LKPD IPA
Asam Basa
Desy Silvana, S.Hut
19781252006042024
SMP Negeri 5 PPU
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Penajam Paser Utara
Tahun 2021
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Asam, Basa, Garam
1. Pengantar
Bahan bacaan ini menjelaskan tentang konsep asam basa dan garam serta bagaimana kita
mengetahui sifat asam basa suatu bahan dengan cara yang lebih aman. Pada dasarnya setiap
orang mengetahui bahwa asam adalah bahan yang memiliki rasa masam, misalnya buah buahan
seperti jeruk, apel dan lemon. Atau beberapa bahan dapur yang paling kita kenal seperti cuka.
Namun di kalangan sains dan pelajar, mereka pun mengetahui bahwa asam dapat pula dijumpai
pada beberapa larutan seperti asam klorida dan asam sulfat.
Di kalangan masyarakat umum, sakit maag sering disebut asam lambung sebab adanya
kenaikan cairan asam klorida pada lambung yang menyebabkan sakit dan rasa perih. Lalu ada
pula yang menyebutkan hujan asam yang menyebabkan lapuknya kayu dan logam lebih cepat,
rusaknya bagian tanaman atau bahkan matinya tanaman pertanian. Peristiwa ini terjadi sebab
asap kendaraan yang mengandung gas karbon dioksida akan bereaksi dengan air membentuk
asam karbonat. Sedangkan asap pabrik yang mengeluarkan gas sulfur dioksida bereaksi dengan
air membentuk asam sulfat, dan gas nitrogen dioksida bereaksi dengan air menghasilkan asam
nitrat.
Gambar 5. Asap pabrik dan akibat hujan asam
(Sumber: http://www.pollutionissues.com/A-Bo/Air-Pollution.html,
http://environment.nationalgeographic.com/)
Dari semua hal tersebut dapat dipastikan bahwa masyarakat kita sudah tahu konsep asam
meskipun baru sebagian. Sebenarnya dalam kehidupan kita, ada bahan yang bersifat asam,
namun ada pula bahan yang bersifat kebalikannya yaitu basa. Atau bahkan ada bahan yang
sifatnya tidak seperti asam maupun basa. Bahan seperti ini kita kelompokkan ke dalam garam
yang sifatnya netral.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Namun tidak semua bahan dapat kita rasa menggunakan indera pengecap kita karena
tidak semuanya aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, untuk mengetahui sifatnya, asam basa
garam dibedakan berdasarkan nilai pH seperti yang terlihat pada trayek derajat keasaman berikut
ini:
Gambar 1. Nilai pH asam, basa dan garam
Dimana asam memiliki nilai pH <7 sedangkan basa pH >7 dan garam pH=7. Bahan bahan di
sekitar kita memiliki nilai derajat keasaman (pH) yang berbeda beda.
Tabel 1. pH beberapa bahan dalam kehidupan sehari-hari
Bahan Skala pH
Asam lambung 1,6-3,0
Minuman ringan 2,0-4,0
2,2-2,4
lemon 2,4-3,4
cuka 4,8-8,4
Urine manusia 6,3-6,6
Susu sapi 7,3-7,5
Darah manusia 7,6-8,0
Putih telur
2. Larutan Asam
Larutan asam memiliki sifat berasa masam, melepaskan ion H+ atau Ion H3O+ jika ion H+
diikat oleh molekul air. Asam bersifat korosif dan mudah bereaksi dengan logam.
