibangun sejak beroperasi lagi.
zaman Sultan Iskandar Muda. VIDEO DATA
Sekarang, melalui PT. Pelabuhan PELABUHAN MALAHAYATI
Oleh masyarakat Aceh, kata Lamuri Indonesia (Pelindo) I fokus
kemudian berubah menjadi Lamreh. untuk mengembangkan fasilitas ACEH BESAR
Pelabuhan tua ini kemudian pelabuhan Malahayati, Krueng
diambil alih oleh PT Pelindo pada Raya Aceh Besar berupa perluasan
tahun 1970. Pelabuhan ini pernah tempat penampungan box
menjadi salah satu pelabuhan (kontainer) hasil bongkar muat.
transit ke Pulau Sabang di era 80- Selain itu juga melakukan renovasi
an. Kemudian pelabuhan tersebut dermaga atau jembatan pelabuhan.
beralih fungsi menjadi tempat Seperti diketahui, Pelindo 1
persinggahan kapal. Pelabuhan Malahayati kini telah dilengkapi
Malahayati ini sebelumnya dikenal dengan fasilitas Peti Kemas.
sebagai pelabuhan penyeberangan
kapal-kapal besar.
Pelabuhan Malahayati pada era
90an merupakan salah satu akses
penyeberangan ke Sabang dan ke
Belawan. Kapal yang mengangkut
penumpang ke Belawan juga
relatif banyak. Namun seiring
berkembangnya dunia transportasi,
maka perlahan-lahan para
| ED.03/DES 2019
10 Layar Monitor
Infrastruktur dan Konektivitas seperti Belawan, Singapura, aktivitas bisnis yang akan hadir
di Kawasan Industri Aceh (KIA)
Logistik Pengungkit Industri Aceh Malaysia, Thailand, dan pelabuhan Ladong.
lainnya.
Keunggulan posisi strategis Tanpa adanya fasilitas pelabuhan
tersebut memiliki potensi besar yang baik, sebuah pusat industri
untuk dikembangkan. Maka tidak akan berkembang secara
Pemerintah Aceh berinisiasi optimal. Dalam konteks ini, apabila
membangun Kawasan Industri Aceh transportasi darat, laut dan udara
(KIA) Ladong. Kawasan ini berfungsi tidak terintegrasi dengan baik maka
sebagai tempat pemusatan dapat dipastikan distribusi barang/
kegiatan industri yang dilengkapi produk tidak berjalan sebagaimana
dengan prasarana dan sarana mestinya.
yang disediakan dan dikelola oleh
perusahaan kawasan industri. Oleh karena itu, keberadaan pusat
Dalam mendukung pertumbuhan logistik tentu harus didukung
industri Aceh, maka peran
Pelabuhan Malahayati menjadi salah dengan adanya pengembangan
satu tokoh utama di sini. Penetapan
Pelabuhan Malahayati sebagai jaringan transportasi multimoda
bagian dari rangkaian program
tol laut, menjadi peluang bagi kita yang menghubungkan simpul-
terutama dalam mengembangkan
pusat-pusat komoditas unggulan simpul logistik sehingga
daerah yang nantinya akan
memberikan kontribusi pada meningkatkan aksesibilitas
aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan
Malahayati. angkutan barang dari pusat-pusat
produksi menuju ke pelabuhan.
Keterlibatan dunia usaha untuk berinvestasi sangat dibutuhkan sehingga membuka peluang kerja dan peningkatan pendapatan yang akan FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI Sebagai informasi, peningkatan
bermuara kepada kesejahteraan masyarakat. Salah satunya kegiatan yang bertajuk Bussiness Forum, Hotel Kryad Muraya, Banda Aceh, Rabu aktivitas bongkar muat periode
6/11/2019) Januari sampai dengan Agustus
2019 sebesar 129.762 ton dan ekspor
S ering kali kita memiliki Dalam hal ini, demi menciptakan Laut Aceh (KIPA) dan Kawasan Blang Evaluasi Tol Laut impor sebesar 1.805.211 ton. Hal
cara pandang yang harmonisasi antar pihak dan Bintang dan sekitarnya sebagai ini merupakan suatu potensi yang
berbeda mengingat sektor dalam mendorong aktivitas Kawasan Bandara Internasional. harus terus dikembangkan secara
asal usul, lingkungan, dan konektivitas logistik untuk berkelanjutan.
membangun negeri, PT. Pelindo-I Rencana Pembangunan Jangka
psikologis dan Cabang Malahayati bekerja sama Sebagaimana kita ketahui, bahwa
dengan Dinas Perhubungan Menengah Aceh Tahun 2017-2022 Tol Laut merupakan program
pendidikan atau bahkan periode Aceh menyelenggarakan acara prioritas Pemerintah dalam Rencana
business forum yang digagas memprioritaskan konektivitas Pembangunan Jangka Menengah
hidup yang berbeda-beda. melalui pendanaan PT. Pelindo-I Nasional Tahun 2015 – 2019. Tol Selain itu, kebijakan penguatan
Cabang Malahayati. Acara ini untuk mengurangi kesenjangan Laut bertujuan untuk membangun jaringan logistik dapat dilakukan
Komunikasi atau diskusi menjadi diselenggarakan di Hotel Kyriad konektivitas transportasi laut yang melalui peningkatan kemitraan
Muraya Banda Aceh yang turut antar wilayah. Upaya-upaya efektif dan efisien, terutama dalam antara operator pelabuhan dengan
satu wadah dalam mewujudkan dihadiri oleh unsur pemerintah, menjamin ketersediaan barang industri hulu dan hilir, perusahaan
asosiasi dan dunia usaha, Rabu untuk mendorong pertumbuhan dan mengurangi kesenjangan atau pelayaran, asosiasi dan pelaku
pemahaman yang nantinya (6/11/2019). disparitas harga barang antar penyedia logistik seperti freight
ekonomi wilayah menjadi perhatian wilayah. forwarder, ekspedisi muatan kapal
menciptakan satu prinsip yang Saat ini, strategi pembangunan dan perusahaan bongkar muat.
