The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indhahpermatasari55, 2022-02-13 02:28:31

4001417036_BAHAN AJAR

4001417036_BAHAN AJAR

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Buku Bahan
Ajar IPA SMP/MTs pada bab 5 materi zat aditif dan zat adiktif kelas VIII semester genap
dengan baik dan tepat waktu.

Dengan dibuatnya Buku Bahan Ajar IPA ini, penulis berharap agar dapat bermanfaat
dan membantu dalam memahami materi zat aditif dan zat adiktif. Selanjutnya, rasa terimakasih
yang penulis ucapkan kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian Buku Bahan
Ajar IPA ini.

Penulis sangat menyadari sekali bahwa Buku Bahan Ajar ini masih jauh dari
kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca demi menuju
kesempurnaan Buku Bahan Ajar ini kedepannya. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih,
mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca. Selamat membaca!

Demak, Februari 2022

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………. ii
Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran ……………………………………………………….iii
Peta Konsep ………………………………………………………………………………………….iv

A. Zat Aditif
1. Pengertian Zat Aditif …………………………………………………………………………..1
2. Penggolongan Zat Aditif ……………………………………………………………………….2
3. Dampak Zat Aditif Bagi Kesehatan …………………………………………………………. 13
4. Upaya Mencegah Penggunaan Zat Aditif ……………………………………………………. 14

B. Zat Adiktif dan Psikotropika
1. Pengertian Zat Adiktif ………………………………………………………………………... 16
2. Jenis-Jenis Zat Adiktif ………………………………………………………………………... 16
3. Dampak Zat Adiktif Bagi Kesehatan …………………………………………………………. 20
4. Upaya Mencegah Penggunaan Zat Adiktif …………………………………………………… 20

Glosarium……………………………………………………………………………………………. 21
Uji Kompetensi ……………………………………………………………………………………… 22
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………….. 24

3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta
dampaknya terhadap kesehatan.

4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi
kesehatan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan percaya diri dapat menguraikan jenis-jenis zat aditif.
2. Dengan cermat dapat memberi contoh zat aditif alami dan buatan.
3. Dengan percaya diri dapat menguraikan jenis-jenis zat adiktif.
4. Dengan bertanggungjawab dapat mengidentifikasi berbagai zat aditif dalam makanan

dan minuman.
5. Dengan percaya diri dapat memperkirakan pengganti zat aditif buatan dan dampak

negatifnya.
6. Dengan bertanggungjawab dapat mengidentifikasi berbagai zat adiktif.
7. Dengan cermat dapat menjelaskan cara kerja dan dampak penggunaan zat adiktif bagi

kesehatan.

PETA KONSEP

ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF

Zat Aditif Dampak Zat Adiktif & Psikotropika
Pewarna Penggunaan Zat Stimulan
Pemanis Aditif dan Zat Depresan
Penyedap
Pengawet Adiktif Bagi
Antioksidan Kesehatan

Narkoba

Minuman Keras

Psikotropika

Nikotin
Kafein

Apakah anda pernah melihat atau
membeli makanan di pasar atau toko kue?
Jika anda amati dengan saksama, berbagai
makanan (kue) tersebut tentu memiliki warna
yang menarik, rasa yang manis, bahkan
beberapa diantaranya bahkan tahan (awet)
dalam jangka waktu tertentu. Menurut anda,
mengapa makanan tersebut memiliki sifat-
sifat tersebut? Hal ini dapat terjadi, jika ke
dalam makanan ditambahkan zat aditif.

Zat aditif ada beberapa macam, seperti zat warna, zat pemanis, zat pengawet, dan zat
penyedap. Penambahan zat aditif pada makanan, berfungsi untuk mempertegas cita rasa dan
aroma pada makanan, memperbaiki penampilan makanan, serta untuk mengawetkan makanan.
Meskipun bermanfaat, tenyata penambahan zat aditif, khususnya zat aditif buatan memiliki
dampak buruk bagi kesehatan manusia. Untuk mengetahuinya, mari kita simak materi berikut
ini!

A. Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan dan dicampurkan dalam pengolahan
makanan untuk meningkatkan mutu makanan. Zat aditif pada makanan ada yang
menguntungkan dan ada yang merugikan. Oleh karena itu, pemakaian zat aditif pada makanan
tidak boleh sembarangan. Bahan kimia dibedakan menjadi dua, yaitu bahan kimia alami dan
bahan kimia buatan.

Bahan kimia alami dalam makanan dibuat dengan mengambil ekstrak bahan alami.
Contohnya asam sitrat dari bahan jeruk dan lesitin dari kuning telur atau kedelai. Bahan kimia
buatan dalam makanan dibuat dengan cara menyintesis (mereaksikan) senyawa kimia sehingga
membentuk bahan aditif. Contohnya asam benzoate dan monosodium glutamate atau MSG.

Perbedaan antara zat aditif alami dan buatan dapat dilihat pada tabel berikut.

Zat Aditif Alami Zat Aditif Buatan

Berasal dari bahan alami Berasal dari senyawa kimia

Warnanya kurang stabil (mudah rusak) Lebih stabil

Konsentrasi sulit diatur Konsentrasi dapat diatur

Harganya mahal Harganya lebih murah

Tidak membahayakan Pada dosis yang tidak sesuai dapat

membahayakan kesehatan

Tujuan penggunaan zat aditif dalam makanan sebagai berikut:

1. Mempertegas cita rasa dan aroma makanan.

2. Memperbaiki penampilan agar lebih menarik.

3. Sebagai bahan pengawet

Berdasarkan fungsinya, zat aditif makanan dapat digolongkan sebagai berikut.

1. Zat Pewarna

Zat pewarna pada makanan adalah bahan tambahan pada makanan yang dapat

memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan zat pewarna pada umumnya

bertujuan untuk memperoleh warna makanan yang lebih menarik.

Fungsi zat pewarna pada makanan sebagai berikut.

a. Mendapatkan warna yang sama atau seragam pada makanan yang warna asalnya tidak

sama.

b. Memperbaiki penampilan makanan yang warnanya pudar akibat proses pemanasan.

c. Memperoleh penampilan makanan yang lebih menarik.

d. Mendapatkan warna yang lebih tua dari warna aslinya.

e. Sebagai indikator visual (penglihatan) untuk menentukan kualitas makanan.

f. Mempertahankan warna agar tidak memudar.

Terdapat banyak jenis bahan pewarna, tetapi tidak semua pewarna itu dapat digunakan

pada makanan. Terdapat dua jenis pewarna makanan, yaitu pewarna alami dan pewarna

buatan.

a. Pewarna alami (natural colour)

Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang diambil dari tumbuh-tumbuhan atau

batu-batuan secara langsung.

Contoh:
1) Warna hijau, yang berasal dari daun pandan dan daun suji, digunakan untuk berbagai

olahan kue basah.
2) Warna kuning, berasal dari kunyit, digunakan untuk nasi kuning, tahu, dan bandeng.
3) Warna coklat, berasal dari buah coklat dan caramel, digunakan untuk berbagai olahan

kue, baik kue kering maupun kue basah.
4) Warna kuning-merah (orange), berasal dari wortel, digunakan untuk kue, sayur, dan

sirup.
5) Warna merah, berasal dari daun jati, digunakan untuk sayur gudeg.

Gambar Daun Jati Gambar Kunyit

Gambar Daun Pandan Gambar Wortel

b. Pewarna buatan (sintesis)
Pewarna buatan (sintesis) merupakan pewarna yang lebih stabil dan lebih beragam serta
lebih praktis penggunaannya.
Contoh:
1) Warna hijau (hijau CFC), digunakan untuk buah pir kalengan, dan acar mentimun.
2) Warna kuning (kuning CFC) dan tartrazine, digunakan untuk es krim dan jeli.
3) Warna coklat (coklat HT), digunakan untuk minuman ringan dan makanan cair.
4) Warna biru (biru berlian), digunakan untuk es krim, jeli, dan kapri kalengan.
5) Warna merah (eritrosin) dan amaranth, digunakan untuk saus apel, udang kalengan,
dan buah pir kalengan.

