The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku "Makhluk Hidup dan Lingkungannya" berisi tentang keterkaitan antara makhluk hidup dengan lingkungannya seperti komponen biotik dan abiotik. Hubungan makhluk hidup dan lingkungannya dapat digambarkan sebagai individu - populasi - komunitas - ekosistem - biosfer. Terdapat juga sistem budidaya dengan media air yaitu hidroponik dan beserta jenis-jenis hidroponik.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rerutoganteng, 2022-11-26 09:41:14

Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Buku "Makhluk Hidup dan Lingkungannya" berisi tentang keterkaitan antara makhluk hidup dengan lingkungannya seperti komponen biotik dan abiotik. Hubungan makhluk hidup dan lingkungannya dapat digambarkan sebagai individu - populasi - komunitas - ekosistem - biosfer. Terdapat juga sistem budidaya dengan media air yaitu hidroponik dan beserta jenis-jenis hidroponik.

Keywords: Makhluk Hidup,Lingkungan,Ekosistem,Hidroponik,Pipieljitu

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat
rahmatnya kami bedua dapat menyelesaikan E-book dengan judul “ MAKHLUK HIDUP DAN
LINGKUNGANYA”.

E-book ini adalah tugas yang diberikan guru kepada murid X PPLG-2 agar melatih kita
untuk membuat buku digital dan juga terdapat manfaat lain yaitu untuk lebih memahami materi
tentang “ MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA”.

Dalam pembuatan E Book ini melibatkan banyak pihak, yaitu guru, teman dan juga
internet. Kami mengucapkan banyak terimakasih atas saran dan juga kritikannya. Buku digital
ini kita buat dalam jangka waktu 2 hari dan Alhamdulilah buku digital ini bisa kami selesaikan
dengan baik.

Kami menyampaikan banyak terimakasih kepada guru jurusan kami yang membimbing
kami sehingga bisa membuat buku digital dengan baik dan tepat waktu. Dan kami
mengharapkan kritik dan saran semua pihak unrtuk penyempurnaan E-book yang berjudul
“MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA” menjadi E-book yang lebih sempurna.

Senin, 21 November 2022

Anugerah Dewandaru An-Nissam

Zuraida Desy Kurniawati

i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………….. ii
BAB 1 : BIOTIK DAN ABIOTIK

1. KOMPONEN BIOTIK ………………………………….. 1
2. MAKHLUK HIDUP BERKELOMPOK ………………... 4
3. KOMPONEN ABIOTIK ……………………………….. 10
4. HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN ……………….. 16
BAB II : HIDROPONIK
1. PENGERTIAN ………………………………………. 18
2. SISTEM HIDROPONIK …………………………….. 19
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………. iii
PROFIL PENULIS ……………………………………………….. iv

ii


A. BIOTIK DAN ABIOTIK

1. KOMPONEN BIOTIK

Komponen biotik adalah anggota ekosistem yang meliputi semua makhluk
hidup. Di dalam suatu ekosistem, setiap komponen biotik memiliki cara hidup
berbeda dengan komponen biotik yang lainnya, sehingga interaksi yang terjadi
dapat menghasilkan berbagai macam karakter dalam suatu ekosistem.

Interaksi yang terjadi ini tidak hanya antarkomponen biotik, tetapi juga
dengan komponen abiotiknya sebagai lingkungan tempat komponen biotik hidup.
Misalnya, di padang rumput interaksi yang terjadi antarkomponen biotiknya
adalah antara tumbuhan dan hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Hal ini
memunculkan karakter bahwa di padang rumput hewan dominan yang hidup
adalah hewan herbivora.

Adapun interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik misalnya
kecepatan angin di daerah padang rumput dan tumbuhan semak.
Kecepatan angin di daerah ini cukup kencang karena tumbuhan yang ada hanya
tumbuhan kecil seperti semak, sehingga tidak ada penghalang angin melewati
daerah tersebut.

