1
Petunjuk
penggunaan ebook
Setelah Ebook ini berisi materi
mendownload ebook tentang jamur untuk
secara gratis kelas x SMA
Pada setiap bab terdapat link video
pembelajaran, dan jika ingin melihat
video dengan cara mengklik link tersebut
maka kita akan di arahkan untuk melihat
video, sehingga kita akan lebih paham
tentang materi tersebut
2
Kata Pengantar
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena berkat dan rahmatnya sehingga penulis diberi
kemudahan dalam menyusun ebook ini. Tak lupa pula salawat
serta sal atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Selain sebagai tugas penulis membuat ebook ini untuk
memberikan yfpengetahuan tambahan kepada pembaca tentang
jamur. Dalam penyusunan ebook ini penulis mendapatkan bantuan
dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu
penyelesaian ebook ini.
Dalam penyusunan ebook ini penulis menyadari bahwa
masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh penulis. Oleh sebab
itu, penulis meminta saran dan kritikan yang membangun sehingga
kedepannya penulis bisa lebih baik lagi. Semoga ebook ini bisa
bermanfaat dan menambah pengetahuan pembacanya.
Makassar, 13 Oktober 2020
3
Sampul Kata
01 pengantar
02 Daftar isi
03
Daftar
pustaka BAB I CIRI-CIRI JAMUR 04
Pengertian jamur 05
33 Ciri tubuh jamur 05
Habitat 05
Daftar Bentuk-bentuk fungi 06
isi Soal 08
BAB III PERANAN BAB II REPRODUKSI JAMUR 10
BAGI MANUSIA 22 Macam-macam hifa 11
Spora aseksual 11
Peranan jamur
menguntungkan 23 Reproduksi seksual Zygomycota 15
Peranan jamur merugikan Reproduksi seksual Ascomycota 16
Reproduksi seksual Basidiomycota
27
Penyakit pada manusia 28 17
Penyakit pada tumbuhan Cara hidup fungi 18
30 Soal 19
Soal 31
4
5
BAB 1 Ciri-ciri Jamur
❖ Pengertian jamur
Jamur adalah organisme kecil, umunya mikroskopis, eukariotik, berupa filament (bening), bercabang,
menghasilkan spora, tidak mempunyai klorofil, dan mempunyai dinding sel yang mengandung kitin, selulosa
atau keduannya. Sebagian besar dari 100.000 spesies jamur yang telah diketahui sangat saprofit, hidup pada
bahan organic mati, yaitu membantu pelapukan. Beberapa diantaranya lebih kurang 50 spesies,
menyebabkan penyakit pada manusia, dan lebih kurang sebanyak itu menyebabkan penyakit pada hewan,
sebagian besar dari pada itu berupa penyakit yang tidak berarti pada kulit atau anggota tubuh
jamur yang beranekaragam jenisnya tersebut biasanya hidup secara berkelompok walaupun ada yang hidup
secara soliter atau sendiri.
❖ Ciri tubuh jamur
Tubuhnya mempunyai ciri yang khas, yaitu berupa benang tunggal bercabang-cabang yang padat menjadi
satu. Ciri kedua ialah, jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga hidupnya terpaksa heterotrof. Sifat ini
menguatkan pendapat, bahwa jamur itu merupakan kelanjutan bakteri di dalam evolusi.
❖ Habitat
Habitat adalah tempat yang mempunyai sumber nutrien (bahan makanan) untuk tempat pertumbuhan jamur
yang sesuai. Sumber nutrien dimaksud dapat berbentuk karbohidrat, lemak, protein serta senyawa lainnya.
Karenanya sejak tanah, air, bahan makanan, hewan, tanaman sampai dengan manusia, rata-rata sesuai
sebagai tempat tumbuh dan perkembangan jamur.
Gambar 1.1. Fisiologi Jamur Secara Umum
6
Fungi merupakan salah satu Kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup.
