Tujuan
Penyelenggaman upacara menurut tradisi setempat adalah mencari keselamatan
bagi keluarga yang terlibat dalam upacara ini, terutama sekali bagi bayi yang
diupacarakan. Dalam pelaksanaan upacara ini didapati pantangan-pantangan yang harus
dihindari berupa perbuatan-perbuatan terhadap bayi. Akibat yang ditimbulkan bila
pantangan ini dilanggar adalah baik ibu maupun bayi selalu mengalami keadaan tidak
sehat (mengalami sakit-sakitan) yang sering dapat menimbulkan kematian bagi bayi.
24.Tolak Bala
Tolak bala adalah suatu tindakan yang dilakukan orang baik secara individu
maupun oleh sekelompok masyarakat dengan tujuan untuk membebaskan diri dari
pengaruh jahat yang mereka percaya ada di sekitarnya. Awal mula upacara „tolak bala‟
dari keyakinan masyarakat akan adanya kekuatan diluar diri manusia. Makhluk tersebut
mampu mempengaruhi, merubah dan menghancurkan kehidupan manusia. Sehingga
manusia harus menjaga makhluk ini agar tidak murka. Walaupun manusia telah berusaha
menjaga, akan tetapi kesalahan dapat saja terjadi karena ketidaksengajaan. Makhluk itu
disebut dengan „antu lauik‟. Menurut istilahnya „tolak bala‟ yang terdiri dari dua kata
yaitu „tolak‟ dan „bala‟. „Tolak‟ berarti penolakan; usaha untuk menghindari, menangkal,
sedangkan „bala‟ berarti bahaya yang datang tiba-tiba. Jadi „tolak bala‟ berarti usaha
untuk menghindari bahaya yang datangnya bukan dari manusia melainkan makhluk gaib
dan kekuatan-kekuatan alam yang membahayakan keselamatan nelayan atau yang
menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan ikan.
50
25.Malamang
Malamang adalah tradisi nenek moyang masyarakat Sumatra Barat yang dilakukan
oleh kaum ibu-ibu. Malamang dipastikan tidak ada hubungan dengan adat Minangkabau.
Malamang mempunyai sejarahnya sendiri. Awalnya malamang bukanlah tradisi
Minangkabau, apalagi acara adat. Menurut cerita, lamang sebagai kata dasar malamang
adalah jenis makanan tradisional yang berasal dari beras ketan yang dimasukkan ke
dalam bambu disisipkan daun pisang lalu dibakar di atas api. Selain di alam
Minangkabau, lamang sebagai makanan ini juga tersebar di seluruh kebudayaan Melayu.
26.Mandi Balimau
Mandi balimau adalah tradisi yang dilakukan oleh orang minang untu menyambut
kedatangan bulan ramadhan, mandi dengan mempergunakan jeruk nipis yang biasa
51
disebut masyarakat dengan kata Limau. Kemudian, ada juga rempah-rempah dari daun
padan yang telah diiris-iris, ditambah dengan berbagai bunga, seperti bunga ros.
Selanjutnya seusai mandi, rempah-rempah yang telah disediakan tersebut ditaburkan ke
tubuh. Tradisi Mandi Balimau ini tujuan awalnya memang salah satu cara masyarakat
untuk mensucikan diri. Kemudian, bisa juga dikatakan Mandi Balimau sebagai ajang
silaturrahmi dengan masyarakat disekitarnya. Tujuannya mungkin, agar proses saling
maaf dan memaafkan bisa terjadi. Apalagi bila satu keluarga besar dan masyarakat sekitar
bersama-sama pergi Mandi Balimau.
27.Maambua
Maambua adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh kaum laki” saja biasanya
yang sangat banyak terlibat adalah anak” sampai orang dewasa. Tradisi maambua ini
tejadi dipantai mulai dari pagi para laki” sudah menunggu ditepi pantai menantikan kapal
penangkap ikan yang pulang dari tengah laut dan membawa hasil tangkapannya ketepi
dan disanalah terjadinya proses maambua yaitu beramai-ramai mengejar perahu dari
kapal yang berisikan keranjang ikan lalu kemudian diangkat oleh para maambua ( laki-
laki ) tadi keorang pembeli atau pedagang ikan yang sudah menanti, apabila pembeli
cocok dengan harganya maka pembeli wajib mengeluarkan uang angkat atau laba yang
akan dikasi kepada para paambua tersebut.