1


Menurut Wijaya Jati dalam Biologi Interaktif Kelas X IPA, komponen
biotik dalam ekosistem terdiri dari produsen, konsumen, detritivor, dan
dekomposer. Berikut masing-masing penjelasannya.
a. Produsen

Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanan
sendiri, misalnya ganggang dan tumbuhan hijau yang memanfaatkan cahaya
matahari atau energi kimia untuk membuat makanannya sendiri. Ada yang
melalui proses fotosintesis (menggunakan energi cahaya matahari), maupun
kemosintesis (menggunakan energi kimia).
b. Konsumen

Konsumen merupakan makhluk hidup
yang tidak dapat membuat makanan
sendiri. Makhluk hidup memperoleh
nutrisi dengan cara memakan
makhluk hidup yang lain.

2


Konsumen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
 Pemakan tumbuhan (herbivora). Contohnya adalah sapi, domba, dan kerbau.
 Pemakan hewan (karnivora). Contohnya adalah harimau, singa, dan buaya.
 Pemakan tumbuhan dan hewan (omnivora). Contohnya adalah tikus, kucing, dan

manusia.
c. Detritivor

Detritivor atau pemakan bangkai merupakan organisme pemakan detritus
(sisa-sisa makhluk hidup). Detritivor mempunyai peran penting dalam ekosistem
karena mereka membantu menguraikan zat organik menjadi zat anorganik untuk
kemudian diolah lagi oleh produsen.

Kendati demikian, detritivor berbeda dengan dekomposer. Contoh dari
komponen biotik ini adalah cacing, bintang laut, dan teripang.

3


d. Dekomposfer

Dekomposer atau pengurai merupakan organisme yang menguraikan
senyawa organik dari makhluk hidup yang sudah mati menjadi senyawa
anorganik. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur

2. MAKHLUK HIDUP BERKELOMPOK
a. Individu

Individu merupakan tingkat ekologi paling rendah yaitu satu jenis
organisme. Misalnya, seekor kupu-kupu, seekor sapi, seekor ikan, seekor paus,
seekor harimau, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.
b. Populasi

Tingkatan ekologi yang lebih tinggi dari individu adalah populasi. Dilansir
dari Biology LibreTexts, populasi adalah sekelompok organisme dari spesies
yang sama yang hidup di suatu daerah tertentu dalam waktu yang sama pula.
Misalnya, dua ekor kupu-kupu pada sebuah taman bunga disebut sebagai
populasi. Namun, jika dua ekor kupu-kupu dari spesies sama tinggal di dua taman
bunga yang berbeda, maka keduanya bukanlah satu populasi.

4


Adapun, dua kupu-kupu yang tinggal dalam taman yang sama namun pada
waktu berbeda bukanlah suatu populasi. Karena populasi
harus hidup ditempat dan waktu yang sama. Contoh lain dari populasi adalah
populasi manusia di Pulau Jawa, populasi rumput liar di savanah, dan populasi
orang utan di Kalimantan.

c. Komunitas
Tingkat ekologi selanjutnya adalah komunitas. Komunitas adalah kumpulan

dari beberapa populasi spesies yang berbeda. Sekumpulan kupu-kupu di taman
merupakan suatu komunitas jika terdiri atas spesies kupu-kupu yang berbeda.
Namun, jika sekumpulan kupu-kupu tersebut terdiri dar populasi yang sama.
Maka, sekumpulan kupu-kupu terebut adalah populasi.

