The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Portofolio AkhirPelajaran Biologi M Abiyyu Putra XI IPA 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abiyuskuy, 2021-06-14 01:13:45

M Abiyyu Putra XI IPA 2 Portofolio Biologi

Portofolio AkhirPelajaran Biologi M Abiyyu Putra XI IPA 2

APORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
“UJI BAHAN MAKANAN”

Nama : Muhammad Abiyyu Putra
Kelas : XI IPA 2

SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN 2021

46

LAPORAN PRAKTIKUM UJI BAHAN MAKANAN

Tujuan :

1. Menjelaskan proses pencernaan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
3. Mengetahui banyaknya kandungan zat dengan melihat perubahan warna

Dasar Teori :

Bahan makanan yang kita kenal yaitu empat sehat lima sempurna, di dalam bahan makanan
tersebut terkandung berbagai macam zat makanan yaitu : karbohidrat, lemak, protein, mineral
dan vitamin.

Makana akan mengalami proses pencernaan secara mekanis, chemis (enzymatis), dan
biologis sehingga dihasilkan zat yang mudah diserap oleh vili-vili usus dalam tubuh.

Kebutuhan akan zat makanan antar orang berbeda, tergantung dari usia, aktifitas, kondisi
kesehatan, berat badan, masa pertumbuhan, pertumbuhan penyakit, dan dsb. Makanan harus
terpenuhi dalam jumlah cukup dan bergizi, higienis, bebas hama dan penyakit, bebas racun,
dan mudah dicerna.

Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat pengatur, pembanngun, dan
sumber energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia pada setiap saat.
Makanan harus selalu terjaga kualitasnya agar tetap baik.

Untuk mengetahui bahan makanan bergizi atau tidak perlu pengujian. Uji makanan meliputi
uji amilum, glukosa, protein , dan lemak. Uji amilum misalnya dengan lugol akan
memberikan warna hitam hingga biru kehitaman, uji glukosa dengan benedict memberikan
warna biru muda hingga merah bata, uji protein dengan biuret memberikan reaksi warna biru
tua hingga ungu, dan yang terakhir lemak menggunakan kertas buram dan semakin banyak
kandungannya semakin buram.

Alat dan Bahan :

1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
5. Kaki tiga 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
6. Kawat kassa 16. Minyak goreng, mentega
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
8. Korek api
9. Kaki tiga pensil, spidol, isolasi)
10. Pipet

47

11. Lempengan mortal

Cara Kerja :

A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas
selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna
kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, dan jagung)

B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum
karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, ubi, dan jagung)

C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika
warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.

48

7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran
tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung
lemak.

Tabel Hasil Pengamatan

Warna setelah di campur

No Bahan Makanan yang Reagen Sebelum Setelah
diuji/warna Penguji/Warna dipanaskan dipanaskan

1. Nasi Benedict/Putih Biru Muda Merah Bata

2 Pisang Benedict/Kuning Biru Muda Merah Bata

3 Singkong Benedict/Putih Biru Merah Bata

4 Kemiri Benedict/Putih Biru Coklat
Biru Muda kehitaman
5 Santan Kelapa Benedict/Putih
Merah bata

A. Uji Benedict

B. Uji Iodin/Lugol

No. Bahan Makanan yang Re age n Perubahan Warna setelah
diuji/warna pe nguji/warna dicampur

1. Roti Iodin/Putih Biru kehitaman
2. Nasi Iodin/Putih Biru Kehitaman
3. Ketela Pohon Iodin/Kuning Biru Kehitaman
4. Jagung Iodin/Kuning
5. Tepung Iodin/Putih Biru
Biru

49

BAB 7
SISTEM PERNAFASAN

A. Jurnal Belajar
JURNAL 1
Tanggal 28 Januari 2021
Pada pembelajaran hari ini melanjutkan materi bab tentang sistem pernapasan,
sebelum daring bu puspa membagikan ppt dan menyuruh kami untuk membacanya,
setelah 30 menit pelajaran dari pu dimulai.bu puspa menanyakan kepada beberapa
siswa tentang apa yang sudah dibaca akan tetapi masih ada siswa yang belum
membacanya, lukman pun membuka ppt nya agar dipresentasikan dan membahas
hanya sampai fungsinya, setelah itu daring selesai.

JURNAL 2
Tanggal 2 Februari 2021
Pada daring hari ini melanjutkan materi kemarin yaitu tentang organ pernapasan
manusia seperti hidung, laring,trakea dan lainnya hingga faktor yang mempengaruhi
frekuensi pernapasan. Dilanjutkan membahas tentang mekanisme pernapasan, Bu
puspa menambahkan dan mengoreksi penjelasan beberapa murid yang kurang
lengkap agar lebih paham.Beberapa siswa pun ada yang mengajukan diri untuk
menjelaskan materi tentang pernapasan dan daring selesai

50

JURNAL 3
Tanggal 4 Februari 2021
Pada pembelajaran hari ini melanjutkan kembali materi sistem pernapasan yaitu dari
transpor dan pertukaran gas,volume dan kapasitas paru paru hingga bahaya merokok
bagi kesehatan,dan terdapat beberapa siswa ada yang mengajukan diri untuk
membaca materi tersebut agar yaang lain dapat mengerti. Bu Puspa juga
menambahkan dan mengoreksi beberapa penjelasan mengenai sistem pernapasan
manusia,dan pembelajaran selesai

JURNAL 4
Tanggal 9 Februari 2021
Pembelajaran hari ini Bu Puspa menugaskan kami untuk membuat tugas analisis yang
diberikan kemarinnya tentang pencemaran udara dan sistem pernapasan manusia di
30 menit pertama yang akan dikumpul Kamis mendatang. Bu Puspa juga memulai
meet pukul 8 lewat 10,di dalam daring Bu Puspa menjelaskan tentang struktur yang
ada di laporan dan menjawab pertanyaan siswa yang masih belum paham tentang
bagian bagian yang ada di laporan nanti..Setelah itu selesai.