transportasi condong terhadap Pemerintah Aceh. Seperti
sama. pendekatan demand follow supply,
penyediaan fasilitas transportasi halnya, memaksimalkan fungsi
dilakukan terlebih dulu dengan
Apabila komunikasi tersebut tidak tujuan pertumbuhan pilar ekonomi infrastruktur dan keterlibatan
pernah tersampaikan kepada pihak dan berkembangnya kegiatan
terkait maka pada kondisi tertentu ekonomi berjalan beriringan atau dunia usaha dalam percepatan
menyebabkan perpecahan yang simultan.
pastinya berdampak negatif. Hal pembangunan ekonomi Aceh juga
ini penyebab dari komunikasi yang Dalam Qanun Aceh Nomor 19 Tahun
tak pernah tersampaikan antar 2013 Tentang Rencana Tata Ruang terus dipacu. Pemerintah Aceh juga terus
pihak sehingga menimbulkan Wilayah Aceh pasal 48 (5) huruf d dan berupaya menyediakan jasa
rumor yang tidak akurat di kalangan e terdapat dua kawasan strategis Pemerintah tentu tidak akan Sebagai evaluasi, pelaksanaan pelayanan distribusi barang yang
masyarakat. transportasi, yaitu Kawasan Krueng mampu untuk melakukan sendiri tol laut di wilayah Aceh baru cepat dan efisien. Seperti halnya
Raya dan sekitarnya sebagai pembangunan pada semua sektor. dilaksanakan pada tahun 2019. penyediaan prasarana dan sarana
Asas dan tujuan dalam membangun Kawasan Industri, serta Pelabuhan Oleh karena itu, keterlibatan dunia Walaupun demikian diharapkan multimoda transportasi dan
jaringan pelayanan dan infrastruktur usaha untuk berinvestasi sangat seluruh stakeholder terkait dapat terminal barang sebagai pusat
serta konektivitas logistik Aceh dibutuhkan sehingga membuka memanfaatkan momen yang sangat distribusi dan konsolidasi barang
perlu adanya penyamaan visi misi. peluang kerja dan peningkatan penting bagi masyarakat Aceh dari ataupun menuju pelabuhan.
Ke arah mana pengembangan, pendapatan yang akan bermuara dalam memanfaatkan angkutan laut
serta aksi strategis apa yang harus kepada kesejahteraan masyarakat. untuk pelayanan logistik Aceh. Diharapkan konektivitas, jaringan
diambil dalam melayani logistik, infrastruktur dan pelayanan
sebagai upaya mendorong Aceh Secara geografis, posisi Aceh Pada kesempatan ini Plt Gubernur logistik dengan pusat pertumbuhan
dalam mengejar ketertinggalannya. sangatlah strategis. Hal ini Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T. ekonomi wilayah dapat mengantar
dikarenakan Aceh berada pada salah yang diwakili oleh Kepala Dinas Aceh mendominasi pasar
satu jalur pelayaran internasional Perhubungan Aceh, Junaidi, internasional. (Syakirah)
terpadat di dunia dan berdekatan S.T., M.T menyampaikan bahwa
dengan pelabuhan internasional keberadaan pelabuhan ini sangat
dibutuhkan untuk mendukung
SEPENGGAL D esember untuk provinsi paling barat Indonesia, Sebagaimana konflik, maka tsunami salah satu saksi betapa dasyatnya
KISAH dunia turun tangan membantu banyak meningggalkan kisah cerita kejadian saat itu dan rumah beliau
penduduk aceh selain dengan mengenyampingkan agama, yang jika terus diceritakan tak lah tempat persinggahan terakhir
PERAHU ras dan suku. bosan kita mendengarkan nya dari salah satu boat yang saat itu sedang
DI ATAS terkait milad Gerakan kisah yang ada. Mulai dari masjid docking di Lampulo sungai krueng
RUMAH Tsunami untuk aceh sendiri menjadi ulele, masjid lampuuk, makam Syiah Aceh, dengan panjang kapal 25
Aceh Merdeka (GAM) bencana ke dua setelah konflik yang Kuala, kapal pembangkit listrik meter, lebar 25,5 meter dan dengan
berkepanjangan antara gam – RI ulele hingga boat di atas rumah dan berat 20 ton. Perpindahan boat dari
puluhan tahun silam yang telah berunding, bersepakat ada beberapa lainya yang belum docking ke daratan terjadi begitu
namun tidak menemukan titik terangkum. cepat hingga penghuni lantai 2
bertambah menjadi tsunami dan kepakatan. Terlalu sedih negeri rumah buk abes tak ada seorang
jika harus diingat konflik dan Semua tempat yang memiliki kisah pun yang tau hingga akhirnya
MoU GAM- RI. Hampir semua pelaku tsunami sebenarnya. Kesedihan kini menjadi saksi berapa dasyat ada pengungsi dilokasi lain yang
tsunami tertutupi walau tidak nya air bah berlumpur dari pesisir mengajak untuk naik ke boat
yang terlibat ataupun tidak terlibat menyembuhkan untuk warga aceh pantai bagian barat Indonesia dan tersebut. Total jumlah orang yang
karena kehadiran gelombang air laut dari sekian saksi bisu boat diatas menaiki boat tersebut berjumlah 59
langsung ketika membicarakan tersebut kedarat mengahadirkan rumah yang salah satunya masih orang.
kesepakatan damai antara Gam- sebagaimana aslinya.
tsunami dan memperingatinya Ri setalah semua usaha yang Kini kapal diatas rumah menjadi
dilakukan sebelum tsunami tidak Namanya ibu Misbah yang oleh warga tempat satu dari beberapa tempat
terasa tidak bergairah. Bahkan pernah terujud. dipanggil Buk Abes. Beliau menjadi wisata yang terkait tsunami dan
ada yang bergitu histeris karena
pengalamannya langsung bergelut
dengan gelombang tsunami.