5


d. Ekosistem
Tingkat ekologi di atas komunitas adalah ekosistem. Ekosistem adalah

kumpulan dari komunitas makhluk hidup. Tidak hanya komunitas yang
merupakan faktor biotik, ekosistem juga mencakup faktor abiotik. Misalnya,
tanah, udara, dan air tempat suatu komunitas berada.
Ekosistem di muka bumi terbagi menjadi banyak jenis, misalnya taiga, hutan
hujan tropis, hutan gugur, padang lamun, sabana, tundra, estuari, terumbu karang,
pantai berpasir, pantai berbatu, dan laut dalam.
Macam-maca ekosistem sebagai berikut
 Ekosistem darat

1. Ekosistem hutan
Ciri ekosistem hutan adalah vegetasi pohon keras yang beragam,

mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Semua vegetasi tumbuh
dengan baik karena hutan memiliki tanah yang kaya akan humus.

Ekosistem hutan memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah taiga dan
hutan hujan tropis.

6


Ciri utama ekosistem taiga adalah hutan pinus, sedangkan karakteristik
ekosistem hutan hujan tropis adalah memiliki iklim yang baik bagi
berbagai jenis tumbuhan karena hujan yang turun setiap hari.
3. Ekosistem padang rumput

Ekosistem ini tentunya didominasi oleh vegetasi rerumputan. Hampir seluruh
organisme hewan yang tinggal di ekosistem padang rumput adalah hewan
herbivora. Biasanya, ekosistem ini berada dekat dengan ekosistem perairan
sungai.

4. Ekosistem gurun
Ekosistem gurun dihuni oleh makhluk-makhluk hidup yang mampu

bertahan hidup dengan keadaan yang kering dan suhu yang panas. Jarang
ditemukan tumbuhan yang hidup di ekosistem ini.

7


 Ekosistem air
1. Ekosistem air tawar

Kadar garam air yang ada di dalam air tawar sangat sedikit
sehingga disebut dengan air tawar. Beberapa contoh ekosistem air tawar
adalah, sungai, rawa, dan danau.

Karakteristik sungai adalah gerakan air yang menghasilkan arus.
Seluruh organisme yang hidup di ekosistem ini telah beradaptasi dengan
aliran air sungai. Berbanding terbalik dengan karakteristik sungai,
karakteristik rawa dan danau adalah air yang tidak bergerak sehingga
tidak menghasilkan arus air.
2. Ekosistem laut

Berbeda dengan ekosistem air tawar, ekosistem laut memiliki air dengan
kandungan garam yang sangat tinggi dan bisa melebihi 4%. Ekosistem alami ini
merupakan ekosistem terluas di dunia.

8


Ekosistem laut berdekatan dan berhubungan dengan ekosistem lainnya,
seperti ekosistem terumbu karang, ekosistem pantai, dan ekosistem estuari
e.Biosfer

Di atas ekosistem ada tingkat ekologi selanjutnya, yaitu biosfer. Dilansir dari
Encyclopedia Britannica, biosfer adalah lapisan tipis penyokong kehidupan di
permukaan bumi yang terbentang dari beberapa kilometer ke atmosfer hingga
ventilasi laut dalam. Biosfer mencakup semua jenis ekosistem yang ada di
permukaan bumi. Sederhanya, semua faktor biotik dan abiotik di permukaan
bumi adalah biosfer.

9


3. KOMPONEN ABIOTIK

a. Pengertian
Abiotik adalah benda-benda mati yang ada di permukaan bumi dan

memberikan manfaat serta pengaruh bagi kehidupan manusia dan
mahluk hidup lainnya. Meskipun berupa benda tak hidup atau mati,
komponen ini juga memiliki peran penting dan dibutuhkan untuk
kelangsungan hidup organisme pada sebuah ekosistem. Oleh sebab itu,
komponen biotik dan abiotik pada sebuah ekosistem sama-sama
memiliki ketergantungan satu sama lain.

Secara tidak langsung, komponen abiotik juga berpengaruh
terhadap seleksi alam dan penentuan makhluk hidup yang mampu
bertahan hidup atau beradaptasiMisalnya dengan menentukan
ketersediaan salah satu atau beberapa komponen abiotik, maka akan
terlihat organisme mana yang sanggup bertahan.

