YAYASAN AN NASHR BINTARO 1
YAYASAN AN NASHR BINTARO 2 I. PENDAHULUAN Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya Dengan rasa hormat dan kegembiraan yang mendalam, kami dengan rasa syukur daopat mempersembahkan buku Pedoman dan Tatakelola Yayasan An Nashr ini kepada seluruh jamaah, pengurus Yayasan, dan Organ Pembina serta Pengawas Yayasan. Buku ini merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak yang peduli dan berdedikasi terhadap perkembangan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial Masjid merupakan tempat suci yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi titik fokus bagi kehidupan masyarakat Muslim. Sebagai pusat spiritual dan sosial, masjid memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengarahkan umat Muslim menuju kehidupan yang bermakna dan mengembangkan potensi mereka secara holistic. Buku Pedoman dan Tatakelola Yayasan ini dibuat sebagai panduan strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengembangan masjid ke depan. Tujuan utama buku ini adalah untuk menciptakan masjid yang inklusif, dinamis, dan berdaya guna bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitarnya Dalam buku ini, kami merangkum visi, misi, dan strategi pengembangan yang telah kami susun dengan cermat. Kami percaya bahwa melalui rencana ini, masjid akan mampu menjangkau lebih banyak jamaah, memberikan pelayanan yang berkualitas, serta berkontribusi dalam pembangunan spiritual dan sosial masyarakat Buku ini juga menggambarkan peran penting setiap individu dan kelompok dalam mewujudkan rencana jangka panjang ini. Kami mengajak semua jamaah dan komunitas untuk bersatu padu, saling mendukung, dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan Bersama.
YAYASAN AN NASHR BINTARO 3 Semoga buku Pedoman dan tatakelola Yayasan ini dapat menjadi pijakan yang kuat bagi pengurus masjid dan komunitas untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Kami berharap buku ini dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan strategi yang efektif dalam mengelola dan mengembangkan masjid sesuai dengan kebutuhan umat Muslim dan masyarakat sekitar Dalam kepengurusan ini terdiri dari enam Bidang dan ditambah satu Unit Klinik Pratama An Nashr Medical Care (KP-AMC) yang mana semua Organ Yayasan dan perangkat organisasi Pengurus yang terbentuk telah dilengkapi dengan Tugas dan Fungsi nya masing masing Selanjutnya dari berbagai Unit Aktivitas ini disusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran. Biaya yang diperlukan sepenuhnya bersal dari sumbangan Jemaah dan Masyarakat berupa, Infaq, Zakat dan Sodaqoh serta unit Usaha An NAshr. Akhir kata, marilah kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar buku ini menjadi berkah dan rahmat bagi kita semua. Semoga masjid ini tetap menjadi tempat yang melahirkan generasi yang takwa, mempererat ukhuwah islamiyah, dan menebar kebaikan bagi seluruh umat muslim 1.1 VISI DAN MISI YAYASAN AN NASHR V I S I Terwujudnya Yayasan An Nashr Sebagai Pusat Kegiatan Umat Ahlul Sunnah Wal Jama’ah Untuk Membentuk Masyarakat Madani Berakhlaqul Karimah Yang Berpegang Teguh Pada Pengamalan Al Quran Dan As Sunnah M I S I a. Membina dan mempersiapkan generasi bangsa melalui pendidikan dan dakwah untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan, keilmuan dan kemandirian yang berlandaskan pada nilai nilai agama Islam.
YAYASAN AN NASHR BINTARO 4 b. Menumbuh kembangkan dan mempererat jalinan tali silaturahmi serta ukuwah Islamiah untuk menjadikan Masjid An Nashr sebagai masjid yang aman, tentram dan damai. c. Menanggulangi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan sosialekonomi ummat melalui pemberdayaan sumberdaya manusia dan menggali serta menggalang potensi umat Islam. d. Membangun dan memelihara sarana prasarana peribadatan, pendidikan, kesehatan dan kegiatan usaha dengan tatakelola secara profesional, transparan, dan bertanggungjawab serta terpercaya sesuai kaidah dan syariat Islam. I.2. RENCANA STRATEGIS a. Membangun system Information Technology untuk menunjang seluruh kegiatan operasional Yayasan An Nashr. b. Menyelenggarakan dan menyempurnakan kegiatan peribadatan yang aman, nyaman dan damai demi terciptanya kekhusyukan ibadah. c. Menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah sesuai dengan hukum dan syari’at Islam dan memberikan penyelesaian tentang Wakaf. d. Membangun tempat dan sarana pendidikan umum dan agama Islam mulai dari TKA/TPA hingga Perguruan Tinggi secara bertahap e. Mendirikan Panti Asuhan untuk anak yatim-piatu dan kaum duafa. f. Mendidik kader bangsa dibidang IPTEK dan IMTAQ secara formal maupun informal agar siap menjadi pimpinan muslim berakhlaqul karimah yang handal.