Larutan asam dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan:
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
1. Jumlah ion H+ yang dilepaskan
A. Asam monoprotik, yaitu asam yang melepaskan satu ion H+ dalam pelarut air
Gambar 2. Asam monoprotik dalam kehidupan
B. Asam diprotik, yaitu asam yang melepaskan dua ion H+ dalam pelarut air
Gambar 3. Asam diprotik dalam kehidupan
C. Asam tripotik, yaitu asam yang melepaskan tiga ion H+ dalam pelarut air, misalnya:
Gambar 4. Asam tripotik dalam kehidupan
2. Rumus kimia
A. Asam non oksi yaitu asam yang tidak mengandung oksigen
Tabel 2. Asam non oksi dalam kehidupan
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
B. Asam oksi yaitu asam yang mengandung oksigen.
Tabel 3. Asam oksi dalam kehidupan
C) Asam organik yaitu asam oksi yang umumnya terdapat pada senyawa organik.
Tabel 4. Asam organik dalam kehidupan
3. Berdasarkan kekuatannya
A. Asam kuat yaitu asam yang derajat ionisasinya = 1 (mengalami ionisasi sempurna),
misalnya: HCl, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4, dan H2SO4.
B. Asam lemah yaitu asam yang derajat ionisasinya < 1 (mengalami ionisasi sebagian),
misalnya: HCOOH, CH3COOH, H2CO3, HCN, dan H2S.
Asam dapat dihasilkan dari reaksi antara senyawa oksida non logam dengan air.
Gambar 5. Reaksi pembentukan asam dari oksida non logam
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Dalam kehidupan sehari hari banyak kita temukan jenis asam yang terkandung di dalam
bahan makanan, bahan industri dan pertanian.
Tabel 5. Penggunaan asam dalam kehidupan sehari hari
Asam bersifat korosif. Jika terkena logam dan marmer akan menimbulkan reaksi. Oleh karena
itu, limbah pabrik yang mengandung asam sangat berbahaya jika dibuang ke sungai atau ke
laut karena menimbulkan korosi pada bangunan atau jembatan dan batu karang.
Gambar 6. Reaksi batu karang dengan asam
3. Larutan Basa
Menurut Arrhenius, jika basa dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi ionisasi membentuk
ion OH-. Basa berasa pahit dan terasa licin di kulit. Basa dapat menyebabkan panas, iritasi dan
rasa gatal pada kulit. Basa umumnya bersifat mudah menyerap air (Higroskopis), sehingga akan
cepat rusak jika disimpan dalam keadaan terbuka.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Larutan basa dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan:
1. Jumlah Ion yang dilepaskan
A. Basa monohidroksi yaitu basa yang melepaskan satu ion OH- dalam larutannya
Tabel 6. Basa monohidroksi dalam kehidupan
B. Basa polihidroksi yaitu basa yang melepaskan lebih dari satu ion OH- dalam
larutannya.
Tabel 7. Basa polihidroksi dalam kehidupan
2. Berdasarkan kekuatannya
A. Basa kuat yaitu basa yang derajat ionisasinya sama dengan 1 atau mengalami ionisasi
sempurna, misalnya: LiOH, NaOH, KOH.
B. Basa lemah yaitu basa yang derajat ionisasinya lebih kecil dari 1 atau mengalami
ionisasi sebagian seperti: Mg(OH)2, Al(OH)3, dan NH3(aq).
Basa dapat dihasilkan dari reaksi antara senyawa oksida logam dengan air.
Gambar 7. Reaksi oksida logam dan air yang menghasilkan basa
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Beberapa senyawa basa terdapat didalam berbagai produk yang digunakan sehari-hari.
Tabel 8. Senyawa basa dalam kehidupan sehari hari
4. Larutan Garam
Garam bersifat netral. Di laboratorium, garam dapur dapat dibuat dari reaksi antara asam dan
basa. Reaksi ini disebut penetralan atau reaksi netralisasi.
Reaksinya: HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
Asam klorida Natrium hidroksida Natrium klorida Air
Garam umumnya berbentuk kristal. Garam terbentuk dari penggantian ion hidrogen pada asam
oleh ion logam. Selain itu pembentukan kristal garam NaCl dapat diperoleh dengan
mencampurkan larutan jenuh natrium nitrat dengan larutan jenuh kalium klorida. Reaksi yang
terjadi sebagai berikut:
NaNO3(aq) + KCl(aq) NaCl(aq) + KNO3(l)
Beberapa jenis garam memiliki nama yang berbeda berdasarkan atom pembentuknya.
