E-MODUL
HEMATOLOGI
Teknik Dasar Laboratorium
Nur Azizah PO14203211024
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihkarunia Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Modul Hematologi tentang Tekik Dasar Laboratirium.
Modul ini disusun dalam rangka memenuhi tugas matakuliah HEMATOLOGI, Program Studi
Teknologi Laboratorium Medis.Dalam menyusun modul ini penulis menyadari bahwa modul
ini jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya modul ini. Penulis berharap semoga modul ini dapat
bermanfaat bagi untuk saya maupun untuk semuanya.
Makassar, agustus 2022
penulis
DAFTAR ISI
Perlengkapan Leboratorium
Jenis Jenis Spesimen Darah
Jenis Zat Additive
Penanganan Spesimen Darah
A. Perlengkapan Laboratorium
Lancet
Lancet adalah sebuah alat dengan jarum atau mata pisau kecil yang tajam untuk digunakan dalam pengambilan spesimen darah
kapiler melalui Teknik tusukan atau sayatan Alat ini dapat langsung digunakan atau dipasangkan dengan autoklik yaitu alat bantu
dalam mengambil darah agar kedalaman tusukan dapat diatur sesuai kebutuhan pasien dan banyaknya spesimen darah yang
dikumpulkana
Tourniquet
Tourniquet adalah alat yang diikatkan di lengan pasien sebelum pungsi vena untuk membatasi atau menahan aliran darah
Pembendungan tidak boleh lebih dari 1 menit karena dapat merubah komposisi darah yang diambil karena terjadi hemokonsentrasi.
Handscoon
The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) dan Center for Disease Control/Healthcare Infection Control Practice
Advisory Committee (CDC/HICPAC) mengharuskan agar sarung tangan dipakai sebagai pelindung bila menangani darah, cairan tubuh
atau benda lain yang mungkin terkontaminasi cairan infeksius.
Spoit
Spoit atau jarum suntik atau syringe biasanya digunakan untuk menghisap atau mengambil spesimen darah. Terdapat berbagai macam
jarum dengan diameter dan Panjang yang berbeda yang dinyatakan dengan gauge (G). Diameter dan Panjang jarum berbanding terbalik
dengan nomor gauge, semakin tinggi nomor gauge, semakin kecil ukuran diameter jarum
Winged Needle
Winged Infusion Set atau Jarum Butterfly adalah alat yang sangat diperlukan untuk mengumpulkan darah dari pembuluh darah kecil atau
pada vena yang tidak tampak jelas.
Tabung Vakum
Tabung vakum adalah sebuah wadah yang hampa udara dan digunakan untuk menampung darah. Kevakuman suatu tabung diatur
sedemikian rupa dan terukur secara tepat agar dapat menghisap volume darah sesuai volume yang dibutuhkan.
Tabung Mikrokoleksi
Tabung mikrokoleksi memiliki fungsi sama dengan tabung vakum hanya volume darah yang ditampung lebih sedikit dibandingkan tabung
vakum biasa, volume rata-rata tabung mikrokoleksi adalah 500 µl.
Mikrohematokrit Tabung
mikrohematokrit merupakan pipa dengan Panjang 7,5 cm dan diameter 0,12 cm, terbuat dari kaca dan volume 70 µl. Pipa kapiler umumnya
digunakan untuk pemeriksaan hematokrit dengan darah kapiler. Terdapat 2 jenis mikrohematokrit yaitu yang mengandung antikoagulan dan
tanpa antikoagulan
Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk membantu dalam melihat objek yang berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata
telanjang. Bagian mikroskop : Lensa okuler, Lensa Obyektif, Tabung Mikroskop, Makrometer, Mikrometer, Revolver, Diafragma, Kondensor,
Meja Mikroskop, Penjepit Kaca, Lengan Mikroskop, Kaki Mikroskop, Sumber Cahaya Lampu dan Tombol On/Off.
Fotometer
Fotometer memiliki fungsi yaitu mengukur kekuatan intensitas atau kekuatan cahaya dalam bentuk warna pada suatu larutan yang akan
diperiksa. Dalam laboratorium hematologi, fotometer digunakan untuk menentukan konsentrasi dalam larutan. Sebelum dilakukan
pemeriksaan, sampel ditambahkan reagen untuk membentuk larutan yang berwarna dan diukur pada Panjang gelombang tertentu,
intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi sampel yang akan diperiksa .
