The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menyajikan materi elektrolit dan nonelektrolit

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hestinunnes, 2021-11-22 21:40:50

E- MODUL ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Menyajikan materi elektrolit dan nonelektrolit

Keywords: E-MODUL

2021 TPACK

MODUL LARUTAN
ELEKTROLIT NON
ELEKTROLIT
RAHMA ANNISA IZZANIA

KELAS X PERANAN
SEMESTER 2 ELEKTROLIT

SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM
TUBUH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MANUSIA
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
2021

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA UNNES

Kata Pengantar

Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada
mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial budaya, ekonomi dan psikologis tidak
berkesempatan mengikuti pendidikan dasar dan menengah di jalur pendidikan formal.
Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan mengacu pada kurikulum 2013
pendidikan dasar dan menengah hasil revisi berdasarkan peraturan Mendikbud No.24
tahun 2016. Proses adaptasi kurikulum 2013 ke dalam kurikulum pendidikan kesetaraan
adalah melalui proses kontekstualisasi dan fungsionalisasi dari masing-masing kompetensi
dasar, sehingga peserta didik memahami makna dari setiap kompetensi yang dipelajari.
Pembelajaran pendidikan kesetaraan menggunakan prinsip flexible learning sesuai
dengan karakteristik peserta didik kesetaraan.

Penerapan prinsip pembelajaran tersebut menggunakan sistem pembelajaran modular
dimana peserta didik memiliki kebebasan dalam penyelesaian tiap modul yang di sajikan.
Konsekuensi dari sistem tersebut adalah perlunya disusun modul pembelajaran
pendidikan kesetaraan yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dan melakukan
evaluasi ketuntasan secara mandiri. Tahun 2017 Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan
Masyarakat mengembangkan modul pembelajaran pendidikan kesetaraan dengan
melibatkan pusat kurikulum dan perbukuan kemdikbud, para akademisi, pamong belajar,
guru dan tutor pendidikan kesetaraan. Kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi
dari semuah pihak baik dari para akademisi, pamong belajar, guru, tutor pendidikan
kesetaraan dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan modul ini.

Kudus, 02 November 2021
Penulis

Rahma Annisa Izzania

ii

DAFTAR ISI

COVER ..............................................................................................................i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ..ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................iii
Petunjuk Penggunaan Modul ............................................................................1
Kompetensi Dasar & IPK..................................................................................1
Stimulus.............................................................................................................2
Kegiatan Belajar 1 .............................................................................................3

Larutan ..........................................................................................................3
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit............................................................4
Kegiatan Praktikum........................................................................................5
Elektrolit Lemah dan Elektrolit Kuat.............................................................7
Evaluasi 1 ......................................................................................................9
Kegiatan Belajar 2 .......................................................................................... 10
Daya Hantar Listrik .....................................................................................10
Senyawa Ion ................................................................................................11
Senyawa Kovalen .......................................................................................14
Evaluasi 2 ...................................................................................................16
Daftar Pustaka .................................................................................................17

iii

Petunjuk Penggunaan Modul

Modul "Larutan Elektrolit Non Elektrolit" ini akan terbagi dalam 2 kegiatan, yaitu (1)
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit, memuat penjelasan mengenai sifat larutan elektrolit
dan nonelektrolit, mengelompokan larutan elektrolit dan non elektrolit, mengelompokan
larutan elektrolit kuat dan larutan eleltrolit lemah, (2) Daya hantar listrik larutan elektrolit
non elektrolit, memuat penjelasan mengenai penyebab larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik berdasarkan jenis ikatan kimianya.

Selain penjelasan mengenai materi, modul ini juga dilengkapi dengan latihan untuk
menguji pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah
dipelajarinya. Modul ini disusun secara berurutan sesuai dengan urutan materi yang
terlebih dahulu perlu dikuasai. Untuk itu, mempelajari modul ini sebaiknya.

