The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

DIKTAT MODUL NUSANTARA PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA SE INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI PMM ANGKATAN 1<br>MODUL BHINNEKA 14 KALI<br>MODUL INSPIRASI 3 KALI<br>MODUL REFLEKSI 7 KALI<br>MODUL KONTRIBUSI SOSIAL 1 KALI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Musthofa Kamal, 2023-02-19 23:09:18

DIKTAT MODUL NUSANTARA PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA SE INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI PMM ANGKATAN 1

DIKTAT MODUL NUSANTARA PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA SE INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI PMM ANGKATAN 1<br>MODUL BHINNEKA 14 KALI<br>MODUL INSPIRASI 3 KALI<br>MODUL REFLEKSI 7 KALI<br>MODUL KONTRIBUSI SOSIAL 1 KALI

Keywords: modul nusantara,modul bhinneka,modul inspirasi,modul refleksi,pmm1

Page 50 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Inspirasi 3 1. Nama Kegiatan Inspirasi dan Refleksi Keberagamaan di kabupaten Wonosobo bersama Bupati Wonosobo 2. Tujuan kegiatan memberikan inspirasi dan refleksi secara langsung dan nyata dari pemangku kebijakan di kab Wonosobo yaitu Bupati Wonosobo H. Afifi Nur Hidayat. 3. Tanggal kegiatan 20 Desember 2021 4. Tempat Luring Pendopo Kabupaten Wonosobo 5. Jumlah Peserta dan Narasumber 40 audience. 12 Mahasiswa luring PMM, 4 mahasiswa PMM daring, 2 dosen, 3 mentor dan para audience pemda dan unsiq. Narasumber: Afif Nur Hidayat, S.Ag (Bupati Wonosobo) Narasumber 2: Dr. H. Z. Sukawi, MA (Ketua FKUB Wonosobo) 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan INSPIRASI DAN REFLEKSI KEBERAGAMAAN DI KABUPATEN WONOSOBO BERSAMA BUPATI WONOSOBO Bicara mengenai keberagaman, kerukunan dalam berbangsa dan bermasyarakat, Wonosobo inilah tempatnya. Modul Inspirasi_refleksi hari ini senin 20 Desember 2021 dilaksanakan di Pendopo Bupati Wonosobo untuk memotret secara langsung dalam rangka menerikan inspoirasi dan refleksi secara nyata kepada para mhasiswa PMM UNSIQ yang langsung disampaikan oleh Bupati Wonosobo dan ketua FKUB Wonosobo Demikian disampaikan Bupati Wonosobo H. Afif Nur Hidayat, dalam kuliah modul nusantara modul inspirasi 3. Pak Afif memberikan inspirasi keberagaaman dan refleksi keberagamaan yang dicontoghkan langsung dari kehidupan sehari harinya, dengan bentuk dan praktik tolerans9i secara nyata dari rumah tangga sehari hari beliau yaitu pengalaman dari 2 ajudan beliau yang beragama hindu dan kristen protestan. “Selain keberagaman, kerukunan dalam beragama, berbangsa dan bermasyarakat, Wonosobo juga memiliki potensi wisata yang menarik, masyarakatnya ramah, oleh karena itu semua yang sudah dimiliki harus dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Afif. Di hadapan sekitar 40 audience dari para mahasiswa Inbond modul nusantara unsiq ada di Wonosobo sejumalh 12 mahasiswa yang hadir luring, Bupati Afif menyampaikan bahayanya paham radikalisme yang selama ini memfitnah agama dengan tindakan-tindakan yang tidak


Page 51 of 88 sesuai dengan suri tauladan ajaran agama dan kitab-Nya, pentingnya toleransi nyata mulai dari rumah tangga masing masing. “Keberagaman itu menjadi potensi, bukan malah menjadi ancaman,” kata Afif pada para hadirin. Potensi tersebut yang harus membentuk harmonisasi. “Seperti gamelan. Semua unsur bunyi dengan harmonis yang bisa jadi kekuatan,” Afif mengibaratkan. Ia melanjutkan, toleransi dan keberagaman yang telah terbentuk di Kabupaten Wonosobo ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para mahsiswa inbond modul nusantara UNSIQ ndan juga bagi Indonesia untuk dapat disebarkan ke tempat lain terutama ke lokasi mahasiswa inbond modul nusnatara berasal. Karena para mahasiswa PMM ini dinilainya memiliki peran penting dimasa mendatang untuk dapat menyebarkan nilai toleransi


Page 52 of 88 kepada sesama dan daeran asalnya. “Sampai hari ini semua umat beragama di Wonosobo hidup nyaman penuh dengan toleransi dan harus kita jaga. Pada keynote rektor UNSIQ Dr Z Sukawi menekankan pentingnya kerukunan beragama secara nyata sebagaiman yang telayh tergambar di FKUB Kabupaten Wonosobo. Berbicara tentang nilai-nilai toleransi, Wonosobo adalah salah satu tempat dimana nilai itu dapat dinarasikan dengan sangat indah. Lantaran toleransi yang tinggi, Wonosobo layak disebut miniatur Indonesia. Publikasi kegiatan: https://suarabaru.id/2021/12/21/unsiq-jateng-teken-mou-dengan-pemkab-wonosobountuk-apa/ https://www.facebook.com/100021695447114/videos/5420549867974175/ 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahaisswa diajak untuk membawa pesan keberagamaan dan tolerasni secara nyata ke daerah masing masing, dan belajar dari wonosobo 8. Kesan dan Pesan inspiratif dan reflektif Wonosobo, 20 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 53 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 1 1. Nama Kegiatan Refleksi dan Kunjungan langsung dan observasi simbol agama dan binneka di desa BUNTU kec kejajar wonosobo 2. Tujuan kegiatan memberikan pembelajaran dan hikmah secara lansung kepada para mhsw PMM akan fenomena dan fakta keberagamaan yang rukun di desa buntu 3. Tanggal kegiatan 20 Nopember 2021 4. Tempat Desa Buntu Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Kunjungan langsung Bersama 12 mahasiswa PMM 2021 di Desa Buntu Hari Sabtu, 20 Nopember 2021 jam 08.00wib-12.00WIB Desa Buntu Kejajar Wonosobo dan Laboratorium Kebhinekaan Jumlah peserta; Mahasiswa PMM: 11 orang Mahasiswa PMM ijin: 1 orang Mahasiswa PMM daring: 4 orang Mentor: 3 orang DPL MN: 1 orang Fasilitator PIC: 1 orang Narasumber: Dr. M. Ali Mustofa Kamal, Ibu Margiyanti Buntu 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kehidupan toleransi antar umat beragama, etnis, suku dan ras yang berbeda-beda di Indonesia menjadi daya tarik terendiri bagi bangsa lain. Pluralisme sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Konsep pluralisme telah berabad-abad diterapkan di Indonesia bahkan sebelum Indonesia merdeka. Menurut KH Abdurrahman Wahid, kebhinekaan dan plurlisme sudah sejak tujuh abad yang lalu tertanam di bumi Indonesia. Kemudian digali oleh Bung Karno dan para founding fathers lainnya menjadi rumusan Pancasila yang menjadi dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki etnis, ras, suku, budaya dan agama yang berbeda-beda. Oleh karenanya kehidupan plural merupakan pola hidup genuine dari rakyat Indonesia. Sikap saling menghormati, tenggang rasa dan hidup tolong menolong serta gotong royong sudah menjadi budaya adiluhung yang tetap lestari hingga saat ini.


