The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK SISWA SMP KELAS 9

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Getty 403, 2020-11-06 06:16:32

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK SISWA SMP KELAS 9

Keywords: 2020

HANDOUT ILMU PENGETAHUAN ALAM Kurikulum
2013

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Untuk siswa SMP Kelas IX

Sistem ReMproedluinksai MGaenutsiisaaKreil,asSI.XPd

KKataataPPeennggaannttaar

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia-Nya
sehingga handout “Sistem Reproduksi Manusia” dapat terselesaikan. Penyusun mengembangkan Handout
IPA “Sistem Reproduksi Manusia” sesuai dengan KD 3.1 dan 4.1 pada kurikulum 2013 untuk peserta didik
kelas IX semester I. Handout ini membantu peserta didik menemukan sendiri konsep IPA yang didapatkan
dan handout ini memberikan referensi kepada peserta didik untuk mendapatkan materi.

Handout ini disajikan agar peserta didik lebih memahami dan aktif dalam proses pembelajaran.
Handout ini dirancang agar peserta didik dapat mengembangkan pengetahuannya tentang konsep-konsep
yang ada pada materi sistem reproduksi. Materi yang disajikan relevan dengan kegiatan yang dilakukan oleh
peserta didik sehingga dapat menjadi referensi bagi peserta didik.

Penyusun mengucapkan terimakasih bagi semua pihak yang telah berpartisipasi baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam penyusunan handout ini. Semoga handout ini dapat digunakan dan
bermanfaat bagi peserta didik, pendidik, dan semua elemen kependidikan maupun non pendidikan.

Sekura, September 2020

Penyusun

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX i

Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................................................................ i
Daftar Isi .................................................................................................................................................ii
Peta Konsep............................................................................................................................................. 1
Pendahuluan............................................................................................................................................ 2
1. PEMBELAHAN SEL ......................................................................................................................... 3

A. Pembelahan Sel ............................................................................................................................... 3
1. Pembelahan Mitosis ..................................................................................................................... 3
2. Pembelahan Meiosis..................................................................................................................... 5

2. ORGAN REPRODUKSI..................................................................................................................... 7
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi............................................................................................. 7
1. Organ Reproduksi Pria ................................................................................................................. 7
2. Organ Reproduksi Wanita ............................................................................................................ 9

3. SPERMATOGENESIS, OOGENESIS, FERTILISASI DAN KEHAMILAN............................... 12
C. Spermatogenesis, Oogenesis, Fertilisasi dan Kehamilan................................................................. 12
1. Spermatogenesis ........................................................................................................................ 12
2. Oogenesis .................................................................................................................................. 13
3. Fertilisasi dan Kehamilan ........................................................................................................... 14

Rangkuman ........................................................................................................................................... 17
Daftar Pustaka ...................................................................................................................................... 18

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX ii

PETA
KONSEP

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Meliputi

Pembelahan Sel Alat-alat Gametogenesis Fertilisasi Penyakit Pencegahan
reproduksi dan reproduksi penyakit
Terdiri atas Terdiri atas reproduksi
Meliputi kehamilan Contohnya
Mitosis
Meiosis

Spermatogenesi Oogenesis - AIDS
s - Sifilis
Menghasilkan - Kanker serviks
Menghasilkan - Gonore
Sel telur
Alat Alat Sperma
reproduksi reproduksi

pria wanita

Terdiri atas

Terdiri atas

Bagian Bagian Bagian Bagian
luar dalam luar dalam

Terdiri atas Terdiri atas Terdiri atas Terdiri atas

Vulva -Ovarium
-Tuba fallopi
-Penis -Testis -Uterus
-Skrotum -Epididimis -Vagina
-Vas deferens
-Uretra
-Kelenjar kelamin

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 1

Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena diberi kesempatan untuk lahir di
dunia dan dapat me lihat keindahan berbagai ciptaan-Nya. Pada awalnya, manusia berasal dari satu
sel, selanjutnya sel tersebut mengalami pembelahan secara terus-menerus, sehingga pada saat
dewasa manusia memiliki sekitar 200 triliun sel. Selsel tersebut mengalami perubahan bentuk dan
fungsi. Sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama bergabung menjadi suatu kesatuan untuk
membentuk suatu jaringan. Nah, masih ingatkah kamu tentang materi sis tem organisasi kehidupan
yang telah kamu pelajari di kelas VII? Jika kamu masih ingat, coba ceritakan kepada teman
sebangkumu hierarki organisasi kehidupan hingga terbentuk suatu individu!

