The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPRAK KE -1 Leni Fitratul Nur Aini _202101100002

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SA YA, 2023-05-16 07:20:32

LAPRAK KE -1 Leni Fitratul Nur Aini _202101100002

LAPRAK KE -1 Leni Fitratul Nur Aini _202101100002

LAPORAN PRATIKUM STRUKTUR SEL TUMBUHAN Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Dosen pengampu: Rafiatul Hasanah, S.Pd.,M.Pd. Nama : Leni Fitriatul Nur Aini NIM : 202101100002 Kelas : IPA 1 TADRIS ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERISTAS ISLAM NEGERI KH. ACHMAD SIDDIQ JEMBER 2022


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sel merupakan unit struktural dan fungsional dari mkhluk hidup termasuk manusia,hewan dan tumbuhan. Pada organisme multisel, sel tidak semata-mata mengelompok, tetapi dihubungkan dan dikoordinasikan dalam satu kesuluruhan yang harmonis. Ukuran, bentuk,struktur, dan fungsi sel bermacam-macam. Ada yang berukuran dalam mikron hingga sentimeter, misalnya pada serabut tumbuhan tertentu. Ada sel yang memiliki organisasi internal sederhana, tetapi ada juga yang rumit. Ada sel yang mempunyai banyak fungsi, tetapi ada juga sel yang mempunyai fungsi khusus. Di dalam sel tumbuhan terdapat penyusun sel atau struktur sel yaitu, membrane sel, dinding sel, sitoplasma, nukleus, ribosom, reticulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, lisosom, vakuola,dan kloroplas. Sel tumbuhan berarti bagian terkecil yang membentuk dan menyusun tumbuhan. Sel tumbuhan merupakan kumpulan sel eukariotik, yakni kelompok sel yang memiliki materi genetik atau DNA yang diselimuti atau dibungkus oleh membrane. Ciri khas dari sel tumbuhan yaitu terdriri dari organel dan sitoplasma, yang dimana semua organel (kecuali nucleus atau inti sel) dan struktur sub seluler yang ada di sitoplasma akan tertutup oleh membrane sel atau dinding sel sebagai lapisan dinding. Sel yang menyusun makhluk hidup tingkat tinggi memang sangat kecil ukurannya sehingga tidak dapat dilihat dengan alat bantu yang sederhana atau menggunakan mata telanjang, harus menggunakan mikroskop dengan cahaya. Dengan demikian kami melakukan pratikum tentang struktur sel tumbuhan yaitu sel epidermis Bawang Merah, Umbi Wortel, Umbi Kentang dan tanaman Elodea Sp. B. Rumusan Masalah Bagaimana bentuk serta struktur sel dengan menggunakan mikroskop cahaya? C. Tujuan penelitian Untuk mengamati bentuk serta struktur sel dengan menggunakan mikroskop cahaya.


BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup. Bentuk dari sel ada yang pipih, memanjang, sangat panjang dan cekung. Sedang ukuran dari sel pada umumnya mikroskopis. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalakan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sel tumbuhan termasuk organisme multiseluler yang teridiri dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang bekerja sama melakukan fungsinya. Fungsi sel tumbuhan yaitu mengatur semua aktivitas tumbuhan, berperan langsung dalam proses tumbuh kembang tumbuhan, menyimpan dan membawa sifat genetik tumbuhan, menyusun dan menjaga bentuk tubuh tumbuhan. Setiap organisme tersusun dari dua jenis sel yaitu sel prokariotik dan eukariotik. Kedua jenis sel ini debedakan beradasarkan (nukleus) inti selnya. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus sedangkan sel eukariotik memiliki nukleus. Senyawa di dalam sel tumbuhuan yaitu protoplasma yang dikelilingi dinding sel. Sel tumbuhan meliputi berbagai organel dan penyusun-penyusun lainnya seperti dinding sel, sitoplasma, membran plasma, reticulum endoplasma, badan golgi, vakuola,prosisom dan giloksisom,rangka sel,ribosom,mitokondria,plastida dan nukleus. Masing-masing organel memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Ada sel yang memiliki banyak fungsi tetapi juga ada sel yang mempunyai fungsi khusus. 1. Dinding Sel Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan dan merupakan sel bagian terluar dari sel tumbuhan yang strukturnya di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuuk membesar dan dibentuk diktiosom. Dinding sel ini menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas layaknya sel hewan. Namun hal ini berakibat positif karena dapat memberikan perlindungan bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah


masuk air yang berlebihan ke dalam sel. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel. Dinding sel dibedakan menjadi dinding sel primer dan sekunder, dinding sel primer dibentuk pada waktu sel membelah, misalnya pada sel-sel muda yang sedang tumbuh, dinding sel primer tersusun atas selulosa,hemiselulosa,pectin,serta beberapa senyawa lainnya. Sementara itu, dinding sel sekunder terbentuk karena penebalan. Dinding sekunder dimiliki oleh sel-sel dewasa yang terdapat disebelah dalam dinding sel primer. Dinding sel sekunder mempunyai kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin. 2. Membran Sel Membrane sel merupakan batas kehidupan. Membrane sel memisahkan sel yang hidup dengan lingkungan sekitarnya yang tidak hidup. Setiap sel diselimuti oleh sebuah lapisan yang disebut membran sel. Karena membrane sel sangat tipis, maka ia tidak bisa dilihat dengan mikroskop cahaya, tetpai bisa diamati dengan menggunakan mikroskop electron. Membrane sel teridiri dari barisan lemak. Selain itu pada membran sel juga terdapat protein. Membrane sel memiliki struktur seperti lembaran tipis, membrane sel tersusun dari molekulmolekul protein, lipid (lemak), dan sedikit karbohidrat yang membentuk suatu lapisan dengan sifat dinamis dan asimetri. Bersifat dinamis karena memiliki struktur seperti fluida atau zat cair. Sehingga molekul lipid dan protein lipid dan protein dapat bergerak. Bersifat asimetri karena komposisi protein dan lipid sisi luar tidak sama dengan sisi dalam membrane sel. Molekul-molekul tersebut menyusun matriks lapisan fosfolipid rangkap yang disisipi oleh protein membrane. 3. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan dalam sel yang letaknya diantara nukleus sama membrane plasma


BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode observasi dengan cara melakukan pengamatan B. Alat dan Bahan Alat 1. Pisau silet 2. Gelas objek 3. Pipet 4. Mikroskop 5. Cover glass Bahan/Preparat 1. Sel epidermis bawang merah 2. Wortel 3. Kentang 4. Tanaman elodea sp C. Langkah-langkah Kegiatan 1. Preparat : sel epidermis Bawang Merah a. Lepaskan epidermis yang berupa selaput tipis pada sisi sebelah dalam yang cekung menggunakan pisau silet b. Letakkan sepotong kecil epidermis pada gelas objek dan jaga agar tidak ada lipatan atau kerutan c. Tambahkan satu atau dua tetes air, kemudian tutuplah dengan gelas penutup d. Lalu perhatikan di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah. e. Gambarlah beberapa sel dengan bagian-bagiannya


f. Carilah bagian inti dengan pembesaran kuat dan periksa bagian tersebut, apakah tampak bagian yang berwarna merah keunguan? g. Gambarlah pada kertas gambar anda dan beri nama bagian-bagiannya. 2. Preparat: Umbi Wortel a. Buatlah irisan melintang wortel, irisan harus setipis mungkin. b. Gunakan medium air c. Amati dibawah mikroskop d. Lihatlah sel sel parenkim yang penuh dengan kloromoplas yang berisi kroten e. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian yang dapat anda kenali. 3. Preparat: Umbi Kentang a. Buatlah irisan umbi kentang, kulit tidak diikut sertakan. b. Gunakan medium air, anda akan melihat jaringan parenkim yang penuh dengan amiloplas. c. Amati butir pati tersebut d. Kemudian berilah satu tets yodium, butir pati akan tampakj berwarna biru. 4. Preparat: Tanaman Elodea sp. a. Siapkan sehelai daun elodea di atas kaca benda dengan medium air. b. Kemudian tuutplah dengan cover glass c. Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari selama 5-10 menit. d. Periksa dengan mikroskop dan temukan adanya gerak sirkulasi atau gerak rotasi yang merupakan siklosis dari sitoplasma. D. Rancangan Eksperimen Pada pratikum sel struktur tumbuhan ini kita melakukan pengamtan terhadap 4 preparat yaitu sel epidermis bawang merah, umbi wortel, umbi kentang dan tanaman elodea sp. Dengan menggunakan mikroskop. Pada pengamatan preparat bawang merah, menggunakan pisau silet untuk mengambil epidermis pada sisi sebelah dalam yang berupa selaput tipis, kemudian bawang merah yang sudah di ambil selaput tipisnya diletakkan pada gelas objek, ketika meletakkannya harus berhati-hati agar tidak terjadi lipatan. Lalu tambahkan satu tets air, dan tutuplah dengan cover glass, kemudian amati dengan mikroskop dengan pembesaran kuat. Gambarlah hasil dari pengamatan sel epidermis tersebut. Yang kedua pengamatan pada preparat umbi wortel , buatlah irisan melintang wortel, irisannya harus setipis mungkin, lalu letakkan pada objek gelas, kemudian tambahkan dua tetes air. Dan tutup dengan cover glass, lalu anda lihat sel-sel parenkim