Melupakan tsunami sebagai suatu
bencana juga tidak bijak karena
bencana tersebut telah menjadi
pembelajaran bagi seluruh negeri
tentang solidaritas dan peduli.
Seluruh negeri tertuju pada satu
| ED.03/DES 2019
Perspektif 11
Transportasi Aceh, Aceh dimulai dengan penghargaan
Dekapan Keadilan bagi dan konsistensi terhadap amanat
Anak Negeri Undang Undang Republik Indonesia
Nomor 11 Tahun 2006 Tentang
Muhajir, S.T. Di sektor transportasi, Gempa Bumi dan Tsunami pada 26 Desember 2004 benar-benar Pemerintahan Aceh, diantaranya
meluluhlantakkan prasarana dan sarana utama pelayanan transportasi di Banda Aceh, pada Pasal 141 ayat (1) diatur bahwa
Kepala Seksi Tata Ruang Sabang, Aceh Besar, sebahagian kawasan pantai utara Aceh, dan di hampir seluruh Perencanaan pembangunan Aceh/
Transportasi dan Lingkungan kawasan pantai barat Aceh baik transportasi darat maupun laut. Beberapa daerah kabupaten/kota disusun secara
bahkan terisolasi dalam beberapa waktu. komprehensif sebagai bagian dari
Dinas Perhubungan Aceh sistem perencanaan pembangunan
nasional dalam kerangka Negara
N ota Kesepahaman dan tsunami bagi bumi Aceh yang maupun pemerintah terus berbenah di mana kinerja pelayanan Kesatuan Republik Indonesia
menumbuhkan solidaritas seluruh dalam menata langkah dan peran dengan memperhatikan: a. Nilai-
(Memorandum of potensi bangsa bahkan dunia serta dalam upaya-upaya tersebut. perhubungan dituntut untuk mampu nilai Islam; b. Sosial Budaya; c.
internasional untuk membangun Berkelanjutan dan Berwawasan
kembali masyarakat dan wilayah Lingkungan; d. Keadilan dan
Aceh. Pemerataan; dan e. Kebutuhan.
Understanding) Aceh yang dulu tercabik-cabik oleh mengakselerasi pertumbuhan Orientasi pembangunan/
ketidakadilan, ‘berdarah-darah’ dan
antara Pemerintah terpecah belah oleh keadaan sosial Aspek pemberdayaan masyarakat, daerah secara berkeadilan. pengembangan transportasi Aceh
politik dan keamanan seolah-olah
dan Gerakan Aceh disentak oleh takdir Allah pada keselamatan konstruksi, Pelayanan transportasi harus hadir selayaknya hadir bak seorang
tanggal 26 Desember 2004 tersebut.
Merdeka yang ditandatangani “Door Duisternis tot Licht” yang kesiapsiagaan, mitigasi bencana, untuk menumbuhkembangkan ayah yang akan sekuat tenaga
bermakna harfiah “Dari Kegelapan
pada tanggal 15 Agustus 2005 Menuju Cahaya” mungkin tepat aktivitas peduli lingkungan, potensi strategis daerah seperti menjangkau, memeluk dan
untuk menggambarkan situasi Aceh
menandakan kilas baru sejarah setelah bencana menghantam. aksesibilitas, dan konektivitas sektor pariwisata, pertanian, mendekap erat setiap anak walau
perjalanan Provinsi Aceh dan Door Duisternis tot Licht adalah tranportasi, pemerataan perkebunan, perikanan, industri, di ujung pedalaman negeri serta
judul buku J.H. Abendanon yang
kehidupan masyarakatnya menuju merangkum surat-surat R.A. Kartini pembangunan dan membuka jasa dan investasi. Kinerja layanan memfasilitasi tumbuh kembang
pada teman-temannya di Eropa.
keadaan yang damai, adil, makmur, Judul buku yang diterbitkan pada 1911 keterisolasian daerah adalah di transportasi juga dituntut untuk setiap potensinya. Sehingga makna
ini mungkin menjadi ungkapan
sejahtera, dan bermartabat. Hal yang tepat bagi masyarakat Aceh, antara hal-hal yang sering dibahas secara maksimal menunjang perdamaian dan kekhususan Aceh
khususnya sebagai apresiasi atas
yang patut dipahami bahwa Nota tumbuhnya kesadaran yang kuat dalam forum-forum akademis kebutuhan pelayanan di sektor dapat dijumpai di setiap simpul
dari Pemerintah dan Gerakan Aceh
Kesepahaman adalah suatu bentuk Merdeka untuk menyelesaikan maupun forum-forum praktisi, sejak pendidikan/penelitian, kesehatan potensi negeri, berjalan tenang di
konflik secara damai, menyeluruh,
rekonsiliasi secara bermartabat berkelanjutan, serta bermartabat saat itu hingga kini. maupun kawasan ekonomi baru, setiap ruas jalan, singgah di dapur
yang permanen dalam kerangka
menuju pembangunan sosial, Negara Kesatuan Republik serta membuka dan menjangkau perekonomian masyarakat/UMKN,
Indonesia.
