STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
ADAPTASI KEBIASAAN BARU BAGI WARGA Kepala SMAK 1
SEKOLAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001B/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Penuntun bagi warga sekolah dalam menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru di
Lingkungan Sekolah
Tujuan Penanganan pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19 di lingkungan SMAK
Prosedur 1 BPK PENABUR Bandung, menghadapi penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
menuju Tatanan Hidup Normal Baru (New Normal)
1. Seluruh warga sekolah dan tamu, selalu menjaga kebersihan tangan dengan
wajib cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik terutama
ketika akan masuk dan keluar lingkungan sekolah, setelah keluar kamar
mandi/toilet; sebelum makan; dan setelah batuk, atau bersin, jika sabun dan
air tidak tersedia gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya
60% alkohol, atau cairan pencuci tangan atau hand sanitizer,
2. Seluruh warga sekolah dan tamu, wajib diperiksa suhu tubuh, bila suhu
tubuh mencapai di atas 37,3oC tidak diperbolehkan masuk lingkungan
sekolah,
3. Seluruh warga sekolah dan tamu, wajib jaga jarak dengan jarak aman 1 - 2
meter, dan dilarang melakukan kontak fisik langsung seperti bersalaman,
cium tangan, atau berpelukan .
4. Warga sekolah yang berkegiatan di ruang pelayanan atau di ruang belajar,
tetap menjaga jarak aman, dan untuk menghindari kerumunan orang di
dalam ruangan tersebut maka jumlah orangnya dibatasi maksimum 50%
dari kapasitas jumlah orang setiap ruangnya, dengan tetap mengenakan alat
pelindung diri (masker, face shield),
5. Warga Sekolah yang berlalu-lintas di area selasar/ koridor/ penghubung
gedung harus mengikuti arah, alur dan jalur yang telah ditentukan sekolah
dengan pola satu arah, untuk menghidari terjadinya penumpukan orang
atau kerumunan orang,
6. Setiap warga sekolah selalu menghindari menyentuh area wajah (mata,
hidung dan mulut) dalam kondisi tangan yang belum bersih,
7. Setiap warga sekolah yang batuk dan bersin, wajib menerapkan etika
dengan menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat pada lengan atas
bagian dalam atau gunakan tisu, setelah digunakan tisu bekasnya dibuang
langsung ke tempat sampah, dan sesudahnya cuci tangan dengan sabun dan
air mengalir atau cairan pembersih tangan hand sanitizer,
8. Seluruh warga sekolah agar selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh
dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan menjaga pola
hidup, makan makanan sehat, konsumsi vitamin dan berolahraga secara
teratur,
9. Setiap warga sekolah wajib membawa peralatan sendiri seperti : peralatan
makan-minum, tisu/tisu basah, hand sanitizer, helm dan sarung tangan
(bagi pengguna ojek on-line) untuk menekan penularan covid-19,
10. Setiap warga sekolah wajib membawa makanan dan minuman dari rumah
sendiri, dan tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan-
minum yang dapat meningkatkan resiko penularan covid-19,
11. Selalu membersihkan permukaan benda yang sering disentuh (seperti
meja, sakelar lampu, gagang pintu, gagang kran air, remote ac dan
remote televisi) setiap hari dengan menggunakan cairan pembersih,
sabun dan air, sebelum dan sesudah digunakan,
12. Selalu membersihkan berkas/dokumen yang diterima (seperti : surat
undangan, surat jalan, faktur, kwitansi, dan lainnya), dengan
menggunakan desinfektan spray.
13. Setiap warga sekolah dan tamu yang menggunakan kendaraan umum
(seperti : bus, angkutan kota dan transportasi on-line) yang memasuki
lingkungan sekolah wajib disterilisasi melalui lorong disinfektan.
14. Warga sekolah jika kembali ke rumah (pulang sekolah) setelah
berkegiatan di sekolah sebaiknya agar segera membersihkan diri (mandi)
dan berganti baju sebelum beriteraksi dengan anggota keluarga yang lain
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
Kepala SMAK 1
PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR BPK PENABUR BANDUNG
MENGAJAR ONSITE PADA SAAT PTM
_________________________
TERBATAS ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
PENABUR BANDUNG
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001C/BDG-A01/01-A-KS - 06/09/2021
Pengertian Pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam kelas ketika masa PTM Terbatas
Tujuan Tenaga pendidik dan siswa memahami dan menerapkan mekanisme pembelajaran yang
Prosedur aman ,bermakna dan menyenangkan di dalam kelas ketika masa PTM Terbatas
A. Sebelum Pembelajaran
1. Siswa dan guru memakai masker (rangkap)
2. Siswa dan guru mengucapkan salam
3. Sebelum masuk kelas,cuci tangan menggunakan sabun / hand sanitizer yang
telah disediakan
4. Siswa menempati tempat duduk di kelas dengan pengaturan jarak duduk
antar siswa minimal 1,5 meter
5. Sebelum memulai pembelajaran diawali dengan doa dan renungan Bersama
di bawah bimbingan guru
6. Melaksanakan presensi dan menanyakan kondisi kesehatan siswa
7. Jika terdapat siswa yang kurang/tidak sehat lebih baik diistirahatkan di
UKS/dipulangkan dan dicatat.
