The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tika.t189, 2021-01-18 12:23:01

Bahan Ajar Sistem Tata Surya

BAHAN AJAR SISTEM TATA SURYA

BAHAN AJAR SISTEM TATA SURYA

KELAS VI

Muatan Pembelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Standar Kompetensi :

Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya

Kompetensi Dasar :

3.7 Menjelaskan sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya

4.7 Membuat model sistem tata surya

Indikator :
1. Mendefinisikan pengertian tata surya
2. Menyebutkan karakteristik anggota tata surya
3. Menyebutkan nama-nama planet secara berurutan beserta ukuranya
4. Menjelaskan peredaran planet dalam tata surya
5. Membuat model sistem tata surya

SISTEM TATA SURYA
Sistem tata surya adalah susunan benda-benda langit seperti planet, asteroid dan satelit yang bergerak

mengelilingi matahari. Sistem tata surya termasuk dalam bagian alam semesta yang sangat luas. Tata
surya terletak dalam salah satu galaksi yang ada di alam semesta ini bernama galaksi bimasaksi (Milky
Way).

A. Pengertian Tata Surya
Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-

planet serta benda langit lainnya yang beredar mengelilingi matahari. Matahari dikelilingi depalan planet
dan benda-benda langit lain .Benda-benda langit tersebut bergerak di angkasa. Benda langit bergerak
dengan dua cara, yaitu berputar pada porosnya dan beredar mengelilingi matahari melalui garis edarnya.
Garis edar benda langit berbentuk elips dan lazim disebut orbit.

Bumi, Bulan, dan anggota tata Surya lainnya bergerak mengelilingi matahari pada lintasan tertentu.
Matahari memiliki gaya gravitasi untuk menarik planet-planet dan benda-benda langit lain. Tetapi, planet
pun memiliki gaya tolak sehingga tidak ada planet yang tertarik dan masuk ke matahari. Karena ada gaya
gravitasi dan gaya tolak planet, maka beredarlah planet mengelilingi matahari.
B. Karakteristik Anggota Tata Surya

Terdiri atas Matahari, delapan planet, dan berbagai benda-benda langit seperti satelit, komet dan
asteroida. Planet-planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk elips. Beberapa planet
mempunyai satelit. Satelit itu berputar mengelilingi planet dan bersama dengan planet lainnya
mengelilingi Matahari. Jadi, tata surya merupakan sistem rotasi yang berpusat pada Matahari.
1. Matahari

Struktur matahari

Matahari memiliki diameter sekitar 1,4 juta km dengan temperature permukaan sekitar 1 juta K.
Semakin mendekati inti matahari, suhunya semakin meningkat hingga mencapai 15 juta K. Matahari
memiliki massa sebesar 332.830 kali massa bumi, dengan massa yang besar ini matahari mampu
mengalami kepadatan inti yang mendukung terjadinya reaksi fusi nuklir dan mampu menghasilkan jumlah
energi yang besar.

Energi yang dihasilkan ini merambat melalui luar angkasa dalam bentuk gelombang elektromagnetik
yang kita kenal sebagai cahaya tampak. Lapisan-lapisan matahari terdiri dari bagian inti, fotosfer,
kromosfer dan korona.

1) Bagian inti : Inti matahari adalah lapisan yang paling dalam dengan suhu yang sangat tinggi
sekitar15 juta K. Lapisan inti merupakan tempat terjadinya reaksi fusi nuklir yang digunakan
untuk menghasilkan energi yang sangat dahsyat

2) Fotosfer : Fotosfer adalah lapisan yang terletak setelah inti memilki suhu 6000 K dan ketebalan
sekitar 300 km

3) Kromosfer : Kromosfer adalah lapisan pada matahari yang memilki suhu 4500 K dan memiliki
ketebalan 2000 km

4) Korona : Korona adalah lapisan terluar pada bagian matahari. Lapisan ini memiliki ketebalan
700.000 km dengan suhu sekitar 1 juta K

2. Planet-planet Anggota Tata Surya
1) Merkurius

Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan matahari. Jarak dari Merkurius ke matahari hanya
sekitar 58 juta km. Dengan jarak yang dekat ini, pada siang hari suhu permukaan Merkurius mencapai

450 derajat Celcius dan pada malam hari sekitar 180 derajat Celcius. Planet merkurius adalah planet
terkecil disistem tata surya karena hanya memiliki diameter 4862 km dan tidak memiliki satelit alami.
Oleh karena itu, merkurius membutuhkan waktu 88 hari untuk mengelilingi matahari dan memiliki
periode rotasi 59 hari.
2) Venus

