The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku berisi tentang budidaya kelor, manfaat dan pengolahan kelor serta analisis finansialnya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agus.kuok, 2022-01-19 14:16:10

KUPAS TUNTAS KELOR : Pesona Tanaman Ajaib

Buku berisi tentang budidaya kelor, manfaat dan pengolahan kelor serta analisis finansialnya

Keywords: kelor

Indonesia, jenis tumbuhan sebagai penghasil pestisida nabati tersebar pembuatannya mudah dan murah bahkan dapat dibuat dalam skala

dalam 235 famili dengan 2.400 jenis tanaman (Kardinan, 2011). rumah tangga, tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan

Pada umumnya, pestisida nabati diartikan sebagai pestisida maupun makhluk hidup , tidak berisiko menimbulkan keracunan pada

yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Menurut United States of tanaman, tidak menimbulkan resistensi (kekebalan) pada hama

Environmental Protection Agency (2002), sehingga aman bagi keseimbangan

pestisida nabati dimasukkan ke dalam PEPTISIDA NABATI ekosistem, dan hasil pertanian lebih
kelompok pestisida biokimia karena Sifat dan mekanisme kerja bahan nabati tersebut dalam sehat dan bebas dari residu pestisida
mengandung biotoksin. Pestisida kimiawi (Saenong, 2016).
biokimia adalah bahan yang secara melindungi tanaman adalah sebagai antifitopatogenik
alami dapat mengendalikan hama (antibiotik pertanian), fitotoksik atau mengatur pertumbuhan Adapun kelemahan pestisida
dengan mekanisme non toksik. nabati berupa, daya kerjanya lambat
tanaman (fitotoksin, hormon, dan sejenisnya), dan bahan sehingga respon tanaman terlihat lebih
Hasil-hasil penelitian menun- aktif terhadap serangga (hormon serangga, feromon, lambat, pada umumnya tidak
jukkan senyawa metabolit sekunder juga mematikan langsung hama sasaran,
dapat mengendalikan populasi serangga antifidan, repelen, atraktan, dan insektisida) (Takahashi, tetapi hanya bersifat mengusir dan
1981 dalam Saenong, 2016).

hama. Sifat dan mekanisme kerja bahan menyebabkan hama menjadi tidak

nabati tersebut dalam melindungi tanaman adalah sebagai berminat mendekati tanaman budi daya, mudah rusak dan tidak tahan

antifitopatogenik (antibiotik pertanian), fitotoksik atau mengatur terhadap sinar matahari, daya simpan relatif pendek sehingga harus

pertumbuhan tanaman (fitotoksin, hormon, dan sejenisnya), dan bahan segera digunakan setelah diproduksi, perlu penyemprotan secara

aktif terhadap serangga (hormon serangga, feromon, antifidan, berulang sehingga dinilai tidak efektif dan efisien secara ekonomi

repelen, atraktan, dan insektisida) (Takahashi, 1981 dalam Saenong, (Suriana, 2012 dalam Hidayanti dan Ambarwati, 2016).

2016). Oleh karena itu, kebijakan pemanfaatan bahan nabati ramah B. Pembuatan Pestisida Nabati
lingkungan merupakan pilihan yang tepat untuk membangun pertanian

masa depan dan berkelanjutan. Pembuatan pestisida nabati dapat dilakukan secara sederhana

Pestisida nabati mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam maupun secara laboratorium. Pembuatan pestisida nabati dalam

pengaplikasiannya. Kelebihan pestisida nabati meliputi, teknologi bentuk ekstrak secara sederhana (jangka pendek) dapat dilakukan

Bab 5 Pestisida nabati pembasmi hama alami [40]

langsung oleh petani, dan penggunaannya biasanya dilakukan 3. Ekstraksi dengan menggunakan bahan kimia pelarut tertentu
sesegera mungkin setelah pembuatan ekstrak. Sedangkan dalam disertai perlakuan
skala laboratorium (jangka panjang) biasanya dilakukan oleh tenaga
ahli yang sudah terlatih dan hasil produksinya memungkinkan untuk khusus yang dilakukan oleh tenaga yang terampil dengan peralatan
disimpan dalam jangka waktu relatif lama. yang khusus.

Pembuatan berskala laboratorium berorientasi pada industri, C. Pestisida Nabati Untuk Budidaya Kelor
membutuhkan biaya tinggi, sehingga produk pestisida nabati menjadi Pada budidaya kelor (Moringa oleifera Lam.) hama yang
mahal, bahkan kadang lebih mahal daripada pestisida sintetis. Oleh
karena itu pembuatan dan penggunaan pestisida nabati dianjurkan umum ditemui di lapangan adalah ulat. Larva dari ngengat ini juga
dan diarahkan secara kovensional menggunakan metode sederhana. banyak menyerang pertanaman pada malam hari. Solusi terbaik dalam
Hal tersebut dipandang lebih cocok dengan mempertimbangkan mengatasi serangan hama yang hebat adalah memotong kembali
luasan yang terbatas dan dalam jangka waktu penyimpanan yang batang pohon. Sedangkan penyakit yang paling banyak menyerang
relatif singkat. tanaman kelor di lapangan adalah ganoderma (Akbar et al, 2019).
Gejala awalnya adalah daun akan menguning, batang membusuk dan
Menurut Asmaliyah et al. (2010) pembuatan pestisida nabati akhirnya tanaman mati.
dapat dilakukan dengan berbagai cara , yaitu:
1. Penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk Ganoderma adalah sejenis jamur yang menyebabkan busuk
akar dan batang. Ganoderma dapat menyebar ke tanaman lain yang
menghasilkan produk berupa tepung, abu atau pasta. berada di sekitarnya. Pengendalian dilakukan dengan mencabut
2. Perendaman untuk produk ekstrak. tanaman kelor dan mencangkul bekas pertanaman yang terserang
ganoderma, kemudian tanah disemprot dengan tricoderma (pestisida
Pembuatan ekstrak ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, nabati) dengan dosis 200 ml per hektar dan lubang dibiarkan 2-3 hari
yakni : terpapar sinar matahari langsung (Akbar et al, 2019).

a. Tepung tumbuhan + air Untuk pengendalian hama dan penyakit biasanya dilakukan
b. Tepung tumbuhan + air, kemudian dipanaskan/direbus dengan penyemprotan pestisida nabati yang terbuat dari daun mimba,
c. Tepung tumbuhan + air + deterjen sereh, daun sirsak dan empon-empon. Untuk 1 hektar lahan
d. Tepung tumbuhan + air + surfaktan (pengemulsi) pestisida diperlukan masing-masing bahan sebanyak 6 Kg. Cara pembuatannya
e. Tepung tumbuhan + air + sedikit alkohol/metanol + surfaktan
Bab 5 Pestisida nabati pembasmi hama alami [41]

adalah dengan menumbuk bahan-bahan tersebut. Kemudian seluruh D. Tanaman Potensial Pestisida Nabati

bahan diaduk merata dalam 20 liter air, lalu direndam selama 24 jam. Beberapa jenis pestisida nabati yang mulai dikenal luas
Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil adalah insektisida, nematisida, fungisida, bakterisida, moluskisida, dan
penyaringan ditambah deterjen dan diencerkan dengan 60 liter air. leismanisida nabati. Dan yang tidak kalah penting adalah herbisida

Pestisida nabati diaplikasikan setelah panen berlangsung atau satu nabati guna mengendalikan gulma yang banyak mengganggu

minggu sekali pada daun dengan dosis 200 ml per hektar (Soenandar tanaman budidaya (Wiratno et al., 2013).

etal, 2010).

Tabel 4. Beberapa tanaman yang bermanfaat sebagai pestisida nabati

Nama Nama Latin Bagian yang Bahan aktif Fungsi
tanaman digunakan

Sirsak Annona muricata L. Daun Flavonoid Racun kontak

Lengkuas Alpinia galanga L. Rimpang Terpenoid, alkaloid, fenol Repelen, anti fungi

kirinyuh Chromolaena odorata L. Daun Bioherbisida Racun kontak

Serai Andropogon citrates L. Batang dan daun Alkaloid, flavonoid, minyak atsiri Racun kontak, repelen

pepaya Carica papaya L. Daun Saponin, alkaloid karpain, papain, flavonoid Racun kontak

Belimbing Averrhoa bilimbi L. Buah Senyawa glukosid, tanin, asam folat, peroksida,
wuluh Racun kontak

kalsium oksalat, sulfur, kalium sitrat.

Cengkeh Syzygium aromaticum L. Daun, tangkai, bunga Eugenol Anti fungi

Sumber : Azzamy, 2010 ; Intan, 2012 ; Saenong, 2016 ; Simarmata et al., 2020 ; Vaisakh, M N and Pandey, 2012.

E. Penutup mengganggu keseimbangan ekosistem. Resistensi berarti kemampuan
Penggunaan pestisida kimia selain meninggalkan residu yang serangga untuk bertahan hidup terhadap pengaruh insektisida yang
biasanya mematikan. Resurgensi merupakan suatu kondisi dimana
berbahaya bagi kesehatan manusia hewan, dan juga menyebabkan pestisida sebagai racun yang berspektrum luas, selain dapat
resistensi dan resurgensi hama. Di samping itu dapat mengakibatkan
pencemaran air, tanah, dan udara yang pada akhirnya dapat Bab 5 Pestisida nabati pembasmi hama alami [42]

membunuh hama ternyata juga dapat membunuh musuh alami hama PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN
seperti polinator, burung, ikan dan musuh alami lainnya.
Pengendali hama dan penyakit yang efektivitasnya setara
Pengendali hama dan penyakit yang efektivitasnya setara dengan pestisida kimia namun lebih aman bagi organisme
dengan pestisida kimia namun lebih aman bagi organisme hidup hidup maupun lingkungan sangat diperlukan. Pemanfaatan
maupun lingkungan sangat diperlukan. Pemanfaatan pestisida nabati
di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan. Keanekaragaman pestisida nabati di Indonesia memiliki prospek yang
jenis tanaman yang berpotensi sebagai bahan pestisida nabati yang menjanjikan. Keanekaragaman jenis tanaman yang berpotensi
sangat tinggi menjadikan bahan bakunya melimpah di alam. Proses sebagai bahan pestisida nabati yang sangat tinggi menjadikan
pembuatannya pun tidak membutuhkan teknologi tinggi. Di lain pihak,
karena bahan aktifnya berasal dari alam, pestisida nabati mudah bahan bakunya melimpah di alam.
terurai (bio-degradable) sehingga relatif aman bagi kehidupan. Untuk
memperoleh manfaat yang optimal, penggunaan pestisida nabati ****
sebaiknya ditujukan untuk mencegah terjadinya serangan OPT, bukan
untuk tindakan pengendalian.***

Bab 5 Pestisida nabati pembasmi hama alami [43]



Kita sering mendengar peribahasa bahwa dunia tidak selebar daun kelor. Tanaman kelor (Moringa oliefera) tidak hanya populer dengan
peribahasanya, namun juga dikenal sebagai tanaman ajaib (miracle tree) yang dinobatkan World Health Organization atau Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO). Daun kelor (Gambar 15) yang mungil ini ternyata mempunyai manfaat yang besar. Tanaman kelor bermanfaat untuk
manusia dijadikan sayur, obat herbal, dan kecantikan. Tanaman kelor juga digunakan sebagai pakan ternak. Pakan merupakan salah satu faktor
penting untuk mendukung keberhasilan usaha peternakan. Sehingga diperlukan pakan dengan kualitas dan kuantitas yang cukup untuk mendukung
pertumbuhan dan produksi ternak.

Pemanfaatan kelor sebagai bahan pakan ternak berbeda dengan pemanfaatan kelor untuk manusia. Ternak dapat mengonsumsi kelor
langsung berupa daun, bunga, tangkai daun, ranting, dan batang-batang kecil yang lunak, demikian juga buahnya. Semua bagian tanaman kelor,
kecuali bagian akar tidak dapat dikonsumsi oleh ternak (Syarifuddin, 2017). Walaupun secara ekonomi produk kelor untuk obat herbal dan kecantikan
tentu saja memberikan nilai tinggi bila dibandingkan dengan pakan ternak. Tulisan ini tidak melihat nilai ekonominya namun memberikan peluang
sebagai pakan ternak untuk mewujudkan integrasi “Optimalisasi Cara untuk Mandiri Pangan “Ocu Mapan” Kampar dalam mewujudkan ketahanan
pangan. Ocu Mapan sebuah program yang dikembangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Tanaman kelor pertama kali tumbuh di protein tentu saja dapat memvariasikan dengan
negara India dan saat ini sudah menyebar di tanaman lain. Kelor dapat tumbuh sebagai tanaman
seluruh Indonesia. Pemanfaatan kelor sebagai pekarangan di sekitar kandang sehingga memiliki
bahan pakan potensial bagi ternak ruminansia potensi untuk mengurangi biaya pakan.
(sapi, kerbau, kambing, dan domba serta
kelinci), karena memiliki sumber karbohidrat dan Daun kelor telah dimanfaatkan sebagai pakan
protein yang cukup tinggi, dengan harapan ternak ruminansia (Gambar 16) maupun pada
nantinya sebagai bahan pakan masa depan ternak non ruminansia seperti unggas atau babi.
ataupun bahan baku suplemen bagi ternak. Namun pada tulisan ini lebih difokuskan pada ternak
Keuntungan menggunakan kelor sebagai sumber ruminansia.