B. Selama Pelaksanaan Pembelajaran
1. Tenaga pendidik selalu mengingatkan perlunya melaksanakan protokol
kesehatan dalam kegiatan pembelajaran.
2. Selama pembelajaran pendidik tidak terlalu banyak bergerak/mobilitasnya
di batasi dan memakai masker dan face shield.
3. Kegiatan pembelajaran diupayakan tidak berkerumun.
4. Durasi jam pembelajaran dialokasikan 30 menit per jam pelajaran, dengan
lama pembelajaran tatap muka selama 4 Jam pembelajaran setara 120 menit
( 2 jam) dalam masa percobaan PTM Terbatas.
5. Tenaga pendidik menyampaikan materi sesuai mata pelajaran yang diampu
6. Kegiatan pembelajaran diupayakan untuk mengaktifkan siswa secara
mandiri.
7. Selama pembelajaran antar tenaga pendidik dan siswa, antara siswa dan
siswa selalu menjaga jarak sesuai protokol kesehatan.
8. Sebelum dan sesudah menggunakan alat dalam pembelajaran senantiasa
dibersihkan dengan hand sanitizer/cuci tangan dengan sabun.
9. Tenaga pendidik menyiapkan/menyediakan/memfasilitasi materi
pembelajaran (seperti bahan ajar / hand out, dan media pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan)
10. Selama pembelajaran pendidik selalu mengontrol kondisi kesehatan
siswanya.
11. Tenaga pendidik selalu mengingatkan para siswa bahwa kegiatan
pembelajaran akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pembelajaran online.
C. Sesudah Pembelajaran
1. Guru mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan sesuai protokol
kesehatan.
2. Siswa berdoa dibimbing guru.
3. Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.
4. Mengucapkan salam
5. Memeriksa suhu tubuh
6. Diingatkan bagi siswa ketika pulang untuk tetap menjaga protokol
kesehatan,tidak berkerumum di area sekolah.
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PENGANTARAN DAN PENJEMPUTAN SISWA Kepala SMAK 1
SELAMA MASA PANDEMI BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001G/BDG-A01/01-A-KS
Pengertian Penuntun bagi orang tua ketika mengantar dan menjemput siswa
Tujuan Untuk ketertiban dan keseragaman dalam mekanisme pengantaran dan penjemputan
Prosedur siswa
Protokol yang harus dilaksanakan oleh orang tua ketika mengantar siswa ke sekolah,
yaitu :
a. Pengisian instrumen Self Health Asessment risiko Covid-19 sebelum
berangkat ke sekolah untuk memastikan putra-putrinya dalam kondisi sehat
b. Memastikan putra putrinya telah membawa peralatan dan bekal makanan serta
minuman dari rumah, karena kantin sekolah ditutup tidak boleh dibuka.
c. Memastikan putra putrinya telah mengenakan masker, membawa hand
sanitizer dan masker cadangan.
d. Orang tua yang mengantar cukup sampai halaman sekolah / tempat parkiran.
e. Orang tua yang mengantar tidak menunggu di dalam sekolah
f. Orang tua yang mengantar tidak berkerumun di area sekolah dan tetap
menjaga protocol Kesehatan.
