BUKU SAKU PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 14 TAHUN 2017
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD IQBAL, S.T.
DIREKTORAT BINA PENATAAN BANGUNAN
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
KATA
PENGANTAR
Puji beserta syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Atas berkat dan Rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Buku Saku
Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung sebagai persyaratan
dalam melaksanakan Kegiatan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Angkatan
Tahun 2021.
Buku Saku Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung ini berisi
tentang rangkuman dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Raktyat Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Persyaratan
Kemudahan Bangunan Gedung. Harapannya Buku Saku ini dapat
mempermudah bagi pembaca untuk dapat memahami Persyaratan
Kemudahan Bangunan Gedung. Sehingga dapat menjadi acuan dalam
penyelenggaraan bangunan gedung yang memenuhi standar
keandalan bangunan gedung khususnya mengenai kemudahan pada
bangunan gedung.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Buku Saku ini masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan Buku Saku
ini. Demikian, semoga Buku Saku ini dapat bermanfaat.
Terima Kasih.
Jakarta, 20 Oktober 2022
Penulis
MODUL PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
01 Kata Pengantar
03
06 02 Daftar Isi
13
19 Latar Belakang Istilah Dalam
25 Dasar Hukum Kemudahan Bangunan
Gedung
04
Prinsip Pemenuhan
Lingkup Peraturan Persyaratan
Menteri PUPR Nomor Bangunan Gedung
14 Tahun 2017
Pemberlakuan
09 Persyaratan Kemudahan
Bangunan Gedung
Persyaratan
Kemudahan Bangunan
Gedung
16
Pembinaan
20 Penutup
Informasi Lebih Lanjut
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 2
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Setiap pengguna dan pengunjung bangunan gedung memiliki hak yang sama
untuk dapat mengakses dan menjalankan aktivitasnya dalam bangunan gedung dan
lingkungan secara aman, nyaman, mudah, dan mandiri. Bangunan gedung harus
dilengkapi dengan Prasarana dan Sarana Pemanfaatan Bangunan Gedung
yaitu dengan penyediaan fasilitas pada bangunan gedung dan lingkungan yang
sesuai kebutuhan seluruh kelompok usia dan kondisi keterbatasan fisik, mental,
dan intelektual, atau sensorik berdasarkan fungsi bangunan gedung untuk
memberikan kemudahan bagi pengguna dan pengunjung dalam beraktivitas pada
bangunan gedung.
DASAR HUKUM
UU No. 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas
PP No. 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang
Bangunan Gedung
Permen PUPR No. 29/PRT/M/2006 Tentang
Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 3
ISTILAH DALAM KEMUDAHAN
BANGUNAN GEDUNG
Bangunan Gedung Umum Bangunan Gedung
Wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi
yang menyatu dengan tempat
kedudukannya yang berfungsi sebagai
tempat manusia melakukan kegiatan
baik untuk hunian atau tempat tinggal,
kegiatan keagamaan, kegiatan usaha,
kegiatan sosial, budaya, maupun
kegiatan khusus.
Bangunan gedung yang fungsinya
untuk kepentingan publik, baik
berupa fungsi keagamaan, fungsi
usaha, maupun fungsi sosial dan
budaya.
Pengguna Bangunan Gedung
Pemilik bangunan gedung dan/atau
bukan pemilik bangunan gedung
berdasarkan kesepakatan dengan
pemilik bangunan gedung, yang
menggunakan dan/atau mengelola
bangunan gedung atau bagian
bangunan gedung sesuai dengan
fungsi yang ditetapkan.
4 BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
Aksesibilitas
Kemudahan yang disediakan bagi
semua orang guna mewujudkan
kesamaan kesempatan dalam segala
aspek kehidupan dan
penghidupannya.
Penyandang Disabilitas Desain Universal
Setiap orang yang mengalami
keterbatasan fisik, intelektual,
mental, dan/atau sensorik dalam
jangka waktu lama yang dalam
berinteraksi dengan lingkungan dapat
mengalami hambatan dan kesulitan
untuk berpartisipasi secara penuh
dan efektif dengan warga negara
lainnya berdasarkan kesamaan hak.
Rancangan bangunan gedung dan
fasilitasnya yang dapat digunakan
oleh semua orang secara bersama-
sama tanpa diperlukan adaptasi atau
perlakuan khusus.
