The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MENJELASKAN MATERI RISET PENGEMBANGAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zulfaikha02, 2024-03-04 09:55:12

RISET PENGEMBANGAN

MENJELASKAN MATERI RISET PENGEMBANGAN

Keywords: RISET PENGEMBANGAN,RUANG LINGKUP DAN TIPE RP,URGENSI DAN TUJUAN

RISET PENGEMBANGAN DISUSUN OLEH : (RUANG LINGKUP,TIPE,URGENSI DAN TUJUAN) ZULFAIKHA 220407502050


A.RUANG LINGKUP Ruang lingkup adalah batasan banyaknya subjek yang tercakup dalam sebuah masalah. Secara umum, ruang lingkup memiliki makna yaitu batasan. Dalam arti luas. batasan ini bisa dalam bentuk materi, variable yang ditelitisubjek, atau lokasi. Dan ruang lingkup bisa diartikan secara lebih khusus pada materi atau hal tertentu. Dalam sebuah penelitian, ruang lingkup bisa berarti pembatasan variable yang digunakan, berapa banyak subjek yang akan diteliti, luas lokasi penelitian, materi yang dikaji, dan sebagainya. Adanya pembatasan atau ruang lingkup dalam sebuah penelitian penting adanya karena akan mempengaruhi validitas dari hasil penelitian itu sendiri. Riset pengembangan memiliki ruang lingkup atau batasan masalah yang mencakup: 1. Data yang digunakan Data yang digunakan pada penelitian pengembangan terdiri dari dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif Merujuk pada data berupa kata-kata yang menggambarkan karakteristik dalam bentuk sifat, bukan angka. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi, analisis isi, dan metode lain yang mendalam. Analisis data kualitatif melibatkan interpretasi mendalam untuk memahami makna di balik data yang terkumpul. Data kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan menafsirkan fenomena serta menjelaskan detail kualitas pada objek penelitian. Data kuantitatif Berupa angka atau bilangan yang dapat diukur dan diolah secara numerik. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan instrumen seperti tes atau kuesioner yang menghasilkan data numerik. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan metode statistik untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan tren dalam data numerik. Data kuantitatif digunakan untuk menguji teori, membuat generalisasi, dan memberikan jawaban spesifik terhadap rumusan masalah. 2.Pengolahan data yang dilakukan Dalam penelitian pengembangan, pengolahan data merupakan tahap krusial yang melibatkan analisis dan interpretasi data yang telah dikumpulkan


Proses pengolahan data ini dapat melibatkan berbagai teknik dan metode untuk menghasilkan informasi yang relevan dan bermanfaat. Dalam penelitian pengembangan, terdapat dua jenis pengolahan data yang umum digunakan, yaitu: Pengolahan Data Kuantitatif Metode pengumpulan data kuantitatif meliputi survey dan kuesioner, dataset statistik, dan observasi. Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan metode statistik untuk mengolah data numerik. Pengolahan Data Kualitatif Metode pengumpulan data kualitatif meliputi wawancara, observasi, studi dokumen, dan teknik triangulasi. Pengolahan data kualitatif melibatkan analisis deskriptif untuk memahami makna di balik data yang terkumpul. 3. Informasi yang dihasilkan Penelitian pengembangan menghasilkan berbagai informasi yang penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa informasi yang dihasilkan oleh penelitian pengembangan meliputi: Tujuan penelitian pengembangan Informasi mengenai tujuan penelitian pengembangan, yang mencakup masalah yang akan dipecahkan dan spesifikasi yang ingin dicapai. Studi pendahuluan Informasi dari studi pendahuluan, termasuk pengumpulan data awal untuk mendukung penelitian. Perencanaan penelitian Informasi mengenai rencana penelitian, termasuk tahapan perencanaan dan pengembangan metodologi penelitian. Jenis penelitian pengembangan Informasi tentang jenis penelitian pengembangan, termasuk definisi, macam, dan ciri-cirinya. Ruang lingkup penelitian Informasi mengenai ruang lingkup penelitian yang membantu dalam pembatasan permasalahan yang akan dikaji dalam kajian ilmiah.


4. Metode yang digunakan Penelitian dan pengembangan dapat dikatakan sebagai metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif, evaluatif, dan eksperimental. Metode dekriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang ada, mencakup a) kondisi produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau bahan dasar untuk poduk yang akan dikembangkan; b) kondisi pihak pengguna seperti skala, huruf, siswa; dan c) kondisi faktor pen- dukung dan penghambat mencakup unsur manusia, sarana, dan prasarana, biaya pengelolaan, dan lingkungan. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi uji coba pengembangan produk. Kemudian, diadakan evaluasi baik hasil maupun proses hingga produk dapat dikatakan layak untuk diproduksi secara massal atau produk siap untuk digunakan. Metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan. Dalam eksperimen, pengukuran selain pada kelompok eksperimen juga pada kelompok kontrol yang dipilih secara acak. B. Tipe Menurut Richey dan Nelson (1996) ada dua tipe dalam riset pengembangan sebagai berikut. 1. Tipe pertama difokuskan pada pendesainan dan evaluasi produk atau program tertentu dengan tujuan mendapatkan gambaran tentang proses pengembangan serta mempelajari kondisi yang mendukung bagi implementasi program 2. Tipe kedua dipusatkan pada pengkajian terhadap program pengembangan yang dilakukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran tentang prosedur pendesainan dan evaluasi yang efektif. C. Urgensi Urgensi adalah keadaan mendesak atau kepentingan yang memaksa untuk segera dilakukan. Dalam konteks penelitian dan pengembangan, urgensi menunjukkan


