The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ebook "KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA"

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Faisal Fahri, 2022-08-15 02:42:00

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA

Ebook "KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA"

Keywords: Education

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

terletak pada hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang menguntungkan. Situasi
yang menguntungkan dalam organisasi ditunjukkan dalam tiga dimensi empiris, yaitu: (1)
hubungan pempinan dengan anggota, merupakan variabel paling kritis dalam menentukan
situasi yang menyenyangkan, (2) tingkat sturuktur tugas, merupakan input penting kedua
terhadap situasi yang menyenangkan, (3) kekuasaan atau posisi pemimpin dicapai melalui
otoritas formal, merupakan dimensi kritis ketiga.

Berikut, teori situasional memberi dukungan pada pemimpin jika ketiga dimensi
tersebut tinggi. Dengan katalain, jika pemimpin secara umum diterima dan dihormati pengikut
(dimensi tinggi pertama), jika tugas sangat tersturuktur dan semuanya “dijelaskan secara
gamblang” (dimensi kedua tertinggi), dan jika otoritas dan wewenang secara formal
dihubungkan dengan posisi pemimpin (dimensi ketiga tinggi), situasinya dapat menyenangkan.
Dengan demikian, apabila yang terjadi sebaliknya (ketiga dimensi dalam keadaan rendah),
situasi menjadi sangat tidak menyenyangkan bagi pemimpin. Fiedler menyimpulkan bahwa
situasi yang menyenyangkan digabungkan dengan gaya kepemimpinan menentukan efektifitas
manajemen.

2. Teori Kepemimpinan Kompetensi atau Trait
Teori kepemimpinan trait disebut juga teori kompetensi (Path-goal). Teori Kompetensi

mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki nilai plus atau kehebatan dan kecerdasan
dari para pengikut. Walau bukan yang terhebat dari anggota dalam organisasi, tetapi pemimpin
harus memiliki kemampuan kecerdasan tertentu dalam memimpin organisasi ke arah yang
efektif dan merancang masa depan organisasi (dalam Luthan, 2005:643).

Diperlukan sejumlah kecakapan pemimpin, diantaranya: kecakapan teknis, kecakapan
konseptual, dan kecakapan hubungan manusia, kreativitas, persuasif, diplomasi dan
kebijaksanaan, pengetahuan terhadap tugas, dan kemampuan berbicara dengan baik (Yukl).

46

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Kecakapan lain yang penting menurut Luthan, adalah; (1) dorongan atau motivasi
sesungguhnya untuk mencapai tujuan, (2) motivasi kepemimpinan untuk memengaruhi
anggota meraih keberhasilan, (3) integritas, kejujuran dan kemauan untuk melakukan sesuatu,
bukan hanya sekedar kata-kata, (4) kepercayaan diri yang membuat orang lain menjadi percaya
diri, (5) intelegensi. Biasanya berfokus pada kemampuan untuk memproses informasi,
menganalisis alternatif, dan mencari kesempatan, (6) pengetahuan mengenai usaha sehingga
ide yang muncul dapat membuat organisasi mampu bertahan dan berkembang pesat, (7)
kecerdasan emosi, berdasarkan kepribadian untuk memantau diri sendiri, membuat kualitas
pemimpin menjadi kuat, sensitif dan cepat beradaptasi dengan berbagai keadaan yang
dibutuhkan. Teori Path Goal leadership ditunjukkan dalam gambar berikut.

Employee
Contingence

 Skills
 Experience

Leader Behaviors Leader Effectiveness

 Directive  Employee motivation
 Supportive  Employee satisfaction
 Participative  Leader acceptance
 Achievement-oriented

Environmental
Contingencies

 Task structure
 Team dynamics

Gambar Path-Goal Leadership Theory (Steven, 2007: 218, 219)

47

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Dari gambar di atas menjelaskan beberapa hal:

a) Direktif, yaitu perilaku yang menyediakan struktur psikologis bagi bawahan.
Tujuan kinerja pemimpin, sarana untuk mencapai tujuan-tujuan, dan standar
terhadap mana kinerja dinilai. Demikian juga mencakup penggunaan imbalan yang
bijaksana dan tindakan disiplin,

b) Mendukung, yaitu perilaku yang memberikan dukungan psikologis bagi bawahan.
Dalam hal tersebut pemimpin bersikap ramah dan mudah didekati; membuat
pekerjaan lebih menyenangkan; memperlakukan karyawan dengan rasa hormat
yang sama; dan menunjukkan kepedulian untuk status, kebutuhan, dan
kesejahteraan karyawan. Kepemimpinan yang mendukung adalah sejalan dengan
kepemimpinan yang berorientasi dukungan sosial dan membantu karyawan
mengatasi masalah yang dihadapinya (stress),

c) Partisipatif, perilaku yang mendorong dan memfasilitasi keterlibatan bawahan
dalam pengambilan keputusan di luar aktivitas kerja normal mereka. Pemimpin
berkonsultasi dengan karyawan, meminta saran mereka, dan mengambil ide-ide
anggota sebagai pertimbangan serius sebelum membuat keputusan. Kepemimpinan
partisipatif berkaitan dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan,

d) Berorientasi prestasi, perilaku yang mendorong karyawan untuk mencapai kinerja
puncak mereka. Pemimpin menetapkan tujuan yang menantang, mengharapkan
karyawan untuk tampil di tingkat tertinggi, terus berupaya meningkatkan kinerja
karyawan, dan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa karyawan
kelak bertanggung jawab dan mencapai tujuan yang menantang. Kepemimpinan
berorientasi prestasi berlaku teori penetapan tujuan serta harapan positif dalam
ramalan.

48

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

e) Keterampilan dan pengalaman, kombinasi dari direktif dan mendukung
kepemimpinan yang terbaik bagi karyawan yang, atau menganggap diri mereka,
berpengalaman dan terampil. Kepemimpinan direktif memberi bawahan informasi
tentang cara menyelesaikan tugas, sedangkan kepemimpinan yang mendukung
membantu mereka mengatasi ketidakpastian dari situasi kerja yang berbeda.
Kepemimpinan direktif merugikan karyawan yang terampil dan berpengalaman
karena terlalu banyak memperkenalkan kontrol pengawasan,

f) Struktur tugas, pemimpin harus mengadopsi gaya direktif ketika tugas tersebut
tidak rutin, karena gaya ini meminimalkan ambiguitas peran yang cenderung terjadi
dalam situasi kerja yang kompleks, terutama bagi karyawan berpengalaman. Gaya
direktif tidak efektif ketika karyawan memiliki tugas-tugas rutin dan sederhana
karena bimbingan manajer tidak melayani tujuan dan control dapat dilihat dari jauh.
Karyawan dalam pekerjaan yang sangat rutin dan sederhana mungkin memerlukan
kepemimpinan yang mendukung untuk membantu mereka mengatasi kurangnya
peraturan dan prosedur yang memberi mereka lebih banyak keleluasaan untuk
mencapai tujuan yang menantang.

g) Dinamika team, team kohesif dengan norma-norma kinerja dalam bertindak yang
berorientasi sebagai pengganti sebagian intervensi pemimpin. Team yang memiliki
kekompakan tingkat tinggi sebagai pengganti yang mendukung kepemimpinan,
sedangkan kinerja team yang berorientasi peraturan sebagai pengganti untuk
kepemimpinan direktif dan kepemimpinan yang berorientasi prestasi. Dengan
demikian, ketika team memiliki kekompakan tingkat rendah, pemimpin harus
menerapkan norma-norma team sebagai gaya direktif untuk menentang tujuan
resmi tim yang bertentangan.

3. Teori Kepemimpinan Pertukaran

49

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Teori kepemimpinan pertukaran disebut juga teori kelompok sosial (Yammarino &

Dansareau). Teori pertukaran mengatakan bahwa pemimpin menyediakan lebih banyak

keuntungan atau penghargaan daripada beban atau kerugian kepada pengikut dalam organisasi

dan mendorong pengikut untuk mencapai tujuan organisasi (dalam Luthan 2005: 644).

Menurut Yammarino & Dansareau (dalam Luthan, 2006:644), bahwa dalam organisasi

rekanan kerja yang terlibat dalam hubungan pertukaran investasi dan keuntungan adalah atasan
dan bawahan49. Atasan menginvestasikan (misalnya: upah, tempat/kantor) dan menerima

keuntungan (misalnya: kinerja) dari bawahan; bawahan menginvestasikan dan menerima

keuntungan dari atasan. Investasi dan keuntungan terjadi secara one-to-one pada setiap unit

atasan-bawahan.

Selanjutnya, pengaruh bawahan terhadap pemimpin dan perilaku anggota adalah

seirama dengan pengaruh pemimpin dan perilakunya terhadap bawahan. Situasi tersebut

menekankan bahwa bawahan cenderung berperilaku mengikuti perilaku yang ditampilkan

pemimpin dalam organisasi. Ketika pemimpin berperilaku perilaku positif atau membina

hubungan manusiawi yang memotivasi, menyemangati, mengarahkan, dan menyejukkan,

maka pengikut cenderung mengikuti pemimpin dengan loyalitas tinggi.

Sebaliknya, ketika perilaku pemimpin bersikap menekan, mengancam, dan

mendatangkan ketakutan, maka pengikut cenderung bersikap takut. Kalaupun terjadi

dukungan, umumnya terjadi hanya dihadapan pemimpin, dan dibelakang berbeda perilaku.

Pengikut menampilkan sikap yang ambigu (mendua). Melalui tabel berikut ditunjukkan

perilaku kepemimpinan dalam organisasi.

