Modul ………………………………………………………………………………… 1KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI, PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUSBALAI BESAR PENGEMBANGAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN VOKASI BISNIS DAN PARIWISATAMENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DANRENCANA APLIKASI DIGITAL (M.70MKT00.015.1)2025
Modul …………………………………………………………………………… 2MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DANRENCANA APLIKASI DIGITALKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI, PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUSBALAI BESAR PENGEMBANGAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIK VOKASI BISNIS DAN PARIWISATA2025
Modul …………………………………………………………………………… 3MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DANRENCANA APLIKASI DIGITAL@2025 Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.PengarahDr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.AkPenanggung JawabHedi Holidin, S.P., M.SiDr. Nining Dwirosanti, S.Psi., M.Psi Zulfikar, ST, MKKKPenyusunMeily Safitri, S.Pd, M.SiEditorRd.Soelasmi, SH, M.PdDiterbitkan oleh BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata Jln Raya Parung Km 22-23 Sawangan Depok 16516https://bbppmpvbispar.kemdikbud.go.id/
Modul …………………………………………………………………………… 4KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena karunia dan rahmatNya, maka Modul ……………….......................... dapat diselesaikan. Modul …………………………….. merupakan salah satu komponen pendukung Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri, yang menekankan pada pembelajaran berbasis kompetensi.Pembelajaran berbasis kompetensi dalam implementasinya perlu dikondisikan, disiapkan dan diimplementasikan oleh setiap guru mata pelajaran di SMK selaras dengan perkembangan di industri, agar kualitas lulusan SMK benar-benar mampu menyiapkan dirinya untuk siap bekerja pada bidang yang relevan. Modul ………………………. merupakan buku panduan dalam menyampaikan Materi Pelatihan yang berisi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk mencapai kompetensi di unit iniKami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan modul ………………………………….. Akhir kata, semoga modul ini berguna bagi Bapak/Ibu guru, khususnya bagi peningkatan kualitas pembelajaran di SMK. Modul ini sangat terbuka terhadap masukan dan saran dari pembaca khususnya Bapak/Ibu guru demi peningkatan kualitas modul ini. Depok, Februari 2025Kepala,Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.AkNIP.19801203 200501 1 004
Modul …………………………………………………………………………… 5DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIA. PENDAHULUANB. PANDUAN PENGGUNAAN MODULC. PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN1. Program Keahlian PemasaranUnit : Mengoptimalkan Pengelolaan Media Sosial dan Rencana Apliaksi Digital1) Elemen1: Menentukan Media Sosial yang Digunakan dan Persyaratan yang Dibutuhka2) Eleman 2: Menentukan Kriteria dan Kinerja Platform Media Sosial3) Elemen 3 : Mengembangkan Pedoman Konten (Pilar Konten)4) Elemen 4: Mengembangkan dan Mendokumentasikan Aturan dan Prosedur5) Elemen 5: Mengembangkan dan Mendokumentasikan Aturan dan Prosedur6) Aktivitas Pembelajaran - Lembar Kerja (LK) 17) Evaluasi TeoriD. REFERENSIA. PENDAHULUANTuntutan pembelajaran berbasis kompetensi menjadi sangat penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja. Selaras dengan tuntutan tersebut, maka dibutuhkan mekanisme pelatihan yang lebih praktis, aplikatif, serta dapat menarik dilaksanakan sehingga memotivasi
Modul …………………………………………………………………………… 6para peserta dalam melaksanakan pelatihan yang diberikan. Seiring dengan mudahnya teknologi digunakan, maka materi pelatihan dapat disajikan dengan berbagai media pembelajaran sehingga dapat diakses secara offline dan online.Modul pelatihan merupakan buku panduan dalam menyampaikan Materi Pelatihan yang berisi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk mencapai kompetensi di unit ini.B. PANDUAN PENGGUNAAN MODULBeberapa ketentuan panduan penggunaan materi yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:1. Modul ini dapat dijadikan rujukan untuk pelaksanaan PBK dengan penggunaannya dapat dikembangkan dan dikontekstualisasikan sesuai dengan kebutuhan, materi ini terdiri dari:a. Pengetahuanb. Keterampilanc. Evaluasid. Daftar referensi2. Slide powerpoint dan video merupakan kelengkapan yang dapat dijadikan referensi bagi para widyaiswara.3. Peran widyaiswara terkait dengan penggunaan modul, antara lain:a. Widyaiswara dapat menggunakan modul ini yang dilengkapi dengan referensi sumber lainnya seperti buku, video, file presentasi dan lain-lain sehingga diharapkan modul ini dapat diimplementasikan sesuaikan dengan kebutuhan masingmasing Lembaga pelatihan.b. Proses pembelajaran dapat disampaikan dengan menggunakan berbagai sumber yang menguatkan peserta pelatihan, baik melalui tahapan persiapan, pelaksanaan di kelas, praktek, melakukan investigasi, menganalisa, mendiskusikan, tugas kelompok, presentasi, serta menonton video.