Pernahkah terpikir olehmu bagaimana ibu dapat mengandung? Apakah ibu dapat
mengandung tanpa kehadiran ayah kita? Tentu jawabannya tidak bukan? Dari pernikahan ayah dan
ibu dihasilkan keturunan, yaitu lahirnya kamu. Ayah dan ibu dapat mempunyai keturunan karena
memiliki sistem reproduksi. Tanpa sistem reproduksi ini, niscaya kita tidak dapat lahir di dunia dan
umat manusia akan punah. Apa sajakah alat-alat atau organ penyusun sistem reproduksi? Apakah
sistem reproduksi ayah kita (laki-laki) dan sistem reproduksi ibu kita (perempuan) sama? Ayo, kita
pelajari materi ini dengan saksama!

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 2

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia 3.1.1 Menjelaskan fase-fase pembelahan
dan gangguan pada sistem reproduksi dengan 3.1.2 mitosis dan meiosis.
penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan 3.1.3 Menemukan karakter atau sifat sel anakan
reproduksi. hasil pembelahan mitosis dan meiosis.
Menemukan perbedaan mitosis dan
meiosis.

4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari 4.1.1 Mempresentasikan hasil diskusi
berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya kelompok mengenai fase pembelahan
pencegahan gangguan pada organ reproduksi. mitosis dan meiosis, karakter atau sifat sel
anakan yang dihasilkan, dan perbedaan
pembelahan mitosis dan meiosis.

Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui pengamatan video dan studi referensi tentang pembelahan sel, peserta didik dapat menjelaskan

fase-fase pembelahan mitosis dan meiosis secara berurutan dengan benar.
2. Melalui pengamatan video dan studi referensi tentang pembelahan sel, peserta didik dapat menemukan

karakter atau sifat sel anakan hasil pembelahan mitosis dan meiosis dengan benar.
3. Melalui pengamatan video dan studi referensi tentang pembelahan sel, peserta didik dapat menemukan

perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis dengan benar.
4. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil diskusi kelompok melalui pengamatan video dan studi

referensi mengenai fase pembelahan mitosis dan meiosis, karakter atau sifat sel anakan yang dihasilkan
dan perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis.

A. PEMBELAHAN SEL Istilah Penting

Sel mengalami pembelahan karena untuk pertumbuhan,  Mitosis  Telofase
perbaikan dan reproduksi. Pembelahan sel merupakan  Meiosis  Sitokinase
proses ketika sel membelah diri menjadi dua atau lebih.  Profase  Diploid
Pembelahan sel ini terdiri dari dua macam, yaitu  Metafase  Haploid
pembelahan mitosis dan meiosis.  Anafase
1. Pembelahan Mitosis

Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang
menghasilkan dua sel anakan dari sel induk tunggal. Dua
sel anak yang dihasilkan tersebut memiliki sifat dan jumlah
kromosom yang sama dengan induknya, yaitu 2 set
kromosom yang disebut dengan sel diploid (2n).

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 3

Manusia mempunyai 46 kromosom pada sel diploid. Dengan kata lain, sel diploid manusia memiliki
23 pasang kromosom. Pembelahan mitosis terjadi pada sel somatik (sel tubuh). Tujuan dari pembelahan
mitosis yaitu memperbanyak jumlah sel pada proses pertumbuhan serta mengganti sel yang mengalami
kerusakan atau mati. Pembelahan mitosis berlangsung melalui beberapa fase yaitu profase, metafase,
anafase, dan telofase.
a. Profase

Menghilangnya anak inti, terbentuknya gelendong pembelahan, serta pergerakan sentriol ke arah kutub.
b. Metafase

Berjajarnya kromosom pada bidang ekuator.
c. Anafase

Terjadi pergerakan kromatid ke arah kutub yang berlawanan dan masing-masing kutub memiliki jumlah
kromosom yang sama.
d. Telofase
Dua inti sel anakan terbentuk, membran inti dan anak inti muncul kembali, dan gelendong pembelahan
menghilang. Setelah fase ini berakhir, terjadi peristiwa sitokinesis, yaitu pembelahan sitoplasma
sehingga memisahkan dua inti sel anak akan menjadi dua sel anakan.

Antara pembelahan mitosis yang satu dengan mitosis berikutnya terdapat 1 fase antara yang disebut
interfase pada fase ini terjadi peningkatan aktivitas kimiawi.

Web IPA

Animasi tentang pembelahan
mitosis dapat dilihat di

https://www.youtube.com/watch
?v=hu10z22KLdQ&t=181s

Gambar 1. Fase-fase Pembelahan Mitosis

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 4

2. Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis merupakan pembelahan yang menghasilkan 4 sel anakan dari satu sel tunggal.

