KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah
memberikan yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan sehingga majalah berba-
sis elektronik “Pupuk Limbah Susu Cair’’, telah tersusun meskipun kami sangat menyadari
sangat terbatas dari kesempurnaannya. Majalah elektronik ini merupakan edisi perdana bagi
penulis dan merupakan bagian dari tugas akhir perkuliahan yang dikerjakan oleh penulis.
Majalah berbasis elektronik ini berisikan hasil sebuah penelitian langsung tentang
pengaruh pemberian atau penambahan dosis pupuk limbah susu cair pada tanaman tomat.
Majalah ini bisa dijadikan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa atau siswa serta
menambah khasanah keilmuwan baru bagi masyarakat umum dan bagi para petani pada
khususnya. Dalam proses pembuatan majalah berbasis elektronik ini tidak terlepas dari per-
anan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih
atas ibu Dr. Eni Setyowati S.Pd., M.M selaku dosen pembimbing skripsi.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan majalah berbasis elektronik ini masih
mengalami banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
sebagai sarana perbaikan dimasa yang akan datang.
Tulungagung, 1 September 2021
Penulis
01 Pupuk Limbah Susu Cair
Diterbitkan Oleh: Salam Pembaca
Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Ditengah segala kemajuan teknologi yang berkem-
bang, biologi hadir sebagai salah satu cabang ilmu
Tulungagung modern yang mengubah segala tatanan aspek ke-
hidupan manusia.
Penyusun:
Santi Alfi Saidah Biologi menghadirkan fakta-fakta menarik dalam
permasalahan serta penyelesainnya. Segala prin-
Pelindung: sip cabang biologi dapat dijadikan acuan dalam
Dr. Eni Setyowati, S.Pd., MM menyelsesaikan masalah kehidupan sehari-hari.
Desain Grafis dan Layouter: Berbagai penelitian cabang biologi oleh para ahli
Mohammad Maghfur Asy’ari dirasa sangat membantu manusia dalam mengo-
lah seluruh tatanan yang ada dimuka bumi.
Dokumentasi dan Foto:
Penelitian Penulis dan Berbagai Dengan menggali biologi lebih jauh, kita akan
mampu memahami betapa berharganya ciptaan
Sumber Referensi Tuhan serta mampu berfikir bijak dan kritis untuk
dapat mejaga dan melestarikan alam tempat kita
hidup tanpa mengalami kerusakan.
02 Pupuk Limbah Susu Cair
Selayang Pandang berbuah manfaat yang sangat
lebat bagi siapapun yang ada
Bertumbuh dan Bertambah disekitarnya.
Mungkin, itulah harapan kecil Siapapun pasti setuju
dari dalam benak penulis atas di- jika menelisik lebih jauh bi-
buatnya majalah berbasis elektron- ologi datang menghadirkan
ik (E-Magazine) ini. berbagai pemecahan masalah
yang dialami seluruh mahkluk
Diibaratkan seperti sebuah dibumi. Biologi hadir dengan
bibit pohon yang ketika ditanam, berbagai cabang keilmuwan
disiram, dipupuk, serta dirawat yang menyelesaikan segala
dengan baik maka akan menjadi prolem yang ada. Entah ke-
pohon yang akarnya kuat menghu- napa? Sebagian orang dirasa
jam bumi, batangnya besar dan ko- kurang tertarik mempelajari
koh menahan angin, percabangann- ilmu biologi karena bebera-
ya banyak membuat rindang, serta pa alasan salah satunya ilmu
03 Pupuk Limbah Susu Cair
Gambar : Tanaman tomat yang sudah berbuah
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
biologi dirasa sangat luas yang susu cair yang diaplikasikan
mencakup seluruh kehidupan pada tanaman tomat. Kenapa ha-
makhuk hidup dan lingkungan. rus limbah? Bukankah ada bah-
Namun ada juga segelintir orang an lain yang bisa dimanfaatkan?
yang tertarik untuk menelisik leb- Mari bersama membaca majalah
ih jauh mengenai cabang biologi elektronik yang diterbitkan dan
yang bisa diterapkan dan berguna disusun melalui penelitian dan
bagi kehidupan sehari-hari tanpa eksperimen oleh penulis!
merusak lingkungan. Selamat menikmati edisi per-
dana majalah digital “PUPUK
Lazim seperti para ahli dan ilmu- LIMBAH SUSU CAIR BAGI
wan lain, penulis ingin mencoba PERTUMBUHAN TANAMAN
bereksperimen untuk menemu- TOMAT”.
kan hal-hal baru seperti meman-
faatkan limbah yang dijadikan Salam Lestari!
pupuk tanaman, yakni limbah Salam Konservasi
04 Pupuk Limbah Susu Cair
Daftar Isi
Kata Pengantar ............................................................................... 01
Salam Pembaca ............................................................................... 02
Selayang Pandang ............................................................................... 03
Daftar Isi ....................................................................................... 05
Al Qur’an dan Tumbuhan ............................................................... 06
Berkenalan dengan Pupuk Limbah Susu Cair ............................... 09
Mengapa Memilih Pupuk Limbah Susu Cair ............................... 12
Membuat Pupuk Limbah Susu Cair ............................................... 14
Mengenal Lebih Jauh Tanaman Tomat ............................................... 18
Tomat Kaya Manfaat ....................................................................... 21
Pertumbuhan Tanaman Tomat ....................................................... 23
Faktor-faktor Pertumbuhan Tanaman Tomat ....................................... 24
Bercocok Tanam Tomat ....................................................................... 27
Waspada Penyakit Penyerang Tanaman Tomat ............................... 29
Penelitian Pupuk Limbah Susu Cair terhadap Tanaman Tomat ....... 31
Pengujian Hipotesis Penelitian Pengaruh Pemberian Limbah
Susu cair terhadap Tanaman Tomat ............................................... 34
How To Make?? ............................................................................... 39
Teka Teki Silang ............................................................................... 41
Tentang Penulis ............................................................................... 42
Daftar Pustaka ............................................................................... 43
05 Pupuk Limbah Susu Cair
Al-Qur’an dan
Tumbuhan
Al-Qur’an dan Tumbuhan
Berbagai tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dibumi ini adalah salah satu kuasa dan
kehendak dari Allah SWT. Tumbuhan jumlahnya sangatlah banyak, tak terhitung lagi oleh
manusia. Adanya tumbuhan memiliki manfaat yang vital bagi kehidupan manusia, makhluk
lain maupun lingkungan sekitarnya. Dalam pertumbuhannya tumbuhan juga memerlukan zat-
zat penting untuk menunjang segala kehidupannya. Salah satunya adalah air, sebagai sumber
kehidupan semua makhluk yang ada di bumi. Tumbuhan disebutkan dalam Al-Qur’an oleh
Allah SWT. Lalu apa kaitannya?
Allah SWT menciptakan semuanya dengan sangat tertata dan teratur. Semua sudah terperinci
dengan jelas dalam Firman-Nya dalam Al-Qur’an baik itu makhluk hidup maupun makhluk
tak hidup. Firman Allah dalam Surah Al An’am pada ayat 99 adalah sebagai berikut:
06 Pupuk Limbah Susu Cair
Artinya:
“Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala
macam tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang
menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang
menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang seru-
pa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak.
Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang
beriman (Q.S Al-An’am: 99).