Tabel Perilaku Kepemimpinan Dalam Organisasi

Komponen Berdasarkan Pemimpin Berdasarkan Berdasarkan Hubungan

Pengikut

49 Fred Luthans, (2006), Perilaku Organisasi. Edisi Sepuluh, PT. Andi: Yogyakarta.

50

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Apa itu Perilaku yang tepat dari Kemampuan dan Kepercayaan, respek, dan

kepemimpinan? seseorang dalam motivasi untuk kewajiban timbal-balik

perannya sebagai mengelola kinerja yang membangkitkan

pemimpin seseorang pengaruh di antara pihak

yang terlibat

Perilaku apa yang Membangun dan Memberdayakan, Membangun hubungan

mencerminkan mengomunikasikan coaching, yang kuat dengan

kepemimpinan? visi; menginspirasi, memfasilitasi, pengikut; pembelajaran

membangkitkan menyerahkan dan akomodasi timbal

percaya diri kendali balik

Keuntungan Pemimpin Menggunakan Mengakomodasi berbagai

mengandalkan sebagian besar kebutuhan yang berbeda

organisasi; pemahaman dari kemampuan dari pengikut; dapat

bersama terhadap misi pengikut; memicu kerja superior

dan nilai-nilai;dapat membebaskan dari jenis orang yang

mengawali perubahan pemimpin untuk berbeda-beda

total bisa mengurus

tanggung jawab

lainnya

Kelemahan Sangat tergantung pada Sangat Menghabiskan waktu;

pemimpin; masalah tergantung pada mengandalkan hubungan

jika pemimpin inisiatif dan jangka panjang antara

mengubah atau kemampuan pemimpin dan anggota

mengejar visi yang pengikut

berbeda

51

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Kapan saat yang Perubahan Pemimpin sangat Perbaikan kontiniu

tepat fundamental; ada mampu dank terhadap kerja tim;

pemimpin karismatik; omit terhadap perbedaan substansial dan

tidak banyak perbedaan tugas kestabilan antar pengikut;

diantara anggota membangun jaringan

Kapan paling Tugas tersturuktur; Tugas tidak Situasi yang mendukung

efektif posisi kekuasaan tersturuktur; bagi pemimpin diantara

pemimpin kuat; posisi kekuasaan dua ekstrem

anggota menerima lemah; anggota

pemimpin tidak menerima

pemimpin

Sumber: Diadaptasi dari George B. Green dan Mary Uhl-Bien, “Development of Leader-
Member Exchange (LMX) Theory of Leadership over 25 Years: Applying a Multi-
Level-Domain Perspective,” Leadership Quarterly, Vol.6, No.2, 1995, hlm. 224 (dalam
Fred Luthans. Perilaku Organiasi, Edisi Sepuluh, Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta,
Andi, 2006, hlm 645).

4. Teori Kepemimpinan Motivasi
Teori kepemimpinan motivasi (Path-Goal)mengatakan perilaku pemimpin

memberikan dampak pada motivasi bawahan, kepuasan, dan kinerja pengikutnya dalam
organisasi. Perilaku pemimpin dapat diterima bawahan dalam tingkatan seorang
bawahan yang memandang perilaku sebagai sumber kepuasan atau sebagai
instrumental terhadap kepuasan yang kelak dirasakan (situasional pertama). Berikut,
perilaku pemimpin akan memotivasi untuk meningkatkan (1) kepuasan bawahan yang
memerlukan kontingen pada kinerja yang efektif, dan (2) melengkapi lingkungan

52

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

bawahan dengan memberikan pengarahan, bimbingan, dukungan, dan penghargaan
yang penting bagi efektivitas kinerja dan sebaliknya ditiadakan bagi bawahan atau
lingkungannya (situasional kedua) (dalam Luthan 2005: 649).

5. Teori Kepemimpinan Kharismatik
Teori kepemimpinan karismatik (path-goal) mengatakan bahwa seorang pemimpin

dengan kekuatan kemampuan personalnya, mampu memiliki efek yang luar biasa terhadap
pengikutnya. Pemimpin karismatik memiliki karakter percaya diri, memberi harapan tinggi
pada bawahan, visi ideologis, dan memakai contoh personal. Pengikut karismatik diidentifikasi
melalui visi pemimpin, menunjukkan loyalitas tinggi terhadap pemimpin, memercayai
pemimpin, berusaha menyamai nilai dan perilaku pemimpin serta rasa percaya, karena
hubungannya dengan pemimpin (dalam Luthan 2005: 652)50.

Menurut Bass (2007:391-406) profil kepemimpinan karismatik memasukkan unsur
perdebatan tingkat tinggi dan keterampilan persuasif seperti keahlian teknis dan membantu
menegakkan pendirian, perilaku dan perubahan emosi dalam diri pengikutnya51. Dengan
demikian, pemimpin karismatik membawa pengaruh terhadap pengikut, dengan melakukan
pekerjaan dan menghasilkan kinerja pengikut melebihi yang diharapkan. Dampak dari
kepemimpinan karismatik meningkat jika pengikut menunjukan tingkat kesadaran dan
memonitor diri secara tinggi, khususnya terkait dengan perilaku dalam praktek aktivitas
pemimpin dalam organisasi. Melalui tabel berikut ditunjukkan karakteristik etika pemimpin
karismatik dalam organisasi.

Tabel Karakteristik Pemimpin Karismatik Etis dan Tidak Etis
Pemi kepemimpinan Karismatik (Etis) Pemi kepemimpinan Karismatik (Tidak Etis)

50 Luthans, Fred. 2005. Perilaku Organisasi Edisi Sepuluh. Yogyakarta : Penerbit Andi
51 Bass, Issa. (2007). Six Sigma statistics with Excel and Minitab, New York: McGrawHill.

53

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

- Menggunakan kekuasaan untuk - Menggunakan kekuasaan hanya untuk

melayani orang lain keuntungan atau dampak pribadi

- Menyelaraskan visi dengan kebutuhan - Mengedepankan visi pribadi

dan aspirasi pengikut

- Memerhatikan dan belajar dari kritik - Mengabaikan kritik atau pandangan

yang berlawanan

- Menstimulasi pengikut untuk berpikir - Menuntut keputusannya diterima tanpa

independen dan mempertanyakan pertanyaan.

pandangan pemimpin

- Komunikasi terbuka, dua arah - Komunikasi satu arah

- Melatih, mengembangkan, dan - Insentif untuk kebutuhan pengikut

mendukung pengikut; membagikan

penghargaan dengan orang lain

- Mengandalkan standar moral internal - Mengandalkan standar moral eksternal

untuk memuaskan organisasi dan untuk memuaskan kepentingan pribadi.

kepentingan orang banyak.

Sumber: Jane M.Howell dan Bruce J. Avolio, “The Ethic of Charismatic
Leadership: Submission or Liberation?” Academy of Management
Excecutive, Mei 1992,hlm. 45 Digunakan dengan izin, (dalam Luthan,
2006:653).

6. Teori Kepemimpinan Transformasional
Teori kepemimpinan transformasional (James MacGregor Burns) menekankan pada

pergeseran nilai dan kepercayaan pemimpin, serta kebutuhan pengikutnya. Kepemimpinan
transformasional membawa keadaan menuju kinerja tinggi pada organisasi yang menghadapi

54

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

tuntutan pembaruan dan perubahan. Kepemimpinan transformasional terjadi melalui kebijakan
rekrutmen, seleksi, promosi, pelatihan dan pengembangan menghasilkan kesehatan,
kebahagiaan (well being) dan kinerja efektif pada organisasi (dalam Luthan 2005: 652).
Sementara, Tichy & Devanna (dalam Luthan 2005: 653), mengemukakan sejumlah
karakteristik kepemimpinan transformasional yang efektif, yaitu: 1) mengidentifiakasi diri
sebagai alat perubahan, 2) berani, 3) mempercayai orang lain, 4) motor penggerak nilai, 5)
pembelajar sepanjang masa, 6) memiliki kemampuan untuk menghadapi kompleksitas,
ambiguitas, dan ketidakpastian, 7) visioner.

7. Teori Kepemimpinan Kognitif Sosial

Teori kepemimpinan kognitif sosial (Edward Tolman) mengatakan bahwa perilaku itu
adalah purposif, yaitu bahwa perilaku diarahkan pada sebuah tujuan. Tolman percaya bahwa
pengetahuan mencakup pengharapan bahwa peristiwa tertentu menghasilkan suatu
konsekuensi tertentu. Konsep pengharapan kognitif mengimplikasikan bahwa organisme
berpikir atau sadar atau mengetahui tujuan. Perilaku seseorang paling baik dijelaskan dengan
kognisi.

Dalam teori tersebut pengikut secara aktif terlibat dalam proses, dan bersama-sama
dengan pemimpin berkonsentrasi pada perilaku mereka sendiri dan orang lain, kontingensi
lingkungan (anteseden dan konsekuen), dan kognisi seperti efikasi diri. Seorang pemimpin dan
bawahan memiliki hubungan negosiasi, resiprok, interaktif, dan menyadari bagaimana mereka
memodifikasi (memengaruhi) perilaku masing-masing melalui kognisi dan lingkungan
kontingen (dalam Luthan 2005: 654). Gambar berikut menunjukkan pendekatan
kepemimpinan kognitif sosial.

55

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

PEMIMPIN

(Termasuk Kognisi)

PERILAKU PEMIMPIN LINGKUNGAN

(Termasuk variabelBawahan dan organisasi)

Gambar Gambar Pendekatan Kepemimpinan Sosial Kognitif

Sumber: Luthan (2006:655). Perilaku organisasi. Yogyakarta:Andi.

8. Teori Kepemimpinan Jalur Tujuan
Teori kepemimpinan Jalur-tujuan dikembangkan oleh Robert J.House, menjelaskan

bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja dari bawahan. Menurut
teori jalur-tujuan, pemimpin harus meningkatkan jumlah dan jenis penghargaan yang tersedia
bagi bawahan. Pemimpin harus memberikan bimbingan dan nasihat untuk menjelaskan
bagaimana cara penghargaan dapat diperoleh. Pemimpin harus membantu bawahan
menjelaskan harapan yang realistik dan mengurangi hambatan pencapaian tujuan yang
diinginkan. Perilaku pemimpin dipandang dapat diterima oleh bawahan hingga batas dimana
para bawahan melihat perilaku demikian sebagai sumber kepuasan segera atau sebagai
instrumen untuk kepuasan mendatang (dalam Yulk, 2001:256)52.