Ciri-ciri umum kingdom Fungi:
1) Eukariotik.
2) Uniselular dan multiselular.
3) Heterotrof.
4) Tidak berklorofil.
5) Dinding sel tersusun atas kitin.
6) Penghasil spora.
7) Tubuh bertalus.
8) Hidup di daerah lembap/mengandung zat organik.
Ciri-ciri di atas menggambarkan bahwa kingdom Fungi lebih dekat dengan kingdom Animalia ketimbang
kingdom Plantae, ciri yang membedakannya adalah:
1) Animalia melakukan sistem pencernaan secara mekanik dan kimiawi (ingesti dan digesti).
2) Fungi melakukan sistem pencernaan secara kimiawi saja (digesti).
BENTUK-BENTUK FUNGI
Berdasarkan bentuk tubuhnya, fungi dibedakan menjadi:
1) Khamir (yeast), yaitu fungi uniseluler, dikenal sebagai ragi.
gambar 1.2 Saccharomyces.
Contoh: Saccharomyces.
2) Kapang (mold), yaitu fungi multiseluler yang berbentuk benang/filamen.
gambar 1.3 fungi multiseluler
Contoh: Rhizopus oryzae (pembuat tempe), Aspergillus wentii (pembuat kecap).
3) Cendawan (mushroom), yaitu fungi multiseluler yang berbentuk tubuh buah (fruiting body).
7
gambar 1.4 fungi cendawan
Tubuh buah dapat berbentuk:
a. Payung, contohnya Lentinus edodes (jamur hioko/shitake).
gambar 1.5 tubuh buah payung
b. Kuping, contohnya Auricularia polytricha (jamur kuping).
gambar 1.6 tubuh buah kuping
c. Setengah lingkaran, contohnya Ganoderma applanatum.
gambar 1.7 tubuh buah setegah lingkaran
d. Bulat, contohnya Volvariella volvacea (jamur merang).
8
gambar 1.8 tubuh buah bulat.
❖ Soal
PilihanPiglihaanndgaanda
1. Jamur tidak dapat digolongkan kedalam tumbuhan karena....
A. dinding selnya dari kitin atau selulosa
B. hifanya ada yang tidak bersekat melintang
C. membentuk spora
D. tidak memiliki klorofil
E. bersifat autotropf
2. Berikut ini adalah sifat jamur, kecuali...
A. tubuh terdiri dari hifa
B. eukarion
C. menyukai habitat sedikit asam dan basah
D. semuanya bersifat heterotrof
E. membentuk endospora pada lingkungan yang sesuai
3. Ganoderma applanatum berbentuk tubuh buah, seperti apa…
A. lingkaran
B. Setegah lingkaran
C. Payung
D. Bulat
E. Kuping
4.
Bentuk tubuh berdasarkan fungsi disebut…
A. Kapang
B. Khamir
9
C. Cendawan
D. Mushroom
E. Bulat
5. Berikut ini ciri- ciri suatu organisme:
i. Dinding sel dari selulosa
ii. Tipe sel eukariotik
iii. Tubuhnya merbentuk benang hifa
iv. Tipe sel prokariotik
v. Tidak berklorofil
Ciri- ciri yang dimiliki oleh jamur adalah nomor….
A. i, ii, dan iii
B. ii, iv, dan v
C. i, iii, dan iv
D. iii, iv, dan v
E. ii, iii, dan v
essay
1. Tuliskan ciri-ciri umum kingdom fungi!
2. Sebutkan ciri-ciri jamur Rhizopus oryzae dan sebutkan peranannya!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hifa!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan miselium
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan basidium!
10
https://www.youtube.com/watch?v=GmudZm3qjgI
https://www.youtube.com/watch?v=YC45lnCoO8A
11
BAB 2 Reproduksi jamur
Tubuh Fungi dalam bentuk vegetatif tersusun atas filamen yang disebut hifa.
