The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-BOOK PERAN POLRI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ari djunaedi, 2023-10-19 08:01:53

E-BOOK

E-BOOK PERAN POLRI

Keywords: #ebook #peranpolri

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 71 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA MODUL 03 PERAN POLRI SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DAN PEMBINA MASYARAKAT 6 JP (270 menit) Pengantar Modul ini membahas materi tentang peran Polri sebagai pemersatu bangsa, peran Polri sebagai pembina masyarakat, mengidentifikasi masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat dan menyelesaikan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik dapat menganalisis peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. . Kompetensi Dasar (COPPER PLATE 14)BAR Menganalisis peran Polri Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. Indikator Hasil Belajar: 1. menjabarkan peran Polri sebagai pemersatu bangsa; 2. menjabarkan peran Polri dalam pembina masyarakat; 3. mengidentifikasi masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat; 4. menyelesaikan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 72 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Materi Pelajaran Pokok Bahasan : Peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat Sub Pokok Bahasan: 1. Peran Polri sebagai pemersatu bangsa; 2. Peran Polri dalam pembina masyarakat; 3. Masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat; 4. Penyelesaian masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. Metode Pembelajaran 1. Metode Ceramah. Metode ini digunakan pendidik untuk menyampaikan materi Peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. 2. Metode Brainstroming (curah pendapat) Metode ini digunakan pendidik untuk mengeksplor pendapat peserta didik tentang materi yang disampaikan. 3. Metode Tanya Jawab Metode ini digunakan pendidik untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode Diskusi Metode ini digunakan untuk melaksanakan diskusi terkait dengan materi yang disampaikan oleh pendidik. 5. Metode Problem Based Learning Metode ini digunakan untuk menganalisis terkait dengan materi yang ditentukan oleh pendidik. 6. Metode Penugasan Metode ini digunakan untuk menugaskan peserta didik untuk membuat resume materi yang diberikan.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 73 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar 1. Alat/Media: a. white board; b. Laptop/komputer; c. papan flipchart ; d. LCD; e. laser point; f. pengeras suara/sound system. 2. Bahan: a. alat tulis; b. kertas Flipchart. 3. Sumber belajar: a. Perkap No 7 Tahun 2021 tentang Bhabinkamtibmas; b. Perpol No 1 Tahun 2021 tentang Polmas; c. https://www.binmasnokenpolri.com/ Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit. Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Melakukan overview materi sebelumnya. b. Mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Tahap Inti : 160 menit a. Tahap Inti 1 : 70 menit 1) Pendidik menjelaskan materi tentang Peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. 2) Peserta didik menyimak serta mencatat hal-hal yang dianggap perlu dari materi yang telah disampaikan pendidik.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 74 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA 3) Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. b. Tahap Inti 2 : 90 menit 1) Pendidik membagi peserta didik ke dalam 5 kelompok untuk mendiskusikan materi tentang mengidentifikasi masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat serta menyelesaikan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. 2) Pendidik menugaskan peserta didik untuk melaksanakan diskusi materi tentang mengidentifikasi masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat serta menyelesaikan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. 3) Peserta didik melaksanakan diskusi materi sesuai arahan pendidik. 4) Masing-masing kelompok Peserta didik memaparkan hasil diskusi kelompok. 5) Pendidik membahas hasil diskusi kelompok. 3. Tahap Akhir: 10 menit. a. Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum terkait dengan kegiatan pembelajaran. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi pendidikan dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas Pendidik merumuskan Learning Point/relevansi yang dikaitkan dengan pelaksanaan tugas dilapangan. 4. Tes Sumatif: 90 menit