YAYASAN AN NASHR BINTARO 5 g. Menyelenggarakan pendidikan formal dan informal berupa pendidikan kejuruan, Training/ kursus, dan workshop untuk menunjang industri kreatif dan ekonomi kreatif. h. Membangun balai pengobatan, rumah bersalin dan klinik untuk menunjang program Pemerintah I.3. STRUKTUR ORGANISASI YAYASAN AN NASHR II. SUSUNAN PERSONAL YAYASAN AN NASHR 2.1. SUSUNAN PEMBINA Ketua : H. Syaiful Pribadi Wakil Ketua : - Sekretaris : H. Drs. Iskandar Zulkarnain. MM. Anggota : H. Drs. Zulfikar Mouris H. Ary Koeswiranto. SE. H. Mohammad Soekirno. SE. H. Harum A. Reksodiputro. SH.
YAYASAN AN NASHR BINTARO 6 H. dr. Indra Djaman. SpPD H. Ir. Heru Djoni Putranto. DGT. H. Tedjo Tjahjono. MT. 2.2. SUSUNAN PENGAWAS Ketua : H. S a r t o n o SH. Anggota : H. Helmy Ali H. Dr. Anton Ahmad Saragih. SE, MM. H. Drs. R. Ahmed Kurnia Soeriawidjaja. MSi H. Ir. Faisal E. Yazid Dipl. Ing H. Achmad Noerzaman 2.3. SUSUNAN PENGURUS Ketua : H. Rosyidul Umam Aly Sekretaris : H. Prapantja Muchtar Bendahara : H. Deni Indrajaya 2.3.1. BIDANG IBADAH dan DAKWAH Ketua : Ustadz Sahidun 2.3.2. BIDANG ZAKAT, INFAK DAN SODAQOH Ketua : H. Wiko Taviarto 2.3.3. KLINIK PRATAMA AN NASHR MEDICAL CARE Ketua : H. dr. Muchlis LUBIS 2.3.4. BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Ketua : Hj. Refdawati Basri 2.3.5. BIDANG PEMUDA-REMAJA DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN Ketua : Budhi Priyadharshani
YAYASAN AN NASHR BINTARO 7 2.3.6. BIDANG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR MASJID DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Ketua : H. Ir. Dicky Hendrasto 2.3. SUSUNAN DEWAN SYARIAH Anggota Dewan Syariah Yayasan AN Nashr adalah sebai berikut : Dewan Syariah Yayasan An Nashr terdiri dari 5 Orang, yang mempunyai kepakaran dalam ilmu masing-masing Dewan Syariah ini diketuai oleh Prof. Dr. Said Agil Husein Al Munawar LC, MA yang diharapkan dengan adanya Dewan Syariah ini bisa memberikan arahan dalam pengelolaan Yayasan An Nashr Dewan Syariah ini mempunyai otoritas untuk melihat, mempertimbangkan dan menilai seluruh kegiatan Yayasan, baik yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan direncanakan berdasarkan pertimbangan syariah. Dalam aspek perencanaan, pengurus Yayasan harus merujuk pada pertimbangan Dewan Syariah, apakah kegiatan tersebut diperbolehkan secara syar’i ataukah terlarang. Dalam kegiatan Ketua : Anggota :
YAYASAN AN NASHR BINTARO 8 yang sedang berlangsung, Dewan Syariah berwenang untuk mengawasi (monitoring) sehingga seluruh kegiatan berlangsung dalam koridor syariah dan mencegah terjadinya penyimpangan. Sedangkan pada kegiatan yang telah dilaksanakan, pengurus Yayasan mempertanggungjawabkan kegiatannya secara syariah kepada Dewan Syariah. Selain itu Dewan Syariah juga dapat : a. Memberikan nasihat dan konsultasi : Dewan Syariah memberikan nasihat dan konsultasi kepada pengurus Yayasan terkait kegiatan dan kebijakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah b. Menetapkan kebijakan dan prosedur : Dewan Syariah membantu dalam menetapkan kebijakan dan prosedur yang harus diikuti dalam menjalankan kegiatan Yayasan, seperti pengelolaan dana, kegiatan sosial, pendidikan agama, dan lain-lain c. Memastikan pemahaman syariah : Dewan Syariah bertanggung jawab untuk memastikan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam dalam kegiatan dan program yang diadakan di Yayasan. Hal ini melibatkan mengkaji dan meninjau materi pengajaran, ceramah, dan kegiatan keagamaan lainnya d. Menyelesaikan sengketa : Jika terjadi sengketa atau perselisihan yang berkaitan dengan Yayasan atau kegiatan di dalamnya, Dewan Syariah dapat berperan dalam mencari solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah III. TUGAS DAN FUNGSI ORGAN YAYASAN AN NASHR (PEMBINA, PENGAWAS DAN PENGURUS) 3.1. P E M B I N A. Tugas Pembina adalah menyusun Visi & Misi Yayasan An Nashr, dan mengkomunikasikannya kepada pengurus, memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan program kerja tahunan maupun program jangka Panjang dan melakukan pengawasan serta pengendalian atas jalannya kegiatan Yayasan An Nashr, memberikan Pengarahan dan masukan masukan kongkrit (direktif) kepada Ketua Pengurus Yayasan An Nashr serta para Ketua Bidang lainnya demi tercapainya Visi dan Misi Yayasan An Nashr. Dalam keadaan khusus yang mana bila Ketua Pengurus Yayasan An Nashr dan para Ketua