Hifa kemudian membentuk jaring-jaring benang yang disebut miselium.
A. Macam-macam hifa:
1) Hifa bersepta, yaitu hifa-hifa terpisah oleh sekat antar bagian selnya, tetapi tetap terdapat celah untuk
perpindahan molekul.
Hifa jenis ini terdapat pada divisi Ascomycota dan Basidiomycota.
2) Hifa senositik (coenocytic), yaitu hifa-hifa tidak terpisah oleh sekat antar bagian selnya, sehingga menjadi
satu badan sitoplasma yang terdiri dari banyak sel.
Hifa jenis ini terdapat pada divisi Zygomycota.
Fungi menghasilkan spora untuk reproduksi, dapat dilakukan secara aseksual maupun seksual.
Fungi berasal dari nenek moyang yang merupakan jamur primitif yang tergolong Divisi Chytridiomycota.
Klasifikasi divisi Fungi didasarkan atas perbedaan spora aseksual dan seksualnya.
Divisi Spora Spora
aseksual seksual
Zygomycota sporangiospora zigospora
Ascomycota konidiospora askospora
Basidiomycota konidiospora basidiospora
Deuteromycota sporangio- tidak
spora atau diketahui
konidiospora
B. Spora aseksual
Fungi terdiri dari sporangio-spora dan konidiospora.
Struktur tubuh vegetatif Fungi terdiri dari:
1) Sporangiospora/aplanospora
Struktur tubuh vegetatif/aseksual ini memiliki hifa senositik dan dimiliki oleh divisi Zygomycota.
Struktur tubuh:
gambar 2.1 sporagium
a. Rhizoid, bentuk hifa yang menyerupai akar, digunakan untuk menembus subtrat dan menyerap makanan.
b. Stolon, bentuk hifa yang berada di permukaan substrat.
c. Sporangiofor, bentuk hifa berupa tangkai, terdapat sporangium di ujungnya.
d. Sporangium (columella), adalah kotak tempat spora aseksual dimatangkan.
e. Sporangiospora (aplanospora), merupakan spora aseksual Zygomycota.
12
Contoh Fungi dengan sporangiospora:
Rhizopus oryzae (pembuatan tempe)
Mucor javanicus (pembuatan tape)
Rhizopus stolonifer (pada roti basi)
2) Konidiospora
Struktur tubuh vegetatif/aseksual ini memiliki hifa bersepta dan dimiliki oleh divisi Ascomycota dan
Basidiomycota.
Pada Ascomycota, dinding sel terdiri dari zat tambahan berupa glukan dan selulosa.
Pada Basidiomycota, ciri yang membedakan adalah ukurannya yang besar dan berbentuk tubuh buah.
Pada fungi uniseluler (khamir), spora yang dibentuk berupa blastospora yang merupakan pseudohifa.
Struktur tubuh:
gambar 2.2 Konidiospora
a. Rhizoid
b. Stolon
c. Konidiofor, bentuk hifa berupa tangkai, terdapat konidia di ujungnya.
d. Konidia, adalah kotak tempat spora aseksual dimatangkan.
e. Konidiospora, merupakan spora aseksual Ascomycota & Basidiomycota.
Macam-macam susunan konidia:
a. Sederhana, konidia hanya berada pada satu konidiofor.
gambar 2.3 konidia sederhana
Contoh: Geotrichium sp.
b. Bercabang, konidia berada di cabang-cabang konidiofor.
13
gambar 2.4 konidia bercabang
Contoh: Trichoderma sp, Penicillum sp.
c. Koremium, konidia berkumpul membentuk agregat pada ujung konodiofor yang memanjang.
gambar 2.5 konidia koremium
Contoh: Aspergillus sp.
d. Pycnidium, konidia berada pada konidiofor yang berbentuk botol/labu yang dilengkapi ostium dan
dinding pycnidial.
gambar 2.6 konidia pycnidium
Contoh: Phoma sp.
e. Aservulus, konidia berada pada konidiofor yang mendatar.