Modul …………………………………………………………………………… 7c. Keseluruhan materi yang tersedia sebagai referensi dalam buku ini dapat menjadi bahan dan gagasan untuk dikembangkan oleh widyaiswara dalam memperkaya materi pelatihan yang akan dilaksanakan.4. Evaluasi pencapaian kompetensi peserta dapat dilaksanakan sesuai dengan proses penilaian berupa soal tertulis, instruksi lembar kerja dan/atau standard produk yang dipersiapkan oleh widyaiswara5. Referensi merupakan referensi yang menjadi acuan dalam penyusunan buku panduan pelatihan ini.C. PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN1. Program Keahlian PemasaranMENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL DANRENCANA APLIKASI DIGITAL (M.70MKT00.015.1)Dalam era digital yang terus berkembang, mengoptimalkan pengelolaan media sosial dan merancang aplikasi digital menjadi langkah strategis bagi individu maupun organisasi untuk meningkatkan visibilitas,
Modul …………………………………………………………………………… 8keterlibatan, dan efisiensi operasional. Pengelolaan media sosial yang efektif tidak hanya mencakup pembuatan konten yang menarik, tetapi juga analisis data, interaksi dengan audiens, serta penerapan strategi pemasaran yang tepat. Sementara itu, perencanaan aplikasi digital memungkinkan bisnis dan komunitas untuk menawarkan solusi berbasis teknologi yang inovatif, meningkatkan pengalaman pengguna, serta mempercepat transformasi digital. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data, optimalisasi media sosial dan aplikasi digital dapat membantu mencapai tujuan komunikasi, pemasaran, maupun efisiensi bisnis secara lebih maksimal. Berikut elemen-elemen untuk mengoptimalkan pengelolaan media sosial dan rencana aplikasi digital :1. Menentukan Media Sosial yang Digunakan dan Persyaratan yang DibutuhkanUntuk memastikan media sosial yang digunakan sesuai dengan kebutuhan organisasi, langkah-langkah berikut perlu diperhatikan:1.1 Aktivitas utama, basis pelanggan, nilai, dan arahan dikonfirmasi melalui strategi organisasi• Mengidentifikasi visi, misi, dan nilai inti organisasi agar media sosial selaras dengan tujuan bisnis utama.• Memahami siapa target pelanggan berdasarkan demografi, psikografi, dan perilaku digital.• Menganalisis aktivitas utama bisnis, apakah berfokus pada edukasi, hiburan, penjualan, atau layanan pelanggan.• Memastikan bahwa semua langkah dalam pengelolaan media sosial mendukung strategi jangka panjang organisasi.1.2 Tujuan penggunaan media sosial dan platform daring ditentukan mengikuti strategi organisasi• Menentukan apakah media sosial digunakan untuk meningkatkan brand awareness, mendorong engagement, meningkatkan konversi, atau membangun komunitas.