Pembelahan meiosis menghasilkan sel yang memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom
induknya. Artinya, dari satu sel induk yang melakukan pembelahan meiosis, akan dihasilkan 4 sel anakan
yang masing-masing mengandung satu set kromosom, yang disebut dengan sel haploid (n). Sel haploid
manusia memiliki 23 kromosom. Pembelahan meiosis terjadi pada sel kelamin (gonosom). Tujuan
pembelahan meiosis, yaitu mempertahankan jumlah kromosom keturunannya. Pembelahan meiosis
berlangsung dengan dua tahapan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Fase meiosis I yaitu sebagai berikut.
a. Profase I

Meleburnya membran inti, menebalnya benang-benang kromatin menjadi kromosom, dan bergeraknya
sentriol ke arah kutub yang berlawanan.
b. Metafase I
Tetrad berkumpul di bidang ekuator.
c. Anafase I
Pasangan kromosom homolog berpisah
d. Telofase I
Kromatid memedat, membran inti terbentuk, dan anak inti muncul kembali, kemudian terjadi
sitokenesis.
Adapun tahapan meiosis II hampir serupa dengan pembelahan mitosis, yaitu sebagai berikut :
a. Profase II
Anak inti mulai menghilang, mulai terbentuk gelendong pembelahan, serta kromatid mulai bergerak
pada bidang ekuator.
b. Metafase II
Kromatid berjajar pada bidang ekuator.
c. Anafase II
Kromatid memisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
d. Telofase II
Membran inti dan anak inti mulai muncul kembali, kromosom mulai terurai menjadi kromatin, dan
terjadi peristiwa sitokinesis menghasilkan 4 sel anakan yang memiliki sifat dan jumlah kromosom
yang tidak sama dengan induknya.

Web IPA

Animasi tentang
pembelahan meiosis
dapat dilihat di
https://www.youtube.co
m/watch?v=YtkN0jv7J
XE

Sumber: https://pak.pandani.web.id/2019/04/perhatikan- 5
gambar-pembelahan-meiosis.html

Gambar 2. Fase-fase Pembelahan Meiosis

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!

1. Sebutkan tujuan dari pembelahan sel!
2. Apa yang dimaksud dengan pembelahan mitosis? Jelaskan tahapan dari pembelahan

mitosis?
3. Apa yang dimaksud dengan pembelahan meiosis? Jelaskan tahapan dari pembelahan

meiosis!
4. Tuliskan perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis dalam bentuk table!

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 6

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia 3.1.4 Mengidentifikasi organ reproduksi pada
dan gangguan pada sistem reproduksi dengan 3.1.5 pria dan wanita
penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan 3.1.6 Menjelaskan fungsi organ reproduksi pria
reproduksi. dan wanita.
Menemukan perbedaan sistem reproduksi
pria dan wanita

4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari 4.1.2 Mempresentasikan hasil penyelidikan
berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya dan diskusi kelompok mengenai organ
pencegahan gangguan pada organ reproduksi. reproduksi, fungsi, serta perbedaan sistem
reproduksi pria dan wanita.

Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui studi referensi dan diskusi kelompok peserta didik dapat mengklasifikasikan organ reproduksi

pada pria dan wanita.
2. Melalui studi referensi dan diskusi kelompok peserta didik dapat menjelaskan fungsi organ reproduksi

pria dan wanita.
3. Melalui studi referensi dan diskusi kelompok peserta didik dapat membedakan sistem reproduksi pria

dan wanita.
4. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil penyelidikan dan diskusi kelompok mengenai organ

reproduksi, fungsi, serta perbedaan sistem reproduksi pria dan wanita.

B. STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM REPRODUKI MANUSIA

Manusia melakukan reproduksi secara seksual, dengan peleburan sel sperma dan sel telur (ovum). Sel
sperma dihasilkan oleh pria, dan sel ovum dihasilkan oleh wanita.
1. Organ Reproduksi Pria

Organ Reproduksi Luar
a. Penis

Penis merupakan alat reproduksi bagian luar pada pria yang berfungsi untuk menyalurkan
sperma.
b. Skrotum

Skrotum merupakan kantung yang menggantung di luar tubuh. Di dalam skrotum ini terdapat
testis sehingga fungsi dari skrotum adalah untuk melindungi testis. Selain itu, skrotum juga
berfungsi untuk mengatur suhu saat pembentukan sperma. Pembentukan sperma memerlukan suhu
yang sedikit lebih rendah (lebih dingin) daripada suhu tubuh. Suhu normal tubuh manusia terlalu
tinggi (hangat) untuk pembentukan sperma, sedangkan suhu yang agak rendah pada skrotum
memungkinkan terjadinya pembentukan sperma.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 7