14
gambar 2.7 konidia aservulus
Contoh: Colletotrichum sp.
f. Sporodochium, konidia berada pada konidiofor yang menggunung.
gambar 2.8 sporodochium
Contoh: Epicoccum sp.
Contoh Fungi dengan konidiospora:
Ascomycota
Saccharomyces cerevisiae (pembuatan roti dan alkohol)
Saccharomyces ellipsoideus (pem-buatan minuman anggur)
Aspergillus sojae (pembuatan kecap)
Penicillium notatum (penghasil anti-biotik)
Basidiomycota
Auricularia polytricha (jamur kuping)
Pleurotes (jamur kayu)
Lentinus edodes (jamur shitake)
Volvariella volvacea (jamur merang).
Deuteromycota adalah divisi dari kingdom Fungi yang digunakan untuk meng-klasifikasikan jamur yang
tidak termasuk ke dalam divisi lainnya, karena spora seksualnya belum diketahui.
Deuteromycota disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti).
Contoh fungi Deuteromycota:
Microsporum
Trichophytan dan Epidermophyton (kurap)
Tinea versicolor (panu)
Epidermophyton floocosum (penyakit kaki atlet)
15
Monilia sitophyla (pembuat oncom)
Namun setelah diketahui bahwa jamur ini bereproduksi dengan askospora, ia dipindah ke Divisi Ascomycota,
dan namanya menjadi Neurospora crassa.
Proses reproduksi aseksual Fungi secara umum:
1) Kotak spora yang berisi spora matang akan pecah dan menyebarkan spora.
2) Spora yang jatuh di tempat yang tepat berkembang menjadi hifa jamur vegetatif.
3) Hifa kemudian membentuk miselium dan membentuk sporangiofor/konidiofor.
4) Sporangiofor/konidiofor kemudian membentuk kotak spora dan menghasilkan spora kembali.
Reproduksi seksual Fungi terdiri dari tiga jenis spora:
1) Zigospora, spora seksual Zygomycota.
2) Askospora, spora seksual Ascomycota.
3) Basidiospora, spora seksual Basidiomycota.
REPRODUKSI SEKSUAL ZYGOMYCOTA
Gambar 2.9 reproduksi seksual zygomycota
Reproduksi seksual Zygomycota dapat dilakukan dari dua hifa zigofor dari suatu jamur (homotalik) atau
dua hifa zigofor dari dua jamur (heterotalik).
Tahap reproduksi seksual Zygomycota:
1) Dua hifa zigofor homotalik atau heterotalik yang telah memiliki gametangium akan saling bertemu.
2) Kedua hifa saling bertemu (singami).
3) Kedua hifa melakukan peleburan sitoplasma (plasmogami) dan pertukaran materi genetik (fase
heterokaryotik).
4) Pertemuan menghasilkan zigosporangium yang berisi zigospora.
5) Zigospora yang siap untuk disebar mengalami perkecambahan (germinasi) dan peleburan materi genetik
(karyogami), fase heterkaryotik berakhir.
16
6) Zigospora berkembang menjadi hifa dan terjadi reproduksi aseksual oleh sporangiospora.
7) Dihasilkan dua hifa baru dengan jenis berbeda yang kemudian siap bertemu kembali.
REPRODUKSI SEKSUAL ASCOMYCOTA
Spora seksual Ascomycota ditemukan pada askus yang terletak di suatu tempat yang disebut askokarp
(tubuh buah Ascomycota).
