ISSN: 2721-0014
TSRAejNarSaPhORBTaArSuI
LAUT ACEH
TANGGUH, ADA SOPHAN MENG-ELABORASI EDISI 06/ DES 2020
MODERN, DAN SOFIYAN DI RISET DALAM SPIRIT
MEMANJAKAN WILLEM'S TORREN III
KOLABORASI
www.dishub.acehprov.go.id
dishub_aceh @dishub_aceh @dishubaceh Dishub Aceh
2 Kabin
Dari Anjungan
Menuju Konektivitas Hebat
prasarana serta jaringan pelayanan on earth oleh kalangan wisatawan PEMERINTAH ACEH
yang ada. Untuk itu, sesuai Rencana sebagai potensi investasi untuk
Strategis Dinas Perhubungan Aceh membangun kawasan wisata dan Awak Redaksi
Tahun 2017-2022, fokus utama perhotelan di wilayah tersebut. Kata
T. Faisal pembangunan diarahkan pada kuncinya adalah konektivitas. Penanggung Jawab : Kepala Dinas Perhubungan Aceh
peningkatan kondisi sarana dan Sekali lagi, konektivitas merupakan
Saleum ! prasarana transportasi seperti kunci utama mendukung jalur Pengarah : Kepala Biro Humas dan Protokol
terminal, pelabuhan, bandara, distribusi dan logistik sehingga
dan angkutan masal perkotaan. dapat mendorong pertumbuhan Setda Aceh
Peningkatan fasillitas dimaksud aktivitas ekonomi di berbagai
Desember telah tiba. Tak lama lagi tidak hanya merubah wajah daerah, serta berimbas Pemimpin Redaksi : T. Faisal, S.T., M.T.
kita akan menyaksikan kehadiran fasilitas transportasi menjadi lebih pada pertumbuhan ekonomi
tiga unit kapal penyeberangan yang ‘charming’, namun juga dibarengi wilayah Aceh. Kehadiran kapal Redaktur Pelaksana : T. Rizki Fadhil, S.SiT., M.Si.
dipesan Pemerintah Aceh sejak dengan komitmen pelayanan yang penyeberangan baru di Aceh
tahun 2019 lalu berlabuh di perairan semakin baik, tepat waktu, aman, merupakan ‘simbol’ dari upaya Wakil Redaktur : M. Gade, S.T.
Aceh. Ketiga kapal yang diberi nama nyaman, sehat dan humanis. mempersatukan wilayah kepulauan
Aceh Hebat 1, Aceh Hebat 2 dan di Aceh secara mandiri, sehingga Pelaksana
Aceh Hebat 3 akan mengarungi Posisi geografis sebagai pintu disparitas pembangunan antara
lintasan pantai barat Aceh menuju gerbang paling Barat Indonesia wilayah daratan dan kepulauan Aceh Editor : Rizal Syahisa
Simeulue, Banda Aceh ke Sabang menjadikan Aceh mulai dilirik oleh dapat ditekan. Kerja keras dalam
dan Singkil menuju Pulau Banyak. berbagai negara untuk melakukan menghubungkan wilayah Aceh Reporter : Amsal Bunaiya, S.PdI.
Kehadiran kapal-kapal baru ini tentu kerja sama multi sektor. Selain dengan berbagai kompleksitas
saja membangkitkan optimisme kita Kerjasama Indonesia – Malaysia geografis dan sosial budaya tentu Dewi Suswati, S.T., M.T.
untuk membuka ruang konektivitas – Thailand Growth Triangle (IMT- saja tidak mudah. Namun, upaya
yang lebih lebar di tengah situasi GT) yang telah lama eksis, kini ini mesti terus dilanjutkan, menuju Misqul Syakirah, S.T.
pandemi yang belum kunjung usai. tercatat dua negara lainnya yaitu Aceh hebat. Insya Allah.
India dan United Arab Emirates Arrad Iskandar, S.T., M.Sc.
(UAE) mulai menjajaki kerja sama FOTO SAMPUL: IRFAN FUADI
dengan Aceh. India yang tengah Reza Ali Ma'sum, S.T.
giat mengembangkan kawasan
Kepulauan Andaman dan Nicobar, Rahmi Caesaria Nazir, S.T.
berharap dapat membuka
konektivitas penerbangan antara Fotografer : Irfan Fuadi, S.E.
Banda Aceh – Port Blair dengan
jarak sekitar 399 Nm (739 Km) yang Videografer : Midika Utama Putra, A.Md.
dapat ditempuh dalam waktu 1 jam
Konektivitas transportasi tentu saja saja. Konektivitas ini diperlukan Layouter : Muarrief Rahmat, S.Pd.
sebagai pemicu bergulirnya kerja
sangat berperan dalam menghela sama di bidang perdagangan dan Desainer Grafis : M. Siddiq Pratama, S.E.
investasi, pariwisata, sains, dan
pertumbuhan perekonomian teknologi antara kedua negara. Rizky Fernanda, S.T.
Demikian pula dengan negara
suatu wilayah. Apa yang kita UAE yang tengah melirik kawasan Pengelola Website : T. Fajar Hakim, S.Kom.
Pulau Banyak di Aceh Singkil yang
saksikan selama ini yaitu terjadinya kerap dijuluki a piece of paradise
kesenjangan pembangunan suatu Media Sosial
wilayah dengan wilayah lainnya, Facebook
Twitter
masih banyaknya wilayah yang Instagram : @dishubaceh
You Tube : @dishub_aceh
terisolasi, surplus produksi di suatu : @dishub_aceh
: Dishub Aceh
wilayah sementara daerah lainnya
serba kekurangan, melonjaknya
harga barang di kepulauan
dan enggannya investor untuk
menanamkan modalnya di suatu Alamat Redaksi
wilayah, kesemuanya tak jauh-jauh
dari isu konektivitas. Innovation Centre Room, Dinas Perhubungan Aceh
Jalan Mayjend. T. Hamzah Bendahara Nomor 52, Banda Aceh
Keandalan konektivitas antar Email: [email protected]
wilayah, antara lain sangat
ditentukan oleh baiknya sarana dan
SI KERNET
| ED.06/DES 2020
Manifes 3
11 KISAH NEK NENOK, MENYEBERANGI DERASNYA
ARUS SUNGAI ALAS DENGAN BAN
8 KMP. ACEH HEBAT, SEJARAH BARU 6 PULO ACEH: MENEROPONG
TRANSPORTASI LAUT ACEH HARAPAN DARI RI-NOL
4 | KUPHI BEUNGOH 7 | LIPUTAN UTAMA 10 | LAYAR MONITOR 13 | PATROLI
- PATIAMBANG, BANDARA DI - PENDONGKRAK PARIWISATA - MENG-ELABORASI RISET - SECUIL KENANGAN DI PELABUHAN
NEGERI SERIBU BUKIT SABANG DALAM SPIRIT KOLABORASI UJUNG KARANG MEULABOH
- SAFETY ROLLER, PEREDAM
- BERCERMIN PADA KISAH 8 | LIPUTAN UTAMA KEFATALAN KECELAKAAN
PULAU WEH
- KMP. ACEH HEBAT, SEJARAH 11 | PERSPEKTIF 14 | TEROPONG
5 | KUPHI BEUNGOH BARU TRANSPORTASI LAUT
ACEH - WISATA PULO ACEH BUTUH - GALERI FOTO KONEKTIVITAS
- SEJARAH WILLEM'S TOREN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI ANTAR WILAYAH
- KOTAK HITAM: KINCIR ANGIN YANG LAYAK
- KISAH NEK NENOK, MENYEBERANGI
DERASNYA ARUS SUNGAI ALAS
DENGAN BAN
6 | LIPUTAN UTAMA 9 | LIPUTAN UTAMA 12 | CITRA 15 | TEROPONG
- PULO ACEH: MENEROPONG - TANGGUH, MODERN, DAN - ADA SOPHAN SOFIYAN DI - GALERI FOTO SISI LAIN
HARAPAN DARI RI-NOL MEMANJAKAN WILLEM'S TORREN III PULO ACEH
- MENARA SUAR PULO BREUEH
INFOGRAFIS/M. SIDDIQ PRATAMA | ED.06/DES 2020
4 Kuphi Beungoh
Patiambang, Bandara di Negeri Seribu BukitAGI itu, Rabu, 4 of letter bandara ini ke Direktorat itu, penerbangan perintis sempat
P indahnya pemandangan dan Rekonsiliasi (BRR) NAD-Nias sebanyak 2 Unit, dan peralatan Jenderal Perhubungan Udara berhenti pada 29-31 Mei 2020.
November 2020, membangun bandara yang saat itu komunikasi Air to Ground AFIS. Kementerian Perhubungan RI.
masih berupa airstrip atau landasan Bandara ini memiliki runway hanya Bandara Mempermudah
Bandara ini diserahkan ke Dirjen Aksesibilitas
gunung dan bukit pacu. Bandara ini rencananya sepanjang 810 x 23 meter, praktis Perhubungan Udara pada tahun
2015. Sejak saat itu, bandara ini Bandara Blang Kejeren atau
memanjakan setiap mata yang akan berfungsi sebagai persiapan bandara ini hanya dapat menerima dikelola oleh Satuan Pelaksana dikenal Bandara Patiambang
Bandara Patiambang di bawah Unit sangat membantu mempermudah
baru terbangun dari lelapnya tidur. penanggulangan bencana di wilayah pendaratan pesawat Cessna atau Pelayanan Bandar Udara (UPBU) akses transportasi masyarakat,
Bandara Rembele, Bener Meriah. baik untuk menuju ke Gayo Lues
Pegunungan dan perbukitan yang Gayo Lues. sejenisnya. maupun keluar. Banyak masyarakat
Terkait layanan penerbangan, menggunakan jasa penerbangan
menjulang terselimuti awan yang Namun, seiring dengan Pembangunan gedung-gedung Wahyu menjelaskan bahwa bandara perintis di bandara ini karena
begitu menawan. Itulah tanah Gayo, operasional lainnya mulai berjalan ini telah melayani penerbangan aksesnya yang cepat, biaya
negeri yang terkenal dengan seribu meningkatnya kebutuhan pada tahun 2018 seperti gedung perintis sejak tahun 2015. terjangkau, serta kemudahan
bukit. operasional tipe 36 (RN), gedung Penerbangan perintis perdana kala interkoneksi dengan maskapai lain
masyarakat untuk memanfaatkan itu melayani rute Medan – Gayo untuk penumpang transit, baik
Lues dan Gayo Lues – Banda Aceh di Medan (Bandara Internasional
moda transportasi udara, masing-masing 2 kali seminggu. Kualanamu) maupun di Banda
Hingga saat ini bandara ini masih Aceh (Bandara Internasional Sultan
Terbentang di antara pegunungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues genset, kantor, dan gedung terminal melayani kedua rute tersebut. Iskandar Muda).
dan perbukitan pada ketinggian melakukan pengembangan dengan melalui berbagai sumber anggaran Angin dan cuaca menjadi tantangan Masyarakat memanfaatkan jasa
tersendiri bagi penerbangan di transportasi ini untuk tujuan yang
850 MDPL, menuju daerah ini membebaskan lahan di sekitar termasuk Anggaran Pembangunan bandara ini. Kondisi cuaca dapat beragam. Di antaranya untuk urusan
berubah setiap saat bahkan dalam kepemerintahan bagi para pegawai
dengan transportasi darat lumayan bandara. Belanja Aceh (APBA). hitungan menit. Oleh karena itu, pada institusi pemerintah, kegiatan
Wahyu memastikan penerbangan pendidikan bagi para mahasiswa
menguras tenaga. Jalanan Pemkab Gayo Lues juga membangun Bandara Blangkejeren sempat dari dan ke bandara ini selesai maupun tenaga pengajar di kampus
menanjak dan berbelok yang curam sejumlah fasilitas seperti landasan beberapa kali mengalami sebelum pukul 14.00 WIB setiap Universitas Syiah Kuala Gayo Lues,
cukup menyulitkan akses ke daerah pacu, apron, dan taxiway pada sisi pergantian nama, mulai dari harinya. dan kunjungan pariwisata.
ini. udara. Sedangkan pada sisi darat, bandara Seunubung, Blang Kejeren,
Sebelum pandemi Corona Virus Sebagai perbandingan, perjalanan
Akibat akses melalui jalur darat Pemkab Gayo Lues membangun hingga yang terakhir menjadi Disease 2019 (Covid-19) melanda Blangkejeren – Medan melalui jalur
Indonesia, target load factor darat membutuhkan waktu lebih
begitu sulit, maka tak heran pada terminal penumpang darurat, Bandara Patiambang. Penamaan penerbangan perintis di bandara kurang 8 hingga 9 jam. Sementara
ini mencapai 70 persen dari yang itu, Blang Kejeren – Banda Aceh
tahun 2008 Badan Rehabilitasi gedung PKP-PK, rumah tipe 45 Patiambang merujuk kepada nama ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan membutuhkan waktu selama 12 jam
Udara. Sejak pandemi load factor- perjalanan. Sedangkan perjalanan
kerajaan masa lalu yang ada di Gayo nya turun ke 50 persen. Bahkan udara Blang Kejeren–Medan hanya
pernah menyentuh 12 persen saat memerlukan waktu 60 menit, dan
Lues. Gayo Lues ditetapkan sebagai zona Blangkejeren – Banda Aceh selama
merah penyebaran virus. Selain 1 jam 15 menit. (Arrad)
Pesawat Susi Air berjenis Cessna 208B Grand Caravan Sementara itu, menurut Wahyu,
sedang terparkir di apron Bandara Patiambang Gayo Kepala Satuan Pelaksana Bandara
Lues. Aceh TRANSit/Irfan Fuadi Patiambang, bandara tersebut
masih terdaftar sebagai Bandara
Blangkejeren sesuai dengan
Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor 69 tahun 2013. Pada
International Air Transport
Association (IATA) atau Asosiasi
Transportasi Udara Internasional,
bandara ini juga masih terdaftar
dengan three code of letter GYO.