1.Baca pengantar modul untuk mengetahui arah pengembangan modul
2.Membaca kompetensi dasar dan tujuan yang ingin dicapai melalui modul.
3.Mempelajari modul secara berurutan dan berdiskusi dengan tutor agar memperoleh

pemahaman yang utuh.
4.Ikuti semua tahapan yang ada pada modul

Kompetensi Dasar dan IPK

1

Stimulus

Oralit dan air kelapa merupakan larutan yang dapat

diberikan kepada seseorang yang mengalami gejala

dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh

kehilangan banyak cairan dan ion sehingga tubuh tidak

dapat menjalankan fungsi normalnya. Dehidrasi dapat

terjadi jika kita beraktifitas fisik berat seperti

berolahraga, diare ataupun muntah. Gambar 1. Buah Kelapa

Oralit dan air kelapa diberikan karena selain merupakan cairan, juga banyak

mengandung ion. oralit ini berfungsi untuk menggantikan cairan elektrolit yang

hilang. . Oralit dan air kelapa diberikan karena selain merupakan cairan, juga

banyak mengandung ion. Larutan jenis ini dinamakan larutan elektrolit. Apa itu

larutan elektrolit? Bagaimana mengenalinya? Ada apa saja kandungannya? Pada

modul ini akan dibahas mengenai konsep larutan elektrolit dan non elektrolit,

bagaimana mengetahui kedua jenis larutan ini, mengapa suatu larutan dapat

bersifat elektrolit dan non elektrolit, bagaimanana peranan larutan elektrolit dalam

tubuh, reaksi redoks dan tatanama senyawa.

2

Kegiatan Belajar 1

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar 1 diharapkan Anda dapat :
1.Mendefinisiskan pengertian dari larutan elektrolit dan non elektrolit
2.Mengidentifikasikan ciri-ciri larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan
pengamatan makroskopis daya hantar listrik
3.Menganalisis sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listrik

A. Larutan

Larutan adalah campuran homogen antara pelarut dan zat terlarut. Zat terlarut (solute)
dan pelarut (solvent) adalah materi yang sering dipakai dalam pembahasan larutan. Secara
umum zat yang bagiannya lebih besar dalam larutan disebut pelarut sedangkan zat yang
bagiannya lebih sedikit disebut terlarut Contohnya larutan gula dan larutan garam, pada
larutan gula, gula adalah zat terlarut dan air adalah pelarut. Sedangkan pada larutan garam,
zat terlarutnya adalah garam dan air adalah pelarutnya. Apabila kita berbicara tentang
larutan, banyak orang berpikir bahwa larutan hanya berwujud cair, padahal tidak demikian.
Larutan pun ada yang berwujud gas dan padat. Udara yang kita hirup adalah contoh larutan
yang berwujud gas, gas nitrogen (78%) adalah pelarutnya sedangkan gas O2, CO2 , adalah
zat terlarutnya. Paduan logam seperti kuningan (larutan Zn dalam Cu) merupakan contoh
larutan yang berwujud padat.

Gambar 2. Ilustrasi pelarut dan larutan

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan atas larutan elektrolit dan
nonelektrolit. Elektrolit adalah suatu zat, yang ketika dilarutkan dalam air, akan
menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan nonelektrolit merupakan
zat yang tidak menghantarkan listrik ketika dilarutkan dalam air. Berikut ini adalah bagan
materi yang akan kita pelajari pada modul ini :

Gambar 2. Bagan Pembelajaran 3

B. Membedakan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius seorang ahli kimia dari Swedia mengungkapkan

teori elektrolit yangsampai saat ini teori ini masih tetap bertahan. Menurut Arrhenius,

larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif

dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif). Jumlah ion positif sama dengan

ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas

menghantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan

elektrolit. Contoh larutan elektrolit adalah larutan NaCl(aq), larutan HCl(aq), larutan

H2SO4(aq), dan larutan CH3COOH(aq).

