SEJARAH INDONESIA
KONSEP PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN DALAM SEJARAH
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................ii
DAFTAR TABEL..........................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................... iv
PENDAHULUAN......................................................................................... 5
A. Deskripsi Singkat............................................................................... 5
B. Manfaat/Relevansi............................................................................. 5
C. Tujuan Pembelajaran..........................................................................5
D. Saran/Petunjuk Belajar.......................................................................5
E. Urutan Bahasan.................................................................................. 6
PEMBAHASAN............................................................................................ 7
A. Perkembangan Pola Pikir Manusia dari Zaman ke Zaman
1. Paleolithikum.............................................................................. 7
2. Mesolithikum.............................................................................. 8
3. Neolithikum................................................................................ 9
4. Logam......................................................................................... 10
B. Pengaruh Zaman Neolthikum Terhadap Perkembangan
Peradaban Manusia............................................................................ 11
C. Cikal-Bakal Munculnya Kerajaan, Republik, dan
Masyarakat Dunia.............................................................................. 12
1. Kesukuan.....................................................................................12
2. Kerajaan...................................................................................... 13
3. Republik...................................................................................... 13
4. Masyarakat Dunia....................................................................... 14
PENUTUP..................................................................................................... 15
A. Rangkuman........................................................................................ 16
B. Uji Kompetensi.................................................................................. 17
GLOSARIUM................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 19
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Peta Konsep..........................................................................................6
Tabel 2. Alur korelasi revolusi budaya neolithikum dengan
perkembangan peradaban.......................................................................11
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Paleolithikum
Gambar 1.1. Alur korelasi revolusi budaya neolithikum dengan
perkembangan peradaban.......................................................7
Gambar 1.2. Alat peninggalan zaman paleolithikum................................8
Gambar 2. Mesolithikum
Gambar 2.1. Abris Sous Roche................................................................. 8
Gambar 2.2. Lukisan di dalam goa........................................................... 9
Gambar 3. Neolithikum
Gambar 3.1. Ilustrasi revolusi neolitikum.................................................9
Gambar 4. Logam
Gambar 4.1. Ilustrasi zaman logam...........................................................10
iv
PENDAHULUAN
A. Deskripsi singkat
Konsep perubahan dan keberlanjutan sejarah merupakan materi yang
penting untuk dipahami dalam pembelajaran sejarah. Segala peristiwa sejarah
yang kita kenal cenderung terhubung ke dalam satu garis yang sama. Bahan
ajar ini berisi mengenai penjelasan tentang konsep perubahan dan
keberlanjutan sejarah yang dikemas ke dalam materi perkembangan pola pikir
manusia pada zaman pra aksara dan cikal bakal terlahirnya sistem kerajaan,
republik, dan masyarakat dunia.
B. Manfaat/relevansi
Ketika kita memahami konsep perubahan dan keberlanjutan sejarah, maka
kita dapat memahami sejarah secara holistik sehingga meminimalisir
terjadinya kesalahan dalam memahami sejarah. Konsep tersebut sangat relevan
dengan keadaan saat ini, ketika hoax sering menyebar di berbagai akun sosial
media. Hoax akan lebih berbahaya ketika melibatkan manipulasi fakta sejarah,
maka dengan adanya pembelajaran mengenai konsep perubahan dan
keberlanjutan sejarah siswa dapat berpikir dengan lebih bijaksana.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari uraian materi ini, diharapkan peserta didik dapat :
1. Menganalisis Perkembangan pola pikir manusia dari zaman ke zaman.
2. Mengidentifikasi pengaruh zaman neolthikum terhadap perkembangan
peradaban manusia.
3. Mengidentifikasi cikal-bakal munculnya kerajaan, negara, dan masyarakat
dunia.