Saat ini Pemkab Gayo Lues sedang
mengurus pergantian three code
S EBAGAI negara tepatnya tahun 1982 rute Ulee Bercermin pada Kisah Penyeberangan Pulau Weh
Lheue – Sabang diganti menjadi
kepulauan terbesar Malahayati – Sabang. Perubahan
lintasan tersebut diiringi dengan
di dunia dengan lebih penggantian KMP Tongkol yang dengan pemindahan lintasan sempat membuat pelayanan inilah yang hingga kini terus melayani
dialihkan ke lintasan lain dan dari Pelabuhan Sabang beralih ke penyeberangan masyarakat dari
dari 2.300 pulau digantikan KMP Jambal. KMP Balohan. Keberadaan KMP Gurita ini berhenti selama 1 bulan. Operasional dan menuju Sabang.
Jambal ini berlayar sekitar 3 tahun cukup lama sekitar 8 tahun lamanya
berpenghuni, transportasi melayani masyarakat. kapal ini mengarungi samudera. pun kembali dilanjutkan ditandai Iman menyampaikan setiap
Perlahan penumpangnya terus kapal penyeberangan yang ada
penyeberangan antar pulau- Memasuki tahun 1985 menjadi tahun mengalami peningkatan bahkan dengan dikembalikanya lintasan menurutnya memiliki ceritanya
penting bagi dunia penyeberangan beberapa kali kewalahan khususnya sendiri. “Di tiap kapal itu ada rasa
pulau di Indonesia menjadi sangat Aceh, KP4BS yang telah berdiri pada hari besar tertentu. ke Ulee Lheue serta datangnya sakit, pedih dan perjuanganya
hampir 20 tahun dihentikan sendiri. Jadikan apa yang ada
krusial untuk menopang kehidupan operasionalnya oleh pemerintah. Puncaknya pada saat “meugang” kapal baru yaitu KMP Tandemand sebagai pelajaran, semoga apa
Organisasi ini pun dibubarkan dan Ramadan awal 1996, tepat pada yang terjadi di masa lampau tidak
masyarakat. Pengangkutan orang kemudian mulai berganti pelayanan Jumat 19 Januari 1996 terjadilah yang kemudian digantikan oleh terulang lagi di kemudian hari”
menjadi komersil melalui PT. sebuah tragedi kelam yang ujarnya. Ia menambahkan harapan
menggunakan kapal penyeberangan ASDP. Proses peralihan pegawai ini meninggalkan kesedihan mendalam KMP Cengkeh Apu dan KMP Pulau agar ke depan lintasan lain yang ada
membuat vakumnya operasional bagi masyarakat. KMP Gurita di Aceh segera dapat berkembang
telah ada sejak dahulu tak terkecuali penyeberangan selama 2 bulan. tenggelam dalam pelayaranya Rubiah. Hingga pada awal 2002, dan lebih baik dalam melayani
dari Malahayati menuju Balohan masyarakat. (Reza)
di Aceh. Era baru penyeberangan Sabang tepatnya di perairan Ujoeng Seuke. operasional penyeberangan
ditandai dengan datangnya 2 kapal
Kami pun menyambangi baru yaitu KMP Gajah Mada dan KMP digantikan oleh KMP Tanjung
kediaman salah satu saksi sejarah Kuala Batee 1. Keberadaan kedua
penyeberangan di Aceh. Beliau kapal ini tidak berlangsung lama, Burang yang sebelumnya melayani
adalah Imam Habinajud, seorang KMP Gajah Mada yang merupakan
pensiunan PT. ASDP Indonesia kapal jenis Katamaran (kapal lintasan Maluku. Kemudian paska
Ferry yang telah mengabdi dengan 2 lambung) menjadikannya
hampir 40 tahun. Menurutnya, kurang cocok untuk lintasan ini Tsunami, Pemerintah melalui Badan
salah satu rute penyeberangan karena tingginya gelombang laut.
paling diminati adalah lintasan Di akhir tahun 1988, kedua kapal ini Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh
Banda Aceh - Sabang. Berawal harus dialihkan ke lintasan lain.
sekitar awal 1980an. Pemerintah melakukan pengadaan KMP BRR
bersama dengan KP4BS (Komando KMP Gurita dan Memori Kelamnya
Pelaksana Pembangunan Proyek untuk mendampingi operasional
Pelabuhan Bebas Sabang) membuat PT ASDP kemudian mendapat
sebuah gagasan bernama Proyek jatah 1 kapal baru di akhir 1988 KMP Tanjung Burang. Kedua kapal
ASDP. yaitu KMP Gurita yang dibarengi
Peristiwa kelam ini menimpa 378
Awal Proyek ASDP, KP4BS hingga penumpang KMP Gurita, hanya
Masa Peralihan sekitar 40 orang yang dapat
diselamatkan, sedangkan 54
Awal mula Proyek ASDP orang ditemukan dalam keadaan shipspotting.com/UCOK
ditandai dengan dibukanya rute tidak bernyawa dan 284 lainnya
penyeberangan perintis yang ikut tenggelam ke dasar lautan KMP Gajah Mada yang merupakan kapal jenis Katamaran (kapal dengan 2 lambung) menjadikannya kurang cocok
melayani lintasan Ulee Lheue bersama bangkai kapal kelam ini. untuk lintasan Banda Aceh - Sabang karena tingginya gelombang laut.
menuju Sabang yang oleh KMP Hasil investigasi menyebutkan
Tongkol. Berselang setahun, bahwa kapal ini kelebihan muatan
dari kapasitas seharusnya hanya
210 penumpang dan adanya muatan
beton bertulang yang berlebihan.
Kembali Merajut Asa
Peristiwa tenggelamnya kapal
| ED.06/DES 2020
Kuphi Beungoh 5
A CEH yang berada di hamparan pasir putih yang berkilau. Sejarah Willem's Toren, Belanda bercita-cita membuat
pertemuan dua laut, Monumen Navigasi yang Memberi Arti Pelabuhan transit Sabang yang
Selat Malaka dan Tak hanya wisata alami, Aceh juga Keselamatan Pelayaran diharapkan seperti Singapura yang
Samudera Hindia, tak kalah dari segi sejarahnya. dapat dilihat di masa sekarang.
Banyak bangunan di masa para
menyimpan beragam destinasi penjajah dahulu yang masih berdiri Faktanya Mercusuar Willem’s Toren
kokoh di Bumi Serambi Mekkah. III merupakan salah satu dari tiga
wisata alami yang begitu Salah satunya terdapat di Pulo Gemulainya tiupan angin pada Yang tak kalah menariknya proses mercusuar yang menjadi warisan
Aceh, kecamatan kepulauan di Aceh pepohonan, gemuruhnya ombak pembangunan Mercusuar Willem Belanda di dunia. Satu mercusuar
menenangkan. Hamparan pantai Besar. di pasir putih, pemandangan disinggung dalam Onze Vestiging in lainnya berada di Belanda, dan
pegunungan yang membentang Atjeh, sebuah buku tentang perang kini sudah dijadikan museum.
membentang indah nan memukau, Berbicara tentang bangunan luas, hadirlah ia sebagai Aceh yang ditulis Mayor Jenderal Sementara satunya lagi berada di
bersejarah mungkin hal yang penyeimbang keindahan alam. G.F.W Borel. Ratusan orang diangkut kepulauan Karibia.
m a t a h a r i terbit dan tenggelam pertama terbayangkan bagi Perpaduan maha karya ciptaan dari Ambon untuk membangun
sebagian orang yaitu kesan usang, tuhan dan karya arsitektur buatan menara suar ini. Juga ratusan warga Sekiranya dapat kita sadari, bahwa
k e r a p menyuguhkan tua, dan membosankan. Kawasan tangan manusia di masa lampau lokal yang dipaksa ikut terlibat sejarah tidak dapat direkonstruksi.
yang sepi dengan suasana yang menjadi sebuah kombinasi yang dalam pembangunannya. Bahkan mereka yang dikaruniai
pemandangan menoton yang pasti kurang menarik saling melengkapi satu sama lain. ingatan tajam sekalipun. Namun
untuk dijelajahi. Mengacu situs berita Antaranews, demikian, ada hal yang dapat
menakjubkan, Mercusuar mengadopsi nama sang dilakukan generasi sekarang
raja yang menguasai Luksemburg untuk mengenang. Salah satunya
memacarkan (1817-1890), yakni Willem Alexander dengan melakukan destinasi wisata
Paul Frederik Lodewijk. Menara kawasan bersejarah.
cahaya di ini terletak di dalam sebuah
komplek seluas 20 hektare. Dahulu Melihat kembali puing-puing
atas pemukiman ini diisi oleh perwira- kejayaan di masa lampau, menelaah
perwira Belanda. dan pada akhirnya menjadi media
Segala anggapan tersebut akan Bangunan bersejarah nan kokoh ini pembelajaran untuk kehidupan yang
sirna ketika Anda melihat sebuah bernama Mercusuar Willem’s Toren Kala memerintah, Willem banyak lebih baik di masa yang akan datang.
bangunan bersejarah yang telah III. Letaknya di hutan Kampung berperan membangun ekonomi (Rahmi)
dibangun lebih dari satu abad yang Meulingge, Pulau Aceh Kabupaten dan infrastruktur di wilayah Hindia
lalu. Bangunan tinggi menjulang ini Aceh Besar. Usianya yang sudah Belanda, termasuk Pulo Aceh.
dikelilingi oleh hamparan keindahan melebihi satu abad. Namun Willem membangun mercusuar ini
alam berjuta pesona. kekokohan dan kekuatannya tetap sebagai usaha menyiapkan Sabang
paripurna. sebagai salah satu Pelabuhan
transit di Selat Malaka. Kala itu
Dari keindahan pesona alam yang Gaya arsitektur Belanda yang
membuai mata, berdirilah sebuah
mercusuar yang hadir dengan melekat kuat pada bangunan
tegaknya diantara panorama alam
yang begitu memanjakan. Seolah- berbentuk silinder ini
olah ia memperlihatkan ketinggian
dan kekokohannya di antara memperlihatkan bahwa Mercusuar
kelembutan yang ditawari oleh alam
sekitar. Willem’s Toren berdiri saat Belanda
menjajahi Bumi Serambi Mekkah,
tepatnya pada tahun 1875. Ia
memiliki tinggi 85 meter dengan
ketebalan dindingnya mencapai 1
meter.
Kotak Hitam
KINCIR ANGIN mendekat, makin banyak jatuh, tahun 1997. Faktanya, dengan Tanah Air ini bukanlah lagi
P ERGOLAKAN di daratan makin mengkilat lagi cepatnya yang teknologi kincir angin ini mengakui kanak-kanak, tujuh puluh lima
Eropa pada abad ke- lain mendekat, semua berteriak”. Belanda telah mempersiapkan tahun telah lewat. Hikmah yang
14 yang menyebabkan lanskap buatan manusia yang luar diberikan Bangsa Belanda untuk
manajemen rantai pasok (Supply Beberapa generasi terbenam dalam biasa serta memberikan kesaksian negeri harus kita “petik” secara
Chain Management). Demi “rantai yang kuat peradaban manusia. cermat. Teknologi kincir angin
pasok” ini, suatu bangsa yang “debat” yang dihabiskan untuk yang mereka siarkan hingga
Konstruksi kincir angin menjadi rencana induk pengembangan
pergeseran penguasaan katanya beradab menjadi “garang” menjaga kestabilan “rantai pasok” jejak dan bukti yang masih kokoh kawasan jajahan harus kita “curi”
bagi sejarah perkembangan dan implementasikan ke negeri ini.