NaCl(aq) dapat bersifat elektrolit karena NaCl berikatan ion. Tetapi H2SO4(l) dan

HCl(g) tidak bersifat elektrolit karena H2SO4(l) dan HCl(g) berikatan kovalen. Jika

H2SO4(l) dan HCl(g) dilarutkan dalam air maka dapat bersifat elektrolit karena atom H

dari H2SO4(l) dan HCl(g) ditarik oleh H2O(l) membentuk ion H3O+(aq) atauhidronium.

Misalnya H2SO4(l) dan HCl(g) dilarutkan dalam air maka reaksinya sebagai berikut:

H2SO4(l) + 2H2O(l) → 2H3O+(aq) + SO4-(aq)

HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl-(aq)

Sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapatmenghantarkan arus listrik

karena tidak ada ion-ion di dalamnya. Contohnya : larutan gula (C12H22O11(aq)), larutan

urea (CO(NH2)2(aq)), dan larutan alkohol (C2H5OH(aq)).




Gambar 4. Uji Konduktivitas Larutan

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa berdasarkan daya hantar listriknya,
larutan dapat dibagi menjadi larutan elektrolit dan non elektrolit. Sedangkan elektrolit
dapat dikelompokkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Bagaimanakah
Anda dapat dengan mudah mengelompokkan larutan ke dalam elektrolit kuat, elektrolit
lemah ataupun non elektrolit? Mari laksanakan percobaan berikut ini !

4

Mari Praktikum !

5

Mari Praktikum !

6

C. Larutan Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Non Elektrolit

Sebagaimana yang telah kalian tahu terkait hasil dari uji daya hantar listrik, berdasarkan
daya hantar listriknya, larutan dapat dibagi menjadi larutan elektrolit dan non elektrolit.
Sedangkan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit
lemah. Bagaimanakah Anda dapat dengan mudah mengelompokkan larutan ke dalam
elektrolit kuat, elektrolit lemah ataupun non elektrolit? Pahamilah tabel di bawah ini,
cobalah untuk diingat!

Tabel 1. Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Hantaran listrik pada larutan dapat diuji dengan suatu alat yang disebut alat uji elektrolit.



Gambar 5. Perbedaan Larutan Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Non Elektrolit

Pada pengujian larutan dengan alat uji elektrolit, ada tiga kemungkinan yang dapat
diperoleh:

1.Jika lampu menyala dan di sekitar elektrode timbul gelembung-gelembung gas, maka
larutan yang diuji mempunyai daya hantar listrik yang baik dan disebut larutan
elektrolit kuat.

2.Jika lampu tidak menyala atau menyala redup dan di sekitar elektroda timbul
gelembunggelembung gas, maka larutan yang diuji memiliki daya hantar listrik yang
lemah dan disebut elektrolit lemah

3.Jika lampu tidak menyala dan disekitar electrode tidak terdapat gelembung-gelembung
gas, maka lariutan yang diuji tidak menghantarkan listrik atau larutan non elektrolit.

7

Mengapa larutan elektrolit dapat Quote of Scientist!
menghantarkan listrik sedangkan larutan
non elektrolit tidak? Seorang ahli kimia
dari Swedia (1887), Svante August
Arrhenius (1859 – 1927) menjelaskan
bahwa larutan elektrolit mengandung
atom-atom bermuatan listrik (ion-ion)
yang bergerak bebas, hingga mampu
untuk menghantarkan arus listrik melalui
larutan. Contoh : larutan HCl.

Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation
(H+ ) dan anion (Cl- ). Terjadinya hantaran listrik
pada larutan HCl disebabkan ion H+ menangkap
elektron pada katoda dengan membebaskan gas
Hidrogen. Sedangkan ion-ion Cl melepaskan elektron
pada anoda dengan menghasilkan gas klorin.
Perhatikan gambar berikut.

Gambar 6. Ionisasi NaCl

Daya hantar listrik larutan elektrolit ditentukan oleh banyak sedikitnya ion yang terjadi pada
proses ionisasi. Makin banyak ion dalam larutan, makin kuat daya hantar listriknya. Pada
larutan elektrolit kuat, senyawa dalam air akan terionisasi sempurna dan menghasilkan ion-ion
yang banyak. Pada elektrolit lemah senyawa dalam air terionisasi sebagian menghasilkan ion-
ion yang sedikit. Sedangkan pada larutan non elektrolit senyawa dalam air tidak mengalami
ionisasi.