Page 54 of 88 Dalam kehidupan yang plural, etnis, suku, budaya dan ras serta agama yang berbeda-beda, di Indonesia semuanya memiliki kedudukan hukum yang sama dan tidak ada perbedaan dalam masyarakat yang menjunjung nilai-nilai pluralisme. Dilansir dari buku Kamus Sosiologi, tulisan Agung Tri Haryanto dan Eko Sudjatmoko, pluralisme adalah kondisi masyarakat yang majemuk berkaitan erat dengan system sosial dan politiknya. Secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatau masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk menjaga keunikan budayanya masing-masing. Selain itu dalam konsep pluralisme kelompok-kelompok yang berbeda memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang mendominasi maupun menguasai antar kelompok. Dari sikap hidup masyarakat yang plural ini maka akan tumbuh sikap toleran, saling menghormati satu sama lainnya. Toleransi merupakan kesediaan untuk mengakui, bahkan menghargai keberadaan orang atau kelompok lain dalam keberlainannya.


Page 55 of 88 Kehidupan yang toleran inilah yang pada akhirnya menumbukan corak kehidupan yang plural di Indonesia. Pluralisme memerlukan kemampuan untuk menerima perbedaan. Konsep Pluralisme Jadi yang perlu ditekankan dalam konsep pluralisme adalah kesediaan dan kemampuan psikhis untuk hidup berdampingan dengan orang atau kelompok yang berbeda suku, ras, adat, budaya, agama, etnis dan lain-lain. Pelajaran dari Buntu Buntu, ya mungkin sebagian dari kita belum mengenal Desa Buntu. Desa yang terletak di kaki Gunung Sindoro, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah itu memiliki daya tarik dan pesona tersendiri soal pluralisme. Kehidupan toleran, saling menghormati, menghargai adanya perbedaan kehidupan beragama dan budaya sangat dijunjung tinggi di Desa Buntu ini. Desa Buntu yang berada diketinggian 2000 M dpl memiliki pesona alam yang indah, seindah masyarakatnya yang hidup tentram dan damai dalam bingkai kebhinekaan. Di Desa Buntu yang berpenduduk sekitar 3000 jiwa terdapat pemeluk agama yang berbedabeda yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha dan aliran kepercayaan. Terdapat tempat peribadatan berupa Masjid, Gereja, dan Vihara. Menurut Paskalis Suwardi, tokoh pemuda Katolik setempat terdapat 25 KK penduduknya beragama Budha, 60 KK Katolik, dua KK Protestan dan selebihnya menganut agama Islam. “Semuanya hidup rukun dan damai, bahkan rumah saya dikelilingi umat Muslim, kami merasa terlindungi,” katanya. Uniknya ketika umat Muslim mengadakan pengajian atau tahlilan pada malam Jum’at, saudara-saudara mereka yang beragama non Muslim juga mendapatkan kiriman berkat atau makanan dari keluarga Muslim yang punya hajat. Kehidupan yang harmonis tidak saja pada hal-hal kemasyarakatan, dalam hal pembangunan tempat peribadatan semua pemeluk agama bergotong-royong ikut membangun tempat ibadah mereka. Soal kerukunan dan toleransi umat beragama dituturkan Juwandi, Ketua BPD Desa Buntu, “Di Desa kami kehidupan beragama sangat harmonis dan rukun warganya, terbukti jika salah satu dari umat beragama membangun masjid misalnya, umat agama lain dengan sendirinya akan membantu tanpa diperintah, memang berangkat dari hati nuraninya sendiri.” katanya. Juwandi yang juga Komandan Banser NU, mengakui kalau kehidupan toleran dan plural di Desanya sudah turun temurun dari dulu. Rumah saya dikelilingi umat beragama Kristen Protestan, Katolik, Budha, dari ormas keagamaan ada NU, Muhammadiyah, MTA semua saling hidup rukun, menghormati dan menghargai. “Ketika kami sholat taraweh pada bulan Ramadhan misalnya pemuda agama lain yang menjaga tempat ibadah kami, bahkan mereka ronda keliling Desa untuk menjaga keamanan dan kehusuan beribadah. Demikian juga ketika umat beragama Budha atau Kristen merayakan hari besar agamanya kami dari Banser NU dan Kokam Muhammadiyah yang menjaga Gereja atau Vihara mereka,” ujarnya. Laboratorium Kebhinekaan Karena keunikan dan kehidupan yang plural dan toleran di Desa Buntu inilah, menarik perhatian berbagai kalangan dari akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama yang studi banding dan mengadakan penelitian ke Desa yang pendudukanya mayoritas mengandalkan hasil pertanian. Laboratorium Kebhinekaan


