VISI
MENINGKATKAN HMTSI YANG AKTIF BERSINERGI AGAR TERCIPTANYA RASA
KEKELUARGAAN DAN JUGA SEBAGAI WADAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT
BAKAT MAHASISWA TEKNIK SIPIL ITATS DEMI TERWUJUDNYA INDIVIDU YANG
UNGGUL DALAM KUALITAS DAN PROFESIONAL
MISI
1. MENINGKATKAN HUBUNGAN YANG HARMONIS DI SELURUH
MAHASISWA/I TEKNIK SIPIL ITATS
2. MEMBENTUK ATAU MENJADIKAN KADER – KADER HMTSI YANG PAHAM
SERTA MENJAGA BAIK NILAI TANGGUNG JAWAB DAN PROFESIONAL
3. MEMBANGUN RELASI, PENGEMBANGAN MINAT BAKAT AKADEMIK DAN
NON AKADEMIK MAHASISWA TEKNIK SIPIL ITATS
4. MENGOPTIMALKAN HMTSI SEBAGAI WADAH DALAM MENAMPUNG
ASPIRASI MAHASISWA JURUSAN
Aturan Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL
ITATS
BAB I
NAMA, KEDUDUKAN DAN TEMPAT
Pasal 1
Organisasi kemahasiswaan ini bernama Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ITATS (HMTSI)
Pasal 2
HMTSI adalah Organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan setara dengan
jurusan Teknik Sipil ITATS
Pasal 3
HMTSI bertempat di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
BAB II
ASAS DAN TUJUAN
Pasal 4
HMTSI berasaskan pada:
1. Pancasila
2. Tri Dharma Perguruan Tinggi
3. Kekeluargaan
Pasal 5
HMTSI bertujuan :
1. Untuk menambah dan meningkatkan kemampuan serta wawasan
mahasiswa Teknik Sipil ITATS di bidang keilmuan dan penalaran yang
bersifat akademis dan mengarah pada profesi.
2. Untuk menambah, meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan
mahasiswa jurusan Teknik Sipil ITATS dibidang Organisasi.
3. Untuk membentuk mahasiswa Teknik Sipil ITATS yang profesional
dalam dunia kerja.
BAB III
TUGAS DAN FUNGSI
Pasal 6
HMTSI mempunyai tugas pokok :
1. Memberikan pendapat, saran dan kritik yang bersifat membangun
kepada Jurusan Teknik Sipil ITATS yang berkaitan dengan usaha
pencapaian tujuan VISI MISI HMTSI
2. Membantu proses pemantapan dan kemampuan daya inovasi dan
kreasi yang mengarah pada sikap profesionalisme mahasiswa di
bidang keilmuan dan penalaran di tingkat Jurusan Teknik Sipil
ITATS.
3. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan intrakulikuler dan
ekstrakulikuler ditingkat Jurusan dibidang keilmuan dan penalaran serta
minat dan bakat.
Pasal 7
HMTSI mempunyai fungsi:
1. Sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan informasi untuk
meningkatkan dan mengembangkan kerja sama serta eksistensi dari rasa
kebersamaan dalam tanggung jawab sebagai mahasiswa dalam satu
Jurusan Teknik Sipil.
2. Sebagai sarana untuk menampung, mengelola dan menyalurkan
kreatifitas dan inovasi mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS.
3. Sebagai sarana pelaksanaan kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler
yang bersifat keilmuan dan penalaran yang mengarah dalam bidang
akademik, non akademik dan profesi.
BAB IV
KEANGGOTAAN DAN KEPENGURUSAN
Pasal 8
Anggota HMTSI terdiri dari mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS yang
masih aktif.
Pasal 9
1. Pengurus HMTSI adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS yang
masih aktif dan maksimal telah menempuh 6 semester sejak menjadi
mahasiswa baru.
