The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Stula KELOMPOK 2 PKP ANGKATAN IX TAHUN 2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fefe nima, 2024-06-29 14:02:42

Majalah Stula KELOMPOK 2 PKP ANGKATAN IX TAHUN 2024

Majalah Stula KELOMPOK 2 PKP ANGKATAN IX TAHUN 2024

LAPORAN 2024 TAHUN KELOMPOK 2 PKP ANGKATAN IX STUDI LAPANGAN B P S D M P R O VIN SI B P S D M P R O VIN SI J A W A TIM U R J A W A TIM U R PROVINSI JAWA TIMUR


Check us on Youtube! https://youtu.be/3GulE3VfGgY?si=O6lg7IGO4WjJflfI Check us out online!


Kelompok 2 PKP ANGKATAN IX DIAH LUSI INDRIATI, SE ROMIYATUN, SH YANTO WINARJO, S.PD, M.SI ERIKA SOPHIA DARMOKO, SE AGUS MULYANTO, SE PANGESTI HIDAJANTI, S.SOS DWI WIDIASTUTI, SE, MM LOKUS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LOMBOK BARAT KETUA CATUR HARI WIBOWO, SE, MM DELA NORIS DELEN, S.PD, ME SEKRETARIS PENYAJI HADI MURTONO, S.PD ANGGOTA ANGGOTA


P K A T A P E N G A N T A R uji syukur kami panjatkan kehadiratAllah SWT, karena atas berkatrahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Kelompok Studi Lapangan dengan lokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat PropinsiNusa Tenggara Barat yang merupakansalah satu syarat yang harus ditempuh untuk syarat kelulusanPendidikan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun 2024. Ucapanterima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan partisipasi beberapa pihak dalam menyelesaikan penyusunan Laporan Studi Lapangan ini kepada yang terhormat: 1.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat PropinsiNusa Tenggara Barat; 2.Bapak Mochamad Suluh, SH., M.Si selaku Pembimbing Stula Pelatihan PengawasAngkatan II Tahun 2024; 3.Peserta Pelatihan Kepemimpinan PengawasAngkatan IX Tahun2024 Kelompok II; 4.Seluruh panitia Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III Tahun 2023. Penulis menyadari masih banyak kekurangan didalam menyusun Laporan Kelompok Studi Lapangan pada Lokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan Laporan Kelompok StudiLapangan sangat bermanfaat bagi kami. Besar harapan penulis semoga Laporan Kelompok Studi Lapangan pada Lokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Lombok Barat, 24 Juni 2024 Kelompok II


B A B I 1.1 Latar Belakang P E N D A H U L UA N 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Waktu dan Tempat Studi Lapangan


Jiwa kepemimpinan dapat muncul secara naluriah, namun akan lebih baik jika ditunjang dengan ilmu, praktik dan contoh yang sesuai. Ada berbagai cara dan alternatif untuk mengembangkan potensikepemimpinan dalam jiwa seseorang. Salah satu caranya adalah dengan belajarmandiri (otodidak) dan melakukan survey atau biasa disebut dengan study lapangan (field study). Studi lapangan atau field study adalah bentuk pembelajaran inovatif dari luar kantor outdoor yang mana kegiatan utamanya observasi. Pada kegiatan ini, pemimpin akan menemukan berbagaiwawasan dan fakta baru dari lapangan tempat studi yang mana akan membawa manfaatpada lingkungan dia bekerja. Sebelum memutuskan untuk melakukan studi lapangan atau field studi, suatu instansi diharuskan memastikan apakah kegiatan ini akan bernilai efektif dan efisien atau tidak. Ekspektasi perubahan yang diinginkan haruslah diproyeksikan dari awal, agar pada saat pelaksanaan, pemimpin sebagai peserta studi lapangan atau field studi dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu dari lokasi tujuan untuk diimplementasikan dan diadaptasikan pada lingkungan kerja. Tentunya tidak semata-mata langsung diadaptasi, melainkan diikutidengan inovasi baru yang disesuaikan dengan kondisi instansi itu sendiri. Adanya pelatihan kepemimpinan yang dikemas dalam sebuah diklat ini tentu membawa banyak manfaat bagi pemimpin yang mengikuti acara ini. Seperti yang telah diagendakan, bahwa pelaksanaan studi lapangan atau field studi ini dirasa akan membawa perubahan besar bagi instansi. Maka, perlu adanya pemilihan lokasi yang sesuai serta memiliki inovasi dan perkembangan terkait pelayanan masyarakat yang nantinya dapat diadaptasi. Fungsi adanya studi lapangan ini adalah agar para peserta dapat mengadopsi, memodifikasi sekaligus mangadaptasi dan menyelaraskan dengan kondisidan situasi yang ada di Pemerintah Kabupaten masing-masing peserta. Pada Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Dalam Perencanaan Pembangunan Di Kabupaten Lombok Barat, perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses untuk menentukan kebijakan menyusun rencana masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di daerah sesuai dengan prioritas daerah. Maka dari itu, dengan adanya studi lapangan atau field studi diharapkan dapat mewujudkan perencanaan pembangunan guna meningkatkan pelayanan masyarakat dari tahun ke tahun. Hal ini tentu perlu didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang baik dan perencanaan yang inovatif. Berdasarkan latar belakang di atas, maka kelompok II memiliki harapan yang besar agar kegiatan studi lapangan ini dapat berjalan sesuai dengan eskpektasi dan tujuan awal yang ditetapkan sehingga dapat membawa wawasan baru bagi instansi tempat bekerja. Latar Belakang


