The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Annisa Sa, 2023-03-26 23:41:43

siklus air

konsep siklus air

Keywords: siklus air

DAFTAR ISI DAFTAR ISI............................................................................................... PEMBAHASAN ........................................................................................................... BAB 1 Konsepsi Para Ahli Mengenai Siklus Air............................................................. BAB 2 Pengertian Siklus Air........................................................................................... BAB 3 Tahapan Siklus Air.............................................................................................. BAB 4 Macam-Macam Siklus Air................................................................................... BAB 5 Dampak Negatif bagi Kehidupan apabila Siklus Hidrologi Terganggu................. BAB 1.Konsepsi Para Ahli Mengenai Siklus Air


Menurut Ahli. Siklus air dikenal dengan nama siklus hidrologi. Menurut Sosrodarsono (2003), siklus tersebut adalah air yang menguap ke udara dari permukaan tanah dan laut, berubah menjadi awan sesudah melalui beberapa proses dan kemudian jatuh sebagai hujan atau salju ke permukaan laut atau daratan. Selain itu, Triatmodjo (2008) juga memiliki definisinya sendiri. Menurutnya, siklus hidrologi adalah proses dimana bergeraknya air dari bumi menuju atmosfer dan kemudian kembali lagi ke bumi, yang berlangsung secara terus menerus. Siklus hidrologi menurut Suyono (2006) adalah air yang menguap ke udara dari permukaan tanah dan laut, berubah menjadi awan sesudah melalui beberapa proses dan kemudian jatuh sebagai hujan atau salju ke permukaan laut atau daratan. Siklus hidrologi menurut Soemarto (1987) adalah gerakan air laut ke udara, yang kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. BAB 2. Pengertian Siklus Air


Siklus air adalah siklus yang menunjukkan gerakan air di permukaan bumi.Siklus air adalah proses perputaran air dalam berbagai wujud secara terus menerus di bumi.Selama berlangsung daur hidrologi, yaitu perjalanan air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut yang tidak pernah berhenti tersebut, air akan bertahan sementara di sungai, danau/waduk, dan dalam tanah sehingga dapat di manfaatkan oleh manusia atau mahluk hidup lainnya untuk berbagai keperluan. Dalam siklus air, masukan berupa curah hujan akan didistribusikan melalui beberapa cara yaitu air lolos (throughfall), aliran batang (steamflow), dan air hujan langsung sampai le permukaan tanah untuk kemudian terbagi menjadi larian, evaporasi, dan air infiltrasi. Gabungan evaporasi uap air hasil proses transpirasi dan intersepsi dinamakan evapotranspirasi. Sedangkan air larian dan air infiltrasi akan mengalir ke sungai sebagai debit aliran (discharge). Sirkulasi yang kontinu antara air laut dan air daratan berlangsung secara terus-menerus. Sirkulasi ini dapat tidak merata,karena kita melihat perbedaan besar jumlah presipitasi dari tahun ke tahun, dan juga dari wilayah ke wilayah yang lain. Sirkulasi air ini di pengaruhi oleh kondisi meteorologi (suhu, tekanan atmosfer, angin, dan lain-lain) dan kondisi topografi. Air adalah salah satu sumber daya alan yang sangat berharga. Tanpa air tidaklah mungkin ada kehidupan di muka bumi ini. Disamping mempunyai manfaat biologis, air juga mempunyai daya energi yang berupa daya angkut dan pikul. Energi air dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang kebutuhannya, tetapi kadang-kadang air menjadi tenaga perusak. Tetes hujan dan aliran air dapat menyebabkan kerusakan tanah (erosi) dan sedimentasi. Hujan dn aliran air yang berlebihan dapat mendatangkan bencana banjir yang sering merugikan baik harta maupun jiwa manusia. BAB 3.Tahapan Siklus Air