“pasar rempah-rempah” telah untuk menaklukkan bangsa lain. kolonialisme, seorang makelar kopi teknologi Belanda yang dikenal Lanskap negeri ini telah diciptakan
oleh masyarakat dunia. Inovasi begitu sempurna. Berbeda dengan
memotivasi petualangan mengejar dalam buku “Max Havelaar” karya pengembangan teknik drainase Belanda yang memaksa kincir angin
Belanda disalin dan diadaptasi raksasa mereka untuk memompa air
tanah penghasilnya. Mengikuti Memulai pada hasrat pengakuan Multatuli, membongkar “benang di banyak bagian dunia. Sistem di daratan rendah serta reklamasi
hidroliknya yang sangat cerdik agar layak dihuni.
jejak petualang sebelumnya, kapal- atas menguasai bangsa yang merah” peran transportasi agar masih berfungsi sampai sekarang
untuk mengolah lahan gambut
kapal dari negeri “kincir angin” ditaklukkan, Belanda telah sistem rantai pasok tetap seimbang yang luas serta maha karya
arsitektur serta lanskap budaya
dengan penguasaan keilmuan saat mengambil “ancang-ancang” yaitu, “Belanda membangun yang menjadi ciri khas Belanda dan
menggambarkan tahap penting
itu memulai penjelajahan untuk dengan menargetkan pelabuhan pemecah gelombang dengan tujuan dalam sejarah manusia.
berdagang mencari “pulau rempah” sebagai lokasi strategis untuk untuk mendatangkan perdagangan Kanal-kanal yang dibangun dari
energi kincir angin tersebar ke
yang berada di garis khatulistiwa. menguasai seluruh daratan. Hasrat ke dalam distrik yang terhubung setiap sudut kota sebagai jaringan
transportasi utama negara ini
Tentu, dengan modal pemahaman yang kian besar akan keakuan seluruh pusat kegiatan dengan merupakan kepingan-kepingan
ekonomi yang kian membukit
navigasi dan kemampuan membaca bangsa lain atas negerinya lautan -pusat perdagangan global- untuk kesejahteraan rakyatnya. Peradaban “kincir angin” yang
Apa “modal” yang kita miliki untuk
peta yang telah mereka “curi” dari telah membalikkan nalar untuk sehingga kapal dapat bersandar mensejahterakan negeri kita saat terus menggerakkan generator
ini? Di sini juga jelas apa hikmah
petualang sebelumnya. menggunakan “jalan kekerasan” lama di pelabuhan apabila terjadi dari penjajahan yang dilakukan di negerinya sendiri dan
oleh Belanda bagi Indonesia,
hingga keluar dari tatanan hukum. cuaca ekstrem” (Edward Douwes sarana dan prasarana transportasi mempertahankan tanah penjajahan
adalah kunci utama Belanda dapat
Ekspedisi terus berkembang untuk Dekker; "Max Havelaar, of de koffij- menguasai daerah-daerah jajahan. yang mereka lakukan pada bangsa
Infrastruktur yang ditinggalkan
mengisi mesin-mesin produksi Tingkat pengakuan yang ingin veilingen der Nederlandsche Belanda pun sebagian besar masih lain hanya demi kesejahteraan,
berdiri kokoh dan belum menjadi
yang akan didistribusikan dalam dibuktikan pada bangsa biru Handel-Maatschappij"; Belgia pelajaran. mereka mempersiapkan
memenuhi kebutuhan konsumsinya. membuat taring mereka semakin 1860). Jalur transportasi laut yang perencanaan penjajahan begitu
Semisal lada yang pada musim tajamdinegeriyangtelahditaklukan. membutuhkan waktu dan biaya juga matang, dimulai memahami
dingin menjadi “emas” agar mereka Catatan perlawanan tertuang jelas telah mewarnai perubahan dengan pentingnya peta hingga perbekalan
mampu bertahan dalam dingin yang dalam Buku Aceh Sepanjang Abad gambaran bahwa “Kapal-kapal serta semua kebutuhan didetail
menembus tulang. Demi kebutuhan karya H. Mohammad Said bahwa Belanda melayari lautan luas dan secara terukur. Hebat bukan,
dan martabat, maka keputusan segalanya telah jelas di mata membawa peradaban”. menjajah demi sejahtera? Nah,
untuk menguasai dan mengangkut dunia, pernyataan perang Tahun Jauh sebelum penjelajah merintis mengapa kita tidak mempersiapkan
perjalanan ke “Timur Jauh”, Bangsa
hasil rempah-rempah dari “negeri 1873 bukan karena ada campur Belanda telah memiliki “peradaban” kesejahtaraan dengan segala cara?
dan perkembangan teknologi hingga
jajahan” menjadi target utama. tangan asing tapi hanyalah “nafsu” menjadi negara yang terangkat Atau kita sedang mengatur ritme
derajat di Bangsa Biru. Sebagai
Kebutuhan logistik negara harus memperluas penaklukan wilayah simbol peradaban dari kecerdikan “debat” untuk menjajah negeri
dan ketabahan manusia, kincir
dapat diproduksi dan didistribusi Hindia Belanda -terkhusus Kerajaan angin di Kinderdijk-Elshout menjadi sendiri. (*)
“modal” untuk mampu menjajah.
secara stabil. Naluri konsep Aceh-. Kegarangan yang memicu Simbol ini sudah ditetapkan sebagai
warisan dunia oleh UNESCO pada
logistik mulai dikembangkan pada perlawanan mempertahankan
pertimbangan untung rugi, hari ini martabat. George Lodewijk Kepper,
kita memberi nama perencanaan menggambarkan perlawanan
strategis, teknologi informasi, itu, “Pejuang (Aceh) tidak kecut
permintaan kebutuhan (pemasaran) sedikitpun menghadapi tembakan Junaidi Ali
dan keuangan. Maka terbentuklah kilat, bahkan sebaliknya kencang
| ED.06/DES 2020
6 Liputan Utama
Pulo Aceh: Meneropong yang mereka lihat. Setiap jengkal Demam dan flu menjadi penyakit
Harapan dari RI-Nol mereka sentuh saking takjubnya, biasa yang tidak dapat dihindari.
begitu jelas tergambar dari rona Bermodal rempah-rempah alam
Menara suar William Torrent II, memiliki enam lantai dengan warna merah dan putih merupakan ACEH TRANSit/MIDIKA UTAMA PUTRA wajah mereka. yang dihasilkan tanah ini menjadi
sebuah sejarah kejayaan pelayaran di Aceh. obat penawar yang begitu mujarab.
langkah kaki akan aku ayunkan, tanpa kompromi lagi-. Dari sudut ruangan, seorang guru
K ALI ini, aku bingung Pulo Aceh –pulau yang berada di yang berpakaian rapi mengawasi “Miseu na saket, tapajoh ju peu-peu
harus memulai dari kata Kabupaten Aceh Besar yang terdiri “Kamo lakee bak Pemerintah untuk gerak-gerik siswanya. Begitu sigap yang jeut. Nyoe mengharap bak
apa. Sejuta kata yang geupeduli kamo yang bak ujong beliau melerai jika ada siswanya puskesmas nyan saban lage tan ju.
telah aku susun pun tak dari Pulau Nasi dan Pulau Breueh- nyoe (Kami berharap pemerintah yang beradu pendapat hingga Han ek ta pike le, ta peubut ju lagee
memberi perhatian bagi kami terjadi sedikit kericuhan –namanya nyang na (jika sakit, minum obat
akan cukup untuk menggambarkan yang di ujung pulau ini –red),” ujar saja anak kecil yang perlu eksplorasi tradisional yang ada dulu. Karena
betapa indahnya negeriku ini. Dermaga Tanah Untuk Papuyu Mahfud, seorang warga Pulo Aceh yang lebih jauh-. jika berharap sama puskesmas, ya
yang bekerja sebagai operator boat sama juga tidak ada. Nggak sanggup
Baiklah, aku tak ingin juga berlama- Dua semenanjung itu menjadi tradisional. “Kami sangat bercita-cita jika pikir lagi, ambil tindakan seperti
lama membuat kalian tenggelam pertanda bahwa sebentar lagi anak di sini dapat bersaing dan yang biasa (pengobatan tradisional)
dalam imajinasi diri pada “Tanoh kapal akan berlabuh. Dari atas dek Katanya lagi, kapal yang hendak berkembang seperti anak-anak -red),” curhat seorang warga yang
Rencong” ini. kapal itu kita dapat menikmati bersandar ke dermaga yang ada lainnya di daratan (Banda Aceh),” akrab disapa Bang Cut Demit.
sekarang memiliki risiko yang ujar Bakhtiar, Kepala Sekolah MIN
Lebih khususnya lagi, aku akan bukit-bukit tinggi mengitari kedua sangat besar, hanya sebuah tekad 47 Aceh Besar sambil menatap “Nyoe miseu hana puleh cit kaleuh ta
membawa kalian ke sebuah pulau pulau, ombak yang usil pun sengaja saja mereka mampu menaklukkan lurus ke arah siswanya yang begitu pajoh ubat gampong, kakeuh hana
nan indah di ujung barat Sumatera. menubruk karang yang berdiri alur pelayaran yang penuh karang semangat membahas perihal kapal. cara laen, payah jak u Aceh. Kamoe
Tentu bukanlah Pulau Weh, Sabang gagah di kaki bukit, menciptakan dan dangkal. Bisa dilihat, dermaga beutoi peureulee bidan, hai sekedar
yang hendak aku kisahkan kali ini. ciprakan buih besar kembali ke laut. yang ada pun seadanya. Kondisi bangunan sekolah yang miseu luka oh takerije, teu tak ngon
Penasaran bukan? Dari belakang kapal, baling-baling telah mengalami kelapukan akibat parang, jeut lah dibalot le bidan (jika
menyemburkan pasir dari dasar Perhatian Pendidikan untuk Anak pengaruh air pantai ini sudah tidak sembuh juga dengan obat
Pulo lama tidak diperbaiki. Dari 2007, tradisional, tidak ada cara lain,
Awal Desember tepat pukul 08.22, ke permukaan air. Air yang tadinya bangunan sekolah ini belum harus dilarikan ke rumah sakit di
Kini, 75 tahun berlalu, belumlah tersentuh renovasi, banyak bagian Aceh (Banda Aceh). Kami sangat
Kapal motor penyeberangan (KMP) biru kini telah menjadi cokelat muda berakhir untuk negeri ini berjuang. bangunan sekolah ini telah rusak, butuh tenaga medis, sekedar
Dari sebuah bangunan kecil yang seperti pintu yang telah copot dari untuk mengobati luka yang terkena
yang diberi nama Papuyu bertolak seperti cappucino. disebut sekolah dasar yang berada pengakunya. golok saat bekerja di ladang, dapat
tepat di pinggir pantai tepatnya di diperban oleh bidan –red),” lanjutnya
dari Pelabuhan Ulee Lhee, Banda Sebuah gundukan tanah berwarna Pasie Janeng, ada empat puluh lima “Jika diharapkan dari dana sambil menggeleng kepala dan
Aceh. Syukurnya, setelah beberapa cokelat yang kekuning-kuningan generasi muda yang berjuang untuk operasional sekolah memang menyapu ubun-ubunnya.
hari dirundung mendung dan hujan, dengan pinggiran batu besar memperoleh pendidikan. Seragam tidak akan bisa, untuk kebutuhan
hari itu cuaca berpihak pada kami, sebagai dinding penahan agar sekolah yang mulai menguning administrasi sekolah dan kebutuhan Asa dari RI-Nol
matahari kembali garang bersinar tanah tak jatuh ke dalam air saat dengan tas dan sepatu yang sudah non-teknis lainnya saja kita harus
sembari menyemai bulir-bulir kristal kapal bersandar serta rerumputan usang tidak menyurutkan semangat mutar kepala ribuan kali. Beberapa Tak jauh dari Mercusuar Willem’s
di atas ombak samudera. hijau begitu subur tumbuh diantara mereka untuk menggapai cita-cita. kali kita berusaha untuk mengajukan Toren III yang telah dikisah pada
tetapi belum ada perkembangan tulisan lainnya, ada sebuah desa
Lebih kurang dua jam perjalanan, bebatuan tersebut. Di situlah, “Enteuk lon peuget kapal raya nyan sampai saat ini,” kata lelaki paruh yang bernama Rinon. Konon katanya
untuk ba u Pulo (nanti saya akan baya itu penuh harap. yang berkembang di masyarakat
KMP. Papuyu berayun bersama aktivitas bongkar muat dilakukan membangun kapal besar untuk Pulo bahwa inilah titik awal (RI-Nol)
Aceh ini-red),” ujar Aqra, salah satu “Semangat anak-anak di sini atau Kilometer Nol dari wilayah
ombak mengangkut barang dan dalam waktu yang begitu singkat siswa MIN 47 Aceh Besar dengan memang harus kita perjuangkan, Indonesia.