Modul …………………………………………………………………………… 9• Menyesuaikan tujuan dengan karakteristik setiap platform (misalnya: LinkedIn untuk profesional, Instagram untuk visual branding, TikTok untuk engagement berbasis video pendek).• Menentukan Key Performance Indicators (KPI) yang sesuai, seperti tingkat interaksi, jumlah pengikut, jumlah klik ke website, atau jumlah konversi dari iklan digital.1.3 Fungsi platform dinilai untuk melayani segmen pelanggan tertentu• Mengevaluasi keunggulan dan keterbatasan setiap platform dalam menjangkau target pasar.• Menggunakan riset pasar dan data demografis untuk memahami di mana audiens lebih aktif.• Menyesuaikan format konten dengan kebiasaan konsumsi pelanggan di setiap platform (misalnya, video pendek lebih efektif di TikTok dan Reels Instagram, sedangkan artikel panjang lebih cocok di LinkedIn).• Mengidentifikasi fitur-fitur spesifik yang dapat dimanfaatkan, seperti fitur belanja langsung (Instagram Shopping, Facebook Marketplace), atau fitur interaktif seperti polling dan Q&A.1.4 Media sosial dan platform daring dipilih yang paling cocok dengan tujuan dan target pelanggan• Memilih platform berdasarkan kombinasi antara tujuan bisnis, kebiasaan pelanggan, dan efektivitas fitur yang tersedia.• Memastikan bahwa sumber daya (tim, waktu, dan anggaran) tersedia untuk mengelola platform yang dipilih secara optimal.• Menguji efektivitas awal melalui kampanye kecil sebelum melakukan ekspansi lebih besar.• Menetapkan prioritas dan alokasi konten untuk setiap platform agar selaras dengan strategi komunikasi digital organisasi.
Modul …………………………………………………………………………… 10Gambar 1. 10 Langkah Membuat Strategi Media Sosial dengan Mudah https://whello.id/tips-digital-marketing/strategi-media-sosial/2. Menentukan Kriteria dan Kinerja Platform Media SosialUntuk memastikan media sosial digunakan secara optimal, organisasi perlu menentukan kriteria dan metrik keberhasilan yang jelas. Berikut langkahlangkah yang harus dilakukan:2.1 Tipe dan jumlah media sosial/media daring ditentukan berdasarkan strategi organisasi• Mengidentifikasi platform utama yang akan digunakan sesuai dengan tujuan bisnis (misalnya, Instagram untuk branding visual,LinkedIn untuk networking B2B, YouTube untuk edukasi, dll.).• Menentukan jumlah platform yang dapat dikelola dengan efektif berdasarkan sumber daya yang tersedia.• Menyesuaikan karakteristik platform dengan strategi komunikasi organisasi, misalnya platform berbasis komunitas (Facebook Groups, Telegram) untuk membangun interaksi jangka panjang.
Modul …………………………………………………………………………… 112.2 Media sosial/media daring lain diidentifikasi peluangnya dalam mendukung strategi organisasi• Melakukan riset terhadap platform baru atau tren digital yang dapat memberikan nilai tambah bagi strategi pemasaran digital.• Menganalisis apakah platform tambahan bisa melengkapi atau menggantikan platform yang sudah digunakan.• Mengevaluasi potensi kolaborasi dengan media daring lain seperti blog, forum industri, atau aplikasi digital untuk memperluas jangkauan.2.3 Indikator kinerja utama dan kriteria evaluasi dibentuk untuk mengukur efektivitas media sosial/aktivitas daring lainnya• Menentukan Key Performance Indicators (KPI) untuk mengukur keberhasilan setiap platform, seperti:o Reach & Awareness: Jumlah tayangan (impressions), jangkauan (reach), pertumbuhan pengikut.o Engagement: Jumlah likes, shares, comments, watch time (untuk video).o Conversion: Click-through rate (CTR), leads yang dihasilkan, pembelian langsung dari platform.