1. Penguapan (Evaporasi) Dalam proses penguapan ini, terjadilah perubahan air dari bentuk yang awalnya cair menjadi bentuk gas. Ketika matahari memancarkan panasnya menuju bumi, keberadaan air yang ada di sungai, danau, maupun lautan pasti akan menguap menjadi bentuk gas. Molekulmolekul gas tersebut akan menguap, sehingga naik menuju atmosfer melalui udara. 2. Kondensasi Kondensasi adalah suatu proses yang mengubah air dari bentuk gas menjadi bentuk cair. Ketika uap air naik menuju atmosfer, uap air tersebut menjadi lebih dingin dan mengalami perubahan bentuk kembali yakni menjadi tetesan air kecil. Hal tersebut terjadi ketika uap air telah membentuk awan. 3. Air Hujan Ketika uap air telah membentuk awan, apabila terkena angin pasti awan tersebut akan “terseret” mengikuti arus angin. Jika terdapat begitu banyak air yang mengembun, sehingga udara tidak dapat mendukung beratnya, maka air yang ada di awan tersebut akan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Namun, tidak semua air di awan tersebut akan jatuh dalam bentuk hujan, sebab bergantung pada suhu udara di wilayah yang bersangkutan. Dapat berupa bentuk cair atau hujan, tetapi dapat juga berupa bentuk padat misalnya salju, hujan salju, atau hujan es.


4. Infiltrasi Proses ini adalah ketika air dari awan jatuh kembali ke bumi, yang mana pasti sebagian besar jatuh menuju ke tanah dan membasahinya hingga ke dalam tanah. Air-air tersebut kemudian “berkumpul” di bawah tanah, terutama di lapisan batuan, pasir, atau kerikil yang dapat dinamakan sebagai akuifer alias air tanah. Tanah tersebut nantinya akan merembes hingga ke bagian bawah sungai, sehingga akan memberikan aliran air bahkan setelah hujan berhenti.Air tanah ini sangat dimanfaatkan oleh akar tanaman, terutama dalam proses fotosintesis. 5.Limpasan Limpasan adalah proses dimana air tidak meresap ke dalam tanah, melainkan mengalir di tanah. Air limpasan ini nantinya akan mengumpul di sungai dan kemudian mengalir menuju ke sungai yang lebih besar. 6.Transpirasi Proses ini adalah ketika air menguap dari tanaman, terutama melalui daun. Hal tersebut juga dapat berpotensi untuk mengembalikan uap air kembali ke udara. Singkatnya, proses siklus air ini berupa: Air laut atau air yang ada di darat akan menguap, kemudian naik menuju ke langit dan berkumpul di udara sehingga membentuk gumpalan air. Awan-awan yang terkumpul di langit tersebut kemudian mencair, sehingga akan menimbulkan titik-titik hujan yang turun ke permukaan bumi. Dari titik hujan tersebut, sebagian ada yang langsung mengalir melalui sungai menuju laut. Sebagian lagi akan terserap menuju ke dalam perut bumi, tetapi ada juga yang menggumpal menjadi es. Cadangan air yang ada di permukaan bumi tersebut, nantinya akan menguap kembali menjadi bentuk awan, dan melakukan proses perputaran yang sama secara terus-menerus dan berulang-ulang.


BAB 4.Macam-Macam Siklus Air Siklus air ada berbagai macam, hal ini berdasarkan pada jumlah tahapan yang dilalui air. Terdapat tiga jenis siklus air yang perlu kamu ketahui, diantaranya yaitu: Siklus pendek Siklus air yang diawali dari evaporasi air laut ke atmosfer. Uap air akan mengalami kondensasi dalam ketinggian tertentu hingga membentuk awan. Awan yang tidak kuat dengan beban air akan mengalami presipitasi lalu turunlah hujan air yang jatuh kembali ke laut. Siklus sedang Serupa dengan siklus pendek, siklus sedang terjadi saat air laut menguap. Namun uap air terbawa angin ke daratan dan di ketinggian tertentu uap akan mengalami proses kondensasi menjadi awan dan muncul hujan yang jatuh di daratan.Air hujan akan meresap ke dalam tanah, ada yang diserap akar tumbuhan atau terbawa aliran air permukaan seperti sungai dan parit. Kemudian sebagian air akan melewati berbagai macam saluran yang membawanya kembali ke laut.


