JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini kita melakukan pertemuan melalui google meet. Saya di acc pada jam 7.44
karena bu Puspa harus mengabsen satu satu murid yang hadir. Setelah itu bu
Puspa meminta kita untuk mereview pelajaran pertemuan sebelumnya. Maka dari
itu bu Puspa meminta Adi wahyu, Mirna, Onov, Najwa, Gavriel, Nabil, dan Abiyyu.
Setelah itu Bu Puspa menjelaskan hal hal mengenai praktikum yang akan kita
lakukan. Yang pertama bu Puspa menjelaskan tentang alat dan juga bahan lalu
yang kedua bu Puspa menjelaskan mekanisme cara kerja praktikum itu. Saya
harap keadaan bisa cepat membaik dan kita bisa ke sekolah dan melakukan
praktikum secara langsung kedepannya.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini adalah pertemuan ke 6 biologi. Pada pertemuan kali ini, bu Puspa
meminta Faradiba dari kelas XI IPA 2 untuk membacakan hasil laporannya.
Setelah membacakan keseluruhan dari laporannya, bu Puspa membuka sesi tanya
jawab. Kelas XI IPA 1 wajib memberikan pertanyaan dan akan di jawab oleh XI IPA
2 dan juga Faraiba sendiri. Pada sesi tanya jawab ini, banyak sekali pertanyaan
yang di tanyakan oleh kelas XI IPA 1 dan juga di tanggapi dengan baik oleh kelas XI
IPA 2. Lalu, bu Puspa juga banyak membantu menjelaskan pertanyaan pertanyaan
yang belum jelas.
BAB VII SISTEM PERNAPASAN
A. TUGAS TUGAS
ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA YANG
DISEBABKAN OLEH KEBAKARAN HUTAN TERHADAP
TUBUH MANUSIA
DIBUAT OLEH : Cleonny Felicia XI IPA 1
Judul LEMBAR PENGESAHAN
Nama
NIK : Pengaruh asap pembakaran hutan liar terhdap tubuh manusia
Kelas : Cleonny felicia
: 19775
: XI IPA 1
Mengetahui, Balikpapan, 9 Februari 2021
Guru mata pelajaran Biologi
Siswa,
Puspani Bandrang Cleonny felicia roseline
NIP. 19731010 200012 2 003 NIK : 19775
1. Judul
Pengaruh pembakaran hutan secara liar terhadap tubuh manusia
2. Tujuan
Analisis ini di lakukan bertujuan untuk mengetahui macam macam dampak
pembakaran hutan secara liar terhadap kelainan struktur dan fungsi organ
pernafasan manusia
3. Hasil analisis
a. Peritiwa pencemaran
Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kehadiran satu atau lebih
substansi kimia, fisik atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang
membahayakan. Berbahaya kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan,
mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Polusi
udara merupakan salah satu jenis dari pencemaran lingkungan hidup
selain pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran suara. Salah satu
contohnya adalah kebakaran hutan
b. Penyebab pencemaran
Kebakaran hutan ialah terbakarnya sesuatu yang menimbulkan bahaya
atau mendatangkan bencana. Kebakaran dapat terjadi karena pembakaran
yang tidak dikendalikan, karena proses spontan alami, atau karena
kesengajaan. Proses alami sebagai contohnya kilat yang menyambar
pohon atau bangunan, letusan gunung api yang menebarkan bongkahan
bara api, dan gesekan antara ranting tumbuhan kering yang mengandung
minyak karena goyangan angin yang menimbulkan panas atau percikan
api. Kebakaran yang terjadinya akibat kesengajaan manusia dikarenakan
oleh beberapa kegiatan, seperti kegiatan ladang, perkebunan (PIR), Hutan
Tanaman Industri (HTI), penyiapan lahan untuk ternak sapi, dan
sebagainya
c. Akibat pencemaran
Paparan polusi udara yang berlebih dapat berdampak buruk terhadap
kesehatan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, polusi udara
merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang memberi dampak
signifikan pada kesehatan manusia. Dengan mengurangi tingkat polusi
udara, sebuah negara dapat mengurangi risiko penyakit stroke, jantung,
kanker paru-paru, serta masalah pernapasan akut maupun kronis seperti
asma dan PPOK, di antara penduduknya. Seperti asap dari kebakaran
hutan yang menghasilkan berbagai macam zat berbahaya bagi sistem
pernafasan seperti karbon monoksida yang menyebabkan pusing, sakit
kepala, mual dan muntah. Ngerinya, jika kadar karbon monoksida sangat
tinggi, bisa menyebabkan seseorang pingsan bahkan meninggal.
Kelompok orang yang paling berisiko adalah bayi, orang tua (manula),
orang dengan penyakit jantung kronis dan anemia. lalu ada metana yang
menyebabkan detak jantung berdetak lebih cepat, pernapasan jadi cepat,
kelelahan dan menyebabkan gangguan emosi. Bila oksigen yang tersedia
semakin sedikit, kita akan mual, muntah, kolaps, kejang, koma bahkan
bisa menimbulkan kematian. Dan maish banyak zat lainnya seperti
Aldehida, Sulfur dioksida, Nitrogen oksida, Benzena, dan Toluena
d. Refleksi
Kebakaran hutan merupakan salah satu pencemaran udara yang sudah
banyak sekali di dunia terutama Indonesia. Setiap tahun, di Indonesia
pasti ada terjadi kebakarn hutan. Maka dari itu, setiap tahun banyak lahan
lahan yang berkurang.
e. Tindak lanjut
Maka itu, kita sebagai para pelajar bisa membantu untuk meminimalisir
adanay kebakaran hutan dengan cara tidak membakar samaph di lahan
atau di hutan. Ini juga merupakan salah satu hal penting karena banyak
kasus kebakaran hutan yang di sebabkan oleh pembakaran sampah secara
ilegal.
