The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Konsep dan Etika Kewargaan Digital

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2022-01-15 02:42:41

e-Modul 1-SKD

Konsep dan Etika Kewargaan Digital

1

MGMP SIMKOMDIG / INFORMATIKA
KABUPATEN BLORA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan segenap rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penyusunan
bahan ajar e-Modul.1–SKD dapat diselesaikan dengan baik.

Penyusunan modul ini merupakan wujud upaya untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran di SMK
se-Kabupaten Blora.

Modul ini disusun untuk membantu peserta didik untuk dapat
memahami lebih dalam dan secara mandiri materi konsep
kewargaan digital dan etika kewargaan digital.

Diharapkan modul ini dapat mendukung pencapaian tujuan
penyelenggaraan pendidikan di SMK se-Kabupaten Blora, sehingga
pencapaian tersebut dapat lebih terukur dan terarah.

Semoga keberadaan modul ini dapat menjadi bahan ajar yang
bermanfaat dan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi
banyak pihak.

Blora, Januari 2022 2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………….. 2
Daftar Isi ……………………………………………………………….. 3
Petunjuk Penggunaan Modul ………………………………………. 4
Peta Konsep ……………………………………………………………. 5
Kegiatan Belajar I ……………………………………………………. 6
1. Pengertian Warga Digital…..………………………………………… 6
2. Pengertian Kewargaan Digital……………………………………… 6
3. Komponen Kewargaan Digital………………………………………10
Kegiatan Belajar II ….…………………………………………………. 14
1. Hal-hal Privasi di Internet ………………………………………… 14
2. Kiat Aman Dalam Jaringan ……………………………………… 18
Rangkuman …………………………………………………………….. 21
Tugas ………….………………………………………………………….. 22
Tes Formatif …………………………………………………………… 22
Referensi ………………………………………………………………. 23

3

Petunjuk Penggunaan Modul

1. Mulailah mempelajari modul ini dengan membaca doa. 4

2. Bacalah terlebih dahulu bagian pendahuluan modul.

3. Pahami peta konsep yang telah disediakan sebagai dasar untuk
mempermudah alur fikir Anda dalam memahami pokok-pokok materi.

4. Pelajari uraian materi dari setiap Kegiatan Belajar (KB).

5. Bacalah rangkuman yang ada di setiap Kegiatan Belajar.

6. Kerjakan latihan mandiri yang ada di setiap Kegiatan Belajar dengan
menggunakan jawaban berdasarkan pada uraian materi maupun sumber
referensi lain.

7. Selesaikan terlebih dahulu satu rangkaian Kegiatan Belajar, setelah itu
Anda baru bisa melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya.

8. Kerjakan bagian tes akhir modul.

9. Jika Anda telah berhasil menyelesaikan satu rangkaian modul ini, Anda
dapat melanjutkan ke modul selanjutnya.

10. Untuk menambah pengetahuan tentang materi dalam modul ini, Anda
dipersilahkan mencari informasi dan materi dari sumber referensi
lainnya.

11. Akhiri pembelajaran modul ini dengan membaca doa..

PETA KONSEP

Kewargaan
Digital

Konsep Etika Kewargaan
Kewargaan Digital

Digital Hal-hal Kiat Aman
Privasi di Dalam
Pengertian Internet
Warga Digital Jaringan

Pengertian 5
Kewargaan

Digital

Komponen
Kewargaan

Digital

MEMAHAMI KONSEP KEWARGAAN DIGITAL

Kompetensi Dasar :
3.8 Memahami konsep Kewargaan Digital
4.8 Merumuskan etika Kewargaan Digital

Tujuan Pembelajaran :

Melalui pembelajaran line blended learning (tatap muka dan
daring) peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pengertian kewargaan digital
2. Menjelaskan komponen kewargaan digital
3. Menjelaskan pengertian etika dalam kewargaan digital
4. Menjelaskan jenis-jenis etika dalam kewargaan digital
5. Mengaplikasikan etika dalam kewargaan digital

6

KEGIATAN BELAJAR 1

Kewargaan Digital

Dalam hal berkomunikasi, dunia maya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata.
Komunikasi antarindividu, maupun beberapa individu sekaligus dapat terjadi
baik di dunia maya maupun dunia nyata. Tidak heran, berbagai karakteristik,
pribadi, ide, maupun tujuan yang berbeda dapat tertuang di dunia maya.
Namun, sifat dunia maya yang tidak mempertemukan individu-individu
tersebut secara langsung dapat mendorong menipisnya, bahkan hilangnya
norma-norma sopan santun, tanggung jawab, dan etiket dalam berkomunikasi.

