3.15 Mengevaluasi Desain Jaringan Lokal (LAN)
Topologi Jaringan Komputer : Pengertian dan Macam-Macam Topologi
Gambar Topologi Jaringan
Pengertian Topologi Jaringan Komputer
Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan
beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap
macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya
pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya. Dan juga setiap jenis topologi jaringan
komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer
1. Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan
2 buah komputer untuk saling terhubung.
170
Gambar Jaringan Peer to Peer
• Kelebihan Biaya yang dibutuhkan sangat murah. Masing-masing komputer dapat berperan
sebagai client maupun server. Instalasi jaringan yang cukup mudah.
• Kekurangan Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan. Sulit
dikembangkan. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.
2. Topologi Linier
Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan
satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Gambar Topologi Linier
• Kelebihan Mudah dikembangkan. Membutuhkan sedikit kabel. Tidak memperlukan kendali
pusat. Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.
• Kekurangan Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi. Keamanan data
kurang baik
3. Topologi Bus
Topologi jaringan komputer bus tersusun rapi seperti antrian dan menggunakan cuma satu kabel
coaxial dan setiap komputer terhubung ke kabel menggunakan konektor BNC, dan kedua ujung dari
kabel coaxial harus diakhiri oleh terminator.
Gambar Topologi BUS
• Kelebihan dari bus hampir sama dengan ring, yaitu kabel yang digunakan tidak banyak dan
menghemat biaya pemasangan.
• Kekurangan topologi bus adalah jika terjadi gangguan atau masalah pada satu komputer bisa
menggangu jaringan di komputer lain, dan untuk topologi ini sangat sulit mendeteksi
gangguan, sering terjadinya antrian data, dan jika jaraknya terlalu jauh harus menggunakan
repeater
171
4. Topologi Ring
Pada topologi ring setiap komputer di hubungkan dengan komputer lain dan seterusnya sampai
kembali lagi ke komputer pertama, dan membentuk lingkaran sehingga disebut ring, topologi ini
berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima
data, misalnya komputer 1 akan mengirim file ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2
dan 3 sampai di terima oleh komputer 4, jadi sebuah komputer akan melanjutkan pengiriman data
jika yang dituju bukan IP Address.
Gambar Topologi Ring
• Kelebihan dari topologi jaringan komputer ring adalah pada kemudahan dalam proses
pemasangan dan instalasi, penggunaan jumlah kabel lan yang sedikit sehingga akan
menghemat biaya.
• Kekurangan paling fatal dari topologi ini adalah, jika salah satu komputer ataupun kabel nya
bermasalah, maka pengiriman data akan terganggu bahkan error.
5. Topologi Star
Topologi ini membentuk seperti bintang karena semua komputer di hubungkan ke sebuah hub atau
switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol
lalu lintas data, jadi jika komputer 1 ingin mengirim data ke komputer 4, data akan dikirim ke switch
dan langsung di kirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lain. Topologi jaringan
komputer inilah yang paling banyak digunakan sekarang karena kelebihannya lebih banyak.
172
Gambar Topologi Star
• Kelebihan topologi ini adalah sangat mudah mendeteksi komputer mana yang mengalami
gangguan, mudah untuk melakukan penambahan atau pengurangan komputer tanpa
mengganggu yang lain, serta tingkat keamanan sebuah data lebih tinggi, .
• Kekurangannya topologi jaringan komputer ini adalah, memerlukan biaya yang tinggi untuk
pemasangan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan kestabilan
jaringan sangat tergantung pada terminal pusat, sehingga jika switch/hub mengalami
gangguan, maka seluruh jaringan akan terganggu.
6. Topologi Mesh
Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya
menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan
tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.
Gambar Topologi Mesh
• Kelebihanya adalah proses pengiriman lebih cepat dan tanpa melalui komputer lain, jika salah
satu komputer mengalami kerusakan tidak akan menggangu komputer lain.
• Kekurangan dari topologi ini sudah jelas, akan memakan sangat banyak biaya karena
membutuhkan jumlah kabel yang sangat banyak dan setiap komputer harus memiliki Port I/O
yang banyak juga, selain itu proses instalasi sangat rumit.
173
7. Topologi Tree
Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan
dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan
topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang
berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih
rendah.
Gambar Topologi Tree
• Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah
melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
• Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika
terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu
juga.
8. Topologi Hybrid
Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua
atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut
membentuk topologi hybrid.
Gambar Topologi Hybrid
• Kelebihan Freksibel. Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.
• Kekurangan Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit. Biaya pembangunan pada topologi
ini juga terbilang mahal. Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup
rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.