Maaf bu saya pada pembelajaran daring ini saya lupa untuk menscreenshootnya bu

51

B. Tugas-tugas

LAPORAN HASIL ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN
UDARA TERHADAP KELAINAN PADA STRUKTUR DAN
FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA BERDASARKAN

STUDI LITERATUR

Disusun oleh :
Muhammad Abiyyu Putra

DINAS PENDIDIKAN KOTA BALIKPAPAN
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
LEMBAR PENGESAHAN
52

Dampak Pelepasan Limbah Gas ke Udara Terhadap Organ Pernafasan Manusia

Oleh:
Muhammad Abiyyu Putra

XI IPA 2

Mengetahui guru mapel biologi Balikpapan, 9 Februari 2021
Menyetujui

Puspani M.Pd. Muhammad Abiyyu Putra
NIP : 19731010200012 2003 NIS: 19789

53

1. Judul

Dampak Pelepasan Limbah Gas ke Udara Terhadap Organ Pernafasan Manusia

2. Tujuan

Tujuan dilakukannya analisa ini yaitu untuk mengetahui dampak apa saja yang
terjadi pada organ pernapasan, jika terjadi pelepasan limbah gas ke udara dan
penyebabnya

3. Hasil Analisis

a. Perisitiwa Pencemaran : Pelepasan limbah gas ke udara karena : limbah gas
juga dapat memainkan peran besar pada kualitas udara, apabila yang dilepaskan
adalah gas gaas beracun maka dapat berdampak pada banyak hal

b. Penyebab Pencemaran :
- Kebocoran gas
- Kebakaran pabrik
- Asap pabrik sisa produksi
- Asap- asap kendaraan

c. Akibat Pencemaran :
dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia berdasarkan masing-masing
polutan:

- Particulate matter atau PM merupakan campuran antara partikel padat dan cair
di udara yang bersumber dari asap kendaraan dan pabrik. PM yang berada dalam
tubuh bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pernapasan serta risiko
kanker paru-paru.

- Karbon monoksida merupakan salah satu gas beracun penyebab polusi udara.
karena mencegah oksigen terikat dengan hemoglobin dalam sel darah merah.
Sebagai gantinya, karbon monoksida lah yang masuk dalam darah. Akibatnya,
pasokan oksigen ke jantung berkurang dan mengakibatkan tubuh kekurangan
oksigen.

- Ozon merupakan kandungan utama dalam kabut asap yang terbentuk dari reaksi
sinar matahari dengan polutan yang dihasilkan dari asap kendaraan, bahan kimia,
dan limbah industri. Kandungan ozon berlebih udara dapat menyebabkan

54

berbagai penyakit pernapasan seperti meningkatkan risiko asma, memperparah
asma, dan penyakit paru-paru.
- Paparan polusi udara terlebih pada ibu hamil telah dikaitkan dengan potensi
keguguran serta gangguan spektrum autisme dan asma pada anak-anak.

d. Refleksi :
Menurut saya pelepasan limbah gas ke udara saat ini masih banyak terjadi di
kehidupan sehari hari kita, jadi sebaiknya kita harus memulai dari diri sendiri
dan saling mengingatkan sesama agar udara di lingkungan kita lebih baik dan
terhindar dari polusi yang berlebihan

e. Tindak Lanjut :
- Mengurangi penggunaan kendaraan yang mengeluarkan banyak asap
- Berjalan, bersepeda
- Saling mengingatkan sesame agar mengurangi hal hal yang meningkatkan polusi
- Menggunakan masker.

4. Daftar Pustaka
-https://www.sehatq.com/artikel/dampak-buruk- limbah-pabrik-bagi-kesehatan-anda
- https://ilmugeografi.com/bencana-alam/pencemaran- limbah-pabrik
- https://disperkimta.bulelengkab.go.id/artikel/sumber-dan-penyebab-pencemaran-
udara-75
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4617378/7-dampak-buruk-polusi-
udara-untuk-kesehatan

55

BAB 8
SISTEM EKSRESI

A. Jurnal Belajar
Jurnal 1
18 Februari 2021
Pada pembelajaran hari ini, Bu Puspa membagikan ppt tentang sistem ekskresi lalu
memberi tahu bahwa nanti aka nada tugas individu yaitu menjelaskan kembali secara
lisan tentang organ organ sistem ekskresi. Bu puspa membagikan meet setelah kita
membaca ppt yang diberikan pada jam 08.24 dan di dalam meet bu puspa
menjelaskan tugas yang diberikan. Tidak lupa juga bu puspa mengingatkan untuk
menscreenshot meet pada hari ini

Jurnal 2
23 Februari 2021
Pada pembelajaran hari ini dilakukan daring, pertemuan kali ini membahas organ
ekskresi yang pertama yaitu ginjal. Bu puspa memanggil siswa yang mendapat bagian
ginjal secara acak dan mereka pun menjelaskan apa yang mereka telah baca, bu puspa
juga menambahkan beberapa yang kurang dari penjelasan nya, lalu waktu habis dan
ginjal lanjut pertemuan selanjutnya.
Pada pembelajaran hari ini saya lupa menscreenshotnya, maaf

56

Jurnal 3
25 Februari 2021
Pada penbelajaran hari ini melanjutkan materi ginjal, dan beberapa siswa pun
menjelaskan, akan tetapi bu puspa kurang puas dengan jawaban jawabannya karena
tidak mempersiapkan dengan matang materi yang di jelaskan dan bu puspa
mengingatkan pada yang menjelaskan materi selanjutnya untuk lebih mempersiapkan
materi yang akan dijelaskan nya.