Pasal 10
1. Kepengurusan HMTSI terdiri dari pengurus inti dan anggota pengurus.
2. Pengurus inti HMTSI terdiri dari ketua Himpunan, wakil ketua 1,dan
wakil ketua 2, bendahara himpunan, sekretaris himpunan dan ketua
divisi.
3. Setiap divisi memiliki ketua divisi dan anggota divisi.
4. Pengurus HMTSI tidak diperkenankan merangkap 2 jabatan yang
berbeda dalam satu periode kepengurusan.
5. Garis koordinasi antar pengurus inti dan anggota dijelaskan pada ART
bab penjelas (struktural organisasi)
BAB V
PEMILIHAN KETUA HMTSI
Pasal 11
1. Pemilihan Ketua HMTSI dilaksanakan secara musyawarah atau pemilu
Raya
2. Penetapan dan pengesahan ketua HMTSI dilaksanakan pada waktu
musyawarah himpunan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS.
BAB VI SYARAT
KETUA HMTSI
Pasal 12
Syarat ketua HMTSI:
1. Mahasiswa Teknik Sipil ITATS aktif.
2. Pernah menjadi pengurus HMTSI minimal satu periode.
3. Mempunyai pengalaman organisasi di HMTSI minimal dari satu
periode.
4. Maksimal sudah menempuh 6 semester sejak menjadi mahasiswa
Teknik Sipil ITATS.
5. Mempunyai kapabilitas (kemampuan) yang tinggi tentang HMTSI.
6. Mempunyai integritas (pola pikir) yang tinggi.
7. Bertanggungjawab terhadap kepengurusan HMTSI.
BAB VII
PENJELAS
Masa kepengurusan HMTSI berakhir sampai terpilihnya ketua HMTSI
periode berikutnya, pada saat musyawarah himpunan mahasiswa Jurusan
Teknik Sipil ITATS yang dilaksanakan sampai dengan surat keputusan
fungsionaris yang berlaku dan apabila terjadi kendala maka
dikembalikan ke forum tertinggi yaitu musyawarah himpunan.
Anggaran Rumah Tangga
HIMPUNAN MAHASISWA
TEKNIK SIPIL ITATS
BABVIII
TUGAS WEWENANG KETUA HIMPUNAN
Pasal 13
1. Melaksanakan aturan-aturan yang tertulis pada AD dan ART HMTSI.
2. Bersama pengurus HMTSI menyusun rencana program kerja.
3. Melaksanakan fungsi ke-Organisasian yang merupakan kewenangannya
yaitu permasalahan-permasalahan mahasiswa Teknik Sipil Institut
Teknologi Adhi Tama Surabaya.
4. Berkoordinasi kepada jurusan dan pengurus HMTSI tentang semua
kegiatan yang dilakukan.
5. Melaksanakan hubungan Organisasi didalam Institut Teknologi Adhi
Tama Surabaya serta melakukan hubungan Eksternal dengan Institut
maupun Universitas lain diluar Institut Teknologi Adhi Tama
Surabaya.
BAB IX
HAK DAN KEWAJIBAN KETUA HIMPUNAN
Pasal 14
1. Melaksanakan aturan-aturan yang tertulis pada AD dan ARTHMTSI.
2. Mengontrol pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ITATS.
3. Melakukan koordinasi dengan pengurus Himpunan Teknik sipil ITATS.
4. Bertanggungjawab kepada Mahasiswa Teknik Sipil ITATS melalui
Musyawarah Himpunan.
.
BAB X
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
Pasal 15
A. Tugas dan wewenang “Wakil Ketua 1” HMTSI:
1. Membawahi ketua divisi Humas dan Ketua Divisi Litbang
bertanggung jawab kepada ketua HMTSI yang mampu dalam
berorganisasi serta mewakili Ketua HMTSI.
2. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
3. Membantu dan melaksanakan program kerja sesuai dengan divisi yang
dibawahinya.