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 5
LINGKUP PERATUR
NOMOR 14 T
DASAR DALAM PEMENUHAN
ASPEK KEMUDAHAN PADA BANGUNAN GEDUNG
PP 16/2021 Pasal 27
"Ketentuan Keandalan Bangunan Gedung meliputi
ketentuan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan,
dan kemudahan Bangunan Gedung"
PP 16/2021 Pasal 46
"Setiap Bangunan Gedung sesuai fungsi dan klasifikasinya,
harus memenuhi ketentuan aspek kemudahan
Bangunan Gedung"
6 BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
RAN MENTERI PUPR
TAHUN 2017
Prinsip pemenuhan
persyaratan kemudahan
bangunan gedung
PERMEN PUPR Persyaratan kemudahan
NO. 14 TAHUN bangunan gedung
2017 Pemberlakuan
persyaratan kemudahan
bangunan gedung
Pembinaan
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 7
A. PRINSIP PEMENUHAN
PERSYARATAN KEMUDAHAN
BANGUNAN GEDUNG
PRINSIP
DESAIN UNIVERSAL
"Penerapan prinsip Desain Universal harus mempertimbangkan
kebutuhan dan kemampuan Penyandang Disabilitas, anak-
anak, lanjut usia, dan ibu hamil".
Prinsip Desain Universal meliputi:
Kesetaraan Penggunaan Ruang yaitu Kemandirian Penggunaan Ruang
desain bangunan gedung dan yaitu desain bangunan gedung dan
lingkungan harus dapat digunakan lingkungan harus memperhatikan
oleh setiap penggunanya tanpa beragam kemampuan penggunanya
diskriminasi. sehingga dapat digunakan secara
mandiri.
Keselamatan dan Keamanan Bagi
Semua yaitu desain bangunan gedung Efisiensi Upaya Pengguna yaitu
dan lingkungan harus meminimalkan desain bangunan gedung dan
bahaya dan konsekuensi yang lingkungan harus dapat digunakan
merugikan bagi semua orang. secara efisien dan nyaman dengan
usaha minimal dari penggunanya.
Kemudahan Akses Tanpa Hambatan
Kesesuaian Ukuran dan Ruang
yaitu desain bangunan gedung dan Secara Ergonomis yaitu ukuran dan
ruang yang tepat disediakan untuk
lingkungan harus menjamin dicapai dan digunakan terlepas dari
posisi tubuh, ukuran, postur atau
kemudahan akses ke, dari, dan di mobilitas pengguna.
dalam bangunan gedung yang bebas
hambatan (barrier free) secara fisik
dan non fisik dan mudah dipahami
terlepas dari tingkat pengalaman,
pengetahuan, keterampilan bahasa,
atau konsentrasi pengguna.
Kemudahan Akses Informasi yaitu
desain bangunan gedung dan
lingkungan harus menjamin
kemudahan akses informasi yang
komunikatif bagi semua, terlepas dari
kondisi dan kemampuan sensorik
penggunanya.
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 8
UKURAN
DASAR RUANG
Ukuran Dasar Ruang yang memadai ditentukan berdasarkan :
RUANG GERAK PENGGUNA BANGUNAN GEDUNG
DAN PENGUNJUNG BANGUNAN GEDUNG
Jangkauan ke samping Berdiri jangkauan ke Jangkauan ke depan
menggunakan kruk samping dua tangan satu tangan
Jangkauan ke depan Duduk jangkauan ke Duduk jangkauan ke
dan ke belakang samping dua tangan depan
menggunakan kruk
9 BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
Ukuran Dasar Ruang yang memadai ditentukan berdasarkan :
Jangkauan ke Jangkauan ke Jangkauan ke Jangkauan maksimal
samping depan depan pengguna pengoperasian
menggunakan menggunakan kursi roda peralatan pengguna
tongkat tongkat kursi roda
Lebar pengguna Jangkauan ke samping Diameter manuver
kursi roda menggunakan dua tangan pengguna kursi roda
pengguna kursi roda
10B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
UKURAN
DASAR RUANG
Ukuran Dasar Ruang yang memadai ditentukan berdasarkan :
RUANG GERAK PENGGUNA BANGUNAN GEDUNG
DAN PENGUNJUNG BANGUNAN GEDUNG
DIMENSI KETINGGIAN PERABOT UNTUK ANAK
11 B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
Ukuran Dasar Ruang yang memadai ditentukan berdasarkan :
DIMENSI
PERALATAN
Dimensi peralatan disesuaikan
dengan kebutuhan ruang.