Gambar 15. Daun kelor (Kurniawan)

Bab 6 Kelor sumber pakan ternak harapan masa depan [45]

Gambar 16. Ruminansia makan kelor (Aprianis, 2021 & BPTP, 2011) murah dan mudah tumbuh, membutuhkan waktu 4 bulan untuk
mencapai ketinggian 2,70 meter, dan dalam jangka 6 bulan tingginya
A. Nutrisi Kelor dan Dampaknya Terhadap Ternak mencapai 3-4 meter, sehingga bisa siap dipanen, (4) aman dikonsumsi
Tanaman kelor merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Oleh ternak, belum ada riset yang menunjukkan bahwa daun kelor
berbahaya untuk pakan ternak, baik untuk ternak ruminansia maupun
karena itu mudah sekali ditanam dan dibudidayakan. Untuk unggas (BPTP Kalimantan Selatan, 2018).
menggunakan daun kelor sebagai pakan ternak maka informasi
kandungan nutrisi dari daun kelor diperlukan. Kandungan nutrisi daun Moyo et al. (2011) telah mengevaluasi karakteristik nutrisi kelor
kelor tidak kalah dengan jenis tanaman legume atau tanaman kacang- sebagai pakan ternak. Daun kelor mengandung protein kasar 30,3
kacangan yang banyak digunakan sebagai pakan ternak, seperti persen dengan 19 asam amino, 17 asam lemak, kalsium 3,65 persen,
gamal, turi, dan lamtoro. Secara umum kandungan nutrisi pada kelor besi 490 mg per Kg, dan kandungan vitamin lainnya. Selain nutrisi
sangat menjanjikan sebagai pakan ternak. Disinyalir ada beberapa kelor juga memiliki antinutrisi berupa tanin yaitu 0,30 persen, sehingga
alasan mengapa daun kelor dapat dijadikan sebagai bahan pakan pakan ternak perlu dicampur dengan tanaman lain, seperti daun
ternak, yaitu (1) kandungan protein kasar pada daun kelor cukup tinggi gamal, daun indigo dari marga Indigofera, rumput odot, dan lain-lain.
antara 25-30 persen, (2) Kandungan zat besi serta kadar antibiotik
yang tinggi dalam daun kelor dibandingkan rumput, (3) Tanaman kelor NUTRISI YANG TERKANDUNG DALAM TANAMAN KELOR

(1) kandungan protein kasar pada daun kelor cukup tinggi antara
25-30 persen, (2) Kandungan zat besi serta kadar antibiotik yang
tinggi dalam daun kelor dibandingkan rumput, (3) Tanaman kelor
murah dan mudah tumbuh, membutuhkan waktu 4 bulan untuk

mencapai ketinggian 2,70 meter, dan dalam jangka 6 bulan
tingginya mencapai 3-4 meter, sehingga bisa siap dipanen, (4)
aman dikonsumsi ternak, belum ada riset yang menunjukkan bahwa

daun kelor berbahaya untuk pakan ternak, baik untuk ternak
ruminansia maupun unggas (BPTP Kalimantan Selatan, 2018).

Bab 6 Kelor sumber pakan ternak harapan masa depan [46]

Kandungan antinutrisi diharapkan mampu melindungi protein pakan kasar 24 persen, ekstrak ether 5,40 persen, NDF 21,9 persen, ADF
dari degradasi yang berlebihan di dalam rumen. Jayanegara et al. 11,4 persen, fenol total 3,40 persen dan tanin total sekitar 1,40 persen
(2010) melaporkan komposisi kimia kelor yaitu bahan kering 92,3 sehingga memungkinkan kelor sebagai bahan pakan ternak. Anjuran
persen, bahan organik 91,2 persen, abu kasar 8,80 persen, protein pemberian kelor sebagai pakan ternak disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Proporsi pemberian kelor berdasarkan bobot badan sapi atau berdasarkan total pakan yang diberikan setiap hari terhadap harapan

pertambahan bobot badan (Kg per hari)

Ternak Pemberian berdasarkan berat Komposisi kelor dalam Harapan pertumbuhan berat

badan (%/Kg BB) pakan (%) badan (Kg/hari)

Lepas sapih (60-100 Kg) 0,5 20 0,25-0,30

1,0 40 0,40-0,50

1,5 60 0,55-0,60

Pertumbuhan (100-200 Kg) 0,5 20 0,25-0,30

1,0 40 0,40-0,50

1,5 60 0,55-0,60

Dewasa tidak bunting (200-300 Kg) 0,3 15 Maintenance

0,5 25 < 0,25

Dewasa bunting tua menyusui (200-300 Kg) 0,5 20 Maintenance

0,75 30 < 0,25

Sumber: BPTP NTB, 2011.

Hasil penelitian Jayanegara et al. (2010) menyebutkan kelor ditemukan dalam rumen atau organ pascarumen. Hasil riset Makkar &
sangat potensial menggantikan sebagian konsentrat dalam pakan Becker (1996) menyebutkan bahwa protein tercerna dalam usus halus
ternak, dan dapat diposisikan sebagai suplemen konvensional. Hal ini atau Potentially Digestible in the Intestine (PDI) masih tinggi, yaitu
didasari oleh kandungan protein kasar sekitar 95 persen masih bisa sekitar 47-50 persen dari total protein kasar daun kelor yang diekstrak

Bab 6 Kelor sumber pakan ternak harapan masa depan [47]

ataupun yang tidak diekstrak. Sumber yang sama menyatakan bahwa 4. Pemberian pakan suplemen berbasis daun kelor dan molases

daun kelor mempunyai keunggulan lainnya, berupa kandungan asam sangat menjanjikan dan menguntungkan sebagaimana

amino esensial yang lebih baik jika dibandingkan dengan kacang diungkapkan oleh Soetanto et al. (2011) bahwa selama 4 bulan

kedelai. dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp125.000 per ekor dengan

Pemberian bahan pakan tunggal pada ternak tidak pertambahan bobot badan kambing mencapai 100 gram per ekor

direkomendasikan, walaupun kelor memiliki kandungan nutrient yang per hari.
baik untuk ternak. Ternak harus mendapatkan pakan yang disusun B. Cara Membuat Blok Kelor untuk Pakan Ternak

dari berbagai macam bahan pakan, sehingga masing-masing bahan Kelor Mineral Blok (KMB) adalah pakan suplemen yang

pakan dapat mencukupi kekurangan nutrien dari bahan pakan lainnya. diformulasikan dari berbagai komponen pakan dengan kandungan

Dampak pemberian daun kelor terhadap ternak ruminansia protein kasar >30 persen dan kandungan karbohidrat mudah larut

dilaporkan oleh beberapa peneliti dan disimpulkan adalah: serta vitamin, dan mineral yang lengkap (BPTP Nusa Tenggara Barat,

1. Pemberian daun kelor dalam molases blok, meningkatkan 2010). Pakan suplemen kaya nutrien dengan kandungan yang

produksi susu sapi perah hingga 15 persen. seimbang perlu diberikan pada ternak sebagai asupan untuk

2. Penambahan tepung daun kelor meningkatkan ketersediaan nutrien secara

pada pakan kering dapat FORMULA KELOR DALAM BENTUK BLOK lengkap dan seimbang sehingga dapat

meningkatkan kecernaan bahan 1. Tepung daun kelor 35 persen mengoptimalkan konsumsi pakan,
kering dan serat kasar. 2. Dedak gandum 37 persen
3. Pemberian daun kelor segar pada 3. Semen 15 persen pertumbuhan, dan produksi. Suplemen kelor
kambing selama 90 hari menunjukkan 4. Bubuk kapur 5 persen
pertambahan bobot badan mencapai 5. Urea 5 persen dengan kandungan nutrien yang tinggi
23,8 Kg per ekor, jika dibandingkan 6. Garam persen
dengan ternak tanpa pemberian kelor 7. Sisanya adalah air berpotensi sebagai pakan tambahan di
hanya mencapai 8 Kg per ekor. Hasil
daerah tropis dengan musim kering, ternak

seringkali mengalami kekurangan nutrien

karena kualitas rumput yang sudah menurun.

Di sisi lain, pembuatan Kelor Mineral Blok

penelitian ini telah dimuat oleh adalah salah satu upaya untuk mengawetkan

Popalayah dan Afa pada tahun 2017. tanaman kelor yang berlimpah.

Bab 6 Kelor sumber pakan ternak harapan masa depan [48]

Penggunaan KMB sebagai suplemen pakan ternak telah Proses formulasi melibatkan lima campuran yang berbeda, yaitu:
dilakukan oleh beberapa petani bersama Syarifuddin. Kegiatan ini 1. Tepung daun kelor, dedak gandum, dan bubuk kapur dicampur
sebagai bentuk hilirisasi dari budidaya kelor di lahan pekarangan menjadi satu.
anggota Kelompok Tani Rukun Jaya Makmur, Banjarbaru, Kalimantan 2. Urea ditimbang dan dilarutkan dalam air.
Selatan, untuk mendukung ketahanan kesehatan keluarga, 3. Garam dan semen ditimbang dan dicampur dengan air dengan
diversifikasi usaha, dan pemenuhan pakan suplemen bagi ternak perbandingan 1:2.
mereka. Daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun 4. Bentuk pasta dengan menambahkan campuran kedua ke dalam
pakan suplemen Urea Moringa Molasesses Multinutrient Block atau campuran satu, kemudian campuran ketiga ditambahkan pada
UMMMB (Syarifuddin et al., 2021). adonan pasta tersebut.
5. Tambahkan air untuk membentuk campuran yang homogen, dan
Pemberian kelor dalam bentuk blok dikenal juga di Nigaria yang siap dicetak kemudian keringkan.
dipelopori oleh Asaolu (2012). Dari beberapa formula yang telah UMMMB yang diformulasikan mengandung energi, protein dan
dikembangkannya, maka yang paling cocok dalam hal kekerasan,
kekompakan serta biaya adalalah dengan formula sebagai berikut: mineral yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ternak ruminansia,
terutama dimusim kemarau saat pakan hijauan sangat sulit didapat,
1. Tepung daun kelor 35 persen sehingga teknologi lebih mudah diadopsi oleh peternak karena
2. Dedak gandum 37 persen kesederhanaan dan teknologi produksinya (Syarifuddin, 2017). Selain
3. Semen 15 persen itu, Syarifuddin juga telah menjabarkan mengenai daun kelor yang
4. Bubuk kapur 5 persen dapat meningkatkan libido dan memperbaiki kualitas semen penjantan
5. Urea 5 persen sapi Bali. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi Kabupaten
6. Garam persen Kampar khususnya, karena Kampar merupakan salah satu lumbung
7. Sisanya adalah air sapi Bali.***

Bab 6 Kelor sumber pakan ternak harapan masa depan [49]



Kelor (Moringa oleifeira) merupakan tanaman yang tak asing lagi bagi masyarakat timur termasuk Indonesia. Kepopuleran tanaman ini tak lepas
dari mitos yang melekat padanya, hingga menjadi keyakinan tersendiri bagi masyarakat di suatu daerah (Anonim, 2017). Namun seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kandungan nutrisi dan khasiat kelor terungkap melalui berbagai penelitian ilmiah serta pengalaman
pemanfaatannya di berbagai belahan dunia untuk mengatasi masalah-masalah malnutrisi. Menurut Leone et al. (2015), tanaman kelor merupakan
tanaman dengan pertumbuhan yang cepat. Tanaman ini dapat tumbuh hingga tinggi 3 meter dalam waktu 3 bulan dan dalam beberapa tahun dapat
mencapai 12 meter apabila dibiarkan tumbuh secara alami (di luar perkebunan atau persemaian).

National Institute of Health (NIH) dalam sebuah kesempatan pernah menyatakan “tanaman ini (kelor) memiliki potensi untuk membantu
membalikkan berbagai masalah lingkungan yang besar dan menyediakan banyak kebutuhan manusia yang tidak terpenuhi” dan “tumbuh di semua
negara di dunia yang memiliki persentase besar penduduk kurang gizi. Tanaman ini bisa menyelamatkan jutaan nyawa”. Lebih lanjut NIH
menyatakan, kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit.
Tradisi pengobatan ayurveda India kuno juga menggunakan kelor untuk penyembuhan 300 jenis penyakit. Kelor memang sebuah anugrah dari alam
untuk kesejahteraan umat manusia (Krisnadi, 2012).

A. Mendunia dan Berguna pemanfaatan komersil pun sudah banyak dilakukan oleh berbagai
pihak mulai dari cara sederhana hingga cara yang cukup modern dan
Manfaat kelor yang sangat beragam ini menjadikan kelor canggih. Selain pemanfaatan secara sederhana oleh masyarakat
memiliki daya tarik untuk diteliti dari berbagai aspek. Manfaat kelor umum, pengobatan alternatif berbahan baku alami kelor dengan
pada aspek pengobatan sudah tak terbantahkan lagi, baik pengobatan kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi, merupakan potensi yang
modern maupun tradisional mengakui khasiat tersebut. Banyak memberikan peluang bagi industri farmasi untuk mengembangkan
penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dari berbagai negara, pemanfaatannya secara komersil (Aminah et al., 2015).
namun belum seluruh informasi dan teknologi yang dihasilkan dari
penelitian tersebut dapat diakses dan diserap oleh masyarakat umum. B. Manfaat Pangan
Kondisi ini menjadi faktor penghambat bagi kemajuan pemanfaatan
kelor untuk kesejahteraan manusia dan lingkungan. Oleh karenanya Sebagai tumbuhan yang dapat dikonsumsi, kelor memberikan
perlu adanya suatu usaha yang mampu mendiseminasikan hasil-hasil nilai gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita
penelitian terkait komoditas kelor ini. Sebagaimana diketahui
Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [51]

(Wasonowati, et al., 2017; Razis et al., 2014). Kandungan nilai gizi sudah banyak diproduksi mulai dari rumah tangga, home industri
maupun perusahaan yang lebih besar. Kemudahan dalam proses
yang tinggi menyebabkan kelor mendapat julukan seperti miracle tree pembuatannya menjadikan teh kelor salah satu produk berbahan kelor
(pohon ajaib), mother’s best friend (sahabat terbaik bagi ibu) dan yang banyak diminati. Hasil penelitian Tahir et al. (2016) menunjukkan,
daun kelor mengandung vitamin C dan β-karoten dengan kadar
tanaman multi guna. Namun, pada umumnya masyarakat Indonesia vitamin C yaitu 7,96 mg per gram dan kadar β-karoten yaitu 3,31 mg
per gram. Kandungan vitamin C kelor ini jauh lebih tinggi dibandingkan
mengenal kelor hanya sebagai salah satu bahan makanan sayur.
dengan kandungan vitamin C
Padahal kelor dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam olahan buah jeruk atau strawberi yakni
sekitar lebih kurang 50 miligram
pangan, seperti pudding, cake, nugget, biscuit, cracker, dan lain-lain. per 100 gram atau sekitar 0,5
miligram per gram (Combs,
Bahkan tepung daun kelor 2008). Berdasarkan hasil
penelitian Djamil (2017),
dapat dimanfaatkan untuk senyawa antioksidan yang
terdapat pada ekstrak daun
campuran tambahan kelor berupa senyawa flavonoid,
tannin, saponin, steroid, dan
(fortifikasi) pada berbagai vitamin. Senyawa fenolik dan
flavonoid yang ada pada
jenis makanan seperti bolu, tanaman kelor memiliki potensi
atau berkorelasi dengan
serabi, brownies dan aneka

makanan lainnya.