Faktor abiotik dapat membentuk banyak variasi dan berkaitan
dengan kondisi alam dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dan
diperhatikan dari berbagai jenis ekosistem yang kita akan amati.

10


a. Peran dan fungsi komponen abiotik

Komponen abiotik atau unsur benda tak hidup memiliki peranan
penting dalam membentuk dan menyeimbangkan ekosistem. Pengaruh
komponen abiotik pada ekosistem adalah peranan secara langsung
maupun tidak langsung terhadap organisme.

Komponen abiotik juga berkaitan erat dengan komponen biotik dalam
kesuksesan suatu ekosistem. Keduanya tidak bisa dipisahkan, sehingga
jika salah satu ada yang mengalami kendala maka dapat berakibat satu
sama lain. Termasuk akan berakibat pada organisme di dalam
ekosistem.

Sedangkan fungsi utama komponen abiotik adalah sebagai faktor yang
paling berpengaruh terhadap kemampuan reproduksi suatu spesies
organisme atau makhluk hidup di dalam sebuah ekosistem. Hal ini
dikarenakan kelangsungan hidup organisme tersebut tidak akan optimal
bila tidak ada faktor dari komponen abiotik yang menunjang.

Misalnya, komponen abiotik seperti air, udara, kelembaban, cahaya
matahari, bebatuan dan tanah tidak ada atau tidak berfungsi dengan
baik, maka berpengaruh pada kelangsungan hidup tumbuhan.Terutama
adalah cahaya matahari yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Jika
tidak cukup cahaya matahari, maka tumbuhan akan mati karena tidak
mampu bertahan hidup.

Jika tidak ada tanaman atau tumbuhan maka hewan pemakan tanaman
juga terancam punah. Hal ini karena makanan yang tersedia berkurang
dan berujung pada ekosistem yang tidak seimbang.

11


b. Jenis komponen abiotik
1. Air

Air atau disebut dihidrogen monoksida merupakan komponen
vital yang paling dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Manusia
memiliki sekitar 70 persen kandungan air di dalam tubuhnya. Fungsi
air adalah sebagai pelindung dan penghantar energi dalam tubuh
makhluk hidup.
Kebutuhan air suatu organisme tidak bisa disamakan dengan
organisme lain. Selain itu, kondisi atau tempat satu dengan yang lain
juga memiliki ketersediaan air yang berbeda. Sehingga hal ini juga
mempengaruhi cara hidup organisme di suatu tempat.
Misalnya di lingkungan gurun yang sedikit air, berbagai tumbuhan
pun beradaptasi dengan kondisi alam di sana. Beberapa tumbuhan
seperti kaktus membentuk daun yang tebal dan berpori-pori sempit
untuk mengurangi penguapan.

12


2. Cahaya matahari

Sinar matahari adalah salah satu komponen yang berperan
penting untuk membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Selain
itu, hampir semua makhluk hidup memerlukan cahaya ini karena
mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Cahaya matahari juga mempengaruhi kelembaban dan peningkatan
suhu atau temperatur udara yang berujung pada kondisi tekanan
udara. Secara tidak langsung, semua komponen abiotik ini saling
berkaitan satu sama salin.
3. Udara dan suhu udara

Udara merupakan komponen abiotik dan menjad kebutuhan
primer untuk sistem pernapasan. Sedangkan karbondioksida
merupakan hasil dari respirasi makhluk hidup yang dihasilan oleh
manusia dan hewan.
Karbondioksida sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk membantu
proses fotosintesis. Selain itu, bumi juga dilindungi oleh lapisan
udara yang disebut atmosfer.
Sedangkan suhu udara yang dimaksud adalah derajat panas suatu
benda yang ditunjukkan dengan besaran tertentu. Suhu ini dapat
mempengaruhi metabolisme dalam tubuh makhluk hidup atau
komponen biotik. Beberapa makhluk hidup tidak dapat bertahan
hidup pada suhu tertentu.