pentingnya suatu tindakan atau kegiatan penelitian yang harus dilakukan dengan cepat dan efisien untuk menghasilkan manfaat yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau masyarakat secara keseluruhan. Urgensi dalam penelitian dan pengembangan dapat dilihat dari beberapa aspek,seperti: Pengembangan generalisasi, prinsip, dan teori Penelitian pengembangan dapat membantu dalam pengembangan generalisasi,prinsip, dan teori yang relevan untuk masyarakat. Pengembangan produk dan layanan Penelitian pengembangan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan produk dan layanan yang relevan dan efektif. Peningkatan kualitas dan efisiensi Penelitian pengembangan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kualitas dan efisiensi dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, teknologi, dan lingkungan. Dengan demikian, urgensi dalam konteks penelitian dan pengembangan merupakan pentingnya untuk menghasilkan manfaat yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologidan masyarakat secara keseluruhan. D. Tujuan Menurut Van den Akker dan Plomp (1993)penelitian pengembangan didasarkan pada dua tujuan utama, yaitu: 1. Pengembangan Prototipe Produk Tujuan pertama dari penelitian pengembangan adalah untuk mengembangkan prototipe produk. Hal ini mencakup proses merancang, menciptakan, dan menguji model awal dari suatu produk atau inovasi yang diinginkan. Pengembangan prototipe ini bertujuan untuk memperlihatkan secara konkret bagaimana produk tersebut akan berfungsi dan memberikan gambaran nyata kepada para pemangku kepentingan. 2. Perumusan Saran-saran Metodologis Tujuan kedua dari penelitian pengembangan adalah untuk merumuskan saransaran metodologis yang berkaitan dengan pendesainan dan evaluasi prototipe


produk tersebut. Ini melibatkan proses menyusun pedoman atau rekomendasi mengenai metode yang efektif dalam mendesain produk serta cara evaluasi yang tepat terhadap prototipe yang dikembangkan. Saran-saran metodologis ini bertujuan untuk memandu proses pengembangan produk secara sistematis dan efisien. Dengan demikian, tujuan utama dari penelitian pengembangan menurut Van den Akker dan Plomp (1993) adalah untuk menciptakan prototipe produk yang inovatif serta menyusun pedoman metodologis yang dapat membantu dalam proses desain dan evaluasi produk tersebut. Akker (1999) lebih lanjut mengemukakan bahwa tujuan penelitian pengembangan dibedakan berdasarkan pengembangan pada sub-domain kurikulum; sub-domain media dan teknologi; sub-domain pembelajaran dan instruksional; serta subdomain pendidikan guru dan didaktik. 1. Sub-domain kurikulum Akker & Plomp (1993) mendefinisikan "development research" dengan tujuan ganda, yaitu: (1) mendukung pengembangan prototipe produk (termasuk memberikan bukti empiris efektivitasnya) dan (2) menghasilkan rumusan saransaran metodologis untuk desain dan evaluasi prototipe produk tersebut. 2. Sub-domain media dan teknologi Tujuan penelitian pengembangan dalam sub-domain media dan teknologi ini adalah untuk menigkatkan proses desain instruksional, pengembangan, dan evaluasi, baik yang didasarkan pada situasi pemecahan masalah spesifik maupun pada inquiry procedures yang digeneralisasikan. 3. Sub-domain pembelajaran dan instruksional Tujuan penelitian pengembangan dalam sub-domain pembelajaran dan instruksional ini adalah untuk pengembangan mendesain lingkungan pembelajaran, perumusan kurikulum, dan penaksiran keberhasilan pembelajaran, serta mengusahakan secara serempak berperan untuk pemahaman ilmiah fundamental. 4. Sub-domain pendidikan guru dan didaktik Tujuan penelitian pengembangan dalam sub-domain pendidikan guru dan didaktik adalah untuk mengembangkan pendidikan guru yang efektif dan didaktik yang relevan. Ini melibatkan proses mengembangkan pendidikan guru.


DAFTAR PUSTAKA Okpatrioka, O. (2023). Research And Development (R&D) Penelitian Yang Inovatif Dalam Pendidikan. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(1), 86-100. Risa Nur Sa'adah, W. (2020)METODE PENELITIAN R&D (Research and Development) Kajian Teoritis dan AplikatifMalang: Literasi Nusantara Abadi. Silalahi, A. (2018). Development research (penelitian pengembangan) dan research & development (penelitian & pengembangan) dalam bidang pendidikan/pembelajaran. Research Gate, 1-13. Van den Akker, J., & Plomp, T. (1993). "The making of design methodology." In J. van den Akker, N. Nieveen, R.M.F. Plomp, & S.F. Ely (Eds)Educational design research ( pp. 135-151). London: Routledge.


Click to View FlipBook Version