Pemanfaatan kelor sebagai

bahan fortifikasi mampu

mempertahankan keawetan

makanan dengan tetap

mempertahankan nilai rata-

rata kesukaan konsumen

(Puspitasari et al., 2014;

Kusumawardani et al., 2014).

Sebagai bahan pembuat Gambar 17. Daun kelor mudah tumbuh dan kaya manfaat aktivitas penangkapan radikal
minuman, teh kelor saat ini bebas (Erika et al., 2014).

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [52]

Daun kelor mengandung unsur zat gizi mikro seperti beta nektar yang bermanfaat sebagai pakan lebah. Menurut Machado et al.

carotene, thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), kalsium, zat besi, (2010), bunga kelor merupakan sumber protein dan asam amino yang

fosfor, magnesium, seng, vitamin C, yang sangat berguna untuk cukup untuk konsumsi manusia. Buah kelor yang masih muda juga

meningkatkan jumlah ASI dan meningkatkan status gizi ibu hamil dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan sayuran yang rasanya

(Aminah 2015; Tilong 2012). Daun kelor juga berfungsi sebagai mirip dengan asparagus (HDRA, 2002).

pengawet makanan seperti dilaporkan oleh Shidduraju dan Becker Hasil penelitian Natsir et al. (2019) menunjukkan bahwa daun

(2003) yakni sebagai pengawet kelor mengandung 8 asam amino

butter, dan pengawet roti daging esensial yang tidak diproduksi

kambing akibat reaksi oksidasi oleh tubuh, serta 10 asam amino

sebagaimana dilaporkan oleh non esensial yang diproduksi

Das et al. (2012). tubuh. Sedangkan Abbas et al.

Biji (polong) kelor (2018) melaporkan terdapat 9

mengandung + 38 persen minyak asam amino esensial pada

yang mengandung vitamin E Gambar 18. Brownies, jus, dan nasi goreng kelor (Rahmayanti) ekstrak daun kelor. Asam amino

(0,01 persen) dan beta karoten (0,014 persen) (Bhoomika et al, 2007). merupakan blok bangunan protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Vitamin E (tokoferol) merupakan salah satu komponen yang Kekurangan asam amino esensial mendorong timbulnya berbagai

terkandung dalam biji buah kelor. Vitamin E merupakan suatu zat penyakit kronis yang berakibat fatal bagi kesehatan.

antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia karena Daun kelor ternyata mampu menurunkan kadar peroksida yang

memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan sel dari terkandung dalam minyak jelantah. Serbuk kelor sebanyak 5 gram

radikal bebas dan menghambat proses oksidasi (Amelia et al., 2014). yang direndam selama 1-4 hari mampu menurunkan kadar peroksida

Berdasarkan hasil penelitian Kayode (2015) minyak atsiri pada biji pada 100 ml minyak jelantah hingga batas yang aman dikonsumsi

kelor bersifat non-toksik sehingga aman dikonsumsi manusia. (Kartikorini, 2018). Berdasarkan paparan singkat di atas dapat

Selain daun dan biji, bunga kelor juga dapat dimanfaatkan untuk dirangkum tentang manfaat dan kandungan gizi yang ada pada kelor

bahan pembuat minuman semacam teh, dengan cara merendamnya yang disajikan pada Tabel 6 di bawah ini.

dalam secangkir air panas. Bunga kelor juga merupakan sumber alami

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [53]

Tabel 6. Manfaat dan kandungan nutrisi kelor untuk pangan

Bagian Kandungan Utama Pemanfaatan pangan
Daun
Protein, karbohidrat, lemak, serat, β-karoten, vitamin C, B1, B2, Makanan: sayuran, pudding, cake, nugget, biscuit, cracker,
B3, asam amino, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, dll. Bahan campuran (tepung) pembuat bolu, serabi,
seng antioksidan: flavonoid, tannin, saponin, steroid. brownies, pemurni jelantah. Minuman: teh, jus kelor.

Buah dan Biji Protein, serat, mineral, kalori, β-karoten, vitamin E, Anti oksidan. Minyak atsiri, kopi, sayuran, penjernih air.

Bunga Karbohidrat, protein, mineral, serat, asam amino, anti oksidan. Minuman teh, bahan campuran makanan dan sumber nectar
lebah madu.

Manfaat pangan di atas tentunya masih terus berkembang Indonesia tidak terlepas dari khasiat dan manfaatnya yang sangat
seiring dengan peningkatan teknologi dan penemuan-penemuan baru beragam. Manfaat lain dari tumbuhan kelor adalah sebagai tumbuhan
dari para ilmuwan berdasarkan hasil-hasil penelitiannya. Ringkasan di yang memiliki khasiat obat yang telah dipraktikkan secara tradisional
atas setidaknya memberikan gambaran tentang kandungan gizi, nutrisi sejak zaman dulu oleh masyarakat secara turun temurun. Khasiat ini
dan manfaat kelor yang sangat banyak bahkan telah terbukti dalam seringkali “dibingkai” dengan mitos akibat terwarnai oleh keyakinan
mengatasi kekurangan gizi di beberapa wilayah seperti Afrika dan masyarakat yang bercorak dinamisme.
Asia.
Pemanfaatan tradisional oleh masyarakat Indonesia juga
C. Manfaat Farmakologi telah lama dipraktikkan. Pada masyarakat etnik Lauje Desa Tomini,
Sulawesi Tengah, kelor telah dimanfaatkan sebagai obat asma. Daun
Sebagai tanaman asli Indonesia yang memiliki daerah kelor ditumbuk kemudian dicampurkan dengan minyak tanah sedikit
penyebaran luas, kelor telah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia kemudian dioleskan di belakang dengan dada. Pucuk daun kelor untuk
pada umumnya. Kepopuleran kelor ditengah-tengah masyarakat obat sakit mata, pucuknya ditumbuk kemudian disentuhkan pada mata

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [54]

Gambar 19. Tepung, teh celup, masker, daun kering dan kapsul antiulcer, antihipertensi, radioprotektif, dan imunomodulator (Stohs and
kelor Hartman, 2015).

yang sakit (Herawati dan yuniati, 2014). Pada bagian masyarakat Ekstrak biji kelor kering memiliki sifat antimikrobia yang mampu
lainnya yakni di Sumba Provinsi NTT tanaman kelor digunakan menghambat semua bakteri uji Escherichia coli, Staphylococcus
sebagai obat herbal untuk mengecilkan ari-ari, meningkatkan produksi aureus, dan Salmonella typhi (Syarif et al., 2014). Ekstrak bunga kelor
air susu dan kesehatan anak (Njurumana dan Prasetyo, 2010). juga berfungsi sebagai antimikrobia dan antifungal (Talreja, 2010).
Komponen kimia minyak atsiri memegang peranan penting
Kekayaan manfaat dari kelor bagi manusia merupakan sebuah sehubungan dengan aktivitas minyak atsiri sebagai antibakteri
anugrah dari alam untuk kesejahteraan umat manusia (Krisnadi, (Fitriana, 2017). Sementara menurut Kayode (2015) minyak atsiri pada
2012). Bukti ilmiah khasiat kelor sebagai obat yang bisa biji kelor bersifat non-toksik sehingga aman dikonsumsi manusia.
menyembuhkan berbagai penyakit saat ini telah banyak penelitian
yang membuktikannya. Ekstrak alkohol dari daun M. oleifera memiliki Khasiat lain dari kelor yang belum banyak diketahui di antaranya
berbagai aktivitas biologis tambahan termasuk antioksidan, pelindung adalah untuk mengatasi penyakit diabetes mellitus (Zulaikha et al.,
jaringan (hati, ginjal, jantung, testis, dan paru-paru), analgesik, 2017). Penelitian Jaiswal et al. (2009), menyimpulkan bahwa
pemberian ekstrak cair daun kelor 200 mg Kg-1 mampu mengurangi
kadar gula darah, meningkatkan berat badan dan hemoglobin, serta
mengurangi protein dan gula urin. Penelitian ini memvalidasi secara
ilmiah terhadap klaim umum yang menyebutkan bahwa kelor
merupakan obat etnomedis untuk mengobati diabetes mellitus.
Penelitian lainnya oleh Dewiyeti dan Hidayat (2015), menyebutkan
bahwa pemberian ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 10 persen,
20 persen dan 30 persen mempunyai pengaruh dalam menurunkan
kadar gula darah pada mencit (Mus muscullus L.) galur Swiss
Webster.

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [55]

Salah satu faktor yang Kelor disebut antioksidan alami
terbaik, memiliki sumber serat
menjadi pertimbangan SIFAT ANTIMIKROBIA

penggunaan kelor untuk Ekstrak biji kelor kering memiliki sifat antimikrobia yang mampu terbaik, kandungan betakarotine 4
pengobatan adalah kandungan menghambat semua bakteri uji Escherichia coli, Staphylococcus kali lipat lebih besar dari wortel juga
berbagai antioksidan, antibiotik aureus, dan Salmonella typhi (Syarif et al., 2014). Ekstrak bunga terdapat bahan minyak omega 3 dan
dan nutrisi termasuk vitamin dan kelor juga berfungsi sebagai antimikrobia dan antifungal (Talreja, klorofil (Wahyuni et al., 2013). Hasil
mineral (Razis, et al., 2014). 2010). Komponen kimia minyak atsiri memegang peranan penting penelitian Kumala et al. (2016),
Ekstrak daun kelor mengandung ekstrak daun kelor dapat berpotensi
senyawa alkaloid, flavonoid, sehubungan dengan aktivitas minyak atsiri sebagai sebagai hepatoprotektor dengan
fenolat, triterpenoida/ steroid, dan antibakteri(Fitriana, 2017) bukti bahwa dapat menurunkan

tannin (Putra et al., 2016). Hasil penelitian Erika et al. (2014) kadar SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi dengan parasetamol

membuktikan bahwa kandungan antioksidan pada kelor mampu dosis toksis.

menangkap radikal bebas. Radikal bebas merupakan mediator Ekstrak akar kelor berkhasiat meningkatkan kekuatan kontraksi

berbagai penyakit. Sedangkan menurut Berawi et al. (2019), Moringa dan kinerja jantung (Ganatra, 2012). Asupan harian ekstrak cair daun

oleifera dapat menjadi terapi komplementer berbahan tanaman herbal kelor efektif untuk pencegahan hipertensi (Kajihara et al., 2008),

untuk gangguan degeneratif termasuk diabetes melitus dan kanker. demikian juga khasiat pada biji kelor (Aderinola, 2019). Aktivitas anti

Menurut Hardiyanthi (2015), penambahan ekstrak daun kelor sebesar kanker (Guevara et al., 1999) dan anti tumor (Khalil, et al., 2014) juga

0,3 persen pada sediaan hand and body cream menunjukkan nilai ditunjukkan oleh kandungan zat pada daun kelor. Daun kelor mampu

aktivitas antioksidan yang lebih besar dibandingkan dengan cream mencegah efek keracunan oleh arsenik dan mencegah gangguan

pembanding berupa cream komersil yang dijual di pasaran. koloesterol (Sheikh et al., 2014).

Hepatitis dapat disembuhkan dengan ekstrak daun kelor. Daun Pemanfaatan bagian tanaman kelor untuk terapi pengobatan dan

kelor mengandung zat kimia, seperti minyak behen, minyak terbang, perawatan kesehatan memang banyak dipraktikkan, baik terapi

emulsin, alkaloida, pahit tidak beracun serta vitamin A, B1, B2, dan C. pengobatan modern maupun secara tradisional. Secara ringkas

Selain itu kelor juga mengandung lebih dari 90 nutrisi 48 jenis potensi khasiat yang ada pada tanaman kelor disajikan pada Tabel 7

antioksidan 36 senyawa anti inflamasi yang terbentuk secara alami. di bawah ini.

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [56]

Tabel 7. Potensi Khasiat Tanaman Kelor

Bagian Khasiat Pemanfaatan Tradisional
Daun
Antioksidan, pelindung jaringan (hati, ginjal, jantung, Obat asma, mata, mengecilkan ari-ari, pelancar air susu, dan air seni,
testis, dan paru-paru), analgesik, antiulcer, obat diare, sakit kepala, iritasi, menurunkan hipertensi, masker dan lulur,
antihipertensi, radioprotektif, dan imunomodulator, penurun demam, obat reumatik, asam urat, menurunkan gula darah, obat
anti tumor dan kanker, antidiabet, diuretic. cacingan.

Buah dan Biji Antimikrobia, antibakteri, antispasmodic, antiinflamasi, Pasta gigi, penjernih air, menurunkan tekanan darah, penenang/pelelap
Bunga
Kulit dan Akar diuretic, antioksidan. tidur, meningkatkan energi, menurunkan gula darah, menjaga kesehatan

dan kecantikan kulit.

Antimikrobia, antifungal, Antiinflamasi, antioksidan. Memperlancar pencernaan, kesehatan jaringan pencernaan, penambah

nafsu makan, mengurangi peradangan (tenggorokan, gusi/sakit gigi),

pemurni air.

Meningkatkan kinerja jantung, antispasmodic, Obat malaria, rematik, hipertensi, epilepsy dan kencing nanah, sakit

antifertiliti, antibakteri, antifungal. kepala, obat luar beri-beri. Getah kulit untuk penawar racun gigitan

ular/kalajengking dan mencegah radang limpa.

Pemanfaatan yang mulai meluas ini perlu diimbangi dengan MANFAAT DAUN KELOR
peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis dapat disembuhkan dengan ekstrak daun kelor. Daun
pemanfaatan kelor. Sehingga pada akhirnya pemanfaatan kelor bisa
tepat sasaran dan terhindarkan dari penipuan atau hal-hal lainnya kelor mengandung zat kimia, seperti minyak behen, minyak
yang bersifat merugikan masyarakat secara umum. Dengan terbang, emulsin, alkaloida, pahit tidak beracun serta vitamin A,
meningkatnya pemahaman masyarakat akan manfaat dan khasiat B1, B2, dan C. Selain itu kelor juga mengandung lebih dari 90
kelor diharapkan akan semakin meningkatkan pemanfaatan kelor baik
secara sederhana maupun secara komersil pada level industri kecil, nutrisi 48 jenis antioksidan 36 senyawa anti inflamasi yang
menengah dan besar.***
terbentuk secara alami.

