MACAM-MACAM BATIK DAN GAMBARNYA
Batik Parang Rusak
Batik Parang Rusak merupakan motif batik yang sangat
populer. Motif batik Parang Rusak menggambarkan arti dari
pertarungan antara manusia yang melawan kejahatan. Pertarung-
an yang dimaksud adalah mengendalikan diri dari semua hal
buruk, sehingga mereka dapat menjadi manusia yang lebih
bijaksana dan mulia.
Batik Megamendung
Mega Mendung merupakan salah satu jenis motif batik yang
populer di daerah Cirebon. Motif batik dengan pola-pola awan ini
terdiri dari kata Mega yang berarti awan, serta Mendung yang
diartikan sebagai sifat yang sabar. Gradasi yang ada di motif ini
sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit.
Batik Tujuh Rupa Pekalongan
Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terkenal
dengan pengrajin batik dan pusat batik nya. Ciri khas dari batik
Pekalongan yakni didominasi dengan motif tumbuh – tumbuhan
dan hewan. Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan
masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi pengaruh budaya
luar.
Batik Sidoluhur
Motif Sidoluhur umumnya dipakai oleh pengantin wanita pada
saat malam pengantin. Sido dalam bahasa Jawa berarti jadi atau
menjadi, luhur berarti terhormat dan bermartabat. Sehingga, batik
Sidoluhur ini menjadi salah satu bentuk doa sang pemakai agar
selalu sehat jasmani rohani, serta menjadi orang yang terhormat
dan bermartabat.
Batik Bali
Motif batik Bali banyak terinspirasi dari berbagai hewan
seperti kura-kura, burung bangau, dan rusa. Warna-warna yang
digunakan pada batik Bali juga dominan warna cerah, seperti biru,
kuning, dan ungu.
Batik Lasem
Batik Lasem berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa
Tengah. Lasem juga diyakini sebagai daerah pertama kali yang
menerima kedatangan warga Tionghoa di Nusantara. Batik Lasem
cenderung didominasi dengan warna merah yang kental dengan
nuansa China. Motif ini memiliki warna yang mencolok.
Batik Betawi
Jakarta juga memiliki batik khas. Pilihan warna cerah yang
mencolok dipadukan dengan motif unik khas Betawi seperti ondel-
ondel, pucuk rebung, nusa kelapa, dan gambang kromong menjadi
ciri khas batik Betawi. Biasanya batik ini dipakai saat kegiatan
abang none atau pameran kebudayaan Jakarta.
BATIK BAKARAN PATI
Motif batik Bakaran jika dilihat dari segi warna memiliki ciri
tersendiri yaitu hitam, putih dan cokelat. Warna yang dihasilkan
menggunakan bahan alami seperti kulit pohon tingi yang
menghasilkan warna cokelat, kayu tegoran yang menghasilkan
warna kuning dan akar kudu yang menghasilkan warna sawo
matang. Perbedaan dari batik Bakaran dengan batik lainnya
dilihat dari segi ornamennya, motif dan warnanya. Selain itu juga,
batik Bakaran memiliki ciri khas sebagai batik tulis pesisir.
Batik Kawung
Batik kawung memiliki motif tua dan berasal dari tanah Jawa.
Motif kawung merupakan gambaran dari buah kawung atau buah
aren. Filosofi nya sendiri diantara nya adalah pengendalian diri
yang sempurna, hati yang bersih tanpa ada nya keinginan untuk
ria.
Teknik-teknik Pembuatan Batik
Teknik Celup Ikat
Teknik celup ikat mrupakan teknik pembuatan batik yang
mudah. Teknik celup ikat merupakan pembuatan motif pada kain
dengan cara mengikat sebagian kain, lalu dicelupkan ke dalam
larutan pewarna. Setelah diangkat dari larutan pewarna, ikatan
dibuka sehingga bagian yang diikat tidak terkena warna. Teknik
celup ikat ini menggunakan tali, benang, dan karet sebagai bahan
penghambat atau perintang warna.
Teknik Canting Tulis
Teknik canting tulis adalah teknik membatik dengan
menggunakan alat yang disebut canting. Canting berfungsi untuk
menorehkan cairan malam atau lilin pada sebagian pola di kain
mori.
Teknik Cap
Teknik batik cap dilakukan dengan menggunakan alat
canting cap. Caranya, canting cap dicelupkan pada cairan malam,
lalu ditorehkan di atas kain mori.
Teknik Printing
Metode membatik teknik printing adalah jenis batik baru
yang cara pembuatannya melalui proses printing mesin pabrik.