52
28.Baliak ka Nagari Baliak ka Surau
Menurut pernyataan sebelumnya, kearifan lokal ini tercermin pada adat istiadat dan
kebiasaan masyarakat, dalam hal ini berbagai adat istiadat selalu berubah seiring naik
turunnya kondisi sosial ekonomi masyarakat.Karena kelaziman ini biasanya terkait
dengan pelestarian budaya dan kesenian masyarakat parade, perkawinan, pengangkatan
penghulu atau peringatan kedatangan tamu agung.Kemudian pemahaman kearifan lokal
dalam konteks memahami nilai-nilai lokal suku Minangkabau dapat dilakukan melalui
orientasi nilai dasar adat Minangkabau, yang meliputi pembelajaran tentang masyarakat
dan lingkungan atau mempelajari nilainya.tingkah laku. Dalam konteks nilai-nilai budaya
suku Minangkabau, kearifan lokal lainnya biasanya dimasukkan dalam hubungan dengan
alam, serta lingkungan sosial budaya, berupa sugesti, ekspedisi simbolik seperti Petitih,
Pituah, dan Mamangan.Media yang dapat digunakan untuk memahami dan memahami
nilai-nilai dominan yang mereka anut.
Hubungan Baliak ka Nagari Baliak ka Surau dengan kearifan lokal
Slogan Baliak ka Nagari Baliak ka Surau Nilai-nilai tradisional dalam Baliak ka
Surau tidak hanya menekankan pada aspek administrasi, agama dan budaya, tetapi juga
berperan sebagai media Pembelajaran dalam hasil penelitian yaitu revitalisasi nagari
renhe surau tidak hanya mengedepankan nilai-nilai administrasi dan religi, tetapi juga
bagaimana mengedepankan nilai-nilai sosial kehidupan masyarakat Koto Tangah, seperti
ajaran budaya Minangkabau Tambo itu sendiri, dan bagaimana cara mengedepankannya.
mengelola kehidupan sosial dengan benar. Makna atau informasi yang terkandung dalam
slogan Baliak ka Nagari Baliak ka Surau adalah :
53
1. Nilai musyawarah dan mufakat
Sebagaimana disebutkan di atas, produk budaya utama suku Minangkabau adalah sikap
demokratis dalam kehidupan masyarakat.Nilai tawar menawar dan mufakat terlihat
dari pemilihan kepala negara nagari, terpilihnya KAN (Adatnagari Density) dan
berbagai aspek kehidupan sosial (seperti perkawinan). Menerima lamaran seorang
laki-laki akan melibatkan ninik kedua belah pihak. mamak, nikik mamak dan alim
ulama, ini disebut tali tigo sapilin tungko 3 sajarangan.
2. Makna lambang nagari dan surau
nagari dan surau merupakan lambang budaya dan kehidupan masyarakat Minangkabau.
Nagari dan surau juga merupakan perwujudan filosofi tradisional Minangkabau
yaitu adatbasandi syarak, syarak basandi Kitabullah.Simbol nagari dan surau
meliputi kehidupan sosial, karma, dan mengatur seluruh kehidupan masyarakat
Minangkabau.
3. Peran Ninik Mamak dalam melindungi budaya Baliak ka Nagari Baliak ka Surau
dalam Kenagarian Koto Tangah
Dalam kehidupan masyarakat komunitas Koto Tangah, Ninik mamak adalah sosok
yang paling dihormati dari semua lapisan masyarakat. Ninik mamak dalam
masyarakat Kin Tanga memegang peranan penting dalam kehidupan tradisional
masyarakat, karena ninik mamak tidak diragukan lagi adalah orang yang ada di
setiap daerah dan desa, masyarakat disini mengeluh dan mempertanyakan
masalah-masalah yang biasa dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Ninik Mamak kurang komunikasi dengan masyarakat
Saat ini, minimnya komunikasi antara Ninik Mamak dengan tokoh adat menyebabkan
banyak masyarakat yang tidak memahami atau bahkan tidak mau memahami adat
tersebut.Bagi adat kelastarian dan hukum adat Kenagarian Koto Tangah, hal ini
sangat membahayakan.Komunikasi rutin harus menjadi hal terpenting bagi
pemimpin kebiasaan untuk menyampaikan informasi kepada
masyarakat.Sebaliknya, pendidikan surau tetap dilaksanakan di masa tua, dan para
pemangku kepentingan yang terbiasa tidak dibiasakan untuk mengenalkan adat dan
budaya kepada masyarakat karena mereka bersosialisasi dan mengajar di
surau.Tak hanya itu, acara kesenian juga rutin digelar.
54
29.Tradisi Menganyam
Menganyam rotan merupakan tradisi masyarakat desa Sungai Tutung.