8

EVALUASI 1

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut Anda paling benar!

1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit ....
a. zat-zat yang jika dilarutkan dengan air akan terurai menjadi ion negatif dan ion positif
b. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi molekul-molekul
c. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air tidak akan terurai menjadi atom-atom
d. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air tidak akan terurai menjadi ion-ion
e. zat-zat yang dilarutkan dalam air akan terurai menjadi gas-gas tertentu

2. Pasangan senyawa berikut yang termaksud elektrolit adalah ....
a. asam sulfat dan etanol
b. asam sulfat dan natrium nitrat
c. asam cuka dan urea
d. asam klorida dan urea
e. glukosa dan urea

3. Diantara larutan berikut, manakah yang menimbulkan nyala lampu paling terang jika
diperiksa dengan alat penguji hantaran listrik?
a. CH3COOH
b. NH3
c. CO(NH2)2
d. HCl
e. C2H5OH

4. Suatu larutan dikatakan penghantar listrik yang baik bila larutan tersebut mengandung ….
a. molekul-molekul netral
b. larutan yang bersifat kovalen
c. electron yang bergerak bebas
d. pelarut air
e. ion-ion yang bergerak bebas

5. Yang dimaksud pelarut universal adalah ………
a. alkohol
b. eter
c. air
d. benzena
e. kloroform

9

Kegiatan Belajar 2

Setelah anda mempelajari kegiatan belajar 2 diharapkan Anda dapat :
1.Mengidentifikasi penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dari
level mikroskopik
2.Mengidentifikasi derajat ionisasi dan reaksi ionisasi suatu larutan yang mampu
menghantarkan listrik secara mikroskopik dan simbolik
3.Mengidentifikasi bagaimana reaksi ionisasi terjadi secara mikroskopik maupun
simbolik

D. Penyebab Kemampuan Daya hantar Listrik pada Larutan Elektrolit
Pengukuran daya hantar suatu larutan dapat dilakukan melalui alat uji elektrolit yang
terdiri dari rangkaian elektrode yang mampu menghantarkan listrik dan dihubungkan
dengan sumber arus lsitrik serta bola lampu pijar sebagai pertanda. Apabila bola lampu
menyala maka larutan tersebut dikatan larutan elektrolit. Kuat atau lemahnya tergantung
pada seberapa besar atau terang lampu yang menyala

Gambar 7. Uji Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit

Pada gambar 15. merupakan sebuah instrumen penguji daya hantar listrik pada larutan
elektrolit. Elektrode yang terhubung pada rangkaian listrik yang dicelupkan ke dalam
larutan, apabila larutan tersebut tergolong larutan elektrolit maka akan mengalami ionisasi
dimana ion ion yang dihasilkan akan bergerak ebbas ke arah elektrode. Ion positif akan
menuju elektroda negatif dan ion negatif akan bergerak ke arah elektroda positif
Sebagai contoh, apabila instrumen penguji daya hantar listrik di atas berisikan larutan
HCl. Maka larutan tersebut dalam pelarut air akan menghasilkan ion H+ dan Cl- dengan
reaksi ionisasi sebagai berikut :

HCl(g) H+ (aq) + Cl- (aq)

10

1. Senyawa Ion

Senyawa yang tersusun oleh ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi
pada senyawa ion disebut juga reaksi disosiasi. Senyawa ion akan terurai menjadi ion-
ionnya ketika dilarutkan ke dalam air. Ion ion tersebut akan bergerak bebas sehingga dapat
menghantarkan arus listrik. Selain dalam bentuk larutan, senyawa ion dalam bentuk lelehan
juga dapat menghantarkan arus listrik. Pada saat meleleh, senyawa ion akan terurai
menjadi ion-ionnya yang bergerak bebas. Adapun padatan senyawa ion tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena ion-ion yang menyusunnya tidak dapat terurai. Dalam
bentuk padatan, ion-ion tidak dapat bergerak bebas. Contoh reaksi ionisasi larutan
elektrolit senyawa ion adalah:

NaCl merupakan senyawa ion. Jika kristal NaCl dilarutkan dalam air, maka ikatan
antara ion positif Na+dan ion negatif Cl– terputus dan ion-ion itu berinteraksi dengan
molekul air. Ion-ion ini dikelilingi oleh molekul air. Peristiwa ini disebut hidrasi. Dalam
keadaan terhidrasi, ion-ion bebas bergerak di seluruh bagian larutan.

Gambar 9. Proses Hidrasi Senyawa Ion

Semua senyawa ion merupakan zat elektrolit sebab jika larut dalam air dapat
menghasilkan ion-ion. NaCl padat (kristal) tidak dapat menghantarkan listrik karena ion-
ionnya terikat kuat.Apabila NaCl dilelehkan pada temperatur ±800 oC, ion Na+dan Cl–
akan dapat bergerak bebas sehingga lelehan NaCl dan senyawa ion lainnya merupakan
penghantar listrik yang baik.

11

Reaksi Ionisasi Senyawa Ion
Pembahasan sebelumnya kita telah mengenal apa itu senyawa ion dan mekanisme

instrumen uji daya hantar listrik. Pada bagian ini, coba analisis lebih lanjut mengapa reaksi
ionisasi senyawa ion dapat menghantarkan arus listrikdan disebut sebagai larutan elektrolit.
Sebagai contoh senyawa NaCl, apakah kalian masih ingat mengapa padatan kristal tidak
mampu menghantarkan listrik ? Ya, karena kondisi ion Na+ dan Cl- sangat rapat terikat
dalam bentuk kristalnya sehingga tidak mampu bergerak bebas untuk menghasilkan arus
listrik. Lalu bagaimana reaksi ionisasi terjadi pada larutan NaCl dalam pelarut air ?

Gambar 8. Reaksi Ionisasi NaCl dalam air

Pada gambar 18 menjelaskan bahwa proses reaksi ionisasi NaCl dalam pelarut air akan
menghasilkan ion - ion yang dihasilkan dari terputusnya ikatan senyawa NaCl dan
berikatan dengan molekul air. Berikut reaksi ionisasi NaCl dalam pelarut air : NaCl(aq) →
Na+(aq) + Cl-(aq). Senyawa ion umumnya berbentuk padatan kristal ion yang akan
terpecah menjadi ionnya dalam pelarut air dimana disebabkan oleh rendahnya nilai energi
kisi padatan ionik menyebabkan senyawa akan lebih mudah larut. Contoh senyawa ionik
yaitu NaOH, Na2SO4, (NH4)2SO4 (Manku, 1980)

Gambar 9. Interaksi ion ion NaCl dalam air

12

Pada gambar diatas, ion Na+ dan senyawa NaCl akan berikatan dengan ion yang
bermuatan negatif dari molekul air. Muatan parsial negatif dari molekul aiar mengelilingi
dan menarik ion Na+ sehingga menimbulkan suatu interaksi antara ion Na+ dengan dipol
negatif molekul air. Di sisi lain, dalam keadaan yang sama dipol positif dari air menarik
ion Cl-. Aliran elektron melalui media kabel pada uji coba daya hantar listrik akan setara
dalam menghasilka arus listrik. Interaksi ion - ion tersebut akan menghantarkan arus listrik
sehingga indikator lampu dapat menyala dengan terang dan disebut pula sebagai larutan
elektrolit.
Masih ingatkah mengapa padatan NaCl tidak mampu menghantarkan listrik ?
Lantas bagaimana jika kristal ionik tersebut dilelehkan ?

Jika padatan suatu senyawa tidak dapat menghantarkan lsitrik, berbanding terbalik dengan
lelehan. Jika kristal tersebut dipanaskan maka ion - ion yang tertata rapih dan rapat akan
mengalami perubahan dan mampu bergerak cukup bebas untuk memungkinkan adanya
interaksi ion sehingga dapat menghantarkan arus listrik.

