Tema : 4. BERBAGAI PEKERJAAN
Subtema : 3. PEKERJAAN ORANG TUA KU
PEMETAAN KOMPETENSI DASAR
Matematika
Kompetensi Dasar
3.9 Menjelaskan dan menentukan
keliling dan luas persegi, persegi
panjang dan segitiga serta hubungan
pangkat dua dengan akar pangkat dua
4.9 Menyelesaikan masalah berkaitan
dengan kaliling dan luas persegi,
persegi panjang dan segitiga termasuk
melibatkan pangkat dua dengan akar
pangkat dua
2
Fokus Pembelajaran : Bahasa Indonesia, PPKn
TUJUAN
1. Dengan menyimak tayangan power point, siswa dapat menganalisis unsur instrinsik dari
cerita yang dibaca dengan terperinci.
2. Dengan membaca cerita, siswa dapat siswa mampu membuat peta pikiran tentang unsur
instrinsik cerita yang dibaca dengan tepat dan sistematis.
3. Setelah membaca cerita, siswa dapat menghubungkan sikap tokoh dengan pengamalan
sila ketiga Pancasila dengan benar.
4. Setelah membaca cerita, siswa dapat mengapliaksikan kegiatan yang bisa dilakukan
dalam kehidupan sehari-hari sesuai sila ketiga pancasila dengan benar. c3
3
A. MENENENTUKAN UNSUR-UNSUR TEKS CERITA
Kita sudah membaca dan menyimak cerita fiksi seperti dongeng. setiap cerita
memiliki unsur-unsur pembangun. unsur-unsur pembangun dari dalam cerita disebut unsur
instrinsik. kita dapat menentukan unsur-unsur intrinsic dalam verita tersebut setelah
membacanya.
Pak Tulus bekerja sebagai kepala desa di Desa Sereh Wangi. Pak Tulus ingin warga
desanya mempunyai rasa persatuan dan kesatuan. Ayo kita cari tahu cerita Pak Tulus.
Pentingnya Budaya Tegur Sapa
Senangnya tinggal di Desa Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat
mereka saling menjaga.Tidak semua warga
Desa Sereh Wangi merupakan penduduk
asli. Sebagian warga merupakan pendatang,
mereka masuk ketika kampung ini dibuka
sebagai wilayah transmigrasi. Walau
demikian, perbedaan asal usul tidak
merenggangkan kedekatan mereka.
Kedekatan antarwarga dimulai dengan
kebiasaan saling tegur sapa. Ketika
berpapasan di lorong antarrumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling
menegur. Sekadar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar
kabar atau berbincang sejenak.
Semua saling kenal, semua saling peduli.Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia
penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya.
Kadang ia terlihat menyapu pelan daun-daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk
beristirahat di beranda. Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah. Pagi hari,
sambil berangkat kerja, ia kerap mampir untuk sekedar mengantarkan ubi atau singkong
rebus. Sore hari ia lewat lagi seraya melambai pada Nenek Ijah yang duduk di beranda.
Pada suatu pagi, Pak Tulus tidak menjumpai Nenek Ijah di halamannya. Sore harinya
beranda rumah nenek Ijah masih tetap sepi. Pak Tulus menyempatkan untuk singgah. Pak
Tulus mengetuk pintu, tetapi tak dijawab. Pak Tulus membuka pintu dan melangkah
masuk. Betapa terkejut beliau menjumpai Nenek Ijah terkulai lemas di depan ruang
tengahnya. Diraba dahinya, terasa agak hangat. Rupanya Nenek Ijah sakit. Pak Tulus
menyesal tidak menyempatkan mampir tadi pagi namun, belum terlambat. Pak Tulus
mengajak beberapa warga membawa Nenek Ijah ke dokter terdekat. Pak Tulus mengatur
jadwal warga yang akan bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Tidak ada warga
yang menolak. Semua sukarela membantu. Mereka tahu, kelak suatu ketika mereka dalam
kesulitan, pasti akan dibantu. Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur
sapa membangun kepedulian terhadap sesama.