B. Tugas dan wewenang “Wakil Ketua 2” HMTSI:
1. Membawahi ketua divisi Kaderisasi dan Ketua Divisi
Kesekretariatan bertanggung jawab kepada ketua HMTSI
yang mampu dalam berorganisasi serta mewakili Ketua
HMTSI.
2. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
3. Membantu dan melaksanakan program kerja sesuai dengan divisi yang
dibawahinya.
C. Tugas dan Wewenang “ Sekretaris” HMTSI:
1. Bertanggung jawab mengoreksi segala bentuk kegiatan
surat-menyurat dan bertanggung jawab kepada ketua HMTSI
2. Sebagai notulen segala bentuk kegiatan HMTSI
3. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI
4. Membantu dan menjalankan program kerja sesuai dengan tugas pokok
dan fungsinya.
5. Bertanggung jawab atas arsip-arsip HMTSI
D. Tugas dan Wewenang “ Bendahara” HMTSI:
1. Bertanggung jawab mengkoordinir keuangan Organisasi dan
bertanggung jawab kepada Ketua HMTSI.
2. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
3. Membantu dan menjalankan program kerja sesuai dengan tugas pokok
dan fungsinya.
4. Pada rapat bulanan atau rapat besar memberikan rincian pemasukan
dan pengeluaran keuangan himpunan.
E. Tugas dan Wewenang “Ketua Divisi” HMTSI:
1. Meng-koordinir segala bentuk kegiatan sesuai dengan bidangnya yang
telah di program oleh masing-masing dan bertanggungjawab
kepada wakil ketua HMTSI sesuai struktur organisasi HMTSI.
2. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
3. Membentuk kepanitiaan dalam program kerja HMTSI.
4. Melaksanakan program kerja sesuai dengan divisinya.
F. Tugas dan Wewenang divisi “Kaderisasi” HMTSI:
1. Membentuk kader mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS khususnya
dalam bidang Organisasi.
2. Menambahkan, meningkatkan, dan mengembangkan pengetahuan
mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS dibidang Organisasi.
3. Bertanggung jawab kepada Ketua Divisi Kaderisasi HMTSI.
4. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
5. Membentuk kepanitiaan dalam program kerja HMTSI.
6. Melaksanakan program kerja sesuai dengan divisinya.
G. Tugas dan Wewenang divisi “Litbang” HMTSI:
1. Membantu proses pengembangan dan penalaran dalam bidang
keilmuan yang mengarah pada akademik dan profesi.
2. Untuk membantu penerapan,daya inovasi,dan kreasi yang berkaitan
dengan keprofesian di bidang teknik sipil.
3. Bertanggung jawab kepada Ketua Divisi Litbang HMTSI.
4. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
5. Membentuk kepanitiaan dalam program kerja HMTSI.
6. Melaksanakan program kerja sesuai dengan divisinya.
.
H. Tugas dan Wewenang divisi “Humas” HMTSI:
1. Mengkoordinir penyebaran informasi kepada anggota HMTSI baik
dari Internal dan Eksternal Institut Teknologi Adhitama Surabaya.
2. Bertanggung jawab,sebagai advokat,penyampai aspirasi mahasiswa
kepada HMTSI dan jurusan Teknik Sipil ITATS.
3. Melaksanakan hubungan Internal dengan Organisasi di ruang lingkup
ITATS dan Eksternal di luar kampus ITATS.
4. Menjalin tali persaudaraan kepada seluruh mahasiswa Jurusan Teknik
Sipil ITATS dan alumni Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS.