Hemositometer
Hemositometer adalah seperangkat alat yang digunakan untuk menghitung sel darah. Satu set hemositometer terdiri dari kamar
hitung, pipet thoma, dan aspiratori.
Hemometer
Hemometer adalah seperangkat alat yang digunakan untuk menentukan kadar hemoglobin dalam darah dengan metode sahli berdasarkan
terbentuknya warna dari hasil reaksi kimia Hemometer terdiri dari tabung sahli, pipet sahli, batang pengaduk, standar warna, sikat, pipet tetes,
.aspiratori, dan botol berisi HCl 0,1N
Sentrifuge
Sentrifuge adalah alat yang digunakan untuk memisahkan padatan dan cairan berdasarkan perbedaan massa jenis zat terlarut. Prinsip alat ini
didasarkan pada suatu benda yang bergerak melingkar pada kecepatan tertentu, maka akan menghasilkan suatu gaya yang menjauhkan benda
tersebut dari poros atau pusat lintasan Gerakan, jadi partikel yang lebih berat akan terkumpul pada dasar tabung.
B. Jenis Spesimen Darah
1. Whole Blood (Darah Utuh) Spesimen darah yang memiliki komponen darah secara utuh dan kondisinya sama dengan didalam aliran
darah dalam tubuh
2. Serum Bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah dan faktor – faktor pembekuan darah
3. Plasma Bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah tetapi masih mengandung faktor – faktor pembekuan
C. Jenis – Jenis Zat Additif
Zat Additif Zat additif merupakan zat yang ditambahkan ke dalam tabung penampung darah yang memiliki pengaruh yang berbeda
terhadap spesimen darah. Zat additif yang diberikan seperti antikoagulan, antiglikolitik, clot activator dan Thixotropic Gel Separator.
1. Antikoagulan Zat yang ditambahkan kedalam darah dengan tujuan untuk menghambat atau mencegah proses pembentukan bekuan
darah dengan cara mengikat atau mengendapkan ion ca dan menghambat pembentukan thrombin dari protrombin Aktivator Bekuan Zat
yang meningkatkan koagulasi dalam tabung yang digunakan untuk mengumpulkan serum Zat Additif pada Tabung Vacuum
2. Antiglikolitik Zat yang mencegah glikolisis, pemecahan atau metabolisme glukosa oleh sel darah Thixotropic Gel Separator Bahan
sintetik yang tidak bereaksi yang membentuk barrier fisik antara bagian sel spesimen dan bagian serum atau plasma setelah proses
sentrifugasi.
Jenis Zat Additi
• Mengandung K2 dan Na2 (bentuk kering) dan K3 (bentuk cair) ● Sering digunakan untuk pemeriksaan hematologi
• Tidak merubah morfologi sel dan menghambat agregasi trombosit dengan lebih baik dari antikoagulan lainnya.
• EDTA mencegah koagulasi dengan cara mengikat ion kalsium sehingga terbentuk garam kalsium yang tidak larut, dengan demikian
ion kalsium yang berperan dalam koagulasi tidak aktif dan mengakibatkan tidak terjadinya proses pembentukan bekuan darah.
• Perbandingan EDTA dengan darah dalam bentuk serbuk yaitu 1 mg dalam 1 ml darah, sedangkan untuk EDTA cair dengan konsentrasi
10% yaitu 10 µl EDTA dalam 1 ml darah
• EDTA < Darah = Darah akan mengalami koagulasi .
• EDTA > Darah = Eritrosit mengkerut / menyus
. Natrium Sitrat 3,2% dan 3,8%
• Natrium sitrat digunakan dalam bentuk larutan pada konsentrasi 3,2% dan 3,8%
• Natrium sitrat menghambat koagulasi dengan cara mengendapkan ion kalsium sehingga menjadi
bentuk yang tidak aktif
• Natrium sitrat 3,2% direkomendasikan International Committee for Standardization in
Hematology (ICSH) dan International Society for Thrombosis and Haematology sebagai
antikoagulan terpilih untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit.