Berdasarkan askokarpnya, Ascomycota terbagi menjadi lima kelas:
1) Hemiascomycetes (Saccharomycetes)
Askus tidak memiliki
askokarp
(telanjang) dan
tidak memiliki hifa.
gambar 2. 10 hemiascomyetes
2) Plectomycetes
Berbentuk bola yang
tertutup oleh suatu
dinding kleistosial yang
disebut kleistotesium.
gambar 2.11 plectomycetes
3) Pyrenomycetes
Berbentuk botol/labu
yang dilengkapi ostium
(leher) dan dinding
peritisial yang disebut
peritesium.
gambar 2.12 Pyrenomycetes
4) Loculoascomycetes
Berbentuk botol/ labu yang dilengkapi ostium, namun tidak dilengkapi dinding peritisial yang disebut
pseudotesium.
5) Discomycetes
Berbentuk piala
terbuka dan askus
berjajar membentuk
17
himenium yang disebut
apotesium.
gambar 2.13 Discomycetes
Gambar 2.14 reproduksi seksual Ascomycota
Tahap reproduksi seksual Ascomycota:
1) Hifa dua jamur yang berbeda jenis (+/-) yang telah memiliki askogonium dan anteridium akan saling
bertemu.
Di bagian hifa lainnya, dapat terjadi reproduksi aseksual oleh konidiospora.
2) Hifa (+) dan hifa (-) saling bertemu (singami) dengan jembatan dari askogonium, yaitu trikogin.
3) Hifa (+) dan hifa (-) melakukan peleburan sitoplasma (plasmogami) dan pertukaran materi
genetik (karyogami) pada askokarp dan terbentuk askus-askus berisi materi genetik (fase dikaryotik).
4) Terjadi peleburan materi genetik (karyogami) hifa kedua jamur dan fase dikaryotik berakhir.
5) Askospora meiosis menjadi total 4 spora.
6) Askospora mitosis menjadi total 8 spora.
7) Askus yang berisi askospora yang telah matang pecah dan menyebarkan askospora.
8) Terbentuk hifa baru, miselium baru, dan siklus berulang.
REPRODUKSI SEKSUAL BASIDIOMYCOTA
Spora seksual Basidiomycota ditemukan pada basidia yang terletak di suatu tempat yang disebut basidiokarp
(tubuh buah Basidiomycota).
Berdasarkan basidianya, Basidiomycota terbagi menjadi tiga kelas:
1) Teliomycetes
Basidia tidak berkumpul dan bersebelahan di dalam basidiokarp.
18
2) Plectomycetes
Basidia berkumpul dan bersebelahan di dalam basidiokarp, dapat menutupi lamella, dan terlihat ketika telah
matang.
3) Gasteromycetes
Basidia berkumpul dan bersebelahan di dalam basidiokarp, dapat menutupi lamella, namun tidak terlihat
ketika telah matang.
Gambar 2. 15 reproduksi seksual Basidiomycota
Tahap reproduksi seksual Basidiomycota:
1) Hifa dua jamur yang berbeda jenis (+/-) akan saling bertemu.
2) Hifa (+) dan hifa (-) saling bertemu (singami).
3) Hifa (+) dan hifa (-) melakukan peleburan sitoplasma (plasmogami) dan pertukuran materi genetik pada
basidiokarp dan terbentuk basidio-basidio berisi materi genetik (fase dikaryotik).
4) Terjadi peleburan materi genetik (karyogami) hifa jamur (+) dan hifa jamur (-), dan fase dikaryotik
berakhir.
5) Basidiospora meiosis menjadi total 4 spora.
6) Basidiospora disebar oleh basidia-basidia dan membentuk hifa baru, miselium baru, dan siklus berulang.
CARA HIDUP FUNGI
Fungi mendapatkan zat anorganik dari lingkungannya, dengan menguraikan zat organik komplek dengan
enzim (kimiawi).
Fungi umumnya hidup di daerah yang lembap dan mengandung zat organik secara kosmopolitan.
Cara hidup Fungi antara lain:
1) Saprofit, yaitu mengambil zat organik dari sisa-sisa organisme mati, biasanya merupakan dekomposer.