Maksud Pelaksanaan studi lapangan ini memiliki maksud sebagai upaya pengakumulasian data, pengidentifikasian masalah dan pencarian solusi atas permasalahan yang ada berkaitandengan praktik manajerial kepemimpinan dan pelayanan publik di instansi terkait yang dikunjungi. Hal yang diharapkan pada pelaksanaan studi ini adalah sebagai penambahan ilmu dan wawasanserta pengalaman yang berharfa sebagaipeserta diklat kepemimpinan pengawas. Adapun tujuan dari pelaksanaan studilapangan ini adalahsebagai berikut: a. Peserta diklat dapat menggali data informasi, baik berbentuk data primer dan sekunder yang didapatkan dari narasumber lokus; b. Mampu mengambil intisari praktek kepemimpinan dan penyelenggaraan pelayanan publik pada lokus; c. Mampu mengambil manfaat dan kemungkinan untuk diterapkan/ diadopsidi lingkungan kerja organisasi. Maksud & Tujuan Tujuan


WAKTU DAN TEMPAT Studi Lapangan Waktu pelaksanaan tanggal 23 sampai 26 Juli 2024 Waktu Pelaksanaan DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LOMBOK BARAT Jalan H. Mustofa, Giri Menang, Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia Tempat Studi Lapangan


B A B I I 2.1 Kabupaten Lombok Barat D E S K R I P S I L O KU S 2.2 Dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Lombok barat


Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona dan kekayaan budayanya yang beragam, Lombok Barat menawarkan berbagaipotensi dan daya tarik yang unik. Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai Delapan Kabupaten dan Dua kotamadya, salah satunya adalah Kabupaten Lombok Barat. Ditinjau dari keadaan geografisnya, Kabupaten Lombok Barat dibagi menjadi: a.Daerah Pegunungan, yaitu gugusan pengunungan yang membentang dari Kecamatan Lingsar sampai Kecamatan Narmada. Gugusan pegunungan ini merupakan sumber air sungai yang mengalir ke wilayah bagian tengah dan bermuara di pantai barat. b.Daerah Berbukit-bukit, yang terdapat di bagian selatan meliputi Kecamatan Sekotong dan Lembar di bagian selatan. c.Daerah Dataran Rendah, yang terdapat di bagian tengah yang membentang dari perbatasan ujung timur dengan ujung barat. Secara geografis letak Kabupaten Lombok Barat berada pada posisi sebagai berikut : Kabupaten Lombok barat Secara geografis letak Kabupaten Lombok Barat berada pada posisi sebagai berikut : a. Sebelah Selatan : 8˚55'.19'‘LS – 116˚0’5’’BT b. Sebelah Barat : 8º45‘.11,15'‘LS – 115º49,12’.04’’BT c. Sebelah Timur Selatan : 8˚52’22.29’’LS- 116˚6’33.7’’BT d. Sebelah Timur Utara : 8˚24‘.33.82’’LS- 116˚20’15.62’’BT Kabupaten Lombok Barat memiliki gugusan pulau-pulau (gili), baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, diantaranya adalah Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Tangkong (Desa Tawun), Gili Poh, Gili Genting, Gili Lontar, Gili Gede, Gili Ringgit, Gili Layar, Gili Asahan, Gili Goleng (Desa Pelangan), Gili Kao, Gili Kere, Gili Geneng-geneng, Gili Anak Ewo, Gili Sarang, Gili Wayang, Gili Pulau Tiga, Gili Tepong, Gili Batu Nyangkong, Gili Malang dan Gili Sepatang (Desa Sepi). Gili Sepatang (Pulau Sophialouisa) merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Samudera Hindia dan merupakan wilayah paling selatan dari provinsi NTB, dan masih terdapat banyak pulau yang sampai saat ini belum mempunyai nama. Berdasarkan hasil pengamatan Citra Satelit tahun 2016, terdapat 100 pulau baru di NTB yang tidak berpenghuni, belum mempunyai nama, dan sebagian besar berada di Kabupaten Lombok Barat, yaitu di Kecamatan Sekotong sebanyak 90 pulau.