4. Daftar pustaka
https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-
dampak-solusi/
http://repository.uin-suska.ac.id/2594/3/BAB%20II.pdf
https://lifestyle.bisnis.com/read/20140314/220/210887/8-dampak-asap-
kebakaran-terhadap-kesehatan
https://www.alodokter.com/lindungi-paru-paru-anda-dari-polusi-udara
https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/zat-beracun-
yang-terkandung-dalam-asap-hasil-kebakaran-hutan/7
B. JURNAL BELAJAR
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini adalah pertemuan biologi bab 7 yang pertama. Pelajaran kali ini di mulai
pukul 8.00 dan di awali dengan bu Puspa memberikan pertanyaan kepada Bintang
dan Gizela. Pada pertemuan ini kami hanya memiliki waktu 30 menit sehingga kita
hanya membahas 9 fungsi pernafasan di power point yang di buka oleh Luqman.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini adalah pelajaran biologi bab 7 yang kedua. Hari ini kita melanjutkan
pembelajaran dari fungsi pernafasan hingga sekarang kami sudah membahas
macam macam alat pernafasan dan fungsinya, mekanisme pernafasan,
pengendalian dan kecepatan pernafasan lalu juga kita membahas transpor O2 dan
CO2 namun secara lengkapnya masih belum di bahas dan akan di lanjut
pertemuan berikutnya.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini merupakan pembelajarab biologi bab 7 yang ke tiga. pada pertemuan kali
ini kami membahas transpor pertukaran gas yang sudah di bahas sedikit di
pertemuan sebelumnya. lalu, setelah itu kita membahas tentang volume dan
kapasitas paru paru. pada pembahasan ini kami bergantian untuk membacakan
macam macam volumenya. setelah itu kita lanjut ke bagian rokok. dan juga kita
banyak di berikan informasi baru oleh bu puspa mengenai bahaya rokok.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan biologi ke 4 di bab ini. di pertemuaan ke 4 ini kita
memulai meet pada jam 8 dan pada jam 7.30 sebelumnya bu Puspa memberikan
kita tugas untuk membuat analisis tentang pencemaran udara dan juga di buat
videonya. lalu, bu puspa membuka meet dan disitu menjadi kesempatan bagi kita
untuk bertanya tentang hal yang belum kita pahami.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini pelajaran biologi bab 7 pertemuan ke 5. tapi pada hari ini jaringan agak
kurang tsabil makanya kita tidak dapat memanfaatkan jam belajar hari ini dengan
maksimal. hari ini hanya bagas yang bisa memutarkan video presentasinya. dan
juga mic bu Puspa ada sedikit masalah makanya tidak bisa di gunakan. Oleh
karena itu hasil analisis akan di sampaikan minggu depan
BAB VIII SISTEM EKSRESI
A. TUGAS TUGAS
PORTOFOLIO SISTEM EKSKRESI MANUSIA
DIBUAT OLEH :
Nama : Cleonny felicia roseline
Kelas : XI IPA 1
Guru mapel : Puspani Bandrang, M.Pd
SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Sistem ekskresi manusia memiliki berbagai macam orgam contohnya ginjal, hati, paru-paru, dan
kulit
Macam – macam fungsi ekskresi :
- menurunkan kadar zat produk merabolisme dalam tubuh agar tidak menyebabkan
akumulasi
- melindungsi sel sel rubuh dari zat yang bersifat racun
- menjaga keseimbangan cairan tubuh
- membantu mempertahankan suhu tubuh
1. Ginjal
Ginjal : berbentuk seperti kacang merah keunguan, berat dan besarnya bervariasi
sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan ada tidaknya pada sisi lain.
Ukuran ginjal : orang dewasa panjang 11,5 cm ; lebar 6 cm ; tebal 2,5 - 3,5 cm ;
berat ginjal laki kali 125 – 175 gram sedangkan wanita 115 – 155 gram
Fungsi ginjal:
- Pengeluaran zat sisa organik contohnya urea, asam urat, kreatinn, amonia, dan
Penguraian hemoglobin dan hormon
- Pengeluaran zat racun seperti obat-obatan, zat kimia asing,
- Mengatur keseimbangan asam basa
- Menjaga tekanan darah
- Mengatur proses produksi sel sel darah merah di dalam sumsum tulang
- Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah
- Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif
Struktur ginjal :
- Lobus ginjal, bagian penyusun ginjal
- Hilus (hilum), tempat keluat masuk pembuluh darah dan keluarnya ureter
- Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus
- Parenkim ginjal, jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal. jaringan
ini terbagi jadi 2 yaiu korteks dan medula. Korteks, tersusun daru nefron.
Nefron adalah unit struktural dan fungsional terkecil yang membentuk urin.
Nefton tersusun atas 2 komponen, yaitu komponen vaskuler dan komponen
tubuler.
Medula, terdiri atas 15-16 massa triangular (tiga sisi) yang di sebut piramida
ginjal yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis.Sistem
tubulus pada medula meliputi lengkung henle (ansa henle) desenden dan
ansenden, duktus kolektivus, dan duktus papilaris Bellini. Ujung dari setiap
piramida disebut papila ginjal, yang permukaannya seperti saringan.
- Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas)
ureter. Ujung ini bercabang menjadi 2 atau 3 kaliks major. setiap kaliks major
bercabang lagi menjadi 8-18 kaliks minor yang langsung meutupi papila
ginjal.
Proses pembentukan urin
- Filtrasi glomerulus, proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler
glomerulus dalam kapsul bowman. Cairan yang di filtrasi akan melewati
membran glomerulus yang mampu menahan sel darah dan protein plasma,
serta melewatkan air dan molekul berukuran kecil. Hasil filtrat glomerulus
(urin primer) menganfung air dan zar terlarut tanpa protein plasma dan elemen
seluler
- Reabsorpsi, proses penyerapan kembali zat yang di butuhkan oleh tubuh.
terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus
distal, dan tubulus kolektivus. Zat yang di serap masuk ke kapiler peritubuler
dan di kembalikan ke sistem peredaran darah. Zat yang di absorpsi contohnya
ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik. Hasil reabsorpsi
disebut urin sekunder.
- Augmentasi, traspor aktif yang memindahkan zat zat tertentu dari darah ke
dalam urin. Biasa terjadi di kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan
tubulus kolektivus. Zat yang di pindahkan adalah ion hidrogen, amonia,
kreatinin, asam hipurat, obat-obatkan tertentu, kalium, dan zat kimia asing.
Penyimpanan sementara urin dan berkemih
Urin dari duktus kolektivus ke pelvis renalis, ke ureter, kemudian ke vesika
urinaria (kandung kemih). Dinding kandung kemih berlipat dengan struktur otot
yang dapat meregang untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan urin. Isi
maksimum dalam kandung kemih 170 – 230 ml. Urin dari kandung kemih
bergerak dari uretra kemudian melalui lubang dibuang keluar tubuh.
Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin
- Faktor internal. Hormon ADH, mengontrol pengeluaran urin. Hormon Insulin,
menurunkan kadar glukosa darah. Sistem renin-angiotensin-aldosteron, di
hasilkan oleh aparatus juksta glomerulus untuk merespon tekanan darag
rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan air.
- Faktor eksternal. Suhu lingkungan, jumlah air yang di minum, alkohol yang
dapat menghambat pembebasan ADH
Karakteristik urin
- Sifat fisik : Volume normal 800-2500 ml/hari, warna kuning pucat hingga
kuning tua, berat jenis 1,003-1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8, bau khas amonia.
- Komposisi : zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda
keton, asm hipurat, toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon,
dan elektrolit.
- Zat yang terkandung dalam urin tidak normal antara lain, albumin, glukosa,
sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan badan keton yang jumlahnya
melebihi normal.
2. Hati (Hepar)
Fungsi hati
- Sekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang
tua disimpan dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum. Berfungsi
untuk membantu pencernaan lemak, meningkatkan lipase, membantu absorpsi
lemak di usus, dan mengubah zat yang tidk dapat larut di dalam air jadi larut.
- Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen,
enzim arginase, enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat
transferase, dan laktat dehidrogenase.
- Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan
B12.
- Mengaktifkan vitamin D.
- Fagodit bakteri sel kupffer.
- Degradasi hormon insulin dan hormon lain.
- Degradasi amonia menjadi urea.
3. Paru paru
Fungsi paru paru mengeluarkan zat sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O yang
berbentuk uap air. Keduanya dihasilkan pada proses katabolisme intraseluler di
mitokondria untuk menghasilkan energi berupa ATP. Zat sisa CO2 dan H2O
diangkut oleh darah menuju jantung, ke paru-paru, kemudian dibuang keluar
tubuh melalui saluran pernapasan
4. Kulit
Fungsi kulit :
- Ekskresi, pembuanan lemak dan keringat
- Perlindungan, melindungi tubuh dari zat berbahaya dan mikroorganisme
- Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darah mengatur suhu
badan
- Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari
- Komunikasi, stimulus lingkungan yang di terima reseptor kulit
Struktur kulit
- Epidermis, terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum (sel-sel pipih),
stratum granulosum (prekursor pembentukan keratin), stratum spinosum, dan
stratum basalis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen
melanin).
- Dermis, terdiri atas lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang) dan
lapisan retikuler (jaringan ikat ireguler).
- Hipodermis (subkutaneus),mengikat kulit dengan organ di bawahnya,
mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
Kelenjar pada kulit
- Kelenjar keringat (di lapisan dermis)
Ekrin, kelenjar sederhana, meluas ke seluruh tubuh terutama pada dahi,
telapak tangan dan kaki.
Apokrin, kelenjar besar dan bercabang dengan peyebaran terbatas pada bagian
tubuh tertentu. Misalnya di ketiak, areola payudara dan area genktal.
- Kelenjar sebasus, mengeluarkan sebum yang biasanya di alirkan ke foliker
rambut. Sebum adalah campuran lemat, zat lilin, minyak, dan pecahan sel.
Kontrol pengeluaran keringat
- Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak. Jika darah yang
melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan tersebut
diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
- Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi
panas, dan panas terbuang.
- Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi,
dan kondisi psikis.
5. Gangguan sistem urinaria
- Glukosuria, ekskresi glukosa ke dalam urin.
- Albuminuria, glomerulus gagal melakukan penyaringan protein.