Anyaman tersebut menghasilkan Jangki dan Tikar Rumput. Tikar Rumput ini
tidak seperti yang ada dipasaran, namun alami dari tangan-tangan masyarakat Sungai
Tutung.Pada zaman dahulu, masyarakat Sungai Tutungkesusahan untuk
membawa hasil pertanian mereka karena belum ditemukannya media untuk membawa
hasil pertanian tersebut. Sehingga cara yang paling simple yaitu menggunakan Jangki
untuk membawa hasil pertanian mereka. Sedangkan Tikar Rumput itu digunakan untuk
mengeringkan hasil pertanian, misalnya padi.
Manfaat yang diperoleh dari menganyam Jangki dan Tikar Rumput banyak sekali,
salah satunya untuk membawa hasil-hasil pertanian, walaupun hasil pertanian yang
dibawa dalam jumlah yang banyak, dengan adanya Jangki ini akan memudahkan untuk
membawa hasil pertaniannya, bahkan bisa lebih dari 1 kaleng, 2 kaleng dan 4 kaleng.
Pembuatan Jangki dan Tikar Rumput cukup sederhana. Adapun bahan dan alat
yang digunakan untuk pembuatan Jangki adalah rotan, manau, pisau, peraut, parang
untuk menipiskan manau yang dibentuk sedemikian rupa, dan paku. Sedangkan Tikar
Rumput yang digunakan yaitu, arit, cat atau gincu untuk mewarnai pada tikar.
Namun sayangnya pembuatan Tikar Rumput dan Jangki ini tidak bertahan lama di
Sungai Tutung karena berbagai faktor. Pertama, bahan mentahnya yaitu rotan yang
sulit untuk ditemukan. Dan bahan utama pembuatanTikar Rumput yang berasal dari
sawah juga sudah tidak ada lagi ditemukan, karena sawah sudah dialih fungsikan
untuk menanam padi.
Dampak yang mungkin terjadi jika masyarakat Sungai Tutung meninggalkan
kebiasaan menganyam Tikar Rumput dan Jangki yaitu, masalah pariwisata, di Kerinci
55
yang paling terkenal adalah anyaman rotan yang menjadi ciri khas Kerinci, seperti
anyaman tikar, dan lain sebagainya. Dengan tidak adanya anyaman rotan ini ciri khas dari
Kabupaten Kerinci pun menghilang.
Jika saja masyarakat desa Sungai Tutung melestarikan kebiasaan menganyam
Tikar Rumput dan Jangki hingga saat ini, akan mengundang pariwisata ke Kerinci dan
melihat keaslian buah tangan dari Kerinci. Tetapi, jika tetap dilestarikan rotan-rotan yang
ada di Sungai Tutung yang biasanya untuk menyerap air hujan tidak adalagi karena sudah
diambil untuk menganyam, hingga bisa menyebabkan banjir.
(Jangki) (Tikar Rumput)
30. Tradisi Bajamba
Bajamba memang sudah sangat identik di Minangkabau, tradisi ini sudah ada
sejak lama dan masih dilestarikan sampai sekarang. Di tempat penulis tinggal, tradisi
Bajamba dilaksanakan pada dua kondisi, yakni :
1. Maulid Nabi
Di masyarakat, acara ini dilaksanakan di masjid atau mushalla yang tidak hanya
berupa pengajian seperti biasa (ceramah atau dakwah) tapi juga diiringi dengan makan-
makan. Acara makan-makan ini dilakukan oleh masyarakat sebagai peringatan serta
bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Pelaksanaan ini dilakukan dengan masyarakat yang membuat makanan serta nasi
bungkus yang makanan berupa lauk pauk disusun sedemikian rupa menyerupai
Piramida. Jamba itu kemudian diantar ke surau atau musajik yang
menyelenggarakannya, lalu para pemimpin agama disana sebelum hari makan-makan
tersebut yang mana malamnya melakukan dzikir dan doa-doa sampai besoknya atau
dihari makan itu tiba. Acara ini biasanya dilakukan setelah Ashar dan dihadiri oleh
56
masyarakat, sebelum memakan jamba tersebut terlebih dahulu perwakilan dari
pemimpin agama memimpin bacaan doa setelah itu baru diperbolehkan makan.
2. Memperingati acara kematian
Pada acaranya ini, biasanya yang membuat jamba adalah para menantu dan juga
bisan. Meski para besan tidak mengapa jika tidak, namun menantu itu diharuskan untuk
membuatnya. Tujuan utamanya adalah agar hubungan silaturahmi tetap terjalin
meskipun dari keluarga inti/orang tua pasangan telah meninggal dunia. Biasanya terjadi
pada acara peringatan 7 hari setelah meninggal.