Jurnal 4
2 Maret 2021
Pada pembelajaran hari ini melanjutkan pembahasan ginjal yaitu proses pembentukan
urine, penyimpanan urine, faktor faktor yang mempengaruhi proses pembentukan
urine. Pembelajaran pun tidak berjalan dengan lancar dikarenakan kendala jaringan
yang dialami bu puspa akan tetapi masih aa siswa yang mengajukan diri untuk
menjelaskan dan materi tentang ginjal telah selesai. Dilanjutkan dengan materi
selanjutnya minggu depan.

57

Jurnal 5
9 Maret 2021
Padda pembelajaran hari ini bu puspa mempersilahkan hati dan kulit siapa yang
duluan berbicara materinya yang akan dilakukan lebih dahulu, lalu terpilihlah kulit
dan beberapa siswa mengajukan diri menjelaskan materi itu, materi yang dibahas
adalah fungsi kulit, struktur kulit, dan kelejar pada kulit. Dan selesailah materi kulit,
dilanjutkan materi hati di pertemuan selanjutnya

58

Jurnal 6
16 Maret 2021
Pada pembelajaran hari ini masuk pada materi hati, dan mempersilahkan siapa
yang mau berbicara dan beberapa siswa mengajukan diri untuk berbicara adapun
juga siswa dari materi lain yang belum berbicara, berbicara pada kesempatan kali ini.
Dan bu puspa mengingatkan bahwa minggu depan akan ada ulangan. Dan
pembelajaran selesai.

59

B. Tugas-tugas

Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa metabolisme (metabolit) yang
sudah tidak berguna atau berbahaya jika disimpan didalam tubuh.

Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimiawi (misalnya enzim dan hormon)
oleh sel atau kelenjar yang memiliki kegunaan tertentu

Defekasi merupakan proses pembuangan sisa pencernaan makanan berbentuk padat
dan setengah padat.

Sistem ekskresi pada manusia meliputi ginjal, hati, paru-paru, dan kulit.

A. Ginjal

Organ utama yang memproduksi urine.

Ginjal memiliki beberapa fungsi yaitu :

 Pengeluaran zat sisa organik,
 Pengeluaran zat racun,
 Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui ekskresi ion hydrogen,

bikarbonat, dan ammonium
 Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air serta

menghasilkan enzim angiotensin yang selanjutnya memicu pelepasan hormon
aldosterone
 Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang dengan
melepaskan hormone eritropoietin
 Pengendali konsentrasi nutrisi darah, seperti glukosa dan asam amino
 Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin d aktif

Struktur ginjal

Dilindungi oleh lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal, lemak parirenal, lemak
pararenal, serta kapsul fibrosa

Bagian bagian ginjal :

a. Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal
b. Hilus (hilum), cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal
sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter
c. Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus
d. Parenkim ginjal, terbagi 2 bagian yaitu korteks dan medulla
e. Pelvis ginjal, rongga perluasan ujung proksimal ureter.

Proses pembentukan urine

60

Meliputi 3 proses dasar yaitu

a. Filtrasi glomerulus
Proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam
kapsul bowman
Membran glomerulus tersusun dari 3 lapisan yaitu dinding kapiler glomerulus,
membran basal, lapisan dalam kapsul bowman
Filtrasi glomerulus merupakan proses pasif yang terjadi karena 3 gaya fisik
yaitu tekanan darah kapiler glomerulus, tekanan osmosis koloid plasma,
tekanan hidrostatik kapsul bowman

b. Reabsorpsi tubulus
Proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti glukosa,
asam amino, nutrisi organic, air dan garam mineral.
Reabsorpsi bahan yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi ion-ion natrium, ion
klorin, glukosa, air direabsorpsi, urea diabsorpsi, ion organic

c. Augmentasi
Transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari darah dalam kapiler
peritubuler, keluar melewatisel sel tubuler menuju cairan tubuler dan masuk
ke dalam urine.

Faktor faktor yang memengaruhi proses pembentukan urine

a. Faktor internal
Hormon ADH, Hormon insulin, sistem renin-angiotensin-aldosteron

b. Faktor eksternal
Suhu lingkungan, jumlah air yang diminum, alcohol

B. Hati

Kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di atas
lambung di bawah diafragma.