52 Gary, Yukl, 2001, Leadership in Organizati-ons, Fifth Edition, Printice-Hall, Inc, Eng-lewood, New Jersey,
Alih Bahasa : Budi Supriyanto, 2009, Kepemimpinan Dalam Organisasi, Penerbit Indeks, Jakarta.

56

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

BIOGRAFI,KENDALA DAN BAB
CONTOH FENOMENA III
PRESIDEN INDONESIA

3.1 Biografi Presiden Indonesia orde baru dan orde lama
Kata biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti “hidup”, dab graphien

yang berarti “tulis”. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang.
Biografi, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang.
Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat saja, namun juga dapat berupa lebih dari satu
buku. Menurut KBBI biografi/bi·o·gra·fi/ n berarti riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh
orang lain
Presiden Indonesia

Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara,
Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan,
Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang
kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden dan
Wakil Presiden menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan
yang sama untuk satu kali masa jabatan. (Surono, 2008:105)53. Menurut KBBI presiden
/pre·si·den/ /présidén/ berarti:

1) Kepala (lembaga, perusahaan, dsb).
2) Kepala negara (bagi negara yg berbentuk republik)

53 Surono, Husein, S., Haryono, E., Yuwono, S. E., Samodra, H., Rachwibowo, P. & Budiadi, E. 2008.
Penerapan Pemetaan Geomorfologi Metode ITC dalam Menganalisis Geomorfologi Pegunungan Selatan Jawa
Timur. Prosiding. Bandung

57

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Menurut pasal 4 ayat 2 UUD 1945, Presiden ialah penyelenggara kekuasaan
pemerintahan negara tertinggi dibawah MPR, yang dalam melakukan kewajibannya dibantu
oleh satu wakil Presiden.

Presiden Soekarno selaku Presiden pertama Republik Indonesia terpilih melalui
musyawarah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, tepat
satu hari setelah Soekarno menyampaikan Proklamasi Kemerdekaan. Kemudian di gantikan
oleh Soeharto yang berkasa di Indonesia selama kurang lebih 32 tahun (1966-1998). Setelah
berakhirnya rezim Soeharto, Indonesia di pimpin oleh B.J. Habibie yang memerintah kurang
dari 1 tahun dan di gantikan kepemimpinannya oleh presiden Abdurrahman Wahid, yang
kemudian juga di gantikan oleh Megawati Soekarnoputri yang merupakan presiden wanita
pertama di Indonesia, setelah itu kepemimpinan di pegang oleh Susilo Bambang Yudhoyono
yang menjalani masa kepemimpinan dua periode. Dan presiden yang menjabat sekarang
sekaligus presiden ke tujuh di Indonesia ialah Joko Widodo atau yang biasa disebut Jokowi.

1. Ir. Soekarno

Soekarno yang biasa dipanggi Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan
meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosro dihardjo dan
ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai
delapan anak. Istrinya Fatma wati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukma
wati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna

58

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Sari Dewi,wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa
kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar.Semasa SD hingga
tamat, beliau tinggal di Surabaya, inde kos dirumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politi
sikawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger
School). Saat belajar di HB, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas
lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut keTHS(Technische Hooges School
atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar“Ir”pada 25
Mei 1926. Kemudian, beliau merumus kanajaran Marhaenis medan mendirikan PNI (Partai
Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka.

Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat,beliau menunjukkan kemurta dan
Belanda,bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin
marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931,
Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali
ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian
dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang Bung Karno dan
Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.Dalam sidang
BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang
disebutnya Pancasila.Tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945
Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

59

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

2. Soeharto

Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia.Beliau lahir di Kemusuk,
Yogyakarta,tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga
sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.
Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula di
sekolahkan di sekolah desa(SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya
dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas
memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan dirumah adik perempuannya yang
menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

3. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie)

60

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Sumber : Tim Pustaka Widyatama, (2012). Atlas Serba Tahu Indonesia dan Dunia Untuk
Pelajar dan Umum.

Presiden ketiga Republik Indonesia sekaligus presiden pertama era reformasi,
Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Merupakan
anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini
Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962
dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. (Casofa,2014:18)54.

Saat masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi
Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak.
Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda, Habibie harus kehilangan bapaknya yang
meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah
bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments
Middlebare School. Di SMA, Habibie mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam
pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. (Casofa,2014:18).
Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, Habibie masuk Universitas Indonesia di Bandung
yang sekarang menjadiInstitut Teknologi Bandung (ITB). Habibie mendapat gelar Diploma
dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor
dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang
anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan pada Institut Teknologi Bandung.
(Casofa,2014:20).

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum
namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan
bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari Jerman, Habibie selalu menjadi

54 Casofa, Fachmy. (2014). Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah. Solo: Tiga Serangkai.

61

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar
doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja
di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan
Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat
Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis,
dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi
Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada
Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat
refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR
RI. Habibie pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke
Jerman.

 Prestasi BJ Habibie
Beberapa prestasi BJ Habibie, yaitu antara lain :

 VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
 Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
 Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
 Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
 CN – 235
 N-250
Dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
 Helikopter BO-105.
 Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
 Beberapa proyek rudal dan satelit.
Sebagian Tanda Jasa atau Kehormatan B.J Habibie :

62

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
 Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No.

40, 1980)
 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur); Jabatan 1991-2001.

63

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Sumber : Tim Pustaka Widyatama, (2012). Atlas Serba Tahu Indonesia dan Dunia Untuk
Pelajar dan Umum.

Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur adalah presiden Indonesia
ke-4 , Gus Dur mulai menjabat menjadi presiden pada 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001.
Gus Dur dilahirkan di desa Denanyar, Jombang di rumah Pesantren milik kakeknya dari pihak
ibu. KH. Bisri Syansuri. Tanggal 4 Agustus 1940 adalah hari kelahiran Gus Dur.

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama KH. Wahid
Hasyim adalah menteri agama pada tahun 1949-1952 . Sedangkan Ibunya bernama Hj.
Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri.Sejak masa
kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan
pribadi ayahnya. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat
kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, Gus Dur juga hobi bermain bola, catur dan
musik. Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua
tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur
tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di
Mesir. (kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id,2015:1).

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua
tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur
tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di
Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya,
yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada
di Mesir. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu
Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan nayah
Wulandari. Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan
memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, Gus Dur bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas

64

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian Gus Dur menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng,
dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Gus Dur kembali menekuni
bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus
Dur mulai mendapat perhatian banyak.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di
Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering
mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan
kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan
LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam
proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh
LP3ES. (kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id,2015:6) .Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30
Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 WIB pada
usia 69 tahun. Gus Dur dimakamkan secara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden
RI di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng pada tanggal 31 Desember 2009. Pondok
pesantren tempat Gus Dur dimakamkan menjadi maskot Kabupaten Jombang sebagai tempat
ziarah yang memiliki daya tarik tak tertandingi. (kepustakaan-
presiden.perpusnas.go.id,2015:7).15

65

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 Prestasi Gus Dur
Beberapa prestasi Gus Dur, yaitu antara lain :

 Ammbassador for Peace
 2009 : Medals of Valor
 2004 : Anugrah Mpu Peradah
 2004 : Anugrah Mpu Peradah
 1998 : Bintang Mahaputra Utama
 2000 : Doctor of Philosophy (Honoris Causa)
 2000 : Doctor of Philosophy (Honoris Causa)
 1998 : Bintang Mahaputra Adipradana
 1991 : Islamic Missionary Award
 2000 : Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum
 2000 : Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues
 2000 : The Global Leadership Award
 2001 : Ambassador for Peace
 2002 : Pin Emas NU
 2002 : Gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA)
 2003 : The Culture of Peace Distinguished Award
 2003 : Global Tolerance Award
 2003 : Dare to Fail Award
 2003 : Doctor of Political Science
 2001 : Bintang Jasa Utama

66

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 2001 : Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
 2001 : Bintang Budaya Parama Dharma
 2001 : Bintang Bhayangkara Utama
 2001 : Bintang Yudha Dharma Utama serta Bintang Mahaputra Adipurna
5. Megawati Soekarnoputri

Sumber : Tim Pustaka Widyatama, (2012). Atlas Serba Tahu Indonesia dan Dunia Untuk
Pelajar dan Umum.

Bernama Lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau akrab di sapa
Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai
presiden, Megawati adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman
Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator,
Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu
Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda
dan Mohammad Rizki Pratama. (Sumarno, 2002:9)

Megawati memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta.
Sementara, Megawati pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas
Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).
Kendati lahir dari keluarga politisi jempolan, Megawati tidak terbilang piawai dalam dunia

67

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan lawan politiknya.
Megawati bahkan dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah politik, yakni baru pada
tahun 1987. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya sebagai salah seorang
calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara. Suwarno.
(Sumarno, 2002:9)

 Prestasi Megawati
Beberapa prestasi yang diraih oleh Megawati antara lain :

 Priyadarshni Award dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India
 Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda
 2001 : Bintang Republik Indonesia Adipurna
 2001 : Bintang Republik Indonesia Adipradana
 2001 : Bintang Mahaputra Adipurna
 2001 : Bintang Yudha Dharma Utama
 2001 : Bintang Kartika Eka Pakci Utama
 2001 : Bintang Jalasena Utama
 2001 : Bintang Jasa Utama
 2001 : Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
 2001 : Bintang Budaya Parama Dharma
 2001 – 2004 : Presiden Ke-5 RI
 1999- 2001 : Wakil Presiden RI
 1999 : Anggota DPR/MPR RI
 1987-1992 : Anggota DPR/MPR RI
 2000 – Sekarang : Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
 Stayalancana Perang Kemerdekaan I
 Grand of the Order of the Southern Cross

68

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 Satyalancana Penegak
 Grand Knight of the Order if Oays IX
 Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun
 Independence Necklace
 Bintang Kartika Eka Pakci Pratama
 Ammbassador for Peace
 Satyalancana GOM IV
 Darjah Utama Temasek
 White Lion Medal
6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Sumber : Tim Pustaka Widyatama, (2012). Atlas Serba Tahu Indonesia dan Dunia Untuk
Pelajar dan Umum.