2. Zat Pemanis
Bahan pemanis adalah bahan kimia yang ditambahkan pada makanan atau minuman

yang berfungsi sebagai pemberi rasa manis. Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi dua
sebagai berikut.
a. Zat Pemanis Alami

Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat
pemanis alami dapat pula diperoleh dari buah-buahan dan madu. Zat pemanis alami
berfungsi sebagai sumber energi. Apabila kita mengkonsumsi pemanis alami secara
berlebihan, kita akan mengalami resiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk
badannya, sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis
alami terlalu tinggi.

Gambar Gula Kelapa Gambar Gula Tebu

b. Zat Pemanis Buatan (Sintesis)

Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai

sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki penyakit kencing manis

(diabetes mellitus) biasanya mengkonsumsi pemanis sintesis sebagai pengganti pemanis

alami. Beberapa contoh pemanis buatan, yaitu sakarin, siklamat, sorbitol, kalium

asesulfam, aspartame, dihidrokalkon, dan flavonoid neohesperidin.

Gambar Aspartame Gambar Siklamat

3. Zat Pengawet
Zat pengawet sangat berguna untuk melindungi bahan makanan agar tidak cepat
membusuk, mengurangi atau terkena hama, atau terserang bakteri. Seiring dengan waktu
dan perkembangan ilmu pengetahuan, ditemukan pula berbagai cara pengawetan sebagai
berikut.
a. Pengalengan (canning)
Bahan makanan dipanaskan, kemudian dikemas rapat di dalam kaleng dalam
kondisi steril. Kondisi steril berarti terbebas dari mikroorganisme. Pengemasan tidak
memungkinkan mikroorganisme untuk masuk dan berkembang. Contoh susu dan
berbagai jenis buah kalengan.
b. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur atau memanaskan. Pengeringan
berarti menghilangkan air. Tanpa air yang cukup, mikroorganisme tidak dapat hidup
dan berkembang. Contoh ikan kering dan dendeng.
c. Pembekuan/ Pendinginan
Pembekuan menyebabkan air membeku, sehingga mikroorganisme tidak dapat
menggunakannya untuk hidup dan berkembang. Pendinginan juga memperlambat
metabolisme mikroorganisme pembusuk. Contoh ikan beku dan daging beku.
d. Iradasi (Penyinaran)
Sinar ultraviolet atau sinar gama (dari zat radioaktif tertentu) dapat mematikan atau
menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan makanan tanpa merusak
bahan makanan tersebut. Contoh udang dan kentang.
e. Bahan Pengawet
Bahan pengawet ditambahkan ke dalam makanan dan minuman untuk membunuh
atau mencegah perkembangbiakan mikroorganisme, sehingga makanan dan minuman
menjadi lebih tahan lama.

Zat pengawet dapat dikelompokkan menjadi zat pengawet alami dan zat pengawet buatan.
a. Zat pengawet alami, berasal dari alam. Contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai

untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan
untuk mengawetkan ikan.
b. Zat pengawet buatan (sintesis), berasal dari hasil sintesis dari bahan-bahan kimia.
Contohnya asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionate atau
kalsium propionate dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. Garam natrium
benzoate, asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan.

Gambar Pengawet Buatan Gambar Pengawet Alami

Terdapat beberapa pengawet yang tidak boleh digunakan untuk mengawetkan makanan

yaitu formalin dan boraks. Formalin ini penggunaannya untuk mengawetkan mayat atau

binatang yang sudah mati. Apabila formalin digunakan pada makanan dapat menyebabkan

kanker. Sedangkan boraks selain dapat menghambat bakteri pembusuk makanan juga dapat

membuat makanan menjadi kenyal, yang dulu sebelum dilarang sering digunakan dalam

mengolah pentol bakso. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industry non-pangan

seperti industri kertas, kayu, gelas, dan keramik. Penggunaan boraks pada makanan bisa

menyebabkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, dan hati.

4. Zat Penyedap

Zat penyedap makanan adalah bahan yang dapat memberikan, menambah atau

mempertegas rasa dan aroma makanan. Penggunaan penyedap bertujuan untuk:

a. Meningkatkan cita rasa makanan.

b. Mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang saat pemrosesan.

c. Memberi cita rasa tertentu kepada makanan yang tidak dijumpai.