Organ Reproduksi Dalam Gambar 3. Alat reproduksi pria tampak samping
a. Testis
Testis terletak di dalam skrotum yang berjumlah
sepasang dengan berat kurang lebih 2,5 gram. Testis
tersusun atas banyak saluran berkelok-kelok yang disebut
tubulus seminiferus. Saluran ini berfungsi sebagai tempat
pembentukan sperma (spermatogenesis). Di antara tubulus
seminiferus terdapat sel leydig yang berfungsi untuk
memproduksi hormon testosteron. Fungsi hormon
testosteron, yaitu memunculkan tanda-tanda kelamin
sekunder pada pria, antara lain pembesaran jakun, suara
yang berat, dada yang bidang, dan tumbuhnya rambut pada
bagian tertentu. Selain itu, hormon testosteron juga
berfungsi untuk merangsang spermatogenesis dan
pertumbuhan tulang.
b. Saluran Pengeluaran
Epididimis
Epididimis merupakan saluran sperma berkelok-kelok
yang memiliki panjang lebih kurang 6 m. Epididimis
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sementara
dan pematangan sperma. Setelah matang, sperma akan
bergerak menuju vas deferens. Waktu yang dibutuhkan kan
oleh sperma untuk berada pada epididimis kurang lebih 20
hari.

Vas deferens Sumber gambar 3 dan 4: http://seputarbahan.me/
Vas deferens atau saluran sperma merupakan saluran Gambar 4. Alat reproduksi pria tampak depan

lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari FAKTA IPA
epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan
ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas Tubulus seminiferus akan
deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma terus menghasilkan sperma,
dari epididimis menuju kantung semen atau vesikula meskipin jumlahnya lebih
seminalis. sedikit dengan bertambahnya
usia. Sepuluh persen dari
Saluran ejakulasi tubulus seminiferus akan
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang berhenti menghasilkan sprema
pada usia 40 tahun, 50% pada
menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini usia 50 tahun, dan 90% pada
berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke usia 80 tahun. Kadar
dalam uretra. testosterone juga akan
menurun secara bertahap
Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang

terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran
kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk
membuang urin dari kantung kemih.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 8

c. Kelenjar Kelamin (Kelenjar Asesori) FAKTA IPA
Kelenjar kelamin disebut juga kelenjar aksesori yang
Pubertas pada pria umumnya
berfungsi untuk menghasilkan cairan sebagai tempat
bergeraknya sperma dan juga mendukung sperma agar tetap dimulai pada usia sekitar 13
bertahan hidup. Sperma yang bercampur dengan cairan
yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin disebut semen. tahun. Sejumlah hormon yang
Kelenjar kelamin terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar
prostat, dan kelenjar cowper/ kelenjar bulbouretral. dihasilkan oleh hipofisis

Vesikula seminalis berfungsi untuk mengekskresikan anterior berperan pada
cairan yang mengandung zat makanan untuk digunakan
oleh sperma sebagai sumber makanan. Kelenjar prostat pubertas. Caranya dengan
berfungsi untuk mengekskresikan cairan yang bersifat basa.
Cairan basa tersebut berfungsi untuk melindungi sperma merangsang testis untuk
dan menetralisir sifat asam yang terdapat pada vagina
sehingga sperma dapat masuk ke dalam alat reproduksi menghasilkan hormone
wanita. Sementara itu, kelenjar cowper berfungsi
menghasilkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini testosteron.
berfungsi untuk menetralisir urine yang bersifat asam yang
masih tersisa pada uretra.

2. Organ Reproduksi Wanita Sumber: https://dosenbiologi.com/manusia/alat-
Organ reproduksi pada wanita pun terdiri atas organ reproduksi-wanita

reproduksi bagian luar dan organ reproduksi bagian dalam. Gambar 5. Alat reproduksi wanita tampak samping
Organ Reproduksi Wanita Bagian Luar

Organ reproduksi bagian luar pada wanita adalah vulva.
Vulva merupakan bagian yang menyelubungi vagina. Vulva
terdiri atas Mons pubis, 2 pasang labia, dan klitoris. Mons
pubis merupakan kumpulan jaringan lemak. Daerah ini dapat
dikenali dengan mudah karena pada saat pubertas, bagian ini
umumnya ditumbuhi oleh rambut. Pada bagian dasar Mons
pubis, terletak labia. Labia merupakan lipatan kulit yang
memiliki bentuk seperti bibir, berfungsi untuk melindungi
vagina. Labia terdiri atas labia minor, yaitu sepasang lipatan
kulit tipis dan labia mayor, yaitu sepasang tonjolan kulit tebal
dan berlemak. Diantara labia minora dan labia mayor, terdapat
tonjolan kecil yang banyak mengandung sel saraf sensoris dan
pembuluh darah, yaitu klitoris.