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden Republik Indonesia ke enam dan
Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla
sebagai Wakil Presidennya, SBY terpilih dalam pemilihan Presiden ditahun 2004. Pada tanggal
20 Oktober 2009, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono kembali dilantik sebagai Presiden
Republik Indonesia untuk periode 2009-2014, setelah bersama pasangannya Prof. Dr.
Boediono memenangkan Pemilihan Umum Presiden pada 8 Juli 2009 dalam satu putaran
langsung. Susilo Bambang Yudhoyono lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada tanggal

69

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

9 September 1949, dan merupakan anak tunggal dari pasangan (alm) Raden Soekotjo dan Siti
Habibah. Semasa kecil ‘Sus’ menjadi panggilan akrab SBY. Sejak masih kecil, SBY memang
punya ambisi untuk menjadi tentara. Keinginan itu merupakan titisan darah dari ayahnya yang
memang merupakan seorang pensiunan Letnan. Tak hanya itu saja SBY juga mengidolakan
mendiang Jendral (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan mertuanya sendiri.
Menurutnya, Sarwo Edhie merupakan seorang tentara sejati. Jiwa dan logika kemiliterannya
sangat kuat serta memegang teguh prinsip-prinsip yang diyakininya.

SBY melewati masa kecilnya di daerah Pacitan dengan kehidupan yang penuh dengan
kesederhanaan. Semasa kecil SBY dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang ramah,
namun keinginan SBY untuk menjadi tentara dipandang mustahil oleh teman-temannya,
karena SBY adalah sosok yang penyabar, kutu buku, suka musik dan melukis serta gemar
menulis puisi. Karakter seperti itu tentu saja sangat berlawanan dengan militer yang keras.
Susilo Bambang Yudhoyono merupakan lulusan terbaik Angkatan Bersenjata Indonesia
(AKABRI) pada tahun 1973, kemudian Pada tanggal 30 juli tahun 1976 Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan dengan Kristiani Herawati atau lebih
dikenal dengan Ibu Ani Yudhoyono yang merupakan putri ketiga dari tujuh bersaudara
pasangan (alm) letnan Jendral (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj. Sunarti Sri Hadiyah.
Mereka dikaruniai dua orang putra yaitu putra pertama Agus Harimurti Yudhoyono yang lahir
tahun 1978 dan putra kedua Edhi Baskoro Yudhoyono yang lahir pada tahun 1980.
Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono
Beberapa prestasi yang dimiliki SBY, yaitu sebagai berikut :

 1973 : Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri)
 1973 : Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek)
 1976 : Satya Lencana Seroja
 1983 : Honorour Graduated IOAC, USA

70

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 1985 : Satya Lencana Dwija Sista
 1989 : Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI
 1989 : Dosen Terbaik Seskoad
 1996 : Satya Lencana Santi Dharma
 1996 : Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF)
 1998 : Wing Kapal Selam TNI-AL
 1999 : Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
 1999 : Bintang Maha Putera Utama
 2003 : Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik
 2005 : Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek
 Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei
 2006 : Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio

7. Joko Widodo (Jokowi)

71

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Sumber : Data Pribadi (2016)
Berasal dari keluarga sederhana, Jokowi lahir di Surakarta 21 Juni 1961. Jokowi

bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso, menjadi seorang kuli panggul, ojek payung
dan berdagang sudah Jokowi lakoni sejak kecil hanya untuk membiayai kebutuhan sekolahnya
hingga makan sehari-hari. Kepandaiannya sebagai tukang kayu didapatnya dari ayahnya yaitu
Noto Mihardjo, ketika jokowi berusia 12 tahun Jokowi sudah bekerja sebagai tukang gergaji
(Gayatri, 2013:7)55. Lulus sekolah Dasar, Jokowi kemudian masuk di SMP Negeri 1 Surakarta
kemudian lulus dari sana Jokowi melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 6 Surakarta. Selepas
tamat dari SMA, Jokowi kemudian mencoba kuliah di perguruan tinggi, Jokowi kemudian
diterima di jurusan Kehutanan di Universitas Gajah Mada, hingga kemudian banyak dikenal
sebagai Juragan Mebel.Menyelesaikan kuliahnya tahun 1985, Jokowi kemudian menikah
dengan Iriana Jokowi pada tanggal 24 Desember 1986 di Solo yang kemudian memberinya
tiga orang anak bernama Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu,
kemudian pada tahun itu juga Jokowi mulai bekerja di Perusahaan Kertas BUMN bernama PT.

55 Akmal , C, S., Semiarty, R., & Gayatri. 2013. Hubungan Pengetahuan Hygiene dengan Kejadian Skabies di
Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah Padang 2013. Jurnal
Kesehatan Andalas. 2013; 2(3)

72

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Kraft Aceh. Jokowi mengundurkan diri dan mencoba untuk berbisnis kayu di Solo. (Gayatri,
2013:7)

Di Solo, Jokowi bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, kemudian
Jokowi membuka usaha kayu sendiri dengan membuat badan usaha bernama CV. Rakabu pada
tahun 1988 di bidang mebel kayu, Bisnis kayu Jokowi dibawah naungan CV. Rakabu hampir
mengalami kebangkrutan, namun pada tahun 1990 berkat pinjaman sebesar 30 juta rupiah dari
ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali. (Gayatri, 2013:9)
Asal mula nama ‘Jokowi’ ialah dari usaha kayunya, nama Jokowi diberikan oleh pelanggannya
yaitu Mikl Romaknan yang merupakan pria berkebangsaan Jerman. Nama Joko Widodo
terkesan sulit diucapkan olehnya, hingga kemudian menyingkat menjadi 'Jokowi'.
Keberhasilan memimpin kota Solo kemudian membuat Jokowi untuk maju menjadi ke Kursi
Gubernur. Pada tahun 2012 Jokowi mencaalon menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan
dengan Basuki Tjahaja Purnama. Akhirnya pilkada putaran kedua berhasil membuat Jokowi-
Ahok memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta. Belum lama menjabat sebagai Gubernur
DKI Jakarta, PDI Perjuangan memberikan perintah agar Jokowi maju sebagai Calon Presiden
bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden pada tahun 2014. Majunya Jokowi sebagai Calon
Presiden Indonesia didukung oleh empat partai pengusungnya yaitu Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.
(Gayatri, 2013:9)

 Prestasi Joko Widodo
Beberapa prestasi Jokowi yang bersumber dari (https://kepustakaan-
presiden.perpusnas.go.id,2015:1) antara lain :

 2007 : Satya Bhakti Kadin Jawa Tengah
 2008 : Leadership Awards Menteri Aparatur Negara & Leadership Park
 2008 : Perhumas Award Perhimpunan Hubungan Masyarakat

73

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

 2008 : Tokoh Pilihan Tempo 2008 Majalah Tempo
 2009 : Kepala Daerah Tingkat II Terbaik Pengembangan MICE Majalah Venue
 2010 : Pelopor Inovasi Pelayanan Prima Presiden RI
 2010 : Kepala Pemerintah Daerah berjiwa Enterpreneur Berhasil Property and Bank
 2010 : Innovative Government Award Kementerian Dalam Negeri
 2011 : Inovasi Manajemen Perkotaan Awards Kementerian Dalam Negeri
 2011 : UNS Awards — Tanda Jasa Dharma Budaya Bhakti Praja Rektor UNS
 2011 : Realestat Indonesia—Penataan Lingkungan, Relokasi PKL dan Penataan Pasar

Tradisional serta Peremajaan Kawasan Kumuh DPP REI
 2012 : Soegeng Sarjadi Award on Good Governance untuk Kategori Tokoh Inspirasi

Pemberdayaan Masyarakat
 2013 : Anugerah Integritas Nasional
 Jak Award
 2012 : Tokoh News Maker
 Best of The Best "The Right Man On The Right Place 2013"
 2013 : Pembina BUMD Terbaik
 Tokoh Yang Memiliki Sikap dan Kebijakan Politik Yang Berpihak Pada Rakyat
 Anak Bangsa Yang Layak Memimpin Bangsa
 RMOL Democracy Award.
3.2 Contoh Fenomena Presiden Indonesia
1. Joko Widodo

Kepemimpinan sering dikatakan sebagai cara seorang pemimpin mempengaruhi orang
lain pada suatu organisasi. Lingkup kepemimpinan dapat bergradasi dari lingkup kecil, bahkan

74

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

sampai lingkup yang besar berupa negara. Lingkup kepemimpinan dalam organisasi negara
berada di tangan Presiden sebagai kepala pemerintahan.Tugas dari Presiden bukan sekedar
memimpin suatu negara atau mengambil kebijakan, melainkan juga dapat memastikan kualitas
kelayakan hidup untuk rakyatnya.

Keberlangsungan kepemimpinan tidak selalu berjalan mulus dikarenakan lingkungan
yang terus berubah. Berkaitan dengan hal tersebut, dunia akhir – akhir initengah diuji dengan
hadirnya pandemi baru. Pandemi Covid-19 yang semakin hari semakin memakan jumlah
korban, menjadikan para pimpinan negara dan jajarannya kewalahan untuk mengatasinya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi kegiatan di luar rumah.
Kebanyakan negara menerapkan sistem lockdown, yakni menonaktifkan seluruh kegiatan
dalam negara tersebut guna memutus tali penyebaran pandemi Covid19.

