.2. Diskusikan potensi keluarga untuk
membantu klien mengatasi waham.
.3. Jelaskan pada keluarga tentang:
- Pengertian waham
- Tanda dan gejala waham
- Penyebab dan akibat waham
- Cara merawat klien waham
.4. Latih keluarga cara merawat
waham.
.5. Tanyakan perasaan keluarga setelah
mencoba cara yang dilatihkan.
.6. Beri pujian kepada keluarga atas
keterlibatannya merawat klien di
RS.
.1. Diskusikan dengan klien tentang • Agar klien mampu mengontrol waham
manfaat dan kerugian tidak minum dengan patuh obat.
obat, nama, warna, dosis, cara, efek
terapi, efek samping penggunaan
obat
Pantau klien saat penggunaan obat
Beri pujian jika klien menggunakan
obat dengan benar
Diskusikan akibat berhenti minum obat
pa konsultasi dengan dokter
Anjurkan klien untuk konsultasi kepada
kter/ perawat jika terjadi hal-hal yang
ak diinginkan
RENCANA TINDAKAN
KLIEN DENGAN RIS
Nama Klien :
Ruangan :
Tujuan Kriteria evaluasi In
TUM :
Klien tidak akan 1. Setelah 1 kali interaksi klien Bina hubungan s
membahayakan
dirinya sendiri secara menunjukkan tanda-tanda dengan menggun
fisik
percaya kepada perawat : komunikasi tera
TUK :
1. Klien dapat ▪ Ekspresi wajah ▪ Sapa klien
membina hubungan bersahabat. verbal dan
saling percaya. ▪ Menunjukkan rasa ▪ Perkenalk
senang. panggilan
▪ Ada kontak mata.
▪ Mau berjabat tangan. berkenala
▪ Mau menyebutkan nama. ▪ Tanyakan
▪ Mau menjawab salam.
▪ Mau duduk nama pan
berdampingan dengan klien.
▪ Buat kont
▪ Tunjukka
perawat. menepati
▪ Bersedia
interaksi.
mengungkapkan masalah ▪ Tunjukka
yang dihadapi. menerima
▪ Beri perha
perhatikan
klien.
▪ Tanyakan
masalah y
N KEPERAWATAN
SIKO BUNUH DIRI
Diagnosis Medis :
No. RM :
Intervensi Rasional
saling percaya ▪ Bila sudah terbina hubungan saling percaya
nakan prinsip
apeutik diharapkan klien dapat koopertif, sehingga
n dengan ramah baik
n non verbal. pelaksanaan asuhan keperawatan dapat berjalan
kan nama, nama
n dan tujuan perawat dengan baik.
an.
n nama lengkap dan
nggilan yang disukai
trak yang jelas.
an sikap jujur. dan
janji setiap kali
an sikap empati dan
a apa adanya.
atian pada klien dan
n kebutuhan dasar
n perasaan klien dan
yang dihadapi klien.
▪ Dengarka
perhatian
klien.
2. Klien tidak akan • Klien dapat mengurangi ▪ Observasi d
melakukan ▪ Pindahkan b
aktivitas yang ancaman terhadap
mencederakan integritas fisik atau sistem ▪ Siapkan ling
dirinya ▪ Berikan keb
diri klien dalam sifat,
3. Klien akan jumlah, asal, atau waktu ▪ Kontrak unt
mengidentifikasikan ▪ Pantau peng
aspek-aspek positif
yang ada pada • Klien dapat menyebutkan ▪ Identifikasi
dirinya
aspek positif yg dimiliki klien
4. Klien akan
mengimplementasik klien, keluarga, ▪ Ajak klien u
an dua respons
protektif diri yang lingkungan serta dalam aktiv
adaptif
kemampuan yang dimiliki dapt dilakuk
klien ▪ Dukung keb
keinginan u
▪ Tingkatkan
interpersona
• Klien dapat menyebutkan ▪ Permudah k
dan
mengimplementasikan dan ekspres
dua mekanisme koping ▪ Bantu pasie
adaptif yang efektif bagi
diri sendiri guna koping yang
mencegah perilaku ▪ Identifikasi
mencederai diri sendiri ▪ Beri imbala
secara fisik
koping yang
an dengan penuh
ekspresi perasaan
dengan ketat ▪ Prioritas tertinggi yang diberikan pada
benda yang berbahaya aktivitas penyelamatan hidup pasien
gkungan yang aman ▪ Perilaku pasien harus diawasi sampai kendali
butuhan fisiologik dasar diri memadai untuk keamanan
tuk keamanan jika tepat
gobatan
kekuatan-kekuatan Perilaku bunuh diri mencerminkan depresi yang
mendasar dan terkait dengan harga diri rendah
untuk berperan serta serta kemarahan terhadap diri sendiri
vitas yag disukai dan
kannya
bersihan diri dan
untuk berhias
hubungan
al yang sehat
kesadaran, penamaan, Mekanisme koping maladaptif harus diganti
si perasaan dengan yang sehat untuk mengatasi stres dan
en mengenal mekanisme ansietas
g tidak sehat
alternatif cara koping
an untuk perilaku
g sehat
5. Klien akan • Klien dapat menyebutkan ▪ Bantu orang
mengidentifikasi dua dua sumber dukungan