Bab 7 Khasiat sehat dan nutrisi lengkap kelor [57]



Pada topik sebelumnya, kita telah memahami mengenai karakter tanaman kelor. Selanjutnya akan disampaikan mengenai tindakan setelah panen
dalam memaksimalkan hasil produksi. Adanya sentuhan teknologi ditujukan untuk memudahkan ataupun sebagai sarana penunjang guna
memaksimalkan kualitas produk yang akan dihasilkan nantinya. Tentu saja ini berkaitan dengan adanya nilai tambah pada pendapatan/penghasilan
pelaku usaha kelor ini.

Dalam memproduksi sesuatu diperlukan teknologi baik sederhana maupun modern. Teknologi tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Kita sudah memahami bagaimana peran teknologi pada revolusi industri yang terjadi beberapa abad silam. Keberadaan teknologi sedikit banyak
telah mengubah pola pikir dan beradaban manusia hingga ke zaman milenium ini. Termasuk sektor pertanian yang senantiasa memicu tanaman
untuk tumbuh optimal dengan harapan produksi yang maksimal.

Pada bahasan kali ini akan memberikan gambaran singkat mengenai pilihan metode peningkatan kualitas produk komoditi kelor yang dapat
diterapkan guna memberikan nilai tambah produk.

A. Ekstraksi Dari berbagai hasil penelitian yang berhasil dirangkum,

Tanaman kelor mangandung 539 senyawa yang dikenal dalam tanaman kelor banyak mengandung berbagai molekul penghambat

pengobatan tradisional di Afrika dan India. Pemanfaatannya telah radikal bebas, seperti senyawa fenolik (asam fenolik, flavonoid, kuinon,

digunakan dalam pengo-batan EKSTRAKSI DAUN KELOR kumarin, lignan, stilbenes, tanin),
tradisional untuk mencegah lebih dari senyawa nitrogen (alkaloid, amina,

300 penyakit berdasarkan publikasi- Ekstraksi daun kelor dengan etanol selama 2 x 24 jam betalain), vitamin, terpenoid
publikasi ilmiah yang telah terbit. memiliki kadar antioksidan 2 kali lebih tinggi dibandingkan
Ragam bagian dari tanaman kelor dengan ekstraksi dengan air pada suhu 90°C selama 30 menit. (termasuk karotenoid), dan beberapa
bertindak sebagai stimulan jantung Proses ekstraksi daun kelor dilakukan dengan dua cara yakni
dan peredaran darah, memiliki teknologi ekstraksi-maserasi dan teknologi ekstraksi-dekok. metabolit endogen lainnya yang
antitumor, antipiretik, antiepilepsi,
kaya akan aktivitas antioksidan.

Penggunaan atau

pemanfaatan tanaman kelor pada

antiinflamasi, antiulcer, diuretik, umumnya dilakukan secara

antihipertensi, menurunkan kolesterol, antioksidan, antidiabetik, langsung. Contohnya bagian helaian

antibakteri dan antijamur dan banyak lagi. daun kelor yang telah dipetik langsung diolah sebagai sayur atau

Bab 8 Teknologi pengolahan pasca panen kelor [59]

campuran bahan sayur lainnya. Selain itu, banyak juga diserbukan diperoleh disaring dan residunya dimaserasi kembali dengan
terlebih dahulu kemudian dicampurkan dengan aneka bahan makanan pelarut etanol. Selanjutnya hasil ekstraksi dipekatkan
lainnya atau dibuat teh kelor. Pengolahan tanaman kelor dengan menggunakan rotary vacuum evaporator.
sedikit sentuhan teknologi dilakukan dengan cara esktraksi sehingga 2. Teknologi ekstraksi-dekok
akan men- dapatkan sediaan yang mengan-dung komponen kimia Sebanyak 30 gram serbuk kering daun kelor dimasukkan ke dalam
yang murni. gelas kimia dan ditambahkan aquades hingga 300 ml. Selanjutnya
dipanaskan dalam aqua bath seama 30 menit. Waktu 30 menit
Ekstraksi daun kelor dengan etanol selama 2 x 24 jam memiliki dihitung setelah suhu dalam gelas kimia mencapai 900 C.
kadar antioksidan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ekstraksi B. Nanoteknologi
dengan air pada suhu 90°C selama 30 menit. Proses ekstraksi daun
kelor dilakukan dengan dua cara yakni teknologi ekstraksi-maserasi Nanoteknologi merupakan ilmu terapan yang sedang
dan teknologi ekstraksi-dekok. “digandrungi” dan banyak diaplikasikan pada seluruh aspek
kehidupan. Prinsipnya, menurunkan dimensi bahan atau material
1. Teknologi ekstraksi-maserasi hingga berskala nano meter dimana satu nano meter (satu nm) sama
Ekstrak daun kelor dibuat dengan mengekstraksi 30 gram dengan 10 pangkat -9 meter (1 e-9 m). Hal tersebut bertujuan agar
material tersebut pada saat pengaplikasian akan tepat sasaran dan
serbuk daun kelor secara maserasi dengan pelarut etanol hingga termanfaatkan secara maksimal.
terekstraksi sempurna. Simplisia direndam dalam pelarut etanol
absolut sebanyak 300 ml selama 2 x 24 jam. Setelah itu filtrat yang

KANDUNGAN NUTRISI DAUN KELOR

Kandungan nutrisi kelor yang merupakan sumber pangan bergizi tentunya membutuhkan sentuhan teknologi dan proses maupun
pascaproduksi. Karakteristik masing-masing unsur gizi pangan tersebut tentunya berbeda dan menghendaki kondisi lingkungan yang berbeda

pula. Aplikasi ultraviolet-C, tentunya dapat menjadi alternatif solusi untuk proses pengolahan hingga produk akhir.

Kemampuannya yang anti pathogenic diperoleh dari gelombang pendek namun berenergi tinggi. Setelah penyinaran ultraviolet-C, mikro
organisme pathogen tidak mampu berkembang dikarenakan rusaknya asam nukleat yang mengganggu DNA mereka. Sehingga ultraviolet-C

dapat diaplikasikan pada bahan baku produksi, barang setengah jadi maupun produk akhir berbasis kelor.

Bab 8 Teknologi pengolahan pasca panen kelor [60]

Melalui peran pengetahuan material nano, kita dapat Secara umum, komoditi kelor yang akan dibuat menjadi ukuran
mengukur, mengontrol, dan memanipulasi material tersebut sehingga nano dilakukan dengan prinsip top-down. Implementasinya adalah
sifat dan fungsinya dapat menguntungkan nantinya. Material memecah kesatuan material (building block) menjadi uraian struktur
berukuran kecil (nm) akan menghasilkan luas permukaan yang lebih dari partikel penyusunnya. Secara umum, material nano dalam produk
besar sehingga berpotensi untuk meningkatkan kelarutan, pangan dapat disiapkan dengan dua metode pendekatan yang
penyerapan, ketersediaan biologis (bioavailabilitas) senyawa aktif dan berbeda, yaitu metode energi tinggi dan metode energi rendah.
pelepasan yang terkontrol. Ukuran partikel yang kecil tersebut Metode energi tinggi menggunakan alat mekanis seperti homogenisasi

Gambar 20. a. Skema aliran emulsi dalam microfluidizer (Yang, et al., 2012); b. Skema peleburan ball mill
(Dhand, et al., 2015); c. Alur cavitasi sonikator (Abdullah et al, 2011)

menghasilkan sifat fisiko-kimia baru yang mana luas permukaan tekanan tinggi, microfluidizer (Gambar 20.a), ball mill (Gambar 20.b)
bidang, reaktivitas dan warna akan sangat berbeda dibandingkan dan sonikator (Gambar 20.c). Peralatan tersebut menghasilkan energi
dengan material pada ukuran konvensional. untuk menghancurkan molekul komponen pangan menjadi material
berskala nanometer (Sekhon, 2010). Pada metode energi rendah,

Bab 8 Teknologi pengolahan pasca panen kelor [61]

pembuatannya didasarkan melalui pembentukan partikel nano secara Kelor dalam bentuk serbuk berskala nanometer memiliki
spontan pada sistem pengemulsi, air, dan minyak di bawah kondisi kelebihan dibandingkan masih berskala mikrometer. Karakter
lingkungan tertentu. partikelnya berkorelasi positif terhadap kepadatan dan porositas
tepung kelor tersebut. Rabou et al (2017) mempublikasikan ekstrak
Di Indonesia, proses pembuatan material nano berbahan dasar daun kelor dan beberapa bahan alam lainnya dalam skema nano
kelor sudah umum banyak ditemukan. Hal tersebut dapat komposit dapat digunakan pada terapi mematikan akar pertumbuhan
diinterpretasikan melalui pengajuan hak paten no S00202007023 sel kanker. Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan anti oksidan
tentang Metode Pembuatan Serbuk Nano Daun Kelor (Moringa pada daun kelor yang mampu menangkal 77 persen radikal bebas.
Oleifera) oleh Universitas Diponegoro dengan inventornya Subagio
dan tim pada tahun 2020 yang lalu. Metode yang digunakan melalui Ekstrak daun, batang maupun akar kelor masih dalam skema
pelarutan dan penggilingan untuk mendapatkan daun kelor berskala nano komposit sangat bermanfaat dalam pengobatan. Pemanfaatan
nanometer. Proses fabrikasi dimulai dengan pembuatan serbuk dari ekstrak tersebut dikarenakan karakternya yang mudah beradaptasi
daun kelor yang masih hijau. Serbuk kemudian dilarutkan dalam air dengan bahan lainnya. Berskala nanometer, kelor akan berasosiasi
suling untuk menghasilkan daun kelor berukuran nanometer dan dalam proses pembentukan gel, perekatan, pembatasan pelepasan
homogen. Pengeringan larutan dilakukan dengan metode freeze dan sifat emulsifernya.
drying untuk menghasilkan serbuk serbuk nano daun kelor.
C. Ultraviolet-C
Pemanfaatan komoditi kelor yang kaya nutrisi ini mulai diolah Aplikasi ultraviolet-C melalui penyinaran merupakan salah satu
dengan teknologi nano. Beberapa potensi baru dari komoditi kelor
dengan sentuhan nanoteknologi juga sudah banyak dipublikasikan teknologi pengolahan pascapanen ataupun untuk produk akhir. Hal ini
oleh para ilmuwan. Pada aspek farmasi dan kesehatan, produk yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sinar ultraviolet secara sengaja
telah mengaplikasikan partikel nano dapat meningkatkan efektivitas dan terarah, dalam jumlah dan dosis terukur. Penyinaran ultraviolet-C
obat melalui skema drug targeted and delivery system. Adanya peran merupakan salah satu teknik pengolahan non-thermal yang dinilai
nanoteknologi ini, kelarutan (pada obat obatan lipofil), bioavailabilitas cocok untuk produk pangan yang rentan terhadap kenaikan dan
dan kestabilan akan meningkat, serta memperkecil dosis yang perubahan suhu secara drastis.
digunakan.
Kandungan nutrisi kelor yang merupakan sumber pangan
bergizi tentunya membutuhkan sentuhan teknologi dan proses maupun

Bab 8 Teknologi pengolahan pasca panen kelor [62]

pascaproduksi. Karakteristik masing-masing unsur gizi pangan Hasil penelitian Guo et al. (2015), menunjukkan bahwa aplikasi
tersebut tentunya berbeda dan menghendaki kondisi lingkungan yang penyinaran ultraviolet-C dalam dosis rendah diketahui dapat
berbeda pula. Aplikasi ultraviolet-C, tentunya dapat menjadi alternatif mempertahankan kualitas serta memperpanjang masa simpan buah
solusi untuk proses pengolahan hingga produk akhirnya (Gambar 21). dan sayuran daun. Pada prinsipnya, proses penyinaran ini bertujuan
Kemampuannya yang anti pathogenic diperoleh dari gelombang untuk membunuh cemaran biologis dari bakteri patogen, virus, jamur,
pendek namun berenergi tinggi. Setelah penyinaran ultraviolet-C, dan serangga yang dapat merusak bahan makanan.
mikroorganisme pathogen tidak mampu berkembang dikarenakan
rusaknya asam nukleat yang mengganggu DNA mereka. Sehingga Publikasi hasil penelitian Vergne et al. (2018) menyebutkan
ultraviolet-C dapat diaplikasikan pada bahan baku produksi, barang aplikasi penyinaran ultraviolet-C pada teh hijau, dalam jumlah dan
setengah jadi maupun produk akhir berbasis kelor. dosis yang tepat, dapat memperpanjang masa simpan teh tanpa
menurunkan/merusak kandungan nutrisi di dalamnya, serta
Gambar 21. Ilustrasi sinar ultraviolet-C dan produk akhir kelor menghasilkan produk akhir yang bersifat aman (non-toxic). Dalam
(Fauziah, 2020) publikasi yang lain, Vieira et al., 2013 menyebut bahwa aplikasi
penyinaran ultraviolet-C tidak berpengaruh terhadap warna, aroma,
dan rasa.

Berusaha pada komoditi kelor ini, peran teknologi menjadi
pembeda antara petani konvensional dengan petani modern. Secara
umum prinsipnya adalah mengupayakan variasi produk yang
dihasilkan dari kelor ini untuk mampu berdaya guna dan tepat guna
bagi pengambil manfaatnya.***

Bab 8 Teknologi pengolahan pasca panen kelor [63]



Kelor dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, di antaranya dimanfaatkan sebagai sayuran untuk mencukupi kebutuhan gizi harian, obat
tradisional, maupun produk kecantikan. Hampir semua bagian dari kelor dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi mulai dari bagian daun, tangkai,
batang, akar, dan biji.