Berbeda dengan Indonesia, Presiden Jokowi menolak untuk menerapkan sistem
tersebut dengan dalih tidak semua daerah di Indonesia dapat menerimanya dikarenakan budaya
yang berbeda-beda (CNN Indonesia, 2020), sehingga alternatif yang diberikan berupa
pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun dalam penerapannya masih
banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah, ditambah dengan sedikitnya dari
mereka yang memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan yang telah ditetapkan
(Solopos, 2020), sehingga yang terjadi penyebaran pandemi Covid-19 terus bertambah, jumlah
pasien yang meninggalpun tidak berkurang. Di samping itu, penyaluran peralatan medis
tersendat di tengah bertambahnya jumlah pasien yang terdampak (BBC Indonesia, 2020).
Begitu pula dengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang juga tersendatuntuk masyarakat
di daerah terpencil.

75

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

2. Abdurahman Wahid
Pemberhentian Presiden Abdurrahman Wahid elite-elite partai karena presiden terlibat

dalam kasus bruneigate dan buloggate, alasan tersebut bukan merupakan alasan sesungguhnya.
Pemberhentian Presiden Abdurrahman Wahid terjadinya disebabkan persaingan antara elite-
elite partai memperebutkan kontrol terhadap lembaga negara beserta seluruh sumber dayanya.
Ketika Presiden Abdurahman Wahid terpilih menjadi Presiden, pemerintahannya sudah
diwarnai perseteruan antara menteri kabunet memperebutkan kontrol terhadap Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sebuah institusi yang mengendalikan aset swasta
yang dikendalikan negara dengan nilai 600 teriliun rupiah. Persaingan itu juga tercermin dalam
perebutan kontrol atas sejumlah perusahaan negara. Fakta lainnya adalah ketua Umum Partai
Golkar Akbar Tandjung juga terlibat menggunakan dana Bulog untuk kepentingan Pemilu. 25
Apa yang dikemukakan Vedi R. Hadiz pada dasarnya menjelaskan varibel lingkungan
domestik terutama tekanan elite partai mempengaruhi lemahnya kekuasaan presiden. Model
penjelasan studi kekuasaan presiden tersebut di atas, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Lingkungan Sosial Politik Tidak Studi Kekuasaan Presiden:
Langsung(sistem politik, sistem
Ekonomi, Sistem Budaya, dan 1.Kepemimpinan Presiden
media MassaSistem Budaya
(Otoriter vs Demokrat, Aktif-
Lingkungan Sosial Langsung
(keluarga, Agama, Keluarga, Negatif vs Aktif-positif,
dan Teman Pergaulan)
Solidarity Maker vs

Administrator, Aktivism vs

legitimasi )

2.Strategi Presiden: Politik dan
Ekonomi

3. Presiden Soekarno
Presiden soekarno diangkat menjadi presiden berdasarkan keputusan Panitian

Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, menetapkan Sokarno
76

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Kabinet pertama Presiden
Soekarno bernama kabinet presidensial, jumlah menteri kabinet sebanyak 19 orang.

Perkembangan selanjutnya terjadi perubahan, kekuasaan presiden hanya sebatas kepala
negara dan simbol negara, kekuasaan pemerintahan berada di bawah kekuasaan perdana
menteri. Perubahan ini terjadi berdasarkan Maklumat No. X Tahun 1945 pada tanggal 16
Oktober 1945 yang di tandatangani oleh Wakil Presiden Mohammd Hatta. Isi Maklumat
tersebut menyatakan “Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat
dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar ini, segala
kekuasaan dijalankan Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional”. Berdarkan
Maklumat tersebut, pada tanggal 22 Agustus 1945, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
terbentuk.

Badan Pekerja KNIP (BPKNIP) pada tanggal 11 November 1945 mengusulkan kepada
Presiden Sukarno agar kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Presiden Soekarno
menerima usulan BPKNIP, kemudian Presiden Soekarno pada tanggal 14 November 1945
membubarkan kabinetnya dan sekaligus menjadi perdana menteri. Kebijakan tersebut
membawa terjdi perubahan dalam sistem pemerintahan Indonesia dari sistem presidensial
menjadi sistem parlementer. Sistem parlementer yang baru ini, kekuasaan presiden hanya
bersifat simbolik, kekuasaan berada ditangan perdana menteri dan para menteri kabinet
bertanggung jawab kepada DPR. Hal ini berlangsung sampai dengan keluarnya Dekrit Presiden
pada tanggal 5 Juli 1959. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan kekuatan-
kekuatan politik yang ada. Pihak yang menolak berpandangan bahwa, kebijakan tersebut
bertentangan dengan UUD 1945. Berdasarkan UUD 1945, sistem pemerintahan Indonesia
berdasarkan sistem Presidensial. Kelompok yang menyetujui beralasan bahwa perubahan
dalam sistem kabinet suatu pemerintahan merupakan hal yang biasa dan dapat dibenarkan.

77

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Kebijakan perubahan sistem pemerintahan semacam ini pernah terjadi dalam tata
negara di Inggris.30 Sikap pemerintah dan BPKNIP tetap melakukan perubahan dalam sistem
pemerintahan, tanpa amandemen UUD 1945, dengan alasan dalam rangka menampung aspirasi
berbagai kekuatan politik yang ada di Indonesia.

Pembahasan tentang alasan Presiden Soekano menggunakan konsep demokrasi
terpimpin adalah rakyat dalam melaksanakan kewajibannya arus sejalan dengan presiden.
Alasan Presiden Soekarno, demokrasi parlementer tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, dan
dapat menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

4. Susilo Bambang Yudhoyono
Partai yang tidak termasuk dalam barisan koalisi yaitu PDIP, Gerindra, dan Hanura.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono 52 Leo Suryadinata, Op.Cit. h. 19. 51 pada tahun 2009,
membentuk Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah (Satgas Koalisi), dan
menjadikan Aburizal Bakrie Ketua Umum Partai Golkar sebagai Ketua Harian Satgab Koalisi.
Kebijakan ini sebagai upaya membangun soliditas koalisi.

Presiden Bambang Yudoyono membangun relasi dengan DPR dan MA, sesuai prosedur
kontitusi yang berlaku. Relasi dengan DPR, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memanfaat
forum konsultasi Presiden-DPR berkaitan dengan kebijakan-kebijakan strategis yang akan
diambil, terutama yang mungkin menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat, seperti kasus
penyelesaian GAM di Aceh.

Penjelasan tersebut di atas memberikan gambaran kepemimpinan Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono tidak relevan dikatorikan apa disebut Herbert Feith dengan solidarity
maker atau administrator. Alternatifnya adalah kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang
Yudhoyono memiliki gaya demokratik-responsif. Mengajak semua partai politik untuk

78

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

mendukung pemerintahan dengan imbalan memberi jatah kursi menteri bagi partai yang
tergabung dalam koalisi sesuai prosesntase jumlah kursi DPR.

Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyelesaikan kelompok
separatism GAM, mengutamakan pendekatan perdamaian, dengan cara mengutamakan dialog
dengan tokoh-tokohnya, dan menyertakan aktor internasional. Kebijakan Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono tersebut memcapai hasil. Pada tanggal 15 Agustus 2005 tercapai
kesepakatan antara pemerintah dengan GAM, yang diwujudkan dengan penandatanganan
Memorandum of Understanding bertempat di Helsinki Finlandia. Perjanjian ini dikenal dengan
istilah MoU Helsinki. Perjanjian damai tersebut melibatkan Crisis Management Initiative 52
(CMI). Implementasi MoU Helsinki di Aceh, melibatkan aktor internasional antara lain negara-
negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan negara-negara ASEAN.

Kebijakan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono bidang internasional antara lain
adalah memprakarsai membentu Bali Democracy Forum (BDF) yakni forum tahunan antar
sebagai kerjasama dalam mengembangkan demokrasi serta platform untuk mempromosikan
demokrasi dan perdamaian sebagai solusi dan pencegahan konflik antar negara. Forum ini
diadakan setiap tahun, bulan Desember di Bali, Indonesia. Forum ini bertujuan untuk
memajukan dan membina kerja sama regional dan internasional di bidang perdamaian dan
demokrasi dengan memfasilitasi dialog melalui berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam
mengelola keragaman yang mendorong kesetaraan, saling pengertian, dan rasa hormat.

BDF berhasil menjadikan demokrasi sebagai agenda strategis di kawasan Asia-Pasifik.
BDF berhasil memfasilitasi dalam membangun keseimbangan antara pembangunan ekonomi
dan politik, antara menciptakan perdamaian dan keamanan, dan mempromosikan kualitas hak
asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan di kawasan, yang semuanya tercermin dalam tiga
pilar pendiri Piagam PBB. BDF menerapkan prinsip home-grown democracy dalam

79

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

penyebaran demokrasi. Maksud dari prinsip tersebut adalah Indonesia, sebagai tuan rumah
sekaligus inisiator BDF, berpatokan pada praktik-praktik nyata nilai demokrasi oleh negara
peserta dengan tidak berpretensi untuk menyalahkan atau membenarkan praktik nyata tersebut.
BDF secara praktik bersifat inklusif. Sebab demokrasi bisa 53 Naskah MoU Helsinki versi
bahasa Indonesia, lihat Ahmad Farhan Hamid, Jalan Damai Nanggroe Endatu, Catatan Seorang
Wakil Rakyat Aceh, Jakarta: Penerbit Suara Bebas, 2006, bagian lampiran. 54 “Bali
Democracy Forum”, https://kemlu.go.id/amman/en/news/2595/bali-democracy-forum -
diakses pada 14 Desember 2020. 53 berhasil ketika demokrasi bersifat inklusif dan semua
orang memiliki kesempatan berkontribusi pada proses demokrasi.

5. Presiden Megawati Soekarnoputri
Kepemimpinan Presiden Megawati pada Bidang Ekonomi Sejak pertama kali dilantik,

sistem pemerintahan Presiden Megawati berupaya memberikan kondisi yang kondusif untuk
membangun kembali ekonomi yang porak poranda sejak terjadinya krisis, pendarahan dan
koma ekonomi-politik sejak 1998 hingga 2001. Empat masalah utama di bidang ekonomi
adalah utang jatuh tempo, kas negara yang tidak memadai, masih lemahnya daya beli
masyarakat, dan mengembalikan kepercayaan asing kepada Indonesia. Keempat masalah ini
membutuhkan penyelesaian segera dan simultan jika tidak ingin Indonesia jatuh ke dalam krisis
utang.