sumber dukungan sosial yang bermanfaat berkomunka
sosial yang guna mencegah perilaku
bermanfaat mencederai diri sendiri dengan klien
▪ Tingkatkan
yang sehat
▪ Identifikasi
yang relevan
▪ Prakarsai ru
menggunaka
6. Klien akan mampu • Klien dapat menggunakan ▪ Libatkan kli
menguraikan
rencana pengobatan obat dengan benar baik dalam peren
dan rasionalnya
jumlah, jenis, waktu dan ▪ Jelaskan kar
dosis obat, serta kebutuhan p
manfaatnya diidentifikas
• Obat diminum sesuai dan rekome
aturan. medikasi
• Klien mengungkapkan ▪ Dapatkan re
perasaanya selama minum rencana asu
obat. ▪ Modifikasi r
umpa balik
g terdekat untuk Isolasi sosial menyebabkan harga diri rendah dan
asi secara konstruktif depresi, mencetuskan perilaku destruktif terhadap
n diri sendiri
hubungan keluarga
sumber komunitas
n
ujukan untuk
an sumber komunitas
ien dan orang terdekat Pemahaman dan peran serta dalam perencanaan
ncanaan asuhan pelayanan kesehatan meningkatkan kepatuhan
rakteristik dari
pelayanan yang telah
si, diagnosis medik,
endasi tindakan dan
espons terhadap
uhan keperawatan
rencana berdasarkan
pasien
Lampiran 12
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Resiko Klien Keluarga
Perilaku SP I p SP I k
Kekerasa
n 1. Mengidektifikasi penyebab PK 1. Mendiskusikan masalah
2. Mengidentifikasi tanda dan dgejala PK yang dirasakan keluarga
3. Mengidentifikasi Pk yang dilakukan dalam merawat klien
4. Mengidentifikasi akibat PK
5. Menyebutkan cara mengontrol PK 2. Menjelaskan pengertian PK,
6. Membantu klien mempraktekkan latiha tanda dan gejala serta proses
terjadinya PK
cara mengontrol fisik I
7. Menganjurkan klien memasukkabn 3. menjelaskan cara merawat
klien dengan PK
dalam jadwal kegiatan harian
SP II k
SP II p 1. Melatih keluarga
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian mempraktekkan cara
klien merawat klien dengan PK
2. Melatih klien mengontrol PK dengan 2. Melatih keluarga melakukan
cara fisik II cara merawat langsung
3. Menganjurkan klien memasukkabn kepada klien PK
dalam jadwal kegiatan harian
SP III k
SP III p 1. Membantu keluarga
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian membuat jadwal aktivitas di
klien rumah termasuk minum
2. Melatik klien mengontrol PK dengan obat (discharge planning)
cara verbal 2. Menjelaskan follow up klien
3. menganjurkan klien memasukkan dalam setelah pulang
jadwal kegiatan harian
SP IV p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
klien
2. Melatik klien mengontrol PK dengan
cara spiritual
3. menganjurkan klien memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
SP V p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
klien
2. Melatik klien mengontrol PK dengan
minum obat
3. menganjurkan klien memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
Isolasi Klien Keluarga
Sosial SP I p SP I k
1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial 1. Mendiskusikan masalah
klien yang dirasakan keluarga
dalam merawat klien
2. Berdiskusi dengan klien tentang
keuntungan berinteraksi dengan orang 2. Menjelaskan pengertian,
lain tanda dan gejala isolasi
sosial yang dialami klien
3. Berdiskusi dengan klien tentang beserta proses terjadinya
kerugian tidak berinteraksi dengan
orang lain 3. Menjelaskan cara-cara
merawat klien isolasi sosial
4. mengajarkan klien cara berkenalan
dengan satu orang SP II k
1. Melatih keluarga
5. menganjurkan klien mamasukkan mempraktekkan cara
kegiatan latihan berbincang-bincang merawat klien dengan
dengan orang lain dalam kegiatan harian isolasi sosial
2. Melatih keluarga melakukan
SP II p cara merawat langsung
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian kepada klien isolasi sosial
klien
2. memberikan kesempatan kepada klien SP III k
mempraktekkan cara berkenalan dengan 1. Membantu keluarga
satu orang membuat jadwal aktivitas di
3. Membantu klien memasukkan kegiatan rumah termasuk minum
berbincang-bincang dengan orang lain obat (discharge planning)
sebagai salah satu kegiatan harian 2. Menjelaskan follow up klien