174
KESIMPULAN
Topologi merupakan bagian penting dari teori desain jaringan. Anda mungkin dapat membangun
jaringan komputer berskala kecil seperti jaringan untuk rumah atau usaha kecil, tanpa memahami
perbedaan antara desain topologi bus dan topologi star.
Akan tetapi, memahami topologi jaringan akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang
konsep jaringan yang penting, seperti cara mengimplementasikan hub, broadcast, dan router dengan
benar dan efisien pada jaringan.
175
Modul 16 :
MENERAPKAN INSTALASI JARINGAN LOKAL (LAN)
Kompetensi Dasar
3.16 Menerapkan instalasi jaringan lokal (LAN)
4.16 Menginstalasi jaringan lokal (LAN)
Tujuan Belajar :
Setelah mempelajari materi Menerapkan Instalasi Jaringan Lokal (Lan), saya dapat:
• Menentukan spesifikasi LAN
• Menentukan peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk instalasi LAN
• Melakukan instalasi LAN
• Menguji hasil instalasi LAN
• Membuat laporan hasil instalasi LAN
176
3.16 Jaringan LAN
A. Konsep Jaringan Komputer
1. Sejarah Jaringan Komputer
Pada 1940-an, kelompok riset Harvard University yang dipimpin oleh Profesor H.Aiken
melakukan penelitian di laboratorium Bell guna melakukan pengembangan komputer MODEL I.
Awalnya, proyek ini ingin memanfaatkan satu perangkat komputer yang dapat dipakai bersama.
Untuk itu, dibuatlah sebuah proses pemakaian program dengan prinsip Batch Processing yaitu
setiap komputer menjalankan beberapa program dengan cara mengantri. Pada 1950-an, jenis
kemampuan komputer semakin meningkat hingga munculnya jenis super komputer. Di sinilah
komputer mulai di tuntut untuk dapat melayani beberapa terminal sekaligus.
Pada perkembangan selanjutnya, muncullah konsep Time Sharing System (TSS) dengan prinsip
jaringan yang memungkinkan sebuah host komputer melyani beberapa komputer. Dalam
proses TSS mulai tampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang
dapa awalnya berkembang sendiri-sendiri. Pada era 1970-an, jaringan komputer dengan konsep
proses distribusi (Distributed Processing) mulai dikembangkan. Dalam proses ini, beberapa host
komputer dihubungkan secara seri ke host komputer utama guna melayani beberapa terminal.
Konsep ini dikembangkan karena beban kerja semakin berat dan harga komputer mulai mahal.
Selanjutnya, ketika harga komputer sudah mulai menurun dan konsep proses pendistribusi
sudah matang, maka pengguna komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai
menangani proses bersama hingga komunikasi antar komputer ( peer to peer) tanpa melalui
komputer pusat. Kemudian , mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan
sebutan LAN ( lokal Area Network).
2. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan Komputer Adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu sama
lain dengan menggunakan protokol komunikasi melalu media, sehingga dapat saling berbagi
informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras, seperti printer harddisk,
dan sebagainya. Dengan demikian, pengguna komputer yang sebelumnya hanya berdiri sendiri,
kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling
berhubungan dalam melaksanakan tugasnya.
3. Manfaat Jaringan Komputer
Jaringan komputer memiliki manfaat yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan komputer
yang stand alone. Adapun manfaat-manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.
• Berbagi Pakai Sumber Daya
Pada pengguna komputer disuatu organisasi dapat menggunakan perangkat keras komputer
seperti printer, hardisk, disket, scanner, CD-ROM, dan lainnya secara bersama-sama dan
saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi perangkat keras tersebut.
• Berbagi Pakai Software
Beberapa perangkat lunak (software) dapat digunakan secara bersamaan tanpa harus
memasangnya pada setiap komputer. Bahkan, beberapa pengguna yang berbeda, dapat
mengakses dan meng-update file secara bersama-sama sehingga menghasilkan kolaborasi
yang sangat baik sebagai tim. Selain itu, lisensi perangakt lunak jaringan dapat lebih murah
dibandingkan lisensi stand alone terpisah untuk jumlah pengguna yang sama.
177
• Komunikasi
Komunikasi antar pengguna yang terpaut sangat jauh, dapat dilakukan dengan
menggunakan e-mail, teleconference, atau program realtime chatting yang bisa bertatap
muka. Dengan demikian, proses komunikasi antarpemakai dapat dipenuhi tanpa harus
pindah dari tempat kerjanya. Hasilnya, pulsa telepon dapat dihemat bahkan dihindari.