Pada vulva bermuara dua saluran yaitu saluran vagina dan
saluran uretra. Bagian ujung saluran vagina ditutupi oleh
jaringan tipis yang disebut selaput dara (himen).

Organ Reproduksi Wanita Bagian Dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan

saluran reproduksi atau saluran kelamin. Ovarium berjumlah
sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3-4 cm.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 9

OOvavrairuimumberbaedraaddai dadliamdarloanmggarobnagdgaan, dbiaddaaenr,ahdpi indgagearnagh.
pinggang. Ovarium berperan secara bergantian untuk
menghasilkan ovum atau sel telur. Umumnya setiap ovarium
menghasilkan ovum setiap 28 hari ovarium juga menghasilkan
hormon estrogen dan progesteron. Ovum yang dihasilkan
ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Saluran
reproduksi wanita terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.

Oviduk Sumber: https://laurel-writes.com/alat-dan-fungsi-
Oviduk (tuba fallopi) atau saluran telur berjumlah sepasang reproduksi-wanita
di kanan dan kiri ovarium dengan panjang sekitar 10 cm.
Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut Gambar 6. Alat reproduksi wanita tampak depan
infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai atau
fimbrae yang berfungsi menangkap ovum yang dilepas oleh
ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan
masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum
dari ovarium menuju uterus. Selain itu oviduk juga berfungsi
sebagai tempat terjadinya pembuahan atau fertilisasi. Oviduk
memiliki banyak silia yang berfungsi untuk membantu
pergerakan ovum.

Uterus FAKTA IPA
Uterus merupakan alat reproduksi yang berongga dan
berotot, serta berbentuk seperti buah pir terbalik. Uterus Pubertas pada wanita
berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya embrio.
Uterus tersusun atas tiga lapisan yaitu sebagai berikut. umumnya terjadi pada usia 9-
 Perimetrium, yaitu lapisan paling luar dari uterus yang
12 tahun. Masa pubertas
berfungsi untuk melindungi uterus.
 Miometrium, yaitu lapisan tengah yang tersusun atas dipacu oleh hormon yang

beberapa lapis otot polos. Kontraksi otot-otot tersebut dihasilkan kelenjar hipofisis
diperlukan ketika persalinan untuk mendorong bayi.
 Endometrium, merupakan lapisan paling dalam dari untuk merangsang ovarium
uterus yang mengandung banyak sel darah merah.
Apabila tidak terjadi pembuahan, dinding endometrium mengeluarkan hormon
akan meluruh. Bagian dasar uterus tersebut disebut
serviks atau leher rahim yang membuka ke dalam estrogen. Hormon estrogen
vagina. Serviks berfungsi sebagai jalan keluarnya janin
dari uterus menuju vagina membentuk perkembangan

seksual sekunder dengan ciri

pengendapan lemak pada

kelenjar mamae, tumbuh

rambut dialat kelamin luar dan

ketiak, suara melengking serta

kulit menjadi halus.

Vagina
Vagina merupakan suatu ruang berotot yang elastis dan
memiliki bentuknya seperti tabung dengan panjang kurang
lebih 10 cm vagina berfungsi sebagai alat kopulasi, jalan lahir
pada saat persalinan, dan saluran keluarnya darah menstruasi.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 10

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!

1. Tuliskan alat-alat reproduksi pada pria beserta fungsinya?
2. Mengapa sperma tidak dapat dibentuk di dalam tubuh?
3. Tuliskan fungsi masing-masing kelenjar kelamin pada pria!
4. Tuliskan alat-alat reproduksi pada wanita beserta fungsinya!
5. Tuliskan perjalanan ovum dari mulai dibentuk pada ovarium sampai tertanam di dalam

uterus!

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 11

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia 3.1.7 Menjelaskan proses spermatogenesis
dan gangguan pada sistem reproduksi dengan 3.1.8 pada pria
penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan 3.1.9 Menjelaskan proses oogenesis pada
reproduksi. wanita
Menemukan perbedaan proses
spermatogenesis dan oogenesis

4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari 4.1.3 Memprentasikan hasil pengamatan dan
berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya diskusi kelompok mengenai proses
pencegahan gangguan pada organ reproduksi. spermatogenesis, oogenesis dan
perbedaan proses spermatogenesis dan
oogenesis.

Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui pengamatan video, studi referensi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan proses

spermatogenesis pada pria.
2. Melalui pengamatan video, studi referensi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan proses

oogenesis pada wanita.
3. Melalui pengamatan video, studi referensi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menemukan

perbedaan spermatogenesis dan oogenesis.
4. Peserta didik memprentasikan hasil pengamatan melalui tayangan video dan studi referensi bersama

teman satu kelompok mengenai proses spermatogenesis dan oogenesis.

C. SPERMATOGENESIS, OOGENESIS, FERTILISASI DAN KEHAMILAN

1. Spermatogenesis

Spermatogenesis dimulai ketika pria

sudah mengalami pubertas dan akan terus-

menerus berlangsung selama masa

hidupnya. Spermatogenesis terjadi di dalam

testis, tepatnya pada tubulus seminiferus.

Pada dinding tubulus seminiferus, terdapat

calon-calon sel sperma yang dinamakan

spermatogonium. Spermatogonium

memiliki sepasang kromosom atau selnya

bersifat diploid (2n).

Gambar 7. Proses Spermatogenesis

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 12

Spermatogonium akan melakukan pembelahan berulang kali Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-
secara mitosis dan akan menghasilkan sel spermatogonium dalam unik/proses-spermatogenesis-adalah/#gref
jumlah yang banyak. Selanjutnya sel spermatogonium akan
berkembang membentuk sel yang lebih besar lagi, yang disebut Gambar 8. Pembelahan sel pada proses
spermatosit primer. Spermatosit primer akan melakukan spermatogenesis
pembelahan secara meiosis sebanyak 2 kali. Pembelahan meiosis
pertama menghasilkan 2 sel spermatosit sekunder (n) dan Gambar 9. Proses oogenesis
pembelahan meiosis kedua menghasilkan 4 sel spermatid (n) yang
berukuran sama. Sel-sel spermatid ini kemudian akan berkembang
menjadi sel sperma. Sperma yang terbentuk dari spermatogenesis,
kemudian akan dimatangkan di epididimis. Sperma yang telah
matang mempunyai sifat motil (bergerak bebas) karena memiliki
flagel sebagai alat pergerakannya. Sperma yang telah matang
terdiri atas kepala bagian tengah dan ekor. Kepala sperma
mengandung inti sel yang dilindungi oleh akrosom. Akrosom
mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi
untuk membantu sperma menembus ovum. Bagian tengah sel
sperma mengandung mitokondria yang berfungsi untuk
menghasilkan energi. Energi tersebut akan dipergunakan oleh
bagian ekor sperma untuk pergerakan sel sperma menuju tuba
fallopi.

2. Oogenesis
Oogenesis sudah berlangsung ketika wanita masih di dalam

kandungan. Di dalam ovarium terdapat calon-calon ovum yang
dinamakan oogonium. Oogonium bersifat diploid (2n). Oogonium
melakukan pembelahan berulang kali secara mitosis sehingga
terbentuk banyak oogonium. Oogonium melakukan pembelahan
secara mitosis menghasilkan oosit primer. Jadi, bayi yang
dilahirkan sudah memiliki oosit primer. Namun,
perkembangannya terhenti sampai wanita mengalami pubertas.
Pada masa pubertas, oosit primer melakukan pembelahan secara
meiosis sebanyak 2 kali. Pada meiosis I dihasilkan 2 sel yang
memiliki ukuran berbeda, yaitu oosit sekunder (berukuran besar)
yang bersifat haploid (n) dan badan kutub primer (berukuran
kecil). Pada meiosis II, oosit sekunder membelah menghasilkan
dua sel, yaitu ootid yang berukuran besar dan badan kutub
sekunder yang berukuran kecil. Setelah itu, ootid berkembang
menjadi ovum (n).

Proses spermatogenesis dan oogenesis memiliki perbedaan
yaitu jumlah sel yang dihasilkan dari masing-masing prosesnya
berbeda titik spermatogenesis menghasilkan 4 sel sperma,
sedangkan oogenesis menghasilkan 1 ovum. Hormon yang
berfungsi saat proses pembentukan sel kelamin, diantaranya
adalah FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing
Hormone), testosteron, estrogen dan progesteron.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 13

 FSH pada pria, berfungsi untuk mempengaruhi

spermatogenesis. Sementara itu pada wanita, berfungsi untuk

mempengaruhi oogenesis.
 LH pada pria, berfungsi untuk merangsang pembentukan

hormon testosteron. Sementara itu pada wanita, berfungsi

untuk merangsang pematangan ovum.
 Testosteron terdapat pada pria berfungsi untuk mempengaruhi

spermatogenesis dan juga memunculkan tanda-tanda kelamin

sekunder pria.
 Estrogen pada wanita, berfungsi untuk mempengaruhi

oogenesis dan tanda-tanda kelamin sekunder wanita.
 Progesteron pada wanita, berfungsi mempertebal dinding

rahim.