Page 56 of 88 TIM mahasiswa PMM UNSIQ sejumlah 12 orang pada Sabtu, 20 Nopember 2021 lalu berkunjung ke Desa Buntu untuk melihat langsung kehidupan masyarakatnya yang hidup rukun, toleran dan plural. Dari hasil kunjungan tim PMM UNSIQ akan dijadikan bahan untuk nantinya pola dan system kehidupan masyarakat Desa Buntu yang plural dan toleran diadopsi ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Dari hasil observasi TIM PMM UNSIQ tersebut terebut, kami merekomendasikan Desa Buntu layak untuk dijadikan sebagai Desa Laboratorium Kebhinekaan Indonesia. Karena pluralisme dan toleransi kehidupan keagamaan tumbuh subur di sana. Salah satu bentuk kebhinekaan yang menonjol di Desa Buntu diantaranya soal pendidikan anak-anak Buntu dan resolusi konflik dengan penyelesaiannya yang elegan. Menurut Ibu Margi rahayu di Desa Buntu tidak pernah terjadi konflik soal agama, kalau pun ada konflik itupun diluar wilayah keagamaan,”Kami biasa menyelesaikan dengan cara kekeluargaan,” katanya. Yang menarik soal pendidikan, di Buntu terdapat Lembaga Pendidikan TK dari NU dan Muhammadiyah yang murid-muridnya berasal dari anak-anak beragama, Budha, Kristen Katolik, Protestan dan aliran kepercayaan.”Kami tidak memaksakan mereka harus memakai jilbab,” ujar Ibu Margi. Bahkan anak-anak non muslim yang sekolah di sekolah TK NU dan Muhammadiyah mereka dengan senang hati ikut menghapalkan doa-doa dan ayat-ayat pendek. Di sini sudah tertanam sejak kecil pemahaman soal toleransi dan tidak ada paksaan soal agama dan keyakinan warganya. Desa Buntu memang layak dijadikan percontohan dan pilot projek Laboratorium Kebhinekaan. Ditengah derasnya arus radikalisme yang menafikkan perbedaan dan toleransi, pola kehidupan masyarakat Desa Buntu sangat pantas untuk dijadikan pelita yang akan menerangi bangsa Indonesia yang hidup rukun penuh dengan toleransi antar etnis, budaya, suku, ras dan agama yang berbeda-beda. 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasisiwa PMM menjadi semakin terbuka tentang pembelajaran keberagamaan dan toleransi 8. Kesan dan Pesan memberikan refleksi pemahaman holistik untuk semakin menghargai dan toleransi Wonosobo, 20 Nopember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 57 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 2 1. Nama Kegiatan Observasi Mutiara Pesantren dan Kearifan Lokalnya Pondok Pesantren di Wilayah Kalibeber dan sekitarnya 2. Tujuan kegiatan Memberi wawasan dan pengalaman keberagaman mahasiswa PMM dalam merefksikan mutiara pesantren dan kebudayaan di daerah kalibeber yang khas dengan pondok pesantrennya 3. Tanggal kegiatan 5 Desember 2021 4. Tempat Area Desa Kalibeber dan Jambean, PPTQ Al Asy’ariyah, PPTQ Hidayatul Quran, PPTQ Mambaul Ulum Munggang 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Narasumber: Maurisa Zinira, M.A 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan kegiatan modul refleksi keakraban bersama mahasiswa PMM ini didesain dengan kegiatan olahraga joging poagai bersama sejauh 20 KM, dilanjutkan dengan kunjungan ke tokoh pesantren, kyai, ke pondok pesantren manbaul quran munggang Kalibber, PPTQ Al Asy’ariyah, PPTQ Hidayatul Quran. serta observasi makam bersejarah, masjid bersejarah baitul Quran al Muntaha, dan observasi kearifan lokal masyarakat kalibeber.


Page 58 of 88


Page 59 of 88


Page 60 of 88 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasiswa menjadi bisa melaihat langsng kearifan lojkal dan belajar bahasa kalibeber 8. Kesan dan Pesan berkesan dan penuh wawasan ketika sowan ketemu kyai pesantren Wonosobo, 5 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 61 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 3 1. Nama Kegiatan Refleksi Budaya Tari Lengger Wonosobo 2. Tujuan kegiatan Memberikan wawasan dan pengalaman berbudaya secara langsung kepada para mahasiswa PMM tentang kearifan budaya Tari Lengger 3. Tanggal kegiatan 11 Desember 2021 4. Tempat Sentra Tari Lengger Desa Rojoimo Wonosobo 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Peserta TIM gamelan dan penari Lengger: 25 orang Narasumber: pak Agus Santoso 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Mahasiswa PMM melakukan kunjungan langsung ke Sentra Tari lengger Rojoimo Wonosobo. Mahasiswa dijelaskan oleh bapak Agus selaku tetua pemuka TIM Tari Lengger. Mahaisswa berkesempatan mencoba langsung membunyikan alat alat musik gamelan lengger, dilanjutkan dengan menonton pertunjukan lengger dari 2 laki laki penari lengger dan 1 penari lengger. Di sesi akhir, mahasiswa ikut langusng menari lengger dan dilatih langsung menari lengger oleh tim penari lengger. Publikasi Kegiatan: https://wonosobozone.com/2021/12/14/12-mahasiswa-pertukaran-pelajar-mahsiswamerdeka-belajar-tari-topeng-lengger-di-kp-mirombo-rojoimo/


Page 62 of 88


Page 63 of 88 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasiswa menjadi paham akan keunikan budaya tari lengger yang merupakan warisan budaya dan akulturasi sei budaya 8. Kesan dan Pesan mahasiswa antusias dan mempraktekkan tari lengger Wonosobo, 11 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 64 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 4 1. Nama Kegiatan Refleksi Kearifan Lokal Masyarakat Kalibeber Wonosobo: Buadaya- Bahasa-Adat Kalibeber 2. Tujuan kegiatan Memberikan pengalaman dan wawasan lapangan secara langsung kepada para mahaisswa PMM tentang fenomena budaya dan kearifan lokal warga Kalibeber Wonosobo 3. Tanggal kegiatan 12 Desember 2021 4. Tempat Area Desa Kalibeber, Kampung Jambean, Kampung Munggang, Kampung Sibunderan 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Narasumber: Ibu Siti Latifah 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Sejarah Desa Kalibeber Kecamatan Mojotengah Wonosobo Kelurahan Kalibeber secara geografis terletak di sebelah Utara Ibukota Kecamatan dan Ibukota Kabupaten Wonosobo dilewati jalan Desa Dero Duwur – Jawar dengan jarak ± 5 km dari Kota Wonosobo, dengan luas wilayah 140.844 Ha/m2. Memiliki 3 Dusun yaitu Kalibeber, Jambean dan Munggang; terdiri dari 13 RW dan 46 RT dengan batas- batas wilayah administratif Kelurahan Kalibeber adalah sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sukorejo Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Blenderan Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Bumirejo dan Kelurahan Andongsili Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Kejiwan Kelurahan Kalibeber adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Mojotengah, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Kelurahan ini merupakan ibu kota kecamatan Mojotengah yang berjarak sekira 5 Km dari ibu kota Kabupaten Wonosobo ke arah utara. Sebelah barat Kelurahan Kalibeber dilintasi oleh Sungai Serayu. Kelurahan kalibeber memiliki 13 RW dan dengan penduduk mayoritas muslim. terdapat kurang lebih 24 pondok pesantren. kelurahan kalibeber dibagi menjadi 6 wilayah yaitu dusun jambean, dusun kalibeber, Munggangatas, dusun ngebrak, dusun mekarsari. Legenda penjaga Dieng, Kiai Kolodete di-Islamkan Sunan Kalijaga Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, memiliki segudang legenda. Tim Ekspedisi Menyapa Indonesia dari merdeka.com dan Portrait Of Indonesia pun mengunjungi kawasan yang terkenal dengan bocah berambut gimbal itu