YAYASAN AN NASHR BINTARO 9 Bidang lainnya berhalangan dalam menjalankan tugasnya, Pembina mempunyai kewenangan untuk menggantikannya dengan mendelegasikan kepada Pengawas. 3.2. P E N G A W A S. Tugas Pengawas adalah melakukan pengawasan operasional atas jalannya kegiatan operasional Yayasan An Nashr dan memastikan bahwa yayasan tersebut beroperasi sesuai dengan aturan, peraturan, dan nilai-nilai yang berlaku memberikan sumbang saran serta masukan masukan kongkrit (guidance) kepada Ketua Pengurus Yayasan An Nashr dan para Ketua Bidang lainnya. Dalam keadaan khusus yang mana bila Ketua Pengurus dan para Kepala Bidang lainnya berhalangan dalam menjalankan tugas operasionalnya, Pengawas dapat mengusulkan penggantiannya kepada Pembina. Secara umum tugas pengawas adalah sebagai berikut : a. Pengawasan keuangan : Memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Yayasan. Ini meliputi memeriksa laporan keuangan, memastikan penggunaan dana sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang ditetapkan, serta melakukan audit internal jika diperlukan b. Memantau kegiatan dan program : Melakukan pemantauan terhadap kegiatan dan program yang dilakukan oleh Yayasan, memeriksa apakah kegiatan sesuai dengan tujuan dan visi Yayasan, apakah program-program berjalan dengan baik, dan memastikan kepatuhan terhadap nilai-nilai agama dalam pelaksanaan kegiatan c. Menjaga integritas organisasi : Memastikan bahwa Yayasan menjalankan tugasnya dengan integritas dan profesionalisme beroperasi secara transparan, menjunjung tinggi etika, dan menghindari konflik kepentingan atau pelanggaran hukum d. Memberikan nasihat dan rekomendasi : Memberikan nasihat dan rekomendasi kepada pengurus yayasan dalam pengambilan keputusan yang strategis, memberikan masukan berdasarkan penilaian dan pemantauan terhadap kegiatan dan program yayasan
YAYASAN AN NASHR BINTARO 10 3.3. KETUA PENGURUS. Ketua Pengurus Yayasan adalah jabatan Eksekutif structural tertinggi seorang pimpinan di Kepengurusan Yayasan An Nashr. Pemimpin tertinggi akan bertanggung jawab dalam memimpin dan mengarahkan jalannya Yayasan An Nashr sesuai mandat yang diberikan oleh Pembina. Tanggung jawab Ketua Pengurus Yayasan tidak terbatas dalam hal: a. Menyusun Strategi menjalankan Misi demi tercapainya Visi Yayasan An Nashr, yang dijabarkan dalam program kerja tahunan (jangka pendek), dan program kerja 5 tahun. (Planning, Organizing, Actuating, Evaluating and Reporting). b. Kepemimpinan dan pengambilan keputusan : Sebagai ketua yayasan masjid, bertanggung jawab untuk memberikan kepemimpinan yang efektif dalam mengarahkan visi, misi, dan tujuan yayasan. Ketua Yayasan memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan kegiatan, program, dan kebijakan yayasan. c. Koordinasi dan delegasi : Ketua Yayasan bertugas untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh ketua bidang. Ini meliputi pengaturan pengkoordinasian program2 serta memastikan ntugas dan tangg7ng jawab dilaksanakan secara maksimal dan efisien d. Memimpin Para Ketua Bidang agar kinerja Yayasan An Nashr optimal, dengan pencapaian setiap program kerja secara maksimal. e. Memastikan bahwa prinsip tatakelola Yayasan benar-benar diaplikasikan dengan baik dan benar sesuai syariah, f. Menjalin hubungan dan kemitraan strategis dengan institusi lain, g. Mengatur dinamika (alokasi, investasi, dan optimalisasi) dana Z.I.S.W h. Supervisi dan evaluasi : Ketua Yayasan memiliki tanggung jawab untuk melakukan supervisi terhadap kinerja pengurus yayasan dan staf yang bekerja di bawah Yayasan dengan melakukan evaluasi terhadap kegiatan dan program yayasan, serta memberikan umpan balik dan perbaikan yang diperlukan i. Dan lain-lain sesuai arahan Pembina dan Pengawas. 3.4 SEKRETARIS : Secara umum tugas dan fungsi sekretaris yayasan memiliki peran penting dalam pengelolaan administrasi, dokumentasi, dan koordinasi untuk semua kegiatan yang