Modul …………………………………………………………………………… 12Gambar 2. Marketing Metrics untuk mengukur brand awarenesshttps://www.sribu.com/id/blog/cara-menentukan-marketing-metrics/• Menetapkan target kinerja berdasarkan data historis dan tren industri.2.4 Metode analisis performa diidentifikasi, serta analisis, evaluasi, dan pelaporan dijadwalkan secara berkala• Menggunakan tools analitik seperti Google Analytics, Meta Business Suite, TikTok Analytics, atau Hootsuite untuk memantau performa secara real-time.• Mengembangkan format laporan evaluasi yang mencakup analisis kuantitatif (data statistik) dan kualitatif (insight pelanggan).• Menetapkan jadwal evaluasi berkala (mingguan, bulanan, atau kuartalan) untuk mengukur efektivitas strategi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Modul …………………………………………………………………………… 132.5 Implementasi anggaran, peran, dan kewajiban ditentukan untuk anggota yang terlibat• Menyusun anggaran untuk kebutuhan media sosial, termasuk biaya iklan, produksi konten, dan langganan tools analitik.• Menentukan peran dalam tim media sosial, seperti:o Strategist: Menyusun rencana jangka panjang.o Content Creator: Membuat dan mengelola konten.o Community Manager: Berinteraksi dengan audiens.o Analyst: Mengevaluasi kinerja dan menyusun laporan.• Mengembangkan SOP terkait tanggung jawab tim, termasuk waktu respons terhadap interaksi audiens dan eskalasi isu jika terjadi krisis digital.3. Mengembangkan Pedoman Konten (Pilar Konten)Pedoman konten sangat penting untuk memastikan bahwa komunikasi digital tetap konsisten, sesuai dengan nilai organisasi, dan dapat diterima oleh audiens. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:3.1 Implementasi anggaran, peran, dan kewajiban ditentukan untuk anggota yang terlibat• Menyusun anggaran untuk produksi konten, termasuk biaya desain grafis, video editing, fotografi, serta langganan tools desain (Canva, Adobe Suite, dll.).• Membagi peran dalam tim konten, seperti:o Content Strategist: Merancang strategi konten dan mengawasi eksekusi.o Content Creator: Membuat teks, gambar, dan video sesuai pedoman konten.o Community Manager: Mengelola interaksi dengan audiens.o Editor/Reviewer: Memastikan kualitas dan kesesuaian konten sebelum dipublikasikan.
Modul …………………………………………………………………………… 14• Mengatur jadwal produksi dan distribusi konten untuk memastikan efektivitas strategi pemasaran digital.3.2 Aturan/standar untuk merespon dikembangkan dalam interaksi dengan pelanggan• Membuat standar respons dalam menjawab pertanyaan, komentar, atau keluhan pelanggan di media sosial.• Menyusun skrip atau template balasan untuk berbagai situasi, seperti pertanyaan umum, komplain, dan permintaan informasi tambahan.• Menentukan waktu respons maksimal untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (misalnya, balasan dalam 24 jam untuk komentar, dalam 1 jam untuk pesan langsung).• Menetapkan prosedur eskalasi jika ada masalah yang memerlukan tindakan lebih lanjut.3.3 Aturan/standar penggunaan tulisan dan gambar dibentuk berdasarkan peraturan organisasi• Menetapkan gaya bahasa yang digunakan (formal/informal, bahasa santai atau profesional).• Mengatur format tulisan seperti panjang caption, penggunaan emoji, dan hashtag yang disarankan.• Mengembangkan standar visual seperti palet warna, jenis font, dan gaya ilustrasi agar tetap sesuai dengan identitas brand.• Menyesuaikan penggunaan gambar dengan regulasi hak cipta dan memastikan tidak menggunakan konten berhak cipta tanpa izin.3.4 Ukuran kesopanan ditentukan dalam konten dan aturan batas informasi yang dapat dipublikasikan• Menentukan batasan konten yang dapat dipublikasikan untuk menghindari isu sensitif atau kontroversial.• Mengatur kebijakan terkait konten yang mengandung opini pribadi, politik, atau topik sensitif lainnya.