• Pemprosessan Terpusat (terdistribusi)
Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara
terdistribusi. Pemprosessan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh
tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer terpusat. Sebaliknya,
pemprosessan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari
komputer pusat dapat dikerjakan oleh setiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang
kerjanya.
• Keamanan data
Keamanan data dapat diatur oleh administrator dengan pemberian hak akses, pembatasan
waktu akses, dan pemberian password untuk melindungi pemakai komputer pusat.
• Akses internet bersama-sama
Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan
izin untuk akses ke internet maka para pengguna jaringan, dapat melakukan koneksi internet
hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP dan satu buah modem. Hal ini dapat
menghemat dana yang cukup besar.
4. Klasifikasi Jaringan Komputer
Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli membagi jaringan komputer
berdasarkan beberapa klasifikasi, yaitu sebagai berikut;
A. Berdasarkan area dan skala
Berdasarkan areal luas dan skala cakupannya, jaringan komputer dibedakan menjadi, LAN
(Local Area Network), MAN ( Metropolitan Area Network), WAN ( Wide Area Network) dan
Internet.
1) LAN ( Local Area Network)
LAN adalah sekumpulan koputer yang berada di areal yang tidak terlalu luas, seperti
kantor milik pribadi dan sebuah perusahaan kecil atau menengah. Biasanya LAN
berukuran hingga beberapa kilometer. LAN sering kali digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu
perusahaan atau pabrik-pabrik agar dapat saling bertukar informasi serta pemakaian
bersama sumber daya, misalnya printer berkualitas tinggi harganya sangat mahal.
2) MAN ( Metropolitan Area Network)
MAN pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya
menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor
perusahaan yang letaknya berdekatan dalam suatu kota dan dapat memanfaatkan
untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu manunjang data dalam
suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3) WAN ( Wide Area Network)
WAN memiliki cakupan yang lebih luas daripada MAN. MAN dapat meliputi satu
kawasan, satu negara, satu pulau, bahkan satu benua. Adapun metode yang
digunakan WAN hampir sama dengan LAN dan MAN.
178
4) Internet
Internet adalah interkoneksi jaringan-jaringan komputer yang ada di dunia, sehingga
cakupannya sudah mencapai satu planet bahkan tidak menutup kemungkinan
mencakup antar planet. Koneksi jaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan
yang khas dari Internet Protocol (IP).
Tabel berikut merupakan gambaran jarak cakupan dari LAN, MAN, WAN dan internet.
JARAK/ CAKUPAN (METER) CONTOH JENIS
10 s/d 100 Ruangan LAN
100 s/d 1000 Gedung LAN
1000 s/d 10.000 Kampus LAN
10.000 s/d 100.000 Kota MAN
100.000 s/d 1.000.000 Negara WAN
1.000.000 s/d 10.000.000 Benua WAN
>10.000.000 Planet Internet
B. Berdasarkan Media Penghantar
Berdasarkan media penghantar, jaringan komputer dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu
wire network dan wireless network.
1) Wire network
Wire network adalah jaringan komputer yang menggunakan kabel sebagai media
penghantar. Umumnya, kabel yang digunakan terbuat dari bahan dasar tembaga. Namun
dalam perkembangan selanjutnya, digunakan pula kabel yang terbuat dari serat optik.
Kabel berbahan tembaga biasanya digunakan pada jaringan lokal atau LAN, sedangkan
kabel serat optik digunakan pada jaringan MAN atau WAN .
Wire network memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut;
• Proses pengiriman data dapat lebih cepat.
• Proses pengiriman data relatif tidak dipengruhi oleh faktor lingkungan.
• Pengiriman data dari komputer yang berbeda biasanya tidak saling mengganggu secara
signifikan.
• Bisa menembus tembok yang tebal sekalipun,
• Relatif berbiaya rendah.
Namun demikian, wire network pun memiliki beberapa kekurangan, diantaranya sebagai
berikut;
• Proses instalasi sangat rumit.
• Memerlukan pemeliharaan kabel yang intensif.
• Tidak bisa melakukan koneksi ke jaringan atau dari tempat yang tidak terjangkau kabel
seperti kapal laut, di jalan raya, atau di dalam pesawat terbang.
2) Wireless network
Wireless network adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio atau
cahaya inframerah sebagi media penghantar. Gelombang radio ini bekerja pada frekuensi
tinggi, yaitu 2,4 GHz dan 5,8 GHz, sedangkan penggunaan inframerah hanya terbatas pada
jaringan jarak pendek yang melibatkan dua buah komputer saja.
Wireless network memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut;
• Bebas bekerja dimana saja dan bersifat mobile, asalkan terjangkau oleh jaringan
wireless.