Allah dengan sangat rinci menjelasakan
bahwa air merupakan sebab tumbuhnya berbagai macam tumbuhan
yang beraneka ragam bentuk maupun jenis agar manusia tahu betapa besar kekuasaan Allah
sebagai pengatur segala aspek kehidupan. Allah telah merincikan proses-proses pertumbuhan
tanaman dari biji-bijian hingga tumbuhan itu berbuah. Allah telah merincikan beberapa tum-
buhan yag telah disebutkan dalam ayat diatas. Allah memerintahkan manusia agar memper-
hatikan berbagai macam kebesaran Allah yang ditunjukkan melalui proses pertumbuhan tana-
man. Tanda-tanda kekuasaan Allah menjadi bukti bagi orang-orang yang beriman (Bucaille
07 Pupuk Limbah Susu Cair
dan Bibel, 2000).
Ayat Al-Qur’an berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan tumbuhan memiliki peran penting
dalm kehidupan bumi, tumbuhan menyediakan oksigen bagi makhluk hidup dibumi, menye-
imbangkan gas atmosfer, menjaga suhu bumi agar konstan dan masih banyak lagi. Jadi, Allah
menciptakan segalanya sebagai amanah manusia agar menjaga dan memanfaatkan sebaik-bai-
knya
08 Pupuk Limbah Susu Cair
BERKENALAN
DENGAN
PUPUK LIMBAH
SUSU CAIR
Pupuk
Pupuk adalah salah satu zat yang menjadi kunci dari kesuburan tanaman. Karena dida-
lam pupuk terdapat satu atau bahkan lebih nutrisi yang diperlukan tanaman untuk bertumbuh.
Memupuk adalah kegiatan memberi atau menambahkan unsur hara atau nutrisi yang diperlu-
kan tanaman kedalam tanah. Pupuk adalah suatu material yang biasa diberikan pada berbagai
tanaman atau media tanam guna tercukupi kebutuhan hara tanaman oleh karena itu tumbuhan
bisa bereproduksi dan bertumbuh dengan baik (Dwiwicaksono dkk, 2011). Untuk mening-
katkan dan mempertahankan kesuburan tanah maka diperlukan tindakan penambahan serta
pengembalian zat hara secara sintetis atau buatan agar pertumbuhan dan produksi tanaman
meningkat (Hadisuwito dan Sukamto, 2012).
Pupuk Organik Cair
Pupuk yang asalnya semua sisa tanaman, manusia, ataupun hewan contohnya kotoran
hewan, limbah rumah tangga, kompos, dll sehingga sangat mudah diserap oleh tanaman kare-
na memiliki unsur yang dibutuhkan tanaman. Memiliki bentuk cair yang memiliki kandungan
hara relatif rendah jika dibandingkan dengan pupuk anorganik. Pupuk bisa dipergunakan jika
zat ini sudah melewati masa pembusukan oleh mikroorganisme.
Kandungan Pupuk
1. Fosfor (P) : bahan mentah pembentukan protein tertentu pada tanaman, menstimulasi
pembentukan akar khusunya tanaman muda dan akar benih, membantu pernafasan dan asimi-
lasi. Fosfor juga berperan penting dalam metabolism energi (Sastramihardja, 1990).
2. Nitrogen (N) : merangsang pertumbuhan secara kompak dan keseluruhan, terkhusus
daun, cabang, hingga batang. Secara umum nitrogen dibutuhkan tanaman dan diserap dalam
bentuk NH4+ atau NO3 yang akan mempengaruhi sifat tanah, tahapan dalam peertumbuhan
tanaman serta jenis tanah.
3. Kalium (K) : membantu pembentukan karbohidrat dan protein. Selain itu kalium juga
09 Pupuk Limbah Susu Cair
berperan sebagai sumber kekuatan atau penyokong tumbuhan dalam menghadapi terpaan
kekeringan dan penyakit. Merangsang pertumbuhan akar serta meningkatkan ketahanan tana-
man hama juga penyakit merupakan salah satu fungsi kalium (K) bagi tanaman (Ismayanda
dan Mulana, 2014).
4. Kalsium (Ca) : membantu mencegah garam-garam toksis yang dirasa berlebihan, mer-
angsang pertumbuhan akar, merangsang pembentukan biji serta mengeraskan batang.
5. Sulfur (S) : pembentukan bintil-bintil akar.
PPSUUUPSPUUUKKCALLIIIMRMPBBUAAHPHUSSKUUSSLUIUMCCBAAAIIHRR
Manfaat Pupuk Organik
a) Produktivitas lahan pertanian meningkat. Seiring meningkatnya kandungan bahan serta
unsur hara dalam tanah, otomatis dengan sendirinya memperbaiki sifat bilogi, kimia dan fisik
tanah atau lahan.
b) Harga pupuk relative lebih terjangkau karena mudah didapat dari lingkungan sekitar
atau alam sekitar dan kemudahan dalam mengelola lahan karena kualitas tanah lebih baik.
c) Kandungan unsur mikro pada pupuk lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk anor-
ganik atau kimia.
d) Mikroorganisme tanah akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari pupuk
e) Pupuk tidak menimbulkan pencemaran tanah maupun pencemaran air (Damanhuri,
10 Pupuk Limbah Susu Cair
Limbah Susu Cair
Pernahkan diantara kalian mengonsumsi susu? Pernahkah kalian berfikir bagaimana
susu yang kalian konsumsi didapatkan? Ya, Susu merupakan produk makanan yang paling
popular diantara yang lain salah satunya diantara masyarakat Indonesia. Berbagai usia dari
anak-anak hingga dewasa sangat gemar mengkonsumsi susu sapi ataupun kambing. Susu be-
rasal dari perahan susu sapi atau kambing bahkan kuda yang tidak ditambahkan atupun diku-
rangi sesuatu apapun didalamnya yang dilakukan secara kontinyu pemerahan dari sapi-sapi
yag sehat.
Limbah susu merupakan sisa cairan susu yang memiliki warna putih asalnya dari sisa
maupun pembuangan air susu yang gagal dalam uji kualitas ataupun sisa susu yang dalam
penyimpanannya mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan susu basi. Dalam keadaan
tertentu limbah ini mengakibatkan pencemaran dan merusak lingkungan yang dapat menim-
bulkan bau yang tidak sedap dan menyengat. Untuk mengatasi hal ini maka dibuatlah POC
dari limbah susu yang memiliki manfaat dan nilai guna.
11 Pupuk Limbah Susu Cair
MENGAPA
MEMILIH PUPUK
LIMBAH SUSU
CAIR ?
Sebagian orang tentu berfikir men- kan salah satu langkah guna mencegah
gapa memanfaatkan limbah sebagai pupuk terjadinya pencemaran lingkungan dan
sedangkan masih ada bahan lain yang dise- meningkatkan konservasi lingkungan. Pe-
diakan oleh alam. Pupuk merupakan salah manfaatan bahan yang digunakan sebagai
satu komponen yang dibutuhkan tanaman. pupuk terutama limbah organik karena ma-
Pupuk sendiri memiliki kandungan satu sih banyak mengandung unsur nitrogen,
bahkan lebih zat-zat yang dibutuhkan tana- fosfat dan kalium fosfat. Pemanfaatan ola-
man ketika bertumbuh ataupun berkembang. han pupuk organik merupakan salah satu
Zat-zat yang terkandung dalam pupuk diper- langkah atau alternatif untuk memanfaat-
lukan tanaman guna mencukupi kebutuhan kan limbah yang sudah tidak terpakai dan
nutrisinya. Nutrisi dapat diserap tumbuhan tersedia di alam dan lingkungan sekitar
melalui akar, batang, dan daun. Penyediaan dengan cara memanfaatkan limbah sebagai
nutrisi ini dapat dilakukan dengan penamba- biakan media hidup mikroorganisme da-
han pupuk. Pupuk dibagi menjadi dua ma- lam pembuatan pupuk cair. Pada kenyatan-
cam yakni pupuk organik dan pupuk anor- nya pupuk cair telah dikomersilkan atau
ganik. Berbagai sumber bahan organik bisa diperjual belikan dengan berbagai macam
diambil dari kompos, daun-daunan, limbah merk tertentu namun harganya cenderung
rumah tangga, pupuk kandang, jerami, mau- lebih mahal. Guna mengatasi hal tersebut
pun limbah ternak. maka dilakukan inovasi pengembangan
cara memperoleh pupuk yang telah dise-
Mencegah terjadi Pencemaran diakan oleh alam dengan memanfaatkan
Penggunaan pupuk organik merupa- limbah yang ada. Limbah yang dimanfaat-
12 Pupuk Limbah Susu Cair
MENGAPA
MEMILIH PU-
PUK LIMBAH
SUSU
kan dalam pembuatan pupuk cair ini ada- faatkan kembali untuk tambahan nutrisi bagi
lah limbah susu. tanaman serta media tinggal mikroorganisme.
