Hal. 01
Sudahkah yang terbaik
Have I Done My Best for Jesus? Thursday, 09 Juni 2022
Bait 1
Sudahkah yang terbaik ku berikan
Kepada Yesus Tuhanku
Besar pengurbananNya di Kalvari
DiharapNya terbaik dariku
Reff :
Berapa yang terhilang tlah ku cari
Dan ku lepaskan yang terbelenggu
Sudahkah yang terbaik ku berikan
Kepada Yesus Tuhanku
Bait 2
Begitu banyak waktu yang terluang
Sedikit ku bri bagiNya
Sebab kurang kasihku pada Yesus
Mungkinkah hancur pula hatinya
Back to reff…
Bait 3
Telah ku perhatikankah sesama
Atau ku biarkan tegar
Ku patut menghantarnya pada Kristus
Dan kasih Tuhan harus ku sebar
Back to reff…
Sudahkah yang terbaik ku berikan?
Sebuah lagu yang sangat memukau dan
memukulku, Air mata jatuh tertetes ketika
merenungkan setiap kata demi kata dan
kalimat demi kalimat setiap lirik lagunya.
Sudahkah yang terbaik ku berikan
Kepada Yesus Tuhanku?
SWIPE
Hal. 02 09 Juni 2022
Sudahkah yang terbaik
Aku menanyakannya di lubuk hatiku yang paling dalam, Apa yang sudah aku
lakukan untuk Yesus yang telah memberikan yang terbaik untukku. Dia
memberikan Segalanya untukku, Mati untukku, dan membayar lunas segala
dosa-dosaku. Lalu Apa yang sudah ku berikan untukNya? Sudahkah aku
menghargai pengurbananNya yang telah mencurahkan darahNya bagiku?.
Aku lebih banyak menuntut yang terbaik dariNya. Sering sekali aku lupa diri
dan tidak tau malu di hadapanNya. Siapakah Aku di HadapanNya? Sehingga
aku layak menerima kasih karuniaNya? Aku hanyalah seorang berdosa yang
diciptakan dari debu tanah. Aku tidak layak.
Setelah memandang ke belakang Ternyata Tak ada yang terbaik yang
telah aku berikan untukNya. Yang banyak kutemukan adalah keluh
kesahku, ketakutanku, kekhawatiranku, bahkan sering aku memberontak
dihadapanNya. Masih sering Berkutat dalam dosa yang melukakan
hatiNya.
Aku sedikit bercerita tentang masa laluku, sebagian teman-teman yang
mengenalku pasti sudah tidak asing mendengar ceritaku yang ini.
Sejak aku berusia 7 tahun aku sudah mulai mengenal pornografi yang
diperkenalkan oleh seorang abang sepupuku yang menyajikannya dalam
sebuah CD dan diputar melalui DVD Televisi di rumahnya. Saat itu aku
memang terlalu polos dan tidak begitu paham, namun ternyata memori
otakku menyimpan itu semua walaupun ketika masih SD tidak begitu terlalu
besar dampaknya, namun ternyata ketika memasuki SMP-SMA masih
terngiang-ngiang dan menyimpan itu dalam otakku, sehingga waktu itu aku
kecanduan dalam pornografi bahkan dalam kesepian aku menghabiskan
waktu untuk menonton semua jenis film porno berbagai versi. SWIPE
Hal. 03 09 Juni 2022
Sudahkah yang terbaik
Jika ada teman-teman yang menanyakan apa film Favoritku maka aku bisa
menguraikannya dari berbagai versi. Di bangku Perkuliahan tak jarang untuk
tidak jatuh kadang masih sangat rentan, namun bersyukurnya Tuhan
menangkapku melalui sebuah komunitas.
Sejak itu aku mulai bertobat dan mengambil komitmen untuk tidak jatuh. Jika
ada teman-teman yang kecanduan pornografi maka anda pasti tahu bahwa
tidak mudah untuk tidak jatuh dalam lobang yang sama. Anda tak bisa
secepat itu untuk bangkit karena memori otak kita menyimpan itu semua
apalagi diperhadapkan dengan akses yang lebih mudah sekarangi ini. Salah
satu cara yang paling Efektif untuk bangkit adalah terbuka dan jujur dan
akuilah itu dihadapan Tuhan serta meminta salah seorang pembimbing
rohani yang menuntun dan mengingatkan anda.
Lalu ambillah komitmen tiap hari untuk tidak jatuh. Cara yang lain yang
pernah aku lakukan adalah menghindari kesepian, dan membatasi diri
untuk membuka media sosial, bahkan aku menghapus beberapa media
sosial salah satunya FB dan Youtube dari Andoridku.