YAYASAN AN NASHR BINTARO 11 berhubungan dengan Yayasan, dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Yayasan An Nashr. Beberapa tugas dan fungsi Sekretaris adalah sebagai berikut : Dibawah sekretaris ada tiga Unit Kerja yang menbatu sekretaris dalam melaksanakan tugas hariannya yaitu : a. Operasional Harian dan Information Technology (IT), b. Human Resources (HR) dan Public Relation (PR), c. Hukum dan Litigas. 3.4.1. Operasional Harian & Teknologi Informasi (IT) : SeksiOperasional Harian dan Informasi Teknologi terdiri dari dua seksi yaitu Seksi Operasional Harian dan Seksi Teknologi Informasi (IT) . - Seksi Operasional Harian bertugas membantu Sekretaris dalam pengorganisasian, dan pengendalian pelaksanaan kerja harian yang telah disyahkan Yayasan An Nashr. - Seksi Teknologi Informasi (IT) membantu Sekretaris dalam penyediaan / pengadaan infrastruktur (software - wardware) system Informasi dan teknologi serta menjamin kehandalan operasional aplikasi yang digunakan dalam kegiatan Yayasan An Nashr. 3.4.2. Human Resources (HR) & Public Relation (PR) : Seksi Human Resources (HR) dan Public Relation (PR) terdiri dari dua seksi yaitu Seksi Human Resources (HR) dan Seksi Public Relation (PR). - Seksi Human Resources (HR) bertugas menyediakan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan, serta melakukan fungsi pembinaan dan pemberdayaan sehingga menjadi SDM yang handal serta memenuhi standar kopentensi sesuai dengan tugas dan fungsinya. - Seksi Public Relation (PR) berfungsi sebagai corong keluar untuk mengkomunikasikan Yayasan An Nashr yang berupa Social Media (Facebook, Instagram, Tweeter) sehingga semua kegiatan dan program2 Yayasan AN Nashr bisa terkomunikasi dengan baik kepada Jamaah dan Masyarakat
YAYASAN AN NASHR BINTARO 12 3.4.3. Hukum & Litigasi : Seksi Hukum dan Litigasi terdiri dari dua seksi yaitu Seksi Hukum dan Seksi Litigasi. - Seksi Hukum bertugas dan berfungsi sebagai pembantu Sekretaris dalam urusan regulasi dan kebijakan Yayasan agar sejalan dan tidak bertentangan dengan regulasi dan kebijakan Pemerintah maupun hukum syariah. - Seksi Litigasi bertugas dan berfungsi sebagai pembantu Sekretaris dalam urusan proses Litigasi apabila terjadi sengketa antara Yayasan An Nashr vs pihak lain untuk membawa sengketa kasus ke pengadilan atau pengaduan dan penyelesaian tuntutan atau penggantian atas kerusakan atau kerugian. 3.5. B E N D A H A R A Tugas dan fungsi bendahara Masjid sangat penting dalam perencanaan keuangan,pengelolaan keuangan dan aset masjid. Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi yang dilakukan oleh bendahara masjid : a. Penerimaan dan pengeluaran keuangan : Bendahara bertanggung jawab untuk menerima semua pendapatan masjid, baik itu dari sumbangan umat Muslim, infaq, Shodaqoh, zakat, atau sumber pendapatan lainnya. Selain itu juga bertugas mengelola dan mengatur pengeluaran keuangan masjid, termasuk pembayaran tagihan, gaji staf, biaya operasional, dan kegiatan-kegiatan masjid b. Pembuatan dan pemeliharaan laporan keuangan : Bendahara harus membuat dan memelihara catatan keuangan yang akurat dan terperinci tentang semua transaksi keuangan masjid, yang meliputi pembuatan laporan keuangan bulanan, laporan tahunan, dan neraca keuangan masjid. Laporan keuangan ini penting untuk memantau kesehatan keuangan masjid dan memberikan informasi yang diperlukan kepada pengurus masjid dan pihak berkepentingan lainnya c. Pengelolaan aset dan inventaris : Bendahara bertugas untuk mengelola aset dan inventaris masjid, melacak, memelihara, dan mengelola inventaris barang-barang masjid seperti peralatan ibadah, perabotan, perlengkapan, dan lain-lain, serta bertanggung jawab dalam menjaga dan memelihara properti masjid, seperti gedung, tanah, dan fasilitas lainnya
