GATRIK
Permainan adalah suatu perbuatan atau kegiatan sukarela, yang dilakukan dalam batas-batasruang dan waktu tertentu yang sudah ditetapkan, menurut aturan yang sudah diterima secara sukarela tapi mengikatsepenuhnya, dengan tujuan dalam dirinya sendiri, disertai oleh perasaan tegang dan gembira, dan kesadaran. Permainan merupakan alat bagi anak untuk menjelajahi dunianya, dari yang tidak dikenalisampai pada yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuatnya sampai mampu melakukannya.
Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang perkembangannya perlu dilestarikan. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, sering dikenal dengan masyarakat religious. Kecenderungan ini tampak sebagaimana pameo “silih asih, silih asah, silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri, saling melindungi.” Selain itu sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan, rendah hati atas sesama, kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yang lebih kecil (Babam Saryaman, 2011).
Permainan Gatrik adalah permainan tradisional dari Jawa Barat. Permainan tradisional di setiap daerah memiliki kesamaan bentuk pada beberapa jenis permainan, namun cenderung berbeda penamaan permainannya. Dan salah satunya adalah permainan Gatrik, atau dengan nama lain seperti tak kadal, patil lele, maupun benthik karena setiap daerah mempunyai nama lokal tersendiri. GATRIK
Gatrik merupakan salah satu permainan tradisional jaman dulu yang dimainkan oleh anak-anak secara kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 2 orang sampai 4 orang. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran panjang dan lainnya. Permainan ini tidak memerlukan peralatan yang terlalu banyak. Hanya memanfaatkan lingkungan sekitar seperti lapangan atau tanah terbuka. Permainan ini bisa juga dilakukan di pantai, halaman, dan berbagai tempat terbuka lainnya. Permainan ini dibentuk menjadi dua kelompok yang terdiri dari kelompok pemukul dan kelompok penangkap, yang terdiri dari masing- masing (2-5) orang tiap kelompok. GATRIK
Cara memainkan permainan ini ada tiga babak permainan, yaitu Untuk menentukan tim yang lebih dulu bermain sebagai pemukul, kita bisa melakukan suit, atau melemparkan kayu Gatrik pendek ke landasan di atas batu. Siapa yang melemparnya lalu masuk atau paling dekat dengan batu landasan, akan menjadi tim pemukul. CARA MEMAINKAN
Babak Pertama adalah menyilangkan Gatrik pendek di atas batu dan siap dilempar dengan Gatrik panjang. Tim penangkap akan menjaga lemparan Gatrik pendek, jika berhasil tertangkap maka giliran akan berganti. Jika tidak bisa menangkap, masih ada satu kesempatan lagi dengan melemparkan Gatrik pendek ke Gatrik panjang. Bila kena, tim penangkap akan berganti menjadi tim pemukul. Bila tidak mengenai Gatrik panjang, maka kita masuk babak kedua. CARA MEMAINKAN
Gatrik panjang dan pendek dipegang dengan tangan lalu Gatrik pendek dipukul sekeras-kerasnya dengan Gatrik panjang. Bila tertangkap, tim penjaga mendapat mempunyai peluang untuk bermain Gatrik. Bila tidak, tim penjaga melemparkan Gatrik pendek mendekati batu landasan, agar tim pemukul tidak mempunyai jarak per Gatrik pendek untuk mendapatkan nilai. Babak terakhir adalah apa yang disebut patil lele, letakkan dengan posisi miring di landasan batu. Pukul bagian ujung hingga terlempar ke atas, lalu segera dipukul lebih keras lagi ke depan. Tim penangkap tetap bertugas menangkap Gatrik pendek. Bila tidak tertangkap, tim pemukul akan meneruskan permainan dengan memukul ujung Gatrik yang pendek Gatrik pendek di atas tanah (seperti memukul bola golf tapi sambil kaki mengangkang). CARA MEMAINKAN
Dalam memukul Gatrik pendek, dilakukan secara estafet (jika pemain ke-1 gagal memukul, diganti pemain ke-2, dan seterusnya). Jarak yang diukur dengan Gatrik pendek itu menentukan kemenangan tim. Tim yang menang biasanya akan dihadiahi oleh tim yang kalah dengan diakod (digendong) dengan jarak sesuai jauhnya Gatrik pendek yang dipukul. Permainan ini membutuhkan kelincahan dan kecepatan. Pemain harus hati-hati saat memainkannya karena semakin kencang Gatrik meluncur, tim penangkap harus sigap untuk menghindari cedera terkena kayu Gatrik. Cara bermain/peraturan bermain Gatrik ini di setiap daerah bisa berbeda-beda. CARA MEMUKUL GATRIK
Manfaat bermain Gatrik dari sisi fisik adalah melatihan ketangkasan, keterampilan memukul bamboo, kelincahan, kecepatan, dan fokus, sedangkan secara mental yaitu, mengajarkan bersosialisasi dengan lingkungan, melatih berjiwa besar (ketika menerima kekalahan), kejujuran untuk mengikuti peraturan permainan, menghormati lawan main, dan melatih jiwa sportifitas. Gatrik disebut juga tak kadal, pathil lele atau benthik. Permainan tradisional gatrik berasal dari Jawa Barat. Namun, permainan ini juga terdapat di daerah Jawa, dengan penyebutan yang berbeda. Gatrik merupakan permainan beregu yang terdiri dari regu pemukul dan penangkap. Permainan yang pernah populer pada masanya ini dimainkan oleh secara berkelompok terdiri dari dua sampai empat orang. Permainan tradisional gatrik berasal dari bunyi thik yang dihasilkan melalui benturan dua kayu yang berbeda. Alat permainan tradisional Gatrik Permainan gatrik membutuhkan alat yang tergolong sederhana dan mudah diperoleh, yaitu dua buah ranting atau bambu. Masing-masing bambu memiliki ukuran yang berbeda, satu bambu berukuran sekitar 30 senti meter sedangkan bambu lainnya berukuran lebih kecil sekitar 10 sentimeter. MANFAAT BERMAIN GATRIK
TERIMA KASIH