mata berbinar dan senyumnya yang merekalah generasi yang akan
lebar sambil menunjuk miniatur membangun pulau ini, siapa lagi Dari sinilah sebenarnya aku memulai
KMP. Aceh Hebat 1. Kala itu, Tim kalau bukan putra Pulo Aceh,” tutur liputan akan asa yang akan bangkit
dari Dinas Perhubungan Aceh Iqbal Saputra, salah satu guru MIN dari generasi-generasi muda yang
berkunjung ke MIN 47 Aceh Besar 47 Aceh Besar. akan menjadi ahli transportasi
sekaligus membawa miniatur kapal. Aceh serta akan mengepakkan
Hal ini tentu untuk menumbuhkan Tim Medis, Kami Menantimu Di Pulo sayapnya berkeliling dunia. Dari
cita-cita generasi muda ini dapat atas sebuah bukit Kampung Rinon
menjadi ahli yang akan membangun Sepertinya, angin barat mulai ini terlihat kapal-kapal mewah yang
transportasi Aceh. berkunjung lagi ke Pulo Aceh. menghampiri pelayaran bebas
Barisan boat ikan bergerak lebih Sabang. “kapankah kapal megah
Para siswa tersebut begitu antusias lincah dari biasanya, tali pengait itu berlayar ke arahku, membawa
saat melihat miniatur kapal yang sesekali terhentak akibat boat harapan dan kemakmuran bagi
dibawa. Mereka begitu antusias menjauh dari tambatannya. tanah ini?,” batin para pemimpi cilik
mengelilingi miniatur kapal untuk Cuaca kembali memperlihatkan yang berdiri di puncak bukit itu.
mengetahui bagian-bagian kapal kelabilannya, dari terik matahari (Syakirah)
yang cerah seketika berubah
penumpang menuju ke Seurapong, –karena takut air laut surut dan menjadi redup dan guyuran hujan
lebat.
Pulau Breueh -Pelabuhan ini kapal tidak dapat lagi berlayar-.
berjarak lebih jauh dari Pelabuhan Lebih kurang sepuluh lima belas
Lamteng yang berada di Pulau menit KMP. Papuyu telah menaikkan
Nasi-. Kedatangan ini di sambut penumpang dan kendaraan untuk
oleh dua semenanjung –pemisah kembali mengarungi samudera
pulau Breueh dan Pulau Nasi- yang kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue.
tersusun dari batu karang dan
pepohon hijau yang indah. Ke sinilah Dapat dibayangkan dari kondisi
kolam pelabuhan (saat ini belum
pantas di sebut demikian-red) yang
Dari ujung pulau sangatlah dangkal dan dermaga
tanah harus menjadi perhatian
negeri ini, para khusus. Belum lagi, pada alur
pemimpi cilik tak pelayaran itu tersebar terumbu
pernah absen karang yang dapat menghantam
baling-baling dan bagian bawah
berjuang untuk kapal. Di samping itu masalah
menguasai dunia lainnya juga menghantui, yaitu
dalam keterbatasan pasang surut air laut sangat
menghambat sandarnya kapal
yang datang ke Pulo Aceh. Hal ini ACEH TRANSit/IRFAN FUADI
merupakan sebuah hambatan besar Guru di MIN 47 Aceh Besar di Gampong Pasie Janeng, Pulo Nasi sedang mengawasi siswa yang
sedang mengerjakan tugas, Selasa (1/12/2020).
yang “wajib” dituntaskan segera –
| ED.06/DES 2020
Liputan Utama 7
Kapal ini hadir sebagai
penyemangat sektor
pariwisata Sabang
yang terkenal akan
keindahan alam bawah
laut yang telah lama
vakum. Hal ini menjadi
harapan besar agar
roda perekonomian
masyarakat kembali
berjalan normal.
meter dan lebar 13,6 meter serta
tinggi mencapai 3,9 meter.
Pendongkrak Seperti yang diungkapkan oleh salah Kapal ini mulai dibuat pada Tahun
Pariwisata Sabang satu pelaku usaha wisata PT. Imam 2019 secara tahun jamak. Kapasitas
Tour & Travel Inbound & Outbound mesin induk yang digunakan
S ABANG adalah kota yang Sejak Maret 2020, sektor pariwisata Pelabuhan Ulee Lheue (Banda Aceh) Tour Operator, Muhammad Imam berdaya 2 x 1400 HP dengan
terletak di Pulau Weh menjadi sektor yang paling berimbas ke Pelabuhan Balohan (Sabang), Fuadi, S.Pd.I, M.Pd. “Sebuah kecepatan mesin mencapai 13 knot
dan merupakan pintu dari pandemi global ini. Penghasilan yang sebelumnya kerap terkendala terobosan baru penunjang serta terdapat fasilitas-fasilitas lain
masyarakat juga banyak yang karena keterbatasan kapasitas aksesibilitas pariwisata semakin yang tidak dimiliki oleh kapal-kapal
gerbang di kawasan melemah dengan adanya pandemi kapal. mudah dan mensejahterakan. sebelumnya.
ini. Dengan adanya kapal KMP Aceh
ujung barat Indonesia. Pulau Weh Banyak pihak pelaku usaha wisata Hebat 2 ini, wisatawan akan “Konsep utama pembangunan
Pelabuhan Ulee Lheue Banda di Sabang sangat senang dengan semakin mudah PP (return) antara KMP Aceh Hebat 2 ini juga
sendiri merupakan pulau utama Aceh tersebut sebagai salah kehadiran KMP Aceh Hebat 2 ini, Banda Aceh - Sabang, wisatawan diperuntukkan bagi para wisatawan
satu prasarana yang mendukung karena kekhawatiran tamu akan juga punya banyak opsi, sehingga yang hendak berkunjung ke
dan terbesar yang terpisahkan dari kemajuan transportasi laut di Banda tertinggal di pelabuhan akan segera aktivitas pelabuhan dan perputaran Sabang. Tentunya, multiplayer
Aceh yang menghubungkan jalur teratasi. Kendala yang selama ini ekonomi juga meningkat”. effect-nya untuk pertumbuhan
daratan Aceh oleh Selat Benggala. sering terjadi seperti kehadiran ekonomi wilayah Aceh. Jelas,
penyeberangan menuju Balohan para tamu dari luar khususnya dari “Untuk kelancaran operasional, tarif keberhasilan pembangunan kapal
Saat ini Sabang menjelma menjadi Pulau Weh (Sabang) dan Pulo Aceh. Medan, mobil mereka terpaksa harga juga jangan terlalu mahal, ini merupakan kebanggaan bagi
destinasi wisata bahari Indonesia Penyeberangan dari pelabuhan harus mereka tinggalkan di sejatinya punya pemerintah harus kita semua,” tutur Nova di sela-
yang menawarkan surga bagi para Ulee Lheue Banda Aceh ke Balohan pelabuhan. menjadi alternatif dan lebih banyak sela Peluncuran KMP Aceh Hebat 2.
penyelam. Pesona Sabang sendiri Sabang saat ini menggunakan kapal jadwal keberangkatan, jangan
menawarkan keelokan garis pantai KMP BRR. Dengan adanya kapal Aceh Hebat sedikit hujan atau badai akhirnya Kapal ini akan dilakukan serangkai
yang indah, air laut nan biru dan ini, kendaraan bisa diangkut tanpa kapal tidak bisa berangkat,” pengujian, salah satunya adalah uji
bersih, serta pepohonan nan hijau. Pemerintah Aceh melalui Dinas harus ditinggal lagi. Sehingga imbuhnya. berlayar (sea trial) agar nantinya
Perhubungan Aceh telah memesan kunjungan wisatawan bisa semakin saat melayani lintasan Ulee Lheue –
Pemerintah Aceh terus berusaha tiga unit kapal di antaranya KMP meningkat. KMP Aceh Hebat 2 ini menjadi Balohan. Kapal ini dapat beroperasi
agar nilai ekonomi masyarakat terus Aceh Hebat 1 dengan rute Aceh angkutan penyeberangan yang secara optimal dan sesuai dengan
tumbuh dan berkonstribusi dalam Barat - Simeulue, Aceh Hebat 2 diperuntukkan bagi pengembangan standar kelayakan. Seluruh uji teknis
pembangunan Aceh, di antaranya dengan rute Pelabuhan Ulee Lheue wisata Sabang. Kapal ini memiliki dan non-teknis sangat penting
meningkatkan konektivitas dan - Balohan Sabang, dan kapal KMP daya muat sebanyak 377 penumpang dilakukan demi keselamatan dan
aksesibilitas antar destinasi wisata Aceh Hebat 3 yang akan melayani dan 24 unit kendaraan (kombinasi). kenyamanan pelayaran nantinya.
dengan meningkatkan sektor pelayaran Singkil-Pulau Banyak. Kapal ini dengan panjang 63,75 Diharapkan kapal ini akan
pariwisata. membawa manfaat yang besar bagi
konektifitas di Aceh, khususnya
dalam peningkatan pariwisata
Sabang. (Dewi)
Dinas Perhubungan Aceh
memperkirakan ketiga kapal
penumpang antarpulau tersebut
sudah berada di perairan Aceh
untuk berlayar pada Januari 2021
mendatang. Kini hadir KMP Aceh
Hebat 2 yang berkapasitas 1100 GT.
Kapal ini lebih besar dari KMP BRR
“ yang sedang beroperasi saat ini.
Sebuah terobosan baru Kapal ini hadir sebagai penyemangat ACEH TRANSit/MIDIKA UTAMA PUTRA
penunjang aksesibilitas sektor pariwisata Sabang yang
pariwisata semakin mudah terkenal akan keindahan alam Pulau Rubiah adalah sebuah pulau yang terletak di Kota Sabang, Provinsi Aceh. Pulau ini berada di sebelah
dan menyejahterakan. bawah laut yang telah lama vakum. barat-laut dari pulau Weh. Nama Rubiah berasal dari salah satu para Aulia (Pemuka Agama) 44 yang berada
Hal ini menjadi harapan besar agar di Kota Sabang yakni Ummi Siti Rubiah. Pulau Rubiah merupakan tujuan destinasi utama di Aceh dengan
Imam Fuadi roda perekonomian masyarakat keindahan bawah lautnya yang luar biasa.
kembali berjalan normal.
Direktur Utama
PT. Imam Tour & Travel Kapal feri tersebut akan
memperlancar transportasi dari
| ED.06/DES 2020
8 Liputan Utama
Scan QR Code ini untuk
menyaksikan peluncuran
KMP. Aceh Hebat 1
–bayangkan saja kelok sembilan
yang ada di Padang, begitulah
karakteristik jalan di Aceh-.
Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama rombongan hadir dan menyaksikan langsung peluncuran kapal KMP. Aceh Hebat 1 turun ke air di galangan ACEH TRANSit/IRFAN FUADI Belumlah usai ketangguhan sang
kapal PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (03/10/2020). sopir pengangkut logistik, saat jalan
menanjak dan menurun yang terjal
KMP. Aceh Hebat, Sejarah Baru serta berkelok-kelok memaksa sang
Transportasi Laut Aceh sopir memutar otak agar truk tak
S masuk jurang yang berada di tepian
ESUAI dengan namanya Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, kita bangun dengan uang Rakyat sampai 11 jam perjalanan, menuntut jalan. Bunyi rem mobil yang berdecit
“Aceh Hebat”, kapal M.T, saat menyaksikan langsung Aceh, ukurannya yang relatif besar kapal ini harus benar-benar tangguh menambah kewaspadaan. Setelah
ini menjadi sejarah launching kapal pada galangan PT. 1300 GT serta desainnya juga yang berlayar di samudera lepas. berjam-jam melewati jalan darat
pembangunan sektor Multi Ocean Shipyard di Tanjung up to date, nantinya akan melayari tersebut dengan ribuan tantangan
Balai Karimun, Kepulauan Riau, Pantai Barat ke Simeulue. Kapal ini Jika musim penghujan, alam pantai barulah sampai di pelabuhan. Dari
transportasi di Aceh dan dibangun Sabtu 3 Oktober 2020. bukan hanya kebanggaan Rakyat barat agak sedikit berkecamuk sinilah kisah dermaga tadi dimulai.