Modul …………………………………………………………………………… 15• Menyesuaikan pedoman komunikasi agar tetap menghormati norma sosial, budaya, dan etika digital.3.5 Proses persetujuan konten dan tingkat kontrol internal ditentukan sesuai prosedur organisasi• Menetapkan alur kerja persetujuan konten sebelum dipublikasikan, misalnya:o Drafting: Pembuatan konten oleh tim kreatif.o Review: Evaluasi oleh editor atau supervisor.o Approval: Persetujuan dari manajer sebelum diposting.• Menggunakan alat kolaborasi seperti Trello, Asana, atau Google Drive untuk mempermudah pengelolaan persetujuan konten.3.6 Pedoman konten dikomunikasikan kepada pihak yang terlibat• Menyusun dokumen pedoman konten yang mencakup aturan dan standar yang telah dibuat.• Mengadakan sesi pelatihan atau workshop untuk tim internal agar memahami pedoman tersebut.• Menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman yang telah dibuat.4. Mengembangkan dan Mendokumentasikan Aturan dan ProsedurAgar aktivitas media sosial dan platform digital berjalan efektif serta sesuai dengan nilai organisasi, diperlukan kebijakan dan prosedur yang jelas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas komunikasi, mengatur interaksi dengan pelanggan, serta memastikan konsistensi dalam pengelolaan media sosial.4.1 Kebijakan terkait pelanggan di media sosial/situs daring dikembangkan mengikuti proses bisnis organisasi• Menyusun kebijakan mengenai bagaimana organisasi berinteraksi dengan pelanggan di media sosial, termasuk aturan dalam menanggapi komentar, pesan langsung, serta keluhan.
Modul …………………………………………………………………………… 16• Mengatur standar pelayanan digital, seperti waktu respons maksimal untuk pertanyaan pelanggan, cara menangani kritik, dan panduan dalam menangani situasi krisis.• Menyesuaikan kebijakan dengan regulasi terkait perlindungan data pelanggan dan privasi, seperti General Data Protection Regulation(GDPR) atau kebijakan lokal yang berlaku.• Menetapkan batasan informasi yang boleh dan tidak boleh dibagikan kepada publik untuk menjaga keamanan data perusahaan dan pelanggan.4.2 Kebijakan dan prosedur aktivitas dikembangkan sebagai pedoman bagi para pihak terlibat• Mengembangkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk setiap aktivitas media sosial, seperti:o Pembuatan dan publikasi konten: Siapa yang bertanggung jawab, format konten, dan proses persetujuan sebelum publikasi.o Moderasi komentar dan pesan: Cara menanggapi interaksi positif maupun negatif dari audiens.o Krisis komunikasi: Protokol jika terjadi masalah reputasi atau viral negatif.• Menyediakan panduan penggunaan media sosial untuk karyawan, termasuk etika digital dan aturan mengenai pernyataan publik yang berkaitan dengan organisasi.• Menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan internal, misalnya membatasi akses hanya kepada tim yang berwenang untuk mengelola akun media sosial resmi.4.3 Kebijakan, prosedur, dan maksud organisasi dikomunikasikan kepada internal dan pelanggan• Melakukan sosialisasi kebijakan media sosial kepada tim internal melalui pelatihan, workshop, atau dokumentasi digital yang mudah diakses.
Modul …………………………………………………………………………… 17• Menyampaikan kebijakan interaksi kepada pelanggan melalui bagian “Tentang Kami,” “Kebijakan Privasi,” atau pinned post di media sosial agar pelanggan memahami aturan komunikasi. • Memastikan seluruh tim memahami dan menerapkan prosedur yang telah dibuat agar strategi digital berjalan efektif dan profesional. • Secara berkala melakukan evaluasi kebijakan dan menyesuaikannya dengan perubahan tren media sosial serta kebutuhan organisasi.5. Mengimplementasikan StrategiAgar strategi pengelolaan media sosial dan platform digital berjalan efektif, diperlukan implementasi yang terstruktur. Implementasi ini mencakup pembuatan rencana aksi, dokumentasi aktivitas, penentuan tanggung jawab, serta pemantauan yang berkelanjutan untuk memastikan efektivitas strategi.5.1 Rencana aksi dikembangkan berdasarkan strategi organisasi• Menyusun langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan media sosial sesuai dengan visi dan misi organisasi.• Menentukan strategi konten (misalnya, edukatif, promosi, engagement) yang sesuai dengan target audiens.• Mengembangkan kalender konten yang mencakup jenis postingan, frekuensi unggahan, dan waktu terbaik untuk mempublikasikan konten berdasarkan data analitik.• Menyesuaikan strategi media sosial dengan tren digital terbaru dan kebijakan internal organisasi.5.2 Dokumentasi untuk media sosial/aktivitas daring dipersiapkan sesuai strategi organisasi• Membuat panduan teknis dan dokumentasi tentang proses kerja media sosial, termasuk pedoman desain, tone of voice, dan format konten.