Cara pengaplikasian pupuk cair biasa disem-
Kandungan Limbah Susu Cair protkan pada tanaman agar kandungan atau un-
Pada limbah susu cair ada mikroorganisme sur hara didalamnya dapat diserap mudah oleh
yang bermanfaat bagi proses fermentasi. tanaman.
Kandungan pada limbah susu tersebut Kenapa Produknya Pupuk?
akan terbuang sia-sia dan menyebabkan Sumber nutrisi bagi tanaman. Karena
pencemaran lingkungan seperti bau yang pupuk memiliki kandungan nutrisi makanan
menyengat apabila tidak ada pemanfaatan yang lebih lengkap meskipun kadarnya tidak
lebih lanjut. Padahal dalam tanaman sen- lebih tinggi daripada pupuk anorganik. Selain
yawa-senyawa tersebut sangat dibutuh- itu, Meningatkan kondisi kehidupan didalam
kan bagi pertumbuhan dan hasil tana- tanah. Hal ini terjadi karena organisme dalam
man. Limbah susu mengandung glukosa tanah menggunakan bahan sebagai organik
dan karbohidrat sebagai sumber makanan sumber makanan. Selain itu penggunaan pupuk
bagi mikroorganisme dalam proses fer- limbah susu cair dirasa lebih ramah lingkungan
mentasi. Oleh sebab itu, limbah ini diman- diandingkan dengan pupuk anorganik.
PPSUUUPSPUUUKKCALLIIIMRMBBAAHH SLPUIUMSPUBUACKHAIR
13 Pupuk Limbah Susu Cair
MEMBUAT PUPUK
LIMBAH SUSU CAIR
Sering dijumpai susu yang sudah tidak lay- Alat. 1
ak konsumsi dibuang begitu saja. Susu cair 2
yang sudah tidak layak minum bisa diman- Ember
faatkan untuk membuat pupuk cair melalui
proses yang sangat sederhana dengan alat
dan bahan yang sederhana pula. Pupuk
cair ini bisa dimanfaatkan petani seiring
meningkatnya kebutuhan pupuk oleh para
petani, pupuk alami juga mengalami ke-
naikan permintaan. Karena kini petani mu-
lai beralih dari pupuk anorganik menjadi
organik karena menghindari pupuk dari
bahan-bahan kimia yang bisa berdampak
buruk bagi kesehatan manusia.
Terobosan dan inovasipun dilaku-
kan untuk mendapatkan pupuk organik
yakni dengan memanfaatkan limbah susu
cair yang sudah layak konsumsi atau kada-
luarsa. Lalu apa saja yang diperlukan da-
lam pembuatan pupuk limbah susu cair ?
Dan bagaimana proses pembuatanya? Yuk
simak langkah-langkah berikut!
Timba tertutup
14 Pupuk Limbah Susu Cair
36
Selang Gelas ukur
4 Bahan.
1
Botol Plastik
Limbah susu cair
5
2
Saringan Air
15 Pupuk Limbah Susu Cair
36
Em4 Bekatul
4 Pembuatan pupuk
limbah susu cair
benih tomat
1) Campur bekatul dengan air dan
5 aduk hingga encer dan tempatkan
dalam ember
2) Tambahkan tetes tebu atau air gula
sedikit saja kemudian diaduk rata
3) Masukkan EM4 ke dalam adonan
bekatul encer tersebut
4) Tutup ember dan diamkan sekitar 3
hari agar difermentasikan oleh EM4
5) Setelah 3 hari maka saring air dari
fermentasi bekatul tersebut
tetes/gula
16 Pupuk Limbah Susu Cair
6) Air bekatul tersebut lalu dicampur 9) Diamkan sekitar 3-5 minggu lalu ambil
dengan susu basi yang berwujud cair airnya dan disaring kembali
dan ditampung dalam tong
10) Air yang merupakan POC tersebut disim-
pan dalam wadah botol dan dihindarkan dari
sinar matahari langsung.
11) Untuk membuat setiap konsentrasi maka
pupuk cair ditambahkan air/aquades untuk
konsentrasi 50% ditambahkan aquades se-
banyak 50 ml dan untuk konsentrasi 75% di-
tambahkan aquades 25%. Untuk murni 100%
tidak ditambahkan campuran air/aquades.
Gambar : Air bekatul yang dicampur limbah air susu
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
7) Tutup Tong tersebut lalu beri sedikit
lubang untuk dipasang selang
8) Ujung selang dimasukkan kedalam
tong dan ujung satunya yang berada
diluar dimasukkan kedalam botol ber-
isi air biasa. Tujuannya adalah untuk
menstabilkan suhu dalam tong selama
fermentasi berlangsung
Gambar : Proses Fermentasi Air Susu
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
17 Pupuk Limbah Susu Cair
MENGENAL LEBIH JAUH
TANAMAN TOMAT
Tentu tak sedikit dari kita pernah mengonsumsi tomat entah itu dijadikan jus, sam-
bal atau perawatan kecantikan bukankah demikian? Tomat yang selama ini kita manfaatkan
ternyata berasal dari jenis tanaman sayuran. Tanaman tomat merupakan jenis tanaman sayuran
yang masuk kedalam family Solanaceae. Tomat berasal dari bahasa Aztek yakni salah satu
suku Indian yakni “xitomate atau xitotomate ” (Fitriani E, 2012).
Klasifikasi Tanaman Tomat
Dalam ilmu botani, tanaman tomat diklasifikasikan sebagai berikut ini:
Sub kingdom : Trachebionta
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Genus : Solanum
Famili : Solanaceae
Ordo : Solanales
Subkelas : Asteridae
Species : Solanum Lycopersicum
Nama binomial : Lycopersicon esculentum L (Benton, 2008).
18 Pupuk Limbah Susu Cair
Amerika merupakan asal tanaman tomat yakni di daerah Andean merupakan bagian dari Neg-
ara Chili, Bolivia, Peru, Equador. Penyebaran tanaman tomat dilakukan oleh burung yang
memakan kemudian disebar lewat kotorannya. Di Indonesia tanaman tomat tersebar didaerah
pegunungan semenjak tahun 1811 (Istiyastuti dan T. Yanuharso, 2006).
Morfologi Tanaman Tomat
Tanaman tomat tergolong tanaman semusim yakni hanya dapat satu kali bereproduksi
dan setelahnya akan mati. Tanaman tomat termasuk tanaman perdu atau berbentuk semak
yang menjalar pada atas permukaan tanah dengan panjang tanaman ±2 meter. Penopang ta-
naman diberikan dengan
tujuan agar tanaman mam-
pu berdiri tegak secara ver-
tikal sehingga tidak men-
galami kerobohan. Tomat
memiliki sistem perakaran
tunggang yang tumbuh me-
nembus kedalam lapisan
tanah dan menyebar kearah
sekitar namun tidak pula
dangkal. Tomat memiliki
batang yang relatif kuat ser-
ta memiliki bulu atau ram-
but halus. Ruas-ruas batang
mengalami penebalan dan
pada bagian bawah tum-
buh akar-akat pendek. Pada
tanaman tomat diameter
batangnya lebih besar jika dibandingkan dengan jenis sayuran lain pada umumnya (Fitriani,
2012).