Page 65 of 88 Salah satu legenda yang terkenal di Dieng adalah mengenai Kiai Kolodete. Namun, cerita mengenai Kiai Kolodete memiliki banyak versi. alah satu versinya diperoleh mahaisswa PMM UNSIQ, dari tokoh tetua Kalibeber Bapak Muzahit dan budaya Dieng. Menurutnya, Kiai Kolodete adalah seorang resi Hindu penguasa Dieng yang akhirnya memilih masuk Islam. Kiai Kolodete adalah salah satu penjaga Dieng. Dia menjaga wilayah tengah Dieng.


Page 66 of 88 Selain Kiai Kolodete, ada empat orang lainnya yang ditugaskan oleh para walisongo untuk menjaga ke-Islaman masyarakat Dieng saat itu. Empat orang itu adalah; Kiai Karim yang bertugas menjaga Dieng wilayah selatan, Kiai Ageng Selo Manik yang bertugas menjaga Dieng wilayah timur, Kiai Ageng Mangku Yudho yang bertugas menjaga Dieng wilayah barat, dan Kiai Walik yang bertugas menjaga Dieng wilayah utara. "Makam mereka ada beberapa di sekitar sini. Di barat Desa Karang Tengah ada makamnya Ki Ageng Mangku Yudho, dan Kiai Walik makamnya ada di arah Wonosobo, makamnya Kiai Karim ada di Wonosobo," kata Alif. Dia mengatakan, ada versi cerita Kiai Kolodete di-Islamkan langsung oleh Sunan Kalijaga. "Mitosnya Sunan Kalijaga pernah ke sini. Ada musala di sini dinamakan Sunan Kalijaga karena katanya dulu Sunan Kalijaga pernah salat di situ di sebuah batu," katanya.


Page 67 of 88 Menurutnya, sejak Islam masuk, Dieng boleh ditinggali oleh siapapun. Sebelum itu, hanya kasta Brahmana dan kasta Kesatria saja yang boleh masuk dan tinggal di Dieng. Sementara, soal fenomena anak kecil Dieng berambut gimbal dipercaya memiliki garis keturunan dari Kiai Kolodete. Anak berambut gembel itu, demikian biasa disebut warga Dieng, memiliki kehidupan layaknya anak biasa. Namun demikian, mereka memiliki sejumlah perbedaan dengan anak biasa lainnya "Misalnya kalau mereka marah rambut gembelnya berdiri. Selain itu kalau mereka marah tenaganya luar biasa, karena mereka ditumpangi oleh mahluk gaib," katanya. Versi lain dari kisah Kiai Kolodete adalah seorang pengembara yang bersama dua sahabatnya yakni: Kiai Karim dan Kiai Walik menjadi perintis cikal bakal pemukiman di Dieng. Kiai Kolodete merintis di dataran tinggi Dieng, sementara Kiai Karim di Kalibeber dan Kiai Walik di Wonosobo. Berdasarkan penelusuran, Kiai Kolodenter berambut gimbal. Saat berkuasa di Dieng, dia bersumpah tak akan mencukur rambutnya hingga penduduk Dieng makmur. Jika sumpahnya itu tak terkabul, dia akan menitiskan rohnya kepada anak-anak di Dieng. Versi lainnya, Kiai Kolodete adalah seorang punggawa pada masa Mataram Islam sekitar abad 14 masehi. Bersama Kiai Walid dan Kiai Karim, Kolodete ditugaskan Mataram mempersiapkan pemerintahan di Wonosobo dan sekitarnya. Kiai Wali dan Kiai Karim ditugaskan ke Wonosobo, sementara Kolodete ke Dieng. Saat tiba di Dieng, Kolodete dan istri, Nini Roro Rence, mendapat wahyu dari Nyai Roro Kidul, penguasa pantai selatan. Mereka diperintahkan mensejahterakan masyarakat Dieng. Tolak ukur kesejahteraan bagi masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal. Sejak itu kemudian muncul anak-anak berambut gimbal di Dieng 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasiswa akan mengeskploasri dan tentang budaya lokal wonosobo sebagai salah satu pengalalam PMM 8. Kesan dan Pesan masyarakat kalibeber ramah ramah Wonosobo, 12 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 68 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 5 1. Nama Kegiatan Kegiatan Refleksi Budaya dari pahatan Candi makam sunan Bayat sibunderan 2. Tujuan kegiatan Memberi wawasan budaya dan refleksi budaya secara langsung kepada mahasiswa PMM tentang fenomena pahatan Candi makam sunan Bayat sibunderan yang bernilai seni dan sejarah. 3. Tanggal kegiatan 19 September 2021 4. Tempat Makam Wali Sibunderan, Makan Sunan Bayat, Makan Kyai Walik 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Narasumber: Dr. M. Ali Mustofa Kamal, Bapak Sugiyanto 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Masuk area makam Sunan Bayat. Memasuki area makam yang diyakini sebagai makam Sunan Bayat juga banyak ditemukan beberapa makam yang ada di area tersebut. Menariknya di area makam ada ornamen berupa pahatan relief burung, dengan bentuk yang khas, dan sama, terdapat di beberapa batuan kuna di sekitar Wonosobo. Di makam kuna yang diyakini sebagai makam pangeran Bayat atau sunan Bayat di dusun sibunderan, ada tiga hewan yang terpahat: ular, tupai/asu atau anjing. (?), dan burung entah burung beo atau apa, yang bentuknya sama dengan pahatan di candi watu gong dan candi di Dieng. Entah itu adalah penggambaran aksara atau juga sebuah tahapan dalam hidup untuk menjaga sifat kebinatangannya dan menahan kemudian mengolahnya menjadi sebuah hal kebaikan dan kebenaran