Inilah Dosa yang sejak umur 7 tahun aku mulai mengenalnya hingga 16
tahun kemudian dampaknya begitu besar terhadap pola pikir dan
pertumbuhanku secara umum. Ini bagian dari kisahku ketika hari ini aku
mulai menghitung mundur ke belakang. Tentunya Anda Pasti punya kisah
yang berbeda. Aku bersyukur Tuhan mengingatkanku.
Saat ini aku menuju 5 tahun dibangku perkuliahan, Aku bertanya apa yang
sudah aku berikan untuk Dia.?
Hasilnya hampir nihil tak ada. Aku memang menjalankan studiku tetapi aku
belum memberikan yang terbaik, banyak Pelayanan dan tanggung jawab
yang aku kerjakan dan sebagian orang menilai aku bisa mengerjakan
dengan baik namun pada kenyataannya itu bukanlah yang terbaik. Aku
belum memberikan yang terbaik untukNya.
SWIPE
Hal. 04 09 Juni 2022
Sudahkah yang terbaik
Tidak ada sesuatu yang terbaik yang aku lakukan untuk Dia dibandingkan
dengan DarahNya yang telah dicurahkan bagiku. Aku sering kamuflase
membalut dan membungkus setiap yang aku kerjakan dengan Alasan untuk
menyenangkanNya. Aku bobrok dan sangat hina dihadapanNya. Telalu
banyak aku mengeluh, terlalu banyak aku khawatir, terlalu banyak aku
menuntut Dia, dan terlalu banyak aku melukakan hatiNya.
Begitu banyak waktu yang terluang
Sedikit ku bri bagiNya
Sebab kurang kasihku pada Yesus
Mungkinkah hancur pula hatinya
Bait kedua lagu tersebut menyadarkanku betapa banyak waktu yang
telah diberikanNya untukku selama 23 tahun terakhir namun sedikit aku
memberikan yang terbaik untukNya. Semakin kesini semakin menyadari
bahwa waktuku semakin sedikit. Di Waktu yang pendek dan
kesementaraan itulah yang harus dipertanggungjawabkan di kemudian
hari, bagaimana jika Dia Berkata Hei,,, Toni! Aku sudah mati dan
memberikan yang terbaik untukmu, Apa yang sudah kau lakukan?
Sudahkah kau menggunakan waktu dan kesempatan yang kuberikan
selama kau hidup? Apakah jawabku?
Hidup ini adalah kesempatan, terlalu gampang bagi orang kristen masa kini
mengatakan jika hari ini aku mati maka aku akan pasti masuk surga. Hei stop
dulu, itu memang benar karena Dia telah memberikan pengharapan itu
untuk kita (Yoh. 3:16). Tetapi pertanyaannya layakkah kita hidup sewajarnya
ketika Dia telah memberikan Anugerah yang terbesar itu bagi Kita?.
Dalam Efesus 5:16 Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk hidup
mempergunakan waktu yang ada.
SWIPE
Hal. 05 09 Juni 2022
Sudahkah yang terbaik
“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”
Perhatikan, bagian kedua dari ayat tersebut diawali dengan kata "karena". Ini
menunjukkan kepada kita akan adanya akibat apabila kita tidak
mempergunakan waktu yang ada!
Mari bersama-sama membaca dan mengulang lirik lagu diatas, jika belum
pernah mendengarnya boleh ambil waktu untuk mendengarnya. Renungkan
makna dari setiap kalimat lagunya, dan tanyakanlah itu pada lubuk hatimu
yang terdalam.
Tuhan memang tidak pernah menuntut yang terbaik dari kita, tetapi
seharusnya kita sebagai umat yang telah ditebusNya, ada kesadaran di
dalam diri kita akan kasih Karunia yang telah diberikanNya kepada kita untuk
hidup setuturut dengan FirmanNya.
Telah ku perhatikankah
sesama
Atau ku biarkan tegar?
Ku patut menghantarnya
pada Kristus
Dan kasih Tuhan harus ku
sebar
Sudahkah yang terbaik ku
berikan
Kepada Yesus Tuhanku?
Maka jawabku, aku belum memperhatikan sesamaku dengan baik, Aku belum
menjadi teladan yang baik bagi orang-orang disekitarku, bahkan lebih
banyak aku menyakiti dan melukakan hati mereka, aku lebih mementingkan
diriku dibandingkan orang lain.
Itulah Jawabku, Apa Jawabmu?
Mari terus Tanyakanlah itu pada dirimu dan diriku, Jangan terlalu banyak
menuntut dan komplein di hadapanNya.! Lakukan bagianmu karena Dia
sudah melakukan bagian terbaikNya untuk kita.
Mari berjuang untuk menjadi pengikut sejati yang mampu menyangkal diri
terus menerus, Pikul salib setiap hari dan ikutlah Dia!.
SWIPE
1Timotius 6:12
Selamat Bertanding Dalam Iman
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan
rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah
dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di
depan banyak saksi.”
God Bless !