Apakah Anda menggunakan Internet untuk berbagi pakai (share) informasi
tentang diri Anda dan rekan lain, berkomunikasi dengan kawan-kawan,
mengomentari yang Anda lihat secara daring, bermain games, mengunduh
bahan untuk mengerjakan tugas, atau membeli barang secara daring? Jika
Anda menjawab “ya” pada salah satu saja, dapat dikatakan bahwa Anda adalah
seorang “Warga Digital”.

Warga digital adalah orang yang sadar apa yang baik apa yang salah,
menunjukkan kecerdasan perilaku teknologi, dan membuat pilihan yang tepat7
ketika menggunakan teknologi.

Warga digital merupakan individu yang memanfaatkan TI untuk
membangun komunitas, bekerja, dan berekreasi. Warga digital secara umum
telah memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan TI untuk
berkomunikasi maupun mengekspresikan sebuah ide. Contohnya bermain
facebook, menulis blog, mencari informasi di forum, dan lain-lain. Sama halnya
dengan warga dunia nyata, semua warga digital memiliki kewajiban untuk
menjaga etiket dan norma, serta memiliki rasa tanggung jawab di dunia maya.

Mengapa kewargaan digital itu penting? Jika Anda ingin memperoleh yang
terbaik dalam menggunakan Internet dan menjaga keamanan serta kesehatan
Anda dan rekan, gunakan bahan-bahan berikut ini untuk mempelajari
bagaimana menjadi warga digital yang positif.
Kewargaan digital dapat didefinisikan sebagai norma perilaku yang tepat dan
bertanggung jawab terkait dengan penggunaan teknologi.

8

Gambar 1. Pelajar Sebagai Warga digital

Rentang usia warga digital mulai bergeser, seiring dengan semakin
mudahnya akses teknologi, tampilan dan fitur yang semakin
memanjakan pengguna, membuat anak-anak di usia belia telah dapat
memanfaatkan teknologi tersebut untuk berkomunikasi, mencari dan
bertukar informasi di dunia maya. Usia yang masih belia semakin
membuka kemungkinan adanya pelanggaran norma-norma maupun
penyebaran informasi penting yang dapat disalahgunakan oleh pihak-
pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kewargaan digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk
memberikanpengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia
maya dengan baik dan benar. Penggunaan teknologi dunia maya
dengan baik dan benar memiliki banyak implikasi, pemilihan kata
yang tepat dalam berkomunikasi, tidak menyinggung pihak lain
dalam update status, tidak memberikan informasi penting kepada
publik, tidak membuka tautan yang mencurigakan, dan lainnya.

9

Komponen Kewargaan Digital

Kewargaan digital dapat dibagi menjadi 9 komponen, yang dikategorikan
menjadi 3 berdasarkan pemanfaatannya.
Mike Ribble mengelompokkan pelaksanaan kewargaan digital dalam tiga
lingkungan yang memuat sembilan unsur sebagai berikut :

10

Gambar 2 Lingkungan digital

1. Lingkungan Belajar

Informasi dan teknologi komunikasi telah menjadi bagian dari lingkungan
pembelajaran. Pemanfaatan ICT untuk mencari informasi, data, maupun
rujukan untuk keperluan pembelajaran. Beberapa unsur yang perlu
diperhatikan adalah seperti berikut.

 Akses Digital → Mengakses fasilitas ICT adalah hak dasar setiap warga
digital. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk
mengakses fasilitas tersebut. Kesenjangan tersebut antara lain disebabkan
olehstatus ekonomi, disabilitas, maupun keterbatasan infrastruktur di
lingkungan tersebut. Tantangan selanjutnya adalah pemanfaatan akses
digital secara cerdas dan bertanggung jawab dalam rangka kebersamaan
sebagai warga digital dalam dunia maya.

 Komunikasi Digital → Perkembangan teknologi digital telah mengubah
sikap seseorang dalam berkomunikasi. Berbagai bentuk komunikasi digital
telah tersedia, seperti e-mail, sms, chatting, forum, dan berbagai bentuk
lainnya yang memungkinkan setiap individu untuk terus dapat terhubung
dengan individu lainnya.

 Literasi Digital → Salah satu aspek pembicaraan yang penting terkait
dengan teknologi adalah memahami cara kerja teknologi sehingga dapat
digunakan dengan cara yang paling tepat. Teknologi ini telah mencakup
hampir seluruh spektrum kehidupan manusia, sehingga cara memahami11
teknologi harus diajarkan dalam dunia pendidikan.