A. Sayur Kelor 1. Pilih daun muda, segar, dan berwarna hijau. Rasanya jauh lebih
Bagian kelor yang umumnya dikonsumsi sebagai sayuran enak dan bergizi dari pada daun tua yang sebagian sudah
menguning. Pucuk daun muda bahkan dapat dikonsumsi langsung
adalah bagian daun dan bagian polong yang masih muda. Daun kelor sebagai lalapan tanpa dimasak.
memiliki tekstur yang halus dan aroma yang khas. Daun kelor memiliki
tekstur yang lembut dan hanya membutuhkan waktu sebentar untuk 2. Pisahkan daun dari batang dan tangkainya.
memasaknya namun tidak mudah hancur apabila dimasak terlalu 3. Memasak daun bisa dilakukan seperti memasak sayuran berdaun
lama. Mengonsumsi sayuran kelor secara rutin mampu mencukupi hijau lainnya, seperti bayam. Daun bisa ditumis, direbus atau dikukus.
kebutuhan gizi harian seperti vitamin, mineral, dan protein. Jika merebus daunnya, jangan buang airnya, karena mengandung
banyak nutrisi. Air rebusan daun ini bisa Anda minum langsung atau
Cara mengolah kelor untuk sayuran berbeda di setiap atau dijadikan kuah saat makan.
negara. Di India, orang menambahkan daun kelor ke dalam kari dan
sup. Sedangkan di Indonesia, daun kelor umumnya dimasak untuk Bagian yang bisa dimasak lainnya adalah polong. Polong
sayur bening. Namun sekarang, sudah banyak yang membuat resep paling baik dikonsumsi pada saat masih muda dan empuk. Karena
olahan menggunakan kelor untuk masakan yang lebih bervariasi apabila terlalu tua, polong menjadi berkayu dan berserat. Untuk
seperti gula, sop tunjang, dan masih banyak yang lainnya. Saat ini mengetahui polong kelor masih muda atau tidak, cukup dengan
kelor sepertinya lebih dapat diterima karena informasi mengenai membengkokkan polong. Jika pecah dan patah menjadi dua, maka
khasiatnya sudah tersebar luas. Namun apabila ingin berkreasi lebih baik untuk dikonsumsi. Jika tidak patah, kemungkinan sudah terlalu
lanjut, pembaca juga dapat mencoba menambahkannya ke dalam tua.
menu harian favorit keluarga.
Cara memasak polong kelor muda mirip dengan memasak
Berikut beberapa tahapan apabila akan mengonsumsi daun kacang panjang, buncis atau asparagus karena memiliki tekstur yang
kelor: mirip. Polong kelor muda bisa dimasak dengan berbagai cara, seperti
direbus, dikukus, atau digoreng.

Bab 9 Cara mengkonsumsi kelor [65]

A. Teh Kelor ukuran yang diinginkan. Tepung kelor yang halus dapat diperoleh dari

Daun kelor kering dapat dijadikan sebagai teh. Untuk membuat saringan berukuran 60 mesh, namun rendemen yang dihasilkan

teh kelor dapat dibaca dalam Bab Pengolahan Kelor (Bab 10). Kualitas sangat rendah (kurang dari 50 persen dari berat daun kering). Tepung

teh kelor yang bagus dapat dilihat dari kondisi warnanya yang masih daun kelor yang dijual di pasaran banyak yang diperoleh dari saringan

hijau. Meski begitu, teh yang sudah berubah warna menjadi kecoklatan 50 mesh karena memiliki rendemen yang lebih tinggi (70-80 persen

juga masih aman dikonsumsi hanya saja kandungan nutrisnya tidak dari total daun kering).

setinggi yang masih berwarna Mengonsumsi tepung daun

hijau. TEPUNG DAUN KELOR kelor sama halnya dengan memakan

Daun kelor kering dapat 1. Dicampurkan dalam kopi, susu, atau madu. sayuran berdaun hijau lainnya
langsung dijadikan sebagai teh seperti bayam, kangkung, daun
tubruk atau diolah lebih lanjut 2. Dicampurkan dalam jus buah-buahan seperti alpukat, nanas, singkong, selada dan katuk. Pada
menjadi teh celup. Teh celup jeruk, melon, tomat, dan lain-lain. Campurkan 1 sendok teh prinsipnya mengonsumsi serbuk
dirasa lebih praktis karena untuk setiap satu gelas juice. daun kelor adalah memasukan

takarannya yang sudah pas, hanya 3. Untuk membuat mori latte dapat dilakukan dengan mencampur seluruh nutrisi yang terkandung di

untuk satu porsi dan tidak perlu tepung kelor, susu krimmer, dan gula. dalamnya ke dalam tubuh kita,

repot menyaring lagi. Bagi Anda 4. Dicampurkan dengan jenis empon-empon seperti jahe, kencur, sehingga memperoleh manfaat dan
yang sudah memiliki tanaman temulawat, dan lainnya. khasiatnya.
kelor di halaman rumah, dapat
dengan mudah membuat teh 5. Dicampurkan dengan teh lainnya seperti teh telang, teh melati, Tidak ada istilah dosis tepat
tubruk. Namun bagi yang tidak atau mahkota dewa. atau over dosis saat mengonsumsi
tepung daun kelor, seperti halnya

memiliki tanaman kelor, kini sudah mengonsumsi bahan-bahan kimia

banyak penjual teh tubruk maupun teh kelor celup. atau sintetis yang non organik. Sama seperti tidak ada dosis dan over

B. Tepung Kelor dosis ketika kita mengonsumsi lalapan yang penuh dengan dedaunan

Tepung kelor terbuat dari daun kelor segar yang sudah berwarna hijau. Tentu saja dikecualikan bagi mereka yang alergi atau
dikeringkan, digiling, dan diayak menghasilkan serbuk halus sesuai sangat sensitif terhadapnya.

Bab 9 Cara mengkonsumsi kelor [66]

Selain dikonsumsi langsung, tepung kelor juga dapat makanan. Berbagai produk olahan kelor kini sudah banyak ditemukan
ditambahkan dalam berbagai jenis makanan atau minuman untuk di internet seperti bolu daun kelor, kukus kelor, brownies kelor, gula
menambah variasi rasa, warna, dan aroma. Namun karena rasa garpu kelor, stick kelor, kue mangkok daun kelor, talam singkong daun
tepung kelor sangat kuat, maka cukup diperlukan 5-10 persen berat kelor, kue lumpur daun kelor, coklat kelor, putri salju kelor, kue satu
saja untuk pembuatannya. Beberapa bahan makanan dan minuman tepung klor, dan masih banyak yang lainnya.
dapat menyatu dengan baik dengan rasa tepung daun kelor
sedangkan yang lainnya tidak. Oleh karena itu perlu dilakukan Tepung kelor juga dapat ditambahkan ke sup dan semur saat
eksperimen pribadi untuk mengetahui jenis makanan yang enak memasak, lakukan pada tahap akhir memasak agar lebih banyak
dicampurkan dengan tepung kelor sesuai selera Anda, selain melihat nutrisi tersedia atau sebelum makan. Dapat juga ditaburkan langsung
resep yang sudah ada. dalam makanan seperti nasi goreng, bubur, sayur, dan lain-lain.
Penambahan tepung daun kelor akan menambahkan cita rasa kelor
Untuk campuran minuman, berikut beberapa rekomendasi dan memberikan warna hijau dalam masakan. Taburkan 1 sendok teh
yang dapat diaplikasikan apabila ingin mengonsumsi tepung kelor serbuk daun kelor dalam makanan yang kita konsumsi pada saat
dengan minuman lainnya: sarapan, makan siang dan makan malam. Harap diperhatikan, akan
1. Dicampurkan dalam kopi, susu, atau madu. ada rasa dan aroma khas kelor dalam makanan yang telah
2. Dicampurkan dalam jus buah-buahan seperti alpukat, nanas, jeruk, dicampurkan. Banyak tidaknya sangat tergantung selera kita terhadap
rasa dan aroma khas tersebut.
melon, tomat, dan lain-lain. Campurkan 1 sendok teh untuk setiap
satu gelas juice. Produk olahan daun kelor masih tergolong baru di Indonesia.
3. Untuk membuat mori latte dapat dilakukan dengan mencampur Oleh karena itu peluang pengembangan produk masih terbuka lebar,
tepung kelor, susu krimmer, dan gula. karena varian produk, aneka fungsi dan manfaat cukup besar sebagai
4. Dicampurkan dengan jenis empon-empon seperti jahe, kencur, pangan fungsional dan produk herbal. Produk olahan yang bermutu
temulawat, dan lainnya. berpeluang untuk dikembangkan. Inovasi teknologi terus
5. Dicampurkan dengan teh lainnya seperti teh telang, teh melati, dikembangkan oleh pelaku usaha untuk menarik minat konsumen.
atau mahkota dewa.
C. Jus Kelor
Selain dicampur minuman, tepung daun kelor juga dapat Mengonsumsi daun kelor dalam keadaan mentah cukup aman
digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan produk olahan
karena kelor tidak mengandung zat berbahaya meskipun belum

Bab 9 Cara mengkonsumsi kelor [67]

dimasak, malahan kandungan vitamin C kelor pada saat mentah pengemasan kapsul sebaiknya menggunakan botol yang tidak
berada dalam kondisi optimal. Walaupun bisa dikonsumsi langsung transparan untuk menghindari perubahan warna tepung kelor yang
dalam keadaan mentah, akan tetapi sebagian konsumen mungkin mudah berubah warna apabila terkena sinar matahari.
tidak menyukai rasanya, oleh karena itu maka dapat dikonsumsi dalam
bentuk jus. Untuk menambahkan rasa dan mengurangi langu bisa E. Tablet Kelor
ditambahkan buah-buahan atauan sayuran lainnya seperti alpukat, Tablet kelor terbuat dari tepung kelor yang dipadatkan dengan
jeruk, melon, tomat, nanas, dan lain-lain.
alat pembuat kapsul. Sedangkan tablet dari tepung biji kelor sampai
Untuk membuat jus kelor, sebaiknya menggunakan daun muda saat ini jarang ditemukan. Kemungkinan karena rasa biji kelor yang
pada bagian pucuk karena teksturnya masih lembut dan belum tidak cocok bagi setiap orang dan masyarakat umum lebih mengenal
memiliki banyak serat. Campurkan 1-3 tangkai daun segar atau sesuai manfaat daun kelor dibandingkan biji kelor meskipun sama-sama
selera untuk setiap satu gelas juice. Selain daun segar, untuk berkhasiat. Untuk mengetahui manfaaat kelor dapat dibaca pada Bab
pembuatan jus bisa juga menggunakan tepung daun kelor. Cukup Manfaat Kelor.
berikan 1 sendok makan untuk satu porsi jus.
Saat ini, tablet daun kelor sudah banyak dijual bebas di
D. Kapsul Kelor pasaran. Sedangkan tablet biji kelor, sampai saat ini penulis belum
Kapsul kelor umumnya terbuat dari tepung daun kelor atau menemukan penjual yang menjualnya. Pada dasarnya, tepung kelor
merupakan tepung daun yang dipadatkan sehingga untuk
tepung biji kelor yang dibungkus dalam cangkang kapsul. Kapsul daun mendapatkan manfaat yang sama dengan 1 sendok teh (setara
kelor dapat dikonsumsi bagi pengguna akhir yang ingin mendapatkan dengan 4 gram) dibutuhkan 5-6 tablet. Namun tablet kelor lebih praktis
manfaat tepung daun kelor namun tidak suka dengan aroma dan dikonsumsi karena bisa langsung dikonsumsi tanpa harus diseduh
rasanya. Bisa juga untuk pengguna yang ingin praktis sehingga bisa dulu seperti tepung kelor.
membawanya kemana pun tanpa harus diseduh.
Untuk membuat tablet kelor, dibutuhkan alat khusus, berbeda
Kapsul kelor dapat dibeli di market place atau dibuat sendiri. dengan membuat kapsul kelor yang bisa dilakukan sendiri. Harga
Pembuatan kapsul daun kelor sangatlah mudah. Kapsul kosong dapat alatnya pun lumayan mahal dan membutuhkan bahan tambahan untuk
dibeli dari banyak toko makanan kesehatan dan apotek. Ada berbagai merekatkan tepung sehingga bentuknya stabil. Jadi cara termudah
peralatan murah yang memudahkan proses pembuatan kapsul. Untuk untuk mendapatkannya adalah dengan membeli langsung.

Bab 9 Cara mengkonsumsi kelor [68]



Pengolahan daun kelor dilakukan untuk keperluan lebih lanjut. Pengolahan yang tepat akan memberikan beberapa keunggulan di antaranya
mampu disimpan dalam jangka waktu lama, memudahkan penyimpanan, dan pengemasannya. Proses pengolahan daun segar dari mulai
pemetikan daun sampai tahap pengeringan sebaiknya dilakukan secepatnya.

Pengolahan dan pengeringan daun kelor, menjadi penentu kandungan nutrisi produk akhir berbahan daun kelor. Daun kelor dapat diolah
menjadi makanan dan minuman yang memiliki nilai tambah tinggi. Oleh karena itu, diperlukan teknik khusus agar tidak merusak rasa dan aroma.

Ada banyak metode pengolahan daun kelor. Perbedaan metode pengolahan akan menghasilkan kandungan nutrisi produk akhir yang
berbeda pula. Bahkan, pengolahan yang salah dapat menghilangkan sebagian besar nilai nutrisi penting yang dikandung daun kelor.