Gambar 9. Pembelahan sel pada proses oogenesis

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!

1. Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis dan oogenesis?
2. Buatlah bagan yang menggambarkan proses spermatogenesis!
3. Buatlah bagan yang menggambarkan proses oogenesis
4. Tuliskan perbedaan spermatogenesis dan oogenesis!

3. Fertilisasi dan Kehamilan Gambar 10. Proses fertilisasi
Ferttilisasi

Fertilisasi merupakan proses terjadinya peleburan inti sel
sperma dan inti sel ovum yang telah matang. tempat terjadinya
fertilisasi berada pada alat reproduksi wanita bagian dalam yaitu
tuba Fallopi. Ketika sudah matang, ovum akan dilepaskan oleh
ovarium dan ditangkap oleh jumbai-jumbai yang berada pada
pangkal ovarium iaitu fimbrae. Ovum yang ditangkap oleh
fimbriae akan ditampung oleh bagian tersebut, sebelum ovum
menuju tempat terjadinya fertilisasi, yaitu pada bagian satu
pertiga tuba fallopi.

Ovum dapat bergerak menuju tempat terjadinya fertilisasi
dengan bantuan jutaan silia yang terdapat pada tuba fallopi. Jadi,
selain sebagai tempat terjadinya proses fertilisasi, tuba fallopi
juga berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh
ovarium dan membantu pergerakan ovum menuju tempat
terjadinya fertilisasi.

Di pihak lain, sel sperma yang telah diejakulasikan akan
bergerak menuju vagina, melewati serviks dan uterus menuju
tuba fallopi.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 14

Sel sperma dapat bergerak masuk ke dalam alat-alat FAKTA IPA
reproduksi wanita menggunakan ekornya, serta dibantu dengan
kontraksi rahim dan tuba fallopi. Sel sperma dan ovum yang Selain untuk menjaga agar
bertemu akan segera melakukan fertilisasi. Namun, tidak seluruh
bagian sperma masuk ke dalam ovum. hanya bagian dari kepala embrio tetap basah, dan terhindar
sel sperma sajalah yang dapat menembus ovum, sedangkan bagian
lainnya akan terlepas di luar. Umumnya hanya ada satu ovum dari bahaya goncangan, berikut
yang dilepaskan dari ovarium. Berbeda dengan jumlah sperma
yang berusaha untuk membuahi ovum yaitu kurang lebih jutaan ini manfaat dari air ketuban :
sperma. Dari jutaan sperma tersebut, hanya satu sperma yang
dapat menembus dan membuahi ovum. 1. Menjaga kestabilan suhu

Bagian kepala pada sperma, yaitu aksom memiliki peranan sehingga janin tetap dalam
agar sel sperma dapat menembus ovum. Kurang lebih sekitar dua
detik setelah sel sperma menembus ovum, selaput luar pada ovum kondisi nyaman.
akan memperbaiki diri sehingga sel-sel sperma lainnya tidak dapat
memasuki ovum tersebut. Proses fertilisasi berakhir ketika sel 2. Janin lebih bebas untuk
sperma melepaskan bagian ekornya dan terbentuklah zigot.
Bagaimana jika ovum tidak dibuahi oleh sel sperma? Carilah bergerak.
jawaban tersebut melalui studi referensi bersama temanmu.
3. Membantu paru-paru untuk
Proses Kehamilan
Proses kehamilan diawali oleh peristiwa fertilisasi. Sel berkembang dengan baik.

sperma dan ovum yang telah bersatu akan membentuk zigot. Zigot 4. Memungkinkan janin untuk
kemudian membelah menjadi embrio. Embrio membelah secara
terus menerus bersamaan dengan pergerakannya dari tuba fallopi bergerak di dalam Rahim.
menuju uterus. Setelah sampai di uterus, embrio yang berbentuk
seperti bola berongga pipih (blastosit) menempel pada Hal tersebut memungkinkan
endometrium. Peristiwa ini disebut implantasi.
untuk pertumbuhan tulang.
Pada awalnya kurang lebih 2 sampai 4 minggu pertama
perkembangan, embrio memperoleh makanan secara langsung 5. Melapisi kedua sisi membrak
dari endometrium. Kemudian, embrio membentuk suatu jaringan
yang bercampur dengan endometrium. Jaringan tersebut timpani pada telinga janin
dinamakan plasenta. Plasenta berfungsi sebagai jalan pertukaran
gas, makanan, dan zat sisa antara Ibu dan janin. selain itu, plasenta sehingga bunyi bisa masuk
juga berfungsi untuk melindungi janin dari penyakit dengan
membentuk imunitas alami pasif dan menghasilkan hormon. dari telina luar ke telinga
Imunitas yang dihasilkan berperan untuk melindungi janin dari
organisme pathogen. Plasenta dihubungkan dengan janin oleh dalam.
suatu jaringan yang dinamakan tali pusar. Tali pusar mengandung
pembuluh darah arteri dan vena sehingga zat makanan dan 6. Dengan adanya cairan
oksigen dapat diserap oleh embrio dari ibunya. Pertumbuhan dan
perkembangan embrio dibagi menjadi tiga tahap yaitu periode ketuban, pertumbuhan janin
preimplantasi (7 hari pertama), periode embrionik (7 minggu
berikutnya), dan periode fetus (7 bulan berikutnya). yang terus menerus tumbuh