Venus adalah planet kedua terdekat dengan matahari yang berjarak sekitar 108 juta km. Planet Venus
tidak memiliki satelit seperti bumi tetapi Venus adalah benda langit paling terang setelah matahari dan
bulan. Bentuk dan ukuran venus hampir mirip dengan bumi. Tidak hanya itu saja komposisi planet, dan
gravitasi mirip dengan planet Bumi. Namun kenyataannya venus dan bumi adalah planet yang berbeda.
Venus memiliki tekanan atmosfer 92 kali lipat lebih besar dari bumi. Planet Venus memiliki orbit
mengelilingi matahari selama 224,7 hari. Selain itu, Venus adalah planet terpanas di tata surya karena
suhu permukaannya bisa mencapai 735 derajat kelvin.
3) Bumi

Bumi adalah planet ketiga setelah Venus yang mengelilingi matahari dan satu-satunya planet yang
memiliki kehidupan. Hal ini ditandai dengan adanya sumber kehidupan berupa air, oksigen, karbon

dioksida, lapisan ozon dan unsur kehidupan lainnya. Interaksi bumi dengan objek lain diluar angkasa
disebabkan karena adanya gravitasi. Gravitasi ini yang menyebabkan bumi dapat berinteraksi dengan
matahari dan bulan yang merupakan satelit alami bumi. Planet bumi memiliki orbit mengelilingi matahari
atau berevolusi selama 365,26 hari, yang kita kenal selama 1 tahun. Revolusi bumi terhadap matahari
menyebabkan terjadinya pergantian musim, sedangkan rotasi bumi adalah perputaran bumi yang
menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bumi tidak berbentuk seperti bola atau lingkaran sempurna.
Melainkan terdapat tonjolan pada daerah khatulistiwa yang disebabkan karena perputaran bumi. Ukuran
bumi dirangkum sebagai berikut,

 Diameter bumi :12.756 km
 Jari Jari bumi :6.378 km
 Keliling bumi : 40.070 km (24.900 miles)
4) Mars

Planet mars adalah planet keempat dari matahari dan planet kedua terkecil setelah merkurius yang
memiliki diameter sekitar 6.800 km. Mars memiliki jarak ke matahari sekitar 228 juta km dengan waktu
satu kali orbit selama 687 hari dan periode rotasi sekitar 24,6 jam. Kata Mars diambil dari bahasa
Romawi yang berarti dewa perang, selain itu Mars juga sering disebut sebagai planet merah karena
permukaannya yang berwarna merah ketika dilihat dengan mata telanjang, hal ini disebabkan karena
reaksi oksida besi yang terjadi pada permukaan mars. Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dan
Deimos yang berukuran kecil dan berbentuk tidak teratur. Karakteristik planet mars yaitu planet berbatu
dengan lapisan atmosfer tipis, terdapat kawah, arus lahar gunung berapi yang dahsyat, lembah-lembah,
padang pasir, dan es di kutubnya.

5) Jupiter

Jupiter adalah planet kelima dari matahari dan merupakan planet yang terbesar dalam sistem tata
surya. Jupiter memiliki diameter pada permukaannya sekitar 142.860 km dan memiliki volume yang
mampu menampung 1.300 kali bumi. Jupiter adalah gas raksasa yang sebagian besar tersusun dari helium
dan hidrogen dengan massa seperseribu massa Matahari dan 2,5 kali jumlah massa seluruh planet di Tata
Surya. Jupiter memiliki gas berwarna merah yang berputar mengelilingi tengah-tengah planet jupiter
sehingga akan membentuk ikat pinggang merah raksasa yang menyebabkan terjadinya badai besar di
permukaan Jupiter. Perlu diketahui bahwa rotasi Jupiter terjadi selama 9,8 jam yang sekitar 2,5 kali lebih
cepat dari bumi dan mempunyai waktu revolusi sekitar 12 tahun.
6) Saturnus

Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter.
Kita tahu bahwa planet Saturnus adalah planet paling cantik diantara planet lainnya karena saturnus
memiliki cincin yang mengelilingi planet. Cincin pada saturnus tersusun dari komponen cincin-cincin
kecil yang berjumlah sangat banyak. Cincin-cincin kecil ini tersusun dari gas beku dan butiran-butiran.
Menurut para ahli Astronomi butiran-butiran ini merupakan peninggalan dari satelit yang hancur karena
benturan dengan planet-planet yang lainnya. Jika kita mengamati dari Bumi, pengamatan terhadap
Saturnus tidak terlalu tampak hal ini dikarenakan letak Saturnus sangat jauh dari Matahari sehingga
cahaya pantulan Saturnus kurang jelas. Dalam satu kali berevolusi mengelilingi matahari, planet Saturnus
membutuhkan waktu selama 29,46 tahun. Planet Saturnus juga melakukan rotasi atau berputar pada
porosnya. Dalam sekali berotasi Saturnus membutuhkan waktu 10 jam 40 menit 24 detik, sangat singkat
dibandingkan dengan Bumi. Dan setiap 378 hari, Planet Bumi dan Planet Saturnus serta Matahari berada
dalam satu garis lurus.

7) Uranus

Uranus adalah planet ketujuh dari matahari dan termasuk planet terbesar ketiga setelah Jupiter dan
Saturnus. Planet Uranus terkenal dengan sebutannya sebagai planet paling dingin di tata surya. Hal ini
karena suhu minimun disana bisa mencapai -224 celsius. Selain menjadi planet terdingin, Planet Saturnus
mempunyai keunikan dalam rotasinya. Planet ini berotasi atau berputar ke porosnya dengan arah ke depan
sehingga salah satu kutub menghadap ke arah matahari. Menurut para astronom salah satu kutub yang
mengarah ke matahari tersebut disebabkan karena tumbukan dengan suatu objek yang besar sehingga
mengakibatkan arah rotasinya bergeser dan berbeda dengan planet-planet lainnya. Objek Astronomi ini
hancur dan membekas ketika benturan dengan uranus. Sisa dari kehancuran ini membentuk awan dan uap
air batu-batu di sekeliling uranus yang berbentuk cincin tipis. Planet Uranus memiliki jarak dari matahari
sekitar 2.870 juta km yang mempunyai diameter sekitar 50.100 km. Sekali berotasi Uranus membutuhkan

waktu selama 11 jam dan dalam revolusinya Uranus membutuhkan waktu mengelilingi matahari sekitar 4
tahun.
8) Neptunus

Planet Neptunus adalah planet kedelapan yang dihitung dari Matahari. Neptunus merupakan planet
terbesar keempat di tata surya yang memiliki diameter sekitar 49.530 km. Menurut para ahli Astronomi
massa Neptunus 17 kali lipat lebih besar dari pada Bumi dan sedikit lebih besar dari pada Planet Uranus.
Neptunus mengelilingi matahari pada jarak 4.450 juta kilo meter sehingga membutuhkan waktu sekitar
164,8 tahun dalam sekali berevolusi dan dalam sekali putaran, Neptunus membutuhkan waktu 16,1 jam.
Neptunus dinobatkan sebagai planet paling berangin di tata surya hal ini dikarenakan Neptunus memiliki
angin yang badai yang sangat sering terjadi, sehingga kapan saja badai besar bisa terjadi di planet ini.
Hampir sama dengan Saturnus dan Uranus, Planet Neptunus juga emiliki cincin yang tipis. Disamping
itu, jarak Neptunus dengan Matahari sangat jauh sehingga atmosfer Neptunus terluar merupakan tempat
yang sangat dingin di dalam Tata Surya dengan suhu minus 218 derajat celcius.
3. Planet Kerdil

Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika
ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan, definisi ini diganti pada
tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet. Pluto gagal mendominasi orbitnya disekitar
matahari seperti yang dilakukan planet lain. Dianggap sebagai planet kecil, para ilmuwan menyepakati

syarat benda angkasa yang disebut planet adalah harus berada di orbit sekitar matahari, ukurannya cukup
besar sehingga bentuknya hampir bulat dan menjauhkan orbitnya dari benda-benda lain.

4. Komet, Asteroid, Meteoroid, dan Satelit

1) Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan gari edar berbentuk lonjong. Kata

"Komet" berasal dari bahasa Yunani, kometes yang berarti "rambut panjang". Sebuah komet terdiri atas
debu dan es. Seperti anggota lainnya, komet juga bergerak mengelilingi matahari. Ekor komet selalu
menjauhi matahari. Komet paling terang dan terkenal adalah Halley. Komet ini muncul setiap 76 tahun
sekali. Selain Halley, ada komet Encle yang mucnul 3,3 tahun sekali, komet Biela muncul 6,6 tahun
sekali, dan komet Kohoutek muncul 2 tahun sekali.