YAYASAN AN NASHR BINTARO 13 d. Pembuatan anggaran : Bendahara berperan dalam menyusun anggaran engan berkoordinasi dan bekerjasma dengan bidang-bidang yang lain dan pihak terkait untuk menentukan sumber pendapatan dan alokasi dana untuk berbagai kegiatan dan program masjid. Anggaran ini membantu dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan yang lebih baik e. Pelaporan kepada pengurus masjid : Bendahara harus secara rutin melaporkan kondisi keuangan dan aset masjid kepada pengurus masjid maupun pengawas. Laporan ini mencakup informasi tentang penerimaan, pengeluaran, saldo kas, inventaris, dan informasi keuangan lainnya. Hal ini membantu pengurus dan pengawas dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keuangan dan pengelolaan aset masjid f. Kepatuhan terhadap peraturan dan hukum : Bendahara harus memastikan bahwa semua kegiatan keuangan dan pengelolaan aset masjid sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, dan harus memahami dan mematuhi peraturan perpajakan, peraturan terkait akuntansi, serta peraturan masjid yang berlaku di wilayah Bintaro 3.6. BIDANG IBADAH & DAKWAH : Bidang ibadah dan dakwah memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan spiritual, pengembangan keagamaan, dan penyebaran nilai-nilai Islam kepada umat Muslim. Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi yang dilakukan oleh bidang ibadah dan dakwah di masjid An Nashr : a. Penyelenggaraan ibadah : Bidang ibadah di masjid bertanggung jawab untuk menyelenggarakan berbagai ibadah, seperti salat lima waktu, salat Jumat, salat Tarawih, salat Idul Fitri/Idul Adha, Sholat Gerhana dan ibadah-ibadah lainnya serta harus memastikan kelancaran dan kualitas pelaksanaan ibadah tersebut b. Ceramah/Kajian Rutin : Kajian dan ceramah rutin harus direncanakan dengan baik dan dipilih penceramah dan pengisi kajian yang mumpuni dalam keilmuan masingmasing misalnya Ilmu Fiqih, tafsir Al-Qur'an, kisah-kisah Nabi, dan lain lain. Membuat Jadwal Penceramah selama satu tahun penceramah tarawih, Imam Sholat JUmat, Khotib dan Penceramah pada Peringatan Hari Besar Islam
YAYASAN AN NASHR BINTARO 14 c. Penyuluhan dan pendidikan agama : Bidang ibadah dan dakwah dapat menyelenggarakan program penyuluhan dan pendidikan agama kepada umat Muslim sekitar yang meliputi penyuluhan tentang aqidah (keyakinan), fiqh (hukum Islam), akhlak (etika), dan berbagai aspek lain dari ajaran Islam d. Pelayanan konseling agama : Bidang ibadah dan dakwah dapat menyediakan layanan konseling agama kepada masyarakat di sekitar Masjid An Nashr Bintaro. Layanan ini membantu umat Muslim dalam menyelesaikan masalah keagamaan, memberikan bimbingan moral, dan memberikan nasihat spiritual e. Memastikan setiap ibadah dan dakwah yang diselenggarakan di Masjid AN Nashr adalah berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah 3.7. BIDANG ZAKAT, INFAQ SHODAQOH dan WAKAF Bidang zakat, infaq, dan shadaqah memiliki peran penting dalam pengelolaan dan distribusi dana keagamaan dari umat Muslim. Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi yang dilakukan oleh bidang zakat, infaq, dan shadaqah : a. Penerimaan dan pengelolaan dana : Bidang zakat, infaq, dan shadaqah bertanggung jawab untuk menerima dan mengelola dana yang diberikan oleh umat Muslim dan harus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut b. Pengumpulan zakat : Salah satu tugas utama bidang zakat di masjid adalah mengumpulkan zakat dari umat Muslim. Hal ini meliputi pengumpulan zakat fitrah, zakat maal, dan zakat profesi. Bidang ini harus memastikan bahwa zakat yang dikumpulkan disalurkan kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan syariah c. Distribusi zakat : Bidang zakat memiliki tanggung jawab untuk mendistribusikan zakat kepada mustahik, yaitu mereka yang berhak menerima zakat. Harus melakukan penilaian dan verifikasi terhadap penerima zakat serta memastikan zakat disalurkan dengan tepat dan efisien d. Pemanfaatan dana infaq dan shadaqah : Bidang infaq dan shadaqah bertugas untuk mengumpulkan dan mengelola dana infaq dan shadaqah yang diberikan oleh umat Muslim. Dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan operasional