Hati memiliki berat sekitar 1,5-2 kg, terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi oleh
jaringan ikat ligament falsiformis, hati dibungkus oleh jaringan ikat padat yaitu
kapsula hepatica, volume hati 80%tersusun dari sel sel parenkimal (hepatosit) sisanya
merupakan sel sel nonparenkim (sekitar 6,5%),sel intrahepatic, hepatosit duktular, sel
sel imun

Fungsi hati

Untuk menghasilkan :

a. Empedu, cairan berwarna hijau, terasa pahit, berasal dari perombakan
sel darah merah yang sudah tua yang disimpan di dalam kantong empedu
b. Trombopoietin, yaitu hormone glikoprotein yang mengendalikan produksi
kepid darah oleh sumsum tulang belakang

61

c. Albumin yang merupakan komponen plasma darah
d. Angiotensinogen, hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin ginjal dan
berperan dalam peningkatan tekanan darah
e. Enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea

Fungsi hati lainnya :

Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A,D dan B12,
mengaktifkan vitamin D, fagosit bakteri yang dilakukan oleh magrofak sel kupffer

C. Kulit

Organ terbesar, yang menutupi area tubuh seluas 1,67 m2 dan berat sekitar 4,5 kg
pada laki laki dengan berat badan 75 kg.

Fungsi Kulit

a. Ekskresi
b. Perlindungan
c. Pengaturan suhu badan
d. Metabolisme
e. Komunikasi

Struktur kulit

a. Epidermis, bagian terluar kulit, terdiri dari 5 lapisan yaitu stratum korneum,
stratum lusidum, stratum granulosom, stratum spinosum, stratum basalis
b. Dermis, tersusun dari dua lapisan yaitu lapisan papilar, lapisan retikuler
c. Hipodermis, lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ organ
yang terdapat di bawahnya

Kelenjar pada kulit

a. Kelenjar keringat, dibedakan menjadi 2 yaitu ekrin dan apokrin
b. Kelenjar sebaseus, mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel
rambut

Kulit sebagai pengatur panas

Panas yang dikeluarkan oleh kulit dapat melalui beberapa cara yaitu

a. Pemancaran, dilepas ke udara sekitar
b. Pengaliran, mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh permukaan
tubuh diganti udara dingin
c. Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit
d. Penguapan, panas dikeluarkan bersama keringat kemudian keringat menguap

62

BAB 9

SISTEM KOORDINASI

B. Tugas-tugas

Analisis Sel Saraf (Neuron)

Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuran panjang sekitar 39 inci

Terdiri dari bagian bagian :

 Badan sel (perikarion), berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan
neuron. Badan sel memiliki nukleus (inti) di tengah dan nukleolus yang
menonjol.

 Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek bercabang-cabang,
dan berfungsi untuk menerima impuls (sinyal) dari sel lain untuk dikirimkan
ke badan sel.

 Akson merupakan juluran sitoplasma yang panjang (berkisar 1mm - 1m) atau
cabang tunggal berbentuk silindris berasal dari badan sel.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

 Neuron sensor (aferen), berfungai menghantarkan impuls dari organ sensor ke
pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang).

 Neuron motor (eferen), berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke
organ motor (otot) atau kelenjar.

 Neuron konektor (interneuron), berfungsi menghubungkan neuron yang satu
dengan neuron lainnya.

Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu :

 Neuron multipolar, memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih.
Contohnya, neuron motor yang terdapat di otak dan medula spinalis (sumsum
tulang belakang).

 Neuron bipolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson. Contohnya,
neuron pada organ indra. seperti mata, hidung, dan telinga.

 Neuron unipolar (pseudounipolar), merupakan neuron bipolar yag tampak
hanya memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendritnya
berfusi. Contohnya, neuron pada embrio dan fotoreseptor mata.

63

Analisis Sistem Saraf Pusat (SSP)

Sistem Saraf Pusat (SSP) Sistem saraf puat meliputi otak (serebral) dan sumsum
tulang belakang (medula spinalis).

Pada otak maupun medula spinalis tendapu lapian pelindung dari jaringan ikat yang
disebut meninges. Meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu :

 Pia mater adalah lapisan terdalam yang halus dan riois mengandung banyak
pembuluh darah, serta melekat pada otak atau medula spinalis.

 Araknoid adalah lapisan tengah, mengandung sedikir pembuluh darah.
Araknold memiliki ruang subaraknoid yang berisi cairan serebrospinalis,
pembuluh darah, dan selaput jaringan penghubung yang mempertahankan
posisi araknoid terhadap pia mater di bawahnya.

 Dura mater adalah lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdiri aras dua lapisan.
Pada dura mater terdapat ruang subdural yang memisahkan dura mater dari
araknoid. Lapisan yang terluar melekat pada permukaan dalam kranium.

Otak maupun medula spinalis memiliki substansi abu-abu dan substansi putih.

 Substansi abu-abu, membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam
medula spinalis. Substansi abu-abu mengandung badan sel neuron, serabut
bermielin dan tidak bermielin. astrosit protoplasma, oligodendrosit, dan
mikroglia.

 Substansi putih, membentuk bagian dalam otak dan bagian Tuar medula
spinalis. Substansi putih didominasi oleh serabur bermielin maupun tidak
bermielin, mengandung oligodendrosit, astrosit fibrosa, dan mikroglia.

1. Otak

Otak manusia diperkirakan mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengonsumsi
25% oksigen, dan menerima 1,5 % darah dari jantung. Otak tersusun dari 100 milyar
neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks.

Bagian bagian otak :

(1). Serebrum (Otak Besar)

Serebrum mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian luarnya tersusun
dari substansi abu-abu y korteks serebral, sedangkan bagian dalamnya tersusun dari
substansi putih yang disebut nukleus basal (ganglia basal).