- Batu ginjal, adanya endapan senyawa kalsium dan asam urat pada rongga ginjal atau
kandung kemih.
- Diabetes mellitus, banyaknya glukosa dalam urine karena kurangnya hormon insulin
untuk mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati.
- Diabetes insipidus, produksi urine berlebihan dan encer karena kekurangan hormon
ADH.
- Poliuria, kelebihan produksi air seni akibat rasa haus yang terus-menerus atau
mengonsumsi cairan yang bersifat diuretik.
- Gagal ginjal (anuria), ginjal gagal memproduksi urine.
- Uremia, darah banyak mengandung urea karena ginjal gagal membuang urea keluar
dari tubuh.
- Nefritis, radang nefron karena infeksi bakteri Streptococcus sp.
6. Gangguan fungsi hati
- Penyakit hati, disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyakit disentri, cacing,
plasmodium, dan Toxoplasma sp.
- Sirosis hati, berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa sehingga kehilangan
fungsinya.
- Hemokromatosis, kelainan genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap
zat besi dari makanan sehingga banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu
7. Gangguan pada kulit
- Eksem (dermatitis), radang kulit akibat faktor keturunan, emosi dan stres, atau kontak
dengan senyawa alergen.
- Kadas/kurap, bercak merah karena infeksi jamur.
- Kudis, gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
- Athlete’s foot, infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
- Vitiligo, gangguan pigmentasi kulit.
- Jerawat, radang kulit atau pori-pori tersumbat akibat infeksi bakteri, perubahan
hormonal, atau kotoran.
- Pruvitus kutanea, gatal karena iritasi saraf sensoris perifer.
- Kalvus, penyakit mata ikan karena virus/bakteri dan gesekan terus-menerus
8. Teknologi sistem ekskresi
- Hemodialisis (cuci darah), proses pembersihan darah dari zat-zat sisa metabolisme
melalui proses penyaringan di luar tubuh.
- Transplantasi ginjal, terapi penggantian ginjal pasien dengan ginjal dari orang yang
hidup atau yang sudah meninggal.
- ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), penghancuran batu saluran kemih
menggunakan gelombang kejut yang ditransmisikan dari luar tubuh.
- Skin grafting, memindahkan sebagian atau seluruh ketebalan kulit dari donor ke
resipien yang membutuhkan.
B. JURNAL BELAJAR
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini adalah pertemuan pertama biologi di bab 8 ini. pada pukul 07:36 bu Puspa memberikan
kami ppt tentang sistem ekskresi dan bu Puspa juga memberikan kita materi atau list yang
harus kita hafalkan dan akan ada meet pukul 08:00 tetapi karena masalah jaringan kita baru
memulai meet pukul 08:24. pertemuan ini, bu puspa me review ulangan kita pada hari selasa
dan bu Puspa sedikit merasa kecewa dengan kelas XI IPA 2 karena banyak anak yang remed.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan ke 2 dalam pembelajaran biologi bab 8. hari ini meet di mulai agak
terlambat karena masalah jaringan. maka dari itu meet baru di mulai pukul 8.00. pada hari ini
kita membahas tentang ginjal. teman teman yang memiliki bagian untuk menjelaskan materi
ginjal silih berganti menjelaskannya. pada meet hari ini, jaringan saya juga jelek. sering kali saya
terkeluar dari room dan sulit untuk sambung lagi. saya harap kita bisa cepat kembali sekolah
offline agar tidak perlu terkendala dengan jaringan saat mau belajar.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini pembelajaran biologi ke 3 di bab 8 ini. meet di mulai pukul 07:41 hari ini masih
melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu tentang ginjal. namun pada pembelajaran ini
ada sedikit hal yang mengecewakan. banyak teman teman yang tidak bisa menjelaskan materi
ini padahal ini merupakan materi yang seharusnya mereka kuasai. maka dari itu, bu Puspa
sedikit kecewa. saya harap kedepannya kita semua bisa lebih bertanggung jawab atas tugas
tugas yang sudah di sampaikan oleh guru kepada kami.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan ke 4 bab 8 biologi. hari ini kita masih membahas tentang ginjal lebih
tepatnya adalah proses pembentukan urin. di mulai dari Jovanka yang menjelaskan proses
pembentukkan urin lalu banyak teman teman lain seperti Khaerunisa, Hisyam, Dayang, Cyndi,
Stephanie, dan Gizzela menjelaskan tentang faktor internal dan eksternal dan juga ada jeremy
dan irva yang menjelaskan karakteristik urin.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan biologi ke 5. hari ini kita mulai pukul 07.46 dan kita masuk ke materi
kulit. di kulit ini kita membahas tentang fungsi, struktur kulit dan kelenjar pada kulit. di materi
ini kita bergantian menjelaskannya dimulai dari fungsi yang saya dan bagas jelaskan lalu juga
ada struktur yang di jelaskan jeremy dan lain lain. di materi ini semua temanteman dengan aktif
menjawab dengan kondusif.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 8
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan ke 6 untuk bab sistem ekskresi di pelajaran biologi kelas XI. hari ini Bu
Puspa memberikan kesempatan bagi kita untuk melengkapi nilai nilai yang masih kosong. Hari
ini pembelajaran di mulai pukul 08.03 kami melaksanakan pembelajaran sampai pukul 08.30.
Tapi sayangnya masih banyak teman teman yang belum mempunyai kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya tentag materi yang di tugaskan masing masing.