ekonomi, dan politik di Aceh secara Di sektor transportasi, Gempa kawasan-kawasan terisolir dan berlayar dan berlabuh di perairan
Segera setelahnya, semangat untuk Bumi dan Tsunami pada 26
berkelanjutan.” segera bangkit dan berbenah seakan Desember 2004 benar-benar terluar yang ada di Aceh. Aceh, meramaikan angkasa di
tumbuh bak rumput di musim meluluhlantakkan sarana dan
“Pengaturan kewenangan luas yang hujan. Cita-cita dan ekspektasi prasarana utama pelayanan wilayah udara Aceh, serta menjadi
masyarakat terhadap kemajuan transportasi di Banda Aceh, Sabang,
diberikan kepada Pemerintahan Aceh terus berakselerasi mengejar Aceh Besar, sebahagian kawasan Kebutuhan masyarakat terhadap gerbang warga dunia menjangkau
ketertinggalan dari daerah lain di pantai utara Aceh, dan di hampir
Aceh dan pemerintahan kabupaten/ Indonesia. Masyarakat, dunia usaha seluruh kawasan pantai barat Aceh dedikasi dan kinerja maksimal Indonesia dan penghantar makna
baik transportasi darat maupun laut.
kota yang tertuang dalam Undang- Beberapa daerah bahkan terisolasi Pemerintah Aceh di sektor damai ke dunia internasional.
dalam beberapa waktu.
Undang ini merupakan wujud transportasi ini akan terwujud Pada akhirnya, masyarakat
Indonesia termasuk bangsa Aceh
kepercayaan Dewan Perwakilan bilamana Dinas Perhubungan haruslah memperoleh manfaat
dari terbentuknya Negara
Rakyat dan Pemerintah untuk Aceh bersama-sama dengan Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana terkandung dalam
mempercepat terwujudnya Satuan Kerja Perangkat Aceh dan Pembukaan Undang-Undang Dasar
bahwa tujuan membentuk suatu
kesejahteraan yang berkeadilan dan stakeholder terkait lainnya mampu pemerintah negara Indonesia
adalah untuk melindungi segenap
keadilan yang berkesejahteraan di berkolaborasi untuk memetakan bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan
Aceh”. Namun penanganan dampak dan mengelaborasi secara optimal untuk memajukan kesejahteraan
bencana di sektor transportasi umum, mencerdaskan kehidupan
tersebut dapat diselesaikan setiap potensi strategis daerah. bangsa, dan ikut melaksanakan
secara baik dan komprehensif ketertiban dunia yang berdasarkan
Dua paragraf di atas sebagaimana dengan rahmat Allah SWT melalui Pembagian Urusan Pemerintahan kemerdekaan, perdamaian abadi
yang termaktub dalam Bagian solidaritas dan kontribusi seluruh dan keadilan sosial.(*)
Umum Penjelasan Atas Undang potensi bangsa serta masyarakat Bidang Perhubungan memang
Undang Republik Indonesia Nomor 11 internasional.
Tahun 2006 Tentang Pemerintahan telah diatur dalam Undang-Undang
Aceh sejatinya adalah visi besar
dari lahirnya Pemerintah Aceh Republik Indonesia Nomor 23
sebagai wujud konkrit langkah awal
berjalannya sistem Pemerintahan Tahun 2014 Tentang Pemerintahan
Aceh berdasarkan MoU Helsinki,
setelah sebelumnya Allah SWT Daerah, namun demikian
menakdirkan musibah gempa bumi
dibutuhkan perencanaan yang
Masa-masa gelap tersebut telah terukur dan visioner dengan sasaran
dilewati dengan penuh keteguhan,
sekarang sektor transportasi pencapaian visi besar dari lahirnya
dihadapkan pada perubahan
paradigma dan orientasi pelayanan, Pemerintahan Aceh.
Sepatutnyalah pembangunan
dikelola oleh pemerintah. Kondisi "Semua tempat yang
boat saat ini tidak banyak berubah memiliki kisah kini
dari aslinya selain penambahan
dua penyangga boat dan perawatan menjadi saksi berapa
boat namun kondisi boat sangat dasya nya air bah
baik seperti diletakkan begitu saja
di atas rumah. Sementara kawasan berlumpur dari pesisir
lampulo kembali seperti sedia kala pantai bagian barat
dengan pemukiman penduduk yang Indoensia dan dari
padat serta pembangunan yang
pesat dengan hadirnya tempat sekian saksi bisu boat
pelelangan ikan terbesar di Banda diatas rumah yang
Aceh. salah satunya masih
Semua kini seakan telah lupa sebagaimana aslinya."
dengan stunami, namun tidak
pernah untuk melupakan terutama
jika Desember datang. (Fajar)
FOTO: ACEH TRANSit/IRFAN FUADI
| ED.03/DES 2019
12 Citra
Wawancara Eksklusif Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto
Semangat Aceh dan Kepercayaan Dunia
B ertemu tokoh hukum untuk melindungi investor dan kepercayaan dari rakyat Aceh. ‘’
pasti akan membuat investasi lesu.
sekaliber Prof. BRR mengelola uang bantuan Infrastruktur
sebesar $7,2 Milyar dengan transportasi yang
Dr. Kuntoro Ketika pertama kali melihat penyaluran bantuan tersebut sudah memadai ini
kerusakan yang sangat besar akibat mencapai 93 persen, jauh diatas tidak hanya berfungsi
Mangkusubroto, tsunami, bagaimana Bapak merasa rekor dunia yaitu Honduras dengan sebagai prasana
yakin untuk mampu mengerjakan 63 persen, dapat Bapak ceritakan konektivitas antar
mantan Menteri rehabilitasi dan rekonstruksi? sedikit tentang pencapaian daerah namun juga
tersebut? menjadi infrastruktur
Pertambangan dan Energi Indonesia pendukung perputaran
Realisasi 93 persen itu jika kita ekonomi di Aceh.