13


4. Angin
Angin adalah aliran udara yang berasal dari adanya rotasi bumi

dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya.
Angin berperan penting dalam mempengaruhi suhu lingkungan dan
membantu proses evaporasi atau penguapan bagi organisme.

5. Kelembapan
Kelembaban merupakan konsentrasi uap air yang ada di udara.

Kelembaban secara langsung mempengaruhi iklim dan secara tidak
langsung berpengaruh pada pertumbuhan makhluk hidup khususnya
bagi tumbuhan.

6. Iklim
Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca pada suatu waktu dan di

suatu tempat di bumi atau pun planet lainnya. Iklim terbentuk akibat
interaksi dari berbagai komponen abiotik, seperti suhu, air, udara,
kelembaban, curah hujan, cahaya matahari dan lain-lain.

Iklim berpengaruh pada sebaran organisme di muka bumi, serta
memiliki keterkaitan erat dengan kelangsungan hidup tumbuhan dan
kesuburan tanah.

Contohnya wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis sehingga
memiliki ekosistem dengan makhluk hidup yang beraneka ragam
dan juga hutan yang lebat atau lebih dikenal dengan sebutan hutan
hujan tropis yang tidak dimiliki wilayah dengan iklim lain.

7. Garam mineral
Garam mineral merupakan senyawa yang terdapat di dalam

tanah. Fungsinya untuk membantu proses metabolisme dan juga
pertumbuhan suatu organisme.

14


8. Derajat keasamaan atau pH
pH adalah ukuran tingkat asam atau basa suatu benda yang

diukur dengan skala 0 sampai 4. Contohnya seperti nilai pH tanah
yang sangat cocok untuk ditumbuhi tanaman dengan pH berkisar
antara 5,8 sampai 7,2. Kadra pH yang baik juga dipengaruhi oleh
pupuk, curah, hujan, aktivitas akar tanaman dan juga penguraian
mineral dalam tanah.

9. Bebatuan dn tanah
Komponen yang satu ini juga memiliki peran sangat penting,

yaitu berperan dalam persebaran organisme dengan struktur fisik,
pH dan kandungan mineral yang beragam di dalamnya.

Keduanya tidak bisa terpisahkan, bebatuan tanpa tanah tidak akan
bisa ditempati makhluk hidup, begitu pun sebaliknya. Selain itu,
komposisi partikel tanah (tekstur), jenis tanah, derajat keasaman
(pH), dan kandungan garam mineral (unsur hara) juga
mempengaruhi kualitas tanah.

10.Topografi
Topografi merupakan tata letak suatu tempat dilihat dari

ketinggian tertentu di atas permukaan air laut atau dilihat dari garis
bujur dan garis lintang. Perbedaan pada topografi juga dapat
mempengaruhi jenis penerimaan tekanan udara, kelembaban,
cahaya matahari dan suhu udara di suatu tempat. Topografi juga
dapat menggambarkan distribusi suatu organisme atau makhluk
hidup.

Itulah sepuluh contoh komponen abiotik yang paling berpengaruh
dalam sesuatu ekosistem. Komponen abiotik yang berupa faktor
fisik dan kimia ini juga disebut sebagai faktor ekologis.

15


4. HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN

Energi dapat diubah darisatu bentuk ke bentuk lain tetapi energi tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan. Setiap terjadi perubahan bentuk energi
pasti terjadi degradasi energi atau energi yang terpencar karena efiensi
tidak mungkin 100%. Pemahaman hukum energi ini penting dalam
pengelolaan ekosistem. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisme
hidup memerlukan energi dan akan menghasilkan energi dalam bentuk
lain. Hal ini bermanfaat dalam kehidupan organisme dalam suatu
ekosistem.