Siklus panjang Terjadi karena proses evaporasi dan kondensasi air lalu yang membentuk awan. Kemudian awan terbawa angin ke tempat lebih tinggi di daratan. Bentukan awan tadi berkumpul dengan uap air hasil evaporasi danau, sungai, dan transpirasi tumbuhan. Ketinggian tempat mempengaruhi uap air menyentuh lapisan udara dingin hingga berubah menjadi salju dan terjadilah hujan salju di musim dingin. Hal ini juga membentuk bongkahan es pada pegunungan tinggi.Berkat adanya gaya gravitasi, bongkahan es di gunung akan turun ke tempat lebih rendah yang dikenal dengan fenomena gletser. Jika gletser terkena suhu tinggi, maka akan mencair dan mengalir melalui perairan darat lalu kembali ke arah laut.


BAB 5. Dampak Negatif bagi Kehidupan apabila Siklus Hidrologi Terganggu Terjadinya kekeringan Terganggunya siklus hidrologi memberikan dampak negatif yang berbeda di daerah benua atau daratan yang jauh dari perairan. Dilansir dari NASA Earth Observatory, pergeseran siklus air menyebabkan peningkatan pengeringan permukaan tanah dan menambah keparahan kekeringan. Akibatnya, daerah tersebut akan kekurangan air dan kekeringan yang juga membahayakan bagi kehidupan. Tanah menjadi tidak subur Terganggunya siklus hidrologi dapat menyebabkan banjir dan air limpasan. Dilansir dari University of Missouri Extension, air limpasan di permukaan, air yang meresap, dan banjir dapat membawa banyak unsur hara. Menyebabkan tanah yang terkena banjir dan air limpasan menjadi kekurangan unsur hara dan tidak subur. Selain banjir, kekeringan yang terjadi karena terganggunya siklus hidrologi dapat membuat kandungan air dalam tanah berkurang. Akibatnya, tanah menjadi tidak subur dan sulit bagi tumbuhan untuk tumbuh. Berkurangnya air bersih Siklus hidrologi menjaga ketersediaan air bersih (air tidak asin) di daratan. Terganggunya siklus hidrologi dapat mengakibatkan air tanah dan sumber air bersih lainnya menjadi kering. Akibatnya, makhluk hidup akan kekurangan air bersih untuk konsumsi dan sanitasi. Kematian makhluk hidup Kekeringan yang terjadi akibat terganggunya siklus air melahirkan berbagai dampak negatif yang berujung pada kematian makhluk hidup. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Kekeringan membuat manusia, hewan, dan juga tumbuhan tidak dapat memenuhi kebutuhan air untuk mempertahankan fungsi tubuhnya. Sehingga, terganggunya siklus hidrologi (terutama dalam jangka panjang) dapat mengakibatkan kepunahan makhluk hidup.


Terjadinya badai Dilansir dari NASA Global Precipitation Measurement, peningkatan penguapan siklus hidrologi dapat mengakibatkan badai yang lebih sering dan intens. Adapun badai mengakibatkan banyak dampak negatif seperti terhentinya aktivitas, kerusakan infrastruktur, dan juga jatuhnya korban jiwa. Terjadinya longsor Daerah yang mengalami kenaikan intensitas hujan akibat terganggunya siklus hidrologi mengalami lebih banyak banjir dan air limpasan. Banjir dan air limpasan tersebut dapat memicu terjadinya longsor dalam skala besar maupun kecil. Longsor yang terjadi dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kehidupan. Terjadinya hujan asam Aktivitas manusia dapat mengemisikan gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke udara. Kedua gas tersebut kemudian masuk ke dalam silus hidrologi, bereaksi dengan uap air, dan menghasilkan hujan asam yang berbahaya bagi kehidupan. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siklus hidrologi memegang peranan penting dalam kehidupan di bumi. Sehingga, kita harus menjaga siklus hidrologi agar tidak terjadi dampak negatif yang telah disebutkan.


Click to View FlipBook Version