MATERI PENGGALANG PRAMUKA
SMP NEGERI 1 SEMBORO
GUDEP 29.051/29.052
SYARAT KECAKAPAN UMUM (SKU) DAN TANDA
KECAKAPAN UMUM (TKU)
Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang merupakan serangkaian
syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pramuka penggalang untuk
mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (SKU) Penggalang. Selain berlaku bagi
pramuka penggalang SKU juga diberlakukan bagi golongan pramuka lainnya,
mulai dari pramuka siaga, penegak hingga pendega. Tentunya dengan syarat
dan tingkatan yang berbeda.
Syarat Kecakapan Umum pun menjadi kurikulum pendidikan kepramukaan yang
wajib dipenuhi oleh seorang pramuka penggalang. Di samping itu SKU menjadi
salah satu penerapan ‘sistem tanda kecakapan’ sebagai mana dimaksudkan
dalam prinsip Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDKMK).
SKU tingkat pertama (SKU tingkat ramu) bahkan menjadi syarat sahnya
seorang calon penggalang menjadi pramuka penggalang. Setiap anak dan
remaja yang ingin menjadi anggota Gerakan Pramuka akan memasuki masa
calon anggota yang biasa disebut sebagai “Tamu Penggalang atau Galang
Tamu”. Di masa ini, tamu penggalang tidak diperkenankan mengenakan
seragam pramuka lengkap dengan atributnya. Bagi tamu penggalang yang
sebelumnya telah manjadi pramuka siaga ( pindah golongan), bisa
mengenakan seragam pramuka tetapi dengan seragam dan atribut seragam
siaga. Setelah mereka menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Ramu dan
dilantik oleh Pembina Penggalang dengan mengucapkan janji (Try Satya), tamu
penggalang baru resmi menjadi pramuka penggalang dan berhak mengenakan
seragam pramuka lengkap dengan segala atribut termasuk Tanda Kecakapan
Umum ( manggar).
Tanda Kecakapan Umum Penggalang atau biasa yang disebut dengan manggar,
merupakan tanda yang dikenakan setelah seorang pramuka penggalang
menyelesaikan SKU. Sesuai tingkatan SKU Penggalang, TKU memiliki tiga
tingkatan dengan gambar sebagai berikut:
ATRIBUT PRAMUKA
Seragam Pramuka adalah pakaian yang digunakan oleh semua anggota
Gerakan Pramuka. Warna Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat
tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang
digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam
pramuka tersebut memiliki beberapa kelengkapan (atribut) yang lain,
diantaranya tanda tutup kepala, lambang pandu dunia, papan nama, tanda
lokasi, badge daerah, pita nomor, TKK, tanda pelantikan, tanda jabatan, tanda
barung/regu/sangga, setangan leher dan tanda pelantikan. Berikut ini
beberapa atribut seragam pramuka.
1. Tanda Tutup Kepala
Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang puteri
dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.Tanda Tutup Kepala
untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa wanita, dipasang pada
pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici tersebut.Tanda Tutup
Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak
Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret, disebelah atas
pelipis kiri pemakainya.Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan
orang dewasa pria, dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm
dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.
2. Lambang Pandu Dunia
WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi
Gerakan Pramuka Sedunia) adalah organisasi internasional
nonpemerintah, independen, dan non-profit yang menaungi Gerakan
Pramuka (Kepanduan) di seluruh dunia. WOSM didirikan pada tahun 1920
dengan kantor pusat di Jenewa, Swiss. Selain WOSM juga terdapat
organisasi kepanduan khusus putri sedunia yang dinamakan WAGGGS
(World Association of Girl Guides and Girl Scouts atau Asosiasi Kepanduan
Putri Sedunia). Dan hingga saat ini WOSM mengakui organisasi
kepramukaan di 161 negara termasuk Indonesia yang telah bergabung
menjadi anggota WOSM sejak tahun 1953.
3. Setangan Leher
Dasar setangan leher menggunakan kain berwarna putih dengan
pemberian lis berwarna merah pada masing-masing sisi kaki segitiga. Sisi
panjang segitiga tidak menggunakan lis warna merah. Lebar lis warna
merah tersebut adalah 5 cm. Ukuran setangan leher pramuka dibedakan
berdasarkan golongan usia anggota pramuka. Yang menjadi tolok ukur
pembeda adalah panjang sisi terpanjang atau sisi alas dari segitiga sama
kaki. Karena itu panjang kedua sisi kaki akan menyesuaikan dengan panjang
sisi alas. Meskipun demikian, ukuran panjang sisi terpanjang tersebut tidak
mutlak harus diikuti. Karena yang terpenting, setelah setangan leher
tersebut dilipat dan dikenakan, ujung setangan leher bisa mencapai
pinggang pemakainya. Dengan kata lain panjang setangan leher harus
disesuaikan dengan tinggi badan pemakai. Adapun ukuran sisi terpanjang
setangan leher sebagai mana disebutkan dalam PP No. 174 Tahun 2012
untuk masing-masing golongan anggota pramuka adalah sebagai berikut:
Setangan leher untuk anggota pramuka siaga putra dan putri sisi panjang
berukuran 90 cmSetangan leher untuk anggota pramuka penggalang putra
dan putri sisi panjang berukuran antara 100 – 120 cm.Setangan leher untuk
anggota pramuka penegak dan pandega putra dan putri sisi panjang
berukuran antara 120 – 130 cm.Setangan leher untuk anggota pramuka
dewasa (pembina pramuka, andalan, dan anggota Majlis Pembimbing)
putra maupun putri sisi panjang berukuran antara 120 – 130 cm.