Page 69 of 88


Page 70 of 88 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahaisswa melakukan observasi diskusi tentang pahatan seperti candi di makam sunan bayat 8. Kesan dan Pesan unik dan amazing Wonosobo, 19 September 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 71 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 6 1. Nama Kegiatan Refleksi Budaya desa Binangun dan Desa Giyanti 2. Tujuan kegiatan Memberikan refleksi klegiatan warisan buadaya desa adat yang masih terpelihara dengan baik 3. Tanggal kegiatan Jum’at, 24 Desember 2021 4. Tempat Desa Binangun Mudal, Desa Giyanti Selomerto 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Narasumber: Bapak Sarno, Haji Hafidz 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Refleksi Penganut Kepercayaan di Desa Binangun Penganut Islam Alif Rebo Wage (Aboge) yang berada di Dusun Binangun Desa Mudal Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah baru merayakan Idul Fitri 1438 Hijriyah atau 1 Syawal pada Selasa (27/6). Hari tersebut memiliki waktu yang berbeda 2 hari dari hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurut sesepuh penganut Aboge yang ada di lereng Gunung Sindoro tersebut, Sarno Kusnandar, penetapan 1 Syawal 1438 H berdasarkan cara perhitungan yang telah diyakini sejak ratusan tahun silam. “Kami menggunakan rumusan Waljiro (Syawal-Siji-Loro) yang berarti 1 Syawal pada hari pertama dengan hari pasaran kedua yang diturunkan dari hitungan yang diajarkan oleh Raden Rasid Sayid Kuning,” ungkap Sarno, Rabu (28/6). Meski memiliki sesuatu yang berbeda, hal tersebut tak membuat selisih paham para penganut Islam lain. Terbukti ketika kalangan Nahdlatul Ulama di Wonosobo mengunjungi perayaan lebaran penganut Aboge di hari Selasa. Bahkan salah satu Kyai dari NU desa setempat juga turut mengisi doa saat penganut Aboge merayakan 1 Syawal. “Lurah desa Mudal yang juga penganut NU ikut memberikan sambutan. Penganut Aboge terbanyak di Wonosobo tinggal di dusun tersebut. Namun NU & Aboge hidup berdampingan dan saling membantu,” ujar Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia atau Lesbumi PCNU Wonosobo, Haqqi El-Anshary kpd awak media.


Page 72 of 88 Menurut Haqqi, penganut Islam Aboge merayakan Idul Fitri dengan menggelar selamatan dan doa. Yakni membawa tumpeng berisi nasi dan lauk dari rumah masing-masing, lalu berkumpul membentuk lingkaran, saling bersalaman, dan saling memberi maaf. Penganut yang sudah ada di Wonosobo beberapa tahun terakhir ini juga saling membantu ketika ada acara keagamaan. “Misalnya saat 1 Syawal bagi NU tiba pada hari Minggu lalu, Sarno ikut menyediakan terpal dan karpet untuk salat Idul Fitri di masjid. Begitu pula sebaliknya. Yang terpenting kerukunan dan persatuan terjaga. Kami tak pernah ada masalah," katanya. Terpisah, Kab. Wonosobo tergolong wilayah yg menjunjung tinggi pluralisme. Meski mayoritas warga Wonosobo berpaham Islam mazhab Syafi’i dengan aliran NU. Refleksi Budaya yang terpelihara di Desa Giyanti Desa Giyanti berlokasi di Seomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini unik karena masih melestarikan budaya Jawa hingga kini. Yang paling terkenal, di Desa Wisata Giyanti Wonosobo ini mempunyai kelompok kesenian tari Lengger yang terus aktif, baik untuk tontonan ataupun untuk perayaan desa. Budaya Nyadyan juga masih dilakukan setiap tahunnya setiap 1 Suro sesuai dengan kalender Jawa. Nyadran dirayakan sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang melimpah dan juga memohon keselamatan bagi desa. Sebelum inti acara, penduduk saling bersilaturahmi untuk mempererat hubungan individu. Nyadran juga mempererat integrasi antara masyarakat, seniman, pemuka adat, tokoh agama serta dinas pemerintah. Berikut ini prosesi yang ada dalam perayaan Nyadran. Yang pertama ialah Nyadran ke makam leluhur. Masyarakat masing - masing membawa sesaji yang telah dihias dan diisi dengan berbagai makanan, bunga dan buah - buahan serta bermacam minuman seperti teh, dawer, kopi.


Page 73 of 88 Dalam prosesi ini mereka membawa tandu dengan boneka leluhur dan pendiri desa. Ritual di makam menggunakan campuran antara doa Islam dan Jawa. Yang kedua adalah tenongan dimana ibu - ibu dan remaja putri membawa wadah tenong menuju ke pendopo desa. Tenong diisi dengan jajan pasar, buah-buahan dan minuman. Ketiga ialah prosesi upacara di Pendopo Desa dengan meletakkan sesaji di beringin tua di dekap Pendopo desa yang diyakini sebagai tempat bersemayam leluhur dan danyang desa. Selanjutnya warga berebutan mengambil makanan dalam tenongan. Dalam perayaan Nyadran, terdapat juga pertunjukan kesenian tradisional berupa festival Embleg. Festival ini diikuti oleh beberapa desa disekitar Giyanti. Tari Embleg atau kuda lumping menggambarkan para prajurit berkuda yang menceritakan kisah Raden Panji Asmorobangun. Selain festival, terdapat acara lenggeran di sanggar tari desa, semacam tari Embleg dengan beberapa penari perempuan menari dengan penari pria. Pertunjukan Lenggeran selesai pada pukul 01.00. Biasanya ada pertunjukan wayang kulit juga. Selain keunikan budaya, Desa Wisata Giyanti Wonosobo juga memiliki pengrajin topeng. Topeng - topeng digunakan untuk kepentingan pertunjukan ataupun pesanan dari para pecinta seni topeng. Keunikan lain desa giyanti ialah, desa kecil ini memiliki 3 tempat ibadah yaitu masjid, gereja, dan aliran pangestu yang ketiganya hidup dengan harmonis. Kehidupan Penari Lengger Di Desa Giyanti Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo Penari merupakan sebuah profesi, seperti apa yang dilakukan oleh para penari lengger bahwa menari tidak sekedar untuk mengisi waktu atau bersenang-senang akan tetapi yang pokok mereka menari tujuannya untuk mencari nafkah. Seperti halnya penari yang berada di Padepokan Rukun Putri Budaya semuanya merupakan penari profesi.