setelah pulang
SP III p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
klien
2. Memberikan kesempatan kepada klien
berkenalan dengabn dua orang atau
lebih
3. Menganjurkan klien memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
Harga Diri Rendah Pasien Keluarga
SP I p SP I k
1. Mengidentifikasi 1. Mendiskusikan
kemampuan dan aspek masalah yang
positif yang dimiliki dirasakan keluarga
klien dalam merawat klien
2. Membantu klien 2. Menjelaskan
menilai kemampuan pengertian, tanda dan
klien yang masih dapat gejala harga diri
dilakukan rendah yang dialami
klien beserta proses
3. Membantu klien terjadinya
memilih kegiatan yang
akan dilatih sesuai 3. Menjelaskan cara-cara
dengan kemampuan merawat klien harga
klien diri rendah
4. Melatih klien sesuai SP II k
kemampuan yang 1. Melatih keluarga
dipilih mempraktekkan cara
merawat klien dengan
5. Memberikan pujian harga diri rendah
yang wajar terhadap 2. Melatih keluarga
keberhasilan klien melakukan cara
merawat langsung
6. Menganjurkan klien kepada klien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian SP III k
1. Membantu keluarga
SP II p membuat jadwal
1. Mengevaluasi jadwal aktivitas di rumah
kegiatan harian klien termasuk minum obat
2. Melatih kemampuan (discharge planning)
kedua klien 2. menjelaskan follow up
3. Menganjurkan klien klien setelah pulang
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
Halusinasi Pasien Keluarga
SP I p SP I k
1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 1. Mendiskusikan
2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien masalah yang
3. Mengidentifikasi waktu halusinasi dirasakan keluarga
dalam merawat klien
klien
4. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi 2. Menjelaskan
pengertian, tanda dan
klien gejala halusinasi, dan
5. Mengidentifikasi situasi yang jenis halusinasi yang
dialami klien beserta
menimbulkan halusinasi proses terjadinya
6. Mengidentifikasi respon klien terhadap
3. Menjelaskan cara-cara
halusinasi merawat klien
7. Mengajarkan klien menghardik halusinasi
halusinasi SP II k
8. Menganjurkan klien memasukkan cara
menghardik halusinasi dalam jadwal
kegiatan harian
SP II p 1. Melatih keluarga
mempraktekkan cara
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian merawat klien dengan
klien halusinasi
2. Melatih klien mengendalikan 2. Melatih keluarga
halusinasi dengan cara bercakap-cakap melakukan cara
dengan orang lailn merawat langsung
kepada klien
3. Menganjurkan klien memasukkan halusinasi
dalam jadwal kegiatan harian
SP III p SP III k
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian 1. Membantu keluarga
klien membuat jadwal
aktivitas di rumah
2. Melatih klien mengendalikan termasuk minum obat
halusinasi dengan melakukan kegiatan (discharge planning)
(kegiatan yang biasa dilakukan klien)
2. Menjelaskan follow up
3. Menganjurkan klien memasukkan pasien setelah pulang
dalam jadwal kegiatan harian
SP IV p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
klien
2. Memberikan pendidikan kesehatan
tentang penggunaan obat secara teratur
3. Menganjurkan klien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian
Defisit Pasien Keluarga
Perawatan
Diri SP I p SP I k
1. Menjelaskan pentingnya kebersiha 1. Mendiskusikan
diri masalah yang
dirasakan keluarga
2. Menjelaskan cara menjaga dalam merawat klien
kebersihan diri
2. Menjelaskan
3. Membantu klien mempraktekkan cara pengertian, tanda dan
menjaga kebersihan diri gejala defisit
perawatan diri, dan
4. Menganjurkan klien memasukkan jenis defisit perawatan
dalam jadwal kegiatan harian diri yang dialami klien
beserta proses
SP II p terjadinya
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian 3. Menjelaskan cara-cara
klien merawat klien defisit
perawatan diri
2. Menjelaskan cara makan yang baik
3. Membantu klien mempraktekkan cara SP II k
makan yang baik 1. Melatih keluarga
4. Menganjurkan klien memasukkan mempraktekkan cara
merawat klien dengan