Sinar matahari merupakan sumber energi utama dalam ekosistem. Proses
fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan berkhlorofil dengan bantuan
sinar matahari dapat mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa,
oksigen dan air. Tumbuhan hijau yang dapat melakukan proses fotosintesis
disebut produsen karena menghasilkan makanan yang dimanfaatkan oleh
organisme lain. Dalam suatu ekosistem, jagung di makan tikus, tikus
dimakan ular, ular dimakan lagi oleh burung elang. Disini terjadi
perpindahan energi dari organisme tersebut.perpindahan energi dari
produsen sampai konsumen terakhir disebut rantai makanan. Jadi rantai
makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup.

Di dalam ekosistem jarang terjadi rantai makanan yang sederhana seperti
yang disebutkan diatas. Dari produsen berhenti sampai pada konsumen
kedua. Pada kenyataanya tumbuhan tidak hanya dimakan tikus, tapi bisa
dimakan kelinci, kambing, sapi bahkan manusia. Tikus tidak hanya
dimakan ular, tapi bisa juga dimakan kucing. Namun kucing tidak hanya
makan tikus, tetapi makan nasi, ikan, daging ayam. Burung elang juga
tidak hanya makan ular, namun bisa memakan ayam, itik, kelinci dan lain-
lain.

Jika diagram rantai makanan itu dibuat, maka akan tampak saling terkait
dan membentuk jaring-jaring. Oleh karena itu rantai makanan yang saling
terkait disebut dengan jarring-jaring makanan. Proses makan dimakan
dalam jaring-jaring makanan disebut dengan jaring-jaring kehidupan.
Jumlah produsen dan konsumen dalam suatu ekosistem, bisa

16


digambarkan dengan piramida dimana jumlah produsen harus lebih banyak
daripada konsumen 1, konsumen 2 dan seterusnya. Hal ini untuk menjaga
keberlangsungan ekosistem.Perpindahan energi dan materi dalam suatu
ekosistem dapat digambarkan pada skema di bawah ini

matahari

Produsen Panas Bahan-bahan mineral
Tumbuhan
berkhlorofil Sisa-sisa Proses demineralisasi
tumbuhan oleh mikroba
Konsumen I dan hewan
Herbivora yang mati

Konsumen II Penguraian oleh bakteri
Karnivora dan jamur

Perpindahan energi
Perpindahan energi
Perpindahan energi dan materi dalam ekosistem

17


A. HIDROPONIK

1. PENGERTIAN

Dalam bahasa inggris, hidroponik (hydroponic) merupakan berasal dari kata
Yunani yaitu hydro yang berarti air serta ponos yang artinya daya. Hidroponik
sendiri dikenal dengan soilless culture maupun dengan arti budidaya tanpa tanah.
Jadi hidroponik ini adalah sebuah budidaya tanaman yang menggunakan air
dengan tidak memakai tanah sebagai media tanamnya.

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya menanam tanpa media tanah,
dengan cara memanfaatkan air. Satu hal yang dapat ditekankan dalam sebuah
hidroponik yaitu pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk sebuah tanaman. Teknik
dalam menanam hidroponik ini memerlukan air lebih sedikit apabila
dibandingkan dengan menanam di tanah pada umumnya.

Metode tanam hidroponik ini tentunya sangat sesuai yang diterapkan pada
wilayah yang memiliki sedikit air. Namun, dalam kebutuhan nutrisi tanaman juga
menjadi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang maksimal.

Nutrisi pada tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik ini dapat berasal
dari bermacam – macam sumber, yang sebagai contoh dari kotoran bebek,
kotoran ikan, pupuk kimia maupun sebuah unsur buatan lainnya.

18


2. JENIS SISTEM HIDROPONIK
a. Sistem Wick

Sistem hidroponik wick adalah salah satu metode hidroponik
yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan. Dalam sistem
wick, tanaman akan ditempatkan pada sebuah wadah yang
diletakkan tepat pada sebuah tempat penyimpanan air. Wadah
penyimpanan air tersebut sebelumnya sudah diberikan larutan
nutrisi seperti pupuk dan penyubur tanaman. Sistem ini bisa dibuat
dengan mudah hanya dengan menggunakan tali atau kain wol dan
wadah yang terbuat dari plastik.