Page 74 of 88 Banyak suka dan duka menjadi seorang penari, sebab ada kalanya seorang penari oleh masyarakat hanya dipandang dengan sebelah mata. Konflik yang terjadi justru dengan masyarakat luas, sebab masyarakat yang sering mempergunjingkan mereka. Sedang diantara para penari itu sendiri saling menghormati karena mereka merasa senasib. Pada umumnya para penari yang bergabung di Padepokan Rukun Putri Budaya berasal dari berbagai kota, diantaranya dari daerah Magelang, Temanggung, Kalimalang dan Parakan. Para penari lengger yang tergabung di padepokan tidak didatangkan oleh Ketua Padepokan, tetapi mereka datang sendiri untuk melamar menjadi penari lengger. Para penari itu tergabung di padepokan segala sesuatu keperluannya menjadi tanggung jawab ketua rombongan, tetapi jika mereka pentas baik kostum maupun honorarium telah ditentukan oleh ketua rombongan. Meskipun sebagian penari telah menjadi penari profesi, akan tetapi mereka tetap eksis dan rela menari untuk kebutuhan yang bersifat ritual, meskipun tidak memperoleh honor, sebab di Desa Giyanti tari lengger sangat disakralkan. 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasiswa tertanatng dengan model keragaman budaya dan agama y6ang bisa bersinergi dan rukun damai 8. Kesan dan Pesan baik, harmoni, damai sejahtera Wonosobo, 24 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 75 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Refleksi 7 1. Nama Kegiatan Refleksi akhir Modul Nusantara UNSIQ 2. Tujuan kegiatan Memberikan refleksi akhir penyelenggaran dan kegiatan kuliah modul nusantara di UNSIQ 3. Tanggal kegiatan Minggu, 26 Desember 2021 4. Tempat Luring Rektorat UNSIQ 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Narasumber: Dr. H. Z. Sukawi, MA; Ketua FKUB Wonosobo, Bapak Budi Duta Pariwisata Jawa Tengah; Pengelola Pasar Ting Njanti https://youtu.be/c_C_kA2dDVo 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan Wonosobo, Negeri Sejuta Pesona dan Budaya Jika mendengar nama Wonosobo, pastinya Anda akan langsung teringat dengan dataran tinggi Dieng yang terkenal dengan keindahan panorama dan hawanya yang sejuk nan menyegarkan. Terletak di jantung Provinsi Jawa Tengah, Wonosobo merupakan kabupaten dengan pemandangan pegunungan yang indah karena diapit dua gunung muda yang masih aktif, yakni Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dengan tinggi lebih dari 3000 mdpl. Letaknya yang strategis dan berada di daerah pegunungan membuat Wonosobo menjadi kabupaten dengan potensi ekonomi, wisata, dan pertanian yang begitu besar dengan tanahnya yang subur dan terjaga kelestariannya. Potensi wisata yang lengkap seperti wisata alam, religi, budaya, kuliner, wisata buatan hingga wisata minat khusus, membuat julukan kota wisata sangat melekat pada Kabupaten Wonosobo yang pada tahun 2014 ini berusia 189 tahun. Jangan heran jika Wonosobo termasuk urutan 3 tiga terbanyak yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Wonosobo juga dianggap menjadi destinasi selanjutnya bagi wisatawan usai berkunjung dari Borobudur karena letaknya yang mudah dijangkau dan didukung sarana dan prasana yang memadai. Berbicara soal potensi ekonomi dan investasi, tentu saja


Page 76 of 88 peluangnya sangat besar, mengingat di bidang pariwisata banyak yang dapat dikembangkan seperti jasa perhotelan dan restoran serta industri UMKM. Di sisi lain, Wonosobo juga terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunannya. Mulai dari perkebunan teh yang berkembang menjadi Agrowisata Tambi, kopi Arabica khas Wonosobo serta berbagai hasil sayuran, buah-buahan, rempah-rempah dan produk holtikultura lainnya. Dari tahun ke tahun produksi untuk dalam dan luar negeri selalu mengalami peningkatan. Foto foto kegiatan: https://drive.google.com/drive/folders/1OXaLqO_RyBvHXDZPO0KiNNiyN0_xCyJL?usp=sh aring


Page 77 of 88


Page 78 of 88 Wonosobo bukan hanya menghasilkan produk pertanian dan perkebunan, industri pengolahannya juga dikembangkan bersama patner kerja baik dari swasta maupun masyarakat Wonosobo itu sendiri. Alhasil banyak ditemukan tempat pengolahan dan industri kecil menengah hasil pertanian dan perkebunan. Yang istimewa dan berbeda dengan yang lain antara lain pengembangan Carica buah para dewa (sejenis pepaya khas pegunungan) di dunia hanya tumbuh di 3 tempat; Indonesia (Pegunungan Dieng), Rusia, dan Argentina serta pengembangan tanaman Purwaceng untuk minuman kesehatan dan jamu khas Jawa. Di bidang perhutanan, peternakan, dan perikanan juga tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Dalam pembangunan ekonomi, Bupati Wonosobo Afif menekankan pada ekonomi kerakyatan dengan cara mengembangkan industri mikro dan makro di seluruh sektor yang ada mulai dari wisata, kerajinan, jasa, pertanian, perkebunan, dan lainnya. Hal itu dilakukan demi mewujudkan Wonosobo yang semakin maju dan sejahterah seperti visi dan misi yang dicetuskan tahun 2020. Menyelenggarakan wajib belajar 9 tahun dan rintisan 12 tahun menjadi fokus utama Afif demi mewujudkan generasi bangsa dari Wonosobo yang unggul dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan dari keluarga juga digalakkan dengan menerapkan Senja Keluarga. Ketika senja tiba, anak belajar dan berkumpul bersama keluarga. Pada bidang kesehatan, Wonosobo juga telah memiliki puskesmas yang melayani rawat inap atau pelayanan 24 jam layaknya seperti rumah sakit umum. Hal ini dilakukan demi menjangkau masyarakat yang tinggalnya jauh dari rumah sakit. Pengembangan seni dan budaya menjadi harga mati Wonosobo. Karena sebuah daerah tanpa seni dan budaya ibarat tubuh tanpa roh. Salah satu kesenian tari yang adalah terkenal


