Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan
kondisi “manuskrip” yang banyak rusak dan nyaris punah.
Eksplorasi manuskrip, dengan demikian, memiliki fungsi
untuk penyelamatan warisan intelektual sebagai
penyelamatan peradaban bangsa. Naskah-naskah
“manuskriptual” tersebut kemudian diolah dalam berbagai
“format”. Pertama, dalam bentuk/format digital (digitized
products). Produk ini cenderung mudah disimpan karena tidak
memerlukan tempat khusus, seperti “museum naskah kuno”,
dan mudah diakses (accessable), disamping mudah dibawa
(portable) untuk dilihat dan diteliti atau dipamerkan. Kedua,
dikembangkan dan dilestarikan melalui penyusunan “Katalog
Naskah Klasik Keagamaan ” sehingga lebih mudah dan
langsung bisa diapresiasi. Katalog ini, dalam beberapa hal,
memiliki banyak fungsi. Pertama, dapat difungsikan sebagai
“produk estetik” yang menampilkan wajah buku yang
menarik berisikan “potret” karya manuskrip asli dengan
berbagai bentuk iluminasi dan gaya tulisan “tangan asli” versi
sang penulis sesuai zamannya. Kedua, lebih praktis diapresiasi,
karena tidak memerlukan peralatan computer, dan lain lain.
PROGRAM SOSIALISASI PUSLITBANG LEKTUR DAN
KHAZANAH KEAGAMAAN
Pada tahun 2015, Puslitbang LKK menyelenggarakan
sejumlah kegiatan sosialisasi produk Puslitbang LKK.
Kegiatan sosialisasi produk ini memiliki beberapa tujuan
institusional maupun substantif.
Pertama, secara institusional, sosialisasi dimaksudkan
untuk memperkenalkan pada “publik” baik pada skala
nasional, regional, maupun global tentang keberadaaan
Puslitbang LKK, Badan Litbangdiklat, atau Kemenag RI dalam
partisipasi dan kontribusinya dalam program penelitian,
pengembangan, pelestarian, dan revitalisasi kelektuaran dan
khazanah keagamaan dalam upaya penguatan peradaban
47
http:// lektur.kemenag.go.id
email: [email protected]
bangsa dan ummat manusia. Selain itu, sosialisasi atau
pengomunikasian produk lektur dan khazanah keagamaan,
juga berkontribusi bagi penguatan martabat bangsa
Indonensia di mata masyarakat dunia sebagaimana
diamanatkan oleh UUD 1945.
Kedua, secara substantif, sosialisasi produk sebagai
media komunikasi untuk memperkenalkan,
menginformasikan, dan memahamkan, diharapkan bisa
menginformasikan berbagai substansi litbang kelekturan dan
khazanah keagamaan kepada pengguna, pegiat, pemknat,
atau komunitas terkait bidangnya pada skala nasional,
regional, maupun internasional. Sosialisasi produk litbang
lektur dan khazanah keagamaan, dengan demikian, secara
substantif bisa berkontribusi untuk penyerdasan dan
pemahaman wawasan ikhwal keagamaan dan ke-Nusantara-
an. Beberapa kegiatan sosialisasi program Puslitbang LKK
adalah sebagai berikut.
1. Penerbitan 2 (dua) jurnal ilmiah tentang kelekturan dan
khazanah keagamaan, yaitu: (i) Jurnal Ilmiah Nasional
LEKTUR KEAGAMAAN (bahasa Indonesia), dan (ii)
Jurnal Ilmiah Internasional HERITAGE OF NUSANTARA
(dwi-bahasa: Inggeris dan Arab). Keduanya sudah
terakreditasi yang terindeks beberapa lembaga pengindeks.
Keduanya memokus pada aspek sama, yaitu tentang:
pernaskahan klasik maupun kontemporer, arkeologi religi,
sejarah, pendidikan, dan budaya keagamaan.
Jurnal ilmiah LEKTUR KEAGAMAAN difungsikan
sebagai media komunikasi, sosialisasi hasil penelitian dan
pengembangan tentang kelekturan dan khazanah
keagamaan hasil penelitian Pulitbang LKK maupun artikel
dari berbagai penulis dari lembaga akademik di Indonesia.
Jurnal ilmiah internasional HERITAGE OF
NUSANTARA, berbahasa Inggeris dan Arab
48
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan
dipergunakan sebagai media komunikasi ilmiah antar-
bangsa dalam bidang lektur dan khazanah keagamaan.
Jurnal ini memublikasikan artikel-artikel ilmiah hasil
penelitian dan scientific review penulis manca-negara
tentang pernaskahan, arkeologi religi, kebudayaan, sejarah,
dan berbagai ilmu terkait dengan lektur dan khazanah
keagamaan, terutama terkait dengan ke-Nusantara-an dan
Asia Tenggara.
Gambar 16
Jurnal Nasional Lektur Kagamaan dan Jurnal
Internasional Heritage of Nusantara
49
http:// lektur.kemenag.go.id
email: [email protected]
Selain kedua jurnal ilmiah, Puslitbang LKK juga sejak
tahun 2011 hingga tahun 2015 juga menerbitkan Bulletin
KHAZANAH sebagai media informasi dan berita (News)
yang mewartakan peristiwa atau kegiatan Puslitbang LKK
dan kegiatan kelekturan dan khazanah keagamaan yang
terjadi di Indonesia pada tahun tertentu.
Gambar 17
Situs E-Journal yang dikelola oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah
Keagamaan yang nantinya akan menggantikan jurnal dalam bentuk cetak.