Aceh, akan tetapi kebanggaan dengan gelombang tinggi disertai
dengan anggaran Aceh sendiri. Berita kedatangan kapal motor Indonesia juga,” sebuah penggalan angin kencang dan hujan lebat Jika saja cuaca bersahabat,
penyeberangan (KMP) Aceh Hebat kata dari Plt. Gubernur Aceh (Kini menjadi keseharian. Begitu pula maka tak perlu waktu lama untuk
Kelancaran mobilitas penumpang, 1 menjadi sebuah harapan yang Gubernur Aceh) yang akan menjadi kisah dari dermaga pelabuhan membawa logistik ini ke pulau
baru bagi mereka. Pengorbanan catatan sejarah transportasi laut yang berada di pantai barat, yaitu seberang. Nah, lain cerita jika
logistik, dan pengembangan dan proses yang panjang demi Aceh. Pelabuhan Kuala Bubon di Meulaboh, cuaca ekstrem datang berkunjung,
mendapatkan sekantong beras, Pelabuhan Calang, dan Pelabuhan mereka harus mengalah dengan
pariwisata kepulauan di Aceh, akan akan lebih terasa ringan. Jembatan Kapal 1300 Gross Tonnage (GT) Labuhan Haji di Aceh Selatan. keadaan.
penghubung kepada tanah kelahiran berkapasitas 250 orang, 25 unit truk, Lambung kapal yang bersandar pun
tertumpu pada moda transportasi dan keluarga telah nampak lebih dan 8 unit kendaraan roda empat kerap bertabrakan dengan badan Para penumpang harus mengalah
nyata sekarang. ini diharapkan mampu berlayar dermaga hingga menghancurkan untuk menyambutnya terlebih
ini. Harapannya, dengan hadirnya dengan aman dan selamat dalam fender. dulu hingga harus menginap di
“Aceh belum pernah punya kapal gelombang tinggi, disertai angin pelabuhan. Begitu pula dengan
kapal ini dapat menyetarakan yang dibangun sendiri, kapal dan hujan. Jarak tempuh mencapai Cerita ini tak berujung di sini saja, truk atau mobil-mobil besar
pertama ini (KMP. Aceh Hebat 1 –red) 120 mil dengan waktu tempuh 10 setelah bermalam menanti hingga pengangkut logistik kebutuhan
taraf kehidupan masyarakat di cuaca kembali bersahabat, tidak pokok masyarakat kepulauan. Dapat
semua truk dapat termuat di dalam dibayangkan, jika mengangkut
kepulauan, menjadi sama dengan kapal dan harus mengantri lagi bahan segar seperti sayur mayur
untuk penyeberangan berikutnya dan buah-buahan, pastinya barang
yang di daratan. jika antrian kendaraan begitu tersebut telah “membusuk” sebelum
panjang. Tak perlu dipertanyakan mencapai tanah kepulauan.
“Menurut jadwal, 30 November, lagi, berapa kali lipat biaya yang
kapal (KMP. Aceh Hebat 1 –red) harus dikeluarkan oleh mereka – Semoga saja, memorandum of
akan di-delivery atau berlayar ke yang tetap teguh agar kebutuhan understanding (MoU) perdamaian
Aceh, selanjutnya akan beroperasi pokok di kepulauan tetap tersedia-. dengan ombak dan cuaca ekstrem
sebagaimana mestinya,” ujar Plt. dapat tertandatangani segera dan
alam pun kian bersahabat dengan
Sebagai bayangan lagi, proses sang kapal. Sehingga, tak perlu
pengangkutan logistik ini bukan lagi masyarakat ini memutar roda
dimulai dari pelabuhan kemudian perekonomian secara manual.
berlayar di perairan hingga sampai (Syakirah)
ke wilayah kepulauan. Tidaklah
sesimpel itu. "KMP Aceh Hebat
menjadi sejarah baru
bagi Aceh. Selama ini
Aceh belum pernah
memiliki kapal
penyeberangan yang
dibangun sendiri."
Sebelum meluncur ke air, teknisi memastikan kondisi airbag telah sesuai di Ada proses transportasi darat yang Ir. Nova Iriansyah, M.T.
galangan kapal PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, panjang di balik kisah dermaga Gubernur Aceh
Sabtu (03/10/2020). Aceh TRANSit/Irfan Fuadi tadi. Perjalanan darat ini juga tak
semulus jalan tol yang terbentang
panjang di garis khatulistiwa. Jalan
yang ditempuh sungguh berliku
dengan geografi alam Aceh ini diitari
oleh perbukitan dan pegunungan
| ED.06/DES 2020
Liputan Utama 9
Tangguh, Modern,
dan Memanjakan
Teknisi PT. Adiluhung Sarana Segara melintasi di samping KMP. Aceh Hebat 2. ACEH TRANSit/IRFAN FUADI karena mampu membelah ombak Menikmati Keindahan Pulau Banyak
yang tinggi. Meski berlayar dengan di Rooftop Aceh Hebat 3
K MP Aceh Hebat menjadi kemiskinan melalui pariwisata. ini memiliki panjang 69,06 meter kecepatan 12 knot, penumpang
primadona baru bagi dengan lebar 15,10 meter sehingga tetap merasa nyaman saat berada Mendukung kunjungan pariwisata
Menanti KMP Aceh Hebat hadir mempunyai kabin atau deck yang di atas kapal. ke Pulau Banyak, Aceh Singkil
masyarakat Aceh, memberikan kontribusi langsung luas untuk menampung sebanyak merupakan misi utama KMP Aceh
kepada masyarakat, rasanya belum 250 penumpang. Deck Outdoor Memanjakan di Aceh Hebat 3. Kapal ini pun memiliki
khususnya mereka afdhal bila belum mengetahui Hebat 2 sejumlah fasilitas yang dapat
keunggulan yang dimiliki oleh KMP Aceh Hebat 1 memiliki 3 membuat penumpang merasa
yang mendiami wilayah kepulauan. armada baru tersebut. Layaknya fasilitas layanan bagi penumpang, KMP Aceh Hebat 2 memiliki nyaman. Salah satunya adalah
pesan pepatah lama “tak kenal maka di antaranya 106 tempat tidur untuk desain yang menarik yang akan rooftop kapal yang akan menjadi
Bagaimana tidak, kehadiran armada tak sayang,” maka rasanya perlu Ekonomi Kelas 1, 82 tempat tidur memanjakan wisatawan. Pada tempat pilihan bagi wisatawan.
mengenal lebih dekat kelebihan untuk Ekonomi Kelas 2, dan 62 deck penumpang, KMP Aceh Hebat Dari tempat ini penumpang dapat
ini diharapkan dapat memperlancar yang dimiliki oleh kapal milik rakyat tempat duduk bagi Ekonomi Kelas 2 memiliki ruang VIP yang mampu mengeksplor keindahan Pulau
Aceh ini. 3. Selain fasilitas untuk istirahat, menampung 96 orang, ruang kelas Banyak dan mengabadikan setiap
mobilitas masyarakat maupun juga tersedia ruang medis dan ruang ekonomi 2 dan 3 sebanyak 100 pengalaman yang dirasakan.
Teknologi Mutakhir di Aceh Hebat 1 menyusui bagi ibu-ibu. orang, serta ruang outdoor yang
distribusi logistik ke wilayah mampu menampung 56 orang. Pada ruang di bawahnya, KMP Aceh
Saat menyeberang ke Pulau Kapal berkapasitas 1.300 gross Ruang outdoor menjadi spot favorit Hebat 3 memiliki ruang VIP yang
tersebut. Simeulue, penumpang akan tonage (GT) ini juga mampu bagi para penumpang yang ingin mampu menampung 32 orang,
mendapatkan pengalaman menarik menampung 33 unit kendaraan melihat keindahan pulau Weh atau ruang kelas bisnis sebanyak 96
KMP Aceh Hebat 1 misalnya, dari KMP Aceh Hebat 1. Dengan dalam sekali berlayar. Pada deck bertemu lumba-lumba yang sering orang, dan ruang ekonomi sebanyak
kapal ini diharapkan dapat waktu tempuh berkisar 10 jam lebih, kendaraan, tersedia 8 unit tempat mengikuti kapal penyeberangan di 84 orang. Pada area ini juga terdapat
menyelesaikan permasalahan lama penumpang dimanjakan dengan tidur dan 4 unit kamar mandi. tengah laut. cafetaria, mushallah, dan kamar
yang sering terulang. Sebut saja berbagai fasilitas yang dimiliki Bisa dibayangkan bagaimana mandi yang dapat diakses dengan
misalnya pengiriman barang yang oleh kapal ini. Mulai dari tempat kenyamanan yang dihadirkan KMP Selain ruang bagi penumpang, deck mudah oleh penumpang.
membutuhkan waktu berhari-hari tidur, cafetaria indoor dan outdoor, Aceh Hebat 1 bagi para pengemudi ini juga memiliki mushalla, kamar
dari Pelabuhan Penyeberangan mushalla bagi pria dan wanita, 12 kendaraan logistik yang biasanya mandi, dan cafetaria bercorak KMP Aceh Hebat 3 memiliki
Labuhan Haji ke pulau Simeulue, unit kamar mandi, serta rooftop harus beristirahat di dalam kerawang Gayo yang siap melayani kapasitas yang lumayan besar untuk
karena pada lintasan ini hanya yang menawarkan pemandangan kendaraan mereka. penumpang di kala lapar. menampung kendaraan dalam
KMP Labuhan Haji yang melayani indah. Penumpang yang tertarik sekali berlayar. Memiliki panjang
penyeberangan. Parahnya, antrean dengan seni fotografi tentu sangat Keunggulan KMP Aceh Hebat KMP Aceh Hebat 2 memiliki 54,50 meter dan lebar 13 meter,
kendaraan akan menyemut saat cocok berada di tempat ini. 1 lainnya adalah menggunakan bobot mati 1.100 GT sehingga kapal ini mampu menampung 15 unit
kondisi cuaca tidak kondusif akibat teknologi bow visor pada haluan menjadikannya lebih besar dari truk, dan 6 unit mobil. (Amsal)
kapal penyeberangan berhenti Ukuran KMP Aceh Hebat 1 lebih besar kapal yang berbentuk melengkung. KMP BRR yang telah beroperasi
beroperasi. dibandingkan dengan kapal lainnya Teknologi ini menjadikan kapal saat ini. Kapal ini sudah dilengkapi Scan QR Code ini untuk
yang telah beroperasi di Aceh. Kapal lebih stabil saat mengarungi lautan sejumlah teknologi canggih seperti menyaksikan peluncuran
Sama halnya dengan KMP Aceh peralatan navigasi dan komunikasi,
Hebat 2 dan 3, kedua kapal ini serta perekam data pelayaran yang KMP. Aceh Hebat 3
diharapkan dapat mendukung mengunakan System Automatic
kunjungan pariwisata ke Pulau Weh Indentification System (AIS).
(Sabang) dan Pulau Banyak (Singkil).
Beroperasinya kedua kapal ini Selain AIS, KMP Aceh Hebat 2 juga
sejalan dengan agenda Pemerintah telah menggunakan teknologi
Aceh untuk menurunkan angka bow thruster (25 KN), yaitu alat
pendorong yang berfungsi untuk
membantu kapal bermanuver.
Biasanya, kapal berbadan besar
sulit untuk melakukan manuver
dengan diameter kecil. Dengan
bow thruster, manuver kapal
dapat diperkecil namun mampu
menghasilkan putaran manuver
yang besar.