SIRKULASI
YANG DIBUTUHKAN
Sirkulasi yang dibutuhkan dalam pemenuhan persyaratan
kemudahan ditentukan minimal 30% dari total kebutuhan ruang
gerak pengguna dan dimensi peralatan dengan mempertimbangkan
fungsi dan klasifikasi Bangunan Gedung.
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 12
B. PERSYARATAN KEMUDAHAN
BANGUNAN GEDUNG
PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG
PEMENUHAN PERSYARATAN
KEMUDAHAN
Setiap Bangunan Gedung harus memenuhi
persyaratan kemudahan Bangunan Gedung yang
meliputi:
Hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan
gedung
Kelengkapan prasarana dan sarana dalam
pemanfaatan Bangunan Gedung
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 13
PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG
HUBUNGAN KE, DARI, DAN DI DALAM BANGUNAN
GEDUNG
Hubungan Horizontal
Antarruang/Antarbangunan
Pintu
Selasar
Koridor
Jalur Pedestarian
Jalur Pemandu
Jalur Penghubung
Hubungan Vertikal
Antarlantai Dalam Gedung
Tangga
Ram
Lift
Lift Tangga
Eskalator
Moving Walk
Sarana
Evakuasi
Akses Eksit
Eksit
Eksit Pelepasan
Sarana Pendukung
Evakuasi
14 BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
KELENGKAPAN PRASARANA DAN SARANA DALAM
PEMANFAATAN BANGUNAN GEDUNG
Kelengkapan
Prasarana dan Sarana
Ruang Ibadah
Ruang Ganti
Ruang Laktasi
Taman Penitipan Anak (TPA)
Toilet
Bak Cuci Tangan
Pancuran
Urinal
Tempat Sampah
Fasilitas Komunikasi dan Informasi
Ruang Tunggu
Perlengkapan dan Peralatan Kontrol
Rambu dan Marka
Titik Pertemuan
Tempat Parkir
Sistem Parkir Otomatis
Sistem Kamera Pengawas
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 15
C. PEMBERLAKUAN
PERSYARATAN KEMUDAHAN
BANGUNAN GEDUNG
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
BERSIFAT WAJIB BERSIFAT
(MANDATORY) DISARANKAN
(RECOMMENDED)
Diterapkan pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan berdasarkan fungsi Bangunan
Gedung, jenis Bangunan Gedung, dan
Klasifikasi Bangunan Gedung
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 16
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN
KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG SESUAI FUNGSI
Pemberlakuan persyaratan kemudahan bangunan gedung
dilakukan pada bangunan gedung dan lingkungan termasuk
ruang terbuka milik perorangan, pemerintah dan swasta
yang memiliki fungsi yaitu:
Fungsi Hunian Fungsi Usaha Fungsi Keagamaan
Fungsi Sosial Budaya Fungsi Khusus Fungsi Campuran
17 B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN
WAJIB PADA :
Bangunan Gedung Baru Harus memenuhi persyaratan kemudahan
Bangunan Gedung
Bangunan gedung eksisting yang belum memenuhi persyaratan
kemudahan bangunan gedung harus melakukan ubah suai
(retrofitting)
Bangunan gedung yang akan dilakukan perubahan fungsi maupun
luas harus memenuhi persyaratan kemudahan bangunan gedung.
Bangunan Gedung Cagar Budaya (BGCB) yang dilestarikan harus
memenuhi persyaratan kemudahan bangunan gedung sesuai dengan
NSPK BGCB.
Bangunan Gedung Darurat/Bangunan Gedung Non Permanen yang
digunakan lebih dari 2 tahun harus memenuhi persyaratan
kemudahan bangunan gedung.
PEMBERLAKUAN PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN
TIDAK DIWAJIBKAN PADA :
Bangunan Gedung yang terlayani oleh fasilitas publik.