 Korteks serebral, menempati 80% dari total massa otak, memiliki ketebalan
sekitar 5 mm, serta memiliki pelekukan yang meningkatkan luas

64

permukaannya (sekitar 0,5 m²', sering dikaitkan dengan kecerdasan). Korteks
serebral terbagi menjadi dua belahan (hemisfer serebral), vaitu sisi kanan dan
kiri yang dihubungkan oleh serat pita tebal dari bahan putih serebrum yang
disebut korpus kalosum. Setiap belahan terdiri atas empat lobus yang terpisah.
Setiap hemisfer memiliki fisura (ceruk dalam) dan sulkus (ceruk dangkal).
Permukaan jaringan otak membentuk bagian bulat menonjol yang disebut
girus.

Area Fungsional Korteks Serebral

A. Area motor primer. Bagian lobus frontal (dahi) dari girus presentral,
mengendalikan kontraksi volunter (di bawah kesadaran) otot rangka.

B. Area sensor korteks, meliputi :

 Area sensor primer, terdapat pada girus postsentral, berfungsi menerima
informal nyeri tekanan, suhu, dan sentuhan.

 Area Visual Primer, terdapat di lobus oksipitaloksipital, berfungsi menerima
informasi dari retina mata.

 Area auditori primer, terdapat pada trpi atas lobus
temporaltemporal, berfungsi menerima impuls pendengaran

 Area olfaktori primer, terdapat pada permukaan media lobus
temporaltemporal, berkaitan dengan indra penciuman.

 Area pengecap primer, terdapat di lobus pariental (ubun ubun), di dekat
bagian inferior girus postsentral, berfungsi untuk persepsi rasa manis,
asam, asin dan pahit

C. Area isolasi

 Area Isolasi frontal, terdapat pada lobus frontal, berfungsi sebagai pusat
intelektual dan fisik

 Area asosiasi somatik, terdapat pada lobus parietal, berfungsi sebagai pusat
interpretas (penafsiran) bentuk dan tekstur suatu objek.

 Area asosiasi visual (pada lobus oksipital) dan are asosiasi auditorik (pada
lobus temporal), berfungsi sebagai pusat interpretasi visual dan auditori.

 Area wicara Wernicke, terdapat pada bagian superior lobus temporal,
berfungsi sebagai pusat bahasa dan wicara.

Nukleus basal, merupakan pusar untuk koordinasi motor. Jika bagian ini rusak,
seseorang akan menjadi pasif dan tidak bergerak karena nukleus basal tidak mampu
lagi mengirimkan impuls motor ke otot, contohnya mampu penyakit Parkinson.

65

Diensefalon terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balik
hemisfer serebral

Bagian bagian diensefalon

 Talamus

 Hipotalamus

 Epitalamus

Sistem limbik adalah cincin struktur-struktur orak depan yang mengelilingi otak dan
saling berhubungan melalui jalur-jalur neuron yang rumit. Sistem limbik berfungsi
dalam pengaturan emosi

Mesensefalon (otak tengah) adalah bagian otak pendek yang menghubungkan pons
dan serebelum (otak kecil) dengan serebrum (otak besar). Mesensefalon berfungsi
sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan informasi penglihatan
dan pendengaran.

Pons varolii ( jembatan varol) berfungsi mengatur frekuensi dan kekuatan nafas

Serebelum ( otak kecil) berfungsi mempertahankan keseimbangan, mengatur kontrol
mata, meningkatkan tonus otot

Medula oblongata berfungsi pengendalian frekuensi denyut jantung

Formasi retikuler berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan

2. Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)

Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang otak
medula oblongata hingga ruas ke-2 tulang pinggang. Panjang medula spinalis sekitar
45 cm dengan diameter 2 cm. Fungsinya mengendalikan berbagai aktivitas refleks
dalam tubuh, komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh, serta
menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum.

Struktur bagian dalam (substansi abu-abu) Batang atas dan bawah dari struktur
berbentuk huruf H, disebut tanduk atau kolumna yang banyak mengandung badan sel,
dendrit asosiasi, neuron eferen, dan akson tidak bermielin. d2

 Tanduk abu-abu posterior (dorsal), batang vertikal atas, mengandung badan
sel yang menerima impuls melalui saraf spinal dari neuron sensor.

 Tanduk abu-abu anterior (ventral), batang vertikal bawah, mengandung
neuron motor yang aksonnya mengirimkan impuls melalui saraf spinal ke otot
dan kelenjar.

66

 Tanduk lateral substansi abu-abu, bagian antara tanduk posterior dan anterior,
mengandung badan sel neuron sistem saraf otonom (SSO). Komisura abu-abu,
menghubungkan substansi abu-abu sisi kiri dan kanan medula spinalis.

Struktur bagian luar (substansi putih) Substansi putih tersusun dari akson yang
bermielin. Bagian ini rerbagi menjadi funikulus (kolumna) anterior (ventral),
posterior, ventrolateral, dan lateral. Dalam funikulus terdapat traktus (fasikulus)
spinal, yaitu:

 Traktus sensor (asenden), berperan dalam penyampaian informasi dari tubuh
ke otak. Informasi tersebut, misalnya sentuhan, suhu, nyeri, tekanan, posisi
tubuh, keseimbangan, dan arah gerakan.

 Traktus motor (desenden), berperan membawa impuls motor dari otak ke
medula spinalis dan dari saraf spinal menuju ke tubuh. Traktus motor
berfungsi menghantarkan impuls untuk koordinasi dan ketepatan gerakan
volunter (sadar), serta mempertahankan tonus (kontraksi) otot dalam aktivitas
refleks.

