The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riyadidanifatullah, 2021-12-10 07:11:34

desain grafis dan nirmana

rangkuman dan penjelasan

Keywords: desaiin

DESAIN GRAFIS DAN NIRMANA
A. Pengertian Desain Grafis

Pengertian desain grafis adalah hasil akhir dari rangkaian proses kreatif
seseorang. Namun menurut Suyatno, desain grafis didefinisikan sebagai aplikasi dari
keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri. Aplikasi ini
dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk
institusi, produk, dan perushaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara
visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

B. Elemen-elemen Dasar Desain Grafis

1. Garis

Garis adalah tanda yang dibuat untuk menggambar melewati permukaan. Garis
dapat juga merupakan potongan di permukaan yang keras yang biasa disebut grafis.
Garis juga didefinisikan sebagai titik-titik yang bergerak. Selain itu, garis juga disebut
sebagai jalur terbuka. Wujud garis sangat bervariasi, tipe garis merujuk pada
gerakan awal hingga akhir. Garis lurus mempunyai kesan kaku dan formal. Garis
lengkung memberi kesan lembut dan luwes. Garis zigzag terkesan keras dan
dinamis. Garis tak beraturan punya kesan fleksibel dan tidak formal

Tipe garis yang merujuk pada arah garis menggambarkan hubungan antargaris terhadap
halaman. Garis-garis horizontal memiliki kesan pasif, tenang, dan damai. Sedangkan garis
vertical memiliki kesan stabil, gagah, dan elegan. Sementara garis diagonal memiliki kesan

aktif, dinamis, dan menarik perhatian. Selain variasi di atas, garis dapat diolah lebih kreatif
lagi sebagai elemen-elemen desain yang artistic. Garis dapat dibuat putus-putus, gradasi,
tebal-tipis, dan variasi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.

2. Bidang

Elemen grafis yang kedua adalah bidang. Segala bentuk apa pun yang memiliki
dimensi tinggi dan lebar disebut bidang. Bidang dapat berupa bentuk-bentuk
geometris (lingkaran, segitiga, segiempat, elips, setengah lingkaran, dan sebagainya)
dan bentuk- bentuk yang tidak beraturan. Bidang geometris memiliki kesan formal.
Sebaliknya, bidang-bidang yang tidak geometris memiliki kesan tidak formal, santai
dan dinamis.

Pengertian bidang dalam desain grafis tidak sebatas itu saja. Area kosong di antara
elemen-elemen visual dan space yang mengelilingi , bisa pula disebut
sebagai bidang. Bidang kosong bahkan dapat dianggap sebagai elemen desain.

3. Warna

Warna merupakan elemen grafik yang sangat kuat dan provoaktif. Warna juga
salah satu elemen visual yang dapat dengan mudah menarik perhatian audience.
Dalam penggunaan warna perlu diperhatikan komposisinya agar tidak merusak
citra. Warnawarna soft dapat menyampaikan kesan lembut, tenang dan romantik.
Warna-warna kuat dan kontras dapat memberi kesan dinamis, cenderung meriah
Dalam seni rupa, warna dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu:
a. Hue -pembagian warna berdasarkan nama-nama warna, seperti merah, kunig,

hijau dan seterusnya
b. Value – terang gelapnya warna.
c. Intensity – tingkat kemurian atau kejernihan warna.
Berdasarkan dimensi Hue, warna dibagi menjadi tiga golongan, yaitu
warna primer, warna sekuder dan warna tersier. Secara visual warna dapat dibagi
menjadi dua golongan, yaitu warna dingin dan warna panas. Warna-warna dingin
seperti hijau, biru, dan ungu dapat memberi kesan pasif, statis, kalem, damai dan
secara umum kurang mencolok. Sebaliknya, warna-warna panas seperti merah,

Dimensi warna yang kedua adalah Value, yaitu gelap-terangnya warna. Semua
warna dapat dikurangi atau diperlemah kekuatannya dengan cara dibuat lebih
terang atau dibuat lebih gelap.

Selain Hue dan Value, warna dapat dilihat dari aspek Intensity, yaitu tingkat
kemurnian atau kejernihan warna. Suatu warna dikatakan memiliki intensitas
penuh saat tidak dicampur dengan warna lain. Intensitas warna dapat berkurang
menjadi lebih redup dan netral saat tercampur dengan sedikit warna lain.oranye,
dan kuning memiliki kesan hangat, dinamis, aktif dan mengundang perhatian.