Protokol yang harus dilaksanakan oleh orang tua ketika ketika menjemput siswa ke
sekolah, yaitu :
a. Selesai jam pelajaran terakhir, siswa langsung menghubugi orang tua yang
menjemput , ketika sudah dijemput langsung meninggalkan sekolah dan
pulang ke rumah masing-masing dengan tidak berkumpul dan mampir ke
tempat keramaian/kerumunan.
b. Orang tua yang menjemput tidak berkerumun di area sekolah dan tetap
menjaga protocol kesehatan
c. Tetap mengenakan masker selama di perjalanan pulang
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
BERANGKAT DAN PULANG WARGA Kepala SMAK 1
SEKOLAH SELAMA MASA PANDEMI BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi TanggalTerbit
6/09/2021
001A/BDG-A01/01-A-KS -
Pengertian Penuntun bagi warga sekolah ketika berangkat dan pulang sekolah
Tujuan Untuk ketertiban dan keseragaman dalam mekanisme berangkat dan pulang warga
Prosedur sekolah
Protokol yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah ketika berangkat ke
sekolah, yaitu :
a. Pengisian instrumen Self Health Asessment risiko Covid-19 sebelum
berangkat ke sekolah untuk memastikan warga sekolah dalam kondisi sehat
b. Membawa peralatan dan bekal makanan serta minuman dari rumah, karena
kantin sekolah ditutup tidak boleh dibuka.
c. Wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer dan masker cadangan.
d. Jika menggunakan kendaraan umum, tetap menerapkan prinsip jaga jarak.
e. Dari rumah langsung menuju ke sekolah dengan tidak mampir ke tempat
orang berkerumun,
Protokol yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah ketika meninggalkan
sekolah (pulang sekolah), yaitu :
a. Selesai jam pelajaran terakhir, siswa langsung meninggalkan sekolah dan
pulang ke rumah masing-masing dengan tidak berkumpul dan mampir ke
tempat keramaian/kerumunan.
b. Tetap mengenakan masker selama diperjalanan pulang
c. Jika menggunakan kendaraan umum, tetap menerapkan prinsip jaga jarak.
d. Saat tiba di rumah langsung mengganti pakaian dan mandi.
e. Tidak berkumpul atau melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga
sebelum mandi.
f. Melakukan koordinasi dengan orang tua siswa atau wali siswa untuk selalu
memastikan keberadaan siswa.
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
Kepala SMAK 1
Kegiatan OSIS dan Ekstrakurikuler Dalam Masa BPK PENABUR BANDUNG
Pandemi Covid 19
_________________________
SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
SMAK 1 BPK No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
PENABUR BANDUNG
001K/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Prosedur untuk kegiatan OSIS dan Ektrakurikuler dalam masa pandemic covid 19
Tujuan Pembina OSIS dan ekstrakurikuler memahami dan melaksanakan mekanisme kegiatan
Prosedur OSIS dan Ekstrakurikuler sekolah dalam masa pandemic Covid 19
1. Mengalihkan kegiatan onsite yang berpotensi mengumpulkan banyak orang di
lingkungan sekolah seperti kegiatan OSIS, pentas seni, lomba antarkelas, pameran
kreativitas siswa, dan kegiatan ektrakurikuler lainnya menjadi kegiatan online.
2. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan
luar sekolah (outing,widyawisata,studi banding)
3. Kegiatan rapat koordinasi OSIS dapat dilakukan secara daring, dan apabila
dilaksanakan secara luring maka jumlah peserta rapat dibatasi sebanyak 50% dari
kapasitas ruangan.
4. Selama berkegiatan wajib menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu
mengenakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak,
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PEMANTAUAN KESEHATAN WARGA Kepala SMAK 1
SEKOLAH BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001E/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Pedoman pemantauan kesehatan warga sekolah
Tujuan Tim Satgas memiliki mekanisme pemantauan kesehatan warga sekolah
Prosedur
1. Warga satuan pendidikan aktif melakukan self helath assessment, diantaranya jika
ada warga sekolah yang memiliki gejala batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan ,pilek
atau penyakit lainnya segera melaporkannya kepada bagian terkait (BK, Kepala
Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
2. Jika warga SMAK 1 BPK PENABUR memiliki gejala umum seperti angka 1 dan
sedang berada di sekolah , diminta segera melapor kepada bagian terkait (BK,
Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas) dan jika diperlukan diminta pulang ke
rumah.
3. Jika terdapat warga SMAK 1 BPK PENABUR yang tidak hadir karena sakit dan
memiliki gejala umum sebagaimana dimaksud pada angka 1, maka tim:
a. Melaporkan kepada pihak terkait
(BK, Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
b. Meminta warga tersebut untuk melakukan memeriksakan diri ke
dokter,puskesmas, RS .
4. Jika warga SMAK 1 BPK PENABUR teridentifikasi ada riwayat kontak dengan
orang terkonfirmasi positif COVID-19, maka warga sekolah melaporkan kepada
kepala satuan Pendidikan dan ketua tim satgas sekolah
5. Jika terdapat orang yang serumah dengan warga SMAK 1 BPK PENABUR
teridentifikasi gejala COVID-19, maka
a. Warga sekolah melaporkan kepada pihak terkait
(BK, Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
b. Kepala Satuan Pendidikan akan meminta warga tersebut untuk tidak masuk ke
sekolah sebagai langkah pencegahan penularan.