Situs e-jurnal dapat diakses di:
http://jurnallektur.kemenag.go.id
2. Pameran (Product-Expo)
Pada tahun 2015, Puslitbang LKK berpartisipasi dalam
sejumlah pameran atau books-expo di tingkat nasional maupun
internasional, diantaranya sebagai berikut.
1) Pameran & Festival Nasional “Museum for Edutourism
2015”, di Yogyakarta. Dalam pameran dan festival ini
diperlihatkan (di-ekspos) dan dipajang (display) benda-
benda purbakala (archaic artefacts) untuk diketahui oleh
masyarakat, terutama generasi muda (pelajar dan
50
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan
mahasiswa) agar memperoleh pemahaman kesejaharan
(historical awareness and understanding) tentang kekayaan
budaya yang merepresentasikan tingkat kemajuan perada-
ban bangsa Indonesia.
Puslitbang LKK dalam event ini memamerkan produk-
produk litbang terkait dengan naskah klasik dan produk-
produk litbang kebudayaan bernuansa keagamaan.
2) Pameran pada AICIS di Menado
Dalam pameran tahunan yang diselenggarakan oleh
Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Ditjen Pendis
ini, Puslitbang LKK berpartipasi memajang (men-display)
produk-produk litbang, khususnya produk Puslitbang
LKK. Diantaranya dalam ajang pertemuan komunitas
ilmiah di perguruan tinggi Islam ini, Puslitbang LKK
memperkenalkan produk litbangnya, diantaranya berupa
buku-buku terbitan Puslitbang LKK yang applicable bagi
proses pembelajaran di lembaganya, seperti buku-buku
tentang sejarah kesultanan, naskah klasik, thesaurus,
katalog-katalog, produk-produk digital yang bermanfaat
bagi bahan referensi dan pengayaan dalam pendidikan
tinggi.
3) Pameran dan Festival Nasional “Tantular”, di Sidoarjo Ja-
wa Timur.
Pameran ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan
Provinsi Jawa Timur, yang bertujuan untuk
memperkenalkan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Timur
umumnya, dan produk-produk intelektual Mpu Tantular
kepada masyarakat, terutama generasi muda. Partisipasi
Puslitbang LKK dalam event ini adalah: (i)
memperkenalkan keberadaan institusi litbangdiklat
Kemenag tentang visi, misi, dan programnya bagi umat
beragama dan institusi akademik (perguruan tinggi,
akademisi, dsb.), dan (ii) memperkenalkan sejumlah
produk-produk kelitbangan (dalam bentuk buku dan
51
http:// lektur.kemenag.go.id
email: [email protected]
produk digital), khususnya tentang tinggalan kebudayaan
keagamaan Musantara dalam upaya penguatan “Budaya
Nusantara”, dan “Islam Nusantara”.
Gambar 18
Pengunjung pada pameran “Festival Tantular” di Sidoarjo
– Jawa Timur
4) Pameran Internasional Fankfurt Book Fair (Frankfurt
Buchmesse), disingkat FBF di Frankfurt, Jerman.
FBF merupakan ajang pameran dan transaksi buku-
buku terbesar di dunia. Tak kurang dari 3500 penerbit
internasional dari sekitar 100 negara berpartisipasi di event
dua tahunan ini. FBF yang mulai diselenggarakan sejak
1976. Setiap tahun penyelenggaraannya, FBF memilih tema
atau “focus of interest” yang diberikan kepada negara yang
dipilih sebagai “Guests of Honor”. Misal, pada
penyelenggaraan ke 16, Portugal dipilih sebagai Guests of
Honor, sehingga FBF mengambil tema “Wege in die Welt”
(Paths into the World—Jalan menuju Dunia). FBF 2015,
kemudian Indonesia beruntung dipilih sebagai “Guests of
Honor”, sehingga FBF 2015, memajang tema “17.000
Inselen der Imagination” (17.000 Islands of Imagination).
Karena itulah, Indonesia diberi keleluasaan (disediakan
pavilion seluas 2000 M2 sebagai tempat untuk
“memperkenalkan Indonesia” di mata dunia.
52
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan
Pada FBF 2015, Puslitbang LKK - yang menjadi satu-
satunya institusi Pemerintah yang berpartisipasi dalam
pameran buku FBF - memamerkan produk-produk
kelekturan dan khazanah keagamaan (=seperti naskah-
naskah klasik/kuno, produk-produk digital, naskah
kontemporer, sejarah kesultanan di Nusantara dan produk
lain terkait dengan “ke-Nusantara-an” atau ke-Indonesiaan
terutama tentang perkembangan demokrasi, toleransi
beragama, kebijakan pengembangan budaya damai, dan
data-data keagamaan dalam bentuk buku berbahasa
Inggeris dan Arab.
Selain berpartisipasi dalam pameran, yang
diselenggarakan pada tanggal 13-18 Oktober 2015,
Puslitbang LKK juga berpartisipasi dalam acara “Seminar
Corner internasional” yang merupakan rentetan FBF.
Dalam seminar yang bertemakan “Fundamentalism,
Radicalism, Islamophobia and the Role of Mass-media”,
Menteri Agama menjadi Key-mote Speaker dan sekaligus
sebagai narasumbernya untuk menjelaskan realitas gerakan
fundamentalisme dan radikalisme di Indonesia yang
sebenarnya serta menjelaskan pentingnya Islam Nusantara
diperkuat untuk: (i) mereduksi dan mengeliminasi
fenomena faham dan gerakan ekstrim di Indonesia
khususnya dan (ii) membantu penguatan “regional & global
security”.
53