D. Saran/petunjuk belajar
Untuk memahami materi dalam buku ini dianjurkan bagi pembaca untuk
mencari sumber rujukan yang tertera di daftar pustaka supaya mngetahui
materi secara lebih spesifik. Selain itu pembaca juga bisa menonton video di
bawah ini :
1. Gambaran kehidupan manusia purba : LUAR BIASA...INILAH
KEHIDUPAN MANUSIA ZAMAN PURBAKALA. 2018. Art Tuber ID.
https://youtu.be/_Yn55j-hXBU.
5
2. Revolusi neolithikum : The Neolithic Revolution: The Development of
Agriculture - The Journey to Civilization #02. 2019. See U in
History/Mythology. https://youtu.be/rboewQNMpdU.
3. Sekilas tentang perkembangan peradaban : Perkembangan Peradaban
Manusia (Badan Standardisasi Nasional). 2016. 2359 pictures.
https://youtu.be/c18ibGEdJ2U.
4. Alasan terciptanya negara : Why Countries Exist: The Rise of the Nation
State in 6 Minutes. 2017. Thought Monkey. https://youtu.be/Q7ark8cRiSw.
5. Penjelasan mengenai masyarakat dunia : FAQ GLOBALISASI #1: Definisi
& Penyebab Globalisasi. 2019. OVIS UI. https://youtu.be/2aozJF133fg.
E. Urutan bahasan
Tabel 1. Peta konsep
6
PEMBAHASAN
Indikator I
Menganalisis Perkembangan pola pikir manusia dari zaman ke zaman.
❖ Memahami Teks
A. Perkembangan Pola Pikir Manusia dari Zaman ke Zaman
Manusia merupakan makhluk hidup yang berkembang pola pikirnya. Hal
terebut dapat terjadi karena Tuhan telah memberkati manusia dengan akal dan
pikiran yang senantiasa berkembang. Perkembangan pola pikir pada manusia
dapat dilihat secara nyata dalam teori pembabagan zaman batu hingga awal
zaman logam. Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa pembabagan zaman
tersebut terdiri dari beberapa masa, yaitu paleolithikum, mesolithikum,
neolithikum, dan logam. (Gunawan, dkk. 2017)
1. Paleolithikum
Zaman ini juga dikenal sebagai zaman
batu tua, karena peralatan batu yang
digunakan dalam zaman ini sangat
sederhana seperti kapak perimbas, serpih
bilah (flake), dan alat tulang-tanduk
(ngandong culture). Pada zaman tersebut
manusia bertahan hidup dengan cara
berburu dan meramu (food gathering)
karena belum mengetahui cara untuk
menumbuhkan tumbuhan sebagai pemenuh
Gambar 1.1 Salah satu lokasi penemuan
kebutuhan makan. Manusia pada saat itu fosil manusia zaman paleolithikum
cenderung bertempat tinggal di alam terbuka Sumber : https://www.zeromedia.id/alat-
alat-yang-digunakan-pada-zaman-batu
secara nomaden sesuai dengan keberadaan sumber makanan dan mata air, terbukti
dengan banyaknya penemuan fosil penemuan manusia purba di dekat sungai.
7
Gambar 1.2. Alat peninggalan zaman paleolithikum
Sumber : https://www.zeromedia.id/alat-alat-yang-digunakan-pada-
zaman-batu
2. Mesolithikum
Zaman batu madya merupakan
perkembangan selanjutnya dari zaman batu
tua. Pada masa ini alat dari batu sudah
berkembang menjadi lebih halus dari
sebelumnya. Pola hidupnya tidak
berkembang begitu jauh dari paleolithikum,
manusia masih melakukan food gathering
dan hidup secara nomaden. Namun,
manusia pada saat itu telah mengenal
holtikultur secara berpindah serta pola Gambar 2.1. Abris Sous Roche
hidup di goa (Abris Sous Roche) dan pola Sumber :
hidup di pantai (terbukti dengan adanya
kjokkenmoddinger). Selain itu, pada masa https://sumbersejarah1.blogspot.com/2018/1
1/pengertian-abris-sous-roche-dan-
kjokkenmoddinger.html
tersebut manusia telah mengenal kepercayaan. Terbukti dengan sudah adanya
tradisi penguburan di dalam goa serta berbagai gambar di dinding goa yang
memiliki makna pengalaman, perjuangan, dan harapan serta kepercayaan pada hal
gaib di alam sekitar.