6. Tim Satgas Kesehatan akan melakukan pemantauan periode isolasi mandiri untuk
semua warga SMAK 1 BPK PENABUR yang diminta melakukan isolasi mandiri.
7. Tim Satgas Kesehatan rutin melakukan pencatatan data kesehatan warga sekolah
setiap harinya.
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PELAYANAN UKS DALAM MASA PANDEMI
Kepala SMAK 1
BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
001D/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Pedoman pelaksanaan pelayanan UKS ketika masa PTM Terbatas
Tujuan Tim Satgas memiliki standar pelayanan UKS yang aman ketika masa PTM Terbatas
Prosedur
1. Menyediakan ruang UKS sebagai ruang pemeriksaan kesehatan, yang
menyediakan ruang petugas kesehatan, ruang transit dan ruang isolasi
sementara, untuk melayani warga sekolah yang merasa ada gangguan kesehatan
2. Penataan Ruang UKS mengacu pada protokol kesehatan yang direkomendasi
oleh Puskesmas Pembina
3. Menyiapkan peralatan kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan sesuai
rekomendasi Puskesmas Pembina
4. Petugas UKS selalu harus memakai APD lengkap diantaranya masker, sarung
tangan, dan disarankan menggunakan face shield (pelindung wajah)
5. Warga sekolah yang telah memperoleh pertolongan pertama dari petugas UKS
disarankan segera pulang.
6. Melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar UKS secara berkala
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
Kepala SMAK 1
Pelayanan Ketatalaksanaan Administrasi Sekolah BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
_________________________
SMAK 1 BPK No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
PENABUR BANDUNG
001L/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Prosedur untuk pelayanan administrasi sekolah dalam masa pandemic covid 19
Tujuan Tenaga tata usaha memahami dan melaksanakan mekanisme pelayanan administrasi
Prosedur sekolah dalam masa pandemic Covid 19
1. Petugas pelayanan administrasi tata usaha yang langsung berinteraksi
dengan siswa dan orang tua siswa wajib memakai apd diantaranya: masker,
sarung tangan, dan facehield (pelindung wajah)
2. Petugas pelayanan administrasi tata usaha sebelum memberikan pelayanan,
terlebih dahulu melakukan penyemprotan disinfektan dilingkungan
kerjanya, diantaranya : handel pintu, meja pelayanan, mouse, keyboard,
komputer, ATK, tempat duduk petugas, dan kursi antrean.
3. Petugas pelayanan keamanan/satpam mengarahkan pengunjung layanan tata
usaha ke ruang tata usaha, jika terjadi kepadatan jumlah pengunjung TU,
maka diberlakukan sistem antrean mempersilakan pengunjung menunggu di
kursi tamu/ruang tunggu.
4. Petugas pelayanan administrasi tata usaha meminta pengunjung TU untuk
mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer sebelum melakukan kegiatan
pelayanan.
5. Petugas pelayanan administrasi tata usaha hanya melayani 1 (satu) orang
saja yang berada di depan meja pelayanan sesuai antrean.
6. Petugas pelayanan administrasi tata usaha melayani keperluan pengunjung
sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan.
7. Setelah selesai melayani keperluan pengunjung TU, pada interval waktu 4
jam sekali petugas layanan TU melakukan penyemprotan disinfektan
kembali di area sekitar lingkungan kerjanya.
8. Rapat diupayakan dilakukan secara daring menggunakan layanan Video
Conference tanpa bertatap muka secara langsung.
9. Langkah-langkah yang dilakukan jika rapat harus dilakukan dengan bertatap
muka, pada saat sebelum rapat adalah sebagai berikut:
a. Jumlah peserta rapat maksimal 50% dari kapasitas ruangan agar dapat
menerapkan physical distancing saat pelaksanaan rapat.
b. Sebelum ruang rapat digunakan, perlu disterilisasi dengan
penyemprotan desinfektan.
c. Tersedianya hand sanitizer dan hand soap di tempat-tempat strategis
seperti: pintu masuk acara, ruang makan, area kamar mandi dll.
d. Sebelum memasuki ruangan peserta rapat diwajibkan mencuci
tangan menggunakan sabun/hand sanitizer dan memakai masker.
e. Sebelum memasuki ruang rapat harus terlebih dahulu tes suhu badan
(thermometer) dilakukan oleh Tim Gugus Covid-19 Sekolah dan tidak
boleh melebihi suhu diatas 37,30C.
f. Dalam mengisi daftar hadir atau administrasi lain menggunakan alat tulis
masing- masing.
g. Mengatur jarak tempat duduk antara satu dengan yang lainnya ± 1-2 m
dan menghindari kontak fisik langsung seperti: jabat tangan, berpelukan,
dll.
h. Langkah-langkah yang dilakukan pada saat rapat, sebagai berikut:
▪ Agenda rapat jelas dan ringkas tidak terlalu banyak.
