The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar, Media Pembelajaran, dan Lembar Kerja peserta didik (LKPD)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TRYPONIA NINING WIDIYASTUTI, 2023-01-24 06:00:47

Bahan Ajar, Media Pembelajaran, dan Lembar Kerja peserta didik (LKPD)

Bahan Ajar, Media Pembelajaran, dan Lembar Kerja peserta didik (LKPD)

BAHAN AJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, DAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) GEOGRAFI SMAN 1 SEWON 2 0 2 2


LK 2.3.2. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR A. PENDAHULUAN 1. Kompetensi dasar:/Capaian Pembelajaran 3.5 Menganalisis dinamika litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan 3.5.5 Mengidentifikasi dampak seisme terhadap kehidupan 4.5. Menyajikan proses dinamika litosfer dengan menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, video, dan/atau animasi 4.5.2 Membuat media dampak kerusakan gempa dan upaya mengurangi resiko gempa berupa design grafis, vlog, video, podcast, infografis. 2. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan 3 pengaruh Gelombang seisme terhadap kehidupan (C4) 2. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan upaya mengurangi resiko gempa bumi (C4) 3. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat mengevaluasi kerusakan yang terjadi akibat gempa berdasar Skala intensitas Mercalli (C5) 4. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat membuat media upaya mengurangi resiko gempa bumi (mitigasi bencana gempa bumi) (C6) 3. Peta Konsep Dampak seisme terhadap kehidupan Macammacam gelombang gempa Gelombang badan (Body wave) Gelombang P (Primary Wave) Gelombang S (Secondary Wave) Gelombang permukaan (Surface wave) Gelombang Love Gelombang Rayleigh Skala intensitas Mercalli Skala I Skala II Skala III Skala IV Skala V Skala VI Skala VII Skala VIII Skala IX Skala X Skala XI Skala XII Mitigasi Bencana Gempa Sebelum terjadi Gempa Saat terjadi Gempa Di dalam ruangan Di luar ruangan Di dalam Kendaraan Terjebak direruntuhan Di Pegunungan Di Pantai Setelah terjadi gempa


4. Petunjuk belajar Agar bahan ajar ini dapat digunakan secara maksimal maka kalian diharapkan melakukan langkah – langkah sebagai berikut: 1) Pelajarilah dan pahami peta konsep yang disajikan dalam bahan ajar ini. 2) Pelajarilah dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran. 3) Pelajarilah uraian materi secara sistematis dan mendalam pada setiap kegiatan pembelajaran. 4) Kerjakan soal-soal latihan di setiap akhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat penguasaan materi. 5) Diskusikan secara kelompok dan atau dengan guru jika mengalami kesulitan dalam pemahaman materi. 6) Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan minimal yakni setelah mendapatkan nilai 75 7) Untuk mengetahui ketuntasan belajar, hutunglah tingkat penguasaan materi dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kriteria tingkat penguasaan materi : 1. 90 % - 100% = Baik Sekali 2. 80 % - 89% = Baik 3. 75 % - 79 % = Cukup 4. Di bawah 75 % = Kurang B. PENYAJIAN MATERI DAMPAK SEISME TERHADAP KEHIDUPAN A. Macam-macam gekombang gempa a. Gelombang badan (Body wave), terdiri dari: a) Gelombang P atau biasa disebut gelombang Utama (Primary wave) atau gelombang kompresi (compressional wave), yaitu merupakan gelombang longitudinal dan gelombang tercepat, dengan kecepatan ±6 km/detik. Gambar 1. Ilustrasi Gerak Gelombang Gempa Primer (P) Sumber: https://hesa.co.id/gelombang-gempa-bumi-primer-p-wave/ b) Gelombang S biasa disebut gelombang kedua (Secondary wave) atau shear wave, merupakan gelombang transversal; yang bergerak dengan kecepatan ±4 km/detik. Gambar 2. Ilustrasi Gerak Gelombang Gempa Sekunder (S) Sumber: https://hesa.co.id/gelombang-gempa-bumi-sekunder/