Pada awal masa pemerintahannya, Indonesia memiliki utang sebesar USD 150,8 milyar
sebagai warisan dari Orde Baru (Robinson & Rosser, 1998). Nilai utang tersebut lebih dari
90% PDB Indonesia sehingga Indonesia tidak punya akses ke pasar uang dan pasar modal
internasional.

Sebagai seorang pemimpin, Presiden Megawati mengikuti perundingan Paris Club dan
London Club sebagai upaya untuk menegosiasikan ulang utangutang Indonesia pada saat itu.

80

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Alhasil, Megawati berhasil meminta penundaan pembayaran utang sebesar USD 5,8 milyar
pada pertemuan Paris Club 12 April 2002. Selanjutnya, pada tahun 2003, Indonesia
menganggarkan pembayaran utang Negara sebesar 116,3 triliun rupiah.

Selain itu, sejak krisis ekonomi 1997, pendapatan per kapita bangsa Indonesia hanya
sebesar USD 465. Namun berkat kebijakan pemulihan situasi keamanan, pendapatan per kapita
naik menjadi USD 930 pada 2004. Namun tidak sampai satu bulan setelah dilantik, pasar
merespons ketenangan Megawati.

Pada tahun 2002, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 57,158 Milyar dan impor
sebesar USD 1,229 Milyar. Selanjutnya, nilai ekspor dan impor pada tahun 2003 terus naik dan
mencapai nilai USD 61,02 Milyar untuk ekspor dan USD 32,39 Milyar untuk impor. Selain
itu, kebijakan privatisasi BUMN tahun 2003 terbukti mampu menaikkan pertumbuhan
ekonomi nasional sebanyak 4,1% dan menekan inflasi sebesar 5,06%. Kebijakan privatisasi ini
dilakukan dalam kondisi krisis untuk melindungi perusahaan negara dari intervensi publik dan
pembayaran utang negara.

Di sisi lain, Presiden Megawati juga berhasil membangun kerja sama dengan
International Monetary Fund (IMF) dengan menugaskan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D
selaku Menko Perekonomian, Dr. Boediono selaku Menteri Keuangan dan Burhanuddin
Abdullah selaku Gubernur Bank Indonesia untuk menyelesaikan sekitar 20 Letter of Intent
(LOI) dengan IMF dan World Bank. Kondisi berdampak pada adanya kucuran pinjaman IMF
sebesar sekitar SDR 400 juta untuk memperkuat posisi cadangan devisa setiap LOI yang
diterima.

Presiden Megawati juga terusmenerus meyakinkan bahwa Indonesia tetap teguh kepada
agenda Reformasi, yang disertai demokratisasi dan desentralisasi kepada Dunia Usaha dari AS,
Jepang, dan negara-negara Eropa lainnya. Akhirnya, CGI, IMF, dan World Bank, serta pihak-

81

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

pihak Penanaman Modal Asing (PMA) bersedia melaksanakan programprogram yang diajukan
oleh Kabinet Gotong Royong.

Menurut Prof. Dorodjatun KuntjoroJakti, M.A., Ph.D selaku Menteri Koordinator
Perekonomian Kabinet Gotong Royong menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuktikan
bahwa kesabaran dan kegigihan presiden Megawati dalam mempertahankan martabat Negara
Indonesia di mata dunia berhasil. Pendapat ini didukung oleh Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec
selaku Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong yang mengungkapkan bahwa suasana
politik di dalam negeri mulai membaik dan tidak lagi terdengar suara-suara yang
mempertanyakan kesinambungan fiskal Indonesia diantara para pelaku pasar dunia (Dahuri
dan Samah, 2019).

Presiden Megawati juga berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis energi setelah
berhasil meyakinkan banyak pimpinan perusahaan energi dunia untuk melakukan investasi
langsung di bidang perminyakan yang berhasil mencapai angka Rp. 200 triliun per tahun.
Beberapa proyek raksasa migas juga terus berlangsung hingga tahun 2008 sebagaimana
penjelasan Prof. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D yang saat itu menjabat sebagai
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kabinet Gotong Royong (Dahuri &
Samah, 2019).

Disisi lain, menurut Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec. selaku Menteri Pertanian di
Kabinet Gotong Royong mengungkapkan bahwa pada masa akhir Kabinet Gotong Royong,
Indonesia berhasil keluar dari krisis pangan yang ditandai dengan produksi komoditas pangan
yang relatif tinggi dan hargaharga pangan sudah terkendali, serta tidak dirasakan lagi unjuk
rasa para petani, pekebun, peternak dan konsumen. Selain itu, impor pangan juga dapat ditekan,
bahkan pada tahun 2004 pemerintah melarang impor beras sebagai bentuk usaha pemanfaatan
swadaya pangan nacional (Dahuri & Samah, 2019).

82

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Kabinet
Gotong Royong mengungkapkan bahwa Presiden Megawati Soekarnoputri sejak awal
pemerintahannya pada Juli 2001 telah menetapkan Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu
prioritas pembangunan nasional dan sektor Kepemimpinan Presiden Megawati Kemudian,
pada 7 Juli 2003 Presiden Megawati Soekarnoputri mencanangkan GERBANG MINA
BAHARI (Gerakan Nasional Pembangunan Kelautan dan Perikanan) diatas Kapal Dalpele,
TNI-AL di Teluk Tomini. Pada intinya GERBANG MINA BAHARI menetapkan sektor
Kelautan dan Perikanan, Pariwisata Bahari, Industri dan Jasa Maritim, dan Perhubungan Laut
sebagai prime mover (penghela) pembangunan ekonomi nasional. Secara simultan, sektor-
sektor pembangunan lainnya dan kebijakan politik-ekonomi mendukung sektor-sektor prime
mover tersebut. Sedangkan, dasar dari pembangunan Kelautan dan Perikanan adalah
Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan), yakni mengharmoniskan antara
upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan perlestarian
lingkungan. Hasilnya sangat menggembirakan, yang tercermin pada peningkatan volume
produksi perikanan, nilai ekspor, kontirbusi sektoir kelautan dan perikanan terhadap
Penerimaan Domestik Bruto (PDB), kesejahteraan nelayan, pembudidayaan ikan, dan
masyarakat pesisir, dan indeks kualitas lingkungan pesisir dan laut (Dahuri & Samah, 2019).
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. selaku Menteri Kehakiman dan HAM Kabinet
Gotong Royong juga mengungkapkan bahwa kerja sama yang baik antara Kabinet Gotong
Royong berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis multidimensi yang dihadapi kala itu.
Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Negara mengelola krisis terus
meningkat (Dahuri & Samah, 2019).

 Kepemimpinan Presiden Megawati pada Bidang Politik
Kestabilan pemerintahan Indonesia merupakan hal yang penting saat awal

pemerintahan Presiden Megawati. Hal ini diperlukan untuk memantapkan kondisi nasional

83

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

dalam menghadapi masalah-masalah yang ada. Oleh karena itu, salah satu langkah awal yang
diambil oleh Presiden Megawati saat menjabat adalah membangun tatanan politik yang baru
melalui amandemen UUD 1945. Selanjutnya, pemerintah melakukan penyesuaian seluruh
ketentuan perundang-undangan sesuai dengan amandemen yang telah ditetapkan. Di sisi lain,
pemerintah juga menyusun berbagai peraturan perundang-undangan yang belum dimiliki
dalam rangka untuk melengkapi amanat UUD 1945 setelah amandemen. Beberapa peraturan
perundang-undangan yang dimaksud adalah:

 Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
 Rancangan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi.
 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Partai Politik.
 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum.
 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan Dan Kedudukan

Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan
 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden.
Belajar dari pemerintahan presiden sebelumnya, Presiden Megawati Soekarnoputri
lebih memperhatikan dan mempertimbangkan peran DPR dalam penentuan kebijakan luar
negeri dan diplomasi seperti diamanatkan dalam UUD 1945 (Wuryandari, 2008).

Presiden Megawati Soekarnoputri juga lebih memprioritaskan diri untuk mengunjungi
berbagai wilayah konflik di Tanah Air seperti: Aceh, Maluku, Irian Jaya, Kalimantan Selatan
atau Timor Barat. Dengan kata lain, anggaran presiden ke luar negeri dapat dihemat dan
dialokasikan untuk membantu mengurangi penderitaan rakyat di daerah-daerah tersebut, tanpa
harus mengabaikan pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi sebagai salah satu aspek
penting penyelenggaraan pemerintah yang pelaksanaannya di bawah koordinasi Menteri Luar

84

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Negeri. Yang lebih penting, untuk membuktikan kepada rakyat bahwa pemerintahan Megawati
Soekarnoputri memiliki sense of urgency dan sense of crisis yang belum berhasil dibangun
pemerintahan sebelumnya (Wuryandari, 2008).

Menurut Jenderal TNI Hari Sabarno, S.I.P., M.M. selaku Menteri Dalam Negeri
Kabinet Gotong Royong mengungkapkan bahwa konsep pemerintahan saat itu berfokus pada
kebijakan desentralisasi, dimana penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan secara adil
untuk memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola daerahnya sendiri dengan
tetap berwawasan pada persatuan dan kesatuan nasional. Dalam konsep memandu otonomi
daerah dan menjaga kesatuan bangsa, arah kebijakan desentralisasi yang diambil adalah:

 Memberlakukan kebijakan otonomi daerah yang proporsional dan konsisten.
 Menyelenggarakan perimbangan keuangan yang adil.
 Meningkatkan pemerataan pelayanan publik yang mudah terakses.
 Memperbaiki kesenjangan dalam pembangunan ekonomi dan pendapatan daerah.
 Menghormati nilai-nilai budaya daerah berdasarkan amanat konstitusi (Dahuri dan

Samah, 2019).
Kebijakan pemerintah terkait otonomi daerah ini diatur dalam UndangUndang Nomor
22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang
Pembagian Keuangan antara Pusat dan Daerah. Pembangunan otonomi daerah ini bertujuan
untuk mendorong kemampuan daerah dalam mengelola dan mengatur masyarakat dan
wilayahnya secara mandiri. Kemandirian yang tercipta diharapkan akan mampu mendorong
terjadinya percepatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan
rakyat di daerah (Komunitas Peduli Komunikasi Indonesia, 2004).