Modul …………………………………………………………………………… 18• Menyimpan arsip konten yang telah dipublikasikan untuk referensi atau evaluasi di masa mendatang.• Mencatat hasil kampanye media sosial untuk mengetahui keberhasilan strategi yang telah diterapkan dan sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya.• Menggunakan alat manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau Google Sheets untuk menyusun dan mengatur dokumentasi.5.3 Prioritas, tanggung jawab, target, dan jadwal (timeline) diidentifikasi dan dikomunikasikan kepada tim• Menyusun daftar prioritas berdasarkan urgensi dan dampak terhadap strategi organisasi.• Menentukan peran dan tanggung jawab setiap anggota tim, seperti:o Social Media Manager: Mengelola dan mengevaluasi strategi media sosial.o Content Creator: Membuat dan menyusun konten.o Community Manager: Berinteraksi dengan audiens dan menangani keluhan pelanggan.o Analyst: Memantau dan menganalisis kinerja media sosial.• Menyusun timeline kerja yang mencakup jadwal posting, kampanye digital, dan evaluasi berkala.• Mengadakan pertemuan tim secara rutin untuk memastikan semua pihak memahami target dan timeline yang telah ditetapkan.5.4 Aktivitas daring/media sosial dipantau secara berkala• Menggunakan alat analitik seperti Google Analytics, Meta Business Suite, Hootsuite, atau Sprout Social untuk memantau kinerja konten dan interaksi audiens.• Menganalisis indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPIs), seperti:o Engagement Rate (like, comment, share)o Reach & Impressionso Click-Through Rate (CTR)
Modul …………………………………………………………………………… 19o Conversion Rate• Melakukan evaluasi mingguan atau bulanan terhadap performa media sosial dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.• Mengidentifikasi potensi risiko atau krisis komunikasi di media sosial dan menyiapkan rencana mitigasi yang sesuai.Gambar 3. Aplikasi Hootsuit untuk monitoring, posting, updating, dan schedullinghttps://www.sribu.com/id/blog/cara-menentukan-marketing-metrics/6. Aktifitas Pembelajaran – Lembar Kerja Aktifitas : Mengoptimalkan Pengelolaan Media Sosial dan Rencana Aplikasi DigitalAnda adalah seorang Digital Marketing Specialist di sebuah perusahaan e-commerce fashion yang fokus pada produk pakaian dan aksesori trendi untuk anak muda. Perusahaan ini ingin meningkatkan brand awareness, engagement, dan konversi penjualan melalui strategi media sosial yang lebih efektif. Saat ini, perusahaan menggunakan beberapa platform media sosial, tetapi hasilnya belum optimal. Anda diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan dan
Modul …………………………………………………………………………… 20mengimplementasikan strategi digital yang lebih efektif, termasuk menentukan media sosial yang tepat, menetapkan kriteria kinerja, menyusun pedoman konten, serta mengembangkan aturan dan prosedur yang mendukung.Sebagai seorang digital marketer, tugas Anda adalah mengoptimalkan strategi media sosial dan merancang rencana aplikasi digital untuk memastikan efektivitas pemasaran online, dengan langkah-langkah sebagai berikut :a) Menentukan Media Sosial yang Digunakan dan Persyaratan yang Dibutuhkan• Identifikasi platform media sosial yang paling sesuai untuk bisnis fashion e-commerce.• Jelaskan alasan pemilihan platform berdasarkan target audiens dan strategi perusahaan.• Tentukan jenis konten utama yang akan digunakan untuk setiap platform (misalnya: Instagram untuk visual fashion, TikTok untuk tren, Pinterest untuk inspirasi, dll.).b) Menentukan Kriteria dan Kinerja Platform Media Sosial• Buat daftar indikator kinerja utama (KPI) yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan media sosial.• Tentukan metode analisis performa yang akan digunakan, misalnya menggunakan insight dari media sosial, Google Analytics, atau tools lain.• Jadwalkan evaluasi performa media sosial secara berkala dan tentukan format pelaporannya.c) Mengembangkan Pedoman Konten (Pilar Konten)• Buat pilar konten utama yang akan digunakan untuk strategi media sosial (misalnya: edukasi fashion, inspirasi gaya, promosi produk, testimoni pelanggan).