Bangunan Gedung yang dapat dibuktikan berdasarkan pendapat ahli
berkompeten atau Tenaga Ahli Bangunan Gedung (TABG) tidak
dapat memenuhi persyaratan kemudahan bangunan gedung.
Bangunan Gedung sementara yang tidak digunakan oleh masyarakat
bangunan penunjang struktur dan bangunan untuk peralatan.
Bangunan Gedung dan bagiannya yang dimaksudkan untuk tidak
dihuni secara tetap dalam waktu yang lama.
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 18
D. PEMBINAAN
PEMBINAAN
AKTOR YANG TERLIBAT
Pembinaan dilakukan oleh :
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota atau Pemerintah Daerah Provinsi untuk DKI
Jakarta.
PEMBINAAN DILAKUKAN MELALUI :
PERATURAN
Penyusunan dan penyebar luasan norma, standar,
peraturan, dan kriteria (NSPK) persyaratan kemudahan
bangunan gedung.
PEMBERDAYAAN dan para
pemerintahan
Pemberdayaan kepada masyarakat
penyelenggara bangunan gedung oleh
terkait pada setiap tingkat pemerintahan.
PENGAWASAN
pengawasan, pemantauan, dan evaluasi kepada masyarakat
dan penyelenggara bangunan gedung terhadap
pemenuhan persyaratan kemudahan bangunan gedung
oleh pemerintahan terkait pada setiap tingkat
pemerintahan.
BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG 19
PENUTUP
PENUTUP
Pemenuhan terhadap kemudahan bangunan gedung berupa
ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan
nyaman untuk penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus
merupakan hak masyarakat yang harus terpenuhi. Tujuannya agar
dapat terciptanya kesetaraan kesempatan dalam segala aspek
kehidupan.
AKSESIBILITAS YANG MUMPUNI
AKAN TERWUJUD APABILA
SETIAP BANGUNAN GEDUNG
MENERAPKAN DENGAN BENAR
PEMENUHAN KEMUDAHAN PADA
BANGUNAN GEDUNG YANG
SESUAI DENGAN PERSYARATAN
20B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
DO'S!!
Tangga memiliki Jalur pedesterian Kemiringan ramp
railing bebas hambatan sesuai
Pintu putar dilengkapi Ketinggian dinding Tangga landai
pintu lain balkoni sesuai
Jalur pemandu Eskalator tersedia Koridor dilengkapi
dipasang dengan bagian mendatar pada dengan jalur
akses masuk & keluar evakuasi
benar
21 B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
Putaran ram sesuai Pintu bebas Urinal anak-anak
hambatan yang benar
Terdapat sekat pada Terdapat gagang Ram bebas hambatan
toilet pintu
Tersedia toilet Jembatan penguhung Lantai keramik jalur
disabilitas di ruang antargedung bebas eksit tidak rawan
hambatan basah dan licin
publik
22B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
DON'TS!!
Tangga tidak Jalur pedesterian Kemiringan ramp
memiliki railing terhambat terlalu curam
Pintu putar tidak Ketinggian dinding Tangga curam
dilengkapi pintu lain balkoni tidak sesuai
Jalur pemandu tidak Eskalator tidak tersedia Koridor tidak
dipasang dengan bagian mendatar pada dilengkapi dengan
benar akses masuk & keluar
jalur evakuasi
23 BUKU SAKU PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
Putaran ram tidak Terdapat hambatan di Kesalahan pada urinal
sesuai depan pintu anak-anak
Toilet tanpa sekat Tidak terdapat Akses ram
gagang pintu terhambat
Tidak tersedia Jembatan penguhung Lantai keramik jalur
toilet disabilitas di antargedung tidak eksit rawan basah
bebas hambatan
ruang publik dan licin
24B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
INFORMASI LEBIH
LANJUT
linktr.ee/kemudahanbangunangedung
BERISI INFORMASI
MENGENAI
PERSYARATAN TEKNIS
KEMUDAHAN BANGUNAN
GEDUNG
25 B U K U S A K U P E R S Y A R A T A N K E M U D A H A N B A N G U N A N G E D U N G
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Direktorat Bina Penataan Bangunan
Jln. Pattimura No.20, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
http://ciptakarya.pu.go.id/pbl/