4. Gelap-Terang

Kontras value bersifat relatif, sangat dipengaruhi oleh background dan elemen-
elemen lain di sekitarnya. Dalam desain komunikasi visual dapat digunakan untuk
menonjolkan pesan atau informasi, sekaligus menciptakan citra. Penggunaan
warna-warna yang kurang kontras dapat menciptakan kesan kalem, damai, statis,
dan tenang. Sebaliknya, komposisi warna-warna kontras memberikan kesan
dinamis, enerjik, riang, dan dramatis.

Berdasarkan nilai gelap-terangnya, warna dibagi menjadi beberapa tingkatan,
mulai dari warna paling terang, sangat terang, terang, sedang dan yang paling terang.
Warna-warna terang akan lebih terbaca jika ditempatkan pada background gelap, dan
sebaliknya warna gelap akan lebih terbaca bila ditempatkan pada background terang.

5. Tekstur

Tekstur merupakan kualitas permukaan atau kualitas papan atau pun kualitas
kertas. Di dalam seni, tekstur dikategorikan menjadi dua, yaitu tekstur tactile dan
tekstur visual. Tekstur tactile adalah nyata, sehingga teksturnya dapat
dirasakan permukaannya. Sedangkan tekstur visual adalah ilusi, tekstur tersebut
memberikan impresi yang sederhana dari tekstur yang nyata.

Tekstur tactile dapat diciptakan dengan cara memotong dan mengelem pada
tekstur. Dapat juga melakukan embrossing (permukaan yang muncul) dengan
mengimpresi tekstur dalam relief. Sedangkan tekstur visual diciptakan
menggunakan garis, dan warna

6. Ukuran

Besar-kecilnya elemen visual perlu diperhitungkan secara tepat sehingga desain
komunikasi visual memiliki nilai kemudahan baca yang tinggi. Dengan membuat
skala prioritas merupakan langkah awal untuk mempermudah penyusunan

elemen-elemen desain. Besar-kecilnya ukuran huruf untuk judul, subjudul, dan teks
perlu diperhitungkan. Demikian pula dengan foto, perbedaan ukuran yang
proporsional akan membantu pembaca dalam milih informasi yang perlu
didahulukan. Jadi perlu ditentukan hierarki visual, yaitu mulai dari yang sangat
penting, penting, dan kurang penting.

C. Prinsip Dasar Desain Grafis
1. Keseimbangan

Keseimbangan adalah pembagian sama berat, baik secara visual maupun optik.
Komposisi desain dapat dikatakan seimbang apabila objek di bagian kiri dan kanan
terkesan sama berat. Ada dua pendekatan untuk menciptakan keseimbangan,
pertama dengan membagi sama berat kiri-kanan atau atas-bawah secara simetris
atau setara, disebut keseimbangan formal. Keseimbangan kedua adalah
keseimbangan asimetris, yaitu penyusunan elemen-elemen desain yang tidak sama
antara sisi kiri dan sisi kanan namun terasa seimbang
Keseimbangan asimetris tampak lebih dinamis, variatif, sureprise, dan tidak formal,
layout jenis ini biasa digunakan untuk publikasi hiburan, acara anak-anak, dan dunia
remaja yang memiliki karakter dinamis. Sementara keseimbangan simetris
mempunyai kesan kokoh dan stabil, sesuai untuk citra tradisional dan konservatif

2. Tekanan

Dalam seni rupa, khususnya desain komunikasi visual, dikenal dengan istilah focal
point , yaitu penonjolan salah satu elemen visual dengan tujuan untuk
menarik perhatian. Focal point juga sering disebut center of interest, pusat
perhatian. Ada beberapa cara untuk menekankan elemen visual, yaitu dengan
menggunakan warna mencolok, ukuran foto/ilustrasi dibuat lebih besar,
menggunakan huruf sans serif ukuran besar, arah diagonal, dan dibuat berbeda
dengan elemen-elemen lain

3. Irama

Irama adalah pola layout yang dibuat dengan cara menyusun elemen-elemen visual
secara berulang-ulang. Irama visual dalam desain rafis dapat berupa repetisi dan
variasi. Repetisi adalah irama yang dibuat dengan penyusunan elemen berulang kali
secara konsisten. Sementara itu, variasi adalah perulangan elemen visual
disertai perubahan bentuk, ukuran, atau posisi.

4. Kesatuan

Prinsip paling riskan dari desain komunikasi visual adalah kesatuan. Prinsip
ini bagaimana mengorganisasi seluruh elemen dalam suatu tampilan grafis. Desain
dikatakan menyatu apabila secara keseluruhan tampak harmonis ada kesatuan
antara tipografi, ilustrasi, warna dan unsur-unsur desain lainnya.