Modul …………………………………………………………………………… 21• Tentukan standar dalam penggunaan tulisan, gambar, dan interaksi pelanggan sesuai dengan brand identity.• Tetapkan aturan kesopanan dan batas informasi yang dapat dipublikasikan.• Rancang proses persetujuan konten sebelum diposting untuk memastikan kontrol internal yang baik.d) Mengembangkan dan Mendokumentasikan Aturan serta Prosedur• Susun kebijakan terkait pelanggan di media sosial, termasuk bagaimana menangani pertanyaan dan keluhan pelanggan.• Kembangkan prosedur dalam mengelola konten, dari tahap perencanaan hingga publikasi.• Buat panduan tentang bagaimana kebijakan media sosial dikomunikasikan kepada tim internal dan pelanggan.e) Mengimplementasikan Strategi• Buat rencana aksi digital marketing yang mencakup timeline dan target yang jelas.• Dokumentasikan strategi media sosial yang akan diterapkan dan komunikasikan dengan tim.• Tetapkan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim dalam menjalankan strategi.• Lakukan pemantauan aktivitas media sosial secara berkala dan buat laporan evaluasi untuk perbaikan ke depan.Instruksi Pengerjaan:1. Buat dokumen atau presentasi yang berisi jawaban dari semua poin di atas.2. Gunakan data atau contoh nyata (bisa berdasarkan riset atau referensi) untuk mendukung pemilihan strategi.
Modul …………………………………………………………………………… 223. Presentasikan hasil analisis dan strategi kepada tim manajemen dalam format yang jelas dan terstruktur.Output yang Diharapkan:• Dokumen strategi media sosial dan rencana aplikasi digital yang mencakup semua aspek di atas.• Laporan analisis dan evaluasi performa media sosial.• Pedoman konten yang bisa digunakan oleh tim media sosial perusahaan.7. Evaluasi Teori1. Apa faktor utama dalam menentukan platform media sosial yang akan digunakan dalam bisnis fashion e-commerce?A. Popularitas platform secara globalB. Jumlah pengguna media sosial di seluruh duniaC. Keselarasan platform dengan target audiens dan strategi bisnis ✅D. Kemudahan penggunaan platform bagi pemilik bisnisE. Biaya pembuatan akun media sosial2. Indikator kinerja utama (KPI) yang paling relevan dalam mengukur efektivitas media sosial adalah…A. Jumlah karyawan yang mengelola akun media sosialB. Jumlah postingan yang dibuat setiap hariC. Jumlah platform media sosial yang digunakanD. Engagement rate (likes, comments, shares) ✅E. Biaya yang dikeluarkan untuk iklan3. Apa langkah pertama dalam mengembangkan pedoman konten (pilar konten) di media sosial?