Tabel 6. perbedaan senyawa padatan, lelehan, larutan

Selain senyawa NaCl yang mengalami reaksi ionisasi sempurna dalam pelarut air.
Senyawa ionik pada bahan pembuatan batik akan mengalami reaksi ionisasi pula untuk
proses penyerapan zat warna ke dalam serat kain batik. Adapun beberapa reaksi ionisasi
yang terjadi pada bahan bahan tersebut antara lain :

13

2. Senyawa Kovalen

Bagaimana dengan senyawa kovalen yang terdiri dari molekul-molekul? molekul
bersifat netral dan tidak dapat menghantarkan listrik. Senyawa kovalen non polar, baik
padatan, lelehan maupun larutannya tidak dapat menghantarkan listrik. Namun untuk
senyawa kovalen yang bersifat polar, jika dilarutkan dalam air (pelarut polar) akan
mengalami ionisasi sehingga dapat menghantarkan listrik. Hal ini terjadi karena diantara
molekul polar tersebut terdapat gaya tarik menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan
tertentu dalam molekul. Artinya untuk senyawa kovalen polar hanya yang merupakan
larutannya saja yang dapat menghantarkan listrik. Contoh senyawa kovalen polar adalah
HCl, NH3, dan CH3COOH. HCl dan H2O merupakan senyawa kovalen polar, yang
mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Ketika HCl dilarutkan ke dalam air, terjadilah
pembentukan ion, yaitu ion H+ dan ion Cl-.

Gambar 10. Reaksi Ionisasi Senyawa HCl
Perbedaan daya hantar listrik/ elektrolit pada senyawa ion, kovalen polar dan kovalen non
polar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.Perbedaan Senyawa Ion, kovalen polar, kovalen non polar

14

Reaksi Ionisasi Senyawa Kovalen
Sama halnya senyawa ion yang mampu menghantarkan arus listrik karena terjadi reaksi

ioniasi secara keseluruhan, senyawa kovalen pun termasuk ke dalam larutan elektrolit jika
dalam uji daya hantar listrik dapat menyalakan lampu indikator. Sebagai contoh, larutan
HCl yang dalam keadaan murni berbentuk molekul. Molekul - molekul tersebut walaupun
bebas bergerak tetapi tidak mampu menghantarkan arus listrik disebabkan tidak
terbentuknya ion. HCl merupakan senyawa kovalen polar yang memiliki kutub positif dan
kutub negatif yang dihasilkan oleh perbedaan keelektronegatifan. Apabila HCl dilarutkan
dalam pelarut air, maka molekul HCl dapat terurai membentuk ion - ion disebabkan pelarut
air yang juga bersifat polar. HCl dalam pelarut air akan mengalami reaksi ionisasi menjadi
ion H+ dan Cl-.

Gambar 11. Reaksi Ionisasi NaCl dalam air

Tidak semua senyawa kovalen polar mengalami ionisasi sempurna. Sebagai contoh larutan
CH3COOH. larutan tersebut terionisasi sebagian disebabkan hanya sedikit ion yang
terbentuk yaitu ion CH3COO- dan H+ sedangkan sebagian besar masih dalam bentuk
molekul CH3COOH. Berikut ini adalah reaksi ionisasinya :

Senyawa polar yang memiliki kemampuan terionisasi bersifat lemah akan bereaksi
kesetimbangan bergantung kemampuan mengionnya dan hal tersebut disebut dengan
larutan elektrolit lemah.