ACEH TRANSit/IRFAN FUADI Space Iklan
Petugas pengawas pembangunan mengontrol tahapan peluncuran KMP. Aceh Hebat 3, 12 KMP. Aceh Hebat
November 2020
ILUSTRASI/M. SIDDIQ PRATAMA
| ED.06/DES 2020
10 Layar Monitor
D INAMIKA di sektor Social Responsibility (CSR).
transportasi yang Sistem kemitraan ini dilakukan
bergerak dan dengan menggandeng beberapa
perusahaan BUMN, BUMD, swasta,
bertransformasi secara maupun lembaga independen
lainnya untuk mewujudkan tanggung
cepat telah berdampak pada jawab sosial mereka kepada
lingkungan dan masyarakat di
kompleksnya kebutuhan dan variasi sektor transportasi. Bukan sekedar
tren formalitas, CSR mampu
pelayanan publik. Pengayaan memberikan kredibilitas yang
baik terhadap perusahaan melalui
inovasi dan penguatan konsep kontribusi positif yang dilakukan
dalam kemitraan tersebut.
pelayanan harus secara dinamis
Kontribusi CSR terhadap
dikembangkan untuk menghadirkan infrastruktur transportasi dapat
bermanfaat secara langsung bagi
kebijakan yang berorientasi pada masyarakat seperti pembangunan
halte, pembangunan jalur bersepeda
pelayanan prima bagi masyarakat serta fasilitas layanan informasi
dan fasilitas pendukung lainnya;
dalam kerangka acuan normatif. seperti layanan ATM, mushalla
dan pembangunan ruang hijau di
Tentu saja dibutuhkan tahapan Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T., meresmikan Gedung Center for Transportation ACEH TRANSit/IRFAN FUADI lingkungan terminal/pelabuhan/
yang sistematis dan terukur Research and Cooperation (CTRC) Dinas Perhubungan Aceh, Jumat, 18 September 2020. stasiun. Pembangunan beberapa
untuk mewujudkannya, di mana Halte TransKutaraja di kota Banda
tahapan perencanaan menjadi MENG-ELABORASI RISET Aceh, merupakan contoh nyata
awal yang krusial. Keterbatasan DALAM SPIRIT KOLABORASI kegiatan CSR yang telah dirintis
internal serta kebutuhan jejaring, oleh Dinas Perhubungan Aceh
melahirkan inisiasi kolaborasi dengan melibatkan Bank ternama di
dalam memanfaatkan inovasi dan Aceh, seperti Bank Aceh, Bank BRI
teknologi yang melayani seluruh dan Bank BNI. Sistem kemitraan ini
lapisan masyarakat. menjadi pola kolaborasi yang akan
terus dikembangkan seiring upaya
Bermula dari fakta maupun Oleh: Diana Devi, M.T. peningkatan pelayanan transportasi
gagasan imajiner, sebuah publik di Aceh.
keputusan yang berkualitas dan Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Multimoda
tepat dapat ditentukan melalui Dinas Perhubungan Aceh Perwujudan transportasi yang
suatu proses riset yang akuntabel. beradilan pada haikkatnya
Kehadiran suatu wadah riset yang pagi yang berkah tersebut Dinas “Wujudkan Asa, Majukan Bangsa”. perhubungan. adalah menghadirkan fungsi
representatif -dalam hal tempat, transportasi sebagai “penunjang”
personil dan organisasi- sangat Perhubungan Aceh baru saja Momen ini merupakan langkah nyata dalam mengimbangi pesatnya
berpengaruh terhadap proses riset, dalam membangun sinergisitas pertumbuhan suatu kawasan/
serta akan menentukan kualitas memberlakukan pembatasan/ kolaboratif untuk mewujudkan Talenta dan ASN millennial yang wilayah (transport follows the
output yang dihasilkan dari suatu transportasi yang berkeadilan selama ini terpaku dengan rutinitas, trade), serta secara seimbang
riset. pengetatan aktivitas perkantoran, dalam mengurangi kesenjangan dirangsang untuk membedah suatu juga dibina sebagai “pendorong”
antarwilayah di Aceh. fakta melalui analisis yang ilmiah, tumbuh kembangnya potensi
seiring meningkatnya secara dan mampu melahirkan inovasi serta pada wilayah terluar/terdepan dan
Mengapa CTRC? Karena melalui gagasan-gagasan yang aplikatif. terisolir melalui penyediaan akses
Di sela-sela tuntutan pelayanan dan signifikan kasus Covid-19 di CTRC, Dinas Perhubungan Aceh Untuk mewujudkan ekspektasi transportasi dan peningkatan
berupaya mengelaborasi riset tersebut, kelembagaan CTRC konektivitasnya dengan wilayah
aktifitas rutin yang padat, Dinas lingkungan keluarga besar insan dan kerja sama sebagai elemen akan ditopang dan dibina melalui yang telah berkembang (transport
yang saling menguatkan dalam kerja sama dan kolaborasi peran attracts the trade). Insya Allah, CTRC
Perhubungan Aceh berkomitmen transportasi ini. membangun sistem transportasi akademisi serta pakar dari berbagai akan menjadi ”rumah” bagi insan
yang berkelanjutan (sustainable multidisplin ilmu, kompetensi, serta perhubungan dalam menumbuhkan
mewujudkan pembangunan sektor Namun suasana yang transport). Sejalan dengan fungsi peran lembaga/instansi lainnya. dan mengaktualisasi gagasan-ide-
pengembangan teknologi dan inovasi bagi pelayanan transportasi
transportasi yang berbasis pada menggelisahkan ini seolah rekayasa di sektor transportasi yang yang berkeadilan, mereduksi
diemban oleh Dinas Perhubungan dampak lingkungan, dan merangkul
data, riset dan perencanaan, tersemangati karena bersamaan Aceh, riset dibutuhkan sebagai anak negeri tanpa diskriminasi.(*)
tool dalam merumuskan dan
serta mengedepankan kerjasama pada momen tersebut Bapak Plt. menetapkan suatu kebijakan serta Spirit ini ditandai
program yang akan dilaksanakan. dengan diresmikannya
(partnership) dengan berbagai Gubernur Aceh yang hadir ke kantor gedung Center for
Kompleksitas pelayanan yang Transportation
lembaga/instansi. Konsistensi Dinas Perhubungan Aceh dengan terdapat pada sektor transportasi Research and
menuntut cara pandang yang Cooperation (CTRC)
terhadap komitmen tersebut melakukan gowes bersama istri luas dalam menjangkau tatanan pada tanggal 18
kehidupan masyarakat. Oleh September 2020 oleh
dimulai dengan merintis sebuah (Ibu Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T.) karenanya perlu suatu pedoman Keseriusan atas komitmen dan Bapak Ir. H. Nova
ilmiah yang lahir dari pemikiran cita-cita ini telah dibuktikan dalam Iriansyah, M.T. sebagai
wadah atau kelembagaan khusus juga me-launching Hari Bebas profesional, aplikatif, dan terukur beberapa kegiatan yang pernah rangkaian peringatan
yang teraktualisasi melalui riset dilakukan, seperti Kerjasama Hari Perhubungan
yang akan fokus pada aktivitas- Kendaraan Bermotor dan Gerakan yang berbasis pada keakuratan antara Dinas Perhubungan Nasional 2020
data, ketepatan metode, serta Aceh dengan Fakultas Teknik (Harhubnas 2020)
aktivitas riset serta kerja sama di Pengurangan Sampah Plastik. Dua kecermatan analisis. Unsyiah berdasarkan Nota yang jatuh tepat sehari
Kesepahaman antara Pemerintah sebelumnya.
sektor transportasi. kegiatan yang diinisiasikan sebagai Pada tataran birokrasi, profesi Aceh dan Unsyiah tentang
peneliti cenderung belum diminati Kerjasama Pendidikan, Penelitian,
Secara seremonial, spirit ini langkah-langkah kecil dalam oleh para Aparatur Sipil Negara Pengembangan Ilmu Pengetahuan
ditandai dengan diresmikannya (ASN) dan tidak setenar profesi dan Teknologi serta Pengembangan
gedung Center for Transportation bagian upaya merubah paradigma lainnya di lingkungan pemerintahan, Sumber Daya Manusia, antara lain:
Research and Cooperation (CTRC) namun tidak sedikit pula yang Pembuatan Prototype dan Simulasi
pada tanggal 18 September 2020 pelayanan melalui konsep Green and menekuninya. Begitu pula di E-Ticketing Sistem Angkutan Massal
oleh Bapak Ir. H. Nova Iriansyah, lingkungan kerja Dinas Perhubungan Transkutaraja; Aplikasi Sapa Mudik;
M.T. selaku Plt. Gubernur Aceh Smart Office menuju Sustainable Aceh, masih banyak keterbatasan pelibatan beberapa akademisi dari
sebagai rangkaian peringatan yang dimiliki serta support yang Universitas Syiah Kuala sebagai
Hari Perhubungan Nasional 2020 Transportation Services. dibutuhkan untuk mengoptimalkan Tenaga Ahli; serta beberapa studi di
(Harhubnas 2020) yang jatuh tepat capaian di bidang riset transportasi. sektor transportasi.
sehari sebelumnya. Memanfaatkan bangunan eks Hadirnya CTRC diharapkan dapat
gedung kantor Dinas Kelautan dan menstimulasi dan mengeksplore
Momen historis ini berlangsung Perikanan Aceh yang bernuansa potensi tersembunyi dari para insan
khidmat, meskipun pada jumát klasik, langkah-langkah strategis
dan lompatan-lompatan kecil akan
dirintis dan diinovasikan melalui
riset-riset dan kerjasama terkait
sektor transportasi. Hal ini sejalan
dengan tema Harhubnas 2020 yaitu
Yang paling mutakhir adalah
penandatanganan Nota
Kesepahaman oleh Kepala Dinas
Perhubungan Aceh bersama Kepala
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
dalam rangka melakukan kerja sama
di bidang penyediaan dan pertukaran
data, transfer knowledge, serta
pengembangan riset dan teknologi
pada awal November 2020.
Tak hanya mengawal kegiatan
riset, CTRC juga akan mengambil
peran dalam mensinergikan
kerjasama program sektor
perhubungan melalui Coorporate
| ED.06/DES 2020
Perspektif ACEH TRANSit/MIDIKA UTAMA PUTRA ia mengatakan tak akan pernah 11
kembali lagi ke Aceh. Betapa kata itu
M ULAI tahun 2013, potensi KMP. Papuyu yang bertolak dari Ulee Lheue baru saja tiba di Seurapong/Ulee Paya, Pulo Aceh, menjadi pukulan keras bagi sektor Dikatakannya lagi, potensi Pulo Aceh
alam di Pulo Aceh Aceh Besar, Rabu, 2 Desember 2020. wisata Aceh. Satu kesempatan ini sangat bagus, makanya sangat
kembali diupayakan emas telah hilang bagi Tanoh disayangkan jika ‘dianggurkan’
untuk menjadi destinasi Wisata Pulo Aceh Butuh Rencong ini. begitu saja. Banyak wisatawan yang
wisata layaknya Sabang oleh pegiat Infrastruktur Transportasi melirik Pulo Aceh, namun mereka
usaha wisata di Aceh. Pembersihan yang Layak' “Dari situlah, kami tidak berani lagi membatalkan niatnya karena
lahan hingga kerja sama dengan merekomendasikan Pulo Aceh bagi fasilitas transportasi yang belum
masyarakat Pulo – sebutan akrab memang jalan apapun cuacanya. Karena ada flight sore, mau tidak tamu yang bertandang ke Aceh. memenuhi standar. Transportasi
oleh masyarakat setempat untuk Tapi, apakah ini aman untuk tamu mau dia harus kembali ke Banda Saat itu, memang KMP. Papuyu layak, Pulo Aceh berkembang pesat.
wilayah Pulo Aceh – telah dilakukan kita?” tutur Faisal. Aceh saat itu juga. Dalam bahasa belum terlalu aktif ke Pulo Aceh, Roda perekonomian pun tak perlu
secara gotong royong. Rumah Inggris, dia bilang tidak akan masih terpaksa naik boat ikan,” lagi diputar secara manual serta
warga siap dijadikan homestay atau Tak dapat dipungkiri, kemajuan merekomendasikan Aceh sebagai sambungnya lagi. akan bergerak cepat menuju garis
penginapan. Kala itu, belum ada suatu wilayah ditinjau dari sektor destinasi wisata kepada teman- kesejahteraan dan kemandirian
penginapan layaknya di Sabang transportasinya. Akan sia-sia, temannya,” lanjutnya lagi sambil Di samping itu, dermaga juga masyarakat. (Syakirah)
seperti bungalow atau penginapan kerja keras pegiat wisata ini jika menyeruput sanger espresso yang menjadi satu kendala lainnya.
yang memang diperuntukkan bagi transportasi tidak menjangkau masih mengepulkan asap dari Pernah satu kali kejadian propeller ‘’
wisatawan. Bahkan, makanan kawasan wisata tersebut. Fasilitas cangkir kaca mungil itu. atau baling-baling kapal jatuh akibat
pun disediakan oleh warga, keselamatan dan kenyamanan terkena karang saat air laut mulai Kami sangat berharap
namun menu makanannya tentu transportasi juga menjadi faktor Hari itu, benar-benar pengalaman surut. Keadaan kapal saat itu hendak fasilitas dermaga dan kapal
menyesuaikan ketersediaan lauk di utama yang harus diperhatikan. pahit baginya. Usaha perbaikan berlabuh kembali ke Pelabuhan Ulee
rumah tersebut. mood terus dilakukan, ia disuguhkan Lhee, Banda Aceh dari Pelabuhan ke Pulo Aceh ini tersedia
“Kami pernah membawa tamu dari opsi untuk berlibur ke Sabang Lamteng, Pulo Nasi. Dengan secara layak dengan
Hal ini seperti yang disebutkan Singapura. Hari itu cuaca buruk, dengan promosi alamnya yang bantuan masyarakat setempat yang
Direktur PT. Traverious Tour & gelombang sampai empat meter. tak kalah indah. Secara tegas menyelam selama dua jam, baling- fasilitas keselamatan dan
Travel, Faisal. Ia adalah pelaku usaha baling tersebut berhasil ditemukan. kenyamanan terjamin.
wisata di Aceh yang tergabung Kapal pun terpaksa berlayar dengan
dalam Asosiasi Travel Agent satu propeller. Faisal
Indonesia ( ASTINDO) dan Asosiasi Direktur PT. Traverious
Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) “Kami sangat berharap fasilitas
di bawah binaan Kementerian dermaga dan kapal ke Pulo Tour & Travel
Perhubungan dan Pariwisata saat Aceh ini tersedia secara layak
dijumpai Tim Aceh TRANSit, Senin dengan fasilitas keselamatan dan
(16/11). kenyamanan terjamin. Jadi, saat
kami membawa tamu pun lebih
“Dulu waktu bawa tamu ke tenang. Kami sangat yakin jika
Pulo, penginapannya di tenda, transportasi ke Pulo Aceh ini sudah
rumah warga bahkan ada yang di optimal, wisatanya akan laku keras,”
meunasah –sebutan musala di Aceh. kata Faisal penuh semangat.