yang juga pernah menjabat sebagai menghitung hanya sampai pada
bulan April 2009, saat masa tugas Kuntoro
orang nomor satu di Badan BRR berakhir di Aceh. Saat itu Mangkusubroto
beberapa NGO masih membangun
Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Saat pertama melihat dampak rumah bantuan dan menyalurkan Kepala BRR NAD-Nias
bantuan lainnnya untuk korban 2005-2008
NAD - Nias, ternyata tidaklah gempa dan tsunami yang tsunami. Jadi kalau saya
perhitungan saya tidak salah jumlah
sesulit yang dibayangkan. Sehari meluluhlantakkan Aceh, baik dari realisasi penyaluran bantuan untuk
Aceh itu adalah sekitar 103 persen
setelah tim ACEH TRANSit, Arrad sisi infrastruktur, kondisi psikologi di akhir tahun 2009.
Iskandar menyampaikan keinginan masyarakat ditambah lagi konflik Bagaimana bisa realisasinya
melebihi 100 persen?
untuk wawancara, tokoh super yang masih berlangsung, jujur
Saya menyewa dua perusahaan
sibuk yang masih aktif di School saja saya merasa ragu mampu finance kelas dunia, yaitu Price
Water House Cooper dan untuk
of Business and Management membangun Aceh seperti sedia mengaudit dan Ernst & Young untuk
sistem pengendalian keuangan.
Institut Teknologi Bandung Jakarta kala. Setelah enam bulan di Aceh, Segala laporan saya buka ke publik.
Saya juga menggagas satuan
ini langsung menkonfirmasi dan saya bertemu dengan banyak anti korupsi di BRR. Saya ingin
mendapatkan kepercayaan dunia
mengajak bertemu disalahsatu café masyarakat korban tsunami, dengan menunjukkan bahwa kita
tidak main-main dalam membangun
di kawasan SCBD Jakarta. mendengar harapan-harapan Aceh kembali. Ketika kita berhasil
mendapatkan kepercayaan dunia,
Sore itu ditemani secangkir kopi mereka, saya mulai berpikir sudah maka bantuan pun terus mengalir
obrolan pun mengalir dengan untuk Aceh.
santai. Usai berbasabasi sejenak, saatnya masyarakat Aceh tidak lagi
semua pertanyaan tim ACEH Selain kegiatan yang dilaksanakan
TRANSit satu persatu pun disimak hanya diperlakukan sebagai korban langsung oleh BRR, ada begitu
dan dijawab dengan ramah dan banyak NGO dari seluruh dunia
santai oleh beliau. Berikut petikan bencana, namun juga sebagai hadir membantu Aceh, Bagaimana
wawancaranya. Bapak mensinergikannya?
masyarakat yang ingin membangun tsunami di Calang. Saya bersyukur kawasan rawan bencana, padahal
Saya menggunakan metode yang tanpa ada diskusi yang panjang kami dulu pernah digagas agar tidak
daerahnya. sangat sederhana namun sangat akhirnya dipersilahkan melanjutkan bermukim di kawasan tersebut,
efektif yaitu hanya berupa dua perjalanan. Menurut saya hal-hal bagaimana pendapat bapak?
Saya mengajak segenap masyarakat lembar formulir. Saya meminta seperti ini sangat menghambat
seluruh NGO yang ingin menyalurkan pergerakan BRR dalam penyaluran Saya melihat ketakutan dan
Aceh untuk bersama-sama bantuan untuk Aceh mengisi bantuan untuk Aceh saat itu. trauma terhadap bencana gempa
formulir yang isinya Lembaga dan tsunami hanya berlangsung
Setelah 15 tahun pasca tsunami, membangun Aceh kembali, karena apa, dari negara mana, berapa Saat ini Aceh mengembangkan setahun. Setelah itu masyarakat
apakah bapak masih memantau jumlah dana yang disumbangkan, pusat kajian mitigasi bencana untuk mulai pulih dan kembali bermukim
perkembangan Aceh? saya di Aceh ini cuma sementara membawa barang apa, bentuk berbagi pengalamannya dengan didaerah yang rawan terkena
sumbangannya apa, dan lokasinya masyarakat dunia, bagaimana tsunami. Penetapan kawasan
sedangkan masyarakat Aceh disini dimana. Formulir itu lalu saya bapak melihat ini sebagai sesuatu rawan bencana ini sangat sulit
kumpulkan dan pelajari selanjutnya yang strategis? diterapkan karena ada tiga faktor
selama-lamanya. Masyarakat saya arahkan untuk menyalurkan yaitu romantisme kepemilikan
bantuannya. Saya melihat hal ini sebagai hal tanah tersebut karena sudah turun
Saya melihat investasi di Aceh Aceh dapat melihat ketulusan niat yang penting, ada banyak pelajaran temurun tinggal didaerah tersebut,
belum tumbuh seperti apa yang Tantangan terberat saat Rehab yang dapat diambil dari gempa dan keyakinan bahwa bencana tsunami
saya harapkan ketika meninggalkan saya sehingga banyak yang mau Rekon di Aceh? tsunami yang terjadi di Aceh. Dengan tidak akan terulang lagi dalam
Aceh 10 tahun yang lalu. Menilai dari adanya pusat kajian ini, data, fakta, waktu dekat, dan mata pencaharian
infrastruktur yang telah dibangun berkontribusi dan membantu saya Saat itu kondisi Aceh masih didera maupun pengalaman penyintas karena banyak masyarakat yang
di masa BRR maupun setelah masa konflik, walau penandatangan gempa dan tsunami yang dapat tinggal di pinggir pantai berprofesi
BRR seharusnya investasi di Aceh dalam membangun Aceh kembali. MoU Helsinki sudah terlaksana menjadi sebuah penelitian yang sebagai nelayan.
