The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Makalah Gambaran Umum Tentang Jalur Rempah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miakastina.anwar, 2023-12-08 03:12:23

Makalah Gambaran Umum Tentang Jalur Rempah

Makalah Gambaran Umum Tentang Jalur Rempah

Keywords: Jalur Rempah Indonesia

MAKALAH Gambaran Umum Tentang Jalur Rempah


ii KATA PENGANTAR Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat, hidayah dan pertolongan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Gambaran Umum Tentang Jalur Rempah”. Adapun maksud dan tujuan makalah ini untuk memenuhi tugas. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Guru pembimbing yang telah memberi dorongan dan pengarahan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Ada hal-hal yang ingin kami sampaikan kepada pembaca dari hasil makalah ini karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Kuala Tungkal, 13 November 2023 Penulis


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................ii DAFTAR ISI ............................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1 A. Latar Belakang...............................................................................................1 B. Rumusan Masalah..........................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................2 A. Pengertian Jalur Rempah ...............................................................................2 B. Sejarah Singkat Jalur Rempah .......................................................................2 C. Fakta Tentang Jalur Rempah .........................................................................4 BAB III PENUTUP..................................................................................................5 A. Kesimpulan ....................................................................................................5 B. Saran ..............................................................................................................5 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................6


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbaurnya budaya dan keterhubungan antarbangsa di Indonesia tidak terjadi dari ruang hampa. Pada abad-abad lampau, kehadiran para pedagang lintas bangsa memegang peran kunci terhadap asimilasi budaya yang masih bisa kita lihat jejaknya dari berbagai cagar budaya dan banyak warisan budaya tak benda di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena komoditi rempah yang berasal dari banyak kepulauan di Nusantara terlibat lalu lalang dalam perniagaan masa lalu sehingga menjadi salah satu rute budaya yang dikenal sebagai Jalur Rempah. Indonesia adalah salah satu negara yang sejak sebelum merdeka sudah dikenal dengan kekayaan sumber daya alam, khususnya rempah-rempah. Oleh sebab itu, berbagai negara dari penjuru dunia berlomba-lomba datang untuk memonopoli bisnis perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan berbagai jalur untuk bisa mencapai Nusantara demi mendapatkan rempah-rempah. Bahkan muncul dengan sebutan jalur rempah Nusantara. Jalur Rempah yang membentang di kepulauan Nusantara, Cina, India, Timur Tengah, sampai ke Eropa merupakan jalur yang bermula dari pencarian rempahrempah yang tumbuh di kepulauan Nusantara dan dibawa menuju dunia luar. Rempahrempah yang awalnya digunakan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (kesehatan, bumbu, hingga ritual) berhasil mencuri perhatian dunia dan berhasil menjadi penggerak perekonomian dunia. Hal inilah yang kemudian mendorong banyak bangsa asing untuk memulai pencarian rempah, hingga tercipta silang budaya antarmasyarakat kepulauan Nusantara dan bangsa asing sebagai suatu kausalitas dan membentuk apa yang kini menjadi kebhinekaan Indonesia. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Apa itu pengertian jalur rempah ? 2. Bagaimana sejarah singkat jalur rempah? 3. Bagaimana fakta tentang jalur rempah?