5. Mengontrol komandan tingkat dari setiap Angkatan.
6. Bertanggung jawab kepada Ketua Divisi Humas HMTSI
7. Mengatur mekanisme program kerja HMTSI.
8. Membentuk kepanitiaan dalam program kerja HMTSI.
9. Melaksanakan program kerja sesuai dengan divisinya.
I. Tugas dan Wewenang divisi “Kesekretariatan ” HMTSI:
1. Pengarsipan data-data HMTSI.
2. Pemeliharaan Inventaris dan fasilitas HMTSI.
3. Mengatur dan mengembangkan administrasi dan birokrasi HMTSI.
4. Membentuk kepanitiaan dalam program kerja HMTSI.
5. Melaksanakan program kerja HMTSI.
6. Bertanggung jawab kepada ketua divisi kesekretariatan.
7. Pengembangan kenyamanan kesekretariatan HMTSI.
BAB XI
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS
Pasal 16
Hak pengurus HMTSI:
1. Mengadakan kerjasama dengan Ormawa lain di ITATS dan diluar ITATS.
2. Mendapat perlakuan yang sama dalam HMTSI.
3. Mengajukan dan menampung program kerja sesuai dengan bidang yang
ada dalam HMTSI.
4. Menjadi panitia pelaksana dalam kegiatan HMTSI.
5. Mengajukan diri sebagai Kandidat Ketua HMTSI setelah memenuhi
syarat yang telah ditentukan.
Pasal 17
Kewajiban pengurus HMTSI:
1. Menggunakan,merawat,dan menjaga fasilitas yang ada di HMTSI.
2. Aktif dalam HMTSI.
3. Mendukung segala bentuk program HMTSI.
4. Hadir dalam rapat pleno pengurus HMTSI.
5. Menjaga nama baik HMTSI dan jurusan Teknik Sipil ITATS.
6. Menjaga hubungan baik antar pengurus,masyarakat sipil ITATS,Ormawa
ITATS yang lain,dan Institusi lain diluar ITATS.
7. Melaksanakan segala aturan yang berlaku di HMTSI.
BAB XII
BADAN PENGARAH ORGANISASI (BPO)
BAGIAN 1
SUSUNAN DAN KEANGGOTAAN
Pasal 18
Badan Pengarah Organisasi (BPO) terdiri dari demisioner pengurus HMTSI.
Pasal 19
Anggota Badan Pengarah Organisasi (BPO) berjumlah minimal 2 orang
maksimal 5 orang.
BAGIAN 2
KRITERIAANGGOTA BADAN PENGARAH ORGANISASI
(BPO)
Pasal 20
1. Anggota Badan Pengarah Organisasi terdiri dari demisioner pengurus
HMTSI yang pernah menjabat minimal 2 periode yang dipilih
koordinator BPO dan dikoordinasikan dengan ketua HMTSI.
2. Mempunyai moralitas, integritas dan kapabilitas yang tinggi terhadap
HMTSI.
BAGIAN 3
PIMPINAN BADAN PENGARAH ORGANISASI (BPO)
Pasal 21
1. Koordinator Badan Pengarah Organisasi ditunjuk oleh Ketua HMTSI.
2. Koordinator dapat diubah sewaktu-waktu oleh Ketua HMTSI.
Pasal 22
Tugas Koordinator Badan Pengarah Organisasi:
1. Mengadakan koordinasi dengan anggota Badan Pengarah Organisasi
2. Bertanggung Jawab penuh atas pengarahan organisasi HMTSI melalui ketua HMTSI.
BAGIAN 4
TUGAS, HAK, DAN KEWAJIBAN BADAN PENGARAH
ORGANISASI (BPO)
Pasal 23
Tugas Badan Pengarah Organisasi:
1. Memberikan pengarahan terhadap Organisasi melalui Ketua HMTSI.
2. Melakukan koordinasi dengan Ketua HMTSI.
Pasal 24
HAK DAN KEWAJIBAN BADAN PENGARAH ORGANISASI (BPO):
1. Memberi usulan-usulan kepada Ketua HMTSI.
2. Bertanggung jawab secara moral kepada Himpunan jurusan Teknik
Sipil dan demisioner yang mempunyai loyalitas kepada HMTSI.
3. Memberikan pandangan umum terhadap kinerja himpunan melalui
MUSYAWARAH HIMPUNAN.