Tabel 9. Jenis garam dalam kehidupan
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Garam dapat dikelompokkan berdasarkan:
1. Sifat asam basa
Garam ada yang bersifat asam, basa, dan netral. Sifat asam basa suatu garam bergantung pada
jenis asam basa pembentuknya.
Tabel 10. Contoh garam asam, basa dan netral yang ada dalam kehidupan
2. Kelarutannya
Berdasarkan kelarutannya, garam ada yang mudah larut dan sukar larut dalam air.
Tabel 11. Contoh garam berdasarkan kelarutannya
Dalam kehidupan sehari hari, garam yang paling dikenal adalah natrium klorida (NaCl)
atau Garam dapur yang terkandung di dalam air laut dengan jumlah yang cukup banyak.
Garam dapur dapat diperoleh dengan menguapkan air laut. Namun di beberapa tempat, garam
dapur dapat juga ditambang dari bumi. Untuk memurnikannya dilakukan proses pemisahan
campuran.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Beberapa senyawa garam juga banyak digunakan di bidang pertanian, kedokteran,
farmasi dan lain sebagainya sebab fungsinya yang baik.
Tabel 12. Kegunaan beberapa garam dalam kehidupan sehari-hari
Penambahan larutan asam ke dalam larutan basa akan menghasilkan larutan yang netral
jika jumlah ion H+ dari asam sama dengan jumlah ion OH- dari basa. Reaksi penetralan ini banyak
diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Di bidang pertanian, tanah biasanya bersifat asam,
sehingga banyak tumbuhan yang tidak dapat tumbuh baik. Untuk menetralisir asam, petani
biasanya menaburkan kapur.
Di bidang kesehatan, darah manusia mempunyai nilai pH sekitar 7,3 yang berarti sedikit
basa. Oleh karena itu, penyuntikan obat-obatan melalui infus harus berisi cairan dengan pH yang
hampir sama. Perubahan pH pada darah seseorang dapat mengakibatkan kematian. Cairan dalam
lambung manusia memiliki nilai pH sekitar 2 yang sifatnya asam. Jika terlalu asam akan
menyebabkan gangguan pencernaan makanan. Cara menetralisir kelebihan asam tersebut dengan
meminum obat antacid yang mengandung magnesium hidroksida, aluminium hidroksida,
magnesium karbonat, dan natrium bikarbonat.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
5. Indikator Asam Basa
Sifat asam, basa, dan garam dapat diidentifikasi dengan menggunakan indikator. Indikator
asam basa adalah zat yang dapat berubah warna dalam keadaan asam atau basa. Indikator asam
basa ada yang berupa indikator buatan dan indikator alam.
A. Indikator Buatan
Berikut ini beberapa indikator buatan yang dapat digunakan untuk menguji sifat asam basa suatu
bahan.
1) pH meter
Alat ini dapat langsung memberikan nilai pH dalam bentuk angka setelah bagian pendeteksinya
dicelupkan pada larutan.
Gambar 8. pH meter
2) Kertas Lakmus
Kertas lakmus terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru.
Gambar 9. Lakmus merah dan lakmus biru
Berikut ini adalah perubahan warna kertas lakmus merah dan biru di asam, basa dan garam.
Tabel 13. Perubahan warna kertas lakmus
Kertas Lakmus Asam Basa Garam
Lakmus Merah Merah Biru Merah
Lakmus Biru Merah Biru Biru
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
3) Kertas pH Universal
Kertas indikator ini berwarna kuning. Namun akan memberikan warna yang berbeda jika
dicelupkan ke dalam larutan asam, basa dan garam. Warna yang terlihat dapat kita samakan
dengan trayek perubahan warna yang ada sehingga kita dapat mengetahui nilai pH larutan
tersebut.