Analisis Sistem Saraf Tepi (SST)

Terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan diluar medula
spinalis, meliputi saraf kranial dan saraf spinal.

Saraf kranial

Terdiri dari 12 pasang saraf

1. Saraf olfaktori

2. Saraf optik

3. Saraf okulomotor

4. Saraf troklear

5. Saraf trigeminal

6. Saraf abdusen

7. Saraf fasial

8. Saraf vestibulokoklear

9. Saraf glosafaring

10. Saraf fagus

11. Saraf aksesori spinal

67

12. Saraf hipoglosal
Saraf Spinal
Setiap saraf spinal terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior),
Setiap radiks yatig memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7- 10 cabung
radiks (rootlet). Radiks dorsal rerdiri atas kelompok serabut sensori yang memasuki
korda. sedangkan radila ventral terdiri atas kelompok serabut motor dari korda.
Saraf spinal terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula
spinalis dan diberi nama sesuai nama ruas tulang belakang, yaitu saraf serviks. 8
pasang (CI-C8), saraf toraks 12 pasang (TI - T12), saraf lumbar 5 pasang (L1-L5).
Saraf sakrum 5 pasang (S1-S5), dan saraf koksiks I pasang.
Berdasarkan arah impuls yang dibawanya, SST dibagi menjadi divisi aferen dan
eferen. Divisi aferen (a- menuju/ke, feren - membawa), membawa informasi dari
reseptor yang terletak pada bagian eksternal tubuh atau reseptor somatik maupun
bagian internal tubuh atau viseral menuju ke SSP. Divisi eferen (e dari, feren =
membawa) membawa instruksi dari SSP ke organ efektor otot atau kelenjar yang
melaksanakan perintah agar dihasillkan efek yang sesuai.
Sistem saraf simpatis
Sistem saraf simpatis berasal dari segmen toraks dan lumbar medula spinalis.
Sebagian besar serat praganglion sangat pendek, memiliki sinapsis, dan memiliki
badan sel neuron pascaganglion yang berada di dalam ganglion pada rantai ganglion
simpatis di sepanjang kedua sisi medula spinalis.
Sistem saraf parasimpatis
Serat saraf parasimpatis berasal dari area kranial (otak) dan sakrum (di bagian bawah
medula spinalis). Serat praganglion parasimpatis lebih panjang daripada serat
praganglion simpatis karena tidak mencapai ganglion terminal di dalam atau di dek
organ efektor. Serat pascaganglion sangat pendek dan berakhir sel-sel organ. Serat
praganglion maupun pascaganglion pada sistem saraf parasimpatis mengeluarkan
neurotransmiter yang sama, yaitu asetilkolin sehingga disebut serat kolinergik.

68

Sistem Endokrin (Hormon)

Sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon

Hormon adalah senyawa organikpembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah
menuju ke sel sel atau jaringan tubuh. Hormon hanya dapat memengaruhi sel sel
target yang memiliki reseptor khusus
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh
seperti metabolisme, homeostasis,pertumbuhan,perkembangan seksual,dan siklus
reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.

Kelenjar endokrin pada manusia meliputi hipofisis (pituitary), tiroid, paratiroid,
adrenal, pankreas, pineal dan timus.

Hiposis (pituitari), terbagi menjadi 3 :

a. Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon sebagai berikut:

1. Hormon pertumbuhan (growth hormonel) atau hormon somatotropin (STH)
yang berfungsi :

 Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel tubuh
 Mengendalikan hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam

pertumbuhan tulang kartilago

 Mempercepat laju sinstesis protein dengan cara meningkatkan pemasukan
asam amino melalui membran sel

 Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel-sel tubuh, sehingga
menambah kadar glukosa darah.

 Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi
Abnormalitas sekresi (GH):

 Kerdil, jika kekurangan GH selama masa anak anak sehingga pertumbuhan
terhenti

 Gigantisme, akibat kelebihan GH selama masa remaja sebelum penutupan
cakram epifisis yang menyebabkan pertumbuhan tulang panjang berlebihan

 Akromegali, pembesaran tulang tidak proporsional seperti penambahan
ketebalan tulang pipih pada wajah, serta pembesaran pada kaki dan tangan.

2. Hormon perangsang tiroid (TSH)

69

Berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel sel kelenjar tiroid, laju
produksi hormonnya, dan metabolisme sel.

3. Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (ACTH)
Berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid.

4. Hormon gonadotropin atau gonadotropik

Yang mengatur fungsi gonad. Terdiri atas
FSH

 Pada wanita : menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan memproduksi
hormon estrogen.

 Pada laki laki: menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa
dalam tubulus seminiferus testis

LH

 Pada wanita : LH bekerja sama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen .
LH berperan dalam ovulasi dan sekresi progesterone

 Pada laki laki : LH menstimulasi sel sel interstisial tubulus seminiferus testis
untuk memproduksi androgen

5. Hormon prolactin (PRL)

Disekresikan pada saat hamil dan menyusui.

b. Hipofisis lobus intermedia (tengah),menghasilkan endorfin dan melanocyte
stimulating hormone (MSH). Hormon ini juga dihasilkan di lobus anterior.

 Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stress dan aktivitas seperti
olahraga

 MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil
pigmen (melanosit) pada epidermis

c. Hipofisis lobus posterior, menghasilkan hormone ADH dan oksitosin.

 ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui
peningkatan reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus
di ginjal.

 Oksitosin, bergungsi menstimulasi kontraksi otot saat melahirkan dan
pengeluaran ASI pada ibu menyusui

70

Tiroid (kelenjar gondok), terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang
terletak di bawah laring, Menghasilkan hormon tiroksin sebanyak 90% dan
triiodotironin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid

Hormon tiroksi berfungsi meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi
konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta mengatur
pertumbuhan dan perkembangan normal tulang ,gigi, jaringan saraf, dan saraf

Abnormalitas sekresi tiroid :

 Hipotiroidisme, menyebabkan penurunan metabolisme , konstipasi, reaksi
mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak

 Hipertiroidisme, menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan
menurun, gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas
hormone, dan penyakit Grave (pembengkakan jaringan di bawah kantong
mata sehingga bola mata menonjol)

Paratiroid, terdiri atas 4 organ kecil berukuran sebesar biji apel

Paratiroid menyekresi hormone parathormon (PTH). PTH berfungsi mengendalikan
keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui

 Stimulasi aktivitas osteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium

 Pengakifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam
makanan

 Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunka n
kehilangan ion kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam
darah.

Abnormalitas sekresi PTH :

 Hiperparatiroidisme, menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan
pelemahan tulang

 Hipoparatiroidisme, menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah,
peningkatan iritabilitas sistem neuromuscular dam tetanus

Adrenal (suprarenalis/kelenjar anak ginjal), kelenjar adrenal terdiri atas korteks di
bagian luar dan medula di bagian dalam. Kelenjar adrenal bagian medula
menghasilkan hormon:

 Adrenalin (Epinefrin), meningkatkan frekuensi jantung. metabolisme, đan
konsumsi oksigen.

 Noradrenalin (Norepinefrin), meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi
otot jantung.

71

Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon:

 Aldosteron, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian
kadar natrium dan kalium dalam darah.

 Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron), memengaruhi
metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran lisosom
sehingga mencegah kerusakan jaringan.

 Gonadokortikoid (steroid kelamin), sebagai prekursor pengubahan testosteron
dan estrogen oleh jaringan lain.

Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal:

 Hiposekresi menyebabkan penyakit Addison, dengan gejala
ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam darah sehingga kulit
menghitam.

 Hipersekresi menycbabkan peningkatan tekanan darah, cushings disease
(kelemahan otot serta penumpukan lemak di leher dan wajah), sindrom
adrenogenital (terjadi pubertas dini), serta perempuan dewasa yang memiliki
karakteristik pria (tumbuh rambut di wajah, suara menjadi berat, dan
perkembangan otot)

Pankreas, organ berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawah lambung.
Pankreas sebagai endokrin menghasilkan hormone:

 Glukagon, dihasilkan oleh sel alfa, berfungsi meningkatkan penguraian
glikogen hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan
sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.

 Insulin, dihasilkan oleh sel beta, berfungsi menurunkan katabolisme lemak
dan protein, menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis
protein dan lemak.

 Somatostatin, dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormon
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin.

 Polipeptida pankreas, hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan,
fungsi belum diketahui.

Abnormalitas sekresi kelenjar pankreas:

Defisiensi insulin menyebabkan diabetes mellitus. Diabetes mellitus dapat
disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, penyakit autoimun, virus, lingkungan,
ekonomi, dan budaya.

72

Pincal (epifisis serebri), menghasilkan melatonin yang berpengaruh pada pelepasan
gonadotropin dan menghambat produksi melanin.
Timus, terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian
posterior toraks di atas jantung, Timus menghasilkan timosin untuk pengendalian
perkembangan sistem imun.
Ovarium, testis, dan plasenta. Ovarium menghasilkan. hormon estrogen dan
progesteron. Testis menghasilkan hormon testosteron. Plasenta menghasilkan
gonadotropin korion, estrogen, progesteron, dan somatotropin.

SISTEM INDRA

A. Indra Penglihat (Mata)
1. Aksesori mata meliputi
 Alis, untuk melindungi mata dari keringat.
 Orbita, lekukan tulang berisi bola mata.
 Kelopak mata, melindungi mata dari kekeringan dan debu.
 Otot mata, untuk menggerakan mata ke arah vertikal, horizontal, dan
menyilang.
 Air mata, mengandung garam, mukosa, dan lisozim untuk membasahi
permukaan mata dan mempertahankan kelembapannya.

2. Struktur mata
a. Lapisan luar bola mata, terdiri atas

 Tunika fibrosa, lapisan terluar yang keras,
 Sklera, memberikan bentuk pada bola mata, dan sebagai tempat perlekatan

otot ekstrinsik.
 Kornea, untuk mentransmisi dan memfokuskan cahaya.