• Tidak ada batasan kabel jaringan atau sambungan tetap
• Proses instalasi relatif cepat dan mudah
• Relatif lebih mudah dalam pengembangannya
• Tindakan pemeliharaan lebih mudah
179
Adapun kekurangan dari wireless network adalah sebagai berikut;
• Umumnya berbiaya lebih mahal.
• Laju kecepatan pengiriman data lebih lambat dari pada wire network.
• Sangat bergantung pada kondisi lingkungan seperti cuaca.
• Transmisi data dari komputer yang berbeda dapat saling menggangu
C. Berdasarkan fungsi
Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu client
server dan peer to peer.
1) Client server
Client server adalah jaringan komputer yang memfungsikan salah satu atau beberapa
komputernya sebagai server atau induk bagi komputer lain. Server dijaringan tipe ini
disebut dengan dedicated server karena murni berperan sebagai server yang
menyediakan fasilitas kepada komputer lain atau client. Layanan yang diberikan bisa
berupa akses web, e-mail, file, dan lain-lain. Dalam hal ini, server tersebut tidak dapat
berperan sebagai workstation atau client.
Client server banyak diterapkan pada jaringan internet. Namun, LAN atau jaringan
lainpun masing-masing. Jaringan komputer dengan sistem client server memiliki
beberapa keunggulan, sebagai berikut;
• Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya
dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas
lain, seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik karena terdapat sebuah
komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administras
dan sistem keamanan jaringan.
• Sistem back up data lebih baik karena pada jaringan client server, back up data
dilakukan terpusat diserver, yang akan mem-back up seluruh data yang digunakan di
dalam jaringan.
Namun, jaringan komputer dengan sistem client server juga memiliki beberapa
kekurangan, sebagai berikut;
• Biaya operasional relatif lebih mahal.
• Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkempuan lebih untuk ditugaskan
sebagai server,
• Kelansungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan
maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
2) Peer to peer
Peer to peer adalah jaringan komputer yang setiap komputernya dapat menjadi server
sekaligus client. Dengan demikian, tidak ada satu pun komputer yang bertinfak sebagai
induk komputer. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan akses dari satu
komputer ke komputer lain atau dikenal dengan istilah non-dedicated server.
Peer to peer umumnya banyak diaplikasikan pada LAN. Walupun dapat juga diaplikasikan
pada MAN, WAN atau internet, namun hal ini jarang diterapkan. Salah satu alasannya
adalah masalah managemen dan keamanan data. Akan menjadi kesulitan tersendiri jika
harus menjaga keamanan pada jaringan peer to peer ketika pengguna komputer sudah
sangat banyak.
Jaringan komputer dengan sistem peer to peer memiliki beberapa keunggulan, sebagai
berikut;
• Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang dimilikinya,
seperti harddisk, drive, fax/modem, dan printer.
180
• Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client server,
salah satunya karena tidak memrlukan adanya server yang memiliki kempuan khusus
untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
• Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Dengan demikian, jika
salah satu komputer/peer mati atau rusak maka jaringan secara keseluruhan tidak
akan mengalami gangguan.
Namun, jaringan komputer dengan sistem peer to peer juga memiliki beberapa
kekurangan, sebagai berikut;
• Troubleshooting atau pemecahan masalah jaringan relatif lebih sulit karena pada
jaringan, setiap komputer peer to peer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi
yang terjadi
• Kinerja jaringan lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client server karena setiap
komputer peer to peer disampung harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga
harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
• Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing pengguna dengan
mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
• Oleh karena data jaringan tersebar di setiap komputer peer to peer dalam jaringan
maka back up data harus dilakukan oleh setiap komputer tersebut.
5. Topologi Jaringan Komputer
Topologi jaringan mengacu pada cara-cara menghubungkan komputer/client node dengan
menggunakan kabel hingga membentuk jaringan. Topologi yang ada sangatlah tergantung pada letak
geografis dari setiap node, sehingga kualitas kendali sangat dibutuhkan dalam komunikasi ataupun
penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.
Topologi jaringan komputer sangat banyak, namun yang paling banyak digunakan adalah topologi
bus/linear, ring, dan start.
A. Topologi Bus
Pada topologi bus, setiap node dihubungkan dengan jalur kabel utama atau tunggal melalui sebuah
interface komunikasi. Setiap komputer/node dapat berkomunikasi lansung dengan komputer ataupun
peralatan lainnya yang terdapat didalam jaringan. Jika diujung kabel utama tidak terdapat node maka
harus ditutp dengan semacam T-Connector ( terminal 500 ohm).
Keunggulan topologi bus adalah sebagai berikut;
• Instalsi cukup mudah dan hemat kabel
• Tata letak relatif sederhana.
• Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah
tanpa mengganggu workstation yang lain.
Adapun kekurangan dari topologi bus adalah sebagai berikut;
• Lalu lintas data pada kabel utama cendrung padat dan berpeluang terjadinya collision atau
tabrakan data karena data ditransmisikan secara dua arah.
• Jika kabel utama terputus maka seluruh jaringan akan berhentu.
B. Topologi Ring
Pada topologi ring, setiap node dihubungkan dengan jalur kabel utama atau tunggal dan membentuk
kurva tertutup (berpola sebuah lingkaran).
Keunggulan topologi ring adalah sebagai berikut;
• Data dikirim dengan satu arah sehingga peluang terjadinya tabrakan data sangat kecil,
sehingga pengiriman data bisa berlansung lebih cepat.
• Tata letak relatif sederhana.
Adapun kekurangan dari topologi ring adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta
mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terjadi gangguan di suatu node
maka seluruh jaringan akan terganggu.
181
C. Topologi Star
Pada topologi star (bintang), setiap workstation/node dihubungkan dengan sebuah perangkat
konsentrator atau hub. Umumnya, data yang dikirimkan oleh sebuah node akan disebarkan oleh hub
kesemua node walaupun node yang didatanginya bukan node penerima sesungguhnya. Oleh karena
alasan inilah, maka kinerja jaringan semakin menurun yang menyebabkan topologi ini kurang populer
pada awal kemunculannya.
Untuk mengatasi hal ini, maka dibuatlah alat bernama switch yang merupakan pengembangan dari
hub. Switch hanya akan mengirimkan data yang diterimanya ke node/komputer yang benar-benar
menjadi tujuannya. Dengan demikian, kinerja jaringan semakin baik.
Disamping itu, switch juga dapat mengatur pemakaian media jaringan. Pada suatu saat hanya sebuah
komputer saja yang diizinkan menggunakan media untuk pengiriman data. Dengan demikian
kecepatan maksimal dapat dicapai.
Topologi star merupakan topologi yang paling banyak dipakai di masyarakat karena beberapa
keunggulannya, yaitu sebagai berikut;
Paling fleksibel
• Pemasangan/perubahan node sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
• Kendali dilakukan secara terpusat.
• Kemudahan dalam mendeteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
• Jika suatu node mengalami kerusakan maka tidak akan mengganggu jaringan secara
keseluruhan
Namun, topologi star juga memiliki beberapa kerugian antara lain sebagai berikut;
• Boros kabel.
• Perlu penangan khusus.
Sangat tergantung pada perangkat hub/switch, sehingga jika hub mengalami gangguan maka jaringan
secara keseluruhan pun akan terganggu.
(disadur dari berbagai sumber)
Sumber informasi:
https://lms.smktrisukses.sch.id/mod/page/view.php?id=291
182
Modul 17 :
MENERAPKAN PERAWATAN JARINGAN LOKAL (LAN)
Kompetensi Dasar
3.17 Menerapkan perawatan jaringan lokal (LAN)
4.17 Melakukan perawatan jaringan lokal (LAN)
Tujuan Belajar :
Setelah mempelajari materi Menerapkan Perawatan Jaringan Lokal (LAN), saya dapat:
• Menjelaskan jenis-jenis perawatan jaringan lokal (LAN)
• Menentukan cara perawatan jaringan lokal (LAN)
• Mengurutkan langkah-langkah perawatan jaringan lokal (LAN)
• Melakukan perawatan jaringan lokal (LAN)
183
3.17. Menerapkan perawatan jaringan lokal (LAN)
A. Perawatan Jaringan LAN
Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara melakukan perawatan jaringn
LAN, mungkin di antara banyak pengguna jaringan komputer di dunia hanya sedikit yang selalu
memperhatikan dan melakukan perawatan jaringan koputer. Dalam kesempatan kali ini kita akan
beajar bagaimana cara melakukan perawatan jaringan komputer.
Ada beberapa komponen atau perangkat yang perlu dilakukan perawatan seperti:
Komputer serer, komputer client, kabel jaringan, hub/swich, dll.
1. Perawatan server
Komputer server merupakan komputer utama yang memberikan layanan kepada komputer
client jadi server harus lebih diperhatikan dalam melakukan perawatan. Kita bisa melakukan
perawatan atau hanya sekedar pengecekan setiap bulan sekali setiap minggu atau bisa dua
hari sekali karena ugas server ini bekerja selama 24 jam nostop sehingga perlu perawatan
khusus, bila perlu gunakan server backup atau server cadangan sehingga bila mana komputer
server rusak masih ada server cadangan.