Di sisi lain, Presiden Megawati mengembalikan hak pilih kepada rakyat melalui
Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2004. Hal ini tercatat dalam sejarah demokrasi yang

85

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

dilaksanakan secara rapi, bersemangat dan terpuji. Sehingga suara rakyat kembali
diperhitungkan dan menjadi penentu terpilihnya anggota pemerintahan. Pada tahun yang sama,
Presiden Megawati menyelenggarakan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden secara
langsung secara serentak pada tanggal 5 April 2004. Kegiatan pemilu ini diikuti oleh 48 Partai
politik. Dimana pada proses pemilu Presiden dilaksanakan dalam 2 (dua) putaran. Putaran
pertama tanggal 5 Juli 2004 dan putaran kedua pada tanggal 20 September 2004 (Dahuri dan
Samah, 2019).

 Kepemimpinan Presiden Megawati pada Bidang Sosial

Di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, Kabinet Gotong Royong
berhasil menuntaskan konflik sosial hingga peningkatan kesejahteraan sosial. Dalam rangka
menyelesaikan konflik yang ada di tengah masyarakat, pemerintah melakukan berbagai
pendekatan, baik yang bersifat politik, sosial maupun kultural. Berikut adalah beberapa konflik
yang berhasil diselesaikan pada masa pemerintahan Presiden Megawati:

a. Penyelesaian Konflik Poso yang telah berlangsung sejak tahun 1998 melalui perjanjian
Malino I yang dilaksanakan di Malino selama 15 hari. Perjanjian tersebut dilaksanakan
oleh Jusuf Kalla selaku Menko Kesra era Presiden Megawati pada tanggal 20 Desember
2001.

b. Penyelesaian konflik berkepanjangan di Aceh melalui upaya dialog dan perundingan,
hingga akhirnya diterapkan darurat militer dan melaksanakan operasi terpadu untuk
mengatasi kelompok separatis di Aceh, yaitu Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

c. Penyelesaian Konflik Ambon, Maluku, melalui perundingan damai. Dimana
pemerintah memfasilitasi 5 (lima) kali kegiatan perundingan dengan 2 (dua) kelompok
yang berkonflik. Perundingan tersebut dilaksanakan di Malino selama 17 hari.
Perundingan tersebut menghasilkan Deklarasi Malino II pada tanggal 12 Februari 2002.

86

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

d. Pemulihan Pariwisata Pasca Bom Bali melalui 4 (empat) program pemulihan, yaitu:
Rescue, Rehabilitasi, Normalisasi dan Ekspansi. Kegiatan pemulihan tersebut berhasil
meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara yang sempat merosot pasca
tragedi bom Bali. Keberhasilan ini juga mengembalikan kepercayaan dunia kepada
pariwisata Indonesia.

e. Penanganan Masalah Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia melalui penyusunan
kesepakatan bersama antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Hal ini menjadi
langkah awal penanganan menyeluruh pemerintah Indonesia terhadap para pahlawan
devisa Negara.
Penyelesaian konflik-konflik tersebut dijelaskan oleh Muhammad Jusuf Kalla dalam

buku “The Brave Lady: Megawati dalam Catatan Kabinet Gotong Royong” karya Dahuri dan
Samah (2019). Munculnya gerakan separatis di Aceh dan Papua, serta konflik sosial yang
terjadi di Poso dan Maluku tentunya sangat mengancam keamanan nasional Indonesia. Dalam
menghadapi konflik tersebut, Presiden Megawati mencoba menyelesaikan konflik melalui
upaya perdamaian. Selain itu, maraknya aksi separatisme dan terorisme di Indonesia membuat
Presiden Megawati dan kabinetnya bersikap tegas dengan cara menerbitkan dua Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), yaitu: Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Perppu Nomor 2 Tahun 2002 tentang
Pemberlakuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tersebut
pada peristiwa peledakan bom di Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 (Komunitas Peduli
Komunikasi Indonesia, 2004). Melalui penerbitan kedua Perppu ini, presiden berharap proses
pengungkapan kasus terorisme di Indonesia menjadi lebih mudah dan dilaksanakan sesuai
peraturan yang berlaku. Perppu tersebut juga menjadi landasan hukum yang kuat bagi pihak
kepolisian dalam melaksanakan operasi pemberantasan kelompok terorisme di Indonesia
(Adian, 2003).

87

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Selain itu, masalah sosial lain yang dialami oleh Indonesia pada masa pemerintahan
presiden Megawati adalah masalah kemiskinan. Hal ini Kepemimpinan Presiden timbul sebgai
akibat dari krisis moneter yang menyebabkan banyak pabrik yang ditutup dan terpaksa
memutus hubungan kerja (PHK) para karyawannya. Kondisi ini menyebabkan peningkatan
pengangguran dan kriminalitas yang semakin tinggi. Kondisi ini menyebabkan Indonesia
masuk ke dalam daftar negara miskin di dunia bersama Kamboja, Ghana dan lain-lain. Untuk
mengatasi masalah sosial ini, Predisen Megawati mengeluarkan beberapa kebijakan
pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui pembentukan Komite Penanggulangan
Kemiskinan, program Jaring Pengaman Sosial, program Pemberdayaan Dalam Mengatasi
Dampak Krisis Ekonomi, dan lain sebagainya (Sumantyo, 2008).

 Kepemimpinan Presiden Megawati pada Bidang Lingkungan

Pada bidang lingkungan, pemerintahan Presiden Megawati belajar dari masa lalu
terkait kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002. Pemerintahan Presiden
Megawati Soekarnoputri kemudian memulai beberapa langkah progresif, diantaranya melalui
penamaan pulau-pulau di Indonesia yang tak berpenghuni. Pengarsipan nama-nama pulau kini
semakin digiatkan, dan ide tersebut tentu saja datang dari Presiden Megawati (Dahuri dan
Samah, 2019). Selain itu, Presiden Megawati juga sempat menghentikan beberapa aktivitas
pertambangan yang dinilai merusak lingkungan, seperti:

 Aktivitas pertambangan Freeport di Papua yang dianggap melanggar aturan
internasional tentang AMDAL (dampak lingkungan).

 Kontrak pertambangan minyak Caltex di Blok Natuna Kepulauan Riau, dan
 Kontrak pertambangan Migas Caltex di Riau Daratan (Dahuri dan Samah, 2019).

Selanjutnya, berdasarkan penjelasan Dr. Ir. Mohamad Prakosa, Ph.D selaku Menteri
Kehutanan Kabinet Gotong Royong, pada tahun 2003 pemerintahan Presiden Megawati

88

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

meluncurkan program penanaman pohon skala besar dalam bentuk Gerakan Nasional
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) untuk pertama kalinya. Program GERHAN ini
untuk menyikapi perlunya rehabilitasi wilayah terdegradasi yang luasnya semakin meningkat
dan kerusakan hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini (Dahuri dan
Samah, 2019).

 Kepemimpinan Presiden Megawati pada Bidang Militer

Reformasi nasional dan penciptaan situasi masyarakat yang lebih demokratis
memerlukan peran TNI yang dinamis, siap, dan mampu melakukan penyesuaian dengan
berbagai perubahan yang ada. ini dinyatakan oleh Presiden Megawati sebagai berikut: “The
TNI has pledged its commitment to continue carrying out its internal reforms by way of taking
concrete measures to position itself professionally and functionally as the instrument of state
defense and to uphold the enforcement of democracy as well as to abide by the law and to
respect human rights”.

Salah satu peran TNI di dalam sistem politik demokratis yang dilakukan Presiden
Megawati juga secara khusus memutuskan transfer wewenang pelaksanaan operasi keamanan
di Maluku dari tangan Polisi ke tangan TNI yang terbukti efektif untuk memulihkan stabilitas
keamanan pada tahun 2002. Presiden Megawati juga menghidupkan kembali Kodam Iskandar
Muda pada bulan Februari 2002. Selanjutnya, pada tahun 2003, Megawati menetapkan status
Aceh sebagai Daerah Operasi Militer dengan dukungan penuh dari parlemen. Sekitar 30.000
personel TNI dan 12.000 personel Polri dikirim ke Aceh untuk melakukan operasi kontra-
pemberontakan dan supervisi urusan sipil.

Menurut Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. selaku Menteri Kehakiman dan
HAM Kabinet Gotong Royong, perubahan yang cukup besar pada bidang militer didasarkan
pada pengesahan Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Disahkannya

89

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

undang-undang tersebut membuat perubahan yang cukup besar dan mendasar pada organisasi
TNI/Polri. Dimana kebijakan yang tertuang dalam UU No. 3 tahun 2002 kemudian menjadi
cikal bakal baik definisi, tujuan, peran, fungsi, sasaran dan pelaksana pertahanan negara. Selain
menjadikan Indonesia sebagai negara yang aman bagi rakyatnya dan membangun perdamaian
dengan negara lain, kebijakan pertahanan ini juga memasukkan aspek geografis Indonesia yang
merupakan negara kepulauan sebagai salah satu pertimbangan penyusunan pertahanan negara.
Dalam kebijakan pertahanan tersebut, TNI ditempatkan sebagai komponen utama pertahanan
yang didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.