A. Pengolahan Daun Segar Menjadi Daun Kering

Berikut beberapa tahapan dalam pengolahan daun segar Pada ketinggian tertentu sehingga seluruh daun kelor dari pangkal

menjadi daun kering: sampai ujung dapat terambil. Sedangkan cara manual cocok

1. Pemanenan Daun Segar dilakukan pada skala kecil. Teknik ini dilakukan dengan memetik

Pemanenan daun kelor harus dilakukan dengan tepat tangkai kelor dari pangkal sampai mendekati ujung pohon. Sisakan

karena sangat mempengaruhi produktivitas tanaman ke depannya. 3-5 tangkai paling ujung agar kelor dapat tetap tumbuh dan bisa

Proses pemanenan dapat dilakukan pada dipanen pada periode berikutnya hingga batang kelor mencapai

pagi hari hingga sore hari. Pastikan sudah PEMANENAN DAUN KELOR ketinggian 2 meter atau sudah sulit dipetik
tidak ada embun pada daun agar daun tidak manual. Selain itu, daun yang masih muda pada

membusuk ketika proses transportasi. Daun 1. Pemanenan daun segar bagian ujung akan memberikan warna kecoklatan

segar yang berwarna hijau tua tanpa cacat 2. Pengangkutan daun segar apabila dkeringkan.

dipilih untuk dipanen. 3. Pencucian dan penampungan Jarak waktu antara panen biasanya

Teknik pemanenan dapat dila- kukan 4. Sortasi berkisar antara 30-80 hari, tergantung kondisi di

secara mekanik maupun manual. Teknik 5. Penirisan lapangan. Pada saat musim hujan, pertumbuhan

mekanis cocok dilakukan pada skala besar. 6. Pengeringan daun jauh lebih cepat dibandingkan dengan

Pada metode ini, batang kelor dipangkas 7. Penyimpanan musim kemarau. Pemanenan sebaiknya dilakukan

Bab 10 Pengolahan kelor [70]

dengan rutin. Jangan sampai daun kelor menua dan berwarna Bila jarak antara areal tanaman dengan tempat pengolahan
kuning. Apabila menemukan daun yang sudah menguning, dekat, disarankan untuk memotong cabang besar dan mengangkut
sebaiknya pohon kelor dipangkas lagi, karena setelah daun seluruh bagiannya, termasuk daun dan proses peluruhan daun
menguning, laju pertumbuhan daun kelor akan berkurang. Selain dilakukan di pusat pengolahan. Namun bila jarak antara areal
itu, daun yang sudah menguning memiliki kandungan nutrisi yang tanaman dengan pusat pengolahan jauh, sebaiknya daun
berbeda. diluruhkan terlebih dahulu dari cabangnya kemudian
mengangkutnya ke pusat pengolahan.
Apabila pohon sudah mencapai tinggi lebih dari 2 meter, 3. Pencucian dan penampungan
atau kondisi daun sudah terlalu tinggi untuk dipetik, maka bisa
dilakukan pemangkasan. Pemangkasan diusahakan serempak Daun segar yang sampai di unit pengolahan (masih memiliki
pada lahan yang sama agar pertumbuhan berikutnya serentak. tangkai), masuk ke dalam bak pencucian untuk menghilangkan
Pemangkasan biasanya dilakukan hingga batang kelor mencapai kotoran, debu dan bagian tanaman lainnya. Daun kelor yang sudah
ketinggian 20-50 cm dari permukaan tanah. bersih kemudian disimpan dalam rak penampungan untuk dilakukan
2. Pengangkutan Daun Segar pemisahan dari tangkainya. Namun apabila kondisi daun bersih dan
tidak terlihat kotoran ataupun debu, maka bisa langsung sortasi.
Daun yang baru dipanen harus diangkut ke pusat 4. Sortasi
pengolahan secepat mungkin untuk menghindari kerusakan.
Setelah dipetik, daun kelor dikirim ke penampungan meng- gunakan Daun kelor segar dan bersih, dipisahkan dari ranting dan
wadah berventilasi baik untuk menghindari kerusakan daun akibat tangkainya, serta diseleksi, daun yang kuning, berbintik putih,
suhu dan tidak dibiarkan menumpuk. Daun kelor bila dibiarkan masih muda atau rusak dipisahkan dan dibuang. Bilas ulang daun
menumpuk tinggi dan lama, akan menimbulkan panas yang dapat kelor yang sudah disortasi dengan air bersih untuk menghilangkan
merusak fisik daun dan kandungan nutrisinya. Hindari kotoran yang menempel pada daun
menggunakan kendaraan terbuka, apalagi ditumpuk di bawah 5. Penirisan
barang atau diduduki, hal itu akan merusak kualitas daun.
Transportasi sebaiknya dilakukan pada pagi, sore atau malam Daun kelor segar hasil sortasi ditiriskan di rak penirisan
dimana cuaca tidak panas. agar air yang masih menempel pada daun dapat benar-benar
hilang, sehingga ketika masuk ruang pengeringan tidak ada air
yang turut terbawa.

Bab 10 Pengolahan kelor [71]

6. Pengeringan daun kelor kelor dihamparkan dalam rak-rak khusus dengan ketebalan tidak
Pengeringan daun kelor sangat mempengaruhi kualitas lebih dari 2 cm. Selama proses pengeringan, daun kelor dibolak-
balik agar dapat kering merata. Pada proses ini pun dilakukan
nutrisi produk akhir, oleh karena itu perlu dilakukan dengan benar. sortasi untuk memisahkan tangkai daun yang masih terbawa.
Daun kelor memang dapat dengan mudah dikeringkan dan
disimpan untuk digunakan nanti, tetapi kalau dikeringkan dengan Proses pengeringan ini merupakan proses yang sangat vital
cara yang salah, dapat mengurangi kadar nutrisinya. Cara dalam seluruh rangkaian proses pengolahan daun kelor. Bila salah
mengetahui kualitas daun kelor kering yang bagus dapat dilihat dari dalam memproses, maka daun kelor akan menjadi kuning
warna daun kering. Daun kelor kering yang berwarna hijau tentunya kecoklatan dan bahkan tumbuh jamur, sebagai akibat dari
lebih bagus kualitasnya karena nutrisinya tetap terjaga, sedangkan pengeringan yang terlalu lama, kelembaban yang tinggi karena
daun kelor yang coklat, sebagian besar nutrisinya sudah rusak. aliran udara yang buruk atau suhu ruangan rendah.

Pengeringan dilakukan untuk penggunaan daun dalam Pengeringan menggunakan oven pengering dapat
jangka waktu yang panjang. Dengan kondisi pengeringan yang mempersingkat waktu pengeringan namun hanya untuk kapasitas
tepat, daun kelor dapat disimpan lama dan sangat sedikit nutrisi yang sedikit. Caranya adalah sebagai berikut: Daun kelor yang
yang hilang dalam proses pengeringan, kecuali vitamin C, yang sudah bersih disimpan dalam loyang kue (jangan terlalu penuh).
berkurang secara signifikan. Nyalakan oven dengan temperatur 35-60°C. Selanjutnya masukkan
loyang berisi daun kelor ke dalam oven. Pengovenan dilakukan
Pengeringan kelor dapat dilakukan menggunakan rak susun hingga mengering (± 1 jam). Agar lebih cepat, aduk setiap 20 menit
dalam ruangan ataupun menggunakan oven. Menjemur daun di sekali. Setelah kering, daun dapat dihancurkan langsung dengan
bawah sinar matahari akan mengubah warna daun menjadi coklat cara meremasnya dan dimpan dalam toples atau wadah kedap
yang menyebabkan sebagian nutrisnya rusak. udara.

Pengeringan rak susun dilakukan di dalam ruang Metode pengeringan berikutnya adalah dengan cara
pengeringan tertutup dengan suhu dipertahankan stabil antara diangin-anginkan. Caranya adalah sebagai berikut: Daun kelor yang
30-350C selama 2 hari atau sampai benar-benar kering dengan sudah disortasi dan dibersihkan diletakkan pada wadah
kadar air daun sekitar 5 persen. Sebarkan daun dalam lapisan tipis bambu/tampah/irig. Letakkan pada area yang tidak terkena sinar
untuk dikeringkan di tempat teduh, pada kain jika tersedia. Daun
Bab 10 Pengolahan kelor [72]

matahari langsung dan cukup angin. Aduk daun kelor setiap 12 jam tekstur renyah ketika dihancurkan jari, maka sebaiknya dioven
sekali untuk menjadikan proses pengeringan merata. Jika keadaan ulang sekitar 2-3 menit.
cuaca tidak hujan, daun akan mengering dalam waktu 1-2 minggu. 2. Penepungan
7. Penyimpanan daun kering
Daun kelor kering dihaluskan dengan menggunakan mesin
Daun kelor kering yang baik berwarna hijau, benar-benar penepung stainless steel ataupun blender biasa. Apabila
kering (bila diremas akan hancur atau kadar air 5 persen) dan menggunakan mesin penepung, penepungan dilakukan sebanyak
tanpa tangkai daun. Untuk penyimpanan daun dalam jangka 3 kali untuk menjamin hasil serbuk daun yang halus dan
waktu lama, sebaiknya daun yang sudah kering dioven pada suhu memudahkan dalam pengayakan. Sedangkan apabila
150-170°C selama 2-3 menit untuk mematikan bakteri, jamur, atau menggunakan blender, penepungan dilakukan cukup satu kali
mikroorganisme lainnya serta mencapai kadar air kesetimbangan. kemudian diayak. Tepung yang tidak lolos ayakan diblender ulang,
Daun kelor kering yang masuk dalam kategori tersebut, kemudian diayak lagi dan diulang sampai tiga kali.
disimpan dalam kontainer plastik foodgrade yang tertutup rapat
dan terjaga dari udara masuk. Daun kelor kering ini disimpan Apabila menggunakan blender biasa, sebelum diblender,
untuk digunakan dalam proses selanjutnya, seperti pembuatan teh daun kering diremas dahulu untuk mengurangi volumenya sehingga
tubruk, teh celup, ataupun tepung kelor. ketika diblender memiliki jumlah yang lebih banyak. Gunakan
B. Pengolahan Daun Kering menjadi Tepung Daun putaran blender dari yang paling rendah hingga daun kering
mencapai 1/3 bagian blender. Setelah mencapai ketinggian 1/3
Bahan baku pembuatan tepung kelor adalah daun kelor kering. blender, mulai dinaikan kecepatan sampai optimum sekitar sepuluh
Berikut ini adalah cara pengolahan daun kelor menjadi tepung daun. detik. Istirahatkan blender apabila sudah mencapai satu jam agar
1. Pengamatan daun kelor kering mesin tidak terlalu panas dan blender tidak cepat rusak.
3. Pengayakan dan pengemasan
Daun kelor kering diamati untuk melihat perubahan pada
warna daun, tingkat kekeringan dan bentuk penurunan kualitas Mesin penepungan skala besar umumnya sudah dilengkapi
lainnya. Remas daun kelor dengan tangan, apabila memiliki dengan ayakan yang memiliki ukuran mesh sesuai kebutuhan,
tekstur renyah dan mudah hancur berarti kondisi daun kelor umumnya berukuran 50 atau 60 mesh. Sedangkan penepungan
memiliki kadar air yang rendah, apabila masih belum memiliki skala kecil yang menggunakan blender, perlu dilakukan
penyaringan lebih lanjut.

Bab 10 Pengolahan kelor [73]

Tepung yang menggunakan blender dapat disaring dengan penyimpanan 5 tahun. Minyak ini juga sangat cocok untuk digunakan

ayakan stainless untuk menghasilkan serbuk daun dengan tingkat sebagai pelumas, atau energi.

kehalusan yang diinginkan dan memisahkan butiran yang masih Untuk mendapatkan minyak biji kelor menggunakan alat

kasar. Ayakan stainless umumnya sudah dilengkapi dengan pemeras minyak kempa dingin, tahapannya adalah sebagai berikut:

ukuran lubang sesuai mesh yang dibutuhkan. Apabila tepung kelor 1. Pemanenan biji

dimaksudkan untuk dijual, maka penggunaan saringan dengan Biji yang sudah tua dapat dilihat dari warna polong yang

ukuran mesh tertentu lebih disarankan. Namun apabila hanya sudah coklat dan kering di pohon. Apabila dibiarkan, polong akan

untuk keperluan sendiri, cukup menggunakan saringan teh atau pecah dengan sendirinya. Polong yang sudah matang akan

santan. menghasilkan biji tua yang berkualitas baik.

Tepung daun yang sudah lolos saringan 60 mesh sudah 2. Pengupasan biji.

memiliki tekstur yang sangat halus seperti susu bubuk. Serbuk Biji kelor dipisahkan dari polong yang sudah tua.

yang lolos saringan, dapat dikemas dalam kemasan alumunium Selanjutnya biji matang dikupas manual kulitnya untuk diambil biji

foil untuk didistribusikan atau disimpan sebagai stok. Sedangkan kernelnya. Setelah dibersihkan dari semua kulit biji, kernel kelor

serbuk yang tidak lolos saringan bisa dijemur dalam rak-rak dalam ruangan

dijadikan sebagai bahan baku untuk PENGOLAHAN BIJI KELOR MENJADI MINYAK tertutup dengan suhu maksimal 40°C.
pembuatan teh celup atau produk Pengeringan berfungsi untuk mengurangi

lainnya. 1. Pemanenan biji kadar air yang masih dimiliki biji kernel
C. Pengolahan Biji Kelor Menjadi Minyak 2. Pengupasan biji karena akan mempengaruhi kualitas

Proses Kempa Dingin 3. Pemerasan biji minyak biji kelor. Jangan sampai kernel

Biji kelor mengandung minyak 4. Penyaringan minyak biji ditumbuhi jamur karena dapat membuat

berkualitas tinggi yang dapat digunakan 5. Pengedapan minyak biji minyak berwarna coklat gelap, bukan
untuk produk perawatan kulit atau 6. Penyimpanan minyak biji kuning keemasan.
memasak. Rasanya cukup bisa diterima, 3. Pemerasan biji kelor

dan tidak menjadi tengik, bahkan sampai Pemerasan biji kernel kelor dapat

Bab 10 Pengolahan kelor [74]

menggunakan mesin khusus untuk menghasilkan minyak kelor. D. Pengolahan Biji Kelor Menjadi Minyak Proses Panas
4. Penyaringan minyak biji Pengolahan biji kelor menjadi minyak dengan proses panas

Proses pemerasan minyak kelor umumnya masih dapat dilakukan tanpa bantuan alat pemeras minyak. Cukup
membawa residu biji, oleh karena itu perlu dilakukan penyaringan menggunakan peralatan yang ada di rumah, sudah bisa memperoleh
untuk memisahkan minyak dari biji kelor. minyak biji kelor.
5. Pengendapan minyak biji
Berikut adalah metode sederhana untuk mengekstraksi minyak
Minyak hasil penyaringan masih perlu diendapkan selama dari biji kelor:
beberapa hari untuk memisahkan residu kernel yang turut larut 1. Hancurkan biji kelor secara menyeluruh. Cara termudah adalah
ketika proses pemerasan sehingga diperoleh minyak biji kelor yang
murni. Pengendapan membutuhkan waktu yang lama sekitar 15 dengan memblendernya dengan penambahan air.
hari untuk menghasilkan minyak yang murni. Pemisahan secara 2. Rebus biji kelor yang sudah diblender sampai minyak kelor keluar
alami ini menjamin tetap terjaganya kualitas minyak biji kelor karena
air dan polutan lainnya turut mengendap. Sifat biji kelor adalah dari serbuk biji kelor. Untuk mempercepat proses pengeluaran
koagulan yang dapat menjernihkan dan mengendapkan kotoran, minyak, bisa juga menggunakan presto pada saat perebusan.
bahkan bakteri dan jamur sekalipun. Minyak biji kelor muni dapat Minyak akan naik ke permukaan, sedangkan serbuk akan
disimpan sebelum dilakukan pengemasan. tenggelam.
6. Penyimpanan minyak biji 3. Biarkan sampai dingin, dan pisahkan bagian minyaknya. Serbuk
kelor yang tersisa setelah mengekstraksi minyak juga memiliki
Minyak biji kelor yang sudah murni disimpan dalam ruangan manfaat sebagai penjernih air, pupuk, atau sebagai suplemen
dan botol kaca untuk dijadikan stok sebelum dikemas dalam protein dalam pakan ternak
kemasan untuk dijual. Minyak biji kelor termasuk jenis minyak yang
tahan lama, bahkan tidak tengik lebih dari 5 tahun.