BAB XIII
TUGAS PROGRAM KERJA
Pasal 25
1. Program kerja merupakan program kegiatan dari HMTSI.
2. Program kerja diajukan oleh pengurus HMTSI sesuai aspirasi
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS dengan bidang yang ada
dalam HMTSI selama tidak melanggar AD dan ART yang ada.
3. Program kerja HMTSI mengacu pada keilmuan, penalaran,
kewirausahaan dan profesionalisme.
4. Program kerja HMTSI harus mampu meningkatkan sumber daya
mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS dalam bidang akademik
dan organisasi.
Pasal 26
PENDANAAN PROGRAM KERJA
Dana program kerja HMTSI diperoleh dari:
1. Dana lembaga.
2. Dana taktis dari panitia kegiatan sesuai dengan kesepakatan.
3. Dana partisipasi dari pihak luar yang tidak mengikat (donatur).
4. Sponsorship.
Pasal 27
SISA DANA PROGRAM KERJA
Seluruh sisa dana program kerja dimasukkan kembali kedalam kas HMTSI
sesuai dengan kesepakatan antara panitia pelaksanaan kegiatan dengan
pengurus HMTSI.
Pasal 28
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
1. Pelaksanaan program kerja dilaksanakan oleh bidang terkait yang apabila
diperlukan dapat melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan bidang
lain yang tidak terkait.
2. Ketua pelaksanaan kegiatan ditentukan berdasarkan musyawarah
mufakat apabila tidak ada yang bersedia maka ketua HMTSI berhak
menentukan.
3. Apabila terjadi kekurangan anggota pelaksana dalam program kerja
dapat di ambil dari luar pengurus HMTSI tetapi masih dalam lingkup
mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil ITATS yang aktif maksimal 6
semester.
4. Anggota tambahan dalam pelaksanaan program kerja hanya dapat
ditempatkan sebagai anggota pelaksana.
5. Jumlah anggota tambahan ditentukan sesuai dengan kesepakatan ketua
pelaksana dan pengurus HMTSI.
Pasal 29
PERTANGGUNG JAWABAN PROGRAM KERJA
1. Panitia pelaksanaan wajib melakukan pertanggung jawaban kepada ketua
divisi terkait secara lisan dan tertulis.
2. Panitia pelaksana wajib menyerahkan laporan pertanggung jawaban
kepada WR I setelah disetujui ketua HMTSI dan diketahui oleh ketua
Jurusan Teknik Sipil ITATS secara tertulis dalam kurun waktu yang sudah
ditentukan.
3. Panitia pelaksana wajib melakukan pertanggung jawaban kepada anggota
HMTSI dengan cara menempelkan di papan pengumuman area Jurusan
Teknik Sipil ITATS.
BAB XIV
PENGESAHAN
Pasal 30
Proposal kegiatan dan proposal anggaran HMTSI disetujui oleh ketua
HMTSI diketahui oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil ITATS dan disahkan oleh
WR I.
BAB XV MUSYAWARAH
HIMPUNAN
Pasal 31
1. Musyawarah dalam HMTSI disebut musyawarah himpunan
mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITATS.
2. Musyawarah himpunan dilakukan pada akhir kepengurusan HMTSI.
3. Musyawarah himpunan beranggotakan seluruh pengurus HMTSI dan
perwakilan tiap angkatan yang ditentukan oleh HMTSI.
4. Musyawarah himpunan merupakan forum tertinggi dalam
HMTSI.
5. Dalam keadaan luar biasa dapat dilaksanakan musyawarah himpunan
mahasiswa Jurusan Teknik Sipil luar biasa atas tertulis sejumlah anggota
pengurus HMTSI sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah pengurus HMTSI.
Pasal 32
Tugas dan Wewenang MUSYAWARAH HIMPUNAN adalah:
1. Menetapkan dan mengubah kebijakan serta peraturan HMTSI.
2. Mengevaluasi laporan tertulis dan lisan pengurus HMTSI yang lama.
3. Mengusulkan dan mengadakan sidang pembuatan atau mengubah
pedoman kerja HMTSI.