Page 79 of 88 Tari Lengger. Uniknya, setiap kecamatan di Wonosobo juga memiliki kesenian yang bervariasi. Wonosobo juga memiliki acara tahunan festival seni dan budaya yang terkenal, yakni ritual cukur rambut gembel. Daftar wisata unggulan yang bisa dinikmati wisatawan lokal dan mancanegara: Wisata Alam: Dataran Tinggi Dieng Wisata Religi: Wisata Ziarah Makam Syeh Tumenggung Jogonegoro, Wisata Ziarah Makam KH. Muntaha/situs Dero Nduwur, Taman Rohani Hati Kudus Wisata Minat Khusus: Arung Jeram Serayu, Out Bond dan Tea Walk, Pendakian Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing Wisata Buatan: Situs Ondho Budho, Pusat Rekreasi dan Olah Raga Kalianget, Dieng Plateau Theatre Wisata Kuliner: Mie Ongklok, Tempe Kemul, Geblek, Keripik Jamur, Purwaceng Tumbuh, Carica Wisata Seni dan Budaya: Tari Lengger, Tari Emblek (kuda lumping), Ruwatan Rambut Gembel. Wonosobo, negeri sejuta pesona, potensi dan keunggulan yang patut dikembangkan dan dilestarikan hingga dunia internasional. Refleksi Kekhasan kampus UNSIQ “Universitas Sains Al-Qur’an” atau “UNSIQ” yang mempunyai arti “untaian mutiara” ini terletak di Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Wonosobo. Kampus ini memiliki keunikan tersendiri yang wajib kamu ketahui. Apalagi bagi kamu yang suka nuansa belajar yang sejuk serta fasilitas yang lengkap, tidak ada salahnya kamu memilih UNSIQ sebagai pelabuhan belajarmu. Mahasiswanya Keren – Keren Meski UNSIQ belum lama di dirikan tapi kampus ini memiliki rating yang bagus juga lo kalau dilihat dari fasilitas yang di sediakan. UNSIQ juga memiliki mahasiswa yang gak kalah keren dari mahasiswa-mahasiswa kota lain. Hal ini bisa kalian ketahui ketika kalain sudah masuk UNSIQ tentunya, atau bisa deh dimulai dengan hunting informasi lewat internet seputar UNSIQ dan prestasi – prestasi mahasiswanya.


Page 80 of 88 Fleksibelitas Administrasi Kebanyakan mahasiswa selalu mengeluh mengenai administrasi yang begitu ketat di kampus mereka. Hal itu tidak akan terjadi di di UNSIQ. Kampus satu ini sangat fleksibel dengan masalah administrasi yang di terapkannya. Bukan berarti tidak tertib administrasi ya, tapi para petinggi kampus tidak ingin membebani mahasiswanya dengan urusan administrasi, ditakutkanya malah nanti menjadi batasan untuk belajar. Bagaimana sahabat wagers, asik bukan? Kos Atau Pesantren Tidak terletak jauh dari pusat kota Wonosobo, UNSIQ memberikan kemudahan bagi mahasiwanya dalam mencari tempat tinggal. Apalagi selain banyak kos, kota wonosobo juga memiliki banyak pondok pesantren di sekitar kampus tersebut. Ini menjadi pilihan yang menarik bagi kalian yang ingin mendalami ilmu agama. Udara Sejuk Dan Dekat Dieng Bagaimana tidak, Wonosobo termasuk dataran tinggi di pulau jawa yang menawarkan pemandangan indah dengan suhu yang sejuk. Hal ini sangat mendukung untuk aktifitas belajar kita. Apalagi, UNSIQ terletak tidak jauh dengan dataran tinggi dieng. Iya sahabat wagers. Dieeeng, negeri di atas awan yang ada di negara ini hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari UNSIQ. Di tengah tuntutan belajar alangkah baiknya jika kita memiliki akses refreshing untuk mengistirahatkan otak sekejap. Dieng tentu tepat yang tepat. Nuansa Pesantren Dari namanya saja kita sudah bisa menebak kampus UNSIQ, yah.. Atas prakarsa Al Maghfurlah KH. Muntaha Al Hafidz (Pengasuh Pondok Pesantren Al Asy’ariyyah Kalibeber Wonosobo) untuk mewujudkan pesantren luhur Al Qur’an yang juga tidak kalah dalam bidang akademis, jadilah kampus bernuansa pesantren namun juga sarat dengan berbagai ilmu pengetahuan lain. Jika melihat latar belakang pendiri, tentu tak aneh jika akan ada banyak kegiatan-kegiatan agamis khas pesanten yang telah menjadi budaya di kampus ini. Bahkan banyak mahasiswanya yang menghafal Al Quran lo. Kereeen ya sahabat. Kuliah Plus Ngaji, ke UNSIQ aja. Kuliah sambil jalan jalan, PMM aja!. 7. Tantangan dan Tindak Lanjut Mahasiswa banyak belajar kearifan lokal wonosobo dan kekahsan kampus UNSIQ yang bisa diambil sisi hikmah dan pekajaran budaya dan keragamaan toleransinya 8. Kesan dan Pesan Kuliah Plus ngaji ke UNSIQ aja, Kuliah sambil jalan jalan, PMM aja Wonosobo, 26 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 81 of 88 Logbook Dosen Pembimbing - Kontribusi Sosial 1 1. Nama Kegiatan Kontribusi Sosial Mahasiswa PMM Modul Nusantara UNSIQ 2. Tujuan kegiatan memberikan pengalaman dan pelajaran kepekaan sosial kepada mahasiswa 3. Tanggal kegiatan Kamis, 30 Desember 2021 4. Tempat Projo buritan desa Binangun Desa Mudal Kec Mojotengah; dan kampung Pemulung Dusun Langgeng Kertek Wonosobo 5. Jumlah Peserta dan Narasumber Jumlah mhsw PMM: 12 luring, daring 4 Mentor: 3 Pendamping: 1 Dosen: 1 Undangan Masyarakat Desa Binangun Mudal Undangan Masyarakat Desa Langgeng Kertek Kesbangpol Kab Wonosobo Masyarakat binangun: 100 Masyarkat langgeng: 50 6. Deskripsi Singkat Hasil Pelaksanaan Kegiatan mahasiswa membuat kegiatan amal dan memberikan santunan sosial kepada warga masyarakat tidak mampu, anak yatim di daerah multietnis desa Binangun dan desa kalibeber. 1. Mahasiswa meberikan edukasi dan pelatihan pendidikan di desa binangun 2. Mahasiswa melakukan pelatihan dan pembinaan serta santunan di kampong pemulung.