b. Gelombang permukaan (Surface wave), terdiri dari: a) Gelombang Love Gelombang Love adalah gelombang geser yang terpolarisasi secara horizontal dan tidak menghasilkan perpindahan vertikal. Gelombang Love terbentuk karena interferensi konstruktif dari pantulan-pantulan gelombang seismik pada permukaan bebas. Pergerakan partikel gelombang Love sejajar dengan permukaan tetapi tegak lurus dengan arah rambatnya. Gelombang Love lebih cepat daripada gelombang Rayleigh dan lebih dulu sampai pada seismograf. Kecepatan merambat gelombang permukaan ini selalu lebih kecil daripada kecepatan gelombang P, dan umumnya lebih lambat daripada gelombang S. Gambar 3. Ilustrasi Gerak Gelombang Gempa Love Sumber: https://hesa.co.id/gelombang-cinta-love-wave/ b) Gelombang Rayleigh Gelombang Rayleigh atau groundroll adalah gelombang yang menjalar di permukaan bumi dengan pergerakan partikelnya menyerupai ellip. Karena menjalar di permukaan, amplitudo gelombang rayleigh akan berkurang dengan bertambahaya kedalaman. Didalam rekaman seismik, gelombang Rayleigh dicirikan dengan amplitudonya yang besar dan dicirikan dengan frekuensi rendah. Gambar 4. Ilustrasi Gerak Gelombang Rayleigh Sumber: https://hesa.co.id/rayleigh-wave/ B. Skala intensitas Mercalli Berdasarkan data seismometer, para ahli gempa bumi telah mengembangkan berbagai ukuran untuk mengukur kekuatan sebuah gempa. Skala yang terkenal dan banyak digunakan adalah skala yang disusun oleh Charles F. Richter dan Beno Gutenberg berdasarkan gempa yang terjadi di California pada 1906. Skala ini kemudian terkenal dengan nama skala richter. Perhatikan Tabel! Kekuatan (Magnitudo) Kategori Energi TNT >8 7–7,9 6–6,9 5–5,9 4–4,9 3–3,9 <3 Great (Sangat Kuat) Major (Besar) Strong (Kuat) Moderate (Sedang) Light (Ringan) Minor (Kurang) Very Minor (Sangat Kurang) – 32 megaton `– 32 kiloton 1 kiloton 29 ton <4 ton Tabel 1. Kategori skala richter Sumber: Gempa Jogja, Indonesia & Dunia, 2006