YAYASAN AN NASHR BINTARO 15 masjid, pembangunan dan renovasi masjid, pelayanan sosial, pendidikan agama, dan berbagai kegiatan kebaikan lainnya e. Penyuluhan dan edukasi : Bidang zakat, infaq, dan shadaqah dapat menyelenggarakan program penyuluhan dan edukasi kepada umat Muslim tentang pentingnya zakat, infaq, dan shadaqah dalam Islam. Mereka memberikan pemahaman tentang hukum-hukum, manfaat, dan cara-cara pemberian dana tersebut f. Pendistribusian bantuan sosial : Bidang zakat, infaq, dan shadaqah dapat memanfaatkan dana yang dikumpulkan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dapat berupa bantuan keuangan, sembako, pendidikan, kesehatan, atau bantuan dalam bentuk lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat g. Pemberdayaan ekonomi : Selain memberikan bantuan langsung, bidang zakat, infaq, dan shadaqah di masjid juga dapat melibatkan diri dalam pemberdayaan ekonomi umat Muslim dengan memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, atau pendampingan dalam pengembangan usaha untuk membantu umat Muslim meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka 3.8. KLINIK PRATAMA AN NASHR MEDICAL CARE. Klinik Pratama An Nashr Medical Care (KP AMC) merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar yang dilayani oleh dokter umum dan pimpinan oleh seorang dokter umum. Klinik Pratama AMC dimiliki oleh Yayasan An Nashr, 3.8.1. Klinik Pratama AMC Memberikan Pelayanan Meliputi: Pemeriksaan Umum (Termasuk Surat Sehat), Pemeriksaan Gigi, Gawat Darurat, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Lansia, Laboratorium Mini, dan Farmasi/Apotek (BPJS/Non BPJS)
YAYASAN AN NASHR BINTARO 16 TUGAS DAN FUNGSI KLINIK PRATAMA AN NASHR MEDICAL CARE a. Menyediakan pelayanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, konsultasi medis, serta tindakan medis sederhana. b. Memberikan pengobatan dan perawatan medis kepada pasien yang mengalami penyakit ringan, serta memberikan saran dan tindakan medis yang tepat. c. Menyediakan konsultasi medis kepada pasien yang membutuhkan, seperti saran tentang pola makan yang sehat, kebutuhan vitamin dan mineral, serta tindakan pencegahan penyakit. d. Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar, seperti tes darah dan urine, untuk membantu mendiagnosis penyakit dan memantau kondisi kesehatan pasien. e. Menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan, seperti sterilisasi alat medis, pemakaian alat pelindung diri, dan menjaga kebersihan lingkungan klinik untuk mencegah penyebaran penyakit. f. Memberikan edukasi kesehatan kepada pasien, seperti cara menjaga kesehatan, gaya hidup sehat, dan pencegahan penyakit. g. Merekomendasikan pasien ke spesialis jika memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih spesifik, atau rumah sakit yang sesuai. 3.9. BIDANG PENDIDIDKAN Bidang pendidikan masjid An Nashr memiliki peran penting dalam menyediakan pendidikan agama, moral, dan nilai-nilai Islam kepada umat Muslim di sekitar Masjid An Nashr. Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi yang umumnya dilakukan oleh bidang pendidikan di masjid : a. Penyelenggaraan program Pendidikan : Bidang pendidikan dapat menyelenggarakan program Pendidikan (PAUD/TK/SD/SMP/SMA setingkat/ Universitas) dapat juga melaksanakan kegiatan seperti seminar, lokakarya, atau ceramah agama. Program ini dapat melibatkan ulama, pendidik agama, atau pakar dalam bidang-bidang tertentu untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada umat Muslim