8
Gambar 2.2. Lukisan di dalam goa
Sumber : https://metrobali.com/para-ilmuwan-nyatakan-lukisan-gua-
indonesia-salah-satu-seni-tertua-di-dunia/
3. Neolithikum
Neolithikum atau batu muda
merupakan zaman ketika
manusia mulai beralih dari food
gathering menjadi food
producing. Peralihan tersebut
terjadi ketika manusia telah
mengenal sistem pertahian
Gambar 3.1 Ilustrasi revolusi neolitikum sederhana (slash and burn) dan
Sumber : mulai melakukan penjinakan,
pemeliharaan terhadap hewan
https://www.hariansejarah.id/2017/04/revolusi-
neolitik.html
sehingga menciptakan peternakan. Perubahan tersebut mendasari terjadinya
perubahan yang lain seperti pola hunian, peralatan, dan kebudayaan. Manusia pada
saat itu sudah mahir dalam mengolah batu sehingga dapat menciptakan peralatan
baru seperti beliung persegi, kapak lonjong, alat obsidian, mata panah, pemukul
kulit kayu, gerabah, dan perhiasan. Ketercukupan kebutuhan pangan membuat
manusia pada zaman neolithikum hidup menetap dan mendirikan perkampungan
kecil. Selain itu, diperkirakan pada masa tersebut mulai muncul praktek
perdagangan bersifat barter yang menunjukkan berkembangnya sistem
9
perekonomian manusia. Sistem kepercayaan juga berkembang dan mulai
diwujudkan bangunan batu besar sehingga memunculkan tradisi megalithik.
4. Logam
Zaman logam juga sering dikenal dengan zaman paleometalik. Perkembangan
teknologi sudah lebih pesat bahkan memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi.
Penemuan logam oleh manusia sudah cukup menjelaskan betapa berkembangnya
teknologi pada saat itu
sehingga manusia
mampu meleburkan biji
logam dengan temperatur
tinggi. Menurut
penelitian arkeolog,
pengaruh logam yang
masuk ke Indonesia
adalah Perunggu, Besi, Gambar 4.1 Ilustrasi zaman logam
dan Emas. Peralatan Sumber : https://rekadayatm.co.id/2019/01/02/zaman-logam-dan-
berkembang lebih jauh
pembagian-zaman-logam/
lagi, yang semulanya menggunakan batu mulai digantikan dengan logam (tidak
semua peralatan). Pada masa ini perkampungan telah menjadi lebih besar dan mulai
ada sistem pembagian kerja, hal tersebut lah yang memicu pesatnya perkembangan
pada zaman logam. Tradisi pemujuaan juga masih berkembang pada saat ini, tetapi
didukung dengan peralatan yang berbeda dari zaman neolithikum. (Slamet, 2013)
❖ Pendalaman Materi
Dari keempat zaman tersebut tergambarkan dengan cukup jelas bahwa
manusia mengalami perubahan pola pikir dari yang sederhana menuju ke
tingkatan yang lebih kompleks. Pada zaman paleolithikum dan mesolithikum
manusia hidup secara nomaden dan sangat bergantung pada alam, pola tersebut
berlangsung sangat lama hingga turun temurun. Namun, manusia memiliki akal
dan pikiran sehingga berusaha memanfaatkan segala hal yang ada bahkan
memodifikasi peralatan yang pernah dibuat sebelumnya. Dari pemikiran
10
seperti itulah manusia senantiasa berkembang pola pikirnya, sehingga sampai
pada tahap mampu untuk mengendalikan beberapa unsur yang tersedia di alam
seperti tumbuhan dan hewan. Sejak zaman neolithikum manusia sudah mampu
bertani dan beternak.