2. Perawatan komputer client
Perawatan komputerclient tidak terlalu diperhatikan tetapi bukan berati di abaikan saja,
karena walaupun ada salah satu komputer client rusak atau tidak berfungsi maka tidak akan
berpengaruh terhadap komputer client lainya, tidak seperti komuter server yang apabila
komputer server mati maka semua komputer client tidak dapat menggunakan sumber daya
yang ada. Kita dapat melakukan perawatan komputer client secara berkala yang paling mudah
adalah dengan melakukan scanning virus dan juga melakukan disk defragmenter dan
sebagainya.
3. Perawatan kabel jaringan.
Perawatan pada kabel memang diperlukan namun tidak harus secara rutin kita hanya perlu
memeriksa ketika trjadi masalah atau setidaknya sebulan sekali agar masalah dapat teratasi
sebelum terjadi trouble.
4. Perawatan pada konektor RJ 45
Praatan pada konektor sama dengan melakukan perawatan pada kabel jaringan istilahnya ini
satu paket jika kita mengecek kabelotomatis kita juga mengecek konektornya. Lalu bagaimana
caranya??? Cara yang paling mudah dan efektif adalah dengan meggunakan lan tester dengan
menggunakan lan tester kita dapat mengetahui semua kabel terpasang dengan baik dengan
melihat pada nyala lampu di lantester, jika semua lampu yang berjumlah 8 menyala dengan
urutan yang benar maka itu artinya kabel dan konektor dalam keadaan baik.
5. Perawatan hub/swich
Perawatan hub/swich memang sedikit harus diperhatikan karena hub/swich berperan penting
dalam sebuah jaringan. Kita dapat melakukan perawatan dengan cara membersihkan debu-
debu yang menempel pada hub/swich terutapa pada setiap port. Kerusakan pada hub/swich
yang sering terjadi adalah ada beberapa port yang tidak berfungsi/mati bahkan yang lebih
parah semua port sudah tidak berfungsi dan lampu indikator udah tidak menyala. Untuk
merawatnya yang harus kita perhatikan adalah dengan meletakan hub/swich pada tempat
yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar.
184
B. Peralatan yang digunakan dalam jaringan (LAN)
Berikut perangkat perangkat yang digunakan atau dibutuhkan dalam jaringan:
Repeater
Repeater adalah sebuah perangkat yang memiliki dua port penguat sinyal. Ia
digunakan untuk memperluas koneksi jaringan (kabel atau nirkabel) yang melebihi
dari batas maksimal yang diperbolehkan
Modem
Modem atau Modulator de Modulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk
terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.
Network Interface Card (NIC)
NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah
jaringan komputer.
PCMCIA Network Interface Card
PCMCIA card adalah card jaringan yang digunakan untuk terhubung kedalam
sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.
HUB
Hub adalah Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi
hanya dilewatkan oleh hub atau sebuah perangkat jaringan
komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan
dengan ethernet 10baseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub
bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.
Switch
Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah
Sebuah alat yang menyaring/filter dan
melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah
LAN atau sebuah alat jaringan yang melakukan bridging
transparan (penghubung segementasi banyak jaringan
dengan forwarding berdasarkan alamat MAC.
185
Bridge
Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau
memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan
menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel unshielded
twisted pair (UTP) dan kabel fiber-optic, dan untuk menggabungkan arsitektur
jaringan yang berbeda seperti Token Ring dan Ethernet
Crimping Tools (tang crimping)
Crimping tools berguna untuk memotong, merapikan dan mengunci kabel UTP
dalam melakukan instalasi Networking.
VDSL
VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau
piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon
(RJ11)
Unshielded Twisted Pair Cable (UTP)
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang
menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal.
UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di
dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan
kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus.
Coaxial Cable
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah
konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk
mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas.
186
Fiber Optic (F/O)
Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan
teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih
cepat daripada kabel biasa
Connector RJ45
Conector RJ-45 adalah kabel Ethernet yang biasa digunakan dalam topologi
jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya
Wireless LAN
Wireless atau disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua
piranti untuk bertukar data tanpa media kabel.