2) Asteroid
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya. Asteroid adalah

contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga panetoida), namun jauh lebih kecil dari sebuah planet.
Asteroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebut sabuk asteroid. Diameter
asteroid berkisar antara 1-750 km. Beberapa asteroid yang besar adalah Ceres, Pallas, Juno, Vesta dan
Eros. Selain itu juga ada asteroid di sekitar Saturnus dan Uranus yang dinamakan Chiron.

3) Meteoroid
Meteoroid adalah batu-batu angkasa berukuran kecil-kecil yang melayang-layang bebas di angkasa

dan bergerak cepat. Lintasan Meteoroid tidak beraturan dan tidak mengorbit kepada matahari. Bends
tersebut ukurannya kecil dan orbitnya tidak beraturan. Meteoroid ini sering disebut dengan bintang jauh.
Meteoroid yang meluncur ke bumi dan mengeluarkan lintasan cahaya disebut meteor. Meteoroid yang
sampai ke permukaan bumi disebut meteorit. Meteorit ini dapat menimbulkan gempa bumi dan kawah
yang besar. Kawah yang ditimbulkan oleh jatuhnya meteorit disebut kawah meteor. Meteorid dengan
berat 50.000 ton pernah jatuh di Arizona, Amerika Serikat.

4) Satelit
Satelit adalah benda angkasa yang mengelilingi planet atau sering disebut pengiring planet. Satelit

juga merupakan anggota tata surya. Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan. Planet yang tidak memiliki
satelit adalah planet Merkurius dan Venus. Sedangkan satelit terbesar adalah ganimede yang mengitari
jupiter dengan diameter 5.262 km.

C. Nama-nama Planet Dalam Tata Surya Secara Berurutan

No Nama Planet Diameter Planet ( km )
1 Merkurius 4.878
2 Venus 12.100
3 Bumi 12.756
4 Mars 6.786
5 Yupiter
6 Saturnus 142.984
7 Uranus 120.536
8 Neptunus 51.118
49.528

D. Peredaran Planet Dalam Tata Surya

Di Sistem Tata Surya kita terdapat 8 planet yang mengelilingi Matahari. Planet-planet ini yaitu (dari
yang paling dekat dengan Matahari): Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan
Neptunus. Setiap planet di Tata Surya, termasuk Bumi, bergerak atau beredar mengelilingi Matahari
dalam gerak Revolusi. Gerak revolusi setiap planet terjadi dalam waktu yang teratur. Pada revolusi Bumi
misalnya, waktunya menempuh waktu 1 tahun atau 365,25 hari.

Johannes Kepler, seorang ilmuwan Jerman pada abad ke-17, merumuskan pola rotasi dari planet-
planet ini dalam Hukum Kepler, yang menyatakan bahwa:

1. Planet mengitari matahari dalam orbit yang berbentuk elips atau melonjong, bukan lingkaran
sempurna. Matahari berada di salah satu titik fokus elips ini

2. Luas daerah yang disapu oleh garis antara matahari dengan planet adalah sama untuk setiap
periode waktu yang sama. Sehingga kecepatan meningkat saat mendekati matahari dan menurun
saat menjauhi matahari

3. Kuadrat waktu yang diperlukan oleh planet untuk menyelesaikan satu kali orbit sebanding dengan
pangkat tiga jarak rata‐rata planet‐planet tersebut dari matahari

Menurut pendapat Isaac Newton, pergerakan planet di orbitnya ini adalah fenomena yang sama
dengan misalnya sebuah apel yang jatuh ke bumi. Yaitu, keduanya sama-sama merupakan fenomena
gravitasi. Gravitasi ini disebabkan oleh massa matahari dan planet.

Gaya grafitasi (Fg) ini akan menyebabkan percepatan sentripetal (a) pada planet dengan massa (m).
Percepatan sentripetal ini akan berinteraksi dengan gerak lurus planet, yang menyebabkan planet ini
bergerak dengan arah melingkar, sehingga membentuk orbit elips mengelilingi matahari.

E. Membuat Model Sistem Tata Surya
Alat dan bahan :

1. Bola Styrofoam sebanyak jumlah planet dan matahari
2. Styrofoam buat alas
3. Tusuk gigi
4. Cat air
5. Kuas
6. Spidol warna putih
7. Kertas
8. Bolpoin

Langkah kerja :

1. Siapkan bola Styrofoam
2. Cat masing-masing bola tersebut sesuai warna planet
3. Buatlah orbit planet pada styrofoam dengan menggunakan spidol warna putih
4. Susunlah planet matahari sesuai orbit dengan menggunakan tusuk gigi
5. Namai masing-masing planet dengan kertas


Click to View FlipBook Version