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 75 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Tagihan/Tugas 1. Peserta didik mengumpulkan hasil diskusi materi yang telah diberikan oleh pendidik. 2. Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi yang telah diberikan oleh pendidik. Lembar Kegiatan PLATE 14) 1. Peserta didik sesuai dengan kelompoknya mendiskusikan materi tentang: a. mengidentifikasi masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat; b. menyelesaikan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat. 2. Peserta didik membuat resume tentang materi yang telah diberikan oleh pendidik.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 76 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Bahan Bacaan PERAN POLRI DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA 1. Peran Polri Sebagai Pemersatu Bangsa Peran Polri sebagai pemersatu bangsa Indonesia berkaitan dengan kemajemukan suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, perlu upaya-upaya mewujudkan persatuan bangsa diantaranya dengan membangun simpul-simpul sosial yang didasarkan pada nasionalisme. Dalam konteks yang demikian, Polri telah melakukan berbagai kegiatan yang bersifat menanamkan kecintaan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu wujud konkretnya adalah pembentukan Binmas Noken. Binmas Noken adalah perpaduan kata dari konsep Binmas sebagai satuan pada fungsi operasional kepolisian dan konsep Noken. Noken adalah tas tradisional yang bagi orang Papua adalah simbol martabat dan peradaban serta kehidupan. Secara sederhana, Binmas Noken dimaknai sebagai operasi kepolisian untuk mengangkat harkat dam martabat kehidupan masyarakat dan rakyat Papua. Tugas utama Binmas Noken Polri adalah menjalankan misi atau operasi kepolisian yang bersifat kemanusiaan atau soft approach policing di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Adapun Program Binmas Noken Polri: a. Melaksanakan kegiatan Polisi Pi Ajar (PPA) di Papua. b. Program peternakan sesuai daya harapan dan kebutuhan wilayah, seperti babi, ayam kampung super, lebah madu, sapi, kambing dan sebagainya. c. Pendampingan program pertanian dan perkebunan disesuaikan dengan karekteristik wilayah d. Mendukung dan mensosialisasikan program-program pariwisata masdarwis (masyarakat sadar wisata) dan pemberdayaan perempuan. e. Melakukan pendampingan program pemberdayaan masyarakat dan pendidikan di papua. Yang menjadi visi dan misi Binmas Noken Polri yaitu: a. Visi : mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas dan sejahtera.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 77 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA b. Misi 1) mengembangkan pemolisian masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal (local wisdom). 2) mengelola sumber daya polri untuk melaksanakan operasi binmas (soft aprouch) kepolisian. 3) membangun sinergitas TNI/Polri, pemda, stakeholders dan counter part. Sejalan dengan tugas bintara Noken Polri, Babinsa juga memiliki tugas untuk melakukan komunikasi sosial yang bersifat persuasif dalam rangka menggalang kekuatan dari masyarakat di sekitar wilayah konflik sehingga kerjasama antara Bintara Noken dengan Babinsa telah menjadi kekuatan yang sedikit banyak telah memberikan perubahan terhadap pemahaman masyarakat papua didaerah konflik menyangkut wawasan kebangsaan. Adapun bentuk kerjasama antara Bintara noken dengan Babinsa sebagai berikut; a. Kunjungan b. Sambang c. Patroli bersama d. Kegiatan bersama pemberian bantuan kepada rakyat miskin didaerah konfik e. Saling bertukar informasi antara Bintara Noken dengan Babinsa f. Rapat koordinasi g. Kegiatan bakti sosial dan olahraga bersama 2. Peran Polri Dalam Pembina Masyarakat. Pembinaan masyarakat adalah segala kegiatan terencana dan berkesinambungan dalam rangka membina, mendorong, mengarahkan dan menggerakan masyarakat agar menjadi paham dan taat kepada peraturan perundang-undangan dan norma-norma sosial lainnya serta berperan aktif dalam menciptakan, memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan swakarsa, dengan pola kemitraan polisi dan masyarakat. untuk melaksanakan fungsinya, Binmas Polri berperan: a. pengendali masyarakat dalam pelaksanaan peran ini, Polri mengarahkan sekaligus mengawasi kegiatan masyarakat agar peraturan perundangundangan yang berlaku bekerja dengan baik dan berfungsi efektif mengatur dan menertibkan masyarakat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 78 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA b. pengarah dan penggerak masyarakat dalam peran ini, Polri mendorong dan membimbing masyarakat menyesuaikan diri menghadapai perubahan-perubahan yang terjadi sesuai dengan kebijakan-kebijakan pembangunan negara/pemerintah. Polri menggerakan masyarakat melakukan upaya-upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban sehingga pembangunan berjalan lancar c. pemberdaya potensi masyarakat dalam peran ini, Polri memperkuat dan memperteguh semangat masyarakat mewujudkan kesejahteraan, dengan cara memberi petunjuk, arah, bimbingan dan pelatihan tentang upaya-upaya pencegahan dan cara mengatasi gangguan Kamtibmas. Polri memberi perlindungan dengan menjaga hak-hak asasi tiap individu, hak-hak politik, jiwa raga, dan hak milik warga masyarakat Salah satu bidang fungsi Binmas yaitu pembinaan potensi masyarakat yang bertugas menyelenggarakan pembinaan terhadap potensi-potensi masyarakat yang dapat diberdayakan dalam pengelolaan Kamtibmas, seperti pranata-pranata sosial yang hidup ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Contohnya antara lain: a. Pecalang di Bali. Pecalang adalah jenis petugas keamanan lokal dari desa administratif di Bali, Indonesia. Mereka biasanya terlibat dalam tugas-tugas duniawi seperti kontrol lalu lintas, tetapi selama acara besar ditugaskan dengan keamanan umum. Mereka bekerja dalam koordinasi dengan dua kelompok lain - hansip dan polisi. Pecalang merupakan tokoh yang punya peran sangat penting dalam menjaga adat istiadat masyarakat Bali. b. Jaga baya di Jawa. Jaga baya merupakan petugas keamanan desa. Mereka bertugas mengumpulkan informasi di lingkungannya untuk disampaikan ke perangkat desa karena berada di bawah kordinasi perangkat desa. Kewenangan Jaga baya pun hanya sebatas deteksi dini konflik sosial di lingkungan desa. Informasi yang tidak bermanfaat bagi perkembangan masyarakat akan disaring dan diklasifikasi oleh Jaga baya Lalu, Jaga baya akan melaporkannya ke perangkat desa. c. Rembug Pekon di Lampung. Rembuk pekon merupakan wadah untuk menanggulangi dan mengatasi konflik horizontal di Lampung. Forum rembug pekon ini terdiri dari kepala pekon (desa) atau lurah, ketua adat, tokoh pemuda dan agama, badan pembinaan desa dari unsur TNI,