4
Kita sudah membaca teks cerita berjudul Budaya tegur Sapa. setelah membaca
teks tersebut kita dapat menetukkan unsur-unsur cerita yang ada di ada di dalam
teks. Kita dapat menulisnya sebagai berikut
Pesan moral kita Judul Tokoh
baisakan budaya Budaya Tegur sapa 1. Pak Tulus
bertegur sapa karena 2. Nenek Ijah
dapat mempererat unsur- 3. Warga kampung
persaudaraan, dan kita unsur Sereh Wangi
harus membantu orang cerita
Sifat tokoh
lain yang Awal cerita 1. Pak Tulus : ramah,
membutuhkan bantuan warga sereh wangi
berasal dari berbagai dermawan, suka
Akhir cerita daerah dan suku, menolong
para warga membantu namun mereka selalu
nenek Ijah yang sedang bertegur sapa saat 2. Nenek Ijah : ramah,
mandiri, rajin bekerja
sakit dengan bertemu 3. warga : ramah suka
bergantian menjaganya
menolong
5
B. PENGAMALAN SILA KETIGA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Tegur sapa adalah perkataan
untuk menegur (mengajak bercakap-
cakap dan sebagainya). Tegur sapa pada
intinya adalah suatu pernyataan awal
seseorang untuk dapat melakukan
komunikasi dengan orang lain. Tujuan Gambar 1. Budaya tegur sapa
sumber https://web.facebook.com/nasyiahsleman
dari tegur sapa tersebut tidak lain adalah agar seseorang lawan bicara yang akan
kita ajak berkomunikasi tersebut dapat merespon apa yang kita sampaikan.
Kebiasaan yang dilakukan masyarakat kita dalam bertegur sapa atau
bertatap muka adalah dengan mengucapkan kata pembuka seperti; salam, hai, apa
kabar, dan bentuk sapaan lainnya. Apabila kata-kata pembuka dan sapaan di atas
tidak akan terucapkan, maka alangkah baiknya kita keluarkan sebuah senyuman
manis yang dapat mewakili terjadinya tegur sapa dan tatap muka tadi.
Budaya tegur sapa merupakan budaya menegur atau memberi salam setiap bertemu
orang dimanapun berada. Kita dapat mempelajari budaya tegur sapa dari kehidupan
semut. Saat bertemu, semut sedang bertegur sapa sebagai bentuk komunikasi
mereka. Saat kepala bertemu, antena setiap semut memberi tanda apakah di
sekitar mereka ada makanan atau musuh. Kita dapat mencontoh perilaku semut,
pada saat kita bertemu dengan siapapun, kita perlu berkomunikasi, yaitu dimulai
dengan bertegur sapa. Bertegur sapa sangat bermanfaat agar hubungan dengan
sesama tetap baik.
Beberapa contoh budaya tegur sapa dalam kehidupan sehari-hari baik di
rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat antara lain sebagai berikut
6
1. Saling menyapa jika bertemu dengan teman/tetangga, guru, dan orang tua.
2. Mengucapkan salam jika bertemu (Assalamu'alaikum Wr. Wb, Selamat Pagi,
Selamat Siang, dan sebagainya).
3. Menanyakan kabar ketika bertemu dengan teman atau saudara.
4. Berjabat tangan ketika bertemu baik di rumah maupun di tempat lannya.
5. Apabila tidak sempat memberikan salam dapat menggunakan senyum sebagai
gantinya ketika bertemu
Dari beberapa kegiatan tegur sapa di atas kita dapat memperoleh manfaat
diantaranya adalah menciptakan suatu interaksi sosial yang baik, menciptakan
suasana yang harmonis, meningkatkan rasa kekeluargaan, mempererat rasa
persaudaraan, menjalin silaturahmi antar manusia, menjauhi sikap dan perilaku
individualisme, dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan.
Budaya tegur sapa merupakan pengamalan dari nilai-nilai persatuan dan kesatuan
bangsa. Selalu menegur sapa orang lain, maka komunikasi dan hubungan akan terus
terjaga. Kegiatan ini harus dilakukan kepada siapa pun, tanpa melihat perbedaan
latar belakang budaya, sosial atau agama.
Budaya tegur sapa merupakan salah satu pengamalan dari nilai-nilai persatuan dan
kesatuan. Budaya tersebut merekatkan kekeluargaan dan memunculkan persatuan.
Berikut adalah beberapa contoh lain dari pengamalan nilai-nilai persatuan dan
kesatuan.
1. Menjaga kekeluargaan
2. Memunculkan nilai-nilai gotong royong dan musyawarah
3. Melindungi hak asasi manusia
4. Meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika
5. Menghindari perpecahan yang disebabkan oleh isu SARA
7
6. Bekerja sama untuk membersihkan rumah
7. Menggunakan produk local dan belajar tar-tarian daerah
8. Menggunakan bahasa daerah dan nasional secara baik dan benar
9. Menjaga kelestarian alam Indonesia dengan tidak membuang sampah
sembarangan
10. Berteman dengan setiap kalangan tanpa memandang suku, agama atau golongan
sehingga teripta persatuan
8
DAFTAR PUSTAKA
....................... .2017. Buku Guru Tema 4 Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
(Revisi 2017). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
....................... .2017. Buku Siswa Tema 4 Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013.
(Revisi 2017). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
9
10