sudah cukup tinggi. Besarnya namun tidak serta merta membuat manfaatnya dapat dipublikasikan
investasi itu menunjukkan tingkat Dari situlah mulai timbul keyakinan situasi menjadi kondusif. Pernah dan juga diterapkan tidak hanya di Tsunami menyebabkan kehancuran
kepercayaan para investor dan dalam perjalanan ke Calang, saya Aceh tapi dimanapun tempat yang total terhadap infrastruktur
sebagai salah satu indikator dalam diri saya bahwa saya bisa dan rombongan dicegat oleh berpotensi menghadapi ancaman transportasi, bagaimana pendapat
pertumbuhan ekonomi di daerah sekelompok orang tidak dikenal, yang sama. Bapak terhadap pembangunan
tersebut. Saya kira salah satu membangun Aceh kembali, saat itu sekitaran tengah malam. infrastruktur transportasi di Aceh
faktornya adalah kebijakan Saya menjelaskan bahwa saya dan Apa pengalaman yang paling pasca tsunami?
Pemerintah Daerah seharusnya karena saya tidak sendiri dalam rombongan ini dari BRR, datang berkesan di Aceh?
lebih ramah terhadap sektor untuk memberikan bantuan kepada BRR sudah membangun
investasi. Ketiadaan kepastian membangun Aceh. masyarakat korban gempa dan Untuk saya yang paling berkesan infrastruktur transportasi di Aceh
di Aceh itu adalah SDN 17 seperti bandara, pelabuhan, airstrip,
BRR berhasil membangun Peulanggahan Banda Aceh. bahkan saya juga membangun
Pelabuhan Ulee Lheue dalam waktu Peulanggahan itu salah satu daerah Bandara Patiambang di Blang
7 bulan dan Pelabuhan Malahayati cukup parah terkena dampak Kejeren padahal daerah tersebut
dalam waktu 9 Bulan. Ini sesuatu gempa dan tsunami. Setelah SD tidak terkena dampak gempa dan
yang luar biasa, dan diluar ekpektasi tersebut melakukan pendataan tsunami. Jadi saya melihat untuk
semua orang dan tidak mungkin ulang, ternyata jumlah murid yang infrastruktur transportasi di Aceh
terwujud tanpa adanya dukungan selamat hanya 14 orang. Saya sudah sangat memadai.
memerintahkan untuk membangun
ulang SD tersebut walaupun banyak Apakah Bapak punya harapan untuk
yang mempertanyakan keputusan pengembangan transportasi Aceh
saya. Keputusan saya tidak salah, di masa mendatang?
tahun ke tahun siswa di SD tersebut
terus bertambah. Saya juga sempat Harapan saya infrastruktur
berfoto dengan ke 14 siswa tersebut transportasi yang sudah memadai
sebagai kenang-kenangan. Ini ini tidak hanya berfungsi sebagai
pengalaman yang sangat berkesan prasana konektivitas antar daerah
untuk saya selama di Aceh. namun juga menjadi infrastruktur
pendukung perputaran ekonomi di
Pertumbuhan penduduk atau Aceh. (*)
perkembangan kota Banda Aceh
FOTO: ACEH TRANSit/RIZAL SYAHISA concern terhadap pemukiman pada
| ED.03/DES 2019
Patroli 13
umum dan pribadi yang terjebak sambil menunggu giliran diangkut
dijembatan itu dan tak mungkin rakit. Kiriman logistik untuk para
diatasi dengan titian darurat. Hanya pengungsi Calang dan Meulaboh
rakit satu-satunya yang diandalkan pun bisa tersalurkan dengan baik
sebagai alat transportasi. melalui rakit tersebut.
Dok. Novrizal Setiap kendaraan yang hendak Namun, Seiring dengan waktu,
melewati jalur itu harus naik rakit jembatan kukuh pun berdiri di
Rakit Aceh, Riwayatmu Dulu penyeberangan darurat yang Lambeusoi, panjangnya lebih
dikelola oleh masyarakat setempat, dari seratus meter. Rakit pun
D esember kembali ratusan ribu korban melayang. jembatan pun tercabut dari salah satunya adalah Bapak Dalimi menghilang. Turut sirna rezeki
hadir di tahun 2019. pondasinya, bajanya habis diterjang sebagai operator rakit pada saat pengendali rakit, yang dulunya bisa
Tiba pada suatu titik Tak terhitung rumah yang hancur oleh ombak. Yang tersisa hanya itu. Sebelumnya sudah ada rakit mengembalikan modalnya yang
di Bulan ini, sejenak akibat gempa dan empasan beton penyangga jembatan disisi bantuan dari Pemda yang terbuat telah ia keluarkan untuk pembuatan
gelombang tsunami. Listrik seketika kiri dan kanan jembatan. Salah dari plat. rakit tersebut.
megenang kembali saat itu padam karena dampak yang satunya adalah jembatan Lambeuso
ditimbulkan. Tak hanya di Aceh, yang putus akibat terjangan Rakit yang digunakan pada saat Tak ada lagi kendaraan
apa-apa yang tertinggal 15 tahun gelombang tsunami juga menerjang gelombang tsunami. Jika dari Banda itu adalah milik pribadi dari Bapak berhenti mengantri rakit untuk
di beberapa titik lokasi pantai Sri Aceh menuju Calang (pantai Barat) Dalimi yang pada saat itu sebagai diseberangkan. Jejeran kedai di
lalu. Bencana besar yang terjadi Lanka, India, dan Thailand. maka kita akan melewati jembatan operator rakit, rakit tersebut dibuat Lambeusoe hilang tak berbekas.
tersebut. dengan biaya beliau sendiri. Rakit Meski begitu, berkah lain datang.