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 79 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA serta badan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dari unsur Polri. Kegiatan rembug pekon dilakukan untuk mencegah dan menangani terjadinya konflik komunal di Lampung. d. Saniri Negeri di Maluku. Saniri Negeri adalah lembaga adat yang berperan mengayomi adat istiadat dan hukum adat. Saniri berperan membantu Raja atau kepala desa dalam menyelesaikan setiap perselisihan di lingkup negeri atau dusun. Saniri Negeri beranggotakan sekelompok orang yang terdiri dari kepala-kepala soa yakni kepala dari beberapa marga atau fam (sebutan bagi sistem kekeluargaan di Maluku yang pada umumnya berdasarkan garis keturunan ayah) yang merupakan yang telah ditentukan secara turun temurun, pemuda, keamanan yang kerap berfungsi sebagai pihak yang dimintai nasehat atau masukan dalam penyelesaian suatu kasus/sengketa. 3. Masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat a. Keberagaman Masyarakat Indonesia Adanya keberagaman yang dimiliki rakyat Indonesia dapat menjadi penghambat persatuan dan kesatuan bangsa. Terutama apabila tidak diiringi dengan sikap saling menghargai, menghormati, serta adanya toleransi yang telah menjadi karakter khas masyarakat Indonesia. Keberagaman tersebut dapat mengakibatkan munculnya perbedaan pendapat yang memicu lepas kendali, tumbuhnya perasaan kedaerahan yang berlebihan, yang dapat memicu terjadinya konflik antardaerah atau antarsuku bangsa. b. Letak Geografis Indonesia dan Banyaknya Pulau Geografis negara Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sejumlah daerah dikhawatirkan memilih memisahkan diri dari NKRI. Daerah tersebut antara lain daerah yang jauh dari pusat, derah perbatasan dengan negara lain, dan daerah yang memiliki kekayaan alam yang besar. c. Ketidakpuasan Terhadap Ketimpangan Ekonomi Kondisi ekonomi yang timpang bisa memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi, apabila ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan serta hasil-hasil pembangunan masih belum dapat diatasi, bisa menimbulkan ketidakpuasan hingga perpecahan. Ketidakpuasan tersebut biasanya akan


