1.Dosa
Al-Qurˈan menyebut istilah dosa
dengan beragam kata yang semuanya
memiliki pengertian dan makna yang
hampir sama, di antara istilah tersebut
antara lain itsmun, dzanbun,
fisqun,‘ishyān, khata’,
‘adwun dan fasād. Kata-kata tersebut
digunakan oleh Al-Qurˈan untuk
menyatakan suatu sikap dan perbuatan
manusia yang bersifat pelanggaran
terhadap moral dan hukum Allah Swt.
Adapun menurut istilah dosa adalah
perbuatan yang melanggar hukum-
hukum Allah Swt dan Rasul-Nya yang
dilakukan oleh orang baligh dan
berakal sehat (mukallaf). Beberapa
fuqaha mendefinisikan dosa sebagai
akibat tidak melaksanakannya
perintah Allah Swt yang hukumnya
wajib dan mengerjakan larangan-Nya
yang hukumannya haram.
Setiap perbuatan buruk dan segala
bentuk pelanggaran hukum Allah Swt
akan dicatat sebagai dosa di sisi-Nya.
Dosa tersebut diberikan sebagai
balasan yang kelak akan
diperhitungkan pada hari perhitungan
(yaumul hisāb). Amal baik sudah
dicatat sebagai kebaikan meski baru
sebatas niat, sedangkan dosa akan
diberikan jika perbuatan tersebut
dilaksanakan. Karena itu, sekecil
apapun perbuatan buruk yang
dilakukan oleh seseorang pasti dicatat
sebagai dosa, dan dosa akan
mengantarkan pelakunya menuju siksa
neraka.
Dosa akan diberikan oleh Allah
Swt terhadap orang yang tidak
mengerjakan perintah-Nya, terutama
amalan yang hukumnya wajib, seperti
meninggalkan shalat fardhu, puasa
Ramadhan, zakat dan amalan wajib
lainnya. Selain itu dosa diberikan
kepada orang yang melakukan
perbuatan haram, seperti syirik,
membunuh, mencuri, berzina dan lain
sebagainya.
Dosa yang dimiliki Ada 17 kata yang disebutkan
oleh seseorang
dalam Al-Qur'an untuk
menunjukkan perbuatan dosa:
(1) Dzanbun (2) Ma’shiyah (3)
Itsmun (4) Sayyi'ah (5) Jarmun
(6) Harām (7) Khata' (8) Fisqun
(9) Fasād (10) Munkar (11)
Fujūr (12) Fahsyā' (13) Khubts
(14) Syarr (15) Lammam (16)
Wizrun (17) Hintsun
menjadi penyebab utama ia akan
dimasukkan ke neraka. Neraka
disediakan oleh Allah Swt bagi orang-
orang yang pada hari perhitungan
(yaumul hisāb) timbangan dosanya
lebih berat daripada pahala
kebaikannya. Besar kecilnya dosa
yang dimiliki oleh seseorang juga
dapat menentukan tingkat pedihnya
siksa dan adzab yang akan
dirasakannya di neraka. Dengan
demikian, dosa dan balasan yang
dijanjikan oleh Allah swt ini dapat
memotivasi seseorang untuk selalu
meninggalkan perbuatan yang
dilarang (haram) dan memperbanyak
amal kebaikan, baik yang wajib
maupun sunnah.
A. Dalil Naqli tentang Pahala dan
Dosa
1.QS. al-An’ām/6 : 160
َمن َجاءَ ِبْْلَ َسنَِة فَلَهُ َع ْشُر أَْمثَاِِلَا ۖ َوَمن َجاءَ ِبل َّسيِّئَِة فََل
ُْيَزى إَِّل ِمثْلََها َوُه ْم َّل يُظْلَ ُموَن
“Barangsiapa membawa amal
yang baik, maka baginya (pahala)
sepuluh kali lipat amalnya, dan
barangsiapa yang membawa
perbuatan jahat maka dia tidak diberi
pembalasan melainkan seimbang
dengan kejahatannya, sedang mereka
sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan).”
Ayat di atas menjelaskan bahwa
setiap amal kebaikan yang dilakukan
manusia dengan hati yang ikhlas
karena Allah Swt akan dicatat sebagai
sebuah kebaikan dan baginya
diberikan pahala dengan kelipatan
sepuluh kali lipat. Sedangkan bagi
orang yang melakukan keburukan atau
kejahatan akan dicatat oleh Allah Swt
sebagai dosa, dan baginya hanya
diberikan balasan yang seimbang
dengan perbuatannya. Hal ini
menunjukkan sifat Rahman dan Rahim
yang ada pada Dzat-Nya. Terhadap
orang yang berbuat baik Ia
memberikan pahala yang berlipat-
lipat, sementara terhadap orang yang
berbuat buruk Ia hanya memberikan
balasan yang seimbang sesuai
perbuatannya.
2.QS. al-An’ām/ 6 : 120
َوَذُروا ظَا ِهَر اِْلِْث َوَِب ِطنَهُ ۖ إِ َّن اَلّ ِذي َن يَ ْك ِسبُوَن اِْلْثَ َسيُ ْجَزْوَن
ِِبَا َكانُوا يَْقََِتفُوَن
“ Dan tinggalkanlah dosa yang
nampak dan yang tersembunyi,
sesungguhnya orang-orang yang
mengerjakan dosa, kelak diberi
pembalasan disebabkan oleh apa yang
mereka telah kerjakan”
Melalui ayat di atas Allah Swt
mengingatkan kita untuk
meninggalkan segala bentuk
perbuatan dosa, baik itu dosa yang
tampak ataupun tersembunyi. Setiap
perbuatan dosa yang dilakukan
manusia kelak akan diberikan balasan.
Tidak ada satupun perbuatan manusia
yang luput dari pembalasan Allah
Swt. Balasan dari dosa yang
dilakukan oleh manusia kadang
diberikan oleh Allah swt ketika masih
di dunia, misalnya dalam bentuk
musibah, kecelakaan dan lainnya.
Musibah yang diturunkan oleh Allah
Swt sebagai adzab atas perbuatan
kedhaliman manusia kadang juga
tidak hanya ditanggung oleh pelaku
dosa saja, tapi juga menimpa orang-
orang yang berada di sekitarnya.