▪ Durasi rapat agar lebih cepat tanpa mengurangi bobot dari rapat
tersebut.
▪ Pengaturan udara ruangan/sirkulasi udara dapat mengalir dengan
lancar.
▪ Membatasi penggunaan microfone bergantian.
▪ Jika ada peserta rapat yang memiliki gejala seperti sakit kepala,
batuk, pilek, sesak nafas dapat diperkenankan meninggalkan
ruangan rapat
▪ Memperhatikan etika pada saat batuk/bersin untuk menutup mulut.
j. Langkah-langkah yang dilakukan pada saat setelah rapat adalah sebagai
berikut:
▪ Memastikan semua barang milik peserta rapat tidak tertinggal di
dalam ruangan.
▪ Pesertarapat membuang sampah bekas makanan/minuman masing-
masing ke tempat pembuangan sampah yang tersedia.
▪ Setelah keluar dari ruangan peserta rapat diwajibkan mencuci tangan
menggunakan sabun/hand sanitizer.
▪ Membereskan dan membersihkan kembali seluruh perlengkapan
di ruangan rapat.
▪ Melakukan penyemprotan desinfektan pada seluruh area ruang rapat
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PENANGANAN SARPRAS DALAM MASA Kepala SMAK 1
PENDEMI DI LINGKUNGAN SEKOLAH BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001F/BDG-A01/01-A-KS
Pengertian Penuntun bagi tim satgas covid 19 (tim sarpras) dalam dalam melaksanakan
penanganan pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 di lingkungan
sekolah
Tujuan Penanganan sarana prasana oleh Satgas Penanganan COVID-19 SMAK 1 BPK
PENABUR Bandung (tim sarpras) dalam masa pandemic.
Prosedur 1. Menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun) untuk melakukan proses skrining
kesehatan sebelum memasuki lingkungan sekolah,
2. Menyediakan masker cadangan untuk pengganti bagi seluruh warga sekolah
yang membutuhkan,
3. Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci
tangan berbasis alkohol di beberapa spot.
4. Menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan
ruang kelas masing-masing dan ditempat-tempat strategis lainnya sesuai
kebutuhan,
5. Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, ruang kelas,
laboratorium, ruang ibadah secara periodik,
6. Membersihkan handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard, dan
fasilitas lain yang sering tersentuh tangan minimal 1 kali sehari dengan
disinfektan.
7. Optimalisasi fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya,
8. Mengatur jarak bangku di dalam kelas, dengan jarak minimal 1.5 meter antar
siswa,
9. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah
setelah penggunaan bersama.
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL
Kepala SMAK 1
BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
001J/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian 1. Dukungan psikososial adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal
pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana maupun kecelakaan.
2. Psychological First Aid atau pertolongan pertama psikologis merupakan sebuah
intervensi psikologi singkat, praktis, dan fleksibel berupa pemberian bantuan
kepada individu, keluarga, dan masyarakat yang menderita karena baru saja
mengalami peristiwa krisis, keadaan darurat, atau bencana yang bertujuan
mengurangi reaksi stres sebagai dampak dari peristiwa traumatis dan mempercepat
proses pemulihan yang dibangun atas dasar konsep resiliensi manusia dan disaster
mental health.
3. Kegawatdaruratan Psikologis adalah kondisi ketika seseorang berespon yang
berlebihan dan tidak rasional terhadap stimulus yang dialami. Dengan demikian
sangat penting untuk mengetahui stimulus apa yang dialami.
4. Kasus KONFIRMASI adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus
COVID-19 yang dbuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
Tujuan 1. Memberikan pelayanan psikososial oleh Tim Psikososial psikososial kepada siswa
terdampak bencana sosial/wabah penyakit COVID-19.
2. Mengembalikan kondisi individu dan keluarga terdampak sehingga menjadi kuat
secara individu atau kolektif.