73

b. Lapisan tengah bola mata
 Koroid, mencegah refleksi internal berkas cahaya, dan mengandung banyak

pembuluh darah untuk memberikan nutrisi.
 Badan siliari, akomodasi penglihatan (mengubah fokus objek).
 Iris, mengendalikan diameter pupil.
 Pupil, ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya.

c. Lensa, struktur bikonveks yang bening di belakang pupil dan bersifat elastis.

d. Rongga mata, ruang anterior berisi aqueous humor (cairan bening yang
mengandung nutrisi untuk lensa dan kornea, sedangkan ruang posterior berisi
vitreous humor (gel transparan untuk mempertahankan bentuk bola mata dan
posisi retina terhadap korne)

e. Retina, tersusun atas
 Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A
 Bagian dalam, sel batang mengandung pigmen rhodopsin, tidak sensitif

terhadap warna, dan bekerja pada intensitas cahaya rendah, sel kerucut
mengandung iodopsin, sensitive terhadap warna , dan bekerja saat intensitas
cahaya tinggi
 Lutea makula, area berkas pewarna kekuningan terletak agak lateral dari pusat
 Fovea sentralis, pusat visual mata (bayangan objek yang terfokus di bagian ini
akan diinterpresentasikan oleh otak)
 Saraf mata, meneruskan rangsang cahaya ke otak
 Bintik buta, tempat masuknya saraf dari otak ke retina mata

B. Indra Pembau (Hidung)

74

Memiliki kemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau
atau zat kimia yang membentuk gas.

Epitelium olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori.
Sel olfaktori berfungsi memonitor asupan bauan yang dibawa udara kedalam system
pernafasan manusia dan sangat menentukan rasa, aroma, dan palatabilitas dari
makanan dan minuman.

C. Indra Pengecap (Lidah)
Papila lidah dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan bentuknya :

 Papilla filiformis, berbentuk kerucut, menutupi bagian permukaan atas lidah,
tidak mengandung kuncup.

 Papilla fungiformis, berbentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah,
mengandung 5 kuncup pada setiap papilla.

 Papilla sirkumvalata, berbentuk menonjok dan tersusun seperti huruf V,
banyak terdapat dibagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup
pengecap.

 Papilla foliata, berbentuk seperti daun , terletak di bagian tepi pangkal lidah,
dan mengandung sekitar 1.300 kuncup pengecap di tiap lipatannya.

Kuncup pengecap terdiri atas sel sel penunjang dan sensor yang berambut. Area
kepekaan rasa pada lidah sebagai berikut.

 Pengecap rasa manis, terdapat di bagian ujung lidah.
 Pengecap rasa asin, terdapat pada hamper seluruh area lidah, tetapi reseptor

banyak terkumpul di bagian samping.
 Pengecap rasa asam, terdapat di bagian samping lidah agak ke belakang.
 Pengecap pahit, terdapat di bagian belakang pangkal lidah.

D. Indra Pendengar (Telinga)
1. Struktur telinga, terdiri dari 3 bagian yaitu :

a. Telinga bagian luar, meliputi
 Pinna/aurikula, menangkap gelombang bunyi untuk diteruskan ke kanal
auditori eksternal (meatus)

75

 Membran timpanum, menggetarkan gelombang bunyi secara mekanis
b. Telinga bagian tengah, meliputi bagian bagian :
 Tabung eustachius, menghubungkan telinga tengah dengan faring, berfungsi

menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane tympanum
 Osikel auditori, mengarahkan getaran dari membrane timpanum ke fenestra

vestibuli (tingkap oval)

c. Telinga bagian dalam, terdiri dari 2 bagian :
 Labirin osea, ruang berliku berisi cairan perilimfa. Terbagi menjadi 3 bagian,

yaitu vestibula (mengandung reseptor keseimbangan tubuh), kanalis
semisirkularis (tiga buah saluran setengah lingkaran), koklea (berbentuk
rumah siput yang mengandung reseptor pendengaran), koklea terdiri
dari bagian yaitu skala vestibule, skala timpani.
 Labirin membranosa, serangkaian tuba berongga dan berkantong yang berisi
cairan endolimfa. Terdiri atas 2 kantong, yaitu utrikulus dan sakulus yang
dihibingkan oleh ductus endolimfa.

E. Indra Peraba (Kulit)
Reseptor pada kulit sebagai berikut :

 Korpuskula pacini, mendeteksi tekanan yang dalam dan getaran.
 Korpuskula Meissner, mendeteksi rangsangan berupa sentuhan.
 Cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang

beradaptasi lambat, misalnya ketika orang memegang pena.
 Korpuskula Ruffini, sebagai reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan

ikat.
 Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan

gerakan.
 Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu

(panas/dingin).

76

REFLEKSI

Peristiwa
Pembelajaran daring ini sudah berlangsung selama 2 semester, di pelajaran

biologi lama kelamaan saya terbiasa membuat jurnal dan portofolio. Saya pun
berusaha agar semua tugas tugas saya bisa selesai tepat waktu meskipun ada beberapa
yang terlambat. Namun saya puas dengan apa sudah saya lakukan sejauh ini dan dari
membuat jurnal dan portofolio saya belajar banyak hal dan membuat buat hal seperti
itu membuat saya terbiasa kedepannya.

Perasaan
Perasaan saya awalnya mungkin belum terbiasa membuat hal hal seperti itu,

akan tetapi lama lama kelamaan saya menjadi lebih enjoy dalam membuat jurnal dan
portofolio kedepannya

Pembelajaran
Yang saya dapatkan dari membuat jurnal dan portofolio yaitu ilmu dan diri

kita pun terbiasa akan hal hal itu. Saya pun mendapat pelajaran penting lainnya yaitu
kita harus melakukan semua hal itu dengan ikhlas dan tanpa paksaan suatu apaapun
dan juga tidak bersungut sungut.

Perubahan
Diri saya menjadi lebih terbiasa dalam membuat jurnal dan portofolio dan

juga lebih teliti. Harapan saya kedepannya itu menjadi lebih giat dari sebelumnnya
dan lebih sering berbicara.

77


Click to View FlipBook Version