• Penggunaan Na.Citrat 3,2% adalah 1 : 9 ( 1 bagian Na.Citrat 3,2% kedalam 9 bagian darah) 7
• Penggunaan Na.Citrat 3,2% untuk pemeriksaan Hemostasis / Koagulasi test
• Penggunaan Na.Citrat 3,8% adalah 1 ; 4 ( 1 bagian Na.Citrat 3,8% kedalam 4 bagian darah)
• Penggunaan Na.Citrat 3,8% untuk pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode westergreen .
Oksalat
• Tersedia dalam bentuk Na.Oksalat, Kalium Oksalat dan Ammonium Oksalat.
• Bekerja sebagai antikoagulan dengan cara mengendapkan ion kalsium
• Paling banyak digunakan dalam bentuk Kalium Oksalat
• Penggunaan Kalium Oksalat dikombinasikan dengan Natrium Flouride (NaF) untuk pemeriksaan
glukosa dalam darah
• Kalium Oksalat juga dikombinasikan dengan Ammonium Oksalat yang juga dikenal sebagai
double oxalate atau balanced oxalate mixture
• Jika hanya menggunakan kalium oksalat sel-sel eritrosit akan mengkerut
• Jika hanya menggunakan ammonium oksalat sel-sel eritrosit akan mengembang
• Campuran kedua garam dengan perbandingan 2 kalium oksalat : 3 ammonium oksalat tidak akan mempengaruhi ukuran eritrosit ●
Double oxalate digunakan sebanyak 2 mg untuk 1 ml darah
• Kelebihan penambahan oksalat dapat menyebabkan hemolisis .
Heparin
• Terdapat 3 macam heparin yaitu ammonium heparin, lithium heparin dan sodium heparin
• Heparin untuk mencegah pembekuan dengan cara menghambat pembentukan thrombin. Trombin adalah enzim yang dibutuhkan untuk
mengubah fibrinogen menjadi fibrin
• Darah heparin tidak merubah ukuran eritrosit tetapi menyebabkan clumping leukosit dan trombosit.
• Tidak disarankan menggunakan heparin untuk apusan darah tepi karena akan menyebabkan latar belakang berwarna gelap (biru) ●
Konsentrasi penggunaannya adalah 0,1 ml atau 1 mg untuk 10 ml darah
• Heparin merupakan antikoagulan terpilih untuk pemeriksaan osmotic fragility test (OFT) H
Natrium Florida
• Natrium Flouride merupakan antiglikolitik yang mencegah metabolisme glukosa dengan cara menghambat kerja enzim Phospoenol
pyruvate dan urease sehingga kadar glukosa dalam darah tetap stabil.
• Penggunaannya dikombinasikan dengan antikoagulan kalium oksalat ●
• Darah dengan zat additive ini dapat bertahan selama 3 hari yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, menurunkan aktivitas
fosfatase asam, meningkatkan aktivitas amilase N
Clot Activator
• Clot activator adalah zat yang mengaktifkan koagulasi melalui aktivasi trombosit seperti partikel silika, inert clays like celite dan thrombin
• Tabung yang mengandung partikel silika terdapat pada serum separator tubes (SST).
• Penggunaan partikel silika akan membekukan darah dalam waktu 15 – 30 menit
• Pada darah yang dikumpulkan dalam tabung thrombin, umumnya terjadi bekuan dalam waktu 5 menit.
• Tabung dengan clot activator harus dibolak balikan isinya minimal 5 kali
Thixotropic gel separator
• Zat sintetis non reaktif
• Terletak didasar tabung
• Memiliki berat jenis antara gel berat jenis sel dan lapisan serum/plasma
• Jenisnya yang mengandung heparin disebut plasma separated tube (PST) dan yang tidak mengandung heparin disebut serum separated
tube (SST)
• Bila darah dalam tabung disentrifus lapisan gel berubah viskositasnya menjadi tebal dan pindah posisi antara sel dan serum/plasma
• Mencegah kelanjutan metabolisme didalam lapisan serum/plasma .
D. Prosedur Penanganan Spesimen Darah
• Hal yang penting diperhatikan dalam penanganan spesimen darah
Stabilitas spesimen darah
• Order of Draw
• Homogenisasi spesimen darah
Parameter Hematologi
Jenis Pemeriksaan Waktu Maksimal
Jumlah trombosit 1
Apusan Darah Tepi 1
2
Jumlah Leukosit 2
Laju Endap Darah 6
Jumlah Eritrosit 6
Jumlah Retikulosit 6
Hematokrit
TERIMAH KASIH :)