2. Lingkungan Sekolah

 Hak dan Kewajiban → Sebagai sesama warga digital yang menggunakan
teknologi dan sumber daya yang samasecara bersama, setiap warga digital
memiliki hak dan kewajiban yang sama berdasarkan kesepakatan norma.
Setiap warga digital memiliki hak atas privasi maupun kebebasan bicara.
Akan tetapi, setiap warga digital juga memiliki kewajiban untuk
menghormatiprivasi orang lain maupun berbicara tanpa menyakiti
perasaan orang lain.Perlu diingat, bahwa setiap negara mengatur hak dan

kewajiban warga negaranya dalam berinteraksi menggunakan perangkat
digital. Untuk itu, sebagai warga negara Indonesia,

 Etika Digital → Seringkali pengguna teknologi digital tidak memahami
bahkan tidak memedulikan etiketdalam penggunaan teknologi. Banyak
pihak yang memanfaatkan konsep, produk, atau layanan digital tanpa

memedulikan aturan serta tata krama penggunaannya. Etiket digital

bertujuan untuk menjagakenyamanan perasaan pengguna lainnya.

 Keamanan Digital → Dalam dunia nyata, kita membangun pagar,

mengunci pintu, menambahkan alaram dirumah kita dengan alasan

keamanan. Hal yang sama juga perlu diterapkan dalam duniadigital,
seperti meng-install antivirus, firewall, mem-backup data, dan menjaga

data sensitive seperti iunsfeorrnmaamsieddaanndpaatsaswdaorrid.pSerebtiuaaptaonrapnighhakaryuasnbgerthidaatik-12
hati dan melindungi

bertanggung jawab.

3. Lingkungan Luar Sekolah

 Hukum Digital → Hukum digital mengatur etiket penggunaan teknologi
dalam masyarakat. Warga digital perlu menyadari bahwa mencuri
ataupun mengubah data diri, maupun karya digital orang lain,
merupakan perbuatan melanggar hukum. Contoh perbuatan yang
melanggar hokum antara lain : mencuri identitas orang lain, plagiarisme,
menyebarkan virus, ataupun meretas laman (website). Hukum yang
terkait dengan aktivitas warga digital dikenal dengan nama hukum
siber(cyber law).

 Transaksi Digital → Perangkat digital juga menyediakan fasilitas yang
memudahkan seseorang berbelanja atau bertransaksi secara daring.
Berbagai situs jual-beli dapat dengan mudah diakses
sepertibukalapak.com, olx.co.id, fjb. kaskus.co.id, tokopedia.com, dan
berbagai toko daringlainnya. Transaksi juga dapat dilakukan dengan
mudah secara elektronik misalnya melakukan pembelian pulsa melalui
Automatic Teller Mechine (ATM), pembelian token listrik, atau
pengiriman uang melalui internet.

 Kesehatan Digital →Di balik manfaat teknologi digital, terdapat
beberapa ancaman kesehatan yang perlu diperhatikan, seperti kesehatan
mata, telinga, tangan, bahkan keseluruhan badan. Tidak hanya kesehatan
fisik, kesehatan mental dapat juga terancam jika tidak 13
mengaturpenggunaan teknologi digital secara proporsional.

KEGIATAN BELAJAR 2

ETIKA KEWARGAAN DIGITAL

Hal-hal Privasi di Internet
Privasi internet melibatkan hak atau mandat privasi pribadi
mengenai penyimpanan, penggunaan kembali, penyediaan kepada
pihak ketiga, dan menampilkan informasi yang berkaitan dengan
diri sendiri melalui Internet.[1][2] Privasi internet adalah bagian
dari privasi data.
Privasi adalah hal yang kini sulit untuk dijaga. Kamu bisa
menemukan data pribadi orang lain di internet hanya dengan
berbekal nama lengkapnya saja. Ini karena semua informasi
pribadi termasuk email, nomor telepon, dan data lainnya dengan
mudah kita bagikan melalui media sosial.