15

EVALUASI 2

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut Anda paling benar!
1. Senyawa di bawah ini apabila dilarutkan dalam air terionisasi sempurna ….

a. amoniak
b. garam dapur
c. alkohol
d. gula
e. cuka

2. dari larutan berikut ini yang diharapkan menghantar arus listrik yang paling baik adalah ...
a. larutan urea 1M
b. larutan asam cuka 0,1 M
c. larutan asam cuka 1 M
d. larutan H2 SO4 0,1 M
e. larutan H2 SO4 1 M

3. Pada penghantaran listrik melalui HCl ion-ion H+ akan bergerak untuk mengambil elekron ke
arah ….
a. anoda
b. anion
c. katoda
d. elektrode
e. kation

4. Kristal senyawa ionik mempunyai ion-ion yang tidak dapat bergerak bebas. Ionion ini dapat
bergerak bebas jika …
a. didinginkan
b. didisosiasikan
c. dikristalkan
d. dibekukan
c. dilelehkan

5. Larutan H2SO4 dapat menghantarkan listrik karena ….
a. H2SO4 mengalami ionisasi dengan adanya arus listrik
b. H2SO4 larut dalam air dengan melepaskan elektron
c. H2SO4 dapat larut dalam air
d. H2SO4 merupakan senyawa ion
e. H2SO4 dalam air terionisasi sebelum dihubungkan dengan baterai

16

DAFTAR PUSTAKA

Ananda,P., & Ismail,A. (2016).Pengaruh Pemberian Tawas dengan Dosis Bertingkat dalam
Pakan Selama 30 Hari terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Wistar.Jurnal
Kedokteran Diponegoro, 5 (3),210-221.

Arifin,B., & Ibrahim,S. (2016).Struktur,Bioaktivitas dan Antioksidan Flavanoid.Jurnal
Zarah ,6(1),21-29.

Brook,C.,Overton,T.,& Rayner-Canham,G.(2014).Descriptive Inorganic Chemistry Sixth
Edition .Canada : W.H. Freeman and Company.

Brown,T.L.(2005).Chemistry the Central Science (13 th editi).Boston : Pearson.
Eri,(2017).Warisan Buyut Trusmi.Kompas ,9.
Justiana, S, dan M. (2009). Chemistry 1, Jakarta : Yudistira
Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D., Wiyatno, A., & Triyono, A. (2009). Zat Pewarna

Alami Tekstil dari Kulit Buah Manggis, Ekuilibrium, 8(1), 41-47
Miller Jr, G.T. (1982). Chemistry: A Basic Introduction. Second Edition. California

Wardsworth Publishing Company
Mulyaningsih, N. F. (2015). PERANAN PENGRAJIN DALAM PELESTARIAN BATIK

KUDUS (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG).
Paryanto, P., Nur, A., & Nurcahyanti, D. (2018). Produksi dan Aplikasi Zat Warna Alami

dari Kulit Kayu Tingi untuk Batik di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten
Boyolali, Jurnal Ilmiah Momentum, 14(2), 1-7.
Ramadhania,D.,& S,P,P.(2010).Pengaruh Perbedaan Cara Ekstraksi dan Bahan Fiksasi
Bahan Pewarna Limbah Serbuk Kayu Mahoni terhadap Kualitas Pewarnan batik.Jurnal
Pendidikan.415-423.
Sherlly M,F Ledoh,Luther Kadang,Pius Dore Ola,F,Z.,S, dan R.I.L
(2019).Elektrodekolorisasi Zat Warna Napthol dari Limbah Tenun Ikat Menggunakan
Elektrolit H2O2.Seminar Nasional Sains dan Teknik Fst Undana (Sainstek-iv),iv,31-37
Sudarmin, Susilogati, S. & Sumarni, W. (2018). Model Pembelajaran Kimia Organik
Bahan Alam Berpendekatan Science Technology Engineering and Mathematics (STEM)
Terintegrasi Etnosains. Semarang : UNNES Press
Sudarmo ,U. (2003).Kimia Untuk SMA /MA kelas X.Jakarta:Erlangga
Susilowati,E.,& Harjani,T.(2003).Kimia 1 Kelas X untuk SMA/MA.Solo : PT Wangsa
Jatra Lestari
Zumdhai. (2007).World of Chemistry .Boston : A Houghton Miflin Company.

17


Click to View FlipBook Version