Zat penyedap dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni zat penyedap alami dan zat
penyedap buatan.
a. Zat Penyedap Alami, berasal dari tumbuh-tumbuhan baik biji, daun, umbi, atau buah.

Contohnya merica (lada), ketumbar, kemiri, lengkuas, kunyit, kunci, jahe, kencur, daun
serai, daun salam, bawang merah, bawang putih, pala, daun jeruk purut, dan cabai.
b. Zat Penyedap Buatan, contohnya MSG (monosodium glutamate) atau vetsin yang dibuat
dari bahan tetes tebu melalui proses fermentasi (peragian), amil valerat, isoamil asetat,
etil butirat, dan oktil asetat.

Gambar Pengawet Alami Gambar Pengawet Buatan

5. Antioksidan

Digunakan untuk mencegah makanan menjadi tengik karena bereaksi dengan oksigen

(reaksi oksidasi). Antioksidan dibedakan menjadi dua, yakni antioksidan alami dan

antioksidan buatan. Contoh antioksidan alami yaitu air jeruk nipis, sedangkan contoh dari

antioksidan buatan yaitu BHT (butil hidroksi toluen).

Gambar Antioksidan Alami Gambar Antioksidan Buatan

Dampak Zat Aditif Pada Makanan
Dengan diizinkannya penggunaan zat aditif dalam industri makanan oleh pemerintah

lewat BPOM, serta dijual bebas dan digunakan oleh masyarakat secara luas, menjadi satu
pertanda bahwa zat aditif boleh dikonsumsi sepanjang tidak berlebihan atau sesuai dengan
aturan yang tercantum. Namun demikian, sesedikit apapun yang namanya zat kimia tetap saja
memberi dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Dampak negatif dari zat aditif tersebut
diantaranya adalah:
1) Penggunaan sakarin sebagai pemanis buatan secara berlebihan, dapat merangsang

tumbuhnya sel-sel tumor kandung kemih.
2) Formalin dan boraks menimbulkan dampak yang kompleks bagi kesehatan, diantaranya:

gangguan sistem saraf, pendarahan di lambung, komplikasi pada otak, gagal ginjal, dan
berbagai jenis penyakit lainnya yang menyerang organ otak, hati, ginjal, serta kulit.
3) Monosodium Glutamat (MSG), yaitu rasa sakit pada bagian kepala, seperti kepala berdenyut
serta pusing. Selain itu juga dapat merusak jaringan saraf, trauma, hipertensi, dan depresi.
4) Rhodamin B pada zat pewarna dapat menyebabkan kanker, keracunan paru-paru, dan
penyakit pada hidung, tenggorokan, serta usus.
5) Sunset Yellow pada zat pewarna dapat merusak kromosom.
6) Siklamat pada zat pemanis, menjadi penyebab penyakit kanker (karsinogenik).
7) Aspartan sebagai pemanis buatan, adalah penyebab gangguan saraf dan tumor otak.
8) CFC dan Tetrazine pada zat pewarna bisa merusak organ ginjal, hati serta meningkatkan
risiko hiperaktif pada anak-anak.
Upaya Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif

Penggunaan zat aditif pada makanan sering kali menimbulkan berbagai dampak negatif.
Dampak yang paling sering muncul adalah dari penggunaan bahan aditif sintesis karena
menggunakan bahan kimia hasil olahan industri. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk
mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan sebagai berikut.
1. Teliti memilih makanan dengan memeriksa kemasan, karat, atau cacat lainnya.
2. Menggunakan zat aditif yang berasal dari alam.
3. Memeriksa tanggal produksi dan masa kadaluwarsa.
4. Memeriksa bahan-bahan yang terkandung dalam makanan.
5. Memeriksa apakah makanan yang akan dikonsumsi telah terdaftar di Departemen

Kesehatan atau belum.

Aktivitas Peserta Didik!

Kegiatan I

Buatlah karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif! Bahan karya tulis dapat

diperoleh dari buku referensi, surat kabar, majalah, maupun internet.

Kegiatan II

Proses Kerja Bahan Pengembang dan Pewarna Alami

Tujuan : Mengamati proses kerja bahan tambahan pengembang dan pewarna alami

Alat dan bahan: Tepung terigu 300g, daun suji atau kunyit, air 100cm3, satu bungkus ragi roti

(fermipan) atau soda kue, gelas plastik 2 buah, dan kain kasa.