BAB IX SISTEM KOORDINASI
A. TUGAS TUGAS
ANALISIS SEL SARAF & SISTEM SARAF PUSAT
DIBUAT OLEH :
Nama : Cleonny Felicia Roseline
Kelas : XI IPA 1
Guru mapel : Puspani Bandrang, M.Pd
a. analisa terhadap sel saraf (neuron)
neuron adalah unit fungsional dari sistem saraf, berukuran 39 inch dan terdiri atas 3
bagian yaitu badan sel, dendrit dan akson.
- badan sel, berfungsi untuk mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. badan
sel mempunyai nukleus di tengah dan nukleus yang menonjol. nukleus tidak
memiliki sentriol dan tidak dapat beraplikasi. sitoplasma mengandung badan nissl,
berupa tumpukan retikulum endoplasma granuler dan ribosom yang berfungsi untuk
sintesis protein. organel lain pada badan sel adalah golgi, mitokondria, dan
neurofibril
- dendrit, juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang dan berfungsi untuk
menerima implus dari sel lain yang akan di kirimkan ke badan sel. neurofibril dan
badan nissl dari badan sel memanjang ke dalam dendrit
- akson, juluran sitoplasma panjang atau cabang tunggal berbentuk silindris yang
berasal dari badan sel. ujung akso bercabang cabang dan berfungsu untuk
mengirimkan implus ke neuron. akson di bungkus oleh selubung mielun. ada juga
yang tidak di bungkus yang di sebut nodus ranvier. nodus ranvier berfungsi untuk
mempercepat jalannya implus. selubung mielin di tutupi oleh rangkaian sel schwann
yang berinti gepeng yang di sebut selubung schwann. akson berasal bagian hillock
akson dari badan sel yaitu bagian yang tidak mengandung badab nissl.
berdasarkan fungsi, neuron di bagi menajdi 3 yaitu
- neuron sensor, mengantarkan implus dari organ sensor ke pusat saraf
- neuron motor, menghantarkan implus daru pusat saraf ke otot
- neuron konektor, menghubungkan neuron satu dengan yang lain
berdasarkan struktur, neuron di bagi menjadi 3 yaitu
- neuron multipolar, memiliki 1 akson dan 2 dendrit atau lebih. contohnya neuron
motor yang terdapat di otak dan di medula spinalis
- neuron bipolar, memiliki 2 juluran berupa dendrit dan akson. contohnya neuron
pada organ indra seperti mata hidung dan telinga
- neuron unipolar, neuron bipolar yang memiliki 1 juluran dari badan sel karena akson
dan dendritnya berfusi. contohnya neuron pada embrio dan fotoreseptor mata
b. analisa terhadap sistem saraf pusat (SSP)
sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. otak di lindungi oleh
tulang tengkorak, sedangkan medula spinalis dilindungi oleh ruas ruas tulang belakang.
pada otak terdapat lapisan pelindung diri dari jaringan ikat yang di sebtu meninges,
meninges terdiri atas 3 lapisan yaitu
- piamater, lapisan terdalam halus dan tipis mempunyai banyak pembulu darah dan
melekat pada otak
- araknoid, lapisan tengah mengandung sedikit pembulu darah.
- durameter, lapisan terluar tebal dan kuar dan terdiri atas 2 lapisan. dan lapisan
terluar melekat pada permukaan dalam kranium
otak dan medula spinalis mempunyai 2 substansi yaitu
- substansi abu abu, membentu bagian luar otak da bagian dalam medula spinalsi
- substansi putih, membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis
1. otak
tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman
kompleks.
Bagian-bagian otak:
- serebrum (otak besar), mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. bagian
terluarnya disebut korteks serebral, dan bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia)
basal. area fungsional korteks serebral: area motor primer, mengendalikan
kemampuan bicara. area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area
auditori, area alfaktori, dan area pengecap. area asosiasi, meliputi area frontal
(pusat intelektual dan fisik), area somatik (pusat interpretasi), area visual, dan area
wicara wernicke. nukleus basal merupakan pusat koordinasi motor.
- diensefalon. terletak di antara serebrum dan otak tengah. terdiri atas: talamus,
berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar, serta berperan
dalam sistem kesadaran dan kontrol motor. hipotalamus, berfungsi mengendalikan
sistem saraf otonom, pusat pengaturan emosi, dan memengaruhi sistem endokrin.
epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.
- sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi
dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku
sosioseksual, motivasi, dan belajar.
- mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil)
dengan otak besar, berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta
meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran.
- pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
- serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata,
meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan.
- medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi
kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.
- formasi retikuler, berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta
kesadaran.
2. medula spinalis
berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi antara otak dengan semua
bagian tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke
serebelum. substansi abu-abu mengisi struktur dalam dan substansi putih mengisi
struktur bagian luar.