2) Parasit, yaitu mengambil zat organik dari organisme hidup lain yang merugikan inang.
3) Simbiosis mutual, yaitu mengambil zat organik dari organisme hidup lain yang saling menguntungkan.
Dalam melakukan simbiosis mutual dengan organisme lain, Fungi dapat membentuk lumut kerak dan
mikoriza.
1) Lumut kerak (Lichens)
Lumut kerak (Lichens) merupakan hasil simbiosis dari:
a. Jamur mikobion (Ascomycota atau Basidiomycota), dengan
19
b. Alga fikobion (Chlorophyta atau Cyanobacteria).
Lumut kerak memiliki soredium, yang merupakan ganggang yang diselubungi hifa jamur, dan menghasilkan
spora berupa soredia.
gambar 2.16 lumut kerank
Lumut kerak dianggap sebagai perintis dalam suksesi primer. Habitatnya terdapat di pohon, batu, atau
tanah.
Bentuk-bentuk lumut kerak:
a. Krustos, bentuknya seperti bercak/kerak pada pohon.
b. Folios, bentuknya seperti daun pada bebatuan.
c. Frutikos, bentuknya seperti serabut/jenggot/semak.
Lumut kerak juga dianggap sebagai indikator kebersihan udara suatu tempat, makin banyak lumut kerak
(terutama jenis frutikos), maka udaranya makin bersih.
2) Mikoriza
gambar 2.17 mikoriza
❖ Mikoriza merupakan hasil dari simbiosis dari jamur dengan akar tumbuhan.
Mekanisme simbiosis mikoriza:
a. Jamur mendapat asam amino dan glukosa dari tumbuhan, dan menyediakan air dan mineral bagi
tumbuhan, menyediakan hormon pertumbuhan bagi tumbuhan, dan melindungi akar tumbuhan dari infeksi.
b. Tumbuhan memberikan hasil fotosintesis dan mendapat air dan mineral yang disediakan jamur.
❖ Mikoriza terdiri dari dua jenis, yaitu:
a. Ektomikoriza, yaitu hifa jamur menyelubungi akar tumbuhan, sehingga memperluas bidang penyerapan.
b. Endomikoriza, yaitu hifa jamur masuk ke dalam jaringan korteks, sehingga hifanya tidak terlihat.
❖ Soal
Pilihan ganda
1. Spora seksual yang dihasilkan dari divisio Basidiomycota disebut ….
a. oospora
20
b. askospora
c. konidiospora
d. zigospora
e. Basidiospora
2. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri jamur Basidiomycota adalah ….
a. hifa bersekat melintang
b. reproduksi seksual menghasilkan basidium
c. reproduksi aseksual dengan konidia
d. merupakan jamur makroskopik
e. jamur ganoderma
3. Jamur dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk ….
a. Konidium
b. Sporangium
c. Gemma
d. Sorus
e. Hifa
4. Talus yang berbentuk seperti kerak adalah ciri lumut kerak yang bertipe ….
a. Foliosa
b. Fruktikosa
c. Krustosa
d. Variola
e. Fruktosa
5. . Reproduksi aseksual pada Zygomycota biasanya membentuk….
A. Zygospora
B. Konidiofor
C. Spora
D. Zoospora
E. Sporangium
essay
1. Miselium pada Rhizopus mempunyai tiga tipe hifa. Sebutkan ketiga tipe hifa tersebut?
2. Gambarkan struktur tubuh jamur (Rhizopus stolonifer) serta berikan keterangannya
3. Mengapa jamur Deuteromycota disebut sebagai fungi imperfecti?
4. Reproduksi jamur bisa generative bisa pula vegetatif, sebutkan contohnya masing-masing!
5. Terdapat jamur uniseluler dan multiseluler, sebutkan masing-masing contohnya!
21
https://www.youtube.com/watch?v=SyN5OH_XoJk
22
Bab 3 Peranan bagi Manusia
Peranan Jamur
1. Peranan Jamur yang Menguntungkan
Jamur mempunyai peran sebagai dekomposer, yaitu menguraikan sisa – sisa organisme yang telah mati
sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di
bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi
biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan – perombakan atau daur ulang nutrien yang
dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, jamur memiliki peran yang menonjol di semua
ekosistem utama.