Makannya susah, semuanya susah
dulu. Kenapa begitu? Ya, karena
transportasi nggak ada. Boat ikan
P AGI itu kami disambut Kisah Nek Nenok, yang lebih lama dikarenakan
oleh beberapa warga jaraknya yang jauh. Sementara
Desa Terutung Payung, menyeberang dengan ban jauh lebih
Kecamatan Bambel, hemat dari waktu yang dibutuhkan.
Aceh Tenggara tempat di mana Menyeberangi Derasnya Arus Sungai Alas dengan Ban Di sini di tanah Alas, cerita ini
ditemukan dengan keadaan
sang pengemudi ban bekas di kekayaan alam yang melimpah.
Luasnya hutan dan panjangnya
sungai Alas yang menjadi buah bibir sungai menjadi daya tarik tersendiri
bagi mereka yang ingin berwisata
di beberapa media di Aceh. Dialah sekolah dan belum sampai usia Namun, kini suaminya dalam lapang dada. Namun, tetap dengan arung jeram. Begitu pula gunung
sekolah. keadaan tidak sehat. Leuser yang menjadi paru paru
Nek Nenok. Kami bukan orang sedikit harapan mengingat usianya dunia. Kisah Nek Nenok hanya satu
Wajah dibalik masker itu tidak Nek Nenok yang berusia 70 tahun kisah dari beberapa kisah yang
yang pertama sampai di kampung begitu terlihat jelas namun dari ini menyeberangi sungai Alas setiap yang terus senja. Harapan sang terjadi di pedalaman perairan Aceh
pelipis mata terlihat keriput sang hari jika air sungai tidak meluap Tenggara. Mengingat Nek Nenok,
sang nenek setelah pemberitaan, nenek ini masih terlihat tidak terlalu karena hujan maupun air bah. nenek menjadi harapan warga kita jadi teringat kisah di salah
tua. Sementara sang kakek memiliki Hal ini ia lakukan agar dapurnya satu sungai di Aceh Timur. Adalah
melainkan sudah yang kesekian kali. wajah yang lebih tua entah karena tetap mengepul. Ladang jagung sekitar tempat nenek tinggal. Aman Timpo seorang operator
akibat sakitnya atau memang miliknya terletak di seberang getek di sungai Simpang Jernih dan
Kedatangan kami disambut hangat sesuai dengan usianya. Anak kecil sungai kampung sebelah. Jika Yakni adanya pembangunan barangkali hal serupa di bantaran
abang adik juga menyambut kami tidak bisa menyeberangi sungai, sungai di wilayah Aceh lainnya.
oleh beberapa warga dan tuan rumah sang nenek menjadi buruh harian jembatan penyeberangan (Fajar Muttaqin)
dengan ramah dan sesekali sang di ladang warga yang berada tak
yang kami tuju. Berperawakan abang mencandai sang adik jauh dari rumahnya. Menyeberangi tambahan. Jembatan yang akan
sebagaimana tingkah umum anak sungai dengan ban bekas bukan
kecil pada umumnya orang Aceh, kecil lainnya. pemandangan yang aneh bagi menghubungi dua desa dan menjadi
sebagian warga. Karena beberapa
sepasang kakek Sambil menikmati suasana warga yang melakukan hal serupa jembatan harapan banyak warga,
Kutacane yang pagi itu ramai berprofesi sebagai buruh harian.
nenek ini karena termasuk daerah sehingga memudahkan mereka
padat penduduk. Sang
ditemani menyeberangi sungai untuk
sepasang mencari nafkah.
cucunya Selama ini, ‘jembatan harapan’
pernah ada. Namun, lokasinya jauh
yang dan untuk menyeberangi melalui
jembatan itu membutuhkan waktu
sedang
libur
nenek dengan suaranya Untuk sampai ke kebunnya, Nek
yang pelan bercerita Nenok membutuhkan waktu
tentang dirinya. Ia 60 menit lamanya. Dia harus
telah melakukan sangat berhati-hati karena resiko
p e r j a l a n a n selalu mengintai perjalanannya
m e n y e b e r a n g i menyeberangi sungai Alas yang
sungai Alas tak lebarnya hingga 40 meter. Namun,
kurang dari untuk sampai ke tujuan ia harus
puluhan tahun berjalan kaki lagi selama 45 menit
lamanya. Dulu lamanya.
SUMAH ALIAS NEK NENOK bersama Tak ada sedikitpun tersirat di wajah Di sungai Alas inilah, Nek Nenok menyeberanginya setiap hari. ACEH TRANSit/RIZKY FERNANDA
suaminya ia sang nenek rasa susah dan seolah
ACEH TRANSIT/RIZKY FERNANDA menyeberangi menerima keadaan ini dengan
sungai Alas.
| ED.06/DES 2020
12 Citra
M EMASUKI pintu mercusuar yang sudah cukup lama Ada Sophan Sofiyan
bertugas menjaga kawasan seluas
gerbang area berdirinya kurang lebih 20 hektar ini. di Mercusuar Willem's Torren III
Mercusuar Willems Sophan Sofiyan (48th) bukanlah
bintang film era 7 0 a n .
Toren III, yang terletak Beliau adalah
salah
tepatnya dikawasan hutan seorang
Pegawai
kampung Meulingge, Pulau Aceh, Negeri bertugas di Direktorat Jenderal mesin listrik sendiri. Kebutuhan menjaga, beliau dan rekan-rekannya
Sipil Perhubungan Laut Kemenhub juga harus merawat situs mercusuar
Aceh Besar, kita akan bertemu (PNS) RI yang berkantor di Sabang dari bahan bakar mesin masih dipasok dan kawasan ini yang sudah berusia
yang tahun 1994. Dimulai dari tahun 1998 200 tahun lebih, tepatnya dibangun
beberapa bangunan berasitektur Pak Sophan mulai ditugasi menjadi dari Banda Aceh yang dan harus oleh Belanda pada tahun 1875.
pengawas kawasan Mercusuar
Belanda dan diujung lokasi masih Willem’s Toren III bergantian dipikul sendiri dari pelabuhan yang
ditemani seorang rekan sesama
berdiri kokoh sebuah mercusuar PNS dibantu dua tenaga honorer berjarak 2 Km dengan berjalan
dari warga asli setempat.
bernama Willem’s Torren III, salah kaki. Disebakan tiadanya angkutan
"Keluarga saya di Sabang, setiap
satu dari tiga warisan mercusuar tiga bulan pergantian shift saya umum yang beroperasi di kawasan Pak Sophan juga harus menemani
pulang ke Sabang," ungkapnya
peninggalan Belanda di dunia. saat bercerita dengan Tim Aceh ini dan dikarenakan medan yang pengunjung yang ingin menyusuri
TRANSit di kawasan mercusuar ini.
Saat Pengunjung menyusuri Saat ditanya suka duka menjaga harus ditempuh juga cukup curam. tangga dalam hingga puncak
Mercusuar ini, Pak Sophan pun
kawasan ini menikmati mulai bercerita panjang lebar. Suka Dan sejak saat itu, menara setinggi 85 meter ini guna
dukanya cuma sepi saja. "Dahulu
pemandangan laut dari ketinggian, di awal awal saya bertugas di sini selain menjaga keselamatan mereka. Ada
suasana masih sepi sekali, jalanan
pengunjung pasti akan bertemu dan dan bangunan masih seadanya juga kondisi saat di kala Pak Sophan
belum direnovasi dari sejak
akan disapa oleh Sophan Sofiyan, ditinggal oleh Belanda," ujarnya. sedang sendirian, pengunjung yang
Beliau adalah salah Listrik belum ada, air bersih datang bersama keluarga dan
pun cuma berharap dari
seorang hasil tampungan hujan. anak kecil tidak diperkenankan
penjaga Sekarang sudah ada masuk dan naik ke puncak
menara demi keselamatan
mereka. Ada juga orang tua yang
ngotot dan tetap ingin masuk
dan mau menanggung sendiri
resiko apa pun. Dengan sabar
dan penuh wibawa Pak
Sophan menjelaskan
resiko-resiko dan
akhirnya banyak
dari pengunjung
yang menerima
penjelasan saya,
ungkap Sophan di
akhir cerita. (Rizal
Syahisa)
M ERCUSUAR, menara guna membntu navigasi kapal-kapal masyarakat setempat
api, menara suar, atau internasional yang menuju wilayah Saat ini mercusuar ini masih
menara angin adalah NOL Indonesia ini. melibatkan berfungsi dengan baik , lampunya
sebuah bangunan ribuan pekerja bangsa Aceh dengan dinyalakan menggunakan energi
segala cerita derita. listrik dari mesin listrik disel, ujar
menara dengan sumber cahaya penjaga kawasan ini Pak Sophan
Pada zaman dahulu wilayah ujung Sofiyan. (Rizal Syahisa)
di puncaknya untuk membantu darat Indonesia ini pernah menjadi
jalur pelayaran Internasional. Menara Suar
navigasi kapal laut. Sumber cahaya Sehingga oleh Belanda dibangun biasanya
menara setinggi 84 meter diujung digunakan
yang digunakan beragam mulai pulau Aceh dikawasan hutan untuk menandai
Kampung Meulingge, Pulo Aceh , daerah-daerah
dari lampu sampai lensa dan Aceh Besar. Guna mengatur navigasi yang berbahaya,
kapal-kapal berlalu lalang diperairan misalnya karang
(pada zaman dahulu) api. Karena ini. Dan konon menurut cerita dan daerah laut
masyarakat yang beredar, Pulo Aceh yang dangkal.
saat ini navigasi kapal laut telah pun saat itu ditandai sebagai titik
Nol indonesia oleh Belanda, dengan
berkembang pesat dengan bantuan diberiakan nama pada sebuah
desa yakni desa RI-Nol atau desa
GPS, jumlah mercusuar di dunia Rinol bersebelahan dengan area
Mercusuar Willems Toren III ini, yang
telah merosot menjadi kurang dari lambat laun sebutan RI-Nol berubah
pengucapan menjadi desa Rinon
1.500 buah. Dilansir dari Wikipedia, di Pulo Aceh, Aceh Besar, cerita
mercusuar biasanya digunakan
untuk menandai daerah-daerah
yang berbahaya, misalnya karang
dan daerah laut yang dangkal.
Menara Suar Pulo Breueh Begitu juga dengan mercusuar
DSI-50/60 Willem’s Toren III ini. Kini fungsinya
| ED.06/DES 2020 lebih ke objek wisata sejarah, yang
menandakan bahwa disini pernah
ada sebuah menara yang dibangun
oleh penjajah Belanda pada 1875
Patroli 13
Secuil Kenangan di Pelabuhan Supervisor ASDP Cabang Meulaboh, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh hiruk pikuk calon penumpang
Teuku Ridha kemudian mengambil Barat, Zuharbiansyah. dan kendaraan angkutan barang
inisiatif memindahkan semua di pelabuhan yang kini hanya
Ujung Karang Meulaboh aktivitas pelabuhan ke Pelabuhan Sedangkan untuk melayani berbentuk tiang-tiang dermaga.
