Teks paragraf Anda
Assalamualaikum warahmatullahi dikesempatan kali ini saya akan membahas tentang peninggalan peninggalan Jepang di Sumatra utara.simak penjelasannya sampai selesai....
Sebelum itu perkenalkan: NAMA:ANANDA ADRIAN KELAS:XI IPA 1 MAPEL:SEJARAH GURU MAPEL:SITI ROMADON
Teks paragraf Anda Bunker tempat gudang persenjataan dan amunisi peninggalan Kekaisaran Jepang ini kian terlupakan dan tidak diperhatikan. Kondisinya masih berdiri kokoh merupakan sisa peninggalan perang dunia ke dua, saat Jepang menghimpun kekuatan demi menghalau pihak Sekutu saat itu. Bunker ini terletak di kawasan Sei Sikambing, Medan, tepatnya di depan kampus Universitas Panca Budi. Sayangnya semakin pesatnya pertumbuhan penduduk, bunker ini kian terancam dengan pemukiman di sekitarnya. Untuk itu bangunan ini Hal ini disampaikan Dr. phil. Ichwan Azahari Sejarawan asal Sumatera Utara: "Bunker Jepang Sei Sikambing ini juga memenuhi syarat diusulkan menjadi cagar budaya. Merujuk undang undang cagar budaya No.11 tahun 2010." Letaknya agak sedikit tersembunyi, masuk melalui gang kecil bercabang-cabang, bunker ini masih menyimpan nilai budaya dan sosial mewakili gaya atau arsitektur pada masa pendudukan Kekaisaran Jepang di Indonesia. 1.Bunker Peninggalan Jepang Di Medan
Benteng Jepang Batubara, lokasinya terletak di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh. Meski hanya memiliki luas 4,8 x 2,0 meter, bangunan tua yang dimakan oleh zaman ini adalah pertahanan pertama bangsa Jepang ketika melakukan expansi ke wilayah Sumatera Utara Hal tersebut tentu menambah nilai sejarah dari keberadaan penjajah ke Sumatera Utara. Masyarakat di sekitar Pantai Parupuk lebih mengenal objek wisata ini dengan nama Lubang Jepang, keberadaanya yang terletak di tepi pantai Parupuk tentu anda sekaligus dapat menikmati panorama bahari kab Batubara yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka ini. 2.benteng pertahanan Jepang di batubara
Walau Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga telah menyatakan bahwa pariwisata merupakan sektor yang diprioritaskan, namun salah satu objek wisata yakni Tangga Seratus, yang terletak di Jalan Sutoyo, Kelurahan Pasar Baru, kondisinya sangat memprihatikan Pantauan di lokasi, sejumlah anak tangga objek wisata tersebut sudah rusak. Jika sebelumnya di bagian kiri dan kanan tangga ada besi memanjang yang berfungsi sebagai pegangan, sudah nyaris raib. Sejumlah tumpukan sampah juga berserakan dipinggiran tangga. Padahal, warga dan pengunjung sangat senang berkunjung ke lokasi ini. Karena selain udaranya sejuk, juga menghadirkan pemandangan yang indah jika sudah berada dpuncak bukit. Pengunjung dapat memandang Kota Sibolga dan Teluk Tapian Nauli yang sangat mempesona. D. Tambunan, warga Kelurahan Kota Beringin, yang sedikitnya sekali seminggu datang ke Tangga Seratus untuk berolah raga dan refreshing, mengaku tak lagi pernah berkunjung. 3.tangga seratus sibolga