dengan maftabat dan kebanggaan. Tradisi ini diwarisi sejak
dari dahulu kala sampai sekarang.
Upacara pemikahan adat Jawa berisi rangkaian
upacara yang masih bersifrt tradisional dan pada
perkembangannya mengalami pengikisan budaya dan
melalui penulisan ini penulis mencoba mengemukakan
beberapa saran untuk melestarikan adat-istiadat
peninggalan leluhur kita .
Penulis berpendapat agar adat-istiadat leluhur kita
dapat kita lestarikan kita harus melakukan pembinaan di
Ievel paling bawah , pemerintah dan masyarakat harus pro-
aktif bersama-sma mengadakan serangkaian program
yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan leluhur
kita. Seminar-seminar menyangkut kebudayaan dan
langkah-langkah pelestariannya harus terus kita galakkan
dan satu halyang paling penting yang harus kita catat kita
harus bisa menanamkan kesadaran kepada setiap individu
bahwa kebudayaan yang kita nikmati sekarcng harus pula
dinikmati oleh anak cucu kita kelak dimasa yang akan
datang.
B. SARAN
Keanekaragaman adat perkawinan di Jawa Tengah
haruslah dijadikan modal bangsa untuk menarik wisman.
Sejauh ini kita tidak mengetahui secarc detail rangkaian
adat ini, biasanya kita hanya mengetahui informasi melalui
media televisi, sehingga kehadiran buku ini sangatlah
membantu khususnya generasi muda untuk mempelajari
budaya.
Beberapa saran kami sebagai penulis adalah :
a) Penyebaran informasi tidak hanya berhenti pada
'U2ncora fltat aeryartin f,acral tawo'lengafr
pembuatan buku ini saja tapi lebih dikembangkan lagi
seperti pamemn keliling untuk memperkenalkan
khasanah budaya penganten Jawa Tengah
B) Generasi muda harus lebih.alGf: dalam mempelajari
da n mengenal budayanya dan tftfakha nya menera pka n
budaya asing saja.
Opua nna eeng ailiin [acrafr t awa'Ieryafr
Foto Narasumber
{a
s
t
Narasumber : Ibu Joko (sebelah kiri foto) sekretaris
Harpi Melati Kabupaten Kudus
'Upacara A[at Qeqantin daerafr Jawa (engafr
Nara sumber : Hj. Sugiyarni Maryoto ketua Harpi Melati
Kabupaten Blora
Opacara fl.[at (Pengantin facrafi lawa ,lengafr
a
I
<t
Opcdo Xtd Q.t gdfr. taerrt fueo lIaArt
DAFTAR ISTILAH
Slametan among tttutuh Among berati mengemban dan
tuwuh berati tumbuh dan berkembang.
Tarub Agung melambangkan yang memasang
mempunyaiacara besar.
Pemaes adalah perias nganten.
Hnisepuhada la h ora ng yang d itua kan
Sepasaran adalah acara selametan untuk mensyukuri
telah terlaksananya upacara penganten.
Ngunduh penganten adalah rangakaian upacara setelah
lima hari pernikahan, yaitu dengan datangnya keluarga dari
pengantin wanita untuk mengantar kedua mempelai pengantin
kerumah pengantin pria
Bleketepe adalah bangunan sementara yang beratapkan
anyaman daun kelapa
Tfuwuhan adalah dekorasi hiasan khas urrtuk upacara
pengantin yang dibuat dari tanam-tanaman atau tumbuh-
tumbuha n berbentuk gerbang
Penjor adalah janur kuning yang di hias dan diletakan di
gapura acarc pengantin
Jamasan adalah upacaft! penyucian kedua mempelai
dengan air kendi
Jomblangan adalah perantara dalam rangkaian
perjodohan / perjodohan
Upacatu A[at Qcttgdnth f,acrrt latta ficngafr
Nakolcno aft i nya berta np
Sejodhang artinya satu tempat
,Asnng Pambagyo yaitu upacam selamat datang oleh
sesepuhtuan rumah
Gotining Karso yaitu penpmpaian tujuan pokok pihak
rombongan tamu, oleh pinisepuh calon pengantin pria
Ater Tukon adalah memberi atau menyerahkan,
sedang ka n tu kon bera rti pembelia n ata u ni Iai pengga nti.
Gawanadalah bawaan
Ub ar ampe ada la h perlen g ka pa n
Boyong anadalah pi ndahan
Mbesfitrokno adalah membuat hati penganten mantap
dan mudah tidur
,4sung pambagio Adalah upacara selamat datang oleh
sesepuh tuan rumah (pihakwanita)
Jamang adalah mahkota
Kembar mang g ar ada I a h kelen g ka pa n u pacara pen ga nti n
Semarangan berupa batang pohon kelapa
Ngarak penganten artinya menggiring pengantin
berputar
T'ntmpah adala h alas kul it (sepatu)
Nontonf a rti nya melihat
Nyingseti aftinp mengikat pembicaraan )Eng telah
'Opuara nfu Aerydrrth toetrt fued fngafr
disepakati bersama antara pihak keluarga calon pengantin pria
dengan pihak keluarga calon pengantin wanita
Sang -sangcn a ftinya tuka r ci nci n (lama ra n)
ub a rampe a rti nya perqya rata n )E n g ha rus d i pen u h i
sigarpenjahnadalah
hiltahyaitu uang untuk ongkos nikah diterimakan kepada
ayah calon pengantin wanita
rantang artinya membanhr
among tamu arti nya peneri ma tamu
kalising samb*olo
papagan : saling berjumpa
githok: tengkuk
lceuseng adalah pecahan genting
patahkerrtbar
anank lampah a rti nya peng i ri n g nga nten
Centhung: hiasan kepala (asesoris ) pengantin wanita
Cundukmenhil: hiasan kepala pengantin wanita
Subang atau suueng : hiasan telinga pengantin wanita
Opac*d ltd k rgotth taaat lcw tcagafr
Opa{lra lt4t @ngutttt f,oaai lawo tengafi
DAFTAR PUSTAKA
P Sunar, Dwi,Tata Cara Paes lan Pranatacara, Absolut,
Yogjakarta.2003
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R[, Pandangan
Generasi Muda Terhadap Upacam Perkawinan Adat
diKotaJakarta, CV Pialamas Permai. Jakarta, 1998
Alfian, Presepsi Masyarakat Tentang Kebudayaan,
PTGramedia. Jakafta
Penulusuran dan Pengkajian Cerita Rakyat di lGbupaten Blora,
lGntor Pariwisata dan Kebudayaan lGbupaten Blora
Hudan, AIFAH, Hj.
Pengantin Semarangan Tempo Doeloe Sanggar Rias
Jelita, Semarang
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kantor Pariwisata dan
Kebudayaan, Upacara Tradisional Daur Hidup
lGbupaten Fekalongan
'.
W\rwv.wikipedia.om- ' t
i
'::t
Aryaa Aet Ugafiit taetrt bso'Ic4rt
sr0ct( 0filtrEi
2012
Opc6a ltd Qn{ortk f,aetufrJ@o t rrgrt
(:ii: f\"
L-
"<"