14

Data pribadi sangatlah penting. Pengguna media sosial perlu
memahami kebijakan privasi pada suatu platform agar menghindari
penyalahgunaan data-data pribadi.
“Di Indonesia kurang lebih ada 150 juta pengguna aktif media sosial.
Dengan jumlah yang sangat besar itu, memahami kebijakan privasi
suatu platform media sosial sangat penting agar data pribadi kita
aman. Langkah awal yang dapat kita lakukan ialah pahami tujuan
pemrosesan, pahami jenis produk, dan layanan yang disediakan, dan
pahami jenis data pribadi serta relevansinya

15

Alur Kebijakan Privasi Suatu Platform Media Sosial

Sejumlah hal terkait kebijakan privasi platform media sosial adalah sebagai
berikut :

1. Secara umum platform media sosial telah memiliki kebijakan privasi,
meski detail dan kelengkapannya masih sangat variatif;

2. Beberapa platform telah mencantumkan perusahaan pihak ketiga untuk
mereka berbagi informasi mengenai data pribadi konsumennya, tapi nama
perusahaan pihak ketiga tersebut tidak dicantumkan;

3. Beberapa platform tidak mencantumkan jangka waktu retensi data
pribadi konsumen, ada beberapa yang mencantumkan, tapi tetap tidak
menjelaskan secara jelas jangka waktu retensi data pribadi konsumen;

4. Sebagian besar platform tidak mencantumkan kewajiban perusahaan
untuk memberikan notifikasi mengenai kebocoran data kepada subyek
data;

5. Sebagian besar perusahaan tidak mencantumkan mekanisme pemulihan
bagi konsumen yang hak atas privasinya dilanggar sebagai akibat dari
kebocoran data;

6. Beberapa istilah dalam kebijakan privasi membingungkan, seperti,
‘termasuk tidak terbatas pada’, ‘informasi relevan’, ‘pengguna aktif’,
‘memperkaya pengalaman anda’, dan lain sebagainya;

7. Tampilan kebijakan privasi kurang menarik, komunikatif dan mudah
dimengerti, hanya sedikit perusahaan yang mampu menjelaskan dengan16
contoh, selain itu bahasa Indonesia yang digunakan terkesan masih
merupakan hasil translasi mesin.

Kiat yang harus dilakukan

Sebagai warga negara digital banyak resiko kejahatan yang bisa menimpa
kita seperti intimidasi siber (cyber bullying), kejahatan siber (cybercrime),
pelecehan siber (cyber harrasment).

Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan kewargaan digital,
yaitu langkah yang berkaitan dengan :

1. Bagaimana melindungi diri sendiri
2. Bagaimana melindungi orang lain
3. Bagaimana melindungi konten

Berikut adalah kiat-kiat yang dapat dilakukan sebagai warga digital.

a. Menggunakan Internet dengan Aman

 Lindungi perangkat dan akun terhadap upaya orang lain secara ilegal

yang dapat merugikan dengan cara sebagai berikut.

 Perbaharui perangkat lunak (termasuk web browser) secara otomatis.

 Pasang antivirus dan perangkat lunak antispyware.

 Jangan pernah mematikan firewall.
 Jika membagikan wirelless, gunakan password.

 Gunakan flash drive dengan hati-hati. lain 17
Kuncilah ponsel dengan password/pin untuk mencegah orang
 membuat panggilan, SMS, atau mengakses informasi pribadi.

b. Intimidasi Siber (Cyberbullying)

Intimidasi (Bullying) adalah perilaku agresif yang tidak diinginkan di

kalangan anak usia sekolah yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan.
Intimidasi mencakup tindakan seperti membuat ancaman, menyebarkan
informasi palsu, menyerang seseorang secara fisik atau verbal, dan
mengucilkan seseorang dalam kelompok. Perilaku ini diulang, atau berpotensi
untuk diulang, dari waktu ke waktu kepada korban yang dianggap lemah.

Terdapat tiga jenis intimidasi sebagai berikut:

 Intimidasi verbal, yaitu dengan mengatakan atau menuliskan suatu hal
yangbermakna tertentu. Intimidasi verbal meliputi menggoda, memberikan
panggilan nama,mengomentari yang tidak pantas, mengejek, dan
mengancam.

 Intimidasi sosial, yang terkadang menyakiti reputasi atau hubungan

seseorang.Intimidasi sosial meliputi meninggalkan seseorang dengan
sengaja, mengatakan kepadasiswa lain untuk tidak berteman dengan
seseorang, menyebarkan rumor tentang seseorang,dan memalukan
seseorang di depan umum.

 Intimidasi fisik, yaitu perbuatan menyakiti tubuh atau harta benda

seseorang.Intimidasi fisik meliputi menekan/menendang/menjepit/

mendorong, meludah, mengambil atau menghancurkan barang seseorang,

dan gerakan lainnya dengan kasar yang disebabkananggota tubuh. 18

 Intimidasi siber (cyberbullying) adalah pemanfaatan teknologi untuk

melakukansegala bentuk gangguan guna merendahkan martabat atau
pelecehan kepada seseorang.Intimidasi siber adalah segala bentuk
gangguan yang dilakukan pelaku atau korban berusiakurang dari 17 tahun
dan belum dianggap dewasa secara hukum. Namun, apabila salah
satupihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 17 tahun,
maka kasus tersebutdikategorikan sebagai kejahatan siber (cyber crime)
atau pelecehansiber (cyberharassment).

c. Think
Perhatikan segala yang akan dibagikan secara daring, Think before you post.