Dalam acara ini menantu lebih khusus membawa jamba (sama dengan maulid
nabi) ke rumah keluarga pasangan yang meninggal, nantinya jamba itu diletakkan disaat
para pemimpin agama membaca doa-doa ataupun ditempat meja makan tempat tamu-
tamu yang datang.
source : https://images.app.goo.gl/zN6oVeecKbUpF5Qa8
31. Baburu Babi
Baburu babi adalah tradisi yang sampai sekarang masih dilakukan olah masyarakat
minangkabau. Pada masa dulu manfaat dari baburu babi adalah untuk membasmi hama
babi hutan yang sering merusak tanaman petani, tetapi sekarang baburu babi juga
dilakukan sebagai hobi masyarakat minangkabau. satu nagari yang melaksanakan Alek
baburu babi akan menyediakan lokasi tempat perburuan. Selanjutnya peserta berburu
babi akan mengisi setiap sisi dari lokasi tempat perbuaruan yang telah ditetapkan,
seperti sepanjang jalan, bukit, lurah, dan hutan. Kegiatannya dilakukan dari pagi hingga
sore hari. Para peserta membawa anjing dan jika perburuan sudah dimulai anjing akan
dilepas dari ikatannya untuk mencari keberadaan babi.
57
https://destinasian.co.id/patuh-di-rumah-jantan-di-hutan/
32. Pasambahan
Pasambahan berarti melakukan penyampaian kata-kata kepada pihak lain atau
bisa juga dilakukan secara satu arah saja tanpa dijawab dengan kata yang baik dan sopan.
Dan pasambahan ini dilakukan pada saat ada acara seperti acara kematian, pernikahan,
batagak penghulu, pendirian rumah gadang atau acara adat lainnya. Jika pada
persembahan pernikahan ada beberapa pembagiannya antara lain pasambahan
panarimoan baban, pasambahan.manduduakkan alek, pasambahan pangacok kopi, pidato
siriah, pasambahan balasan baban, dan pasambahan maurak selo saat di dalam rumah.
Saat melakukan pasambahan yang biasa melakukannya adalah sumando. Kemudian
bahasa yang digunakan saat pasambahan biasanya bahasa kiasan yang memang sudah
kebiasaan dalam melakukan pasambahan. Biasanya topic dari pasambahan ini tergantung
dari acara adat yang dilakukan atau dilaksanakan.
58
https://www.google.com/search?q=foto+pasambahan&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUK
EwjByO-L1NXvAhXUV30KHZbaDbwQ_AUoAnoECAIQBA&biw=1517&bih=730#imgrc=xCcbnq8505CiEM
59
Nama-Nama Penulis
1 Afifah indriani(20234059) 22 Lailatul Rahmi (20234083)
2 Aida saskia(20234023) 23 Marju gopinda(20234043)
3 AISYAH HUDAYU (20234061) 24 Marosa harahap(20234009)
4 Amelia fadila(20234063) 25 Mufti zevira(20234087)
5 Annisa Gita Cahyany (20234065) 26 Muhammad Ilham (20234011)
6 Ardian rahmadi (20234025) 27 Nadya Putri Irrisandi (20234045)
7 Arinda maulina(20234027) 28 Nurjumiati (20234047)
8 Aulia Khairunnisa (20234067) 29 Puti zahwa azzahra(20234097)
9 Azahra fermi putri(20234069) 30 Qurhatu aini husra(20234013)
10 BILQIS UMMU FADHILAH (20234071) 31 Ratih Destrina Ningsih (20234101
11 Dianal fajriati(20234029) 32 Rezi yang putri(20234049)
12 Dinda sri wahyu hardila(20234073) 33 Rifqoh zahirani(20234015)
13 Elsya afriliana(20234033) 34 Ririn azerty(20234051)
14 Fadhilah Asrianti (20234075) 35 Rizky ermansyah(20234053)
15 Faunesya (20234077) 36 Serlina Agustin (20234017)
16 Fauziah(20234005) 37 Siti Azahra Ayuningtiyas (20234055)
17 Gita syifa qalbina (20234039) 38 Siti azahra ayuningtiyas(20234098)
18 Hulia novrianti(20234007) 39 Syaila safanah(20234019)
19 Ilma Asyifa (20234081) 40 Tiara Putri (20234105)
20 Joni Yuliyanto (20234041) 41 Windi kartika(20234021)
21 Khairani.R(20234008) 42 Yona Triska (20234057)
60