Meskipun pola pikir manusia selalu berkembang tetapi pola pikir yang lalu
tidak lantas terlupakan begitu saja. Perkembangan pola pikir merupakan
modifikasi dari pola pikir yang lama, sehingga meskipun memiliki perbedaan
keduanya tetap terhubung sebagai satu kesatuan yang terus berlanjut.
Indikator II
Mengidentifikasi pengaruh zaman neolthikum terhadap perkembangan
peradaban manusia.
B. Pengaruh Zaman Neolthikum Terhadap Perkembangan Peradaban
Manusia
Berdasarkan penjelasan Food producing
sebelumnya, maka salah satu zaman
yang menjadi titik awal perubahan Hidup menetap
adalah zaman neolithikum. Pada
zaman tersebut terjadi revolusi Menghasilkan
kebudayaan yang sifatnya sangat kebudayan baru
mendasar, yaitu peralihan food Perekonomian Sistem
gathering menuju food producing. kemasyarakatan
Satu perubahan yang mendasar
memicu perubahan yang lain Peradaban
sehingga pada Zaman Logam,
perkembangan manusia menjadi Tabel 2. Alur korelasi revolusi budaya
neolithikum dengan perkembangan peradaban.
sangat pesat. Ketika manusia sudah
tercukupi kebutuhan pokoknya, maka manusia akan mampu untuk berpikir
mengenai hal lain yang bertujuan untuk semakin meningkatkan kesejahteraan
diri. Dari hal tersebut muncul kebudayaan baru yang diterapkan secara turun-
11
temurun pada suatu perkampungan, hingga kebudayaan tersebut menciptakan
sebuah peradaban.
Indikator III
Mengidentifikasi cikal-bakal munculnya kerajaan, negara, dan masyarakat
dunia.
❖ Memahami Teks
C. Cikal-Bakal Munculnya Kerajaan, Republik, dan Masyarakat Dunia
Sejak manusia mulai berpola hunian menetap, terbentuk pula sistem
tatanan masyarakat yang berfungsi mewujudkan keteraturan sosial. Jumlah
manusia yang bertambah banyak menuntut adanya suatu kesepakatan dalam
bermasyarakat. Misalnya, dalam melakukan pemilihan seorang pemimpin,
manusia melakukan musyawarah dengan mempertimbangkan kelebihan fisik
maupun spiritual. Proses tersebut sering dikenal dengan istilah primus
interpares, cikal-bakal dari sistem demokrasi yang berkembang saat ini.
Kesamaan antara sistem primus interpares dengan sistem demokrasi
memperlihatkan adanya korelasi diantara berbagai sistem pemerintahan yang
berkembang pada zaman dahulu hingga zaman sekarang. Berikut beberapa
bentuk/sistem pemerintahan yang berkembang sejak terjadinya revolusi
budaya pada masa neolithikum :
1. Kesukuan
Kesukuan merupakan bentuk/sistem pemerintahan paling sederhana
yang dibentuk oleh manusia. Sistem ini cenderung diberlakukan pada
satuan wilayah yang tidak cukup luas dan terdiri dari jumlah penduduk
yang sedikit. Keberagaman penduduknya juga tidak begitu besar karena
dalam sistem tersebut lebih sering didominasi oleh satu golongan yang
terus berkembang hingga membentuk klan atau marga. Salah satu contoh
terdekat dari sistem kesukuan yang cukup terkenal di Indonesia adalah
sistem kesukuan Minangkabau.
12
Sistem kesukuan Minangkabau cenderung sangat kompleks dan
memiliki begitu banyak klasifikasi dalam hal wilayah maupun unit politik.
Terlepas dari hal tersebut yang membuatnya semakin menarik adalah
adanya penerapan primus interpares dalam memilih pemimpin. Menurut
Fatimah (2011) dalam tulisannya, penerapan primus interpares dilakukan
pada kepemimpinan tertinggi hingga kepemimpinan yang rendah.
