Nama :Faradillah Arfayani Kelas :XI IPA 1 Guru mapel:Siti Romadon S,Pd
PENJELASAN Kerja Romusha adalah warga negara Indonesia yang dipaksa oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk bekerja secara paksa. Kerja Romusha terjadi selama masa pendudukan Jepang di Indonesia antara tahun 1942 hingga 1945. Ribuan hingga ratusan ribu warga Indonesia dipaksa menjadi romusha. Mereka diperintahkan untuk bekerja dalam kondisi yang sangat berat dan tanpa perlindungan yang memadai, mengalami penindasan, kelaparan, penyakit, dan kekerasan. Kehidupan dan kesejahteraan romusha sangat terabaikan oleh pemerintah Jepang, dan banyak yang meninggal akibat kondisi kerja yang ekstrem
LATAR BELAKANG Para pemimpin perang Jepang melihat bahwa situasi militer di teater Asia-Pasifik tidak lagi berpihak pada mereka. Selain itu, persediaan makanan Jepang dan wilayah jajahannya semakin menipis akibat terisolasi dari perdagangan internasional. Untuk dapat terus mengobarkan perang dan mengamankan logistik, Jepang melakukan pengerahan romusha.
TUJUAN ROMUSHA Romusha digunakan untuk membangun jalan raya, landasan pacu, pelabuhan, jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya yang dibutuhkan oleh Jepang. Tujuan ini adalah untuk memperkuat infrastruktur transportasi dan logistik yang mendukung operasi militer Jepang di Indonesia. Romusha juga dipaksa bekerja di bidang ekonomi perang, seperti produksi dan pengolahan sumber daya alam, seperti penambangan batu bara, penanaman padi, pengolahan hasil pertanian, dan industri lain yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan perang Jepang. 1. Proyek Infrastruktur 2. Ekonomi Perang
TUJUAN ROMUSHA Penggunaan romusha juga bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia dengan memanfaatkan tenaga kerja setempat. Penggunaan romusha juga dapat dilihat sebagai upaya eksploitasi sumber daya manusia Indonesia, di mana mereka dipaksa untuk bekerja tanpa gaji yang layak, perlindungan, atau hak-hak pekerja yang dihormati. 3. Keberlanjutan Pemerintahan Jepang 4. Eksploitasi Sumber Daya Manusia
DAMPAK NEGATIF 1. Korban Jiwa dan Penderitaan Romusha mengalami penderitaan yang besar akibat kondisi kerja yang berat, kelaparan, penyakit, dan perlakuan yang tidak manusiawi. Banyak romusha yang meninggal dunia akibat kelelahan, kelaparan, dan penyakit. Hal ini menyebabkan banyak keluarga kehilangan anggota keluarga mereka dan mengalami penderitaan yang mendalam. 2. Pengrusakan Sosial dan Ekonomi Penggunaan romusha mengakibatkan gangguan yang signifikan pada struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga yang bekerja sebagai romusha, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi dan ketidakstabilan dalam keluarga tersebut.
DAMPAK POSITIF 1. Kesadaran Nasionalisme Pengalaman sebagai romusha juga memicu kesadaran nasionalisme dan semangat perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Pengalaman penderitaan yang dialami oleh romusha memperkuat semangat perlawanan dan mempersatukan rakyat Indonesia dalam perjuangan melawan penjajah. 2. Pengenalan Konsep Hak Asasi Manusia Dampak buruk dari penggunaan romusha oleh Jepang juga memperkuat kesadaran akan pentingnya hak asasi manusia dan perlindungan pekerja. Pengalaman romusha menjadi salah satu landasan dalam perumusan dan penegakan hak-hak pekerja di Indonesia setelah kemerdekaan.
ADAPUN PEKERJAAN YANG HARUS DILAKUKAN PARA ROMUSHA YAITU: 1. Membuat pusat pertahanan seperti benteng. 2. Menggali terowongan bawah tanah di daerah perbukitan. 3. Menggali parit pertahanan. 4. Membangun lapangan terbang. 5. Mendirikan bangunan militer di garis depan perang. 6. Membangun jalan raya. 7. Membangun rel kereta api. 8. Membangun jembatan.