D. Pengertian Nirmana

Nirmana dibentuk dari dua kata yaitu nir berarti tidak, dan mana berarti
makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna.
Jika diartikan lebih dalam nirmana berarti lambing-lambang bentuk tidak
bermakna, dilihat sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam
desain. Bentuk yang dipelajari biasanya diawali dari bentuk dasar seperti kotak,
segitiga, bulat yang sebelumnya tidak bermakna diracik sedemikian rupa menjadi
mempunyai makna tertentu.

Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti
titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Nirmana dapat diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk
dwimatra, trimatra yang mempunyai nilai keindahan, nirmana disebut juga ilmu
tatarupa.

Jika kita telah lebih jauh, nirmana mirip dengan tipografi yaitu tentang
mengorganisasi sesuatu untuk mencapai kualitas artistic pada sebuah karya seni
atau desain. Nirmana tidak hanya mencangkup 2 dan 3 dimensi saja melainkan
menjelajah sebuah ruang yang disebut dengan ruang maya.

Ruang maya adalah ruang semu dimana kita bisa berhayal tentang sesuatu yang
membingungkan kita sendiri, dalam artian hayalan tentang sebuah kegilaan bentuk
yang sulit kita torehkan dalam media 2 dimensi (sering disebut dengan nirmana
ruang datar/nirmana dwimatra) atau 3 dimensi (sering disebut dengan nirmana
ruang/nirmana trimatra).

Pengaplikasian nirmana mutlak dilakukan dalam semua bidang seni rupa dan
desain. Contohnya adalah fotografi, bidang seni ini mempunyai kemampuan
melakukan eksekusi ini dengan sangat baik. Kapabilitas fotografi yang merekam
obyek setepat-tepatnya dapat kita kacaukan dengan nirmana. Tentu kita sudah
biasa jika melihat langit yang jauh yang berwarna biru dan pepohonan yang dekat

dengan warna hijau. Namun, dengan nirmana langit dapat kita beri warna
panas(orange/kuning) untuk menciptakan kesan objek tersebut dekat dengan kita.
Dan pohon dengan warna dingin (misal biru) untuk memberi kesan objek tersebut
jauh dengan kita. Hal ini dapat kita terima karena kita memandang dari nalar
bentuk. Disinilah seni dan desain dapat dinilai atas dasar kualitas artistiknya, yaitu
menilai segala sesuatunya dari sisi bentuk, bukan dari hal-hal dari luar
bentuk(Irama visual, 2007).

E. Elemen-Elemen Seni Rupa

Elemen-elemen seni rupa dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian
berdasarkan bentuknya.

1) Titik Titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik
yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa
arah.

2) Garis Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang,
rangkaian masa dan warna

3) Bidang Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi
panjang, lebar, dan luas; mempunyai kedudukan, arah, dan dibatasi oleh garis

4) Gempal Gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan
kedalaman.Komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang baik.

Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk
tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak,
namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu diketahui
bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.

Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip di atas ada beberapa prinsip utama
komunikasi visual dari sebuah karya desain.

1) Ruang kosong

Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam
penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi
dominan. Ruang kosong penting dalam desain karena sering digunakan untuk
berbagai tujuan. Misalnya untuk kejelasan pembacaan dan sekaligus memberikan
kesan, seperti kesan professional dan sederhana

2) Kejelasan (Clarity)

Kejelasan atau Clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah karya.
Bagaimana sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak
menimbulkan ambigu/makna ganda

3) Kesederhanaan(Simplycity)

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang.
Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian
kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa
jenuh.

4) Emphasis( Point of Interest )

Emphasis atau disebut juga perhatian, merupakan pengembangan dominasi
yang bertujuan untuk menonjolan salah satu unsur sebagai pusat perhatian
sehingga mencapai nilai artistic

F. Prinsip-Prinsip Dasar Seni Rupa
1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak
adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat
cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman
dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu
atau beberapa unsur rupa memepunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka
kesatuan telah tercapai

2. Keseimbangan

Karya seni harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak
membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan
roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah
keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling
meniadakan. Dalam bidang seni, keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat
dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak
ada yang saling membebani

3. Proporsi(Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk
memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan
perbandingan- perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah
perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi agung (The Golden Mean)
adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni
rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonansi
yang mempunyai perbandingan 1:1, 618, sering juga dipakai 8:13.

4. Irama

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam
bentuk- bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut,
barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah
hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur rupa

5. Dominasi

Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam
karya seni dan desain. Dominasi berasal dari Dominance yang berarti keunggulan.
Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan
pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of
interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai beberapa tujuan yaitu
untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah
keberaturan. Biasanya ditengarahi dengan emphasis


Click to View FlipBook Version