Kemudian terdapat juga beberapa istilah satuan wilayah seperti Laras,
Luhak, dan Nagari. Nagari adalah satuan unit politik tertinggi di
Minangkabau sebelum masuknya pengaruh asing dan terdiri dari beberapa
kampung. Setiap setiap kampung dipimpin oleh kepala suku yang diberi
gelar “Datuk”.
2. Kerajaan
Bentuk pemerintahan kerajaan merupakan bentuk yang cukup familiar
bagi kalangan masyarakat di dunia. Terlebih lagi di Indonesia yang pada
masa Hindu-Buddha memiliki berbagai kerajaan dari yang kecil hingga
kerajaan dengan imperium yang sangat besar seperti Majapahit dan
Sriwijaya. Sistem kerajaan terbentuk melalui bergabungnya beberapa suku
menjadi satu dan berada di bawah satu kepemimpinan. Terdapat dua hal
yang membuat persatuan tersebut terjadi, yaitu hubungan baik antar suku
atau invasi suatu suku terhadap suku yang lain. Manusia yang menjadi
anggota sebuah suku cenderung memiliki kesetiaan kepada sukunya,
kesetiaan tersebut sering disebut dengan istilah Tribalisme (Darwin,
2010). Terkadang kesetiaan manusia terhadap suatu suku mendorong
terjadinya penguasaan terhadap suku lain, tetapi kerjasama juga mampu
mendorong terciptanya persatuan. Pemimpin tertinggi dalam suatu
kerajaan cenderung dipilih berdasarkan kepekatan bersama. Lagi-lagi
terdapat penerapan primus interpares dalam pemilihan penguasa. Namun,
jika kerajaan tersebut terbentuk melalui invasi maka pemimpin kerajaan
akan berasal dari suku terkuat.
3. Republik
Bentuk/sistem pemerintahan republik pada dasarnya merupakan
pemerintahan yang memberikan kedaulatan kepada rakyat. Praktek
13
pemerintahan kerajaan ternyata tidak berjalan baik sepanjang waktu,
adanya keputusan absolut dari raja tidak menjamin kesejahteraan rakyat.
Ketika ketidakpuasan rakyat mencapai titik tertinggi maka terjadi sebuah
revolusi dari sistem pemerintahan monarki menjadi sistem pemerintahan
yang bersifat demokratis. Pada pemerintahan republik terdapat beberapa
sistem yang dikenal masyarakat luas, yaitu : presidensial, parlementer, dan
campuran, dan refferendum. Semua sistem tersebut memposisikan rakyat
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Pada tahapan ini primus
interpares masih diterapkan tetapi istilahnya dirubah menjadi
“demokrasi”. (Muliadi, 2017)
4. Masyarakat Dunia
Tidak hanya sampai pada tingkat negara, saat ini sudah ada istilah
global village atau masyarakat global akibat pengaruh globalisasi. Selain
revolusi, berbagai negara di dunia juga mulai melakukan penjelajahan
samudera sejak abad ke-15. Sejak saat itulah globalisasi mulai terbentuk,
kemudian berkembangannya sangat pesat pasca revolusi industri di
Inggris. Globalisasi menyebabkan masuknya budaya asing ke dalam
berbagai negara, khususnya di Indonesia. Hal tersebut mulai memicu
perkembangan yang seragam, terlebih dengan adanya negara yang dicap
sebagai negara maju dan menjadi role model bagi negara yang lain.
(Grendi, 2007)
Pasca perang dunia II mulai terbentuk tatanan masyarakat global yang
memposisikan negara adi kuasa sebagai pemegang kontrol atas berbagai
negara “secara tidak langsung”. Kontrol tersebut dilakukan mengenai
keputusan politik maupun ekonomi yang biasanya melibatkan hubungan
kerja sama di antara kedua belah pihak.