4. Memilih dan menetapakan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil
ITATS yang terpilih.
BAB XVI
RAPAT
Pasal 33
1. Rapat HMTSI terdiri dari:
a) Rapat Pleno.
b) Rapat koordinasi pengurus.
c) Rapat koordinasi antar divisi.
d) Rapat koordinasi perdivisi.
2. Rapat Pleno
a) Rapat pleno sekurang-kurangnya pelaksanaan 1 bulan sekali
b) Rapat pleno dianggap sah apabila di hadiri minimal 2/3 seluruh
pengurus.
c) Apabila point (b) tidak terpenuhi maka rapat di tunda 2 x 5 menit.
d) Apabila point (c) tidak terpenuhi maka rapat dianggap sah tanpa
memperhatikan kuantitas forum dengan catatan adanya perwakilan
tiap-tiap divisi.
e) Rapat pleno dipimpin langsung oleh ketua HMTSI.
3. Rapat pleno bertugas membahas progress dan evaluasi program kerja.
4. Rapat koordinasi perdevisi dilakukan minimal 2 kali dalam sebulan.
BAB XVII
PERTANGGUNG JAWABAN
Pasal 34
Pertanggung jawaban HMTSI:
1. Dalam pertanggung jawaban tugas dan fungsinya HMTSI bertanggung
jawab langsung kepada wakil Rektor I ITATS dalam bentuk laporan
tertulis
2. Ketua HMTSI bertanggung jawab kepada anggota dan melakukan
laporan pertanggung jawaban dalam kegiatan MUSYAWARAH
HIMPUNAN secara lisan dan tertulis.
BAB XVIII
PENDANAAN
Pasal 35
1. Pembiayaan untuk HMTSI didapat dari kesepakatan antara panitia
kegiatan dan pengurus HMTSI.
2. Pembiayaan untuk HMTSI didapat dari sisa dana kegiatan HMTSI dan
pihak lembaga kampus ITATS.
BAB XIX SERAGAM DAN
ATRIBUT
Pasal 36
Pakaian untuk pengurus HMTSI adalah Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan
digunakan pada setiap kegiatan HMTSI.
Detail Pakaian Dinas Lapangan (PDL) HMTSI:
- Berbentuk baju kemeja berlengan panjang, dengan 1 (satu) kantong baju
di dada sebelah kanan dan kiri.
- Berwarna dasar biru benhur berdasarkan bendera ITATS
- Lengan kanan berlambangkan logo ITATS dengan lebar 6,5 cm
- Lengan kiri berlambangkan logo HMTSI dengan lebar 6,5 cm
- Identitas pemakai diletakkan di atas kantong baju sebelah kanan ( Tipe font Calibri )
- Keterangan jabatan diletakkan di atas kantong sebelah kiri.
- Lambang Himpunan di pundak menandakan lama periode yang dilalui di
kepengurusan.
- Punggung belakang bertuliskan CIVIL ENGINEERING ( Tipe font Calibri )
Pasal 37
PDL dapat diperoleh oleh setiap calon pengurus HMTSI yang telah melewati 1 periode
kepengurusan.
Pasal 38
Syarat memperoleh PDL dan Pangkat:
1. Telah mendapatkan skep dan mengikuti kegiatan pengkaderan lainnya
yang dilakukan HMTSI.
Pasal 39
Bendera HMTSI
BAB XX
KETENTUAN -KETENTUAN LAIN
Pasal 40
Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh HMTSI harus menyesuaikan dan
mengacu pada AD dan ART HMTSI.
BAB XXI
PENUTUP
Pasal 41
1. Hal-hal yang belum diatur dalam AD dan ART inidan dianggap perlu
akan ditetapkan dengan aturan tersendiri.
2. Dengan berlakunya AD dan ART ini maka segala sesuatu yang
bertentangan dianggap sudah tidak berlaku lagi.