Sumber informasi:
https://lms.smktrisukses.sch.id/mod/page/view.php?id=292
http://maddasu.blogspot.com/2011/07/peralatan-yang-digunakan-dalam-jaringan.html
187
Modul 18 :
MENGANALISIS PERMASALAHAN
PADA JARINGAN LOKAL (LAN)
Kompetensi Dasar
3.18 Menganalisis permasalahan pada jaringan lokal
(LAN)
4.18 Mengelola perbaikan pada jaringan lokal (LAN)
Tujuan Belajar :
Setelah mempelajari materi Menganalisis Permasalahan Pada Jaringan Lokal (LAN), saya dapat:
• Menjelaskan jenis-jenis perawatan jaringan lokal (LAN)
• Menentukan cara perawatan jaringan lokal (LAN)
• Mengurutkan langkah-langkah perawatan jaringan lokal (LAN)
• Melakukan perawatan jaringan lokal (LAN)
188
Modul 18:
Menganalisis permasalahan pada jaringan lokal (LAN)
Masalah Yang Sering Terjadi pada Jaringan LAN
Dalam pengimplementasian dan juga pembentukan sebuah jaringan LAN, maka bukan tidak mungkin
akan terjadi beberapa macam masalah yang akan muncul nantinya. Kebanyakan masalah itu berasal
dari kondisi hardware atau perangkat keras jaringan komputer yang digunakan.
ads
Dari jenis-jenis jaringan komputer yang ada, jaringan LAN lebih banyak digunakan orang dibanding
jaringan MAN dan WAN. Mengapa? sebab jaringan LAN merupakan jaringan yang fleksibel dan efektif
untuk beberapa user dengan keperluan menengah. Namun tidak sedikit perusahaan kecil yang
memang menggunakan jaringan LAN bukan dengan jaringan WAN disamping itu harga yang
dikeluarkan juga lebih rendah.
Apa saja masalah yang sering terjadi pada sebuah jaringan LAN? Apa penyebabnya? Bagaimana
mengatasinya? Berikut ini adalah masalah yang sering terjadi pada jaringan LAN, penyebab dan juga
cara mengatasinya:
1. Kerusakan pada Kabel dan Konektor Jaringan
Masalah pertama yang sering terjadi pada jaringan LAN adalah jaringan LAN yang tidak dapat
bekerja dengan baik dan juga optimal, yang disebabkan gangguan dan kerusakan pada kabel dan
juga konektor jaringan. Masalah pada kabel dan juga konektor sebenarnya merupakan masalah
yang cenderung simple dan jga sederhana. Akan tetapi hal ini malah akan menyebabkan jaringan
LAN menjadi tidak bekerja dengan baik, apalagi jaringan LAN yang menggunakan topologi ring
ataupun topologi bus.
Bagaimana mendeteksi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan? Untuk dapat mendeteksi
kerusakan pada kabel dan juga konektor jaringan, yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan
cara melakukan pengecekan dengan menggunakan LAN tester. Dengan menggunakan LAN tester,
maka kita akan dapat mengetahui apakah kerusakan memang berasal dari kabel atau bukan.
Mengapa kabel bisa mengalami kerusakan? Ada banyak hal yang dapat membuat kabel jaringan
mengalmai kerusakan.
189
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kabel jarina mengalami kerusakan:
• Kabel yang terjepit
• Kabel yang digigit oleh hewan pengerat
• Kondisi kabel yang sudah tidak baik kualitasnya
• Konektor yang telepas
• Kesalahan pada saat menyusun kabel
Bagaimana mengatasi kabel yang rusak?
Cara paling mudah dan juga simple untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara mengganti kabel
yang megalami kerusakan, sehingga bisa bekerja dengan lebih optimal lagi. Untuk itu user maupun
teknisi perlu tau apa saja jenis-jenis kabel jaringan komputer agar penggunaannya tepat dengan
jaringan yang digunakan sehingga tidak perlu merasakan kerusakan untuk kesekian kalinya.
2. Kerusakan pada HUB dan Swtch
Pada sebuah jaringan LAN, hub dan juga switch merupakan perangkat keras jaringan yang paling
penting. HUB dan juga switch dapat membantu memecah jaringan menjadi beberapa kanal dan
menghubungkan setiap komputer client dengan server. Kerusakan pada switch ataupun hub tentu
saja akan menyebabkan keseluruhan komputer client menjadi tidak dapat bekerja dan mengakses
informasi dari komputer server. Akan tetapi kerusakan pada perangkat keras komputer yang satu
ini sering menjadi perdebatan karena fungsi dari keduanya merupakan supporting untuk
mendukung jaringan lebih optimal. Perbedaan hub dan switch akan terlihat jelas pada jaringan
yang digunakan, seperti pada topologi jaringan komputer perangkat ini bertugas untuk memecah
paket data dari server menuju client.
Bagaimana mendeteksi kerusakan pada HUB?
Cara termudah untuk mendeteksi kerusakan pada hub dan juga switch adalah dengan cara melihat
lampu indikatornya. Apabila lampu indikatornya tidak menyala, maka mungkin saja hub atau
switch tesebut mengalami kerusakan.