Modul …………………………………………………………………………… 23A. Menentukan strategi promosi berbayar terlebih dahuluB. Mengembangkan aturan standar dalam penggunaan bahasa, gambar, dan interaksi ✅C. Menggunakan tren viral sebagai satu-satunya referensi kontenD. Mengutamakan kuantitas konten daripada kualitasnyaE. Mengabaikan brand identity demi fleksibilitas konten4. Mengapa penting memiliki kebijakan dan prosedur yang terdokumentasi dalam pengelolaan media sosial?A. Agar semua tim bekerja tanpa perlu koordinasiB. Supaya tidak perlu melakukan analisis performaC. Agar hanya satu orang yang bertanggung jawab atas media sosialD. Untuk memastikan media sosial hanya digunakan untuk promosi berbayarE. Untuk menjaga konsistensi brand dan menangani situasi darurat ✅5. Dalam implementasi strategi media sosial, apa yang harus dilakukan setelah rencana aksi dibuat?A. Langsung menjalankan kampanye tanpa analisis lebih lanjutB. Menjadwalkan postingan dan memantau efektivitasnya secara berkala ✅C. Mengandalkan satu jenis konten tanpa variasiD. Mengabaikan feedback dari audiens karena tidak selalu relevanE. Menggunakan semua platform media sosial tanpa mempertimbangkan target pasar
Modul …………………………………………………………………………… 246. Apa manfaat utama dari melakukan analisis berkala terhadap performa media sosial?A. Menyesuaikan strategi pemasaran berdasarkan data yang diperoleh ✅ B. Memastikan media sosial selalu aktif meskipun tanpa strategi yang jelasC. Memeriksa berapa banyak postingan yang telah dibuat dalam sebulanD. Menghapus konten lama agar media sosial terlihat selalu baruE. Menghindari interaksi langsung dengan audiens7. Apa yang harus dipertimbangkan dalam mengatur anggaran media sosial?A. Hanya berfokus pada biaya iklan tanpa mempertimbangkan biaya produksi kontenB. Mengalokasikan seluruh anggaran hanya untuk influencer marketing C. Menyusun anggaran untuk berbagai kebutuhan, termasuk iklan, tools analitik, dan produksi konten ✅D. Mengabaikan anggaran karena media sosial bisa dikelola secara gratisE. Menggunakan dana minimal agar tidak ada risiko keuangan8. Bagaimana cara menentukan platform media sosial yang paling sesuai untuk bisnis fashion?A. Menggunakan platform yang memiliki fitur belanja online dan visual yang Kuat ✅
Modul …………………………………………………………………………… 25B. Memilih platform dengan jumlah pengguna terbanyak tanpa mempertimbangkan target pasarC. Menggunakan satu platform saja agar lebih fokusD. Mengandalkan email marketing sebagai pengganti media sosialE. Menggunakan media sosial yang hanya populer di negara tertentu9. Dalam merespons interaksi pelanggan di media sosial, hal yang paling penting adalah…A. Menghindari interaksi langsung agar tidak salah dalam menjawabB. Menghapus komentar negatif untuk menjaga citra brandC. Membalas komentar hanya dari pelanggan yang sudah membeli produkD. Menjawab pertanyaan pelanggan secepat mungkin dengan respons profesional ✅E. Menggunakan chatbot tanpa supervisi manusia10. Dalam membuat laporan evaluasi media sosial, informasi apa yang paling penting untuk disertakan?A. Jumlah total postingan yang telah dibuatB. Data engagement, conversion rate, dan insights dari kampanye✅C. Seberapa sering akun media sosial dikunjungi oleh tim internalD. Pendapat pribadi tentang performa media sosialE. Jumlah followers yang bertambah tanpa melihat keterlibatan mereka8. Referensi :1. https://whello.id/tips-digital-marketing/strategi-media-sosial/, 24 Februari 2025: 05.45
Modul …………………………………………………………………………… 262. https://www.sribu.com/id/blog/cara-menentukan-marketingmetrics/ , 24 Februari 2025: 06.303. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson.4. Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68.5. Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing. Pearson Education.6. Goh, C., Heng, C., & Lin, Z. (2013). Social Media Brand Community and Consumer Behavior: Quantifying the Relative Impact of Userand Marketer-Generated Content. Information Systems Research, 24(1), 88-107.7. McKinsey & Company. (2020). The state of AI in 2020. Retrieved from https://www.mckinsey.com