Skala richter menggunakan dasar penghitungan amplitude gelombang parameternya adalah beda waktu tempuh antaragelombang P dan gelombang S. Richter membagi kekuatan gempa ke dalam 10 bagian. Angka 10 adalah ukuran untuk gempa yang sangat kuat. Selain itu, ada Moment-Magnitude Scale, yang bisa digunakan untuk mengukur gempa berkekuatan luar biasa. Selain itu juga ada Modified Mercalli Intensity Scale. Skala ini, terutama untuk mengukur intensitas gempa atau efekefeknya pada lokasi yang spesifik. Skala intensitas Mercalli membagi intensitas gempa antara I sampai XII, dan cara mengukurnya cukup dengan observasi langsung pada lingkungan sekitar. Skala Keterangan Skala I Skala II Skala III Skala IV Skala V Skala VI Skala VII Skala VIII Skala IX Skala X Skala XI Skala XII Jarang sekali sampai dirasakan orang. Gempa sangat ringan (very minor) ini tergolong jarang terjadi. Bumisetiap tahun rata-rata diguncang 1,5 juta kali gempa. Tujuh puluh persen di antaranya berkekuatan antara2–2,9 Skala Richter. Hanya dirasakan di dalam rumah oleh orang dalam keadaan tenang atausedang beristirahat. Barang-barangyang tergantung kemungkinan akan terayun sedikit. Dirasakan di dalam rumah oleh beberapa orang, namun terkadang tidak dikenali sebagai suatu gempa.Getaran yang dirasakan seperti kalau ada truk ringan yang lewat. Barang yang tergantung mungkin akan terayun. Di dalam rumah akan dirasakan lebih banyak orang, sedangkan di luar hanya terasa oleh sedikit orang saja.Barang yang tergantung akan terayun. Getarannya setara dengan truk besar yang lewat. Mobil yang diparkirbergoyang, jendela atau pintu bergetar. Dinding kayu bisa retak. Orang yang sedang tidur bisa terbangun. Benda-benda kecil tergeser atau terbalik dan beberapa barangpecah belah akan pecah. Pendulum jam akanterhenti atau kecepatan ayunnya menjadi berubah. Pepohonanatau tiang-tiang yang tinggi terkadang terlihat terayun. Dirasakan oleh semua orang, namun kerusakannya ringan. Banyak orang ketakutan dan lari ke luar rumah.Orang berjalan terhuyung-huyung, barangberang pecah, kaca termasuk pada jendela pecah. Perabotanrumah tergeser atau terbalik, dan plasteran dinding yang kurang kuat akan retak. Orang akan kesulitan berdiri. Kerusakan pada bangunan yang dirancang dan dibangun dengan baik tidaklah berarti. Namun pada bangunan yang jelek rancangan maupun konstruksinya, kerusakannya cukup besar. Plesteran dinding dan genteng dapat Iepas, juga bata yang tidak tersemen. Orang-orang ketakutan. Kerusakan masih terbilang kecil untuk bangunan dengan rancangan dan konstruksi khusus, sedangkan pada bangunan biasa, cukup besar. Cerobong asap, monumen, menara dan sebagainya dapat patah atau ambruk. Cabang-cabang pohon pun dapat patah. Timbul kepanikan umum. Bangunan yang dirancang dan dibangun secara khusus pun dapat rusak cukup berat, sementara bangunan lainnya akan rusak lebih parah, bahkan dapat ambruk. Pondasi-pondasi bangunan akan rusak, dan bangunan di atasnya yang tidak disekrupkan akan terlepas. Kebanyakan bangunan batu dan berstruktur kayu gaus akan hancur. Kerusakan serius akan terjadi pada bendungan, tanggul, dan tepian-tepian lainnya. Tanah longsor terjadi cukup besar, dan air akan menghantam tepian sungai, danau maupun kanal-kanal. Rel kereta api dapat sedikit melengkung. Hanya sedikit struktur bangunan batu yang tetap berdiri, lainnya runtuh. Jembatan juga pada ambruk, dan tanah longsor terjadi di mana-mana. Pipapipa di bawah tanah benar-benar hancur dan tidak akan berfungsi lagi. Rel kereta api umumnya akan bengkok. Kehancuran praktis menyeluruh dan total. Gelombang-gelombang gempa terlihat muncul di permukaan tanah. Massa besar batu-batu beralih tempat, sementara benda-benda lain terlempar ke atas. Garis dan tingkat pandangan pun menjadi kacau, sampai terdistorsi akibat hebatnya goncangan


C. Mitigasi Bencana Gempa Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng dunia dan rentan akan potensi gempa, oleh karena itu kita harus selalu bersiap menghadapi gempa. a. Sebelum terjadi Gempa a) Kunci Utama adalah Mengenali apa yang disebut gempa bumi; Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi (longsor, liquefaction dll); Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi. b) Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung; Belajar melakukan P3K; Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran; Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi. c) Persiapan Rutin pada tempat Anda bekerja dan tinggal Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi. Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran. Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan. d) Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi (misalnya lampu dll). e) Alat yang harus ada di setiap tempat Kotak P3K; Senter/lampu baterai; Radio; Makanan suplemen dan air. b. Saat Terjadi Gempa a) Jika Anda berada di dalam bangunan Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll; Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan; Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan. b) Jika berada di luar bangunan atau area terbuka Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah. c) Jika Anda sedang mengendarai mobil Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran; Lakukan poin B. d) Jika Anda tinggal atau berada di pantai Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami. e) Jika Anda tinggal di daerah pegunungan Apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran. f) Jika anda terjebak dalam reruntuhan Jangan menyalakan korek untuk menghindari kemungkinan kebocoran gas Jangan bergerak gegabah dan jangan menendang debu Tutup mulut dengan pakaian atau tangan. Hindari menghirup debu Gunakan peluit atau ketuk-ketuk reruntuhan untuk membuat sinyal kepada petugas dan sukarelawan Teriakan merupakan pilihan terakhir untuk menghindari hirupan debu c. Setelah terjadi gempa a) Ketika gempa berhenti , pastikan keadaan aman sebelum keluar dari bangunan b) Waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi c) Perhatikan kondisi reruntuhan di sekitar anda. Berikan pertolongan apabila terlihat ada orang yang terjebak dalam reruntuhan. UTAMAKAN KESELAMATAN ANDA SEBELUM MENOLONG ORANG LAIN. d) Waspada terhadap kebocoran gas atau percikan api yang mungkin bisa menyebabkan bencana lanjutan kebakaran