Bagaimana mengatasinya? Ketika anda sudah mengetahui bahwa hub anda mengalami kerusakan,
maka cara paling baik untuk mengatasinya adlah dengan cara mengganti dengan yang baru.
Namun, apabila hub atau switch anda masih masuk ke dalam masa garansi, anda bisa melakukan
proses klaim garansi.
3. Local Area Connection yang Tidak Muncul
Masalah yang mungkin bisa terjadi pada sebuah komputer user adalah Local Area Connection yang
tidak muncul dan tidak terdeteksi pada komputer user atau client. Karena jika hal ini tidak dapat
bekerja atau terjadi masalah, maka komputer atau laptop tidak bisa terkoneksi, yang akan
berdampak pada keruskan hardware tertentu yang menggangu prinsip kerja jaringan komputer itu
sendiri.
Apa penyebabnya?
Penyebab umum dari kondisi ini adalah network wireless adapter yang tidak terpasang dengan
baik, ataupun driver dari network wireless adapter yang mungkin tidak terinstall dengan baik. Jika
sudah begini tandanya perangkat
190
Bagaimana Solusi untuk mengatasinya?
Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan pembetulan dari proses pemasangan network wireless
adapter, ataupun melakukan penginstalan ulang pada driver adapter network tersebut, agar LAN
dan juga local area connection bisa dijalankan dengan benar.
4. Icon LAN yang Tidak Berkedip
Masalah lainnya yang juga sering muncul pada konektivitas jaringan LAN adalah icon LAN yang
tidak berkedip dan tidak muncul. Apabila icon LAN tidak mau berkedip, maka sudah pasti ada
masalah pada bagian hardware LAN nya. Penyebab utama dari hal ini adalah konektor LAN yang
mungkin tidak terpasang dengan sempurna, ataupun hub dan juga switch yang mengalami
malfungsi atau kerusakan. Jika sudah seperti ini bukan tidak mungkin akan menghambat kerja
hardware lainnya seperti pada fungsi hub dan fungsi switch dalam menyalurkan sinyal paket data
pada setiap komputer client.
Bagaimana mengatasinya?
Untuk mengatasinya, cukup mudah untuk dilakukan. Yang anda perlukan hanyalah mencoba untuk
mencabut dan memasang kembali konektor LAN anda dan juga melakukan pengecekan terhadap
perangkat keras seperti hub dan juga switch.
5. Proses Transmisi Data yang Lambat
Pada kondisi tertentu, seringkali ditemukan proses koneksi dan juga autentifikasi yang lambat,
serta proses transmisi data yang juga iklut menjadi lambat. Hal ini tentu saja sangat mengganggu,
karena kita sebagai user akan memperoleh data secara lambat dan juga akan memakan waktu
lama.
Mengapa hal ini terjadi?
Secara umum, proses transfer dan juga transmisi data yang menjadi lambat daripada biasanya
terjadi karena kesibukan pada server. Pada satu waktu tertentu, jaringan tersebut akan penuh dan
juga sibuk, sehingga menyebabkan arus data menjadi sangat padat. Hal ini akan menyebabkan
proses transfer data akan menjadi lambat.
Namun perlu diperhatikan juga pada perangkat yang ada dalam komputer maupun laptop baik itu
perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Seperti contoh osi layer jaringan komputer yang
menjadi lapisan dalam transmisi data untuk menyalurkna paket data kepada komputer client.
Bagaimana mengatasi hal ini?
Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya sebagai user, kita dapat membatasi waktu untuk melakukan
akses informasi. Cara lain yang bisa digunakan adalah melakukan upgrade pada server dan juga
prangkat keras jarinan, misalnya mengganti kabel jaringan biasa degnan menggunakan kabel
jaringan dengan serat optic.
191
6. Sering Mengalami Kegagalan Server
Kegagalan server merupakan kondisi dimana server tidak dapat melayani client, meskipun koneksi
LAN sedang berada pada status connected. Ketika hal ini terjadi, maka tentu saja user tidak akan
bisa mengakses informasi yang dimiliki oleh server.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Kegagalan server bisa terjadi karena banyak hal. salah satunya adalah sebagai berikut:
a) kegagalan server bisa terjadi karena server menjadi terlalu sibuk, sehingga menyebabkan
kapasitas server sudah melebihi batas yang menyebabkan server megnalami kegagalan.
b) kondisi komputer server yang sedang tidak baik, misalnya harddisk yang terserang bad sector,
ataupun diserang oleh virus-virus yang dapat menyebabkan server melambat dan menjadi off.
Sumber informasi:
https://sikungpedia.blogspot.com/2020/01/materi-tkj-kelas-x-kd-318-menganalisis.html
192