Petunjuk kerja :

1. Tumbuk daun suji sampai hancur (jika menggunakan kunyit, kenakan sarung tangan karena

jika tidak, dapat membuat tangan menjadi berwarna kuning).

2. Isi gelas plastik I dengan 100 cm3 air dan masukkan tumbukan daun suji ke dalamnya.

3. Peras-peras daun suji agar larut dalam air.

4. Saring larutan daun suji dengan kain kasa ke gelas plastik II.

5. Tambahkan terigu pada gelas plastik II dan aduk-aduk sampai menjadi adonan kue yang

kempal.

6. Tambahkan ragi roti atau soda kue ke dalam adonan, aduk-aduk kembali sampai benar-

benar rata.

7. Tutup gelas plastik II ini dengan kain kasa yang agak basah dan diamkan selama kira-kira

1 jam.

Bahan diskusi:

1. Pengamatan apa yang anda peroleh setelah tumbukan daun suji dilarutkan dalam air?

Mengapa demikian?

2. Pengamatan apa yang anda peroleh pada gelas plastik II setelah air daun suji gelas plastik I

disaring? Mengapa harus disaring?

3. Bagaimana keadaan adonan terigu sebelum ditambahkan ragi roti? Adakah perubahan pada

bentuk dan warnanya?

4. Bagaimana keadaan adonan terigu setelah didiamkan? Adakah perubahan warna dan

volume adonan itu? Mengapa demikian?

5. Apa yang dapat disimpulkan dari kegiatan tersebut?

B. Zat Adiktif dan Psikotropika

Zat adiktif adalah zat-zat kimia yang dapat mengakibatkan kecanduan atau ketagihan
pada pemakainya. Psikotropika adalah zat atau obat yang dapat mempengaruhi aktivitas mental
dan perilaku yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kejiwaan.
a. Stimulan (Obat Perangsang)

Golongan obat-obatan yang sangat efektif memberikan rangsangan terhadap otak dan
sistem saraf.
1) Amfetamin (Ekstasi), digunakan untuk

meningkatkan daya tahan dan kewaspadaan,
menghilangkan rasa letih dan lapar, dan
memberikan efek gembira (euphoria). Amfetamin
sering disalahgunakan oleh atlet sebagai doping
untuk meningkatkan prestasi diatas kemampuan
normalnya. Pemakaian yang berlebihan dapat
mengakibatkan kekacauan pikiran, perilaku ganas, halusinasi, stroke, dan serangan jantung.
2) Kokain, merupakan obat perangsang yang lebih kuat dari amfetamin. Obat ini dihasilkan
dari tanaman Erythroxylon coca. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek antara lain
menghambat perasaan lapar, menurunkan perasaan letih dan kebutuhan tidur, memicu
jantung, dan meningkatkan tekanan darah dan suhu badan.

Gambar Pohon Kokain Gambar Bubuk Kokain

b. Depresan

Golongan obat-obatan yang dapat memperlambat aktivitas sistem saraf pusat yang

mengakibatkan turunnya tingkat kesadaran disebut sebagai obat penenang.

1) Morfin, diperoleh dari getah tumbuhan Papaver somniverum. Morfin digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit, memberikan perasaan nyaman dan gembira, serta mengurangi
perasaan cemas dan gelisah. Secara medis, morfin digunakan untuk menghilangkan refleks
batuk dan mengatasi rasa sakit pada pembedahan.

2) Barbital, digunakan sebagai obat tidur, obat epilepsi (ayan), dan obat penenang pada
keadaan stress.

Gambar Morfin Gambar Barbital

c. Narkoba
Disebut juga narkotika yang artinya obat bius. Narkotika dibagi menjadi 3, yaitu:

1) Candu, disebut juga opium. Dapat digunakan untuk menghasilkan morfin, heroin, dan
kafein.

2) Coca, dikenal dengan nama tanaman Erythroxylon coca atau lomarch.
3) Ganja, dibuat dari tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Nama lainnya adalah

marijuana atau marihuana. Zat kimia berbahaya didalam daun ganja adalah THC (tetra
hydrocannabinol) yang dapat menyebabkan halusinasi.