c. sistem saraf tepi (SST)
1. saraf kranial
terdiri atas 12 pasang saraf. tersusun atas serabut sensori dan motor. namun
sebagian besar hanya teersusun serabut sensori
2. saraf spinal
terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula spinalis dan diberi
nama sesuai nama ruas tulang belakang. Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi
aferen (membawa informasi dari reseptor ke SSP dan divisi eferen (membawa instruksi dari
SSP ke organ efektor. divisi eferen: sistem saraf somatik (neuron motor pada otot rangka)
dan sistem saraf otonom (neuron motor pada otot polos). sistem saraf otonom: sistem saraf
simpatis dan sistem saraf parasimpatis
berikut perbedaan saraf simpatis dan parasimpatis
ANALISIS SISTEM ENDOKRIN (HORMON)
DIBUAT OLEH :
Nama : Cleonny Felicia Roseline
Kelas : XI IPA 1
Guru mapel : Puspani Bandrang, M.Pd
SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon. hormon
sendiri adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi dalam aliran darah menuju ke sel sel
atau jaringan tubuh. Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur
aktivitas tubuh seperti metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan seksual dan
siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
a. karakteristik kelenjar endokrin
kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik, contohnya sebagai berikut
- merupakan kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran (duktus) dan
menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel
- menyekresi lebih dari satu jenis hormon, keculai kelenjar paratiroid yang hanya
menyekresi hormin paratiroid
- memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan di
topang oleh jaringan ikat
- masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda beda/
bervariasi. ada yang seumur hidup dan ada juga yang bekerja sampai masa tertentu
- sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan
senyawa nonhormon dalam darah serta implus saraf
b. kelenjar endokrin dan sekresi hormon
1. hipofisis (piutari), organ berbentuk oval yang melekat pada dasar hipotalamus otak,
sebesar kacang, dan memiliki berat 0,5 gram
- hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon :
o hormon pertumbuhan (growth hormonel / GH) atau hormon
somatotropon (STH). berfungsi sebagai, Mengendalikan pertumbuhan sel,
tulang, dan kartilago; mengatur laju sintesis protein; serta mengatur
pemakaian lemak.
o hormon perangsang tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH). berfungsi
sebagai, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid
(gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel.
o hormon adrenokortikotropik (Adrenocorticotropic Hormone/ACTH).
berfungsi sebagai merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi
glukokortikoid.
o hormon gandotropin : Follicle Stimulating Hormone (FSH). berfungsi
sebagai, menstimulasi pertumbuhan foliker ovarium dan memproduksi
hormon estrogen (wanita); menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa (laki-laki). Luteinizing Hormone (LH). berfungsi sebagai
bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen berperan dalam
ovulasi dan sekresi progesteron (wanita); menstimulasi produksi testosteron
(laki-laki)
- hiposis lobus intermedia (tengah), menghasilkan hormon :
endorfin (mengilangkan nyeri alamiah, merespon stres, dan aktivitas seperti
olahraga) dan Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) (merangsang
pembentukan pigmen dan penyebaran sel penghasilnya (melanosit) pada
epidermis.
- hiposis lobus posterior, menghasilkan hormon Antidiuretic Hormone (ADH)
(menurunkan volume air yang hilang dalam urine) dan oksitosin (menstimulasi
kontraksi otot polos saat melahirkan dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui
2. tiroid (kelenjar gondok), terdiri atas folikel folikel dalam 2 lobus lateral sebanyak
90% dan triiodotirin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. hormon tersebut
terbuat dari asam amino tirosin yang mengandung iodin. hormon tiroksin ini
berfungsi untuk meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi
oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta mengatur pertumbuhan dan
perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf) dan triiodotironin.
3. paratiroid (kelenjar anak gondok), terdiri atas 4 organ kecil berukuran sebesar biji
apel, terletak pada permukaan belakang tiroid. paratiroid menyekresi hormon
parathorom (parathyroid Hormone/PTH) untuk mengendalikan keseimbangan
kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur
tulang), aktivasi vitamin D, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal.
4. ardenal (suprarenalis/kelenjar anak ginjal), terletak di kutub atas ginjal berwarna
kuning, dan tertanam pada jaringan adiposa. ada 2 bagian kelenjar adrenal antara
lain ; adrenal bagian medula menghasilkan adrenalin (epinefrin) (meningkatkan
frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen) dan noradrenalin
(norepinefrin) (meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung) dan
Adrenal bagian korteks menghasilkan aldosteron (mengatur keseimbangan air dan
elektrolit), glukokortikoid (memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, dan
menjaga membran lisosom), dan gonadokortikoid (sebagai prekursor pengubahan
testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.
5. pankreas, organ berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawag lambung.
pankreas berfungsi sebagai, penghasil hormon glukagon (meningkatkan penguraian
glikogen di hati menjadi glukosa, dan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat),
insulin (menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar gula darah,
serta meningkatkan sintesis protein dan lemak), somatostatin (penghalang hormon
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin), dan polipeptida
pankreas (fungsi belum diketahui).
6. pienal (epifisis seberi), terletak di langit langit otak yang menghasilkan melatonin
yang berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi
melanin.
7. timus, terdiri atas dua lobus berwarna merah terletak di bagian posterior toraks di
atas jantung. timus berfungsi sebagai penghasil timosin untuk pengendalian
perkembangan sistem imun.
8. ovarium, testis, dan plasenta ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron;
testis menghasilkan testosteron; plasenta menghasilkan gonadotropin korion,
estrogen, progesteron, dan somatotropin.
c. perbedaan sistem saraf dan sistem endokrin
ANALISIS SISTEM INDRA
a. indra penglihat (mata)
mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energi
cahaya menjadi implus saraf. mata mempunyai beberapa bagian seperti alis, orbita, kelopak mata, otot
mata, dan air mata.