Sistem wick ini menggunakan metode yang bernama kapiler
yang di mana tali atau kain akan menyerap air secara perlahan
layaknya sebuah spons dan akan langsung mentransfer air dan
nutrisi tersebut pada tanaman yang Anda tanam. Menanam tanaman
hidroponik dengan menggunakan sistem wick memang
membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan membatasi jenis-
jenis tanaman yang bisa Anda tanam. Metode ini juga cocok
digabungkan dengan sistem aerasi agar tanaman bisa mendapatkan
oksigen lebih banyak.

19


b. System Deep Water Culture

Sistem hidroponik yang selanjutnya adalah sistem deep water
culture. Metode ini cukup sederhana karena tanaman yang akan
Anda tanam cukup dimasukkan ke dalam air aerasi. Metode ini
merupakan salah satu metode hidroponik yang paling sederhana dan
paling populer digunakan oleh banyak orang. Banyak yang
beranggapan bahwa metode ini merupakan sistem hidroponik yang
paling tidak repot untuk dilakukan.

Akar dari tanaman yang akan Anda tanam akan selalu berada
di bawah permukaan air sehingga Anda akan membutuhkan sistem
aerasi yang benar agar tanaman Anda bisa tumbuh secara normal
dan cepat. Pasanglah sistem aerasi pada dasar wadah dan
mengalirkan udara dari mesin oksigen dengan menggunakan selang
karet yang sudah dilubangi agar oksigen bisa terbagi secara merata
pada seluruh tanaman.

20


c. System aeroponik

Sistem hidroponik yang selanjutnya adalah sistem aeroponik. Metode
aeroponik ini menggunakan air yang sudah dikabutkan dan dialirkan pada akar-
akar dari tanaman yang sudah disusun dengan cara sedemikian rupa. Metode
penanaman ini termasuk salah satu
cara yang paling sulit untuk dilakukan dan mahal tetapi tidak memerlukan tempat
yang banyak di rumah Anda.

21


d. System Drip

Metode hidroponik yang selanjutnya adalah sistem drip. Metode
ini menggunakan sistem aerasi untuk mengalirkan air yang
sebelumnya sudah diberikan nutrisi seperti pupuk dan penyubur
tanaman dan akan diteteskan pada akar dan batang tanaman secara
berkala.
Metode ini memang cukup kompleks karena Anda harus
memastikan agar air hasil aerasi yang berlebihan terbuang dan tidak
membuat tanaman Anda menjadi busuk karena kelebihan nutrisi.
Metode ini juga memungkinkan Anda untuk menanam tanaman
yang berukuran besar karena tidak memerlukan banyak tempat
untuk mengaliri air pada bagian bawah dari wadahnya.
e. Metode EEB atau flow

Metode penanaman hidroponik berikutnya adalah EBB dan Flow. Pada
metode ini terdapat sebuah timer yang akan mengatur waktu untuk

22


mengaliri air yang sudah diberikan pupuk pada tanaman Anda dalam
waktu yang sudah ditentukan. Metode ini juga menggunakan tabung
untuk mengaliri air yang berlebih agar tidak merusak tanaman dan buah
yang sudah Anda tanam.

f. Metode nurtrient film

Pada metode nurtrient film, tanaman hidroponik Anda akan
secara berkala dialirkan air yang mengandung pupuk dan nutrisi
lainnya dengan menggunakan pipa di bawah tanaman yang Anda
tanam. Metode ini cukup berbeda dengan cara lainnya karena akar
dari tanaman Anda tidak akan terendam di dalam air dan hanya akan
dialiri oleh air saja. Metode ini mengharuskan Anda agar akar dari
tanaman tidak menutupi aliran air dan menjadikan tanaman lain
menjadi kekurangan nutrisi.