Gambar Candu (Opium) Gambar Coca Gambar Ganja
d. Minuman Keras

Minuman keras mengandung alkohol yang disebut etanol. Alkohol diperoleh dari proses

peragian madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian. Kadar alkohol dalam darah maksimum 30-

90 mililiter per menit. Pengaruh peningkatan kadar alkohol dalam darah akan menyebabkan

orang euphoria (mabuk), tetapi setelah mengalami penurunan orang tersebut menjadi depresi.

Contoh minuman keras antara lain bir (kadar etanol 1-5%), anggur dan whisky (kadar etanol 5-

20%), arak dan brandy (kadar etanol 20-55%).
e. Psikotropika

Psikotropika yang berpotensi sebagai penyebab sindrom ketergantungan digolongkan
menjadi 4, yaitu sebagai berikut.
1) Golongan I, jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan

ketergantungan dan dinyatakan sebagai barang terlarang. Contoh ekstasi.
2) Golongan II, jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan

ketergantungan. Contoh fleksilidine (PCP).
3) Golongan III, jenis ini mempunyai potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan.

Contoh flunitrazepam, rohipnol, dan magadon.
4) Golongan IV, jenis ini mempunyai potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan.

Contoh alparozolam (xanax) dan bromazepam (lexotan).

Gambar Minuman Keras Gambar Psikotropika

f. Nikotin
Terkandung dalam daun tembakau. Tembakau kemudian dibuat menjadi rokok. Selain

nikotin, rokok dan asapnya juga mengandung 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.
g. Kafein

Kafein merupakan zat stimulant (pembangkit semangat). Kafein berfungsi sebagai
menghilangkan rasa kantuk, letih, dan lapar. Dalam bahan alami, kafein terdapat dalam the atau
kopi dalam kadar yang rendah. Teh atau kopi dapat menimbulkan kecanduan jika dikonsumsi
berlebihan (lebih dari 20 gelas per hari).

Gambar Nikotin Gambar Kafein

Dampak Zat Adiktif dan Psikotropika Bagi Kesehatan
Penggunaan zat adiktif dapat mengakibatkan kecanduan baik secara psikis maupun

psikologis yang mengakibatkan badan dan jiwa selalu memerlukan obat atau zat tertentu
sehingga dapat berdampak bagi kesehatan.
1) Penggunaan heroin, morfin, opium dan kodein dalam jangka pendek dapat menghilangkan

rasa nyeri, mengurangi ketegangan, dan memberi rasa nyaman. Penggunaan jangka
panjang dapat menyebabkan ketergantungan, menyebabkan sembelit, gangguan siklus
menstruasi, dan impotensi.
2) Penggunaan ganja, pada jangka pendek akan timbul rasa cemas dan gembira menjadi satu,
banyak bicara, tertawa terbahak-bahak, halusinasi, peningkatan denyut jantung, mata
merah, dan tenggorokan kering. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan daya
pikir berkurang, motivasi menurun, perhatian ke lingkungan sekitar berkurang, radang
paru-paru, daya tahan tubuh menurun, dan gangguan sistem peredaran darah.
3) Penggunaan kokain dalam jangka pendek, yaitu rasa percaya diri meningkat, banyak
bicara, rasa lelah hilang, kebutuhan tidur berkurang, dan halusinasi perabaan dan
penglihatan. Penggunaan jangka panjang kokain adalah kurang gizi, anemia, kerusakan
pada organ hidung, dan gangguan kejiwaan.
4) Penggunaan inhalansia juga dapat membuat ilusi, halusinasi, dan persepsi yang salah
(misalnya merasa dapat terbang, sehingga pengonsumsi akan terjun dari tempat tinggi).
Penggunaan inhalansia dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan otak, paru-
paru, ginjal, dan jantung.
5) Minuman keras (Alkohol) yang masuk ke dalam tubuh akan mengalir melalui pembuluh
darah menuju ke otak, sehingga menekan kerja otak. Akibat jangka pendek dari
mengonsumsi alkohol adalah mabuk, jalan sempoyongan, dan menyebabkan keinginan
untuk merusak. Di dalam jangka panjang, alkohol dapat merusak hati, merusak kelenjar
getah lambung, merusak sistem saraf, menyebabkan gangguan jantung, dan meningkatkan
resiko kanker. Ibu hamil pecandu alkohol beresiko melahirkan bayi dalam keadaan cacat.