Gambar 10. Kertas pH universal, trayek perubahan warna dan nilai derajat keasamannya
4) Indikator Universal Cair
Cara penggunaannya indikator ini dengan meneteskannya kedalam sampel yang akan diuji,
selanjutnya perubahan warna yang ditimbulkan dibandingkan terhadap pita warna indikator
universal cair. Setiap indikator cair ini memiliki trayek pH tertentu.
Tabel 14. Trayek pH beberapa indikator universal cair dan perubahan warnanya
B. Indikator Alam
Indikator alam merupakan bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan yang
sifatnya berbeda, asam, basa atau netral. Indikator alam yang biasa digunakan untuk pengujian
asam basa adalah bunga-bungaan, umbi, kulit buah dan daun yang memiliki pigmen warna.
Untuk memperoleh indikator alam ini sangat sederhana. Caranya dengan menumbuk satu macam
kelopak bunga/umbi/kulit buah/daun yang berwarna sampai halus. Lalu tambahkan ± 5 mL
alkohol, aduk campuran tersebut lalu diamkan sebentar agar ekstrak warna larut. Kemudian
pisahkan larutan ekstrak yang akan digunakan sebagai indikator.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Sumber : doc. PPPPTK IPA
Gambar 11. Cara membuat indikator alam
Untuk melihat perubahan warna indikator tersebut siapkan tiga larutan yang bersifat
asam, basa dan netral; misalnya asam klorida (HCl), larutan basa NaOH dan larutan garam NaCl
yang bersifat netral. Teteskan larutan indikator yang dibuat, amati warna indikator pada larutan
tersebut.
Tabel 15. Contoh indikator alam dan perubahan warnanya
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Lembar Kerja 1
A. Kompetensi Dasar
4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan
perubahan kimia, atau pemisahan campuran
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Siswa mampu melakukan penyelidikan asam, basa, dan garam menggunakan indikator
buatan
C. Tujuan Pembelajaran
Siswa mengetahui sifat asam basa dalam produk sehari hari dengan menggunakan kertas lakmus
D. Alat dan Bahan
1. Gunting/Cutter/Pisau
2. Plat tetes (Dapat diganti dengan wadah cat air atau beberapa sendok plastik yang
berwarna putih)
3. Squades/air mineral
4. Larutan garam, Larutan cuka dan larutan kapur
5. Bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari (air jeruk lemon, air sabun, obat
maag, minyak goreng, garam dapur, kapur barus, gula putih, youghurt, soda kue, sirup,
air kapur sirih, aspirin, air kelapa, obat nyamuk)
E. Langkah Kerja
1) Pengujian sifat Larutan Asam, basa, garam menggunakan kertas
lakmus
1. Siapkan potongan-potongan kecil kertas lakmus merah dan lakmus
biru pada plat tetes.
2. Teteskan 2 tetes larutan cuka dapur kepada lakmus merah dan
lakmus biru, amati perubahan yang terjadi.
3. Ulangi percobaan dengan meneteskan air kapur sirih dan larutan garam dapur
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
kepada lakmus merah dan lakmus biru yang lain. Amati lagi perubahan yang
terjadi. Catat pada tabel pengamatan!
Tabel Pengamatan
Warna Warna Lakmus setelah Ditetesi Larutan
Lakmus
Lakmus Mula-Mula Cuka dapur Air Kapur Garam Dapur
Sirih
Lakmus merah
Lakmus biru
Pertanyaan:
1. Bagaimana perubahan warna lakmus merah dan lakmus biru di dalam larutan cuka dapur?
Jawab:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Bagaimana perubahan warna lakmus merah dan lakmus biru di dalam larutan air kapur
sirih?
Jawab:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Bagaimana perubahan warna lakmus merah dan lakmus biru di dalam larutan garam
dapur?