Sebabsegala sesuatu yang dibagikan dapat dilihat oleh keluarga, guru, rekan,
tetangga, dan orang asing. Gunakan akronim pengingat “T.H.I.N.K.” sebelum
membagikan aktivitas di dunia digital. T.H.I.N.K. merupakan akronim dari:

 Is it True (Benarkah)? Benarkah posting Anda? Atau hanya isu yang
tidak jelas sumbernya?

 Is it Hurtful (Menyakitkankah)? Apakah posting Anda akan menyakiti
perasaan orang lain?

 Apakah posting Anda dapat menginspirasi orang lain untuk berIs it
Inspiring (Menginspirasi)? bat baik atausebaliknya?

 Is it Necessary (Pentingkah)? Pentingkah posting Anda? Post yang tidak

penting akan mengganggu orang lain. 19

 Is it Kind (Santunkah)? Santunkah post Anda? Tidak menggunakan

kata-kata yang dapat menyinggung oranglain?

d. Memilah Informasi
Memilah informasi adalah proses untuk mengetahui kapan informasi
dibutuhkan, untuk dapat diidentifikasi, ditemukan, dievaluasi, dan
digunakan secara efektif untuk memecahkan masalah yang sedang
dihadapi. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menemukan,
menggunakan, dan membagikan informasi kepada pihak lain adalah
sebagai berikut.
 Persempit sasaran pencarian informasi?
 Jenis dan jumlah sumber informasi yang diperlukan.
 Pilihlah informasi yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan.
 Ringkaslah apa yang telah dibaca dengan kata-kata sendiri.
 Buatlah relasi antara informasi yang satu dengan informasi yang lain,
Tarik kesimpulan.
 Tentukan informasi apa yang bisa dibagikan dengan orang lain.

e. Hak Cipta (Copyright)
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 2014 menyatakan:
“Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis
berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam
bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan” (Pasal 1 butir 1) Hak Cipta merupakan
salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruanglingkup
objek dilindungi paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan 20
sastra(art and literary) yang di dalamnya mencakup pula program
komputer.

RANGKUMAN

1. Warga digital merupakan individu yang memanfaatkan TI

untuk membangun komunitas, bekerja, dan berekreasi. Warga

digital secara umum telah memiliki pengetahuan dan

kemampuan mengoperasikan TI untuk berkomunikasi maupun

mengekspresikan sebuah ide.

2. Kewargaan digital adalah konsep yang dapat digunakan untuk

memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dunia

maya dengan baik dan benar.

3. Kewargaan digital dapat dibagi menjadi 9 komponen, yang

dikategorikan menjadi 3 berdasarkan pemanfaatannya.

4. Privasi internet melibatkan hak atau mandat privasi pribadi

mengenai penyimpanan, penggunaan kembali, penyediaan

kepada pihak ketiga, dan menampilkan informasi yang berkaitan

dengan diri sendiri melalui Internet.

5. Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan

kewargaan digital, yaitu langkah yang berkaitan dengan :

a. Bagaimana melindungi diri sendiri

b. Bagaimana melindungi orang lain 21
c. Bagaimana melindungi konten

Tugas
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terlampir

Tes Formatif
1. Apakah yang dimaksud dengan kewargaan digital?
2. Sebutkan dan jelaskan komponen kewargaan digital.
3. Apakah yang dimaksud dengan konsep “THINK” dalam

konsep kewargaan digital?
4. Jelaskan Undang Undang yang mengatur Informasi dan

Transaksi elektronik ?
5. Sebutkan salah satu contoh kasus yang terjadi di dunia

maya dan yang berhubungan dengan UU ITE

22

REFENSI

 http://mahardikajust.blogspot.co.id/2014/12/materi-simulasi-
digital-kewargaan.html

 http://novanzahir.blogspot.co.id/2018/01/memahami-konsep-
kewargaan-digital.html

 https://brainly.co.id/tugas/13894723
 http://www.mekatronikasmti.com/2016/10/simulasi-digital-warga-

digital.html
 https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/23/132628169/kewarg

anegaraan-digital-definisi-dan-fungsi?page=all.
 https://id.wikipedia.org/wiki/Privasi_internet
 https://theresiagoma.blogspot.com/2019/01/kiat-aman-dalam-

jaringan.html

23


Click to View FlipBook Version