g. Metode bubbleponic
Sesuai dengan namanya, metode ini mengandalkan gelembung

udara yang dihasilkan oleh sistem aerasi agar tanaman Anda bisa
terus tumbuh dan mendapatkan oksigen dengan cukup. Metode ini
juga mengharuskan agar akar dari tanaman Anda tetap berada di
dalam air dan sudah dialiri oleh nutrisi agar tanaman bisa tumbuh
dengan subur

23


h. sistem fertigasi
Metode yang terakhir bisa Anda gunakan adalah sistem fertigasi. Teknik ini
mengharuskan Anda untuk mengalirkan air yang mengandung nutrisi dan unsur
hara dengan menggunakan cara irigasi. Dalam sistem ini biaya untuk melakukan
pemupukan akan berkurang
karena pupuk akan langsung diberikan secara bersamaan dengan penyiraman
tanaman Anda. Metode ini juga membuat Anda menjadi lebih berhemat karena
pemakaian pupuk akan menjadi berkurang karena akan diberikan pada tanaman
Anda dalam jumlah yang sedikit namun secara terus menerus.

24


Daftar pustaka
Kumparan.com. 2021. “Komponen Biotik: Pengertian dan Unsur-unsurnya”,

https://kumparan.com/kabar-harian/komponen-biotik-pengertian-dan-unsur-unsurnya-
1x7aiHFQr4E/full, diakses pada 20 November 2022 pukul 18.05.
Silmi Nur Utami. 2022. “individu, populasi, komponen, ekosistem dan biosfer”,
https://www.kompas.com/skola/read/2022/06/16/150803169/individu-populasi-
komunitas-ekosistem-dan-biosfer, diakses pada 20 November pukul 19.41.
Rimbakita.com. 2022. “Komponen Abiotik- Pengertian, Peran dan Fungsi, serta Contoh”,
https://rimbakita.com/komponen-abiotik/ , diakses pada 20 November 2022 pukul
19.06.
Rafi. 2022. “ Pengertian Hidroponik: Cara Menanam Tanpa Media Tanam”,
https://www.gramedia.com/best-seller/pengertian-hidroponik/ , diakses pada 20
November 2022 pukul 19.19.
Rumah.com. 2020. “ Cara Mudah Menanam dengan Sistem Hidroponik”,
https://www.rumah.com/panduan-properti/sistem-hidroponik-29659 , diakses pada 20
November 2022 pukul 19.20.

iii


TENTANG PENULIS

Nama : Anugerah Dewandaru An-Nissam
Panggilan : Anis
TTL : Semarang, 17 April 2007
Alamat : Jl. Tegalrejo Timur rt.10 rw.3, Tlogomulyo
Umur : 15 tahun
Hobi : Menonton K-drama, membaca wattpaad dan memasak
Instagram : annissam174_

Nama : Zuraida Desy Kurniawati
Panggilan : Desy
TTL : Semarang, 06 Desember 2006
Alamat : Perum Griya Lestari Blok A1 No.9 Ngaliyan,
Semarang
Umur : 16 tahun
Hobi : Menonton film, membaca komik dan novel, badminton
Instagram : zuradaisy_

Kami berdua adalah siswi SMK Negeri 7 Semarang, Kelas X dari jurusan
Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim. Kami adalah teman yang cukup dibilang dekat dan
juga kami termasuk golongan-golongan orang absurd. Kami sering juga membagi banyak
cerita tentang kejadian sehari-hari, percintaan, pelajaran bahkan membicarakan sesuatu yang
tidak jelas. Berbicara tentang pelajaran disekolah, sebenarnya kami cukup kesusahan untuk
beberapa materi tetapi kami bias saling bekerja sama untuk memahami materi tersebut. Kami
merupakan perpaduan yang sangat mantab hehe. Dan terimakasih untuk kalian yang sudah
membaca buku ini.

iv


Click to View FlipBook Version