Jawab:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
4. Buatlah kesimpulan tentang sifat larutan asam, basa dan garam dari percobaan ini!
Jawab:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Apa kegunaan dari kertas lakmus?
Jawab:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2) Pengujian Sifat Asam Basa Berbagai Bahan Kehidupan Sehari-hari
Menggunakan Kertas Lakmus
1. Siapkan potongan-potongan kecil kertas lakmus merah dan lakmus biru pada plat tetes.
2. Siapkan bahan yang akan diuji pada 2 buah lubang plat tetes.
3. Tempatkan potongan-potongan kecil kertas lakmus merah dan lakmus biru pada
bahan yang akan di uji.
4. Tulis hasil pengamatan pada Tabel Pengamatan.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Tabel Pengamatan Uji Bahan dalam Kehidupan Sehari-hari dengan Menggunakan
lakmus merah dan biru
Nama zat/bahan kimia yang Warna lakmus
ada dalam kehidupan
sehari-hari Merah Biru Sifat Larutan
(Asam/Basa/Netral)
1. Air jeruk limau kuit
2. larutan sabun
3. Kapur barus
4. Larutan gula
5. Air kapur sirih
6. Larutan garam
7. Minyak goreng
8. Sirup
9. Baking Soda
10. Obat maag
11. Obat nyamuk bakar
Pertanyaan
1. Berdasarkan data hasil pengamatan, bahan apa saja yang bersifat asam, basa atau
netral!
Jawab:
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
2. Kesimpulan apa yang dapat Anda uraikan mengenai sifat asam, basa, dan netral
pada bahan yang digunakan senari-hari?
Jawab:
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Lembar Kerja 2
A. Kompetensi Dasar
4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan
perubahan kimia, atau pemisahan campuran
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Siswa mampu membuat indikator alami asam basa
C.Tujuan Pembelajaran
Siswa mengetahui sifat asam basa dalam produk sehari hari dengan menggunakan indikator alami
D. Alat dan Bahan
1. Gunting/Cutter/Pisau
2. Plat tetes (Dapat diganti dengan wadah cat air atau beberapa sendok plastik yang
berwarna putih)
3. Pensil warna/crayon/cat air
4. Squades/air mineral
5. Alkohol
6. Larutan garam, Larutan cuka dan larutan kapur
7. Pilihlah minimal 7 jenis bahan berikut yang mewakili warnanya
• Umbi kunyit, ubi ungu
• Bunga mawar, bunga kertas, bunga kencana ungu bunga sepatu, bunga soka,
bunga telang, bunga mihong, bunga pacar air, bunga bougenville, bunga
alamanda, bunga asoka, bunga geranium, bunga adam hawa, bunga harendong,
bunga tapak dara, bunga kenikir, bunga pukul 10, bunga anggrek, bunga anting,
bunga kamboja
• Kol Ungu
• Daun hanjuang, daun bayam merah
• Kayu secang
• Kulit buah naga, kulit buah manggis
• Buah beet
E. Langkah Kerja
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
A. Pembuatan Indikator Alami
1. Tumbuk satu macam bahan seperti kelopak bunga/daun/umbi sampai halus.
Tambahkan ± 5 mL alkohol.
2. Aduk campuran, diamkan sebentar kemudian pisahkan larutan ekstrak bahannya
yang akan digunakan sebagai indikator.
3. Buatlah indikator yang lain dengan cara yang sama.
4. Berilah nama pada setiap wadah ekstrak bahan agar tidak tertukar
5. Amati warna masing-masing ekstrak bunga, kemudian catat pada tabel pengamatan
dengan menggunakan pensil warna yang sesuai.
B. Pengujian indikator alam dengan air,larutan asam dan basa.
1. Siapkan larutan cuka (asam), air kapur (basa) dan larutan garam (garam) dalam plat
tetes/tempat cat air/sendok plastik putih
2. Tambahkan masing-masing 2 tetes ekstrak indikator alami, aduk dan amati
perubahan warnanya.