Dinas pendidikan dan kebudayaan kab. Lombok barat Lembaga pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sektor pendidikan dan kebudayaan di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dinas ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melestarikan kebudayaan lokal melalui berbagai program dan kegiatan Berdasarkan Peraturan Bupati nomor 11 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta tata kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat yang dijelaskan dalam Bab II Pasal 2: 1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab Kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. 2. Kepala Dinas sebagaimana dimaksud ayat (1) mempunyai Tugas memimpin, mengatur, merumuskan, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan derah dibidang pendidikan dan kebudayaan berdasarkan Asas otonomi dan tugas pembantuan sesuai dengan tugas kewenangannya. 3. Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi: a. Menyusun rencana strategis bidang Pendidikan dan Kebudayaan; b. Perumusan kebijakan teknis bidang Pendidikan dan Kebudayaan; c. Pelaksanaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Pembinaan Pendidikan Dasar, Kebudayaan, dan Ketenagaan; d. Pembinaan, Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan bidang pendidikan dan kebudayaan; e. Pembinaan terhadap unit pelaksana Teknis Dinas dibidang Pendidikan dan Kebudayaan; f. Pelaksanaan kegiatan penata usahaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; dan g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan Tugas dan Fungsinya.


B A B I I I 3.1 Tahapan Studi Lapangan M E T O D E D A N A N A L I S A 3.2 Teknik Pengumpulan Data 3.3 Teknik Analisis Data


Studilapangan(fieldstudy) merupakansebuahmetode pembelajaranmelaluipengumpulan datasecaralangsungdengan pengamatan,wawancara,mencatat ataumengajukan pertanyaanpertanyaan(Bevandan Sharon,2009).Studilapanganadalah kegiatankunjungankelokusterpilih untukmemeriksapermasalahandi lapangandanmelakukankomparasi substansipembelajarandengan implementasinyadilokusuntuk mendapatkanpembelajarantertentu denganmodelproblemsolvinguntuk memecahkanmasalahdengan frameworkpeningkatanpengawasan ataupengendalianpelaksanaan pelayananpublik. Tahapan Studi Lapangan


TAHAPAN STUDI LAPANGAN INVENTARISIR MASALAH Untuk menghimpun data yang diperlukan dalam Studi Lapangan ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut: PEMBAGIAN KELOMPOK KE LOKUS PENGUMPULAN DATA


TEKNIK ANALISIS DATA WAWANCARA DOKUMEN TASI OBSERVASI Teknik analisis data yang akan digunakan dalam studi lapangan ini adalah menggunakan:


B A B I V 4.1 Jenis Pelayanan Publik B E S T P A R C T I C E S P E LAYA N A N P U B L I K 4.2 Inovasi Sebagai Peningkatan Pelayanan Publik 4.3 Manfaat Inovasi Selaras 4.4 Key Succes Factors Kinerja Organisasi Pelayanan Publik


JENIS PELAYANAN PUBLIK a.Penertbitan Izin Operasional PAUD dan PNF b.Rekomendasi Teknis Izin Operasional Satuan Pendidikan SD c.Rekomendasi Teknis Izin Operasional Satuan Pendidikan SMP d.Penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) e.Penerbitan Nomor Pokok Yayasan Pendidikan (NPYP) f.Pengajuan dan Pencairan BOP PAUD dan Kesetaraan g.Rekomendasi Pencairan Dana BOS SD h.Rekomendasi Pencairan Dana BOS SMP i.Pelayanan Legalisir Ijazah/STTB/SKHU SD j.Pelayanan Pengesahan Kurikulum Satpen SD k.Pelayanan Surat Keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah/STTB/SKHU/ SD l.Pelayanan Surat Keterangan Pengganti Ijazah/STTB/SKHU/ SD m.Usul Mutasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan n.Pelayanan Pembayaran Sertifikasi Pendidik o.Pelayanan Pembayaran Tambahan Penghasilan Pendidik p.Pelayanan Rekomendasi Pengangkatan Guru Menjadi Kepala Sekolah q.Pelayanan Rekomendasi Pengangkatan Guru Menjadi Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat memberikan pelayanan publik tenaga pendidik, dengan jenis layanan sebagai berikut:


I N O VAS I S E B A G A I P E N I N G KATA N Pelay anan Pu blik Dispendikbud Kabupaten Lombok Barat mempunyai inovasi palayanan publik yaitu inovasi Program Selaras (Program Akselerasi Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah) sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bidang Pendidikan di Kabupaten Lombok Barat


Manfaat Inovasi Selaras a. Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) b. Meningkatkan Angka Rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) c. Membantu masyarakat Lombok Barat yang tidak dapat menuntaskan pendidikan dibangku sekolah tertentu dapat merasakan dan belajar kembali d. Meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Barat Dengan inovasi selaras diharapkan program ini dapat :


Key Succes Factors Kinerja Organisasi Pelayanan Publik • Bappeda • SPNF • Forum MKKS SMP, K3S SD, • PKBM • Seluruh tenaga pendidik • DUKUNGAN DARI STAKE HOLDER :


B A B V 5.1 Kesimpulan P E N U T U P


Kesimpulan Di era perkembangan IT yang cukup masiv di Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat tidak tersugesti untuk melakukan inovasi yang bersifat mainstream dengan memanfaatkan teknologi Informatika saja. Rendahnya rata-rata tingkat pendidikan penduduk usia 25 tahun keatas di Kabupaten Lombok Barat menjadikan Fokus utama permasalahan tersebut menjadi satu Inovasi Pelayanan Publik dengan mengoptimalkan peran Tenaga Pendidik sebagai garda terdepan melalui PROGRAM SELARAS.


Click to View FlipBook Version