Contoh jenis jamur dan peranannya yang menguntungkan bagi manusia :
▪ Rhizopus stolonifer, Untuk membuat roti.
gambar 3.1 Rhizopus stolonifer
▪ Rhizopus nigricans, Menghasilkan asam fumarat.
gambar 3.2 Rhizopus nigricans
▪ Saccharomyces cerevisiae, Untuk membuat tape, roti, minuman sake, dan bir.
gambar 3.3 Saccharomyces cerevisiae
▪ Aspergillus oryzae, Mengempukkan tempe.
gambar 3.4 Aspergillus oryzae
▪ Aspergillus wentii, Untuk membuat sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam formiat.
23
gambar 3.5 Aspergillus wentii
▪ Aspergillus niger, Untuk menghasilkan O2 dari sari buah, dan menjernihkan sari buah.
gambar 3.6 Aspergillus niger
▪ Penicillium notatum dan P. chrysogenum , Menghasilkan penicillin (antibiotik).
gambar 3.7 Penicillium notatum
▪ Ganoderma lucidum, Sebagai bahan obat.
gambar 3.8 Ganoderma lucidum
▪ Penicillium roqueforti dan P. camemberti, Untuk meningkatkan kualitas (aroma) keju.
gambar 3.9 Penicillium roqueforti
Peranan menguntungkan Fungi antara lain:
Pembuatan makanan :
Nama Spesies Peranan Gambar
24
Rhizopus oryzae pembuatan
tempe
Mucor javanicus pembuatan tape
Saccharomyces pembuatan roti
cereviceae dan alkohol
Saccharomyces pembuatan wine
ellipsoideus
Saccharomyces pembuatan tuak
tuac dari nira
Aspergillus niger penghasil asam
sitrat
25
Aspergillus pembuatan
wentii kecap
Neurospora pembuatan
crassa oncom, rekayasa
genetika
Penicillium pembuatan
notatum antibiotik
penisilin
Penicillium peningkat
camemberti kualitas keju
Nama Spesies Jamur pangan Gambar
Morchella
esculenta Nama lain
jamur morel
Volvariella jamur merang
volvacea
26
Auricularia jamur kuping
polytricha hitam
Agaricus jamur kancing/
bisporus champignon
Pleurotes jamur hiratake/
kayu/tiram
Lentinus edodes jamur
shitake/hioko
Flammulina jamur enokitake
velutipes
Grifola frondosa jamur maitake
27
2. Peranan Jamur yang Merugikan
Beberapa jenis jamur ada juga yang merugikan karena menyebabkan penyakit pada tumbuhan, hewan dan
manusia. Misalnya beberapa jamur mikroskopis menghasilkan rancun, seperti aflatoksin yang dihasilkan oleh sejenis
kapang. Selain itu, jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
Berikut contoh jenis jamur yang merugikan :
▪ Aspergillus flavus : Menghasilkan aflatoksi, menyebabkan kanker pada manusia.
gambar 3.10 Aspergillus flavus
▪ Aspergillus fumigatus : Kanker pada paru – paru burung.
gambar 3. 11 Aspergillus fumigatus
▪ Amanita phalloides : Mengandung balin yang menyebabkan kemaian bagi yang memakannya.
gambar 3.12 Amanita phalloides
▪ Ustilago maydis : Parasit pada tanaman jagung dan tembakau.
gambar 3.13 Ustilago maydis
▪ Epidermophyton floccosum : Menyebabkan penyakit kaki atlet.