3. Amati perubahan warna indikator pada masing- masing larutan asam, basa, dan
garam.
4. Catat pada tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna/crayon yang sesuai.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Tabel/hasil pengamatan.
Tabel Hasil pengujian Larutan Asam, Basa, dan Garam dengan Menggunakan
Indikator Alami.
Bahan Warna Perubahan Warna Indikator Alam
Indikator Indikator
Asam Basa Garam
(Cuka) (Air Kapur ) (NaCl)
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Pertanyaan
1. Bagaimana kecenderungan perubahan warna dari bunga yang berwarna sama didalam asam dan
basa?
Jawab:
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
2. Bagaimana kecenderungan perubahan warna dari daun yang berwarna sama didalam asam
dan basa?
Jawab:
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
3. Tentukan indikator alami apa yang paling baik untuk menguji sifat larutan asam dan basa,
jelaskan!
Jawab:
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
C. Membuat Kertas Indikator Alami Asam Basa
Indikator alami yang sudah di ekstrak dapat dibuat dalam bentuk kertas indikator.
Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan kertas saring berupa persegi panjang dengan ukuran 2 x 5 cm.
2. Siapkan ekstrak tumbuhan yang paling baik untuk dijadikan indikator alami asam basa
berdasarkan hasil pengamatan pada bagian B. Pengujian indikator alam dengan air,
larutan asam dan basa
3. Celupkan kertas saring kedalam ektrak tumbuhan tersebut.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
4. Keringkan kertas saring yang sudah dicelupkan ke dalam ekstrak tumbuhan dengan
menggunakan haidryer/diangin anginkan saja didekat kipas angin.
5. Kertas saring yang mengandung ekstrak tumbuhan siap digunakan untuk menguji larutan
yang bersifat asam maupun basa.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Latihan Soal
1. Perhatikan nama produk dan kandungan senyawa pada tabel berikut ini!
Pasangan produk dan senyawa yang bersifat asam
ditunjukkan oleh nomor....
A. 2, 3, 7 dan 9
B. 3, 6, 7 dan 8
C. 1, 6, 8 dan 10
D. 3, 6, 7 dan 10
2. Untuk menentukan sifat larutan asam basa dapat digunakan indikator universal yang
memberikan perubahan warna seperti pada gambar berikut ini!
Jika larutan soda api berlebih dicampur dengan larutan cuka dapur yang mengandung
indikator universal di dalamnya, maka akan terjadi perubahan warna, yaitu....
A. Larutan menjadi merah
B. Larutan berubah dari merah menjadi hijau kemudian biru
C. Larutan berubah dari biru menjadi hijau kemudia merah
D. Larutan berubah dari hijau ke merah
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
3. Perhatikan tabel berikut ini!
Bahan indikator alami yang tepat untuk menguji larutan asam basa adalah....
A. Daun pisang
B. Daun pandan
C. Kunyit
D. Kembang sepatu
4. Ekstrak bunga mawar akan memberikan warna merah pada larutan HCl. Larutan berikut
yang akan memberikan warna sama jika diberi ekstrak bunga mawar adalah....
A. Garam inggris
B. Soda api
C. Pemutih
D. Plester
5. Larutan cuka dapur memiliki kisaran pH 2 – 3. Bila diuji dengan menggunakan indikator
alami kol ungu, maka warna yang terjadi adalah....
A. Biru
B. Merah
C. Hijau
D. Kuning
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
6. Ketika sakit Maag Mira kambuh, dia diberi obat maag oleh dokter untuk menetralisir asam
lambungnya. Jika obat tersebut diuji dengan lakmus merah dan biru, maka akan
memperlihatkan warna....
A. Lakmus merah menjadi biru sedangkan lakmus biru tetap biru
B. Lakmus merah dan biru tidak berubah warna
C. Lakmus merah menjadi biru sedangkan lakmus biru menjadi merah
D. Lakmus merah tetap merah sedangkan lakmus biru menjadi merah
7. Perhatikan tabel berikut ini!
Pasangan produk dan senyawa yang bersifat basa adalah....