1. struktur mata :
lapisan luar bola mata, tunika fibrosa, sklera, dan kornea (untuk mentransmisikan dan
memfokuskan cahaya).
lapisan tengah bola mata, koroid, badan siliari, iris (bagian yang berwarna, mengendalikan
diameter pupil), dan pupil (ruang terbuka yang dilalui cahaya)
lensa, struktur bikonveks yang bening.
rongga mata, ruang anterior berisi aqueous humor (mengandung nutrisi untuk lensa dan kornea)
dan ruang posterior berisi vitreous humor (mempertahankan bentuk bola mata dan posisi retina
terhadap kornea).
retina, lapisan paling dalam, tersusun dari: bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A.
bagian dalam, terdapat sel batang (berpigmen rodopsin, tidak sensitif terhadap warna) dan sel
kerucut (berpigmen iodopsin, sensitif terhadap warna). lutea makula. fovea sentralis (bintik
kuning). Jika bayangan benda tepat jatuh di bintik kuning, bayangan akan terlihat jelas. saraf
mata, terhubung di sisi superior kelenjar hipofisis. bintik buta, bagian yang tidak mengandung
fotoreseptor.
2. mekanisme melihat
cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap mata, menembus kornea dan pupil.
intensitas cahaya diatur oleh pupil, lalu cahaya diteruskan menembus lensa mata ke retina.
daya akomodasi mata mengatur cahaya agar tepat jatuh di bintik kuning retina.
impuls cahaya disampaikan saraf optik ke otak.
cahaya akan diinterpretasikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.
titik jauh: jarak benda terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas.
titik dekat: jarak benda terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas.
3. adaptasi terhadap gelap dan terang
adaptasi gelap dan terang merupakan penyesuaian penglihatan secara otomatis terhadap
intensitas cahaya yang memasuki retina saat bergerak dari tempat gelap ke tempat terang, atau
sebaliknya. dalam cahaya terang, semua rodopsin akan terurai dengan cepat dan hanya tersisa
sedikit. berpindah tempat dari terang ke gelap akan membutuhkan waktu untuk menyintesis
ulang rodopsin agar dapat melihat jelas pada kondisi gelap. sintesis rodopsin dan iodopsin perlu
vitamin A. pupil akan melebar dalam ruang gelap dan menyempit dalam ruang terang
4. gangguan / kelainan pada mata
miopia (rabun dekat)
hipermetropia (rabun jauh)
presbiopia
kebutaan
kerabunan
rabun senja
buta warna
katarak
astigmatisma
mata juling (strabismus)
b. indra pembau ( hidung )
hidung adalah indra pembau yang memiliki kemoreseptor olfaktori untuk menerima rangsangan
berupa bau atau zat kimia yang berbentuk gas. kemoreseptor olfaktori adalah neuron khusus
yang terletak pada epitelium olfaktori di langit langit rongga hidung. epitelium olfaktori
mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori.
mekanisme dalam menghidu : gas masuk ke hidung larut pada selaput mukosa merangsang
silia sel reseptor rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah jenis bau dapat diketahui.
gangguan pada indra pembau ada beragam seperti hiposmia dan anosmia, hiperosmia, sinusitis,
dan polip.
c. indra pengecap ( lidah )
lidah adalah alat pengecap yang memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste bud).
kuncup pengecap terdapat pada papila lidah, palatum lunak, epiglotis dan faring. bentuk papila
adalah filiformis (kerucut), fungiformis (bulat), sirkumvalata (menonjol dan tersusun seperti
huruf V), dan foliata (seperti daun).
area kepekaan rasa: rasa manis, di ujung lidah. rasa asin, reseptor banyak di bagian samping.
rasa asam, bagian samping lidah agak ke belakang. rasa pahit, bagian belakang pangkal lidah.
d. indra pendengar ( telinga )
telinga berfungsi sebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi / suara
yang berperan penting dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh.
1. struktur telinga
telinga luar terdiri ataspinna/aurikula (daun telinga) dan membran timpanum (gendang
pendengar).
telinga tengah terdiri atas tabung Eustachius (penghubung telinga dengan faring, berfungsi
menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membran timpanum) dan osikel auditori (tulang
pendengaran maleus (martil), inkus (landasan), dan stapes (sanggurdi)).
telinga dalam terdiri atas labirin tulang (terbagi menjadi vestibula (mengandung reseptor
keseimbangan tubuh), kanalis semisirkularis (tiga saluran setengah lingkaran), dan koklea
(mengandung reseptor pendengaran)) dan labirin membranosa (terdiri dari utrikulus dan sakulus
yang dihubungkan oleh duktus endolimfa).
2. mekanisme mendengar
gelombang bunyi ditangkap daun telinga ke kanal auditori eksternal membantuk getaran
pada membran timpanum ke osikel auditori ke fenestra vestibuli terbentuk gelombang
tekanan pada perilimfa skala vestibuli ke skala timpani getaran pada membran basilar sel-
sel rambut melengkung memicu impuls saraf ke serabut saraf vestibulokoklear (CN VIII)
ke korteks auditori di otak bunyi diinterpretasikan.