3. Membantu mengurangi kecemasan/masalah psikologis lain yang muncul berkaitan
dengan adanya bencana sosial/wabah penyakit COVID-19. 4. Meminimalisir
munculnya stigma negatif yang akan diterima warga sekolah.
Prosedur 1. Tim psikososial memantau perkembangan psikis siswa melalui setiap kelas selama
penerapan kebiasaan baru di sekolah.
2. Jika hasil pengkajian menunjukan adanya krisis psikologis, Tim Psikososial
melakukan Psychological First Aid (PFA) dan/atau stabilisasi emosi terhadap klien
sampai teratasi/tenang.
3. Setelah siswa/guru tenang, Tim Psikososial melakukan skrining kondisi psikis
dengan metode wawancara
4. Jika kondisi krisis psikologis klien tidak teratasi, Tim Psikososial melakukan
intervensi berupa konseling psikologis.
5. Jika siswa/guru tidak mengalami krisis psikologis, Tim Psikososial melakukan
skrining kondisi psikis dengan metode wawancara.
6. Tim Psikososial menentukan hasil skrining apakah normal tangguh, distres ringan,
atau ada kecenderungan masalah kejiwaan.
7. Terhadap siswa dengan hasil skrining distres ringan, Tim Psikososial memberikan
dukungan psikososial.
8. Terhadap siswa dengan kecenderungan masalah kejiwaan, Tim Psikososial
memberikan intervensi atau layanan konseling psikologis sesuai kondisinya.
9. Apabila setelah mendapatkan layanan yang diberikan kondisi klien tidak teratasi,
maka dijadwalkan konseling lanjutan oleh psikolog.
Pencegahan masalah Kesehatan Jiwa dan Psikososial (Pencegahan Masalah
Kesehatan)
1. Dukungan pada keluarga yang terpapar Covid-19
a. Wali kelas dan BK menerima kabar dari siswa/guru mengenai kabar
adanya anggota keluarga yang terpapar Covid-19.
b. Tim psikososial akan bekerjasama dengan tim PKBN2K menghubungi
pihak keluarga untuk mengadakan program “Besuk Online” menanyakan
kondisi dan mendoakan.
c. Keluarga pasien tidak dijauhkan dari hubungan sosial.
d. Tidak memberikan pandangan / prasangka negatif bahwa keluarga pasien
akan menjadi penyebab maraknya kasus.
e. Selalu memberikan dukungan untuk kesembuhan anggota keluarganya
yang sakit.
f. Memberikan hotline untuk mendapatkan layanan psikologi secara daring.
g. Bagikan fakta terbaru dan jangan melebihlebihkan.
2. Dukungan pada keluarga yang meningggal
a. Wali kelas dan BK menerima kabar dari siswa/guru mengenai kabar
adanya anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19.
b. Tim psikososial akan bekerjasama dengan tim PKBN2K untuk
menghubungi pihak keluarga untuk mengadakan kebaktian bersama
untuk penghiburan.
c. Pihak sekolah memberikan dukungan kepada pihak keluarga.
d. Keluarga pasien tidak dijauhkan dari hubungan sosial.
e. Tidak memberikan pandangan / prasangka negatif bahwa keluarga pasien
akan menjadi penyebab maraknya kasus.
f. Selalu memberikan dukungan untuk kesembuhan anggota keluarganya
yang sakit.
g. Memberikan hotline untuk mendapatkan layanan psikologi secara daring.
3. Tim Psikososial memantau kurikulum pembelajaran agar siswa mencapai
kesejahteraan psikologis
a. Tim psikososial bekerjasama dengan tim kurikulum terkait penerapan
jadwal pembelajaran yang telah disepakati bersama.
b. Tim Psikososisal membuat angket hasil evaluasi terkait pembalajaran
selama penerapan kebiasaan baru.
c. Tim psikososial menyiapkan bimbingan konseling kepada siswa jika di
perlukan.
d. Tim Psikososial bekerjasama dengan wali kelas dan BK untuk bertemu
dengan orangtua terkait evaluasi pembelajaran.