Tanaman tomat memiliki daun berbentuk oval, tepi daunnya bergerigi, pangkal mem-
bulat, ujungnya meruncing, lengkungan ke arah dalam dan membentuk celah yang meny-
irip, terletak berselang-seling, daunnya majemuk ganjil dan memiliki warna kehijauan. Tomat
juga memiliki buah yang berdanging, berwarna kuning atau merah, licin dan mengkilap, serta
memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Bunganya berukuran kecil, mengumpul dalam
rangkaian berupa tandan, mahkota berbentuk bintang serta berwarna kuning yang termasuk
bunga sempurna. Pada usia 45-60 hari setelah masa tanam tomat akan muncul bunga (Desma-
rina, 2006).
Syarat Tumbuh
Tanaman tomat dapat tumbuh baik didaerah dataran rendah ataupun dataran tinggi se-
suai dengan varietas yang ditanam. Tanaman tomat lebih suka iklim yang kering dan sejuk,
tidak suka hujan, sinar matahari, menghendaki tanah yang subur dan gembur serta tumbuh
dengan baik pada pH tanah 5-6. Tanaman tomat tidak dapat bertahan pada temperatur yang
19 Pupuk Limbah Susu Cair
tinggi dan hujan dengan berlebih karena kualitas dan hasilnya akan menurun. Tanaman tomat
membutuhkan penyinaran cahaya matahari sekitar 8 jam perhari dengan banyak curah hu-
jan 750-1.250 mm per tahun. Agar tomat tumbuh dengan optimal maka suhu rata-rata yang
diperlukan adalah 18ºC-25ºC pada siang dan 10º-20ºC pada malam hari. Jika suhu tinggi dan
kelembapan tinggi bisa berakibat berlebihnya pertumbuhan vegetatif dan kualitas produksi
buah menurun (Cahyono, 1998).
20 Pupuk Limbah Susu Cair
TMOAMNAFTAAKTAYA
Apakah diantara anda ada yang sangat menukai tomat? Jika iya beruntunglah sebab
tomat memiliki segudang manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh karena kadungan gizinya
yang banyak dan melimpah. Buah tomat memiliki kandungan yang cukup beragam salah sat-
unya adalah kandungan vitamin C dan A didalamnya. Vitamin ini sangat baik untuk kesehatan
tubuh dan mencegah penyakit yang datang terutama likopen.
Likopen
Likopen sendiri adalah zat warna yang berwarna merah terbanyak pada buah tomat itu
sendiri. Likopen pada buah tomat dalam 100 g jus tomat terkandung sebanyak 5,14 mg. Selain
itu pada buah tomat mengandung saponin, asam sitrat, asam folat, asam malat, alkaloid sole-
noid (0,007%), lemak, gula, fruktosa, adenine, triogenelin, kholin, tomatin, protein, bivablo-
noid, mineral seperti Mg, P, Fe, K , Na, sulfur, chlorine, dan berbagai kandungan vitamin B1,
B2, B6, C, E, niasin dan histamine (Siddiq, 2010). Sedangkan pada setiap100 g buah tomat
terdapat kandungan air sebanyak 94, 1%, 19 kalori, karbohidrat 4,1 gram, lemak 0,2 g, protein
0,1g, serat 0,8, Ca 18 mg, Na 4,0 mg, vitamin A 735 IU, tiamin 0,06 mg, asam askorbat 29 mg.
Karotenoid
21 Pupuk Limbah Susu Cair
Selain mengandung likopen, tanaman
tomat mengandung karotenoid. Karotenoid
yaitu suatu senyawa yang tersusun dari unit
isoprene. Karotenoid termasuk kelompok
pigmen yang berwarna kuning, orange, dan
merah orange yang berasal dari tanaman
atau hewan. Jumlah kandungan likopen pada
tomat dapat dilihat dari pigmen berwarna
merah terang pada tomat dapat dilihat ketika
tomat sudah matang yang menandakan bah-
wa terdapat senyawa karotenoid yang ting-
gi. karotenoid dalam tomat dapat dilihat dari
pigmen merah yang terjadi akibiat adanya
peningkatan konsentrasi dari likopen (Rey-
nal, 2016).
Karotenoid di dalam buah biasanya
berhubungan dengan kandungan vitamin A
di dalamnya. Kadar karotenoid di dalam tomat
ketika dalam proses pematangan juga terjadi
degradasi klorofil yang berhubungan dengan
sintesis karotenoid, sehingga dapat menyebab-
kan terjadinya akumulasi pigmen karotenoid
dan menyebabkan warna buah menjadi mer-
ah. Karotenoid sangat peka terhadap cahaya,
panas, dan oksidasi. Oksidasi pada karoteonoid
dan akan menyebabkan perubahan warna buah
dan dapat menyebabkan penurunan aktivitas
vitamin A pada buah.
Manfaat Lain
Bagi sesorang yang sedang mengalami sakit tomat dapat dijadikan alternatif pada masa
penyembuhan. Daun dan buah tomat memiliki khasiat sebagai penambah nafsu makan, penca-
har ringan, antiseptik usus, sebagai penyejuk, merangsang keluarnya enzim lambung dan mel-
ancarkan aliran empedu ke usus. Tomat memliki kandugan likopen yang berarti terdapat po-
tensi antioksidan yang tinggi serta dapat mencegah radikal bebas yang dapat menimbulkan
berbagai penyakit kronis seperti kanker. Tomat biasa dijadikan lalap atau campuran sambal
oleh sebagian besar masyarakat, selain itu juga biasa dibuat jus dan berbagai olahan lain. Mis-
alnya jus, manisan, masker, dan produk kecantikan lainnya.
22 Pupuk Limbah Susu Cair
PERTUMBUHAN
TANAMAN TOMAT
PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT
Seperti halnya manusia tumbuhan juga mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan pada tanaman
tomat adalah perubahan biologis yang terjadi pada tanaman tomat yaitu berupa pertambahan ukuran
seperti massa, volume, dan tinggi. Pertumbuhan bersifat irreversible yang berarti tidak dapat kembali
seperti semula. Pertumbuhan
terjadi karena dalam tumbuhan
tomat terdapat jaringan meri-
stem. Pertumbuhan tanaman
biasanya diukur dengan be-
berapa parameter diantaranya
adalah tinggi batang dan lebar
daun. Keduanya terjadi terjadi
akibat aktifitas vegetatif per-
tumbuhan tanaman yang dapat
dituangkan dalam variabel ter-
tentu. Aktivitas pertumbuhan
menyebabkan pembelahan sel
pada berbagai bagian tubuh ta-
naman tomat (Salisburry, 1995).
Pada proses pertumbuhan
tomat, ketika biji berkecam-
bah akan terbentuk bibit yang
dilengkapi dengan akar, batang,
dan daun. Hal itu terjadi karena
proses diferensiasi dari sel-sel
meristem. Diferensiasi bertu-
juan untuk tumbuhan tomat
dapat mencapai tingkat kede-
wasaan. Proses dari menuju
tingkat kedewasaan pada setiap individu disebut dengan perkembangan. Perkembangan memiliki sifat kuali-
tatif, yaitu tidak dapat dinyatakan dengan ukuran seperti jumlah, volume, dan massa.