Tak ada lagi jalan mulus seperti yang dinamai oleh warga sekitar Roda ekonomi menjadi lebih lancar,
dulu, aspal pun seperti terkupas, Tak terbilang lagi banyak kendaraan dengan sebutan rakit Babah Dua transportasi menju kota Meulaboh
itu berukuran sekitar 10 x 12 Meter juga berjalan lancar.
yang mampu menampung sekitar
50 orang dan 4 mobil. Rakit tersebut Dengan selesainya jembatan yang
beroperasi selama 24 jam penuh dibangun dalam masa rehab dan
yang dikendalikan oleh 6 orang rekonstruksi paska tsunami di
operator untuk siang dan 6 orang Aceh khususnnya transportasi di
lagi untuk jadwal malam. Dalam pantai Barat membuat hubungan
waktu sehari semalam ada sekitar transportasi menuju kawasan barat
50 kali bolak balik untuk memenuhi selatan Aceh saat ini bebas dari
kebutuhan transportasi disungai rakit penyeberangan. (Dewi)
tersebut.
melumpuhkan wilayah Aceh dan
Kedai-kedai tumbuh karena
sebagian pesisir pantai barat banyak kendaraan dan orang yang
mengantri untuk penyeberangan
Sumatera Utara hancur karena
terjangan gelombang tsunami.
Peristiwa yang diawali dengan
gempa besar ini berujung dengan
Aceh Miliki Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana
A ceh termasuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun sumber daya riset kebencanaan benar-benar dapat dimanfaatkan Proses evakuasi merupakan
termasuk wilayah 2007 tentang penanggulangan yang berkualitas, memberikan terutama dalam hal mitigasi salah satu kajian strategis dalam
yang sangat rawan bencana mendefenisikan mitigasi advokasi pada pemerintah kebencanaan. perencanaan transportasi dan
terhadap bencana, sebagai serangkaian upaya untuk dalam membuat kebijakan, pemodelan lalu lintas. Beberapa
mengurangi resiko bencana, baik mengumpulkan dan menyediakan Sedangkan mitigasi dampak metode telah dikembangkan
salah satunya adalah melalui pembangunan fisik maupun data terbaik dengan mempercepat bencana terhadap prasarana menjadi satu konsep yang dapat
penyadaran dan peningkatan prosess pengumpulan data yang transportasi dapat dilakukan digunakan dalam mengoptimalkan
gempa yang dapat mengakibatkan kemampuan menghadapi ancaman tepat berkaitan dengan dampak dari dengan melakukan koordinasi evakuasi, termasuk mengenai
bencana. bencana. dengan lembaga-lembaga terkait. pemilihan rute perjalanan, pemilihan
gelombang tinggi. Banyak sains dan moda, serta kesiapan infrastruktur
Apabila menyinggung masalah Zona tujuan pergerakan penduduk jalan untuk memberikan pelayanan
temuan ilmiah yang memastikan mitigasi dan keterkaitannya dengan pada saat bencana adalah pada pelaku evakuasi agar dapat
bencana, pola pikir masyarakat kawasan pegunungan, sebagian selamat sampai ke tujuan. (Dewi)
keberulangan bencana gelombang masih tetap mainstream dalam arti besar penduduk bergerak dengan
kata selalu memikirkan bencana berjalan kaki sehingga perlu ‘’
tinggi tersebut, namun tempat dan alam seperti gempa bumi, tsunami, Disamping itu, TDMRC juga pengembangan jalan trotoar bagi
gunung meletus, longsor, dan lain- pejalan kaki. Sebagian penduduk Pengurangan dampak
waktu adalah misteri yang tidak bisa lain. berkontribusi meningkatkan bergerak menggunakan kendaraan risiko kebencanaan baik
sehingga perlu pelebaran jalan dari sisi sosial maupun
terpecahkan. Tempat kita pun tak Istilah mitigasi mencuat dan popular masyarakat yang tahan bencana, dan radius persimpangan jalan,
di Indonesia setelah terjadinya khususnya pada ruas jalan yang teknis, termasuk
bisa menghindari dari bencana lain bencana besar yang melanda berkolaborasi dengan para peneliti menghubungkan ke zona aman. bidang evakuasi dan
negeri ini. Beberapa lembaga Pada kawasan pusat kota dan transportasi logistik.
seperti, banjir, tanah longsor, dan negara non kementerian dibentuk dan lembaga riset lainnya dalam permukiman pesisir pantai bisa
untuk menangani kasus bencana dibuat jalan alternatif untuk Syamsidik
lain-lain. sebelum, pada saat dan setelah riset-riset kebencanaan. mengurangi arus lalulintas yang Wakil Ketua
terjadinya bencana tersebut. melalui jalan-jalan di pusat kota. TDMRC Unsyiah
Meningkatnya kejadian bencana Salah satunya adalah Tsunami TDMRC sebagai salah satu ujung
beberapa tahun belakangan akibat And Disaster Mitigation Research tombak dalam pelaksanaan dan Peningkatan kejadian bencana alam
perubahan kondisi alam maupun Center (TDMRC) Universitas Syiah pengembangan penelitian dibidang selama dua dasawarsa terakhir
perbuatan manusia, melahirkan Kuala. Banyak yang masih belum kebencanaan di Provinsi Aceh melahirkan banyak gagasan
banyak gagasan dalam upaya tau bahwa di Aceh saat ini telah didisain untuk mampu menjadi mengenai pengurangan dampak
penyelamatan jiwa dari dampak memiliki pusat penelitian dan riset lembaga riset yang handal dan risiko kebencanaan baik dari sisi
yang ditimbulkan oleh bencana. dalam kebencanaan. tangguh, yang mampu merumuskan sosial maupun teknis, termasuk
dan melaksanakan kebijakan bidang evakuasi dan transportasi
Melihat kenyataan di masyarakat, Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi riset dan pengembangan untuk logistik. Perkembangan kaidah
umumnya sebagian besar penduduk Bencana (TDMRC-Tsunami and memecahkan berbagai masalah keilmuan dalam bidang pemodelan
kita hanya mengenal bencana yang Disaster Mitigation Research Center) kebencanaan, baik pada tingkat transportasi evakuasi bergantung
disebabkan oleh alam, padahal Universitas Syiah Kuala adalah daerah, nasional dan internasional. pada tipikal bencana alam serta
bencana tidak hanya berkutat pada lembaga riset yang didirikan pada pergerakan lalulintas saat proses
fenomena alam. tahun 2006. Keberadaan TDMRC Seperti yang diungkapkan oleh evakuasi.
