The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Diperuntukkan bagi pelaku transaksi jual beli sesuai dengan hukum Islam

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nasyirmisbahul4, 2021-12-29 03:07:16

Panduan Hukum Jual Beli Dalam Hukum Islam

Diperuntukkan bagi pelaku transaksi jual beli sesuai dengan hukum Islam

PANDUAN JUAL BELI DALAM HUKUM
ISLAM

Ditulis oleh
Hasan Gofar
Ihsan Budi
Muhammad Rizky
Nasyir Misbahul
Pembimbing
Dr. Ani Nur Aeni, M,Pd.

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................3
DAFTAR GAMBAR KODE QR.........................................................................4
PENGANTAR .........................................................................................................5
BAB 1 ......................................................................................................................6
BAB II ....................................................................................................................6

A. Menggunakan Akad ...................................................................................7
B. Kejujuran .................................................................................................13
C. Tawar Menawar ....................................................................................15
D. Tidak menjual barang haram...........................................................17
E. Menjelaskan aib dari barang .......................................................... 20
F. Hak membatalkan pembelian dari pihak pembeli .....................21
G. Tidak menjelekkan/membandingkan bisnis yang lain ............. 23

3| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

DAFTAR GAMBAR KODE QR

Kode QR 1. ........................................................................................................12
Kode QR 2. .........................................................................................................14
Kode QR 3. .........................................................................................................16
Kode QR 4. .........................................................................................................19
Kode QR 5. ........................................................................................................ 20
Kode QR 6. ........................................................................................................ 22
Kode QR 7. ........................................................................................................ 24

4| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah swt. karena atas
rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan E -Book ini, tidak
sedikitnya pelaku ekonomi yang belum memahami tata cara atau
adab transaksi jual beli dalam hukum Islam secara menyeluruh,
terutama masih adanya pedagang yang kurang ramah dalam melayani
pembeli dan ada juga pembeli yang kurang punya adab. Hal dapat
berakibat adanya rasa ketidakpuasan dan bahkan menimbulkan
perselisihan antara penjual dan pembeli. Dalam transaksi jual beli
tentu adanya aturan, tata cara ataupun adab yang berlaku terutama
dalam agama Islam, dalam kondisi yang sebenarnya hal ini
merupakan tanggung jawab dari penjual dan pembeli, namun dilihat
dari kondisi dilapangan belum semua pedagang dan pembeli
menerapkan adab tersebut. Sebagai contoh kami pernah melihat
pedagang yang bertengkar dengan pembeli karena adanya
kesalahpahaman ataupun sikap yang tidak mengenakan dari penjual
dan pembeli. Oleh karena itu penulis membuat E-Book ini beserta
beberapa ilustrasi video didalamnya dalam bentuk code QR yang
dapat di scan menggunakan aplikasi QR & Barcode Scanner yang
tersedia di Play Store.

5| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

BAB 1

ADAB JUAL BELI MENURUT ISLAM

Dalam transaksi jual beli khusus nya di agama Islam adanya
aturan-aturan yang meng telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan
Hadist, sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW:
‘’Mengapa engkau tidak meletakkannya dibagian atas agar orang-orang
dapat melihatnya. Barang siapa yang melakukan penipuan, maka ia tidak
termasuk golonganku.’’ (HR Muslim).
Dan juga disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Muthaffifin ayat 1-3
yakni mengancam orang-orang yang berbuat curang, yaitu orang yang
mengurangi timbangan atau takaran.
Dari hadist dan Al-Qur’an tersebut maka sudah dijelaskan bahwa
dalam transaksi jual beli salah satunya adalah sifat jujur, dari
kejujuran tersebut akan menciptakan kegiatan jual beli yang di ridhoi
oleh Allah SWT.

6| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

BAB II

MACAM – MACAM ADAB JUAL BELI

A. Menggunakan Akad
Akad dalam hal transaksi jual beli mempunyai arti kesepakatan

atau atau sebuah keputusan yang diambil berdasarkan persetujuan
dari pihak penjual dan pihak pembeli, akad ini mempunyai manfaat
agar mencegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat
menimbulkan konflik dari kedua pihak. Akad sendiri terbagi
menjadi beberapa yakni :
1. Murabahah

Akad penjualan ini menekankan pada harga jual dan keuntungan
yang disepakati antara para pihak, baik penjual maupun
pembeli. Selain itu, jumlah dan jenis produk dijelaskan secara
rinci. Selanjutnya, produk akan dikirimkan segera setelah
kontrak penjualan selesai. Bagi pembeli, Anda dapat memenuhi
kewajiban Anda dengan mencicil atau membayar secara tunai.
2. Salam
Praktek salam dalam jual beli diartikan sebagai tindakan yang
dilakukan pembeli memberikan uang terlebih dahulu kepada
penjual yang kemudian barang akan dikirim nanti, dengan
kondisi barang sudah diketahui oleh pembeli.

7| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

3. Istishna’
Kegiatan yang dilakukan ketika pembeli meminta barang dibuat
sesuai dengan ketentuan atau kriteria sesuai dengan
permintaan pembeli, dalam pembayaran dapat dilakukan ketika
barang sudah diterima atau menggunakan akad salam.

4. Mudharabah
Tindakan kerjasama yang dilakukan antara pemilik modal dan
pengelola modal, ketika telah mendapatkan keuntungan maka
pemilik modal akan membagi hasil dengan pengelola modal.
Apabila terjadi kerugian maka akan ditanggung oleh pemilik
modal.

5. Musyarakah
Tidak seperti Mudharabah, kontrak ini dilakukan oleh dua atau
lebih pemilik ekuitas/modal yang meningkatkan modal mereka
untuk proyek atau bisnis tertentu. Selanjutnya mudharib atau
pengurus diangkat oleh salah satu pemilik modal. Biasanya
kontrak ini dilakukan untuk proyek atau perusahaan yang
modalnya sebagian dibiayai oleh lembaga keuangan dan
sebagian lagi oleh klien.

6. Musyarakah Mutanaqisah
Adab jual beli ini mengatur dua pihak atau lebih yang berbagi
suatu barang. Selanjutnya salah satu pihak akan membeli
sebagian dari harta kekayaan pihak lain secara angsuran atau
bertahap. Kontrak ini biasanya dilaksanakan dalam kasus

8| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

proyek yang dibiayai oleh klien dan lembaga keuangan, yang
kemudian diperoleh secara bertahap atau diangsur dari pihak
ketiga.
7. Wadi’ah
Wadi'ah adalah akad dimana salah satu pihak mempercayakan
suatu produk kepada pihak kedua. Dalam perbankan Islam,
kontrak ini sering dibuat untuk produk rekening giro.
8. Wakalah
Akad ini lebih mengatur untuk mengikat antara perwakilan satu
pihak dengan pihak yang lain. Akad ini biasa diterapkan dalam
pembuatan faktur atau invoice, penerusan permintaan, atau
pembelian barang dari luar negeri.
9. Ijarah
Akad Ijarah mengatur mengenai persewaan barang yang
mengikat pihak yang berakad. Biasanya, akad ini dilakukan jika
barang yang disewa memberikan manfaat. Biasanya, penerapan
akad dalam bank syariah ini adalah cicilan sewa yang terhitung
sebagai cicilan pokok untuk sebuah harga barang.
Nantinya, di akhir perjanjian, penyewa atau nasabah bisa
membeli barang yang dicicilnya tersebut dengan sisa harga
yang ditetapkan oleh bank syariah. Oleh sebab itu, Ijarah ini
juga dikenal sebagai al Ijarah waliqtina’ ataupun al ijarah
alMuntahia Bittamiliiik.
10. Ju’alah

9| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Ju’alah itu memiliki kesamaan dengan akad ijarah (jual jasa)
yaitu adanya upah karena mendapatkan manfaat atau jasa.
Perbedaannya, akad ju’alah transaksi mulai mengikat ketika
pekerjaan dimulai. Pada saat itu, tidak boleh ada pihak yang
membatalkan transaksi secara sepihak. Dalam akad ju’alah
hanya disyaratkan adanya kejelasan jasa atau manfaat yang
menjadi objek transaksi.
11. Kafalah
Akad kafalah lebih menekankan mengenai jaminan yang
diserahkan oleh satu pihak ke pihak lainnya. Biasanya, hal ini
diterapkan untuk pembayaran lebih dulu (advance payment
bond), garansi sebuah proyek (performance bond), ataupun
partisipasi tender (tender bond).
12. Hawalah
Akad Hawalah mengatur mengenai pemindahan utang maupun
piutang dari pihak satu ke pihak lainnya. Biasanya akad ini
dilakukan oleh bank syariah kepada nasabah yang ingin menjual
produknya kepada pembeli dalam bentuk giro mundur atau
biasa disebut Post Dated Check. Tentunya, akad ini harus
dilakukan sesuai dengan prosedur syariah.
13. Rahn
Rahn adalah akad gadai yang dilaksanakan oleh pemberi
pinjaman di tempat lain. Biasanya, barang yang dijanjikan dalam
barang tersebut menerima uang sebagai ganti barang yang

10| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

dijanjikan. Dalam kasus bank syariah, kontrak ini sering
digunakan ketika ada pembiayaan berisiko dan jaminan
tambahan diperlukan. Dalam Perjanjian Rahn, bank syariah
tidak menerima manfaat apa pun kecuali jika dijadikan sebagai
jaminan atau biaya pemeliharaan aset.
14. Qardh
Qardh mengatur penyediaan peralatan penyelamatan kepada
pelanggan dalam waktu yang umumnya singkat. Tentu saja, dana
ini harus diganti sesegera mungkin. Jumlah nominal harus
sesuai dengan paket penyelamatan yang direncanakan, atau
dapat diartikan bahwa klien hanya perlu membayar kembali
pinjaman utama.

11| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Berikut adalah kode QR dari salah satu ilustrasi Akad jenis salam
yang dapat di scan melalui aplikasi QR & Barcode di Playstore atau
dapat ditekan langsung kode QR yang tersedia.

Kode QR 1. Video illustrasi Akad jenis Salan

12| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

B. Kejujuran
Dalam agama Islam, kejujuran merupakan hal yang harus

senantiasa dilakukan terutama dalam kegiatan jual beli. Dengan
kejujuran tersebut maka akan menghindarkan kita dari dosa serta
mendapatkan keberkahan dalam menjual atau membeli barang.

‫ َوِإ َّن ال ىك ِِرذي َبَ ٌبة‬، ‫ َفِإ َّن ال ِّص ْد َق ُط َم ْأ ِني َن ٌة‬،‫َد ْع َما َي ِري ُب َك ِإ ىَل َما ل َا َي ِري ُب َك‬

“Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu dengan mengerjakan
apa-apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah
ketenangan dan sesungguhnya kedustaan (akan mengantarkan
kepada) keragu-raguan atau kebingungan.” (HR. At-Tirmidzi)

13| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Berikut merupakan kode QR video ilustrasi dari kejujuran dalam jual
beli.

Kode QR 2. Video illustrasi kejujuran

14| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

C. Tawar Menawar
Merupakan bagian dari akad Murabahah, kegiatan tawar

menawar sering kita jumpai dimanapun yang mempunyai tujuan agar
dapat dikurangkannya harga jual barang. Namun perlu adanya
kesepakatan yang mufakat dan keikhlasan dari penjual yang telah
mengurangi harga jual barang. Sebagai pembeli pun tidak boleh
menawar harga dengan harga yang sangat jauh dari harga aslinya,
oleh karena itu perlu adanya diskusi atau perundingan harga yang
dapat disepakati oleh kedua pihak.

15| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Dibawah ini merupakan kode QR video ilustrasi mengenai kegiatan
tawar menawar.

Kode QR 3. Video illustrasi tawar menawar

16| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

D. Tidak menjual barang haram
Sebagai kaum muslim sudah seharusnya kita menjauhi hal-hal

yang buruk salah satunya barang yang haram, begitu pun dalam jual
beli. Sebagai penjual hendaknya menjual barang yang sudah
dipastikan bahwa barang itu halal baik dari segi untuk konsumsi
atau asal muasal barang tersebut, diharamkan bagi seorang
pedagang untuk menjual barang yang sudah terbukti haram seperti
khamr dan barang hasil curian.