23 Pupuk Limbah Susu Cair
FFaakkttoorr.
Pertumbuhan tanaman Tomat
Berjalannya waktu pertumbuhan tanaman tomat tentu dipengaruhi beberapa faktor dalam
masa pertumbuhannya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor internal dan ekster-
nal. Seperti apakah faktor internal dan eksternal? Mari simak uraian dibawah.
Faktor Internal Pertumbuhan Tanaman Tomat
Faktor internal pertumbuhan tanaman tomat yaitu hormon. Hormon diproduksi di dalam tu-
buh tumbuhan. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tomat diantaranya adalah
auksin, giberelin, sitokinin, gas etilen, dan asam absisat.
a) Auksin
Auksin terdapat pada titik tumbuh batang dan di selubung daun monokotil yang masih bersifat
meristematis. Auskin memiliki fungsi yaitu pembentangan sel, pembelahan sel, dan merang-
sang pembentukan buah dan bunga. Kerja hormon auksin ini akan terhambat oleh sinar yang
berlebihan.
b) Giberelin
Giberelin terdapat pada bagian bunga dan batang. Hor-
mon giberelin mempunyai fungsi menybabkan tanaman
tumbuh tinggi, memacu aktivitas kambium, menghasil-
kan buah yang tidak berbiji, membant perkecambahan biji
dan menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya.
Giberelin memiliki sifat hampir sama dengan auksin da-
lam pertumbuhan batang. Pemberian hormon giberelin se-
cara eksogen dapat memacu pertumbuhan batang dan daun
muda yang berdampak pada proses fotosintesis dan meng-
hasilkan peningkatan pertumbuhan pada seluruh organ ta-
naman (Adi R, 2019).
24 Pupuk Limbah Susu Cair
c) Sitokinin
Sitokinin merupakan hormon yang terdapat di dalam tumbuhan. Sitokinin dibentuk ketika
sistem perakaran. Sitokinin berfungsi merangsang pertumbuhan akar yang mengakibatkan
akar cepat memanjang dan dapat mempercepat pelebaran daun. Hormon auksin juga dapat
merangsang aktivitas pembelahan sel dan membantu perkecambahan biji.
d) Gas Etilen
Gas etilen memiliki fungsi yaitu dapat memacu pembungaan pada buah. Hal ini dapat terjadi
karena adanya interaksi gas etilen dengan auksin. Fungsi lain dari gas etilen yaitu memperce-
pat pemasakan buah, pengguguran bunga, dan mempertebal pertumbuhan batang.
e) Asam Absisat
Asam absisat memiliki fungsi menghambat pertumbuhan, mengurangi pemanjangan sel, mem-
bantu pengguguran bunga dan dapat menyebabkan dormansi.
Faktor Eksternal Pertumbuhan Tanaman Tomat
Pertumbuhan tanaman tomat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal saja, akan tetapi juga
dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan. Faktor eksternal
mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Fak-
tor-faktor tersebut yaitu cahaya, suhu, kelembapan, dan ketersediaan air dan mineral (Sembir-
ing, 2009).
a) Cahaya
Cahaya memiliki pengaruh penting
bagi pertumbuhan tanaman tomat teru-
tama pada proses fotosintesis. Cahaya
yang dibutuhkan dalam proses fotosin-
tesis juga tidak boleh terlalu banyak.
Apabila cahaya berlebihan maka akan
menghambat laju pertumbuhan tomat.
Begitu pula dengan kekurangan caha-
ya juga akan berakibat buruk pada ta-
naman tomat.
b) Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan tomat. Suhu sangat ber-
hubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, respirasi, translokasi, dan transpirasi.
Pada dasarnya, tumbuhan tomat memiliki suhu optimum untuk tumbuh dan berkembang. Suhu
optimum yaitu suhu yang baik untuk pertumbuhannya secara ideal. Selain suhu optimum,
tumbuhan tomat memiliki suhu minimum dan suhu maksimum. Suhu minimum merupakan
25 Pupuk Limbah Susu Cair
suhu yang paling rendah untuk memungkinkan tumbuhan bertahan hidup. Sedangkan suhu
maksimum yaitu suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan dapat hidup. Tumbuhan me-
merlukan temperatur sekitar 100C-380C.
c) Kelembapan
Kelembapan sangat digunakan untuk pertumbuhan tanaman. Tanah yang lembab sangat cocok
digunakan untuk pertumbuhan terutama pada saat perkecambahan biji. Tanah lembab memi-
liki kandungan yang cukup air sehingga dapat mengaktifkan enzim dalam biji serta dapat
melarutkan makanan dalam jaringan.
d) Air dan Mineral
Air dangat diperlukan dalam perkecambahan biji. Pada saat perkecambahan, air tersebut di-
gunakan untuk mengaktifkan enzim-enzim di dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan
tertunda atau dormansi. Mineral juga sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan. Mineral
yang diperlukan pada tumbuhan ada dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Makroelemen
merupakan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar, sedangkan mikroelemen mer-
upakan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (Langkah, 2009).
26 Pupuk Limbah Susu Cair
BTaenracmocok
Tanaman TOMAt
Menanam merupakan salah satu bentuk kegiatan kepedulian dan kecintaan manusia terhadap bumi. Menanam
dapat dijadikan salah satu alternatif hiburan atau sebagai penyaluran hobi bagi sebagian orang. Selain itu,
menanam dapat dijadikan penghasil pundi-pundi uang. Tanaman tomat adalah salah satu jenis tanaman yang
cukup mudah ditanam, dapat ditanam di polybag jika memiliki lahan yang cukup terbatas atau jika memiliki
lahan yang cukup luas dapat ditanam ditanah. Yuk kita simak bagaimana cara menanam dan perawatan tana-
man tomat ini!
1. Pemilihan Lahan
Langkah pertama dalam menanam tomat yakni pemilihan lahan pas. Tidak perlu lahan yang pastikan berdrain-
ase dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
2. Pengolahan Tanah
Pada waktu ini penulis memakai tanah yang diambil di tem-
pat yang sama yang sifatnya homogen dan yang diratakan
pada lahan ukuran 3 x 6 meter. Tanah tersebut sebelumnya
telah tercampur dengan pupuk kompos atau kandang.
3. Penyemaian
Benih tanaman tomat yang sudah diperoleh
dari kelompok pertanian akan disemai se-
lama 15 hari. Dalam penyemaian tanaman
tomat, media tanam yang digunakan ada-
lah tanah. Kemudian tanaman tomat akan
dipindahkan ke dalam polybag yang masih
menggunakan media tanam berupa tanah.
27 Pupuk Limbah Susu Cair
Setelah bibit tomat berumur 15 hari setelah masa penyemaian, bibit yang berada dalam polybag dipindahkan
ke tanah.
4. Penanaman Tomat di Tanah
Untuk memindahkan tanaman tomat ke tanah dari
polybag pastikan dulu sebelumnya melepas plas-
tik polybag terlebih dahulu tetapi jangan sampai
tanah di polybag terlepas dari akar. Selanjutnya
buatlah lubang pada tanah dan masukkan tanaman
tomat kedalamnya lalu tutup dengan tanah.
5. Penyinaran Cukup
Tanaman tomat membutuhkan penyinaran yang
cukup kuat. Jika tidak bisa memberikan cahaya
matahari yang cukup dapat diberikan pencaha-
yaan buatan yang cukup.
6. Pengairan Cukup
Selain penyinaran yang cukup, tanaman tomat
juga memerlukan pengairan yang cukup dan ter-
atur. Penyiraman yang tidak teratur dapat menye-
babkan pembusukan pada bunga dan pecah-
pecah. Selama musim kemarau tanaman tomat
lebih banyak membutuhkan suplai air, siram ta-
naman tomat ketika sudah layu dan sering-sering
melakukan pengecekan berkala terhadap tana-
man. Tetapi jangan juga menyiram terlalu banyak
air karena dapat menyebabkan stress pada tanaman yang
bisa berakibat tomat menggugurkan daunnya, bunga atau
bahkan buahnya.