28
gambar 3.14 Epidermophyton floccosum
▪ Microsporum sp. dan Trichophyton sp. : Menyebabkan kurap atau panu.
gambar 3.15 Microsporum sp
Peranan merugikan Fungi antara lain:
Penyakit pada manusia
Nama spesies Penyebab Gambar
Candida albicans penyebab sariawan dan
keputihan (candidiasis)
Aspergillus fumigatus penyebab penyakit
saluran pernapasan
(aspergillosis)
Aspergillus nidulans automikosis pada
telinga
29
Aspergillus flavus penyebab kanker hati
dari kacang tanah tengik
Malassezia furfur penyebab ketombe,
panau
Microsporum penyebab kurap
Tinea versicolor penyebab panu
Tinea unguium jamur pada kuku
30
Pneumonia carinii penyebab pneumonia
Penyakit pada tumbuhan Penyebab Gambar
Nama Spesies parasit tumbuhan
Albugo
Penicillium expansum apel busuk
Synchytrium kutil kentang
endobioticum
31
Bipolaris oryzae bintik coklat pada padi
Puccinia graminis bercak karat pada
rerumputan
Meliola mangiferae bintik hitam pada daun
mangga
❖ SOAL
1. Jamur yang bersifat parasit pada tanaman budidaya adalah ….
a. Auricularia polytricha dan Aspergillus wentii
b. Ustilago sp. dan Fusarium sp.
c. Rhyzopus oryzae dan Aspergillus flavus
d. Aspergillus flavus dan Penicillium notatum
e. Saccharomyces cereviceae dan Volvariela volvacea
2. Jenis jamur yang dipergunakan untuk pembuatan sake di Jepang adalah …..
a. Aspergillus wentu
b. Aspergillus oryzae
c. Aspergillus fungigatus
32
d. Claviceps purpurea
e. Rhizopus aryzae
3. Manakah diantara pernyataan ini yang tidak benar?
a. Penicillium dapat menghasilkan antibiotika
b. Amanita merupakan jamur penghasil racun
c. Jamur yang digunakan untuyk pembuatan tempe adalah Rhizopus
d. Phytophora infestans merupakan Basidiomycota yang parasit
e. Phytium mengakibatkan rebah semai
4. Berikut ini adalah jenis fungi yang berperan dalam kehidupan manusia.
(1) Saccharomyces cerevisiae
(2) Aspergillus wentii
(3) Penicillium camemberti
(4) Penicillium chrysogenum
(5) Volvariella volvacea
(6) Rhizopus oryzae
Jenis fungi yang berkembang biak dengan membentuk spora di askus dan bermanfaat dalam industri
makanan adalah …..
a. 1, 2, dan 4
b. 1, 2, dan 3
c. 1, 5, dan 6
d. 2, 5, dan 6
e. 2, 3, dan 4
5.Sebutkan dari divisi.... dan jenisnya…. Dari jamur yang berperan dalam pembuatan tempe
A. Zygomycota, Rhizopus oryzae
B. Ascomycota, Rhizopus oryzae.
C. Basidiomycota, Aspergillus oryzae.
D. Deutromycota, Aspergillus oryzae.
E. Mikoriza, mucor mucedo.
essay
1. Terdapat jamur yang menjalin hubungan simbiosis mutualisme dengan organisme lain, sebutkan 4
contohnya?
2. Apa yang Anda ketahui tentang mikoriza dan apakah manfaatnya?
3. Sebutkan contoh jamur yang menguntungkan manusia!
4. Sebutkan contoh jamur yang merugikan manusia!
5. Sebutkan 4 produk yang dihasilkan dari jamur?
33
Daftar Pustaka
Budiati, Herni. 2009. Biologi Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta
Campbell, N.A., and J.B. Reece. 2008. BIOLOGI . Erlangga, Jakarta
Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Berdasarkan Kurikulum
2013. Penerbit Erlangga: Jakarta.
34
35