Upaya Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Zat Adiktif
Dengan adanya dampak negatif dari penggunaan zat adiktif. Zat adiktif juga dapat

dicegah atau diupayakan untuk menguranginya agar tidak berdampak lebih buruk bagi
kesehatan.

1) Banyak memberikan penyuluhan kepada generasi muda khususnya akan bahaya zat-zat
psikotropika tersebut.

2) Meningkatkan hubungan keharmonisan rumah tangga.
3) Memperbanyak kegiatan yang bermanfaat dan positif.
4) Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aktivitas Peserta Didik!
Kegiatan I
1. Adakah panti rehabilitasi untuk pengguna obat-obatan terlarang di dekat sekolah atau

lingkungan sekitar anda?
2. Jika ada, lakukanlah kunjungan ke panti rehabilitasi tersebut!
3. Galilah informasi mengenai beberapa hal berikut!

a. Penyebab orang-orang tersebut mengonsumsi dan menyalahgunakan obat-obatan
terlarang.

b. Cara yang dilakukan untuk pihak pengelola panti rehabilitasi untuk menyembuhkan
ketergantungan para pasiennya.

4. Dari informasi yang anda dapatkan, simpulkan cara yang paling tepat untuk menghindarkan
diri dari perbuatan menyalahgunakan obat-obatan terlarang!

5. Presentasikan hasil kegiatan anda di depan kelas!
Kegiatan II
Buatlah karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat adiktif dengan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar. Bahan karya tulis dapat diperoleh dari buku referensi, surat kabar, majalah,
maupun internet.

GLOSARIUM

Kafein : alkaloid yang terdapat dalam biji kopi dan daun teh

Zat Aditif : zat yang ditambahkan ke dalam suatu produk dengan tujuan tertentu

Zat Adiktif : zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat

dan ketergantungan psikologis yang panjang

UJI KOMPETENSI

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan pernyataan berikut!

1) Memberikan warna yang menarik.
2) Menambah nilai gizi pokok.
3) Mengawetkan makanan.
4) Memberikan efek kecanduan.
Dari pernyataan tersebut, yang merupakan tujuan pemberian zat aditif pada makanan adalah ….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 1 dan 3
D. 2 dan 4
2. Perhatikan komposisi makanan kemasan berikut!

Tepung terigu, telur, gula, coklat bubuk, susu bubuk, mentega, perisa coklat dan vanilli
Zat aditif yang terdapat dalam komposisi makanan kemasan tersebut adalah....
A. Tepung terigu dan susu bubuk
B. Telur dan mentega
C. Coklat bubuk dan telur
D. Perisa coklat dan vanili
3. Disaat membuat kue lapis berwarna hijau Bu Ayu ingin menjaga agar bahan yang digunakan
tidak menimbulkan gangguan kesehatan maka bahan makanan manakah yang sesuai digunakan
oleh Bu Ayu ....
A. Fast green FCF
B. Caramel
C. Kurkumin
D. Daun suji
4. Berikut ini yang merupakan zat aditif yang dapat digunakan untuk mengawetkan makanan
adalah .…
A. Natrium benzoat dan asam propinat
B. Kurkumin dan caramel
C. Asam benzoatt dan tatrazin
D. Aspartame dan asam siklamat

5. Fizi sangat menyukai jajanan seperti bakso, mie ayam dan soto. Seperti diketahui, pedagang
basko, mie ayam dan soto tersebut selalu memberikan zat tambahan sehingga membuat
makanan itu semakin lezat. Tapi, setelah beberapa waktu Fizi rajin mengkonsumsi makanan
tersebut, Fizi sekarang sering mengalami sakit kepala, detak jantung berdebar cepat, mati rasa
dan mual. Jika dilihat dari gejala yang dirasakan Fizi, hal itu dikarenakan Fizi terlalu sering
mengkonsumsi zat aditif berikut, yaitu ….
A. Sakarin
B. Mono Sodium Glutamat
C. Aspartame
D. Tatrazin