dalam jadwal kegiatan harian defisit perawatan diri
SP III p 2. Melatih keluarga
melakukan cara
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian merawat langsung
klien kepada klien defisit
perawatan diri
2. Menjelaskan cara eliminasi yang baik
3. Membantu klien mempraktekkan cara SP III k
eliminasi yang baik dan memasukkan
dalam jadwal
4. Menganjurkan klien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian
SP IV p 1. Membantu keluarga
membuat jadwal
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian aktivitas di rumah
2. Menjelaskan cara berdandan termasuk minum obat
3. membantu klien mempraktekkan cara (discharge planning)
berdandan 2. Menjelaskan follow up
4. Menganjurkan klien memasukkan pasien setelah pulang
dalam jadwal kegiatan harian
Waham Pasien Keluarga
SP I p SP I k
1. Membantu orientasi realita 1. Mendiskusikan masalah
2. Mendiskusikan kebutuhan yang yang dirasakan keluarga
dalam merawat klien
tidak terpenuhi
3. Membantu klien memenuhi 2. Menjelaskan pengertian,
tanda dan gejala waham,
kebutuhannya dan jenis waham yang
4. Menganjurkan klien dialami klien beserta
proses terjadinya
memasukkan jadwal kegiatan
harian 3. Menjelaskan cara-cara
merawat klien waham
SP II p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan SP II k
harian klien
1. Melatih keluarga
2. Berdiskusi tentang kemampuan mempraktekkan cara
yang dimiliki klien merawat klien dengan
waham
3. Melatih kemampuan yang
dimiliki klien 2. Melatih keluarga
melakukan cara merawat
SP III p langsung kepada klien
waham
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan
harian klien SP III k
2. Memberikan pendidikan 1. Membantu keluarga
kesehatan tentang penggunaan membuat jadwal aktivitas
obat secara teratur di rumah termasuk minum
obat (discharge planning)
3. Menganjurkan klien
memasukkan dalam jadwal 2. Mendiskusikan sumber
kegiatan harian rujukan yang bisa
dijangkau keluarga
Resiko Paien Keluarga
SP I k
Bunuh Diri
SP I p
1. Mengidentifikasi benda-benda yang 1. Mendiskusikan masalah
dapat membahayakan klien yang dirasakan keluarga
dalam merawat klien
2. Mengamankan benda-benda yang
dapat membahayakan klien 2. Menjelaskan pengertian,
tanda dan gejala resiko
3. Melakukan kontrak treatment bunuh diri, dan jenis
4. Mengajarkan cara mengendalikan resiko bunuh diri yang
dialami klien beserta
dorongan bunuh diri proses terjadinya
5. Melatih cara mengendalikan
3. Menjelaskan cara-cara
dorongan bunuh diri merawat klien resiko
bunuh diri
SP II p
1. Mengidentifikasi aspek positif klien SP II k
2. Mendorong klien untuk berpikir
1. Melatih keluarga
positif terhadap diri mempraktekkan cara
3. Mendorong klien untuk menghargai merawat klien dengan
resiko bunuh diri
diri sebagai individu yang berharga
2. Melatih keluarga
SP III p melakukan cara merawat
langsung kepada klien
1. Mengidentifikasi pola koping yang resiko bunuh diri
biasa diterapkan klien
SP III k
2. Menilai pola koping yang biasa
dilakukan 1. Membantu keluarga
membuat jadwal aktivitas
3. Mengidentifikasi pola koping yang di rumah termasuk
konstruktif minum obat (discharge
planning)
4. Mendorong klien memilih pola
koping yang konstruktif 2. Mendiskusikan sumber
rujukan yang bisa
5. Menganjurkan klien menerapkan dijangkau keluarga
pola koping konstruktif dalam
kegiatan harian
SP IV p
1. Membuat rencana masa depan yang
realistis bersama klien
2. Mengidentifikasi cara mencapai
rencana masa depan yang realistis
3. Memberi dorongan klien melakukan
kegiatan dalam rangka meraih masa
depan yang realistis
Lampiran 13
JADWAL KEGIATAN HARIAN PASIEN
Nama pasien :
No Waktu Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Ket
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Petunjuk
Beri tanda T, B, dan M pada jam tanggal pelaksanaan kegiatan
➢ T : Tergantung, jika pasien sama sekali belum melaksanakan dan tergantung pada
bimbingan perawat
➢ B : Bantuan, jika pasien sudah melakukan kegiatan tetapi belum sempurna. Dengan
bantuan pasien dapat melaksanakan dengan baik.