2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Jalur Rempah Jalur rempah adalah jalur perdagangan dan budaya dengan rempah-rempah sebagai komoditas utamanya. Jalur rempah merupakan istilah yang dianggap tepat karena menggambarkan identitas kenusantaraan Indonesia. Dapat dikatakan demikian karena lokasi Indonesia menempati wilayah dan lingkungan khas, yaitu daerah tropis yang kaya akan keanekaragaman flora dan faunanya. Beruntung kita punya jejak sejarah panjang kehidupan bahari yang terekam dengan baik dalam wujud Jalur Rempah. Jalur Rempah adalah bukti peran besar bangsa kita sebagai bangsa bahari dalam jalur perdagangan dunia yang sangat berpengaruh pada berjalannya masa depan dunia. Perdagangan rempah ini pula yang telah menghubungkan dunia dari berbagai penjuru mata angin. Yang memiliki pengaruh besar terhadap revolusi teknologi pelayaran dan perdagangan ketimbang Jalur Sutra atau jalur lainnya. Kemajuan dunia pelayaran dan perdagangan tak mungkin dipicu hanya oleh upaya mencari Sutra dan Emas. Sutra dan Emas bukan kebutuhan primer. Rempah, dalam posisi ini, lebih dibutuhkan untuk kuliner, obat-obatan, kosmetik, pengawet, dan terbukti telah merevolusi cara hidup, bahkan menciptakan Kolonialisme dan Imperialisme yang mengubah peta geopolitik dunia. Rekonstruksi dan revitalisasi potensi bahari bisa dikatakan sejalan dengan upaya rekonstruksi dan revitalisasi Jalur Rempah. Dari aspek sejarah, geografi, ekonomi dan budaya yang sangat kuat berkelindan dalam konsep Jalur Rempah. B. Sejarah Singkat Jalur Rempah Sejak berabad-abad silam, Indonesia sebagai negara kepulauan telah dikenal menguasai ekspedisi pelayaran dalam perdagangan. Berbagai kapal kargo dibuat untuk pelayaran komoditas rempah-rempah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Claudius Ptolemaeus, seorang astronom terkenal Yunani mengakui bahwa sebelum bangsa Eropa menguasai teknologi pelayaran, orang-orang Nusantara telah memiliki teknologi perkapalan yang canggih dari daerah Sumatra atau Jawa yang disebut juga kolandiaponta.


3 Pada abad ke-9 Masehi, raja dan penguasa di Jawa telah menyadari pentingnya perdagangan antarpulau. Perdagangan dengan bangsa Arab telah terjalin baik, di mana mereka sangat berminat terhadap kayu cendana dan rempah-rempah yang dihasilkan Indonesia bagian Timur, tepatnya dari daerah Nusa Tenggara. Pedagang-pedagang dari Jawa Timur pergi ke Indonesia bagian Timur untuk menukar beras dan produk lainnya dengan rempah-rempah kayu cendana. Mereka kemudian membawa barangbarang itu ke Sriwijaya dan menukarnya dengan barang-barang dari luar negeri, seperti emas, kain sutra, keramik dari Tiongkok, jubah dari India, dan dupa dari Arab. Dari berbagai komoditas yang diperdagangkan dalam jalur perdagangan rempah, cengkeh menjadi salah satu rempah yang menarik diulas. Bagi bangsa Moor, cengkeh disebut dengan Calafur dan menjadi cikal-bakal sebutan komoditas ini dalam bahasa Latin, yakni cariofilum, sedangkan orang Spanyol menyebutnya gilope dan pedagang Portugis disebut dengan clou de girofle. Bagi orang Maluku sendiri, mereka menyebutnya dalam bahasa Melayu, yaitu cengkeh. Lalu, orang India menyebutnya lavanga. Dari variasi nama cengkeh tersebut, menjadi salah satu bukti yang menandakan bahwa komoditas endemik Maluku Utara memberikan pengaruh dalam keberagaman penggunaan bahasa, yang kemudian membentuk jalur dagang yang disebut dengan Jalur Rempah. Di Kepulauan Banda, kontak dagang dengan pulau-pulau sekitar dibangun atas adanya kebutuhan komoditas sagu oleh orang-orang Banda, dan kebutuhan pala serta fuli oleh masyarakat Maluku, Kei, dan Aru. Banda sangat bergantung pada produksi makanan yang datang dari luar daerahnya karena mereka enggan mengurangi lahan perkebunan pala untuk diganti dengan lahan pertanian lain. Dari wilayah Bugis dan Buton, para pedagang membawa alat besi, seperti kapak, pisau, arit, dan mata tombak yang diproduksi di Sulawesi Tengah. Para pedagang Jawa menjual pakaian, bahan makanan (beras, garam, dan lada), perkakas, serta alat musik. Selain berdagang, mereka turut menyebarkan agama Islam ke Banda. Kemudian, temuan pecahan keramik dan koin masa Dinasti Sung (960–1279 M) di Labbatekka menunjukkan bahwa Banda sudah masuk dalam jaringan perdagangan Tiongkok sejak abad ke-10. Telah tercipta jalur perdagangan akibat rempah dan Banda menjadi tempat pertemuan berbagai suku dari penjuru Nusantara dan dunia. Di abad pertengahan terjadi perkembangan perdagangan laut sejalan dengan peningkatan akses para pedagang ke berbagai tempat endemik rempah-rempah. Hal