Labuhan Haji di Aceh Selatan. “Tentu Taufik mengenang saat-saat
W ALAU tidak seindah dengan persetujuan ASDP Pusat,” penyeberangan, Kementerian sebelum bencana tsunami yang
ungkap Teuku Ridha, saat dihubungi meluluhlantakkan hampir sebagian
jajanan warung yang bertebaran di redaksi Aceh TRANSit melalui hub Perhubungan RI membangun besar wilayah Aceh. Kota Meulaboh,
sekitar pantai. telpon. Aceh Barat, termasuk daerah yang
dahulu, disebabkan dermaga pelabuhan kapal porak poranda dalam musibah itu.
Dulu, kawasan ini lebih ramai lagi “Sejak adanya dermaga pelabuhan
bencana tsunami, dari sekarang. Karena di kawasaan penyeberangan Kuala Bubon yang Jetty, geliat pembangunan wilayah
ini dulu pernah ada dermaga Meulaboh kembali berjalan lancar,”
Pantai Ujung Karang pelabuhan penyeberangan yang berada di kawasan Lhok Bubon, ungkap Taufik. (Rizal Syahisa)
disebut dengan Pelabuhan Ujung
Meulaboh, Aceh Barat saat ini masih Karang Meulaboh. Aceh Barat. “Pelabuhan Bubon ini
merupakan kawasan wisata pantai Saat itu, pelabuhan Ujung Karang Saat itu, setelah tsunami, keadaan baru dioperasikan pada tahun 2012,”
ramai dengan aktivitas melayani memang sangat kacau balau
bagi masyarakat Meulaboh dan penyeberangan masyarakat dari dan mencekam. “Dermaga dan ujar Zuharbiansyah.
Meulaboh ke Pulau Simeulue atau pelabuhan serta kantor ASDP hancur
sekitarnya. Setiap Minggu, kawasan sebaliknya. Bencana tsunami yang total, kami cuma bisa mengamankan Taufik, warga Ujung Karang
melanda Aceh pada 2004 lalu telah arsip-arsip penting yang masih ada menyimpan secuil kisah tentang
ini ramai dikunjungi masyarakat mengubah segalanya. dari kantor kami yang berada tidak
jauh dari pelabuhan,” kisah Teuku
untuk berakhir pekan bersama Dermaga pelabuhan ini luluh Ridha mengakhiri percakapan.
lantak dan kini hanya menyisakan
keluarga sekadar menikmati beberapa puing-puing tiang dan
lantai dermaga. Praktis sejak saat
suasana pantai dengan menikmati itu dermaga ini pun tidak berfungsi
sebagaimana layaknya pelabuhan
panorama senja dan berbagai sajian penyeberangan. Satelah itu,
pelabuhan ini dimanfaatkan nelayan
Pelabuhan Ujung sekitar untuk merapat kapal kapal Dalam masa rekontruksi dan
Karang pernah kecil mereka bersandar usai rehabilitasi Aceh pasca tsunami,
ramai dengan beraktivitas melaut. masyarakat dan pemda setempat
aktivitas melayani tentu sangat membutuhkan
penyeberangan pelabuhan yang dapat digunakan
masyarakat, dari untuk bersandarnya kapal-kapal
Meulaboh ke Pulau bantuan dan kapal-kapal barang.
Simeulue atau Hingga pada tahun 2005, dibangun
sebaliknya. Bencana pelabuhan barang di kawasan
tsunami yang melanda tersebut.
Aceh pada 2004, telah
mengubah segalanya. “Singapura membangun ACEH TRANSit/RIZAL SYAHISA
dermaga pelabuhan kapal barang Bekas pelabuhan Ujung Karang Meulaboh, yang tersisa hanya puing-puing dermaga. Saat ini
pelabuhan ini dimanfaatkan oleh nelayan setempat untuk merapat kapal-kapal kecil mereka.
disebelahnya yang diberi nama
pelabuhan Jetty, yang mulai
beroperasi sekitar tahun 2008,” ujar
Rolling guardrail sendiri diatur dengan jurang/ tikungan tajam Berbentuk seperti
seperti, Puncak Geurutee, Bener pagar pengaman jalan
dalam Peraturan Menteri Meriah, dan Aceh Tengah. konvensional dengan
bagian tengahnya
Perhubungan RI Nomor PM 82 Penentuan lokasi ini, menurut terdapat ban berwarna
Deddy, tidak serta merta di kuning yang akan
Tahun 2018 tentang Alat Pengendali setiap tikungan dengan kontur berputar ketika terjadi
pegunungan namun perlu ada tumbukan, itulah
dan Pengaman Pengguna Jalan pertimbangan lain yang diambil. Safety Roller atau yang
“Titik yang akan dipasang safety biasa disebut Rolling
yang disebut sebagai safety roller, roller harus berada pada tikungan Guardrail.
tajam dengan kontur pegunungan
merupakan pagar pengaman yang yang naik turun,” ujarnya. Dengan begitu banyaknya kelebihan
yang dimiliki, pemasangan safety
menyerap energi kejut dengan Meninimalisir Tingkat Fatalitas roller ini tak luput dari kekurangan,
diantaranya ialah tingginya biaya
gesekan minimal sehingga mampu Kelebihan safety roller dibandingkan yang diperlukan dalam produksi
dengan pagar pengaman semi kaku dan pemasanganya. Tidak
mengarahkan gerak kendaraan lainnya adalah kemampuannya adanya produsen dalam negeri
untuk meneruskan momen membuat para distributor harus
akibat dari benturan. Safety roller tabrak/momen sentrifugal pada mengimpornya dari luar negeri.
saat ditabrak yang kemudian Hal ini berdampak terhadap biaya
tidak hanya menyerap energi akan membuat titik tabraknya produksi yang membengkak, proses
menyebar disepanjang bagian yang ekspor impor yang membutuhkan
benturan, pembatas ini bahkan bertumbukan dengan kendaraan. waktu panjang serta rendahnya
Secara teknis, tidak semua TKDN (Tingkat Komponen Dalam
mampu mengubah energi tumbukan kendaraan akan dapat diteruskan Negeri) yang saat ini terus
momen tabraknya, safety roller ini digaungkan oleh pemerintah.
menjadi energi rotasi yang dapat hanya akan tahan pada kendaraan
dengan beban hingga 40 ton. Dari segala dinamika yang ada,
mendorong kendaraan kembali ke tentu adanya safety roller ini
Pada beberapa kasus kecelakaan, tetap diharapkan akan turut serta
depan. kendaraan yang menabrak safety berperan terhadap penurunan
roller, dapat diarahkan gerak tingkat fatalitas akibat kecelakaan,
ACEH TRANSit/RIZAL SYAHISA Dengan 4 komponen utama yaitu akibat tumbukan untuk kembali “Penggantian pembatas jalan
roller, pin, poros dan rail serta ke ruas jalan dan tidak menerobos konvensional dengan safety roller
Suasana tikungan-tikungan di lintas gunung Geurute yang rawan kecelakaan keberadaan berbahan dasar Ethil Vinyl Acetate ke dalam jurang. Sedangkan pada merupakan salah satu cara yang
rolling guardrail sangat dibutuhkan guna meminimalisir resiko fatal akibat benturan pada pagar (EVA), alat ini bekerja pada saat pagar pengaman konvensional, dilakukan Dishub Aceh untuk
pengamanan tikungan. kendaraan membentur pagar di beberapa kasus kecelakaan menurunkan resiko cedera maupun
pembatas, roller akan mengubah seperti di lintas barat Aceh, jumlah korban meninggal dunia
Safety Roller, Peredam daya kejut kendaraan menjadi energi ditemukan adanya fakta bahwa akibat kecelakaan di Aceh.” tutup
Kefatalan Kecelakaan rotasi. Bingkai besi pagar atas pagar pengaman konvensional Deddy. (Reza)
K ESELAMATAN jalan. dan bawah yang mengapit tabung tersebut menambah fatalitas akibat
Ketika mendengar jalan berbukit dan berkelok, ada silinder berfungsi menyesuaikan kecelakaan yang disebabkan oleh
sesuatu yang baru terpasang di besaran ban kendaraan serta adanya terlalu kuatnya pagar pengaman
kalimat tersebut yang kanan dan kiri jalan. Berbentuk bantalan roller juga membantu sehingga merusak bodi kendaraan.
penyerapan kejut ketika terjadi
terlintas dalam memori seperti pagar pengaman jalan tabrakan sehingga kendaraan tidak Belum Ada Produsen di Dalam
sepenuhnya oleng. Negeri
adalah jargon dari transportasi di konvensional dengan bagian
Indonesia dewasa ini. Terjaminnya tengahnya terdapat ban berwarna
keselamatan bagi pengguna jalan kuning yang akan berputar ketika
merupakan tujuan utama dari terjadi tumbukan, itulah Safety Telah Terpasang di Banyak Titik
penyelenggaraan transportasi tak Roller atau yang biasa disebut Pemasangan safety roller di
Aceh telah dilakukan bahkan
terkecuali di Aceh. Rolling Guardrail. sebelum peraturan perundangan
mengakomodir, tepatnya sejak
Langkah konkret yang diambil Sebenarnya apakah itu rolling tahun 2015 di ruas lintas Seulawah,
ialah dengan menyediakan fasilitas guardrail, apakah fungsinya dan Aceh Besar, yang merupakan daerah
perlengkapan jalan yang menunjang mengapa dianggap seperti 'malaikat pertama di Indonesia yang memiliki
keselamatan tersebut, di antaranya penyelamat'? Mari simak ulasan fasilitas tersebut. Hingga tahun
adalah alat pengendali dan perbincangan Tim Aceh TRANSit 2020 ini, telah terpasang sedikitnya
pengaman pengguna jalan berupa bersama Kepala Bidang LLAJ Dinas 16 titik di ruas jalan seluruh Aceh
pagar pengaman jalan. Perhubungan Aceh, Deddy Lesmana yang sebagian besar dipasang di
berikut. jalan dengan kontur pegunungan
Beberapa tahun terakhir, apabila
kita melintasi ruas jalan di Aceh, Pagar Pengaman Jalan dengan
khususnya di daerah dengan kontur Tambahan Roller
| ED.06/DES 2020
14 Teropong
Konektivitas Antar Wilayah
Gubernur Aceh bersama rombongan dan tamu lainnya menyaksikan proses peluncuran KMP. Aceh Hebat 3 di
Galangan Kapal Tegal, Jawa Tengah, 12 November 2020. Aceh TRANSit/Irfan Fuadi
Balon (airbag) di bawah KMP. Aceh Hebat 3
digunakan untuk membantu peluncuran kapal ke
Air. Aceh TRANSit/Irfan Fuadi
Deretan tabung oksigen
untuk mengisi puluhan balon
(airbag) di bawah lambung
KMP. Aceh Hebat 2, Kamis, 15
Oktober 2020. Aceh TRANSit/
Irfan Fuadi
Proses pengecatan pintu rampa KMP. Aceh Hebat 1 di galangan kapal Foto aerial KMP. Aceh Hebat 1 di galangan kapal PT. Multi
PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Aceh TRANSit/Istimewa Aceh TRANSit/Midika Utama Putra
| ED.06/DES 2020
Teropong 15
Sisi Lain Pulo Aceh
Beberapa siswa MIN 47 Aceh Besar bermain kasti saat jam istrahat dengan peralatan seadanya, Gampong
Pasie Janeng, Pulo Aceh, Selasa, 1 Desember 2020. Aceh TRANSit/Irfan Fuadi
Saat malam hari, lampu yang ada di dalam mercusuar akan
menyala otomatis yang berfungsi sebagai penunjuk arah bagi
kapal-kapal. Aceh TRANSit/Teuku Rizki
Pantai yang asri
masih menjadi
tempat bermain bagi
sebagian anak-anak
Pulo Aceh, Selasa, 1
Desember 2020. Aceh
TRANSit/Irfan Fuadi
Siswa-siswi MIN 47 Aceh Besar mengikuti pengenalan Truk pengangkut pasir turun dari KMP Papuyu yang baru
komponen kapal KMP Aceh Hebat yang dilaksanakan oleh bersandar di Pelabuhan Lamteng, Pulo Aceh, Aceh Besar, Selasa,
Dinas Perhubungan Aceh di Pulo Aceh, Selasa (8/12/2020) Aceh 1 Desember 2020. Aceh TRANSit/Irfan Fuadi
TRANSit/Irfan Fuadi
| ED.06/DES 2020