Page 82 of 88


Page 83 of 88 7. Tantangan dan Tindak Lanjut mahasiswa PMM bisa menerpkan sikap sosial di daerah asal mahasiswa 8. Kesan dan Pesan bagus dan luar biasa antusia masyarakat Wonosobo, 30 Desember 2021 Dosen Pengampu Modul Nusantara MN0620068204 Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, M.S.I NIDN. 0620068204


Page 84 of 88 LAMPIRAN-LAMPIRAN Link Link Video dan dokumen Kegiatan Modul Nusantara: UAS-UTS: https://youtu.be/pIsORJoEUgY beta mau jumpa https://youtu.be/cBXaz9IbCA0 beragam menyapa jalannya crcs https://youtu.be/hh4_pnX7Rgw beragama lintas budaya kekhasan tempat ibadahku https://youtu.be/tx0BdFbRonI https://youtu.be/Kzr2CAImjWU https://youtu.be/9p77ZLrqOaI https://youtu.be/EX36tD1ySa4 https://youtu.be/xsMfQOB-Jmc https://www.youtube.com/watch?v=TYKilxrl0sA&feature=youtu.be https://youtu.be/ci3J2pzG2EQ https://youtu.be/rlEkuXPmo6g https://youtu.be/tKzMhpq1wfM https://youtu.be/Gw9IoW8FCjQ https://youtu.be/fwth-ODm408 https://youtu.be/hQ1DxPfSwLU kunjungan desa adat https://youtu.be/DVwPGlcj3DY Kearifan Lokal https://youtu.be/_nzqNHaV1IQ https://youtu.be/Jwt7sS2yV8s https://youtu.be/Ya5KF9fm-14 https://youtu.be/28ayntKyy_0 https://www.youtube.com/watch?v=1ghjQDKpvaM https://youtu.be/3YaJqmWkrzw


Page 85 of 88 https://youtu.be/SvlDpOjyQok https://youtu.be/vBu-siURf1U https://youtu.be/S5SUpZl47TI KOMPILASI VIDEO KEGIATAN INTERNAL Penutupan PMM Janti https://drive.google.com/drive/folders/1OXaLqO_RyBvHXDZPO0KiNNiyN0_xCyJL?usp=sharing Kegiatan ke Borobudur https://drive.google.com/drive/folders/1TXrFvqLFZGcydtU8ZHgRzN-9CKyIIxXb?usp=sharing https://www.facebook.com/100021695447114/videos/743678386608193/ Kegiatan di pasar projoburitan https://drive.google.com/drive/folders/122d_pEayx79X8UvHsg1jJnxu5QNxt1h7?usp=sharing kegiatan di menjer https://drive.google.com/drive/folders/1ZZMVIzRk95g97GUdDXDaYcUF2MZ3HZpO?usp=sharing https://drive.google.com/drive/folders/122d_pEayx79X8UvHsg1jJnxu5QNxt1h7?usp=sharing https://www.facebook.com/100021695447114/videos/955877728392326/ Modul seminar inspirasi https://www.facebook.com/100021695447114/videos/5420549867974175/ https://www.facebook.com/100021695447114/videos/326880912591598/ Testimoni PMM https://drive.google.com/drive/folders/1Pd5MwOO4KBSkUxiIyuMRC8wNLviY8DRw?usp=sharing Pentas budaya, penutupan Modul Nusantara https://www.youtube.com/watch?v=RGNY13iOG0E https://drive.google.com/drive/folders/1OXaLqO_RyBvHXDZPO0KiNNiyN0_xCyJL?usp=sharing


Page 86 of 88 Kunjungan ke area kalibeber https://www.instagram.com/pesantren_quran/p/CXFsjTXlLln/?utm_medium=share_sheet Tari lengger https://wonosobozone.com/2021/12/14/12-mahasiswa-pertukaran-pelajar-mahsiswa-merdekabelajar-tari-topeng-lengger-di-kp-mirombo-rojoimo/ https://www.instagram.com/p/CXhv5tcPV3h/?utm_medium=share_sheet integrasi modul bineka https://youtu.be/c_C_kA2dDVo Kontribusi sosial https://www.facebook.com/100021695447114/videos/2711516769150746/


Page 87 of 88 LINK VIDEO CONFERENCE MN0620068204 https://zoom.us/j/93083198180?pwd=cjFRd3Erajl2anJ6b3F5YTJxUFhSZz09#success https://zoom.us/j/91306258000?pwd=OWJ6VHY3NVRCV2dPY0pPR25zNERYZz09#success https://zoom.us/j/93565203844?pwd=MUN0ZlBIQTRTTUhRbTU2eE1GejNUQT09#success https://zoom.us/j/94827816765?pwd=eUx3c2lSakJjbDIvb0NCbGcyUENOQT09#success https://zoom.us/j/91932995494?pwd=REtseGtTQ3hFMXpBdGQzRUpRRzRydz09#success https://zoom.us/j/98869420736?pwd=WjNPYkd3MUxuUkpNenpvVGxVVDE3QT09#success https://zoom.us/j/92853529321?pwd=QVZxU1VTMHY4L3lidlZkZ0ZiRHhUUT09#success https://zoom.us/j/95423278754?pwd=Um1RNEV5WHNvb1pERDJFWTczYkRtZz09#success https://unnes-ac-id.zoom.us/j/93601974508?pwd=U0kxUXR2ckJJK2lrdVZHRTFnUUVQZz09


Click to View FlipBook Version