mas,lErakat.
Uang yang pernah berlaku di mas,lprakat, khususnya di
Jawa terdiri berasal dari berbagai bahan. Semula uang hanya
memanfaatkan bahan dari alam sekitar seperti kerang, batu,
kulit, kemudian Iogam, kertas maupun plastik. Berbagai
kekomplekan kebutuhan manusia terkait dengan uang serta
kepraktisannya maka bahan uang maupun keamanan uang
semakin hari semakin benariatif. Bahan uang itu sendiri
terkadang Iebih rendah nominalnla dariangka png tertem di
mata uang. Namun demikian, unfuk mengatasi permasalahan
tersebut pihak otoritas keuangan biasanya telah menjamin
uang tersebut dengan logam mulia yang setara dengan
nominaluang.
Tehnologi pembuatan uang itu sendiritelah pula mengalami
kemajuan. Uang dibuat oleh otoritas keuangan dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tehnologi png telah
maju. Tehnologi tersebut sepefti computer, desain grafis
maupun tehnik pengaman uang. Pemanfaantan tehnologi
tersebut juga berfu ngsi untuk menghindari pemalzuan uang.
Di Jawa Tengah, ada fenomena tersendiri terkait tindakan
usaha manusia untuk mencari kekayaan. Bagi pandangan
masyarakat Jawa Tengah mencari kekayaan dapat diidentikan
pula mencari uang. Disamping usaha manusia mencariuang
dengan mengandalkan tenaga dan pikiran, banyak pula di
masyarakat Jawa Tengah, orang mencari uang melaluijalan
pintas. Jalan pintas mencari uang tersebut tersebut dikenal di
masyarakat dengan istilah mencari pelarisan atau mencari
pesugihan. Mapun cam yang dilakukan oleh omng tersebut
adalah mengunjungi orang pintar, kyai, dukun maupun
tempat-tempat keramat. Mereka melakukan ritual dan syarat-
syarat tertenfu untuk mendapatkan uang. Melalui kekuatan
gaib sefta bantuan mahkluk halus sepefti tuyul, babi ngepet,
kera maupun mahkluk jadian lain, uang akan mudah didapat.
Perbuatan orang orang seperti itu, telah pula melahirkan
konflik dimasyarakat. Hal ini dikarenakan ada anggota
masyarakat yang kehilangan uang, tapi tidak dapat
NUMI'MAIIKA
membuktikan. Selain itu, orang yang mencaripesugihan, tidak
jarang mencari tumbal manusia.
B. Saran-saran
Mata uang disuatu Negara dapat merupakan harga diri.
Hal initerkait dengan fungsi uang tersebut dalam kancah
ekonomi Negara. Oleh karena itu lah mari kita
menghargai dan merawat sefta menjaga uang kita.
Seandainya kita dapat merawat dengan baik, maka hal
ini dapat membuktikan bahwa kita menghargai dan cinta
akan tanah air
Uang memang membuat orang bisa mencapai tujuan
yang dikehendaki. Namun demikian, mencari uang
dengan jalan yang halal hendaknya diutamakan. Jangan
sampai, kita kekurangan masalah keuangan kemudian
kita menggunakan segala cara, sepefti korupsi, pergi
mencari pesugihan atau pelarisan. Hal ini dikarenakan
perbuatan tersebut dapat merugikan diri sendiri dan
orang lain.
Akhirnya, marilah belajar dan berusaha mengetahuan
aneka macam uang di museum, karena di tempat
tersebut dapat belajar masa lampau, masa sekarang dan
dipergunakan untuk masa yang akan datang.
NUMI'MATIKA
PUSTAKA
Arief, Amril 2005, Makalah Lokakarya Permuseuman.
Perkembangan dan Peredaran Mata Uang di
Indonesia
Geert, CIifford, L992 Taftir Kebudayaan. Yogyakarta,
Kanisius
Handjaja, Sugiana (Ed), 2005, Katalog Uang Keftas
Indonesia 1782 2005, Jakafta, PT Sugijaya Abadi
Sentosa
Haryono, Timbul, L994. Aspek Teknis dan Simbolis Aftefak
VIIPerunggu Jawa Kuno Abad
X M, Yogyakarta,
Deseftasi Universitas Gadjah Mada
Himsa-putra, Heddy ShriA. 2000, Ketika Orang Jawa Nyeni,
Yogyakafta: Galang Press dan Yayasan Adhi lGrya
Hoop, A.N.J Van der, L949. Indonesiche Siermotieven.
Ragam hias Indonesia Ornamental Design. Bandung:
Uitgeveb Door Het Koninkl'rjk Bataviacht-
Jandra dkk, 1991, Perangkat / AI alat dan Pakaian Sefta
Makna Simbolis Upacara Keagamaan di Lingkungan
KKeraton Yogya ka fta, Jakarta. Depd ikbud.
Koentjaraningrat, 1980, Pengantar Ilmu Antropologi.
Jakarta: Aksar Baru.
..,1984, Kebudayaab Jawa, Jakafta: Balai Pustaka
Machi, 1986 Berita Penulisan Arkeologi no 37, Laporan
Penelitian Enigrafi Jawa Tengah, Jakarta, Depdikbud
Mevius, Johan, 1981. Cataloque Of Paper Money Of The VOC
NUMI'MATIKA
Nederlands East Indie and Indonesia, from L782 to
1981, Mevius Numisbook Int, BV Briezenveen
Sumarjo, Jakob, 2002, Arkeologi Budaya Indonesia,
Yogyakarta, Qolam.
Supriptno,I 1995. Cincin Emas di sitns Wonoboyo, Klaten,
Jawa Tengah, Tinjauan Fungsi dan Teknik
Pembuatan, Yogyakarta Skipsi UGM
S. Susanto, Astrid, 1985. Fengantar Sosiologi dan Ferubahan
Sosial, Jakarta, Bina cipta.
Suseno, Franz Magnis, 1993, EUka Jawa, Sebuah Analisa
Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta,
PT Grcmedia Pustaka Utama.
Sri Wahyuningsih,Eti, 1996. Fungsi Ideoteknis Mata Uang
Logam Pada Candi-Candi di Jawa Abad VIII X M
Widianto, Harry dK 1997, Berita Penelitian Arkeologi No I,
Yogyakarta, Balai Arkeologi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Uang Batu Besar
http://dadieditor.multiply.com/journal/item/1 19 (saung
lGng !Gdi)
Solo Fos tgl 23 Maret 2011
site Banklndonesia
NUMI'MAIIKA
NUMI'MATIKA
NUMI'MATIKA
'BADAI{
(
20ll-1