bertujuan untuk meningkatkan wakil ketua yang juga sebagai
Peristiwa atau rangkaian peristiwa salah satu peneliti TDMRC Dr. Eng.
yang mengancam dan menggangu Syamsidik “Selama ini TDMRC telah
kehidupan dan penghidupan banyak menjalin kerjasama yang
masyarakat yang disebabkan baik baik dengan banyak lembaga atau
oleh faktor alam dan/atau faktor organisasi baik dari lokal, nasional
nonalam maupun faktor manusia maupun internasional”.
sehingga megakibatkan timbulnya
korban jiwa manusia, kerusakan Beliau juga mengungkapkan
lingkungan, kerugian harta benda, harapannya sebagai peneliti adalah
dan dampak psikologis. dapat membuat penelitian yang
| ED.03/DES 2019
14 Teropong
Juara DISHUB ACEH 1
PHOTO CONTEST 2
2019
1
2
33
1 Foto Pemenang Juara 1, Abdul Hadi Firsawan 1 Plt. Gubernur Aceh Menandatangani Plakat Keel Laying dan menabalkan nama untuk 3
Sejumlah mahasiswa LDK Ar-Risalah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry membaca Alquran kapal ro-ro milik pemerintah Aceh, Madura (28/10/2019). Pemerintah Aceh memesan 3
di dalam Bus Trans Kutaraja dalam program Tilawah on the Bus, pada Senin, 13 Juni 2016. kapal ro-ro dengan ukuran 1.300 GT, 1.100 GT dan 600 GT dengan pemberian nama kapal
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membudayakan membaca Alquran ditempat umum. sesuai urutan GT (Gross Tonnage) terbesar, Aceh Hebat 1, Aceh Hebat 2 dan Aceh Hebat 3.
2 Foto Pemenang Juara 2, Fahreza Ahmad 2 Plt Gubernur Aceh meresmikan ekspor perdana Crude Palm Oil (CPO) dari Pelabuhan
Kapal kayu nelayan mengangkut penumpang orang, barang dan sepeda Calang, Aceh jaya (17/10/2019). Sebanyak 4.900 metrik ton CPO diangkut dengan kapal
motor meninggalkan Pulau Nasi, Aceh Besar, 24 Juli 2017. Pemerintah Mekong Trans menuju Pelabuhan Krishnapatnam, India
Aceh berusaha menggenjot perekonomian masyarakat Pulau Nasi dan
Pulau Beras melalui berbagai festival pariwisata bahari di kedua pulau itu. 3 Pemaparan hasil survei perwakilan Pemerintah Kota Toyama Jepang terkait
3 Foto Pemenang Juara 3, Irwansyah Putra pengurangan emisi gas buang Trans Koetaradja di ruang rapat Sekdishub Aceh, Jum'at
(22/11). Dinas Perhubungan Aceh saat ini sangat concern terhadap isu ramah lingkungan
Salah seorang donatur pesawat pertama Indonesia Nyak Sandang (91) berada di
bawah replika RI.001 Seulawah di Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (20/03/2018). FOTO & TEKS: IRFAN FUADI
Nyak Sandang salah satu donatur yang memiliki bukti berupa selembar obligasi
atau surat pernyataan hutang dari pemerintah yang dikeluarkan tahun 1950.
| ED.03/DES 2019
Teropong 15
14
25
6
Kilas Balik 15 TAHUN
GEMPA & TSUNAMI
26 DESEMBER 2004
1 Setelah gempa 26 Desember 2004, Pelabuhan Penyeberangan Singkil mengalami penurunan
lebih kurang 1 meter. Foto diambil dari helikopter UNDP. Foto: Junaidi Ali
2 Kawasan Calang, Aceh Jaya, merupakan salah satu daerah yang hancur total akibat bencana
gempa dan tsunami. Rigaih dijadikan tempat pembangunan dermaga darurat untuk bantuan
logistik. Foto: Dok. UNDP
3 Setelah gempa Nias, Maret 2005, Pelabuhan Penyeberangan Singkil sama sekali tidak dapat
dioperasikan. Penumpang kapal Ro-Ro dipindahkan ke perahu nelayan di tengah laut.
Foto: Teuku Faisal
4 Kerusakan di Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang. Foto diambil dari helikopter UNDP.
Foto: Junaidi Ali
5 Masyarakat Lamno, Aceh Jaya, memanfaatkan puing-puing sisa bencana gempa dan tsunami
untuk membangun rumah darurat. Foto: Teuku Faisal
3 6 Perdana Menteri Australia, Kepala BRR NAD-Nias, dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh
meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh. Foto: BRR NAD-Nias
| ED.03/DES 2019
INFOGRAFIS: ACEH TRANSit/M.SIDDIQ PRATAMA