Bab 10 Pengolahan kelor [75]



Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) dikenal sebagai tanaman kaya manfaat yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit.
Karena khasiatnya yang sangat banyak tersebut, tanaman ini bahkan dikenal sebagai tanaman mistis. Pemanfaatan kelor dapat ditemukan
pada berbagai kearifan lokal masyarakat sebagai pengusir roh halus dan penolak bala. Kearifan lokal tumbuh dalam cara berpikir dan praktik
yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari
tinggal di tempat tersebut secara turun-temurun. Begitu pula dengan kearifan lokal tanaman kelor merupakan bentuk interpretasi manusia terhadap
alam dan lingkungannya. Di Indonesia, kelor dapat ditemukan mulai dari ujung barat Pulau Sumatera sampai ujung timur Pulau Papua. Maka tidak
mengherankan kearifan lokal pemanfaatan kelor dapat ditemukan di setiap suku di Indonesia.

Sebelum teknologi pengolahan kelor sebagai super food berkembang seperti sekarang ini, masyarakat yang tinggal di pedesaan telah
memanfaatkan kelor sebagai obat tradisional. Masyarakat pedesaan biasanya menanam kelor di antara tanaman pangan di lahan sawah, ladang,
dan tegalan sebagai tanaman sela dan penguat teras. Pemanfaatan tanaman kelor ini juga berhubungan dengan budaya dan kepercayaan
masyarakat. Di Indonesia kelor digunakan untuk pemenuhan pangan, obat-obatan, bahan kosmetik, dan ritual adat budaya. Berikut ini akan
dipaparkan pemanfaatan kelor dalam ritual adat dan pengobatan tradisional.

A. Mitos Seputar Kelor Kelor sering kali disebut tanaman mistis kerena sering
Secara historis, tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) masuk digunakan dalam ritual adat pada zaman dulu bahkan
sampai sekarang masih ditemukan praktik ritual menggunakan daun
ke Indonesia pada saat zaman kerajaan Hindu Budha yang dibawa kelor. Konon masyarakat India kuno sudah sangat meyakini kekuatan
pedagang dari India. Adanya pengaruh agama Hindu dan Budha gaibnya. Mitos yang sudah beredar di masyarakat, daun kelor
membuat masyarakat Indonesia saat itu turut menanam kelor. Selain digunakan untuk menangkal kekuatan gaib. Masyarakat biasanya
di Indonesia, tanaman kelor juga menyebar di seluruh Asia Selatan, menggantungkan daun kelor di bagian atas rumahnya sebagai penolak
beberapa negara Asia Tenggara, Semenanjung Arab, tropis Afrika, bala, pengusir roh jahat, dan menyadarkan orang yang kesurupan
Amerika Tengah, Karibia, dan tropis Amerika Selatan (Ivana, 2017). (Affandi, 2019).
Masyarakat pada zaman itu yang masih mempercayai adanya roh-roh
nenek moyang kerap kali menghubungkan kelor dengan hal-hal yang Sebuah studi masyarakat di Desa Somber, Sampang, Madura
bersifat mistis. menyatakan kelor digunakan sebagai sesajen, penghilang pengasihan,
pemandian mayat, proses melahirkan, kesurupan, dan pagut. Penyakit

Bab 11 Kearifan lokal pemanfaatan tanaman kelor [77]

pagut adalah penyakit yang kambuh kembali setelah seorang sembuh Dari berbagai ulasan sebelumnya diketahui tanaman kelor

dari penyakitnya. Ritual pagut menggunakan bahan seperti kunyit, memegang peranan penting dalam ritual adat masyarakat tradisional.

daun kelor, rumput gajah, serangga kayu, Menurut kepercayaan masyarakat adat,

tikar rusak, dan besi dibakar sampai tanaman kelor memberikan efek positif

panas. Bahan-bahan tersebut selanjutnya terhadap pengobatan penyakit maupun

diletakkan di bawah tempat tidur orang terhadap pengusiran roh jahat/ilmu hitam.

yang sakit pagut tersebut. Masyarakat Mitos-mitos yang berkembang seputar

Desa Somber juga dikenal gemar tanaman kelor cukup beragam mulai dari

mengonsumsi daun kelor untuk bahan penolak bala rumah yang baru dibangun,

pangan (sayur) sebab mudah dijumpai pengusir makhluk halus, dan melunturkan

dan gampang tumbuh. Ritual adat kekuatan magis. Kendati demikian

masyarakat Desa Somber masih pengetahuan lokal masyarakat seputar

bertahan sampai sekarang sebagai pemanfaatan kelor untuk pengobatan perlu

warisan leluhur. Gambar 22. Daun kelor sebagai penangkal hal mistis perhatian yang lebih sebab ada potensi

Pada kasus lain, masyarakat adat tanaman ini sebagai obat di masa depan.
etnik Louje di Desa Tomini, Sulawesi Tengah memanfaatkan daun B. Etnobotani Tanaman Kelor

kelor sebagai obat tradisional. Masyarakat etnik Louje memiliki Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) etnobotani

kearifan lokal dalam memanfaatkan berbagai tumbuhan sebagai obat adalah ilmu mengenai pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dalam

tradisional. Etnik Louje menanam kelor di pekarangan rumahnya untuk kehidupan sehari-hari dan adat suku bangsa. Demikian juga Martin

dimanfaatkan sebagai sayur dan obat asma. Pada pengobatan asma, (2004) menyatakan etnobotani merupakan ilmu botani yang

daun kelor ditumbuk dan dicampur minyak tanah kemudian dioleskan mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari

pada bagian belakang dada. Selain itu pucuk daun kelor juga dapat dan adat suatu bangsa. Kajian etnobotani tanaman kelor yang

dimanfaatkan sebagai obat sakit mata. Pucuk daun kelor ditumbuk ditemukan pada suku bangsa di Indonesia sangat erat kaitannya

kemudian dioleskan pada mata yang sakit. dengan pengobatan tradisional. Masyarakat tradisional memanfaatkan

bagian tanaman kelor sebagai bahan obat tradisional. Obat tradisional

Bab 11 Kearifan lokal pemanfaatan tanaman kelor [78]

dapat didefinisikan sebagai ramuan dari berbagai macam jenis dari Sampang juga memanfaatkan kelor sebagai obat demam, batuk, sakit

bagian tanaman yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan perut, penambah stamina, kejang-kejang, panas dalam, sakit kepala,

berbagai macam penyakit yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu kolesterol, gizi buruk, asam urat, kencing manis, gondok, dan tipes

dan diwariskan secara turun-temurun (Siswoyo, 2007). Pemanfaatan (Bahriyah et al., 2015). Sementara itu masyakat etnik Louje di Tomini

tanaman sebagai bahan obat tradisional yang beragam dapat memanfaatkan kelor sebagai obat asma. Masih banyak lagi contoh

dipengaruhi oleh kondisi alam dan budaya masyarakat setempat. pemanfaatan kelor sebagai obat tradisional.

Seperti contoh masyarakat di Sampang dan masyarakat di Tomini Dari berbagai sumber hampir semua bagian tanaman kelor

memiliki cara pandang yang berbeda dalam memanfaatkan daun berkhasiat untuk obat. Berikut ini ditampilkan berbagai bagian tanaman

kelor. Selain untuk menangkal roh halus, masyarakat Somber, kelor yang berkhasiat obat dan kandungan senyawa di dalamnya

.

Tabel 8. Bagian Tanaman Kelor yang Berkhasiat Obat dan Pemanfaatannya

Bagian Khasiat Penyakit Senyawa
No

Tanaman

1. Daun Antimikroba, Antioksidan, Sakit perut, asma, demam, alergi, peradangan, sakit Alkaloid, flavonoid, fenol, asam askorbat,

antikanker, antiulkus, kepala, sakit mata, batuk, hipertiroid, dan peradangan saponin, isothiocyanates, benzyl

antidiabetes lambung carbamate, niazimicin, dan betasitosterol

2. Batang Antioksidan, Sakit perut, batuk, demam, asam urat, sakit Flavonoid dan fenolik
antimikroba, antibisa kepala, pengobatan gigitan ular dan kalajengking

3. Akar Antimikroba gondok, kolesterol, batuk, demam, asam urat, dan Alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin

kencing manis

4. Bunga Antimikroba Sakit perut Alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin

5. Biji Antimikroba, antioksidan, Peradangan lambung, kanker, dan sakit perut Alkaloid, flavonoid, fenol, saponin,

antiulkus, antikanker glucosinolates, isothiocyanates, sitosterol,

glycerol, dan betasitosterol

Sumber : Herawati (2014), Bahriyah et al (2015), Sahay et al (2017), Purba (2020).

Bab 11 Kearifan lokal pemanfaatan tanaman kelor [79]

Berdasarkan Tabel 8 diketahui bagian tanaman yang paling kimia di lahan tersebut.

banyak digunakan untuk pengobatan adalah daun kelor. Daun kelor Kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman kelor tumbuh

dikenal kaya akan manfaat selain karena adanya interaksi masyarakat

untuk sayur, mengusir roh halus, dan dengan lingkungan sekitarnya.

pengobatan herbal, daun kelor juga Bentuk pemanfaatan kelor akan

dipercaya mempunyai nutrisi yang berbeda di setiap daerah karena

baik sehingga dapat digunakan perbedaan kultur dan budaya

untuk memperbaiki nutrisi tanah. masyarakat. Pengetahuan ini perlu

Daun kelor yang sudah kering dan dipelajari dan dilestarikan sebagai

rontok karena pemanenan biasanya warisan nenek moyang. Dengan

dibiarkan oleh petani untuk mempelajari dan melestarikan

mengembalikan hara yang hilang. kearifan lokal masyarakat dalam

Praktik ini banyak ditemukan di memanfaatkan tanaman kelor dapat

pertanian lahan kering di Jawa menjadi landasan kajian selanjutnya

Tengah dan Nusa Tenggara Timur. untuk mengembangkan tanaman

Pemanfaatan daun kelor juga dapat Gambar 23. (a) Teh herbal dari daun kelor dan (b) kapsul daun kelor tersebut.***
menekan penggunaan pupuk

Bab 11 Kearifan lokal pemanfaatan tanaman kelor [80]



Di masa pandemi seperti belakangan ini, membuat sebagian besar masyarakat berikhtiar mencari sumber pangan alternatif yang sehat dan
bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut yaitu melalui pemanfaatan makanan berbahan dasar maupun
campuran dari tanaman kelor yang dikenal kaya akan manfaat dan khasiat.

Potensi ekspor kelor di pasar internasional terutama negara-negara di wilayah Timur Tengah dan Asia sangat menjanjikan. Data yang
diperoleh menunjukkan pada tahun 2019, periode Januari hingga Maret, Indonesia telah mengekspor sekitar 50,885 ton daun kelor ke berbagai
negara Asia dengan harga jual 2,8 Dollar AS atau sekitar Rp39.200 per kilogram. Selain itu, Indonesia juga mengekspor hasil olahan kelor berupa
tepung dan olahan kelor lainnya ke Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Korea Selatan, dan negara lain di Benua Afrika, Eropa, serta Amerika.
Permintaan pasar yang tinggi sangat berbanding terbalik dengan produksi yang dihasilkan. Data-data di atas menunjukkan bahwa peluang untuk
mengusahakan tanaman kelor ini cukup menjanjikan. Sejauh ini, hampir 80 persen pasokan kelor dunia berasal dari India. Padahal kualitas kelor
Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan kelor dari India (Newswire, 2018).

Kelor dapat dijadikan salah satu komoditi andalan untuk dapat dikembangkan secara lebih baik. Peluang untuk berinvestasi dalam bidang ini
juga cukup terbuka lebar karena sektor ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Terbukti jika tanaman ini memiliki nilai ekonomis serta diminati oleh
mancanegara untuk bidang kesehatan dan juga dapat berguna untuk bahan dasar obat-obatan.