7. Pemupukan
Penulis memberikan tanaman tomat pupuk cair yang se-
belumnya telah dibuat setelah 2 minggu masa tanam ke-
tika dipindahkan ke tanah dengan rentang jarak setiap 10
hari sekali untuk membantu pertumbuhan tanaman tomat.
8. Perawatan
Saat tanaman tumbuh, pangkas bagian daun yang bawah.
Hal ini membantu menghindari penyakit menyebar dari
tanah menuju dedaunan. Selain itu, jika daun batang
tomat mulai rimbun pastikan memasang tiang penahan
dan ikat tanaman tomat agar tidak roboh saat terkena an-
gin atau hujan.
9. Panen
Tomat berbuah ketika berusia 60-80 hari setelah masa
tanam. Ketika memanen tomat, pastikan memilih tomat
dengan warna yang merah ataupun orange. Jangan ma-
sukkan tomat yang masih segar kedalam kulkas langsung
karena dapat merusak tekstur dan rasa dari tomat.
28 Pupuk Limbah Susu Cair
Waspada bintik-bintk bulat dan berwarna hitam kecoklatan.
Penyakit Penyakit bercak pada daun tanaman tomat juga
Penyerang disebabkan oleh alternaria solani (Kalay, 2015).
Tanaman Daun yang terkena penyakit bercak ini biasanya
Tomat akan layu kemuadian rontok. Cuaca yang lembab
menyebabkan timbulnya penyakit ini.
Penyakit-penyakit pada tanaman tomat yang
sering dijumpaiumumnya merugikan para petani. Ada
banyak faktor dilapangan yang menyebabkan penyakit
ini menyerang tanaman tomat diantaranya adalah :
1. Penyakit Layu Tomat (Fusarium)
Gejala ini menyerang tanaman tomat akibat cendawan
patogen Fusarium oxysporum. Pathogen ini hid-
up ditanah dan bersifat saprofit (Djaenuddin, 2011).
Cendawan ini pada awalnya menyerang akar kemudian
menyerang seluruh bagian tanaman. Gejala ini ditan-
daai dengan tanaman yang tiba-tiba layu dan kemba-
li segar pada sore hari dan akhirnya mati. Penyakit
ini dapat dicegah dengan mencabut, membuang atau
memusnahkan tanaman yang terserang.
Gambar : Bercak Daun Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
Gambar : Fusarium Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
2. Bercak Daun Spetoria
Jamur yang menyebabkan bercak daun pada tanaman
tomat adalah Cercospora capsici yang menimbulkan
29 Pupuk Limbah Susu Cair
3. Penyakit Crinivirus Waspada Penyakit
Penyerang Tanaman
Infeksi Crinivirus pada tanaman tomat menyebabkan Tomat
daun-daun tomat klorosis, yaitu menguning di antara
tulang daun (interveinal yellowing) yang berasosiasi
dengan berkurangnya kemampuan fotosintesisnya. Hal
ini dapat menyebabkan kebugaran tanaman berkurang,
pematangan buah terganggu dan menghasilkan buah
tomat dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari ukuran
normalnya (Dalmon, 2008).
Gambar : Penyakit Crinivirus pada Tanaman Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
4. Busuk Buah
Penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur Than-
atephorus cucumeris dan Colletotrichum coccodes.
Gejala yang sering muncul yakni terlihat bercak kecil
coklat lalu membesar pada buah tomat yang kemudian
busuk lalu rontok.
30 Pupuk Limbah Susu Cair
PENELITIAN PUPUK LIMBAH SUSU
CAIR TERHADAP TANAMAN TOMAT
Deskripsi
Penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada tanaman tomat diperoleh tinggi
dan lebar daun yang berbeda-beda dengan satuan pengukuran centimeter (cm). Sebanyak 4
perlakuan terhadap 20 buah tanaman tomat dalam penelitian ini, dimana setiap 5 tanaman
mendapatkan perlakuan yang sama dengan masing-masing ulangan sebanyak 4 kali. 4 per-
lakuan pada tanaman tersebut diantaranya dengan dosis 0 ml, 50 ml, 75ml dan 100 ml pupuk
susu cair. Pengukuran data dimulai sejak 2 MST (Minggu Setelah Tanam) dengan rentang
TinggiTanamanTomat
Tabel 1. Pengaruh Konsentrasi Limbah Susu Cair Terhadap Tinggi Tanaman Tomat
waktu selang 0, 10, 20, 30 hari atau lebih tepatnya selama 40 hari.
31 Pupuk Limbah Susu Cair
8
7
6
5 P0
4 P1
3 P2
P3
2
1
0 Hari 10 Hari 20 Hari 30
Hari 0
Gambar 1. Grafik rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman tomat pada 30 HST
Berdasarkan grafik yang terdapat pada gambar 4.1 diperoleh rata-rata tinggi tanaman
tomat selama 30 HST yang berbeda-beda pada setiap perlakuan. Angka pertumbuhan tinggi
tanaman tomat pada perlakuan P0 dengan dosis 0 ml yaitu diperoleh rata-rata tinggi tana-
man tomat sebesar 89, 54 cm. Sedangkan pada perlakuan P1 dengan dosis 100 ml diperoleh
rata-rata tinggi tanaman tomat sebesar 102, 18 cm. Pada perlakuan P2 rata-rata tinggi tana-
man tomat dengan dosis 75 ml 102,3 dan rata-rata tinggi tanaman tomat pada perlakuan P3
dengan dosis 50 ml diperoleh 97, 12 cm. Rata-rata terendah tinggi tanaman tomat ada pada
perlakuan P0 dengan 89,54 cm dan rata-rata tertinggi pada perlakuan P1 yaitu dengan tinggi
102, 18 cm.
Lebar Daun Tomat
Tabel 2. Pengaruh Konsentrasi Limbah Susu Cair Terhadap Lebar Daun Tanaman Tomat
32 Pupuk Limbah Susu Cair
8
7
6
5 P0
4 P1
3 P2
P3
2
1
0 Hari 10 Hari 20 Hari 30
Hari 0
Gambar 4.2 Grafik rata-rata pertumbuhan lebar tanaman tomat pada 30 HST
Berdasarkan gambar grafik diatas dapat disimpulkan jumlah rata-rata lebar daun tomat
terbesar pada hari 30 HST di dapat pada perlakuan P2 yakni sebesar 6, 94 cm dengan dosis
pupuk limbah susu cair sebesar 75 ml, disusul P1 dengan dosis pupuk limbah susu cair 100
ml dengan lebar daun tanaman tomat rata-rata 6, 67 cm. Pada perlakuan P3 lebar rata-rata
daun tomat sebesar 6, 64 dengan dosis 50 ml pupuk limbah susu cair dan pada posisi terakhir
rata-rata lebar daun tanaman tomat ada pada perlakuan P0 sebagai perlakuan kontrol yakni 6,
63 cm dengan dosis pupuk limbah susu cair 0 ml.
33 Pupuk Limbah Susu Cair
PENGUJIAN HIPOTESIS PENELITIAN
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH SUSU CAIR
TERHADAP TANAMAN TOMAT
Uji Normalitas
Langkah berikutnya setelah deskriptif data adalah melakukan uji normalitas sebagai uji
prasyarat untuk membuktikan data berdistribusi normal atau tidak, jika normal maka dapat
dilanjutkan ke uji homogenitas.
Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z diatas dapat diketahui bahwa dari seluruh
perlakuan tinggi tanaman tomat dengan berbagai konsentrasi 0 ml, 50 ml, 75 ml dan 100 ml
memiliki signifikansi nilai > 0. 005 dengan ini dapat dikatan bahwa semua data terdistribusi
normal. Pada tinggi tanaman tomat (P0) memiliki signifikansi sebesar 0.299, pada konsentrasi
100 ml (P1) sebesar 0.291 sedangkan pada konsentrasi 75 ml memiliki signifikansi 0.321 dan
yang terakhir pada konsentrasi 50 ml memiliki signifikansi sebesar 0.358.
34 Pupuk Limbah Susu Cair
Pada lebar daun tanaman tomat signifikansinya pada perlakuan kontrol (P0) sebesar 0.727,
pada konsentrasi 100 ml (P1) sebesar 0.973, sedangkan pada konsentrasi 75 ml (P2) memiliki
signifikansi sebesar 0.210 dan yang terakhir pada konsentrasi 50 ml (P3) memiliki signifikan-
si sebesar 0.378. Semua perlakuan memiliki nilai signifikansi normal > 0. 005 sehingga bisa
dilanjutkan ke uji selanjutnya yakni homogenitas.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas memiliki fungsi untuk mengetahui apakah data pada variabel X dan Y bersi-
fat homogen. Dibawah ini merupakan tabel hasil uji homogenitas pada tinggi dan lebar tana-
man daun tomat.
Uji homogenitas pada tinggi tanaman tomat 30 HST dapat diketahui bahwa nilai signifikan-
si bernilai > 0.05 pada semua perlakuan sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X dan Y
bersifat homogen. Pada perlakuan kontrol (P0) nilai signifikansi mencapai 0.134 sedangkan
pada konsentrasi 100 ml (P1) nilai signifikansi sebesar 0.56. (P2) dengan konsentrasi 75 ml
memiliki nilai signifikansi sebesar 0.198 dan konsentrasi 50 ml (P3) memiliki nilai signifikansi
sebesar 0.194. Yang artinya semua perlakuan bersifat homogen.
Uji homogenitas pada lebar daun tomat 30 HST diketahui bahwa pada semua perlakuan memi-
liki nilai signifikansi > 0.05 sehingga dikatakan bahwa variabel X dan Y bersifat homogen.
Perlakuan kontrol (P0) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.087, pada perlakuan konsentrasi
100 ml (P1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.168, sedangkan pada konsentrasi 75 ml (P3)
memiliki nilai signifikansi sebesar 0.486 dan yang terakhir pada konsentrasi 50 ml (P3) memi-
liki nilai signifikansi sebesar 0.061. Semua perlakuan memiliki sifat homogen yang artinya
bisa dilanjutkan ke uji berikutnya yakni uji one way anova.
35 Pupuk Limbah Susu Cair
Uji One Way Anova
Uji one way anova dilakukan setelah melewati uji normalitas dan homogenitas guna
mengetahui ada tidaknya pengaruh konsentrasi pupuk limbah susu cair terhadap pertumbuhan
tinggi dan lebar daun tanaman tomat yang ditimbulkan oleh beberapa perlakuan pada mas-
ing-masing tanaman. Dibawah ini merupakan tabel uji one way anova:
Berdasarkan tabel 4.7 diketahui bahwa hasil uji anova tinggi tanaman tomat pada usia 30
HST, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada setiap masing-masing perlakuan sebesar
0.00 < 0.05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap penambahan konsentrasi
limbah susu cair pada setiap perlakuan terhadap tinggi tanaman tomat selama 30 HST.
Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa ha-
sil uji anova pada lebar daun tanaman tomat
memiliki nilai signifikansi pada masing-mas-
ing setiap perlakuan sebesar 0.00 < 0.005 yang
artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap
penambahan konsentrasi pupuk limbah susu
cair pada setiap perlakuan terhadap lebar daun
tanaman tomat selama 30 HST.
36 Pupuk Limbah Susu Cair
Uji Post Hoc LSD (Least Significant Difference)
Setelah melakukan uji one way anova selanjutnya adalah melakukan uji Post Hoc LSD.
Uji ini dilakukan untuk mengetahui sejumlah kelompok memiliki perbedaan yang signifikan
terhadap sejumlah kelompok lain. Hasil analisis uji Post Hoc LSD menunjukkan tanda bintang
(*) pada penelitian kali ini hal tersebut menandakan semua kelompok memiliki perbedaan
yang cukup signifikan terhadap kelompok lain baik pada tinggi tanaman tomat dan lebar daun
tanaman tomat.
Tabel 4.9 Uji Post Hoc LSD Lebar Daun Tomat selama 30 HST
Berdasarkan hasil uji LSD Post Hoc diatas dapat dilihat bahwa pada setiap perlakuan memiliki
Mean Difference yang berbeda antara P0 sebagai perlakuan kontrol, P1, P2 maupun P3. Ha-
sil uji post hoc pada lebar daun tomat menunjukkan mean difference yang tidak diikuti tanda
bintang pada setiap perlakuan pada hari ke 30 HST dan memiliki nilai signifikansi lebih dari >
0.005 pada setiap perlakuan hal itu berarti setiap kelompok perlakuan antara yang satu dengan
yang lain tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dapat diketahui bahwa konsentrasi yang
37 Pupuk Limbah Susu Cair
paling efektif adalah konsentrasi pupuk limbah susu cair pada dosis 75 ml atau pada perlakuan
P2 dibandingkan dengan perlakuan kontrol dengan konsentrasi 0 ml. Hal tersebut diakibat-
kan karena perbedaan nutrisi yang diperoleh oleh kedua perlakuan, dimana pada tanaman
perlakuan P2 mendapatkan unsur hara yang mendukung pertumbuhan dari pupuk limbah susu
cair sedangkan pada tanaman kontrol P0 tidak diberikan nutrisi minimum dan hanya dibantu
oleh nutrisi yang ada pada tanah.
Berdasarkan hasil uji LSD Post Hoc diatas dapat dilihat bahwa pada setiap perlakuan
memiliki Mean Difference yang berbeda antara P0 sebagai perlakuan kontrol, P1, P2 maupun
P3. Hasil uji post hoc pada tinggi tanaman tomat menunjukkan mean difference yang diikuti
tanda bintang pada setiap perlakuan mulai dari perlkuan kontrol P0, P1, P2 dan P3 pada hari
ke 30 HST pada setiap perlakuan hal itu berarti setiap kelompok perlakuan antara yang satu
dengan yang lain memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Sehingga dapat diketahui bahwa
untuk menunjang pertumbuhan tinggi tanaman tomat dosis atau konsentrasi yang paling efek-
tif diberikan adalah pada konsentrasi 100 ml atau pada perlakuan P1. Perlakuan P1 berbanding
terbalik dengan perlakuan kontrol dengan konsentrasi 0 ml yang dirasa tidak efektif hal terse-
but diakibatkan karena perbedaan nutrisi yang diperoleh oleh kedua perlakuan, dimana pada
tanaman perlakuan P1 unsur hara tercukupi yang mendukung pertumbuhan yang diperoleh
dari pupuk
38 Pupuk Limbah Susu Cair
HMoawketo
Jus Tomat
Hallo para pembaca, siapa sih yang Gambar : Buah Tomat
tidak mengenal tomat yang kaya akan man- Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
faat? Tomat didalamnya menyimpan banyak
vitamin A dan C yang bermanfaat bagi tubuh 2. Potong buat tomat dengan pisau kemu-
terutama untuk kesehatan mata dan mencegah dian masukkan kedalam blender
penyakit sariawan. Jus tomat memiliki sensa-
si dan rasa yang segar dan nikmat sehingga
sangat digemari dari kalangan dewasa, remaja
bahkan anak-anak. Biasanya banyak penjual
yang menjajakan jus tomat di pinggir jalan
atau pertokoan, tetapi alangkah baiknya kita
membuat sendiri jus tomat karena dirasa lebih
higenis dan menyehatkan. Mari simak tutorial
sederhana berikut ini.