❖ Pendalaman Materi
Bentuk/sistem pemerintahan yang baru saja dijelaskan diatas
menunjukkan bahwa sesuatu yang baru tidak lepas dari yang lama, terlebih
jika hal tersebut dimasukkan dalam konteks sejarah. Ketika belajar fenomena
14
sejarah kita dapat meninjau alasan fenomena tersebut dapat terjadi dengan
melihat ke masa lalu. Sebagai contoh, ketika kita mendapat pertanyaan
“mengapa muncul sebuah sistem pemerintahan republik ?” untuk
mendapatkan jawabannya kita bisa mencari tahu terlebih dahulu “peristiwa
apa yang terjadi pada zaman kerajaan?”. Setelah dilakukan penelusuran
ternyata terdapat penyimpangan yang dilakukan oleh seorang raja, karena
kepemimpinan yang absolut rakyat mengalami penderitaan lama, hingga suatu
saat muncul kudeta untuk menggulingkan raja serta revolusi yang merubah
sistem pemerintahan rakyat berdaulat. Manusia akan selalu mengalami
perubahan dan waktu juga akan terus berjalan maju ke depan. Sehingga
peristiwa dalam sejarah juga tidak akan sama dan terus berlanjut pada peristiwa
yang akan terjadi di masa depan.
Sekarang mari kita kembali pada pernyataan sebelumnya “sesuatu yang
baru tidak lepas dari yang lama”. Kalimat tersebut bukan hanya sekedar
ungkapan, melainkan peringatan kepada kita semua. Segala peristiwa yang
terjadi saat ini tidak terlepas dari peristiwa yang ada di masa lalu. Memahami
perubahan dan keberlanjutan sejarah merupakan hal yang sangat krusial untuk
menjaga kita semua dari kekeliruan dan kesesatan berpikir. Untuk Indonesia
yang saat ini begitu sering terpapar hoax media sosial, sangat penting untuk
bisa memahami hal tersebut.
15
PENUTUP
A. Rangkuman
Perkembangan pola pikir pada manusia dapat dilihat secara nyata dalam
teori pembabagan zaman batu hingga awal zaman logam. Pada zaman
paleolithikum dan mesolithikum manusia hidup secara nomaden dan sangat
bergantung pada alam, pola tersebut berlangsung sangat lama hingga turun
temurun. Namun, manusia memiliki akal dan pikiran sehingga berusaha
memanfaatkan segala hal yang ada bahkan memodifikasi peralatan yang
pernah dibuat sebelumnya. Dari pemikiran seperti itulah manusia senantiasa
berkembang pola pikirnya, sehingga sampai pada tahap mampu untuk
mengendalikan beberapa unsur yang tersedia di alam seperti tumbuhan dan
hewan, dan hal tersebut berlangsung sejak zaman neolithikum.
Pada zaman neolithikum terjadi revolusi kebudayaan yang sifatnya sangat
mendasar, yaitu peralihan food gathering menuju food producing. Satu
perubahan yang mendasar memicu perubahan yang lain sehingga pada Zaman
Logam, perkembangan manusia menjadi sangat pesat. Kebutuhan makan yang
tercukupi membuat manusia dapat menciptakan budaya baru dengan orientasi
yang berbeda sehingga muncul sebuah peradaban. kita tidak dapat mengatakan
manusia zaman sebelum neolithikum tidak memiliki peradaban, tetapi
peradabanyang tercipta setelah neolithikum jauh lebih modern.
Jumlah manusia yang bertambah banyak menuntut adanya suatu
kesepakatan dalam bermasyarakat. Misalnya, dalam melakukan pemilihan
seorang pemimpin, manusia melakukan musyawarah dengan
mempertimbangkan kelebihan fisik maupun spiritual (primus interpares).
Kesamaan sistem primus interpares dengan sistem demokrasi memperlihatkan
adanya korelasi diantara berbagai sistem pemerintahan yang berkembang pada
zaman dahulu hingga zaman sekarang. hal tersebut memperjelas mengenai
konsep perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah.