A. Estimasi Analisa Usaha Tani Kelor varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi lokal yang
Tanaman kelor merupakan tanaman indigenous yang memiliki siap menyediakan sumber bahan baku berupa daun, bunga, maupun
biji untuk produksi berbagai produk turunannya. Selain itu, kurangnya
berbagai keunggulan, seperti resisten terhadap penyakit, toleran pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat mengenai manfaat dan
terhadap stres lingkungan serta memiliki kandungan nutrisi dan cara budidaya kelor juga menjadi suatu permasalahan.
phytocemicals yang tinggi sehingga sangat mudah untuk
dibudidayakan. Kelor juga berfungsi dalam pelestarian alam seperti Potensi bisnis budidaya daun kelor memang sangat bagus
penyerapan karbon, sumber minyak nabati, dapat meningkatkan dimana daun ini banyak dicari dengan berbagai macam manfaatnya.
kualitas air dan memenuhi kebutuhan pakan ternak dan sumber pupuk Namun, usaha budidaya kelor belum banyak menarik minat dari
(Syarifuddin, 2017). masyarakat untuk melakukannya. Hal tersebut dapat terjadi karena
sedikitnya informasi yang dapat diperoleh oleh masyarakat terkait
Permasalahan utama dalam pengembangan tanaman kelor di analisa usaha budidaya kelor tersebut.
Indonesia adalah tidak tersedianya kebun kelor dan ketersediaan
Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [82]

Analisis usaha merupakan sebuah analisa berupa kegiatan memiliki risiko. Dengan diketahuinya segala sesuatu kemungkinan

melakukan perencanaan, meriset, memprediksi, mengevaluasi maka risiko yang terburuk pun dapat diminimalisir bahkan diantisipasi

kegiatan usaha atau bisnis. Analisa usaha juga dilakukan untuk Estimasi analisis usahatani kelor dilakukan untuk melihat

mengetahui atau menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi kedudukan ekonomi usaha budidaya yang direncanakan. Guna

ketika proses bisnis dijalankan, karena dalam sebuah usaha pasti mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk usaha budidaya kelor

dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 9. Rincian biaya untuk usaha budidaya kelor

Peralatan / Keperluan Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

Pembukaan kebun daun kelor 1 1.500.000 1.500.000

Pengadaan bibit daun kelor 10.000 5.000 50.000.000

Sewa lahan daun kelor 1 10.000.000 10.000.000

Alat semprot cairan 1 150.000 150.000

Timba dan pisau 2 80.000 160.000

Timbangan 1 225.000 225.000

Selang air 1 160.000 160.000

Cangkul 2 50.000 100.000

Pompa air 1 750.000 750.000

Golok dan sabit 2 50.000 100.000

Gerobak dorong 2 400.000 800.000

Terpal 2 35.000 70.000

Keranjang 2 32.000 64.000

Mesin oven pengering 1 5.900.000 5.900.000

Peralatan tambahan yang lainnya 1 500.000 500.000

Jumlah Investasi 70.479.000

Sumber: Data sekunder (diolah), 2021

Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [83]

Sedangkan untuk mengetahui biaya penyusutan usaha budidaya kelor dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 10. Rincian biaya penyusutan budidaya kelor

Peralatan / Keperluan Biaya Penyusutan (Rp)

Pembukaan kebun daun kelor = 1/12 x Rp. 1.500.000 125.000,00

Pengadaan bibit daun kelor = 1/62 x Rp. 50.000.000 806.451,61

Sewa lahan daun kelor = 1/62 x Rp. 10.000.000 161.290,32

Alat semprot cairan = 1/62 x Rp. 150.000 2.419,35

Timba dan pisau = 1/44 x Rp. 160.000 3.636,36

Timbangan = 1/62 x Rp. 225.000 3.629,03

Selang air = 1/62 x Rp. 160.000 2.580,65

Cangkul = 1/44 x Rp. 100.000 2.272,73

Pompa air = 1/62 x Rp. 750.000 12.096,77

Golok dan sabit = 1/62 x Rp. 100.000 1.612,90

Gerobak dorong = 1/62 x Rp. 800.000 12.903,23

Terpal = 1/62 x Rp. 70.000 1.129,03

Mesin oven pengering = 1/44 x Rp. 5.900.000 134.090,91

Peralatan tambahan yang lainnya = 1/44 x Rp. 500.000 11.363,64

Upah pekerja 1.400.000,00

Jumlah 2.680.476,54

Dari dua tabel di atas dapat dilihat total investasi yang penyusutan sebesar Rp 2.680.476,54 per bulan seperti pada tabel

diperlukan untuk membangun lahan budidaya kelor seluas 1 hektar rincian biaya penyusutan usaha budidaya kelor. Sedangkan total biaya

yaitu Rp70.479.000. Rata-rata penggunaan biaya tetap yang harus variabel selama 1 bulan sejumlah Rp5.055.000 seperti yang terlihat

dikeluarkan pada usaha budidaya tanaman kelor berupa biaya pada tabel di bawah ini.

Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [84]

Tabel 11. Total biaya variabel yang dikeluarkan pada usaha budidaya kelor

Variabel Harga Satuan Satuan Jumlah

Pupuk 25.000 30 750.000

Pupuk kimia 29.000 30 870.000

Pestisida dan obat 32.000 30 960.000

Biaya yang lainnya 15.000 30 450.000

Biaya transportasi 27.500 30 825.000

Packing 15.000 30 450.000

BBM 25.000 30 750.000

Total Biaya Variabel 5.055.000

Sumber: Data sekunder (diolah), 2021

Tabel 12. Rincian penggunaan total biaya yang harus dikeluarkan pada usaha budidaya kelor (Rp/bulan)

Uraian biaya Jumlah biaya (Rp/bulan)

1. Rata-rata total biaya tetap 2.680.476,54

2. Rata-rata total biaya variabel 5.055.000

Total biaya (Rp/tahun) 7.735.476,54
Sumber: Data sekunder (diolah), 2021.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat penggunaan total biaya dikarenakan memiliki banyak peminat. Harga daun kelor basah pada
pada usaha budidaya kelor sebesar Rp7.735.476,54 per bulan dari tahun 2020 berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Sedangkan
penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Potensi harga daun kelor kering sekitar Rp60.000 per kilogram (Conainthata,
budidaya kelor untuk diambil daunnya, memang sangat bagus 2021).

Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [85]

Dalam 1 hektar (ha) lahan, dapat ditanam kelor sebanyak 10.000 batang dengan jarak tanam sekitar 1 meter x 1 meter.

Tabel 13. Produksi pertanaman kelor di kebun kelor Blora dengan luas 1 ha

Bulan Bobot Basah Bobot Kering (kg) Rendemen (%) Bobot Daun Kering (kg)
(kg)

November 2017 1181,25 253,25 21,00 12,5

Desember 2017 948,33 242,54 24,00 44,46

Januari 2018* 77,5 7,36 23,00 1

Februari 2018 860 193,54 23,00 35,88

Maret 2018 1022,08 230,04 23,00 8,83

Rata-rata 817,83 185,35 22,80 20,53

Sumber : data analisis, 2021

*= Terkena serangan hama yang luar biasa

Produksi basah dan daun kering memiliki rata-rata 817,83 kg harga jual daun basah dengan banyak daun basah yang dihasilkan.

dan 20,53 kg per bulannya. Produksi mengalami penurunan pada Suatu usaha dikatakan untung apabila total pendapatan yang diterima

bulan Januari dikarenakan serangan hama ulat. Adapun rata-rata lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan. Rincian keuntungan yang

pendapatan yang diterima oleh setiap petani kelor dari hasil budidaya diperoleh pada usaha budidaya kelor dapat dilihat pada tabel berikut:

dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 15. Rata-rata keuntungan usaha budidaya kelor per bulan

Tabel 14. Rincian pendapatan pada usaha budidaya kelor (Rp/tahun) Uraian Jumlah (Rp)

Jumlah produksi daun basah (kg/bulan) Harga jual (Rp/kg) 1. Total Pendapatan (TR) 28.624.166,67.-

817,83 35.000 2. Total Biaya (TC) 7.735.476,54.-

Total biaya (Rp/bulan) 28.624.166,67.- Rata-rata keuntungan (Rp/bulan) 20.888.690,13.-

Sumber : data analisis, 2021. Sumber : data analisis, 2021

Rata-rata keuntungan per bulan pada usaha budidaya kelor

sebesar Rp28.624.166,67. Hasil ini diperoleh dari perkalian antara

Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [86]

Keuntungan yang diperoleh pada usaha budidaya kelor pengurangan antara total pendapatan dengan total biaya yang
sebesar Rp20.888.690,13 per bulan yang diperoleh dari hasil dikeluarkan.

Tabel 16. Lama balik modal dalam usaha budidaya kelor
Lama Balik Modal

Total Investasi / Keuntungan Rp. 70.479.000 : Rp. 20.888.690,13 = 3,4 bulan

Sumber: Data sekunder (diolah), 2021

Dari analisa di atas, dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya tanam 1 meter x 1 meter yang membutuhkan modal Rp70.479.000
daun kelor sangat menguntungkan dimana untuk luasan 1 hektar dengan keuntungan per bulan Rp20.888.690,13 akan terjadi balik
dengan jumlah tanaman 10.000 batang yang ditanam dalam jarak modal dalam kurun waktu 4 bulan.***

Bab 12 Kelayakan usaha tanaman kelor [87]

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, R.K., F.S. Elsharbasy, dan A.A. Fadlelmula. 2018. Nutritional values of Moringa oleifera, Total protein, Amino acid, Vitamins, Minerals,
Carbohydrates, Total Fat and Crude fiber, under the Semi-Arid Conditions of Sudan. Journal of Microbial & Biochemical Technology 2018, 10:2.
Doi: 10.4172/1948-5948.1000936.

Abdullah, A., Malaki, M., & Baghizadeh, E. (2011). On the impact of ultrasonic cavitation bubbles. Proceedings of the Institution of Mechanical
Engineers, Part C: Journal of Mechanical Engineering Science, 226(3), 681–694.

Abdullahi, Ndaginna, I., Anyaegbu, & Ozobia, P. (2017). The performance of Soybean using Moringa as alley to improve soil productivity in North-
Central Nigeria. African Journal of Agricultural Research, 12(14), 1182–1189. https://doi.org/10.5897/AJAR2017.12128.

Aderinola, T.A.; Alashi, A.M., et al. 2019. Antihypertensive and Antioxidant Properties of Moringa Oleifera Seed Enzymatic Protein Hydrolysate and
Ultrafiltration Fractions. Current Topics in Nutraceutical Research . Nov2019, Vol. 17 Issue 4, p437-444. 8p.

Adiaha, M. S. (2017). Potential of Moringa oleifera as nutrient – agent for biofertilizer production. World News of Natural Sciences, 10, 101–104.

Affandi N N dan Apoteker M M. (2019). Kelor tanaman ajaib untuk kehidupan yang lebih sehat. Yogyakarta: Deepublish.

Ahemka, A., Tuatu, N. F., & Rumbini, Y. (2019). Kajian lingkungan potensi dan manfaat batu karang Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Jurnal Ilmiah Teknologi FST Udana, 13(1), 48–54.

Akbar, C.T., K.Suketi, dan J. G. Kartika. 2019. Panen dan Pascapanen Kelor (Moringa oleifera Lam.) Organik di Kebun Organik Kelorina, Blora, Jawa
Tengah. Buletin Agrohorti 7(3): 247- 254 (2019).

Albuquerque, F S, Peso-Aquiar, M C, and Assuncao-Albuquerque, M J T. (2008). Distribution, feeding behavior and control strategies of the exotic
land snail Achatina fulica (Gastropoda: Pulmonata) in the northeast of Brazil. Brazilian Journal of Biology 68(4) : 837-842.

Aluko, M., Ayodele, O. J., Gbadeola, A. S., & Oni, I. H. (2017). Comparative effects of Varying Rates of Moringa Leaf, Poultry Manure and NPK
Fertilizer on the Growth, Yield and Quality of Okra (Abelmoschusesculentus L. Moench). International Journal of Environment, Agriculture and
Biotechnology, 2(6), 2901–2907. https://doi.org/10.22161/ijeab/2.6.17.

Amelia, P., N. Fithriyah dan Chairul. 2014. Analisis Α-Tokoferol (Vitamin E) pada Minyak Biji Kelor (Moringa Oleifera Lam.) secara Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi. Jurnal Kimia Valensi Vol. 4 No. 2, November 2014 (142-147) ISSN : 1978 – 8193.

Aminah, S., T. Ramdhan dan M. Yanis. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian
Perkotaan Volume 5 Nomor 2, 2015. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jakarta.

Aminah, S., T. Ramdhan dan M. Yanis. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian
Perkotaan Volume 5 Nomor 2, 2015. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jakarta.

Amiri, M. S., Mohammadzadeh, V., Yazdi, M. E. T., Barani, M., Rahdar, A., & Kyzas, G. Z. (2021). Plant-Based Gums and Mucilages Applications in
Pharmacology and Nanomedicine: A Review. Molecules, 26(6), 1770.

Anonim. 2017. Daun Kelor Penangkal Ilmu Hitam, Santet dan Pelet. Mitos atau Fakta? www.masrukhan.net . diakses tanggal 19 February 2018.

Anyaegbu, P. . (2014). Comparative Assesment of Then Efect of Moringa Extracts, NPK Fertilizer and Poultry Manure On Soil Properties and Growth
erformance of garden Egg (Solanium Menlongina) In Abuja, Nigeria Anyaegbu,. Nigeria Agricultural Journal, 45(21–30).

Ariyanti, Rani., E. Yeni, & S. Elystia. 2017. Pembuatan Pestisida Nabati dengan Cara Ekstraksi Daun Pepaya dan Belimbing Wuluh. Jom FTEKNIK
Volume 4 No.02 Oktober 2017. 1-9.

Asaoulu, V.O. 2012. Development of moringa multi-nutrient block as a dry season feed supplement for ruminants. Livestock Research for Rural
Development, 24 (3).

Asmaliyah, E. E. Wati H., S. Utami., K. Mulyadi., Yudhistira., FW. Sari. 2010. Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan
Pemanfaatannya Secara Tradisional. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas
Hutan.

Asra, R., Samarlina, R. ., & Silalahi, M. (2020). Hormon tumbuhan (I. Jatmoko (ed.)). UKI Press.

Azzamy., 2010. Kandungan dan Khasiat Buah Belimbing Wuluh Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Bahriyah I, Hayati A, dan Zayadi H. (2015). Etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera) di desa Somber, Kecamatan Tabelangan, Kabupaten
Sampang, Madura. Jurnal Ilmiah Biosaintropis Vol 1(1): 61-67.

Basra, S. M. A., & Lovatt, C. J. (2016). Exogenous applications of moringa leaf extract and cytokinins improve plant growth, yield, and fruit quality of
cherry tomato. HortTechnology, 26(3), 327–337. https://doi.org/10.21273/horttech.26.3.327.

Berawi, K.N., R. Wahyudo dan A.A. Pratama. 2019. Potensi Terapi Moringa oleifera (Kelor) pada Penyakit Degeneratif. JK Unila, Volume 3, Nomor 1,
Maret 2019.

Bhoomika R Goyal, Babita B Agrawal, RameshK Goyal, Anita A Metha. 2007. Phytopharmacology of Moringaoleifera Lam. An overview. Natural
Product Radiance. 6(4)


Click to View FlipBook Version