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 80 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA menimbulkan pertentangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. d. Munculnya Gejala Etnosentrisme Etnosentrisme merupakan sikap menonjolkan kelebihankelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Prinsip yang satu ini lebih merujuk pada rasa bangga seorang individu atau kelompok secara berlebihan. Hal tersebut apabila tidak diatasi akan memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa. e. Melemahnya Nilai Budaya Bangsa Nilai-nilai budaya bangsa dapat melemah akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melalui kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Kontak langsung antara lain melalui unsur-unsur pariwisata. Kontak tidak langsung, antara lain melalui media cetak maalah, tabloid, atau media elektronik televisi, radio, film, internet, telepon seluler yang mempunyai fitur atau fasilitas lengkap. f. Pembangunan Tidak Merata Proses pembangunan yang terpusat di wilayah-wilayah tertentu dapat menimbulkan kesenjangan atau kecemburuan dalam berbagai bidang. Kondisi tersebut apabila tidak diselesaikan dapat memperlemah dan mengbambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 4. Penyelesaian masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat a. Membangun hubungan masyarakat yang Menimbulkan Rasa Senasib dan Seperjuangan Bangsa Indonesia memiliki suatu sejarah perjuangan yang panjang. Perasaan senasib dan seperjuangan yang dilalui mampu membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Peran Polri sangat penting untuk membangun rasa senasib dan sepenanggungan kepada masyarakat. b. Komitmen yang kuat untuk Bersatu Sesuai Pernyataan dalam Sumpah Pemuda Faktor ini ditumbuhkan oleh jiwa pemuda pada masa itu. Para pemuda Indonesia telah mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda berisi ikrar yang menunjukkan tekad seluruh pemuda Indonesia sekaligus


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 81 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA merupakan unsur utama perjuangan bangsa melawan penjajah demi mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Dalam isi rumusan Sumpah Pemuda terkandung nilai utama, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi sangat penting di tengah gempuran berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kesadaran akan pentingnya bersatu merupakan modal kuat pemuda untuk melawan penjajah. Semangat persaatuan ditularkan melalui Sumpah Pemuda. Rasa kesadaran untuk bersatu akan mendorong persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian, Polri terus mensosialisasikan dan menerapkan sumpah pemuda kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam memersatukan dan membina masyarakat. c. Menanamkan kepada masyarakat Rasa Cinta Tanah Air di Kalangan Bangsa Indonesia Sikap rasa cinta tanah air merupakan suatu cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Peran polri harus bisa menanamkan kepada masyarakat untuk cinta tanah air Indonesia sebagai sarana untuk memersatukan bangsa. d. Menumbuhkembangkan Rasa Rela Berkorban untuk Kepentingan Bangsa dan Negara Banyak kepentingan pribadi yang ditinggalkan para pahlawan demi memperjuangkan kepentingan atau kemerdekaan bangsa dan negara. Sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa tersebut merupakan modal penting bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Peran Polri terus meumbuhkembangkan rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara di seluruh rakyat Indonesia. e. Penanaman dan penerapan Pancasila bagi masyarakat Bangsa Indonesia mempunyai Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, pemersatu bangsa, kepribadian bangsa, dan perjanjian luhur bangsa. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi satu di antara faktor pendorong persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih lagi dalam nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperuntukkan penganut agama tertentu saja, akan tetapi nilai-nilai Pancasila berlaku dan menjadi pedoman hidup rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku bangsa, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya. Peran Polri selalu