YAYASAN AN NASHR BINTARO 17 b. Pengajaran Al-Qur'an dan Hadis: Bidang pendidikan bertanggung jawab menyelenggarakan pengajaran Al-Qur'an dan Hadis kepada umat Muslim. Ini meliputi pengajaran membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, memahami makna dan tafsir Al-Qur'an, Rumah Tafiz Qur’An (RTQ) serta mempelajari dan memahami Hadis Rasulullah SAW c. Kursus dan kajian agama : Bidang pendidikan dapat menyelenggarakan kursus dan kajian agama yang meliputi berbagai topik seperti aqidah (keyakinan), fiqh (hukum Islam), akhlak (etika), sejarah Islam, dan lain-lain. Kursus dan kajian ini membantu umat Muslim memperdalam pemahaman mereka tentang agama Islam d. Pengembangan kurikulum : Bidang pendidikan dapat mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan umat Muslim. Kurikulum ini dapat mencakup aspek-aspek keagamaan, moral, etika, dan pengetahuan umum yang relevan dengan konteks kehidupan umat Muslim e. Bidang Pendidikan juga memiliki fungsi dalam penyediaan segala sarana dan prasarana yang memungkinkan tugas-tugas Pendidikan Islam dapat tercapai dan terselenggara dengan lancar serta berkesinambungan sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) 3.10. BIDANG PEMUDA MASJID Bidang Pemuda Masjid memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan masjid serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, karena peran pemuda adalah sebagai generasi penerus dalam kemajuan ke depan. Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh bidang Pemuda masjid : a. Mengikuti dan memperdalam pemahaman agama : Pemuda masjid diharapkan untuk aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan di masjid, seperti shalat berjamaah, kajian agama, pengajian, dan pelatihan keagamaan lainnya. Mereka juga diharapkan untuk terus memperdalam pemahaman agama Islam melalui studi, membaca literatur, dan berdiskusi dengan para ulama atau pendidik agama b. Menginspirasi dan memotivasi remaja lainnya : Sebagai bagian dari remaja masjid, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dan memotivasi remaja lainnya dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Hal ini dapat dilakukan
YAYASAN AN NASHR BINTARO 18 melalui partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, memberikan nasihat dan bimbingan, serta mendorong semangat kebaikan dan kegiatan positif di kalangan remaja c. Mengorganisir kegiatan remaja : Remaja/Pemuda masjid dapat terlibat dalam merencanakan, mengorganisir, dan melaksanakan kegiatan khusus untuk remaja di masjid, seperti pengajian remaja, bazar amal, kegiatan sosial, dan kegiatan pengembangan diri. Mereka juga dapat membentuk kelompok atau komite remaja yang bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan remaja secara teratur dan berkelanjutan d. Mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan : Remaja masjid dapat mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan mereka dengan terlibat dalam kegiatan organisasi remaja masjid. Hal ini dapat meliputi memimpin tim, mengelola proyek, dan belajar berkomunikasi serta berkolaborasi dengan orang lain. Remaja masjid juga dapat berperan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan remaja di masjid e. Membantu dalam pembinaan generasi muda : Remaja masjid dapat membantu dalam pembinaan generasi muda yang lebih muda dari mereka, seperti anak-anak atau pre-remaja. Mereka dapat menjadi panitia atau fasilitator dalam kegiatan keagamaan, pengajian, dan pelatihan untuk anak-anak serta memberikan bimbingan dan inspirasi kepada mereka 3.11.B. Bidang Sosial Kemasyarakatan: Bidang sosial kemasyarakatan peran dalam melayani dan memenuhi kebutuhan sosial masyarakat sekitar Masjid An NAshr serta memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan umum. Berikut ini beberapa tugas dan fungsi dilakukan oleh bidang sosial kemasyarakatan di masjid : a. Program kesejahteraan masyarakat : Bidang sosial kemasyarakatan dapat mengorganisir program-program untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti program pemberian makanan, paket sembako, bantuan kesehatan, dan pendampingan sosial. Mereka dapat bekerja sama dengan lembaga amal atau yayasan sosial untuk mengoptimalkan bantuan yang diberikan
