Nama : Revalina Putri.
Kelas : X Multimedia.
No. Absen : 30.
Legenda Asal Mula Nama
Kota Bandung
SMK N 1 BATANG
Alkisah pada zaman dahulu kala di tanah pasundan, di pinggiran sungai Citarum hidup lah seorang kakek tua yang
terkenal karena memiliki ilmu sakti mandraguna. Disana Ia tinggal bersama anak perempuannya yang cantik jelita,
Sekar.
Selain Sekar, Empu Wisesa memiliki 2 orang murid Jaka dan Wira, Ia menemukan mereka ketika masih bayi di
sebuah desa yang hancur berantakan karena letusan gunung tangkuban perahu yang hingga saat itu lahar nya
masih sering membahayakan area sekitarnya. Ke dua bayi itu kemudian dibawa pulang, dirawat dan diajarkan
ilmu oleh Empu Wisesa.
Walaupun memiliki guru yang sama, Jaka dan Wira memiliki perangai yang berbeda. Jaka berparas tampan, Ia
senang bermain dan pandai bercakap, walaupun pintar namun karena sifat nya yang menggampangkan sesuatu ia
jauh ketinggalan dari Wira yang rajin mencari ilmu dan hakikat hidup.
Sifat yang berbeda tersebut tidak membuat mereka berdua berjauhan, mereka seperti dua orang saudara yang
saling tolong dan berbagi rahasia. Namun ada satu hal yang tak mereka ungkapkan satu sama lain, yaitu tentang
perasaan mereka terhadap Sekar, putri guru mereka.
Jaka terlebih dahulu menyampaikan maksud hati untuk melamar Sekar kepada Empu Wisesa, karena pandai
mengambil hati guru nya, Empu Wisesa tanpa meminta persetujuan anaknya langsung menyetujui lamaran Jaka.
Ia berfikir Sekar pasti juga menyukai Jaka yang rupawan dan pandai bergaul.
Keesokan hari nya Empu Wisesa
memanggil Sekar dan kemudian
menyampaikan keinginannya
untuk menikahkan nya dengan
Jaka. Sekar adalah anak yang baik
dan berbakti pada orang tua
namun baru sekali inilah Sekar
membantah orang tuanya, ia
menolak keinginan Empu Wisesa,
ia mengatakan bahwa Ia
mencintai Wira dan hanya mau
menikah dengan Wira.
Hal itu membuat Empu Wisesa
gundah, sebelumnya Ia sudah
menjanjikannya pada Jaka. Agar
adil ia kemudian membuat
sayembara.
PAGE 2
“Baiklah, aku hanya akan menikahkan
Sekar dengan orang yang bisa
memadamkan lahar panas Tangkuban
Perahu.” kata Empu Wisesa.
Jaka merasa itu adalah hal yang
mustahil, tidak mungkin memadamkan
lahar panas yang telah ada sejak
berabad-abad yang lalu. Namun
didepan Empu Wisesa dia menyanggupi
nya dan mengaku ingin mengembara
mencari ilmu untuk memadamkan
lahar. Ia hanya berfoya-foya dan
bahkan bermain wanita.
Sementara itu Wira, berfikir keras
mencari tahu bagaimana cara
memenangkan sayembara itu. Dengan
tekun setiap hari ia mengitari cekungan
luas yang terbentuk oleh lahar panas
tersebut, dia tahu hanya air yang bisa
mengalahkan api, tapi dari mana dia
bisa mendapatkan air sebanyak itu.
Setahun berlalu namun Ia belum juga
menemukan caranya hingga suatu hari
dia melihat berang-berang yang sedang
membuat bendungan dari ranting-
ranting pohon.
“Wah, bagaimana kalau aku membendung sungai Citarum sehingga air
nya bisa memadamkan lahar panas” pikir nya dalam hati.
Dengan penuh perhitungan Wira mulai melaksanakan ide nya itu,
mula-mula Ia mengungsikan manusia dan hewan-hewan yang ada di
cekungan lahar tersebut agar tidak tenggelam oleh air. Kemudian
berbekal kesaktian dari Empu Wisesa, Ia meruntuhkan sebuah bukit
dengan tangan nya, sehingga tanah dan batuan membendung air
sungai. Lama-kelamaan air mulai menggenang, lahar panas menjadi
dingin dan cekungan itu berubah menjadi danau yang luas, orang-
orang menyebut daerah itu “Danau Bandung”.
PAGE 3
Setelah berhasil melewati ujian yang di berikan oleh Mpu
Wisesa, ia pun kemudian pulang dan melamar Sekar. Mpu
Wisesa sangat senang, murid nya terbukti sangat mencintai anak
semata wayang nya, dan mencegah bencana yang bisa muncul
akibat lahar panas itu.
Tak lama kemudian mereka pun mengadakan pesta pernikahan
yang meriah, dihadiri oleh semua penduduk disekitarnya. Jaka
tidak ada kabar beritanya lagi.
Setelah bertahun-tahun Wira & Sekar dikaruniai banyak anak
dan cucu, sementara itu bendungan yang dibuat Wira mulai
runtuh akibat debit air yang tinggi. Lama-lama air di danau itu
mulai mengering, tanah nya menjadi subur dan gembur. Akhir
nya mereka pun berpindah kesana, tak lupa mengajak penduduk
sekitar.
Lama kelamaan daerah itu menjadi ramai ditinggali dan
didatangi pengembara, karena danau nya sudah tidak lagi ada,
mereka menyebut nya Bandung. Menurut mitos nya penduduk
asli kota Bandung berasal dari keturunan Wira dan Sekar.
Begitulah Legenda fiktif Asal Mula Nama Kota Bandung, yang
berasal dari kata “bendung” atau “bendungan” yang dibuat oleh
Wira untuk memadamkan lahar panas Tangkuban Perahu.
Menurut sejarah bendungan (Danau Bandung) itu seluas daerah
antara Padalarang hingga Cicalengka (± 30 km) dan daerah
antara Gunung Tangkuban Parahu hingga Soreang (± 50 km)
PAGE 4
TERIMA KASIH
PAGE 5