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 82 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA menggaungkan bahwa Pancasila adalah satu-satunya sebagai pemersatu bangsa. f. Membangun rasa Bhinneka Tunggal Ika di tengah-tengah masyarakat. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika sangat penting bagi negara Indonesia yang memiliki beragam suku, bangsa, budaya, bahasa, dan agama. Bhinneka Tunggal Ika artinya walau berbeda-beda tetap satu jua. Jadi, kendati Indonesia merupakan negara majemuk dan multikultural, bangsa Indonesia tidak terpecah belah melainkan tetap bersatu demi keutuhan NKRI. Hak-hal tersebut di atas merupakan faktor yang paling penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Apabila faktor tersebut tidak ada, kemungkinan akan terjadi keadaan yang mengancam keutuhan NKRI. Peran Polri di tengah-tengah masyarakat selalu menjaga kebhinekaan untuk tetap menjadi satu dalam kehibupan berbangsa.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 83 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Rangkuman 1. Peran Polri Sebagai Pemersatu Bangsa Peran Polri sebagai pemersatu bangsa Indonesia berkaitan dengan kemajemukan suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, perlu upaya-upaya mewujudkan persatuan bangsa diantaranya dengan membangun simpul-simpul sosial yang didasarkan pada nasionalisme. Dalam konteks yang demikian, Polri telah melakukan berbagai kegiatan yang bersifat menanamkan kecintaan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu wujud konkret adalah pembentukan Binmas Noken. Binmas Noken adalah perpaduan kata dari konsep Binmas sebagai satuan pada fungsi operasional kepolisian dan konsep Noken. Noken adalah tas tradisional yang bagi orang Papua adalah simbol martabat dan peradaban serta kehidupan. Secara sederhana, Binmas Noken dimaknai sebagai operasi kepolisian untuk mengangkat harkat dam martabat kehidupan masyarakat dan rakyat Papua. Tugas utama Binmas Noken Polri adalah menjalankan misi atau operasi kepolisian yang bersifat kemanusiaan atau soft approach policing di wilayah Pegunungan Tengah Papua. 2. Peran Polri Dalam Pembinaan Masyarakat. Pembinaan masyarakat adalah segala kegiatan terencana dan berkesinambungan dalam rangka membina, mendorong, mengarahkan dan menggerakan masyarakat agar menjadi paham dan taat kepada peraturan perundang-undangan dan norma-norma sosial lainnya serta berperan aktif dalam menciptakan, memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan swakarsa, dengan pola kemitraan polisi dan masyarakat. Salah satu bidang fungsi Binmas yaitu pembinaan potensi masyarakat yang bertugas menyelenggarakan pembinaan terhadap potensi-potensi masyarakat yang dapat diberdayakan dalam pengelolaan Kamtibmas seperti, pranata-pranata sosial yang hidup ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Contohnya antara lain: a. Pecalang di Bali. b. Jaga baya di Jawa. c. Rembug Pekon di Lampung. d. Saniri Negeri di Maluku.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 84 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA 3. Masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat a. Keberagaman masyarakat indonesia b. Letak geografis indonesia dan banyaknya pulau c. Ketidakpuasan terhadap ketimpangan ekonomi d. Munculnya gejala etnosentrisme e. Melemahnya nilai budaya bangsa f. Pembangunan tidak merata 4. Penyelesaian masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat a. Membangun hubungan masyarakat yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan b. Komitmen yang kuat untuk bersatu sesuai pernyataan dalam sumpah pemuda c. Menanamkan kepada masyarakat rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia d. Menumbuhkembangkan rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara e. Penanaman dan penerapan pancasila bagi masyarakat f. Membangun rasa Bhinneka Tunggal Ika di tengah-tengah masyarakat.


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI WAWASAN KEBANGSAAN 85 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA Latihan 1. Jelaskan peran Polri sebagai pemersatu bangsa! 2. Jelaskan peran Polri dalam pembinaan masyarakat! 3. Jelaskan masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat! 4. Jelaskan penyelesaian masalah peran Polri sebagai pemersatu bangsa dan pembina masyarakat!


Click to View FlipBook Version