yang epnuh dengan kromoplas yang berisi karoyten. Gambarlahh dan sebutkan bagianbagiannya. Yang ketiga pengamatan terhadap preparat Umbi Kentang. Buatlah irisan umbi kentang, kulitnya tida di ikutkan, letakkan pada objek glass, kemudian tambahkan 2 tetes yodium, lalu tutup dengan cover glass, selanjutnya amati butir pati dari umbi kentang tersebut. Dan gambarlah dan sebutkan bagian-bagiannya. Yang keempat pengamatan terhadap tanaman elodea sp. Siapkan sehelai daun elodea di atas objek glass dengan di tambhakan 1 tets air lalu tutup dengan cover glas, kemudian letakkan di tempat yang terkena sinar matahari , lalu segera periksa dengan mikroskop dan temukan adanya gerak sirkulasi atau gerak rotasi yang merupakan siklosis dan sitoplasma.


BAB IV HASIL DAN PEMBEHASAN A. HASIL 1. Preparat: Sel Epidermis Bawang Merah (Allium Cepa) 2. Preparat: Umbi Wortel (Daucus Carota)


3. Preparat: Umbi kentang (solanum tuberosum)


4. Preparat: Tanaman Elodea sp


B. PEMBEHASAN 1. Keterangan pada gambar 1 merupakan bentuk dari preparat jenis bawang merah (Allium cepa). Pada pengamatan selaput bagian dalam bawang merah pada mikroskop terlihat sel sel merah yang berlapis-lapis pada sel bawang merah terdapat organel sel seperti sitoplasma, dinding sel, nukleus dan terdapat gelembung air. 2. Pada gambar 2 merupakan bentuk dari preparat umbi wortel (Daucus carota). Pada bagian ini dapat diamati pada preparat umbi wortel adalah bagian dari sel tumbuhan yang berupa dinding sel dan kromoplas sel. Pengamat sel epidermis bawang merah diamati di bawah mikroskop dengan pemberatan 40×10. 3. Pada gambar 3 merupakan bentuk preparat dari jenis umbi kentang (Solanum tuberosum) Pada bagian ini dapat diamati pada preparat umbi kentang adalah bagian yang terlihat berupa hilum, Lamela dan butir pati. 4. Pada gambar 4 merupakan bentuk dari preparat tanaman Elodea sp Dapat di amati pada preparat pada daun Elodea spbagian yang terlihat berupa dinding sel, sitoplasma, inti sel, dan filamen aktif.Tidak ada gerakan sirkulasi karena pada saat ingin mengamati tanaman elodea sp itu dalam keadaan tidak segar(mati).


BAB V PENUTUP Kesimpulan Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup . Sel tumbuhan meliputi berbagai organel dan penyusun-penyusun lainnya seperti dinding sel, sitoplasma, membran plasma, reticulum endoplasma, badan golgi, vakuola,prosisom dan giloksisom,rangka sel,ribosom,mitokondria,plastida dan nukleus. Masing-masing organel memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Ada sel yang memiliki banyak fungsi tetapi juga ada sel yang mempunyai fungsi khusus.


Pada preparat bawang merah struktur penyusun selnya terdapat sitoplasma, nukleus dan dinding sel. Sedangkan pada preparat umbi wortel struktur penyusun selnya terdapat dinding sel dan kromoplas sel. Pada preparat umbi kentang struktur penyusun selnya terdapat hilum,Lamela dan butrir Pati. Pada preparat tanaman elodea sp terdapat dinding sel, sitoplasma, inti sel, dan filamen aktif. DAFTAR PUSTAKA Mulyani,Sri. 2019. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: PT Kanisius Hasanah ,Ummul. Putri Athirah Aziz. Ria Dwi Jayati. Wiwik Wiji Astuti. Andi Taskirah. Alin Liana. Rusmidin Nopa Nopiyanti. Lutfi. Andi Nur Veryani. Andi Nur Samsi. Stormy Vetygo. Maisya Zahra Al Banna. Nova Dwi Pratiwi Sulastri. 2021. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Bandung : Media Sains Indonesia


Lampiran


A.


Click to View FlipBook Version