e) Apabila akan kembali ke rumah, perhatikan dengan sungguh-sungguh kerusakan bangunan rumah akbat gempa; juga kerusakan aliran listrik, pipa air dan gas. Lakukan perbaikan dan renovasi setelah keadaan benar-benar aman. f) Terus ikuti perkembangan informasi mengenai keadaan paska gempa bumi dari media dan petugas di sekitar anda. C. RANGKUMAN Gelombang gempa terdiri dari 2 jenis , yaitu 1) Gelombang badan (Body wave), terdiri dari: Gelombang P atau gelombang Utama (Primary wave) dan Gelombang S atau gelombang kedua (Secondary wave), 2) Gelombang permukaan (Surface wave), terdiri dari: Gelombang Love dan Gelombang Rayleigh. Berdasarkan data seismometer, para ahli gempa bumi telah mengembangkan berbagai ukuran untuk mengukur kekuatan sebuah gempa. Skala yang terkenal dan banyak digunakan adalah skala Richter. Skala richter menggunakan dasar penghitungan amplitude gelombang parameternya adalah beda waktu tempuh antaragelombang P dan gelombang S. Richter membagi kekuatan gempa ke dalam 10 bagian. Angka 10 adalah ukuran untuk gempa yang sangat kuat. Selain itu, ada Moment-Magnitude Scale, yang bisa digunakan untuk mengukur gempa berkekuatan luar biasa. Selain itu juga ada Modified MercalliIntensity Scale. Skala ini, terutama untuk mengukur intensitas gempa atau efek-efeknya pada lokasi yang spesifik. Skala intensitas Mercalli membagi intensitas gempa antara I sampai XII, dan cara mengukurnya cukup dengan observasi langsung pada lingkungan sekitar. Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng dunia dan rentan akan potensi gempa, oleh karena itu kita harus selalu bersiap menghadapi gempa baik sebelum terjadi gempa, saat terjadi gempa, dan setelah terjadi gempa. D. REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA - AGUS PRATOMO, S.Pd, 2020, Dinamika litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan geografi kelas X, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN. - https://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_permukaan - https://hesa.co.id/ - https://bpbd.kulonprogokab.go.id/detil/43/mengurangi-resiko-bencana-gempa-bumi - https://news.detik.com/berita/d-3772290/ini-yang-harus-dilakukan-sebelum-sesaat-dansesudah-gempa-bumi


LK 2.3.3 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Jenjang/Kelas : X Mata Pelajaran : Geografi Materi Pokok : Dinamika Litosfer Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sub Materi Pokok : Dampak seisme terhadap kehidupan Tujuan Pembelajaran : 1. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan 3 pengaruh Gelombang seisme terhadap kehidupan (C4) 2. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan upaya mengurangi resiko gempa bumi (C4) 3. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat mengevaluasi kerusakan yang terjadi akibat gempa berdasar Skala intensitas Mercalli (C5) 4. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat membuat media upaya mengurangi resiko gempa bumi (mitigasi bencana gempa bumi) (C6) 1. Nama Media : a. Canva: Presentasi Dampak Seisme terhadap Kehidupan https://canva.me/iKmpsfHOmvb 2. Permainan Kuis Game show Skala MMI https://wordwall.net/id/resource/38589987 3. Diagram berlabel Gelombang Gempa https://wordwall.net/id/resource/38582040 2. Gambar/bentuk media: a. Canva: Presentasi Dampak Seisme terhadap Kehidupan a. Permainan Kuis Gameshow Skala MMI