serta janin yang semakin

berat, tidak akan

menimbulkan tekanan pada

rahim.

Sumber : www.vemale.com

Web IPA

Animasi tentang proses
fertilisasi dan kehamilan
dapat dilihat di
https://www.youtube.com/wa
tch?v=_5OvgQW6FG4

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 15

A k t i v i t a s S i s w a : K a j i a n Li t e r a t u r

Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang. Kemudian carilah dari berbagai sumber yang relevan
atau dari internet tentang perkembangan janin pada beberapa minggu di trimester pertama,
trimester kedua, dan trimester ketiga. Buatlah penjelasan tentang tahapan perkembangan janin
yang kamu temukan tersebut, disertai dengan gambar atau foto masing-masing tahap
perkembangannya. Buatlah dalam bentuk laporan sederhana. Kemudian, presentasikan di depan
kelas.

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Apa yang dimaksud dengan fertilisasi?
2. Bagaimanakah proses perjalanan ovum dari ovarium menuju jtemppat terjadinya proses
fertilisasi?
3. Jelaskan proses perkembangan zigot sampai dengan tertanam pada Rahim (uterus)!
4. Sebutkan fungsi dari plasenta

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 16

Rangkuman

1. Pembelahan sel terdiri atas pembelahan mitosis dan meiosis. Tujuan pembelahan sel
yaitu untuk pertumbuhan, reproduksi, dan regenerasi jaringan yang rusak.

2. Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak dari sel
induk tunggal yang menghasilkan sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan
induknya (diploid: 2n).

3. Pembelahan meiosis merupakan pembelahan yang menghasilkan empat sel anakan dari
satu sel tunggal yang menghasilkan perpaduan sifat induknya dan jumlah kromosom
setengah dari jumlah kromosom induknya (haploid: n).

4. Reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk menghasilkan
keturunan.

5. Reproduksi dapat terjadi secara seksual dan aseksual. Manusia melakukan reproduksi
secara seksual dengan diawali oleh peleburan sel sperma dan ovum.

6. Alat reproduksi pria terdiri atas alat reproduksi pria bagian luar dan alat reproduksi
bagian dalam.
- Alat reproduksi pria bagian luar terdiri atas penis dan skrotum.
- Alat reproduksi pria bagian dalam terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, uretra,
dan kelenjar kelamin (vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjaar cowper.

7. Alat reproduksi pada wanita terdiri atas alat reproduksi bagian luar dan alat reproduksi
bagian dalam.

8. Gametogenesis merupakan peristiwa pembentukan sel kelamin. Pembentukan sel sperma
disebut spermatogenesis, sedangkan pembentukan ovum disebut oogenesis.

9. Spermatogenesis menghasilkan 4 sel sperma fungsional, sedangkan oogenesis
menghasilkan 1 ovum fungsional.

10. Fertilisasi merupakan proses terjadinya peleburan inti sel sperma dan inti sel telur yang
terjadi pada tuba fallopi.

11. Kehamilan merupakan keadaan dimana seorang ibu mengandung satu atau beberapa
embrio. Proses kehamilan diawali oleh peristiwa fertilisasi.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 17

KDataaftaPrenPguasntatkaar

Aryukina, D., dkk. 2007. Biologi 2. Jakarta: Esis
Campbell, N.A., Reece. J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.B.

2008. Biology 8th Edition. USA:Pearson Education, Inc.
Purnomo, S. A., dkk. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Yrama Widya
Solomon, E. P., Berg, L. R., Martin, D.W. 2008. Biology 8th Edition. Singapore: Thomson
Tortora, GJ, Derrickson, B. 2012. Principles of Anatomy & Physiology 13th Edition. United States of

America: John Wiley & Sons, Inc.

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX 18


Click to View FlipBook Version