The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pernikahan Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rani.caca39, 2023-07-31 01:11:41

Pernikahan Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam

Pernikahan Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam

Pernikahan Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam Bab 1 Sistem Reproduksi Diskusi Kelompok


Pernikahan Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam Fenomena pernikahan sedarah yang terjadi di masyarakat meresahkan dan menggegerkan public. Di Garut, seorang ayah mencabuli anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun hingga melahirkan. Ayah kandung cabuli anaknya selama 5 tahun di Demak. Seorang kakak nikahi adik kandungnya asal Bulukumba di perantauan Kalimantan timur yang bikin heboh. 14 abad yang lalu al-Quran sudah mewanti-wanti dan melarang keras hubungan seksual antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang sedarah. Al-Qur ’ an sangat ketat dan jelas merinci siapa-siapa yang tidak boleh dinikahi. Orang-orang yang tidak boleh dinikahi setidaknya disebabkan oleh beberapa sebab.


Hal ini sesuai dengan Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 23, yaitu sebagai berikut. ْم ُت ُك َخَوا َأ ْم َو ُت ُك َنا َب ْم َو ُت ُك َّمَها ُأ ْم ُك ْي َل َمْت َع ُح ِّر ْخِت َناُت ا ُأْل َب َو ِخ َناُت ا َأْل َب ْم َو ُت ُك ْم َوَخااَل ُت ُك َوَعَّما ْم ِمَن الَّرَضاَعِة ُت ُك َخَوا َأ ْم َو ُك ْرَضْعَن َأ ِتي ُم الاَّل ُت ُك َّمَها ُأ َو ُكْم ِمْن ِر و ُح ُج ِتي ِفي ُم الاَّل ُك ُب ِئ َبا ْم َوَر ُك ِئ َسا ِن َّمَهاُت ُأ َو ُتْم ْل وا َدَخ ُن و َت ُك ْم َل ْن ِإ َف ِهَّن ُتْم ِب ْل ِتي َدَخ ُم الاَّل ُك ِئ َسا ِن ِذيَن ِمْن َّل ُم ا ُك ِئ َنا ْب َأ ِئُل ْم َوَحاَل ُك ْي َل اَل ُجَناَح َع َف ِهَّن ِب ْد َق اَّل َما ِإ ْخَتْيِن ْيَن ا ُأْل ْجَمُعوا َب َت ْن َأ ْم َو ُك ِب ْصاَل َأ َّنَهَّللا َكاَن َغُفوًرا َرِحيًما ِإ َفۗ َل َس “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anakanakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anakanak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…


Bukan hanya itu, pernikahan antar-saudara kandung juga berpotensi menimbulkan banyak masalah genetik. Masalah genetik ini memang tidak serta merta dirasakan oleh orang yang menikah. Tapi, "korban " genetik dari pernikahan sedarah ini adalah anak yang dilahirkan dari hubungan tersebut. Sebagai informasi, ketika dua organisme yang memiliki hubungan darah melakukan perkawinan, tingkat homozigositas yang terjadi lebih tinggi. Maksudnya, keturunan yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk menerima alel (gen pada kromosom) identik dari ayah dan ibu mereka. Hal ini membuat terjadinya pengurangan keragaman genetik. Padahal, keragaman genetik ini membantu organisme (dalam kasus ini manusia) untuk bertahan dari perubahan lingkungan dan beradaptasi. Akibatnya, orang mungkin menderita penurunan kebugaran biologis. Misalnya saja, anak mengembangkan gangguan resesif autoimun.


Risiko penurunan kesehatan ini makin besar ketika dua gen yang membawa potensi bahaya bertemu. Kita semua merupakan pembawa gen-gen yang berpotensi berbahaya. Meski begitu, alel resesif jarang terjadi karena mitra produksi acak belum tentu memiliki alel yang sama. Namun lain halnya ketika terjadi perkawinan sedarah. Pertemuan alel yang sama meningkat, sehingga potensi akibatnya pun lebih besar. Bukti Studi Sebuah studi tentang anak-anak hasil perkawinan sedarah di Cekoslowakia menemukan 42 persen menderita cacat lahir yang parah atau menderita kematian dini. Tak hanya itu, 11 persen lainnya mengalami gangguan mental. Sekelompok konselor genetik juga membeberkan konsekuensi biologis dari hubungan pernikahan sedarah.


Mengurangi kesuburan Mengurangi tingkat kelahiran Angka kematian bayi dan anak lebih tinggi Fungsi kekebalan tubuh berkurang Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular Asimetri wajah meningkat Kelainan genetik Gangguan mental seperti skizofrenia Cacat lahir seperti kebutaan, keterbatasan gerak Dari penelitian yang dilakukan, mereka menemukan efek inses sebanyak 40 persen anak-anak dilairkan dengan kelainan resesif autosom, kelainan fisik bawaan, bahkan defisik intelektual yang parah. 14 persen lainnya mengalami cacat mental ringan. Sedangkan anak yang baru lahir menderita kematian dini, cacat lahir, atau gangguan mental parah mendekati angka 50 persen. Beberapa contoh cacat yang terlihat dalam kasus inses di antaranya:


Click to View FlipBook Version