A. 4, 5, 8 dan 9
B. 1, 5, 9 dan 10
C. 2, 4, 7 dan 10
D. 1, 4, 7 dan 9
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
8. Jenis tumbuhan berikut yang dapat dijadikan indikator alami adalah, kecuali....
A. Bunga sepatu
B. Bunga mawar
C. Kunyit
D. Bunga pepaya
9. Jenis tumbuhan berikut ini yang dapat dijadikan indikator alami asam basa adalah,
kecuali....
A. Kangkung
B. Ubi ungu
C. Kol ungu
D. Kunyit
10. Sekelompok siswa akan menguji sifat larutan asam basa dengan menggunakan indikator
alami. Mereka membuat indikator alami dengan bahan dan ekstrak warna sebagai berikut:
Bahan ekstrak alami yang seharusnya tidak mereka pilih sebagai indikator alami adalah....
A. Bunga soka dan kulit buah naga
B. Kol ungu dan kulit buah naga
C. Daun pandan dan tomat
D. Bunga soka dan kol ungu
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden & Fessenden.1987. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga. Hart dan Suminar. 1983. Kimia
Organik. Jakarta: Erlangga.
Arief Sidharta, Dadan Muslih, 1993. Perancangan, Pembuatan, dan Pendayagunaan Alat
Peraga Praktik (APP) IPA SMP Sederhana, Jakarta: Direktorat Sarana Pendidikan
Lee Eet Fong.1996. Science Chemistry, Exel in O-Level. Singapore. EPB Publisher
Lewis, Michael and Guy Waller. 1997. Thinking Chemistry. London: Great Britain Oxford
University Press.
Michael and Guy. 1997. Thinking Chemistry. GCSE Edition Great Britain, Oxford, Scotprint Ltd.
Parlan dan Wahjudi. 2003. Kimia Organik I. Malang: Universitas Negeri Malang. Ryan, Lawrie.
2001. Chemistry For You. London: Nelson Thornes.
Chang, Raymond. 2006. General Chemistry, Fourth Edition. New York:The McGraw–Hill
Companies.
Chang Raymond.2008. General Chemistry :The EssensialConcepts.
FourthEdition, New York : Mc Graw- Hill
Brown, Theodore L..,LeMay, Eugene., Bursten, Bruce E., Murphy, Catherine, J. 2009.
CHEMISTRY, The Central Science. EleventhEdition, USA :PearsonEducation, Inc, Inc.
Sunarya, Yayan.,Setiabudi, Agus. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untukkelas X
SekolahMenengahAtas/Madrasah Aliyah. Edisi BSE. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Yayan sunarya dan Agus S, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Untuk kelas XI SMA/MA.
Jakarta: Puskurbuk Depdiknas.
Devi, Poppy, K., SitiKalsum., dkk. 2009.Kimia 3, Kelas X SMA dan MA. Bandung: PT Remaja
Rosdakaryal.
Chua S. 2000.Chemistry MCQ with HELPS, GCE ‘A’LEVEL. Singapore. Redspot Davis, Peck, et
all. 2010. The Foundation of Chemistry. USA: Brooks/Cole Cengage Learning.
Silberberg. 2010. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change.
New York: Mc Graw Hill Companies. Inc.
Sumarni Setiasih . 2020. Sifat Larutan Asam Basa Garam. Bandung: PPPPTK IPA.
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa
Kita seperti yang kita
pikirkan.
Jika kita pikir kita bisa,
maka kita pasti bisa.
Oleh karena itu,
berpikirlah positif terhadap
diri sendiri dulu agar
hasilnya pun akan
berdampak baik bagi kita.
Semangat anak hebat!!!
Desy Silvana, S.Hut/LKPD Asam Basa