4 ini melahirkan berkembangnya pelabuhan yang awalnya kecil dan terbatas, menjadi besar, dan membentuk kota kosmopolitan dengan jaringan perdagangan yang membentang di sepanjang pesisir Asia Selatan, Teluk Benggala, Teluk Siam, dan Nusantara. Dengan menguatnya kehadiran kerajaan Islam menjelang akhir abad pertengahan, pertumbuhan kota dagang meningkat dengan signifikan, seperti Goa, Coromandel, Malaka, Aceh, Banten, hingga Makassar. Di abad ke-16 hingga 17, para saudagar singgah untuk membeli beras, khususnya di Banten dan Makassar. Mereka umumnya tinggal di perkampungan bersama para pelaut setempat, dan perlahan-lahan pemukiman tersebut membentuk kosmopolitan di kota-kota dan melahirkan keberagaman budaya. C. Fakta Tentang Jalur Rempah Setelah menyimak uraian mengenai jalur rempah, Berikut tiga fakta menarik dari jalur rempah. 1. Simpul Peradaban Selain menjadi jalur perdagangan dalam arti aktivitas ekonomi, faktanya jalur rempah juga menjadi simpul peradaban. Hal tersebut dapat terjadi karena seiring adanya transaksi perdagangan, jalur rempah juga jalur penyebaran seni serta budaya. 2. Banyak Pihak yang Mengelolanya Jalur rempah menghubungkan beberapa pelabuhan laut terkenal. Pelabuhanpelabuhan laut tersebut dikelola oleh penduduk pribumi Kepulauan Melayu, pedagang Arab, India, serta China. 3. Rute Nenek Moyang Mengutip dari laman jalurrempah.kemdikbud.go.id, jalur rempah adalah rute nenek moyang dalam menjalin hubungan antarpulau, suku, dan bangsa dengan membawa rempah sebagai nilai untuk membangun persahabatan. 4. Termasuk Arteri Terpenting Jalur rempah mempunyai letak yang strategis. Oleh karena itu, jalur rempah termasuk dalam jalan arteri ketiga terpenting bagi perdagangan serta komunikasi antara wilayah timur dengan barat.


5 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Jalur Rempah Nusantara di Indonesia adalah warisan berharga dari sejarah perdagangan global. Dengan kekayaan rempah-rempahnya, Indonesia memainkan peran sentral dalam jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Pengaruh budaya, ekonomi, dan politik dari perdagangan rempahrempah terus terlihat dalam keanekaragaman kuliner dan tradisi Indonesia. Sebagai bagian integral dari warisan sejarah, Jalur Rempah Nusantara mencerminkan kekayaan alam Indonesia yang telah lama menjadi daya tarik global. B. Saran Kami sebagai penyusun makalah ini sangat menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan baik dari segi kata-kata bahasa maupun kalimat, oleh karena itu kami sangat berharap sekali masukan, kritik maupun saran yang sifatnya membangun guna penyempurnaan penyusunan makalah kami selanjutnya.


6 DAFTAR PUSTAKA Rahman, Fadly. (2019). Negeri Rempah-rempah Dari Masa Bersemi Hingga Gugurnya Kejayaan Rempah-Rempah. Patanjala. https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/artikel/jalur-rempah-jalur-budaya-danmuhibah-budaya-jalur-rempah-2022 https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/apa-yang-dimaksud-jalur-rempah-inifaktanya-21NC3GURw5n/full https://www.kompas.com/stori/read/2023/03/16/160000979/apa-yang-dimaksuddengan-jalur-rempah-?page=all


Click to View FlipBook Version