Alat Bahan
» Blender » Buah tomat segar
» Pisau » Air
» Gelas » Es secukupnya
» Gula
Cara Membuat Jus Tomat Gambar : Irisan Tomat
1. Ambil buah tomat lalu cuci hingga Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
bersih
39 Pupuk Limbah Susu Cair
3. Tuang air dan gula secukupnya lalu 4. Setelah dirasa tomat sudah halus se-
blender bersamaan dengan tomat. lanjutnya tuang kedalam gelas yang ber-
isikan es batu.
5. Jus tomat sudah siap dinikmati
Gambar : Pembuatan Jus Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
Gambar : Jus Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
Gambar : Pembuatan Jus Tomat
Sumber : Dokumentasi Pribadi Penulis
40 Pupuk Limbah Susu Cair
Teka Teki Silang
Mendatar : Menurun :
1. Bahan utama pembuatan limbah 1. Tanaman tomat berasal dari family
pupuk cair 2. Zat yang bermanfaat untuk kesuburan tanah
2. Kandungan pupuk cair 3. Salah satu bagian tanaman
3. Keunggulan pupuk organic 4. Bakteri yang terlibat dalam proses pembuatan
4. Pupuk organic lebih ….. lingkungan pupuk limbah susu cair
daripada pupuk anorganik 5. Faktor eksternal pertumbuhan tanaman tomat
5. Kandungan limbah susu cair 6. Parameter pertumbuhan tanaman tomat
6. Kandungan tomat 7. Unsur makronutrien tanaman
7. Pupuk merupakan ….. bagi tanaman 8. Kandungan tomat
8. Salah satu bahan pembuatan pupuk
limbah susu cair
41 Pupuk Limbah Susu Cair
Tentang Penulis
Santi Alfi Saidah, lahir dikota Tulunga-
gung pada 22 Mei 1998 merupakan seorang
mahasiswi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung yang mengambil
jurusan tadris biologi. Anak pertama dari dua
bersaudara ini mengawali pendidikan TK pada
tahun 2003 di TK PGRI Plus II Pojok Ngantru
Tulungagung. Perempuan yang memiliki nama
kecil Santi ini memiliki ketertarikan pada dun-
ia biologi sejak duduk dibangku SMP dengan
mengikuti berbagai OSN ditingkat Kabupaten.
Selain itu, ketertarikannya pada dunia kejurnalistikan sejak SMP melatar-
belakanginya membuat majalah perdana berbasis elekttronik ini. Berbagai
ilmu yang didapat dari pengalaman mengikuti organisasi kejurnalistikan
sebelumnya dituangkan dalam majalah edisi ini. Dengan bermodalkan
tekad dan semangat pantang menyerah, yakin semua kesulitan pasti akan
ada jalan keluarnya “inna ma’al usri yusro”. Berharap semua pemuda In-
donesia memiliki sifat ulet dan tekun dalam belajar, mempelajari sesuatu
dari hal sederhana hingga bisa mengaplikasikan sesuatu dari pembelaja-
ran sebelumnya.
42 Pupuk Limbah Susu Cair
Daftar Pustaka
Ade Rinaldi. 2019. “Pertumbuhan dan Produksi Tomat yang Diberi Hormon Tumbuh Alami Ekstrak Jagung
dan Ekstrak Bawang Merah”, Jurnal Sinergitas Multidisiplin Imu Pengetahuan dan Teknologi, Vol 2.
Bucaille, Maurice, Bibel. 2000. Qur’an, dan Sains Modern, terj. Dari: La Bible La Qur’an Et La Scince.
cetakan III, Jakarta: PT Bulan Bintang.
Benton Jones Jr. 2008. Tomato Plant Culture: In the Field, Greenhouse, and Home Garden. New Work :
CRC Press.
Cahyono, B. 1998. Tomat: Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Dalmon A, Bouyer S, Cailly M, Girard M, Lecoq H, Desbiez C, & Jacquemond M. 2005. First report of To\
mato chlorosis virus and Tomato infectious chlorosis virus in Tomato crops in France. Plant Dis.
89(11): 1243.
Damanhuri, Prof. Enri. Tri Padmi. 2006. Diktat Kuliah TL-3150 Pengelolaan Sampah Edisi Semester I
2006/2007. Bandung: ITB Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Tenik Sipil & Lingkungan.
Desmarina, R. 2009. Respon Tanaman Tomat terhadap Frekuensi dan Taraf Pemberian Air. Skripsi. Bogor:
Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Djaenudin, D., Marwan, H., Subagjo, H., dan A. Hidayat. 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk
Komoditas Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian.
Bogor. Hal 36.
Drajad, Sastramihardja. 1990. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan.Bandung. (Institut Teknologi Bandung).
Dwicaksono, M.R.B., Suharto, B., L.D. Susanawati. 2013. Pengaruh Penambahan Effective Microorganisme
pada Limbah Cair Industri Perikanan Terhadap Kualitas Pupuk Cair Organik. Malang: Fakultas
Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya.
Fitriani, E. 2012. Untung Berlipat Budidaya Tomat Di Berbagai Media Tanam. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press.
Hadisuwito, Sukamto. 2012. Membuat Pupuk Cair. PT. Ago Media Pustaka. Jakarta.
Istiyastuti dan T. Yanuharso. 1996. Kultur Hidroponik (Bertanam Tanpa Tanah). Bandung: Trigenda Karya
Langkah Sembiring dan Sudjino. Biologi Kelas XII. 2009. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional
Marthin A. Kalay, J. Patty dan M. Sinay. 2015. Perkembangan Alternaria solani pada Tiga Varietas Tanaman
Tomat. Jurnal Agrikultura 2015, 26 (1): 1-6.
Reynal Maong, dkk. 2016. “Aktivitas Ekstrak Buah Tomat (Lycopersicum esculentum MILL) Sebagai
Penstabil Oksigen Singlet Dalam Reaksi Fotooksidasi Asam Linoleat”, Jurnal MIPA UNSRAT
ONLINE (1).
Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid III. Bandung : Institut Teknologi Bandung.
Siddiq, J. 2010. Rahasia, Khasiat dan Manfaat Bumbu Dapur, Rempah- rempah dan Sayuran. Yogyakarta :
Surya Media.
44 Pupuk Limbah Susu Cair
Pupuk limbah susu cair
merupakan pupuk yang bahan
dasarnya terbuat dari limbah susu
yang berasal dari sisa pembuangan
air susu yang gagal dalam uji kuali-
tas ataupun sisa susu yang dalam masa
penyimpanannya telah mengalami ker-
usakan sehingga mengakibatkan susu
tidak layak konsumsi atau basi. Dalam
keadaan tertentu limbah ini mengakibatkan
pencemaran dan merusak lingkungan yang
dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan
menyengat. Untuk mengatasi hal ini maka dib-
uatlah POC dari limbah susu yang memiliki man-
faat dan nilai guna.
Topik pembahasan pada e-magazine ini adalah
pengaruh pupuk limbah susu cair terhadap pertumbu-
han tanaman tomat. Melalui e-magazine ini pembaca
diharapkan mengetahui dan memahami apa itu pupuk
limbah susu cair dan lebih peduli terhadap pentingnya
menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem dari
penggunaan pupuk kimia yang berlebih.