3. peranan telinga dalam keseimbangan (ekuilibrium)
ekuilibrium statis: kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya gravitasi jika tubuh diam. reseptor
yang berperan: makula pada dinding utrikulus dan sakulus. makula terdiri atas sel penunjang dan
sel rambut. kumpulan sel rambut membentuk masa gelatin yang mengandung otolit. Jika posisi
kepala tegak lurus, otolit berada di puncak sel rambut. jika kepala miring arah otolit berubah dan
sel rambut melengkung aktivasi sel reseptor ke saraf vestibulokoklear.
ekuilibrium dinamis: kesadaran akan posisi kepala saat merespons gerakan. reseptor yang
berperan: ampula yang berisi krista, pada duktus semisirkular. krista terdiri atas sel penunjang dan
sel rambut yang menonjol membentuk lapisan gelatin kupula
4. gangguan indra pendengar
tuli ( tuna rungu )
furunkulosis
otitis media
mastoditis
e. indra peraba ( kulit )
kulit sebagai indra peraba memiliki reseptor sensor yang berfungsi untuk mentransduksi
stimulus dari lingkungan menjadi implus saraf.
1. reseptor sensor pada kulit
korpuskula Paccini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran.
korpuskula Meissner, mendeteksi sentuhan.
cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi lambat.
korpuskula Ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan.
ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu (panas/dingin).
B. JURNAL BELAJAR
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan pertama untuk bab 9 dari pelajaran biologi. dalam pertemuan kali ini,
kita sama sama membahas sistem saraf pada manusia. kita mulai dari membahas bagian bagian
neuron yang dijelaskan satu satu oleh beberapa teman teman berdasarkan gambar yang di
tampilkan di meet.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
Hari ini adalah pertemuan ke 2 dari bab 9 pelajaran biologi. tetapi hari ini bu Puspa harus
mengikuti kegiatan workshop. maka dari itu kita tidak bisa belajar secara daring dan kita hanya
mengerjakan tugas analisis yang di berikan oleh bu puspa.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini adalah pertemuan ke 3 pelajaran biologi bab 9. sayang sekali pada pertemuan ini kita
juga tidak bisa melakukan pembelajaran daring tatap muka karena bu Puspa masih harus
menghadiri workshop. jadi pada hari ini kami di tugaskan untuk menganalisis sistem endrokin
atau yang di sebut hormon.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini seharusnya pertemuan ke 4 dari pertemuan bab ini. namun, hari ini bu puspa sedang
melakukan persiapan untuk berdialog dengan kemendikbud yang mewakili sekolah. maka dari
itu, hari ini kita di beri tugas untuk melakukan analisis struktur alat indera yang mendukung
sistem koordinasi
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini kita melakukan daring. daring di mulai pukul 07.32. pada hari ini bu puspa membagikan
pengalamannya bertemu dengan bapak menteri pendidikan. bu puspa membagikan cerita yang
sangan menarik dan juga memberikan kita banyak motivasi yang dapat menginspirasi kita dan
membuat kita berkembang. saya sangat salut dengan bu puspa yang sudah mendapatkan
kesempatan yang luar biasa itu dan dapat menginspirasi kita semua.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini kita belajar biologi lagi, daring kali ini di mulai pukul 08.14 hari ini kita membahas materi
yang sebelumnya sudah di buat pr. bu puspa meminta teman teman untuk membacakan tugas.
namun sayang sekali masih banyak yang belum mengerjakan dan tidak bisa menjelaskan
tugasnya. karena ini bulan suci ramadhan oleh karena itu meet kita hanya 50 menit. saya harap
selanjutnya pelajaran biologi bisa lebih tertibsemuanya dalam mengerjakan tugas
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini kita kembali belajar biologi lagi setelah hampir 2 minggu tidak melaksanakan kbm
karena adanya kegiatan sbks dan libur awal bulan ramadhan. di pembelajaran kali ini kita sama
sama membahas tentang mekanisme kerja sistem indera. pada pembelajaran kali ini, jaringan
saya sangat tidak stabil yang memuat saya susah untuk mau menjawab pertanyaan yang di
berikan.
JURNAL BELAJAR BIOLOGI BAB 9
CLEONNY FELICIA XI IPA 1
hari ini, kita bertemu lagi untuk belajar biologi bersama. di hari ini kita melanjutkan
pembelajaran yang kemarin belum selesai yaitu tentang sistem indra bagian telinga dan juga
NAPZA. kita bergantian menjelaskan apa yang mau kita sampaikan di pertemuan ini. dan bu
puspa juga menjelaskan ulang secara lebih jelas.
REFLEKSI
PERISTIWA
Dalam menulis dan mengerjakan jurnal jurnal, kita terlebih dahulu memahami
materi materi yang sebelumnya sudah di ajarkan oleh guru mata pelajaran kita yaitu bu
Puspani melalui berbagai macam media pembelajaran seperti power point dan juga
penjelasan materi melalui google meet. Sehingga dari semua portofolio yang sudah di
kerjakan merupakan sebuah tolak ukur yang dapat di jadikan patokan dalam pengajaran
PERASAAN
Perasaan dalam mengerjakan semua portofolio dan jurnal sebenarnya campur aduk
ada senang dan sedih dan menghadapi berbagai macam kendala. Namun, karena adanya
bimbingan dari bu Puspa sendiri, saya merasa mudah untuk mengerjakannya
PEMBELAJARAN
Dalam pembuatan jurnal dan portofolio ini membuat saya semakin bisa dalam
mengatur waktu saya dan tidak menunda nunda pekerjaan. Karena semua porotoflio yang
di berikan hanya di beri tengat tidak lebih dari 3 hari. Maka dari itu kita harus
menyelesaikannya secepat mungkin
PERUBAHAN
Dalam menulis jurnal dan portofolio saya mendapat banyak hal hal baru yang
belum saya ketahui sebelumnya. Dan ini membuat saya menemukan lebih banyak
informasi yang saya tidak tau sebelumnya.