BAB XXII BPO
PENJELAS
Struktur HMTSI
KETUA HIMA
WAKIL BENDAHARA WAKIL
KETUA 1 SEKRETARIS KETUA 2
HUMAS LITBANG KADERISASI KESEKRETARIATAN
Keterangan:
1. - - - - - - - - - - - - - - - - - - = Garis Koordinasi
2. = Garis Perintah
SURAT PENGESAHAN ATURAN DASAR DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL
ITATS
Ditetapkan di : Waru, Sidoarjo
Tempat : MWC Nu Waru Jl. Kolonel Sugiono No.20,
Kundi, Kepuhkiriman, Kec. Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa
Timur
Hari, Tanggal : Minggu, 29 Agustus 2021
Jam : 18.13 WIB
Dengan ini menyatakan bahwa AD ART Periode 2021 - 2022
Dinyatakan SAH oleh Forum.
Yang bertanda tangan dibawah ini : PRESIDIUM
III
PRESIDIUM I PRESIDIUM
II
GARIS BESAR HALUAN KERJA (GBHK)
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL ITATS PERIODE 2021-2022
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
BAB 1. PENGERTIAN
Garis besar haluan kerja yang kemudian disingkat menjadi GBHK adalah pedoman
pembentukan dan perancangan program kerja HMTSI Periode 2021-2022.
BAB 2. LANDASAN
GBHK dibuat dengan belandaskan Visi Misi HMTSI, AD/ART HMTSI dan UURI No 12
Tahun 2012 Pasal 77.
BAB 3. Maksud dan Tujuan
GBHK disusun dengan maksud memberikan arahan dan pedoman dalam perencanaan
program kerja HMTSI Periode 2021-2022. Adapun tujuan disusunnya GBHK adalah supaya
program kerja yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan Visi Misi HMTSI
Periode 2021-2022.
BAB 4. Orientasi Umum
Bahwa semua program kerja diarahkan pada pengembangan jati diri HMTSI beserta
pengurus HMTSI. Periode 2021-2022 supaya menjadi himpunan yang berfokus pada
keaktifan bersinergi, peningkatan pola pikir biru sipil, selayaknya seorang organisator, dan
juga memunculkan serta meningkatkan minat bakat dalam ilmu ke teknik sipil an.
BAB 5. Orientasi Khusus
Untuk mencapai orientasi umum diatas, maka dibutuhkan pembagian-pembagian secara
fungsional sehingga terdapat pembagian tugas secara tegas dan jelas.
Adapun pembagian-pembagian fungsional tersebut dibagi menjadi:
1. Wakil Ketua Himpunan 1
2. Wakil Ketua Himpunan 2
3. Sekretaris Himpunan
4. Bendahara Himpunan
5. Divisi Kaderisasi
6. Divisi Kesekretariatan
7. Divisi Hubungan Masyrakat (HUMAS)
8. Divisi Penelitian dan Pengembangan (LITBANG)
Adapun haluan kerja masing-masing fungsionaris :
1. Wakil Ketua Himpunan 1
• Menunjang kinerja KAHIMA dalam mengawasi serta mengarahkan divisi
HUMAS dan LITBANG agar terciptanya HMTSI yang aktif bersinergi.
• Mengawal dan mengoptimalkan divisi HUMAS dalam mengelola informasi
baik di luar dan di dalam HMTSI yang berguna bagi pengurus maupun
anggota HMTSI.
• Mengawal dan mengoptimalkan divisi LITBANG dalam pengembangan minat
bakat disiplin ilmu pengurus dan anggota HMTSI sehingga memiliki ilmu
teknik sipil terupdate yang mengarah pada praktik kerja
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
2. Wakil Ketua Himpunan 2
• Menunjang kinerja KAHIMA dalam mengawasi serta mengarahkan divisi
KADERISASI dan KESEKRETARIATAN agar terciptanya HMTSI yang
aktif bersinergi.