4. Lambang Daerah
Logo kwartir daerah sekaligus merupakan badge dari Gerakan Pramuka di
Propinsi. Badge daerah merupakan salah satu tanda pengenal dalam
gerakan Pramuka yang ditetapkan dalam Keputusan Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka no 055 tahun 1982 dan no 005 tahun 1989. Sesuai
dengan peraturan tersebut bagde daerah berupa bentuk perisai dan
bergambar ciri daerah tersebut.
5. Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang menunjukkan
kecakapan, keterampilan, kemahiran, ketangkasan, atau keahlian
Pramuka dalam bidang – bidang yang khusus atau tertentu. Penggolongan
TKK berdasarkan WARNA DASAR.
6. Tanda Kecakapan Umum (TKU)
TKU (Tanda Kecakapan Umum) adalah bagian dari sistem tanda kecakapan
dalam Gerakan Pramuka di samping TKK (Tanda Kecakapan Khusus).
Tanda Kecakapan Umum diberikan setelah seorang anggota Gerakan
Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dalam
tingkatannya masing-masing. Tanda Kecakapan Umum hanya berlaku bagi
anggota Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega. TKU tidak berlaku bagi seperti Pembina, Andalan dan
anggota dewasa lainnya.
7. Tanda Pelantikan
Tanda Pelantikan adalah tanda pengenal yang diberikan kepada seorang
Pramuka dan dikenakan pada pakaian seragamnya, pada saat yang
bersangkutan dilantik atau diresmikan menjadi anggota Gerakan
Pramuka secara sah. Tanda Pelantikan disematkan pada saat pertama
kali seseorang menjadi anggota Pramuka. Selama itu pula berrlaku
seumur hidup. Jadi setiap ada Acara Pelantikan, tidak perlu harus
menyematkan lagi tanda ini, dan cukup dengan mengucapkan Ulang Janji
Tri Satya/ Dwi Satya. Untuk Putra berbentuk segi empat, sedangkan
tanda pelantikan putri berbentu lingkaran.
8. Tanda Jabatan
Tanda Jabatan adalah Tanda Pengenal Gerakan Pramuka yang menunjukan
jabatan seseorang beserta hak dan kewajiban yang melekat dengan
jabatan itu. Macam Tanda Jabatan adalah sebagai berikut : Bagi peserta
didik : Tanda Pemimpin Barung Utama (Sulung), Pemimpin Regu
Utama (Pratama), Pemimpin Sangga Utama(Pradana), Ketua Racana
Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung, Regu, Sangga dan
RekaTanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin KridaTanda Keanggotaan di
Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega (Ranting sampai dengan
Nasional) Bagi anggota dewasa : Tanda Pembina dan Pembantu Pembina
(Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega)Tanda Pelatih PembinaTanda Majelis
Pembimbing (Gugus Depan sampai Nasional)Tanda Andalan dan Pembantu
Andalan Tanda Jabatan lainnya.
9. Tanda Barung/Regu/Sangga
Tanda Barung Siaga Tanda Barung berbentuk segi tiga sama sisi, dengan
puncak di atas. Panjang sisi segitiga itu 4 cm.Tanda Barung tidak
bergambar, polos, berwarna menurut pilihan anggota barung yang
bersangkutan.Warna tanda barung diutamakan mengambil warna dari
Garuda Pancasila, yaitu merah, putih, kuning, hijau dan hitam. Bila
diperlukan dapat mengambil warna lainnya. Tanda Regu Penggalang
Tanda regu berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4
cm.Tanda regu bergambar sesuai dengan pilihan anggota regu yang
bersangkutan.Tanda regu untuk : 1) Regu putera bergambar binatang atau
siluet (bayangan) binatang. 2) Regu puteri bergambar bunga atau siluet
(bayangan) bunga.Warna dasar dan warna gambar diatur sehingga
tampak sederhana, indah dan menarik. Tanda Sangga Penegak Tanda
sangga berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4 cm.Tanda
sangga bergambar sesuai dengan pilihan anggota sangga yang
bersangkutan.Tanda sangga dapat mengambil :
1) nama tahap perjuangan bangsa Indonesia, seperti Perintis, Pencoba,
Penegas, Pendobrak dan Pelaksana, dengan gambar dan warna seperti contoh
terlampir.
2) angka romawi sebagai nomor sangga, berwarna hitam diatas dasar
berwarna kuning.
3) gambar siluet bunga berwarna hitam di atas dasar berwarna kuning
(khusus untuk sangga puteri).
4) gambar lain yang diciptakan sendiri oleh sangga yang bersangkutan.
Tanda Reka Pandega Tanda Reka Pandega, berbentuk bujur sangkar, dengan
panjang sisi 4 cm.Tanda reka sama dengan tanda sangga, warna dasar coklat
muda.
Lomba Tingkat Pramuka Penggalang
Lomba Tingkat adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk barang
yang diadu adu beregu maupun perorangan atas nama regu. Lomba Tingkat biasa
disingkat dengan LT. Lomba Tingkat diselenggarakan dalam bentuk perkemahan.
Jenis Lomba Tingkat:
Lomba Tingkat dibedakan sesuai tingkat penyelenggaraan dan pesertanya, yaitu:
• LT I
Adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Gugusdepan (biasanya
berupa sekolah SMP atau MTs) dengan peserta dari masing-masing regu
anggota Gugus Hadapan tersebut.
• LT II
Adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting
(Kecamatan) dengan peserta dari masing-masing Gugusdepan yang aci di
Kwartir Ranting tersebut.
• LT III
Adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Cabang
(Kabupaten / Kota) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir
Ranting yang aci di Kwartir Cabang tersebut.
• LT IV
Adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Wilayah (Provinsi)
dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Cabnag yang aci di
Kwartir wilayah tersebut.
• LT V
Adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Nasional
(Nasional) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Wilayah
yang aci di Indonesia.