Sebagai pembeli juga perlu memastikan bahwa barang teresbut
halal, juga bagaimana cara yang dilakukan untuk membeli barang
tersebut harus mencerminkan sikap yang jujur yakni membayar
harga sesuai dengan harga yang telah disepakati oleh penjual.
Sebagaimana hadits dibawah ini:

‫وا‬،‫َىأُرانىكٌُلم‬.‫هَنااُال ُُِاعهامل ََووُّهُّهلسِ»َلُ َفحف‬،‫فاُِِإث ََّنَخَّفزَْمَجزهِق َانَايمقُُِلياَرلْ َوَلطُوىهاَ«َ ُلرثَُلألَّ َسامِْب ََصوب‬.َ‫هل‬.ْ ‫ن ىاََأباَولَْيَىيرلأهَّْْيهلعَلس ََاتْىعللتلََّْميصُخا ِ ْبهشم َُُِححرحوَّ َِربَووَسمَا ْهلملا َُاممْاشلْلي َََُّنتمحْاِي–ةَتو ََُِ»مةوسَا‬،‫م‬،َّ‫حلُِدََِّلإرَل‬،‫َِإَََثِقفوعََُِّايْمنَنقتَْنَيدا َدَُهلََهّهلَلاَذَُِلَلينهّا ََلُِ َبولََكررهُاُْالسسَ«يا ُْلووهىلَُلُو–جهَُلادَ هَّوص‬

“Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli
khamar, bangkai, babi, dan patung.” Ada yang bertanya, “Wahai

17| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai,
mengingat lemak bangkai itu dipakai untuk menambal perahu,
meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan?” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh! Jual beli lemak
bangkai itu haram.” Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Semoga Allah melaknat Yahudi. Sesungguhnya, tatkala
Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu
menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka
memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim, no.
4132).

18| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Berikut terdaoat video ilustrasi yang terdapat dalam bentuk
kode QR.

Kode QR 4. Video illustrasi tidak menjual barang haram

19| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

E. Menjelaskan aib dari barang
Di dalam kegiatan jual beli di zaman sekarang sering

ditemukannya kekeliruan yang terjadi antara penjuaal dengan
pembeli terutama dengan kondisi barang yang tidak dijelaskan oleh
penjual terutama dalam jual beli online barang bekas, menjelaskan
kekurangan barang merupakan hal yang perlu dilakukan untuk
menghindari masalah tersebut. Dibawah ini merupakan kode QR
video ilustrasinya.

Kode QR 5. Video illustrasi menjelaskan aib dari barang

20| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

F. Hak membatalkan pembelian dari pihak pembeli
Pembatalan dalam jual beli dapat dilakukan apabila pembeli

merasa tidak cocok dengan barang yang dibeli, namun perlu
memperhatikan beberapa hal yakni
a. Kondisi barang masih baik dan tidak terdapat kerusakan atau

kehilangan bagiannya sedikitpun.
b. Kesepakatan yang jelas antara penjual dengan pembeli.
c. Uang pengembalian yang telah disepakati dari kedua pihak.
d. Mengikuti aturan toko, karena ada sebagian yang sudah

terdapat aturan dimana barang yang telah dibeli tidak dapat
dikembalikan.

21| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Dibawah ini terdapat kode QR yang merupakan ilustrasi:

Kode QR 6. Video illustrasi hak pembatalan

22| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

G. Tidak menjelekkan/membandingkan bisnis yang lain
Saat melakukan transaksi jual beli hendaknya terutama

pembeli ataupun penjual tidak boleh membanding-bandingkan
hingga menjelekan bisnis orang lain karena sesugguhnya itu
merupakan hal yang buruk bagi diri sendiri karena itu merupakan
perilaku ghibah yang sudah jelas dilarang dan juga dapat menutup
rezeki orang lain.

23| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

berikut merupakan kode QR ilustrasi dari tidak
menjelekkan/membandingkan dengan bisnis yang lain

Kode QR 7. Video illustrasi tidak menjelekkan/membandingkan
dengan bisnis yang lain

24| Adab Jual Beli Dalam Hukum Islam

Tidak ada hasil yang
menghianati usaha. Semagat

mencari Rezeki yang halal
dan barokah untuk kita semua


Click to View FlipBook Version