• Mengawal dan mengoptimalkan divisi KADERISASI dalam pengkaderan soft
skill sehingga terwujudnya individu yang unggul dalam kualitas dan
profesional dengan tolak ukur jiwa organisator.
• Mengawal dan mengoptimalkan divisi KESEKRETARIATAN dalam
mengolah kerumahtanggaan sehingga faham tentang keorganisasian HMTSI.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
3. Sekretaris Himpunan
• Membuat format penomoran dan surat-menyurat yang berhubungan dengan
kepentingan HMTSI.
• Sebagai notulensi dalam tiap diskusi HMTSI.
• Mengetahui surat masuk dan surat keluar HMTSI.
• Membuat time schedule HMTSI selama kepengurusan.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
4. Bendahara Himpunan
• Mengatur keuangan dan kas HMTSI.
• Membuat rencana anggaran biaya selama kepengurusan HMTSI.
• Bersama Kesekretariatan menciptakan pemasukan keuangan HMTSI.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
5. Divisi Kaderisasi
• Membentuk dan menjadikan pengurus HMTSI yang memiliki jiwa
organisator.
• Untuk membentuk dan menjadikan pengurus HMTSI yang memiliki jiwa
organisator, maka anggota pengurus HMTSI dibagi menjadi 3 periode.
Periode pertama dibentuk dan dijadikan sebagai “eksekutor”, periode kedua
dibentuk dan dijadikan sebagai “konseptor dan eksekutor”, serta periode
ketiga dibentuk dan dijadikan sebagai “pembimbing dan pembina”.
• Membentuk anggota HMTSI, khususnya mahasiswa baru supaya memiliki
pola pikir mahasiswa sesungguhya dan biru sipil.
• Membantu pengkaderan soft skill penalaran berpikir anngota HMTSI.
• Mengontrol dan mengawasi pengurus HMTSI.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
6. Divisi Kesekretariatan
• Mengelola kerumahtanggaan dan kesekretariatan sehingga faham
keorganisasian HMTSI.
• Mengelola arsip-arsip HMTSI.
• Membantu bendahara untuk menciptakan pemasukan keuangan HMTSI.
• Mengelola keluar masuk surat HMTSI.
• Menciptakan pengurus HMTSI yang faham akan administrasi dan birokrasi.
• Bersama sekretaris membuat dan menjalankan format penulisan surat
menyurat dalam HMTSI
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkordinasi dengan tiap tiap unit.
7. Divisi HUMAS
• Mencari dan menyalurkan informasi di dalam maupun di luar kampus ITATS
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ITATS.
• Menjalin hubungan kerja sama baik di dalam maupun di luar kampus ITATS.
• Mengoptimalkan media dalam penyebaran informasi dan komunikasi.
• Menerima dan mengelola aspirasi anggota HMTSI.
• Membuat wadah untuk menunjang minat dan bakat anggota HMTSI.
• Melaksanakan advokasi di dalam kampus sesuai dengan kebutuhan anggota
HMTSI.
• Meningkatkan citra HMTSI.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkoordinasi dengan tiap tiap unit.
8. Divisi LITBANG
• Mengembangkan minat dan bakat pengurus maupun anggota HMTSI dalam
disiplin ilmu sehingga memiliki ilmu teknik sipil yang terupdate.
• Berkoordinasi dengan divisi humas untuk mencari dan menyalurkan informasi
dari internal dan eksternal HMTSI yang berguna bagi pengurus serta anggota
HMTSI.
• Mengadakan program kerja dalam disiplin ilmu yang mengarah pada praktik
kerja.
• Melaksanakan program kerja pelatihan yang berkaitan dengan disiplin ilmu.
• Menciptakan kinerja HMTSI yang saling berkoordinasi dengan tiap tiap unit.
BAB 6. PENUTUP
Garis Besar Haluan Kerja yang kemudian disingkat menjadi GBHK ini
disusun dan harus menjadiarah dan pedoman dalam pengemangan program
kerja HMTSI periode 2021-2022.