16
B. Uji Kompetensi
1. Analisis perubahan pola pikir manusia yang terjadi pada manusia pada
masa paleolithikum, neolithikum, dan paleometalik!
2. Jelaskan hubungan antara revolusi budaya pada zaman neolithik dengan
perkembangan peradaban manusia!
3. Berkembangnya sistem pemerintahan pada saat ini tidak lepas dari sistem
pemerintahan yang pernah diterapkan pada masa lalu. Beberapa sistem
pemerintahan yang cukup familiar kita ketahui adalah sistem kesukuan,
kerajaan, dan republik. Berdasarkan pernyataan tersebut, jelaskan
pemahamanmu mengenai konsep keberlanjutan dalam sejarah!
17
GLOSARIUM
Abris Sous Roche : pola hidup manusia yang menggunakan goa sebagai tempat
tinggal.
Barter : kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan cara menukar barang setelah
mencapai kesepakatan bersama.
Datuk : gelar yang diberikan kepada kepala suku yang tertua dari kepala suku
lainnya di dalam suatu kampung.
Kjokkenmoddinger : sampah dapur yang biasanya ditemukan di pantai.
Laras : istilah dari Belanda yang dibentuk bila nagari mempunyai adat yang sama
dalam bentuk federasi (gabungan).
Luhak : wilayah perserikatan antara nagari satu dengan nagari lainnya di
Minangkabau yang tidak terikat struktur formal satu sama lain.
Minangkabau : entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan
bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan identitas
agama Islam.
Nagari : organisasi sosial politik tertinggi sebelum masuknya pengaruh asing di
Minangkabau.
Nomaden : pola tempat tinggal yang berpindah-pindah.
Parlementer : sistem pemerintahan yang memposisikan perdana menteri sebagai
kepala negara yang bertanggung jawab kepada parlemen.
Peradaban : kumpulan identitas terluas dari seluruh hasil kebudayaan manusia,
yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik maupun non
fisik.
Premus interpares : sebuah metode pemilihan pemimpin dengan cara
mempertimbangkan fisik dan spiritual melalui musyawarah bersama.
Presidensial : sistem pemerintahan yang memposisikan presiden sebagai kepala
negara sekaligus kepala pemerintahan.
Refferendum : sistem pemerintahan yang melibatkan rakyat secara langsung dalam
mengontrol pemerintahan melalui pemberian kesempatan pada rakyat untuk
memberikan persetujuan.
Republik : sebuah sistem/bentuk pemerintahan yang memposisikan rakyat
pemegang pemerintahan tanpa menggunakan prinsip keluarga bangsawan.
Slash And Burn : metode pertanian sederhana yang ditemukan pada masa
neolithikum, dengan cara menebang dan membakar pohon.
Tribalisme : suatu mindset mencintai suku sendiri, ada juga yang mengartikan
bentuk pemerintahan tertua yang terdiri dari beberapa suku.
18
DAFTAR PUSTAKA
Darwin Une. ”Perkembangan Nasionalisme Di Indonesia Dalam Perspektif
Sejarah”. Jurnal Inovasi. Vol 7. No 1. Maret (2010).
Grendi Hendrastomo. “Nasionalisme vs Globalisasi : Hilangnya Semangat
Kebangsaan dalam Peradaban Modern”. Jurnal DIMENSIA. Vol 1. No 1.
Maret (2007).
Muliadi Anangkota. “Klasifikasi Sistem Pemerintahan Perspektif Pemerintahan
Modern Kekinian”. CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan. Vol.3, No.2.
(2017).
Restu Gunawan, dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X. Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Siti Fatimah. “Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Minangkabau pada Masa
Pendudukan Jepang”. Jurnal Tingkap. Vol.7, No.1. (2011).
Slamet Sujud Purnawan Jati. “Prasejarah Indonesia: Tinjauan Kronologi dan
Morfologi”. Jurnal Sejarah dan Budaya. Tahun 7. No 2. (2013).
19