➢ M : Mandiri, jika pasien melaksanakan kegiatan tanpa di bimbing dan disuruh.
Lampiran 14
Self-Reporting Questionnaire - 29
Nama: ______________________________Tanggal: _____________
Alamat: ____________________________ Telepon: _____________
HP: _________________
Petunjuk:Bacalah petunjuk ini seluruhnya sebelum mulai mengisi. Pertanyaan berikut berhubungan
dengan masalah yang mungkin mengganggu Anda selama 30 hari terakhir. Apabila Anda
menganggap pertanyaan itu berlaku bagi Anda dan Anda mengalami masalah yang disebutkan dalam
30 hari terakhir, berilah tanda pada kolom Y. Sebaliknya, Apabila Anda menganggap pertanyaan itu
tidak berlaku bagi Anda dan Anda tidak mengalami masalah yang disebutkan dalam 30 hari terakhir,
berilah tanda pada kolom T. Jika Anda tidak yakin tentang jawabannya, berilah jawaban yang paling
sesuai di antara Y dan T. Kami tegaskan bahwa, jawaban Anda bersifat rahasia, dan akan digunakan
hanya untuk membantu pemecahan masalah Anda.
Pertanyaan YT
1. Apakah Anda sering menderita sakit kepala?
2 Apakah Anda kehilangan nafsu makan?
3 Apakah tidur Anda tidak lelap?
4 Apakah Anda mudah menjadi takut?
5 Apakah Anda merasa cemas, tegang dan khawatir?
6 Apakah tangan Anda gemetar?
7 Apakah Anda mengalami gangguan pencernaan?
8 Apakah Anda merasa sulit berpikir jernih?
9 Apakah Anda merasa tidak bahagia?
10 Apakah Anda lebih sering menangis?
11 Apakah Anda merasa sulit untuk menikmati aktivitas sehari-hari?
12 Apakah Anda mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan?
13 Apakah aktivitas/tugas sehari-hari Anda terbengkalai?
14 Apakah Anda merasa tidak mampu berperan dalam kehidupan ini?
15 Apakah Anda kehilangan minat terhadap banyak hal?
16 Apakah Anda merasa tidak berharga?
17 Apakah Anda mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup Anda?
18 Apakah Anda merasa lelah sepanjang waktu?
19 Apakah Anda merasa tidak enak di perut?
20 Apakah Anda mudah lelah?
21 Apakah anda minum alkohol lebih banyak dari biasanya atau Apakah anda
menggunakan narkoba ?
22 Apakah anda yakin bahwa seseorang mencoba mencelakai anda dengan cara
tertentu ?
23 Apakah ada yang mengganggu atau hal yang tidak biasa dalam pikiran anda ?
24 Apakah anda pernah mendengar suara tanpa tahu sumbernya atau yang orang
lain tidak dapat mendengar ?
25 Apakah anda mengalami mimpi yang mengganggu tentang suatu
bencana/musibah atau adakah saat-saat anda seolah mengalami kembali kejadian
bencana itu ?
26 Apakah anda menghindari kegiatan, tempat, orang atau pikiran yang
mengingatkan anda akan bencana tersebut?
27 Apakah minat anda terhadap teman dan kegiatan yang biasa anda lakukan
berkurang ?
28 Apakah anda merasa sanggat terganggu jika berada dalam situasi yang
mengingatkan anda akan bencana atau jika anda berpikir tentang bencana itu ?
29 Apakah anda kesulitan memahami atau mengekspresikan perasaan anda ?
Interpretasi:
a. tidak terdapat nilai cut off yang universal yang dapat digunakan
b. dalam kebanyakan situasi 5 sampai 7 jawaban YA pada no 1-20 (gejala neurosis)
mengindikasikan adanya masalah psikologis
c. NO. 21 mengindikasikan adanya penggunaan zat psikoaktif
d. Satu jawaban YA dari no. 22-24 (gejala psikotik) mengindikasikan adanya masalah serius
dan perlu penanganan lebih lanjut
e. Satu jawaban YA dari no. 25-29 mengindikasikan adanya gejala-gejala PTSD (Post
Traumatic Stress Disorder)