6. Heroin, kokain dan morfin merupakan jenis narkotika yang sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan kematian. Cara kerja ketiga jenis narkotika itu adalah menekan saraf pusat dan
mengurangi fungsi organ tubuh. Melihat cara kerjanya tersebut, maka heroin, kokain dan
morfin merupakan narkotika jenis .…
A. Sedatif
B. Depresan
C. Stimulant
D. Halusinogen

7. Perhatikan gejala pengguna narkotika berikut!
1) Muka pucat.
2) Sikap acuh tak acuh.
3) Badan kurus kering.
4) Bersikap tertutup dan serig curiga.
Ciri psikis seorang yang menggunakan narkotika adalah .…
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 2) dan 4)

8. Chiko adalah seorang penggemar kopi. Tiada hari tanpa kopi dan dia tidak bisa tanpa minum
kopi. Hal ini disebabkan oleh kopi yang mengandung zat aditif yaitu ….

A. Nikotin
B. Kafein
C. Amfetamin
D. Theine
9. Dampak fisiologi penggunaan zat adiktif dan psikotropika pada pemakai adalah .…
A. Menurunnya fungsi kerja organ tubuh
B. Merasa nyaman dalam pergaulan
C. Susah menerima pelajaran
D. Selalu bersemangat
10. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Melakukan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga.
2) Mengikuti kegiatan agama di lingkungan sekitar.
3) Mengajak teman-teman untuk pergi ke diskotik.
4) Melakukan kegiatan main game online di warnet.
Berdasarkan pernyataan tersebut, yang dapat kita lakukan sebagai upaya untuk meghindar dari
pengaruh dan bahaya zat aditif dan psikotropika adalah .…
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 1 dan 3
D. 2 dan 4

Kunci jawaban

1. C 6. B

Zat aditif diberikan pada makanan dan Narkotika jenis depresan bekerja dengan

minuman bertuuan untuk meningkatkan cara menekan saraf pusat dan megurangi

kualitas, kewatean, cita rasa dan aroma serta fungsi kerja organ tubuh sehingga

menambah kemenarikan. pemakainya bisa kehilangan kesadaran.

2. D 7. D

Perisa coklat merupakan zat aditif yang Ciri psikis orang yang menggunakan zat

diberikan untuk menambah rasa coklat pada adiktif adalah pengaruh yang ditimbulkan

makanan dan vanili merupakan zat aditif oleh perubahan sikap seperti bersikap

yang digunakan untuk menambah aroma acuh, tidak tenang, merasa curiga dan

pada makanan. tertutup.

3. D 8. B

Daun suji merupakan zat pewarna alami Zat adiktif yang terkandung pada kopi

yang dapat memebrikan warna hijau. adalah kafein.

Pewarna alami ini sangat baik digunakan dan

tidak menimbulkan efek bagi kesehatan

manusia.

4. A 9. A

Bahan pengawt makanan ada yang alami dan Efek yang ditimbulakn secara fisiologis

buatan. Contoh pengawet buatan adalah pada seorang yang menggunakan zat

asam propinat dan natrium benzoate. adiktif adalah menurunnya fungsi kerja

organ tubuh.

5. B 10. A

Mono Sodium Glutamat jika dikonsumsi Upaya yang dapat dilakukan agar kita

dalam jumlah banyak dan sring aan dapat terhindar dari bahaya zat adiktif

menimbulkan gejala seperti sakit kepala, adalah dengan cara memiliki iman yang

denyut jantung berdebar cepat, mual, dan kuat dengan cara rajin mengikuti kegiatan

mati rasa. agama, melakukan kegiatan positif seperti

berolahraga dan hal-hal positif lainnya.

Daftar Pustaka

Fauziah, Nenden, dan Dwidjoseputro. (2014). Ilmu Pengetahuan Alam 2 untuk SMP/MTs
Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan (BSE).

Karim, Saeful, dan Syamsuri. (2016). Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk
SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan (BSE).

Kemendikbud. (2014). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta:
Kemendikbud.

Purjiyanta, E. (2015). IPA Terpadu untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga.


Click to View FlipBook Version