Pada masa pemerintahannya, Presiden Megawati berusaha menarik lembaga
pemerintah di luar bidang pertahanan untuk membantu TNI dalam menghadapi ancaman non-
militer. TNI juga diberikan empat tugas pokok yakni mempertahanankan kedaulatan negara
dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, menjalankan operasi
militer selain perang, dan ikut melaksanakan perdamaian dunia secara regional maupun
internasional (Dahuri dan Samah, 2019).

Di masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, peningkatan kesejahteraan
personel TNI dan Polri terus digalakkan. Bantuan presiden itu sekiranya akan meningkatkan
kesejahteraan anggota TNI/Polri dan keluarganya. Selain itu, bantuan tersebut juga akan
dipakai sebagai peningkatan disiplin dan moral para prajurit TNI dan Polri.

Rumah-rumah dinas TNI dan Polri tersebut adalah bantuan Presiden pada 2002 senilai
Rp 7,5 miliar untuk masing-masing angkatan di lingkungan TNI/Polri. Sejatinya, bantuan
tersebut berwujud ratusan unit rumah, perbaikan mess serta berbagai sarana fisik milik
TNI/Polri lainnya.

90

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

BAB

PEMBAHASAN IV

4.1 Pembahasan Dan Penjelasan Tambahan Tentang Fenomena Yang Sekarang Terjadi
Seorang pemimpin akan memiliki ciri khas dan identitas nya masing-masing, tak

terkecuali Presiden Joko Widodo. Sebagai mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta,
ia lebih suka terjun langsung untuk berinteraksi dengan rakyat, atau yang lebih dikenal dengan
istilah "blusukan".

Menghadapi lingkungan yang dinamis, manusia harus pandai beradaptasi, pandai
memahami dan menelaah bagaimana lingkungan tersebut bergerak, sehingga dapat
mengatasinya dengan baik. Hal ini termasuk ketika lingkungan tengah diuji dengan satu
pandemi baru yang secara total mengubah tatanan hidup manusia. Covid-19 atau dikenal
dengan sebutan virus korona pertama kali muncul di daratan China, tepatnya di kota Wuhan
pada akhir Desember 2019, yang dilaporkan kepada World Health Organization (WHO)
dengan status sebagai virus yang belum diketahui namun sudah terbukti bahayanya (Kompas,
2020). Virus ini kemudian mulai masuk ke Indonesia sekitar bulan Maret yang diduga berasal
dari pertemuan warga negara Jepang dengan dua WNI di sebuah klub di Jakarta pada bulan
Februari (Detik News, 2020).

Berkaitan dengan hal tersebut, ungkapan Indonesia “kebal” virus korona seketika patah
dengan tertularnya WNItersebut, dan menurut Peneliti dari Harvard sejauh ini belum ada
manusia yang kebal dengan keberadaan virus korona. Orang yang terkena virus tersebut tidak
langsung menunjukkan sakitnya karena siklus perkembangan virusnya yang baru tampak
sekitar 1 – 2 minggu setelah terpapar. Namun Menteri Kesehatan mengatakan bahwa

91

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

pernyataan dari peneliti Harvard adalah sebuah penghinaan untuk Indonesia karena
sebelumnya Menteri Kesehatan itu mengatakan bahwa masyarakat Indonesia adalah
masyarakat yang rajin berdoa sehingga kemungkinan tertular sangat kecil.

Merujuk pada pernyataan diatas, maka Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan yang
dirasa dapat memutus penyebaran virus korona. setelah sebelumnya menolak pendapat
Gubernur Anies Baswedan perihal Indonesia sebaiknya melakukan Lockdown atau
menonaktifkan seluruh aktivitas diluar rumah (CNBC Indonesia, 2020). Disamping Jakarta,
terdapat pula penolakan yang didapati Kota Tegal terkait penerapan lockdown sebagaimana
disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan (Sigi Jateng, 2020). Adapun alternatif
yang diberikan adalah berupa kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) yang tertuang di dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Dengandiberlakukannya
PSBB maka diharapkan masyarakat dapat tertib untuk tidak keluar rumah tanpa keperluan yang
mendesak, termasuk dengan peliburan tempat kerja dan sekolah, pembatasan kegiatan
keagamaan, pembatasan penggunaan fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial, serta
pembatasan moda transportasi.

Namun diberlakukannya PSBB tidak menghalangi ambisi masyarakat untuk keluar
rumah, dengan kata lain masih banyak masyarakat yang beraktivitas diluar rumah untuk
beberapa alasan, ditambah dengan tidak diperhatikannya protokol kesehatan yang telah
ditetapkan seperti penggunaan masker atau jaga jarak antar sesama. Hal tersebut terlihat dari
jumlah pasien virus korona yang terus bertambah jumlahnya.

92

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

Kesimpulan dan BAB
Saran
V

5.1 Kesimpulan
Kepemimpinan sangat diperlukan oleh suatu organisasi. Berhasil tidaknya organisasi

mencapai tujuannya akan sangat tergantung pada pemimpinnya. Kepemimpinan adalah proses
mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota
kelompok. Pemimpin bertanggung jawab dalam mengintegrasikan antara kebutuhan dan
keinginan dari anggota organisasi dengan kebutuhan-kebutuhan organisasi. Penting kiranya
dalam organisasi untuk melaksanakan manajemen kepemimpinan yang akan mendukung
organisasi dalam mencapai tujuannya.

Kepemimpinan yang dilaksanakan di organisasi harus didukung dengan adanya
karakter kepemimpinan (leadership characters) yang kuat dan pelaksanaan prinsip-prinsip
kepemimpinan (leadership principles) secara baik dan benar. Karakter dan prinsip
kepemimpinan tersebut kemudian apabila dibudayakan ke seluruh anak buah maka mereka
akan mereka memahami, menghayati, dan melakukannya sehingga akan dapat membentuk
iklim kepemimpinan (leadership climate) dalam organisasi. Iklim kepemimpinan ini
memungkinkan organisasi menjalankan siklus manajemen (planning, organizing, actuating,
dan controlling) secara efektif. Dengan demikian maka pencapaian tujuan organisasi akan
dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan dengan hasil yang lebih baik.

kepemimpinan Presiden Soekarno, dapat juga menjelaskan kepemimpinan Presiden
Soeharto, yang memiliki kepemimpinan solidarity maker karena mengutamakan simbol
persatuan, stabilitas dalam menjalankan kebijakannya. Presiden Soekarno dan Presiden
Soeharto bergaya solidarity maker adalah faktor budaya Masyarakat Jawa mengutamakan

93

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

kepatuhan rakyat dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang memiliki kepemimpinan
demokratik-responsif. adalah situasi lingkungan domestik yang sedang mmenjalani proses
demokratisasi dan situasi lingkungan internasional yang sedang proses globalisasi politik dan
ekonomi
5.2 Saran

Untuk presiden joko lebih bisa untuk menangani Pandemi Covid-19 yang semakin hari
semakin memakan jumlah korban, menjadikan para pimpinan negara dan jajarannya
kewalahan untuk mengatasinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan
membatasi kegiatan di luar rumah. Kebanyakan negara menerapkan sistem lockdown, yakni
menonaktifkan seluruh kegiatan dalam negara tersebut guna memutus tali penyebaran pandemi
Covid19.

94

KEPEMIMPINAN PRESIDEN DI INDONESIA |

DAFTAR PUSTAKA

Buku :
Badu, Syamsu Q & Novianty Djafri.2017. Kepemimpinan dan Perilaku

Organisasi.Gorontalo:Idea Publishing.
Hessel Nogi S. Tangkilisan. 2005. Manajemen Publik. Penerbit PT Gramedia Widiasarana

Indonesia: Jakarta.
Hoerr, Thomas R. (2005). The Art of School Leadership. Alexandria: ASCD
Johari.H.Jaja, H.A.Rusdiana.2020.kepemimpinan islam.Bandung:yayasan Darul Hikam.
Joharis Lubis, Indra Jaya.2019.Komitmen Membangun Pendidikan.Sampali Medan;CV.Widya

Puspita.
Danim, Sudarman, Dr. Prof. Motivasi kepemimpinan & efektivitas kelompok, Bengkulu,

Penerbit Rineka Cipta, 2004.
Dirawat, dkk. (1986). Pengantar Kepemimpinan Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Don F. Faules, Pace R.Wayne .2001. Komunikasi Organisasi. Bandung:PT.Rosda Karya
Donnelly, Gibson, Ivancevich.1985. Organisasi, Jakarta: Erlangga
Duignan, Patrick. (2006). Education Leadership: Key Challenges and Ethical Tensions. New

York: Cambridge University Press.
Dubrin, A. J. 2005. Leadership (Terjemahan), Edisi Kedua. Prenada Media: Jakarta.
Drs. Yunyun Yudiana, M.Pd. “Kepemimpinan” dmerupakan pendapat dari Bennis (1989)
Eddy, Suwardi Drs. 1982. Aspek-aspek Kepemimpinan. Bandung : Penerbit Alumni
Kartini, Kartono. 1992. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Gramedia
Kadim Masaong & Arfan A. Tilomi. 2011. Kepemimpinan Berbasis Multiple Intelligence:

Sinergi Kecerdasan Intelektual, Emosi dan Spiritual Untuk Meraih Kesuksesan Yang
Gemilang. Bandung: Alfabeta.
Locke, Edwin. A. (1997). Esensi Kepemimpinan. Terjemahan Aris Ananda. Jakarta: Spektrum.
Maryono, Hadi. 2013. Kepemimpinan Pengembangan Organisasi. Dalam Mesiono,
Manajemen Organisasi, Bandung, Citapustaka, 2010.
Nawawi, Hadari dan Martini Nawawi. (1993). Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta: UGM
Press.
Pasolong,Harbani.2021.Kepemimpinan Birokrasi.Bandung:Cv Alfabeta
Prawirosentono, Suryadi. (1999). Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta: BPFE.
Prof.Dr. M.H. Matondang, SE, MA, Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Manajemen
Stratejik.

95


Click to View FlipBook Version