c. Diagram berlabel Gelombang Gempa 3. Bahan dan cara pembuatan: 1) Canva Bahan: 1. Materi Dampak Seisme terhadap Kehidupan dari berbagai sumber baik buku ataupun online 2. aplikasi wordwall di https://canva.com/ Cara Pembuatan: 1. Persiapkan materi dalam bentuk word untuk memudahkan dalam pembuatan presentasi di canva. 2. Gunakan aplikasi wordwall di https://canva.com/ 2) Wordwall Bahan: 1. Materi Seisme dari berbagai sumber baik buku ataupun online 2. aplikasi wordwall di https://wordwall.net/ Cara Pembuatan: 1. Persiapkan materi baik berupa gambar atau daftar pertanyaan dahulu dalam bentuk word untuk membudahkan dalam pembuatan di wordwallnya. 2. Gunakan aplikasi wordwall di https://wordwall.net/ 4. Cara Pembuatan: 1) Canva Kunjungi situs www.canva.com. Pilih sign up sesuai keinginanmu yaitu dengan email, Facebook, atau Google. Masukkan nama lengkap, email, dan password jika kamu sign up dengan email. Jika sign up dengan Facebook atau Google, lakukan authorize access. Setelah data terisi, klik sign up dan kamu sudah mempunyai akun Canva. Untuk memilih desain di Canva, sebenarnya tidak terlalu sulit. Berikut tahapan-tahapannya: Setelah log in, kamu akan dihadapkan dengan tampilan seperti ini, lalu klik tombol ‘buat desain’. Setelah itu, pilih salah satu. Dalam tutorial ini Glints mengeklik logo. Lalu akan ada tampilan dengan berbagai macam template logo yang bisa kamu jadikan sebagai bahan referensimu dalam membuat logo. Pilih template yang kamu suka, kemudian buatlah logo sesuai dengan kreasimu sendiri. Di samping kiri, ada berbagai macam fitur yang bisa kamu gunakan untuk menambah logomu semakin menarik. Setelah semuanya selesai, kamu bisa men-download hasil kerja kamu dan membagikannya ke orang lain.


2) Wordwall 1. Mendaftarkan akun di https://wordwall.net/. Klik Sign Up lalu isikan nama, alamat email, kata sandi dan lokasi Anda. 2. Pilih Create Activity lalu pilih salah satu template aktivitas yang disediakan. 3. Tuliskan judul dan deskripsi permainan. 4. Ketikkan konten Anda sesuai dengan tipe permainannya. Pada beberapa tipe, Anda diperkenankan mengunggah gambar. 5. Klik Done jika telah selesai. 5. Cara Penggunaan: Bagi Guru: Setelah Langkah pembuatan selesai maka guru bisa membagikan link media canva ataupun wordwallnya dengan Klik bagikan dan salin link yang ada, kemudian share ke grup WA peserta didik. Bagi Peserta didik: Klik link share canva ataupun wordwall yang dibagiakan guru dan klik mulai untuk pengerjaannya. Jika sudah selesai maka bisa klik kirim jawaban.


LK 2.3.4 PENGEMBANGAN LKPD LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Satuan Pendidikan : SMAN 1 SEWON Mata Pelajaran : GEOGRAFI Kelas/Semester : X/2 (Genap) Materi Pokok : Dinamika Litosfer Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sub Materi Pokok : Dampak Seisme Terhadap Kehidupan A. Identitas Kelompok : ………………………………………………….. Kelas : ………………………………………………….. Angggota Kelompok : 1. ……………………………………………….. 2. ……………………………………………….. 3. ……………………………………………….. 4. ……………………………………………….. 5. ……………………………………………….. 6. ……………………………………………….. B. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan 3 pengaruh Gelombang seisme terhadap kehidupan (C4) 2. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat menguraikan upaya mengurangi resiko gempa bumi (C4) 3. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat mengevaluasi kerusakan yang terjadi akibat gempa berdasar Skala intensitas Mercalli (C5) 4. Melalui diskusi kelompok Peserta didik dapat membuat media upaya mengurangi resiko gempa bumi (mitigasi bencana gempa bumi) (C6) C. Petunjuk 1. Amati video yang sudah di share minggu lalu Lihat desain Canva saya! https://canva.me/iKmpsfHOmvb 2. Baca panduan LKPD yang diberikan 3. Cari berbagai sumber untuk menjawab LKPD 4. Diskusikan bersama kelompok masing-masing D. Langkah Kegiatan 1. Tuliskan hasil pengamatanmu dari video yang sudah di share minggu lalu. 2. Kemudian cari berbagai sumber untuk menguraikan 3 pengaruh gelombang gempa terhadap kehidupan! 3. Cari dan uraikan upaya mengurangi resiko gempa bumi yang kalian temukan. 4. Silahkan evaluasi kerusakan yang terjadi akibat gempa di Indonesia berdasar skala Intensitas Mercalli! 5. Buat media upaya mengurangi resiko gempa bumi (mitigasi bencana gempa bumi) berupa poster, vlog, video, podcast, infografis, komik. Silahkan menggunakan canva untuk memudahkan pengerjaan tugas. E. Kesimpulan Tulislah kesimpulan yang kalian peroleh dari kegiatan pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran


Click to View FlipBook Version