4. Pembuatan poster informatif
Tim psikososial memberikan informasi-informasi terkait pencegahan
terganggunya kondisi psikis melalui pembuatan poster informative yang
akan di share di media sosial sekolah
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PEMANTAUAN KESEHATAN WARGA Kepala SMAK 1
SEKOLAH BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001E/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Pedoman pemantauan kesehatan warga sekolah
Tujuan Tim Satgas memiliki mekanisme pemantauan kesehatan warga sekolah
Prosedur
1. Warga satuan pendidikan aktif melakukan self helath assessment, diantaranya jika
ada warga sekolah yang memiliki gejala batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan ,pilek
atau penyakit lainnya segera melaporkannya kepada bagian terkait (BK, Kepala
Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
2. Jika warga SMAK 1 BPK PENABUR memiliki gejala umum seperti angka 1 dan
sedang berada di sekolah , diminta segera melapor kepada bagian terkait (BK,
Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas) dan jika diperlukan diminta pulang ke
rumah.
3. Jika terdapat warga SMAK 1 BPK PENABUR yang tidak hadir karena sakit dan
memiliki gejala umum sebagaimana dimaksud pada angka 1, maka tim:
a. Melaporkan kepada pihak terkait
(BK, Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
b. Meminta warga tersebut untuk melakukan memeriksakan diri ke
dokter,puskesmas, RS .
4. Jika warga SMAK 1 BPK PENABUR teridentifikasi ada riwayat kontak dengan
orang terkonfirmasi positif COVID-19, maka warga sekolah melaporkan kepada
kepala satuan Pendidikan dan ketua tim satgas sekolah
5. Jika terdapat orang yang serumah dengan warga SMAK 1 BPK PENABUR
teridentifikasi gejala COVID-19, maka
a. Warga sekolah melaporkan kepada pihak terkait
(BK, Kepala Satuan Pendidikan, Ketua Satgas)
b. Kepala Satuan Pendidikan akan meminta warga tersebut untuk tidak masuk ke
sekolah sebagai langkah pencegahan penularan.
6. Tim Satgas Kesehatan akan melakukan pemantauan periode isolasi mandiri untuk
semua warga SMAK 1 BPK PENABUR yang diminta melakukan isolasi mandiri.
7. Tim Satgas Kesehatan rutin melakukan pencatatan data kesehatan warga sekolah
setiap harinya.
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
TUPOKSI TIM SATGAS COVID 19 DI Kepala SMAK 1
LINGKUNGAN SEKOLAH BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit
001H/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Penuntun bagi tim satgas covid 19 dalam dalam melaksanakan tupoksinya
Tujuan Pelaksanaan penanganan pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 di
Prosedur lingkungan sekolah yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 SMAK 1 BPK
PENABUR Bandung dengan tugasnya berdasarkan tupoksinya.
1. Mendata warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan
orang tua/wali).
2. Melakukan tracing dan tracing lokasi tempat tinggal guru, tenaga
kependidikan dan peserta didik untuk memastikan tempat tinggalnya
pada zona aman, bagi yang tempat tinggalnya di area zona merah
diminta untuk tetap melakukan Work From Home (WFH) / Bekerja dari
Rumah, dan Belajar dari Rumah.
3. Melakukan skrining dan monitoring harian kesehatan guru, tenaga
kependidikan, peserta didik, dan bila memiliki gejala demam di atas
37,3oc, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak ada
selera makan atau keluhan lain, maka diminta untuk tetap bekerja dari
rumah dan belajar dari rumah (melakukan isolasi mandiri).
4. Melakukan deteksi suhu tubuh kepada setiap pengunjung di titik pintu masuk
tempat umum dan transportasi umum. Jika suhu tubuh terdeteksi ≥ 37,3 C,
dianjurkan untuk segera memeriksakan kondisi tubuh ke Puskesmas atau rumah
sakit, dan tidak diperkenankan untuk memasuki lingkungan sekolah,
5. Menyediakan pos pemeriksaan kesehatan, ruang petugas kesehatan, ruang
transit dan ruang isolasi, dibutuhkan jika ada warga sekolah yang sakit dapat
segera dilakukan pemeriksaan, jika kondisinya memburuk, pidahkan ke ruang
transit atau ruang isolasi, dan segera dikirim ke rumah sakit rujukan,
6. Turut serta melakukan promosi kesehatan dan mengkampanyeken 5M, seperti;
mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker, menjaga jarak (physical
distancing), etika jika batuk dan bersin,
7. Mengembangkan metode pembelajaran teori dan praktek yang lebih efektif dan
aman selama pandemi COVID-19, dengan menggunakan Pola online (Belajar
di rumah) dan Pola onsite (Belajar di sekolah),
8. Menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol
kesehatan pencegahan Covid-19,
9. Menyediakan masker, jika ditemui pengunjung yang sedang flu, dan
menyarankan untuk segera memerikasakan ke rumah sakit.
10. Menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai termasuk fasilitas cuci tangan
dengan air yang mengalir, sabun dan tisu, serta menyediakan tempat
pembuangan sampah yang tertutup,
11. Mengatur arah, alur dan jalur pergerakan Warga Sekolah di area selasar/
koridor/ penghubung gedung dengan petunjuk arah yang jelas, untuk
menghidarkan terjadinya penumpukan orang atau kerumunan orang,
12. Melakukan pembersihan lingkungan sekolah menggunakan disinfektan
minimal 2 kali sehari terutama pada waktu aktivitas padat (pagi dan sore hari)
di setiap lokasi ruang kelas, laboratorium, dan area publik lainnya,
13. Melakukan upaya pembersihan terhadap fasilitas pendidikan secara rutin
dengan disinfektan untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19,
14. Menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi mengenai pencegahan
penyebaran dan penularan Covid-19 di lokasi strategis di setiap tempat umum,
15. Melakukan imbauan kepada seluruh guru, tenaga kependidikan dan peserta
didik tidak melakukan perjalanan atau bepergian, salama masa pembelajaran
Pola online (Belajar di Rumah),
16. Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik
langsung (bersalaman, , berpelukan, dsb.) dan mencegah warga sekolah
berkumpul dan bermain di tempat umum lainnya.
17. Memastikan makanan yang ada di sekolah merupakan makanan yang sehat,
higienis dan sudah dimasak sampai matang,
18. Menginventarisir seluruh area sekolah yang dianggap layak untuk difasilitasi
sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir) dan cairan pembersih tangan
(hand sanitizer) berbasis alkohol.
19. Menginventarisir kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam
rangka kegiatan pencegahan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah
mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku.
20. Mengajukan proses pengadaan sarana dan prasarana pencegahan penularan
COVID-19, seperti APD (Alat Pelindung Diri, face shield (pelindung wajah),
cairan sabun cuci tangan, cairan pembersih tangan, dan lainnya yang
diperlukan dalam kegiatannya.
21. Melakukan pengaturan pencegahan penularan seperti pemasangan pembatas
atau tabir bagi petugas garda depan sekolah (security/guru piket) saat melayani
pelanggan/tamu sekolah secara langsung, pengaturan tempat duduk
siswa/guru/tenaga kependidikan, pengaturan penggunaan jalur tangga,
pengaturan penggunaan sarana praktik sekolah oleh siswa, pengaturan saat
rapat, dan Jainnya.
22. Melakukan proses pemasangan sarana cuci tangan dan cairan pembersih
tangan pada area yang telah ditetapkan.
23. Melakukan proses penyemprotan disinfektan diseluruh area sekolah pada
rentang waktu yang ditentukan minimal sehari satu kali,
24. Selalu memantau keberfungsian dan ketersediaan sarana cuci tangan (sabun
dan air mengalir) dan cairan pembersih tangan di seluruh area sekolah.
25. Senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang
COVID-19 dan kebijakan daerah.
26. Mengambil tindakan penanganan COVID-19 sesuai protokol penanganan
yang berlaku, jika terjadi kondisi darurat terkait adanya warga sekolah yang
terindikasi gejala COVID-19 di lingkungan sekolah
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) Disahkan oleh,
PELAYANAN UKS DALAM MASA PANDEMI
Kepala SMAK 1
BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG
SMAK 1 BPK No. Dokumen No. Revisi Tanggal Terbit _________________________
PENABUR BANDUNG ( Stephanus Abednego, S.T, M.Kom. )
001D/BDG-A01/01-A-KS - 6/09/2021
Pengertian Pedoman pelaksanaan pelayanan UKS ketika masa PTM Terbatas
Tujuan Tim Satgas memiliki standar pelayanan UKS yang aman ketika masa PTM Terbatas
Prosedur
1. Menyediakan ruang UKS sebagai ruang pemeriksaan kesehatan, yang
menyediakan ruang petugas kesehatan, ruang transit dan ruang isolasi
sementara, untuk melayani warga sekolah yang merasa ada gangguan kesehatan
2. Penataan Ruang UKS mengacu pada protokol kesehatan yang direkomendasi
oleh Puskesmas Pembina
3. Menyiapkan peralatan kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan sesuai
rekomendasi Puskesmas Pembina
4. Petugas UKS selalu harus memakai APD lengkap diantaranya masker, sarung
tangan, dan disarankan menggunakan face shield (pelindung wajah)
5. Warga sekolah yang telah memperoleh pertolongan pertama dari petugas UKS
disarankan segera pulang.
6. Melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar UKS secara berkala