YAYASAN AN NASHR BINTARO 19 b. Kegiatan sosial dan kebersamaan : Bidang sosial kemasyarakatan dapat mengadakan kegiatan sosial dan kebersamaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga masjid dan masyarakat sekitar. Ini dapat mencakup acara seperti buka bersama, kegiatan gotong-royong, pengajian kelompok, dan kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan partisipasi masyarakat c. Pendidikan dan pelatihan: Bidang sosial kemasyarakatan dapat menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti kursus keagamaan, pelatihan keterampilan, workshop parenting, dan pembinaan remaja. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat secara umum di sekitar Masjid An Nashr d. Kolaborasi dengan lembaga dan komunitas: Bidang sosial kemasyarakatan di masjid dapat menjalin kerjasama dengan lembaga atau komunitas di luar masjid, seperti pemerintah, organisasi non-pemerintah, lembaga pendidikan, atau lembaga kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan dampak kegiatan sosial yang dilakukan serta memperkuat sinergi dalam melayani masyarakat 3.12. BIDANG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR MASJID DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT. Pengembangan Infrastruktur Masjid dan Pemberdayaan Ekonomi Umat adalah dua sisi yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda namun saling mengkait dalam melibatkan kegiatan ekonomi. Berikut penjelasan mengenai tugas dan fungsi dari masing-masing sub-bidang tersebut: 3.12.1. PENGEMBANGAN INSFRASTRUKTUR MASJID Tugas dan fungsi sub-bidang pengembangan infrastruktur masjid adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fisik masjid agar dapat memberikan kenyamanan, keamanan dan fasilitas yang mendukung kekusyukan bagi jamaah. Beberapa tugas dan fungsi dari sub-bidang pengembangan infrastruktur masjid adalah sebagai berikut:
YAYASAN AN NASHR BINTARO 20 a. Yang dimaksud Infrastruktur adalah fasilitas teknik, fisik, sistem, perangkat keras, dan lunak meliputi seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, jaringan air bersih dan kotor, jalan, perparkiran dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk operasional aktivitas masjid. b. Melakukan perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan, renovasi, dan pemeliharaan bangunan masjid. c. Bertugas untuk menyelenggarakan pengembangan infrastruktur peribadatan, pendidikan Islam dan infrastruktur penunjang pemberdayaan ekonomi umat. 3.12.2. PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Pemberdayaan ekonomi umat di masjid merupakan upaya untuk membantu umat Islam dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Ini melibatkan penyediaan dukungan, pelatihan, dan sumber daya untuk membantu umat Islam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ekonomi. Berikut ini adalah beberapa tugas dan fungsi yang dilakukan dalam pemberdayaan ekonomi umat di masjid : a. Pelatihan dan pendidikan ekonomi: Masjid dapat menyelenggarakan program pelatihan dan pendidikan ekonomi untuk umat Islam di sekitarn Bintaro, termasuk pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan pribadi, investasi, dan keahlian teknis terkait dengan lapangan pekerjaan tertentu. Ini membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ekonomi umat untuk mencapai kemandirian dan keberhasilan ekonomi b. Pendampingan dan konsultasi ekonomi: Masjid dapat menyediakan layanan pendampingan dan konsultasi ekonomi kepada umat Islam. Ini melibatkan memberikan nasihat, bimbingan, dan dukungan kepada individu atau keluarga dalam perencanaan keuangan, manajemen bisnis, dan strategi ekonomi lainnya. Pendampingan dan konsultasi ini membantu umat mengatasi tantangan ekonomi dan merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik c. Program pemberdayaan ekonomi: Masjid dapat menginisiasi atau mendukung program pemberdayaan ekonomi, seperti koperasi umat, program tabungan
YAYASAN AN NASHR BINTARO 21 berbasis syariah, atau kelompok usaha bersama. Program ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk berkolaborasi, berbagi sumber daya, dan mengembangkan usaha ekonomi yang berkelanjutan d. Jaringan dan kemitraan ekonomi: Masjid dapat memfasilitasi jaringan dan kemitraan ekonomi antara umat Islam, baik di tingkat lokal maupun regional. Ini dapat mencakup pertemuan bisnis, pameran, atau forum diskusi yang memungkinkan umat Islam untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan