The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Diyah Wijayanti, 2024-01-08 22:33:31

Teks Eksplanasi

uas pengembangan

Disusun oleh : Diyah Wijayanti. MATERI AJAR TEKS EKSPLANASI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas XI


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena karunia dan rahmat-Nya saya dapat menyusun Materi Pembelajaran Teks Eksplanasi dengan baik. Modul ini merupakan buku pendamping peserta didik dalam proses pembelajaran yang akan membantu peserta didik mencapai kompetensi dasar yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, inovatif dan bermakna, serta memotivasi mereka untuk berpikir kritis. Semoga dengan adanya modul ini dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa menjadi lebih berkualitas. Kata Pengantar 1 Desember, 2023 Penulis


Capaian Pembelajaran: Menyusun teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan Mempresentasikan, memberikan komentar, dan merevisi teks eksplanasi yang dibuatnya dalam diskusi kelompok Materi Teks Eksplanasi Kompetensi Dasar: Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan


Pengertian Teks Eksplanasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), ‘eksplanasi’ berarti ‘penjelasan’ atau ‘paparan’. Dalam kaitannya dengan genre teks, eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan suatu proses atau peristiwa tentang asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena, mungkin berupa peristiwa alam, sosial, ataupun budaya. Jadi, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadi sesuatu secara jelas dan logis. Teks ekplanasi menggunakan banyak fakta ataupun mengandung pernyataan-pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas). (Kosasih, 2014:178). Teks Eksplanasi


Berdasarkan definisi di atas teks eksplanasi memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Adanya rangkaian uraian penjelasan b. Isinya menjelaskan fenomena yang faktual; c. Fenomena yang dijelaskan berupa alam, sosial, atau budaya, dan d. Isinya menjelaskan proses terjadinya sesuatu atau pernyataan-pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat.


Teks eksplanasi mempunyai struktur dan kaidah kebahasaan yang membedakan dengan jenis teks lain. Pemahaman terhadap struktur teks pada dasarnya adalah memahami bagaimana menata bagian-bagian dan materi suatu karangan agar tertata secara hierarkis dan sistematis manakah bagian yang merupakan pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Karena itulah, struktur teks eksplanasi dapat dijadikan kerangka karangan dalam menulis teks eksplanasi. Adapun kaidah kebahasaan merupakan aturanaturan kebahasaan yang harus digunakan dalam penulisan teks eksplanasi. Tujuannya agar menjadi karangan yang baik dan benar dari sisi kebahasaannya. Pemahaman terhadap struktur teks dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi sangat penting, bagi guru dan siswa. Para guru yang mampu memahami dan menerapkannya harus pula mampu membelajarkan para siswanya untuk menguasai kompetensi ini. Menganalisis Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi


Menganalisis Struktur Teks Pada dasarnya hampir semua teks memiliki struktur yang sama, yaitu terdiri dari pembuka, isi, dan penutup. Yang membedakannya adalah materi yang disampaikan pada masing-masing bagian tersebut. Dalam teks eksplanasi, bagian pembuka berisi materi tentang penjelasan umum atau identifikasi fenomena, bagian isi berisi penjelasan tentang rangkaian proses kejadian atau sebab akibat, sedangkan bagian penutup berisi simpulan atau interpretasi.


a. Pembuka Dalam bagian pembuka, materinya berisi pernyataan umum atau identifikasi fenomena disampaikan secara singkat sebagai pengantar menuju isi. b. Isi Pada bagian ini, penulis menjelaskan secara lebih mendalam dalam bentuk rangkaian proses, atau hubungan sebab akibat suatu peristiwa atau fenomena. Bagian ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana suatu proses berlangsung, mengapa sesuatu bisa terjadi, atau bagaimana sebab-akibat suatu kejadian. c. Penutup Penutup merupakan bagian paling akhir dalam teks eksplanasi. Dalam bagian ini, penulis menyampaikan simpulan atau interpretasi terhadap apa yang dijelaskan sebelumnya. Simpulan bisa berisi sudut pandang penulis. Namun demikian, bagian penutup bersifat opsional, artinya boleh ada boleh tidak ada..


Contoh Teks Eksplanasi dan Strukturnya


Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Kaidah kebahasaan yang umum terdapat dalam teks eksplanasi adalah sebagai berikut: a. Penggunaan Istilah Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan suatu makna konsep, proses, keadaaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu. Istilah– istilah teknis sering digunakan dalam teks eksplasi. Untuk menjelaskan fenomena sosial akan ditemui banyak istilah teknis dalam bidang ilmu sosial, misalnya: urbanisasi, PHK, domisili, tunawisma, pengangguran, statistik, buruh, kriminalitas, fasilitas, dan sejenisnya. Demikian pula untuk menjelaskan fenomena alam akan banyak ditemui istilah-istilah tenis di bidang ilmu alam, misalnya: vertikal, horizontal, meteorologi, presipitasi, titik embun, multisel, tropis, temperatur, dan sejenisnya. b. Penggunaan keterangan waktu Keterangan merupakan fungsi kalimat yang bisa berada di akhir, awal dan bahkan di tengah kalimat. Keterangan berfungsi memberi informasi tambahan dalam suatu kalimat. Pada teks eksplanasi sering dijumpai keterangan waktu. Keterangan waktu menggunakan kata hubung setelah, sebelum, sesudah, selama, sepanjang, dan kata temporal, seperti kemarin, sekarang, nanti, dan besok.


Misalnya: - Setelah beberapa jam hujan mereda, terjadilah banjir bandang di kampungnya. - Di daerah tropis hujan es biasanya terjadi pada musim hujan. - Para pencari kerja akan mendatangi Balai Pelatihan besok. - Mereka akan bekerja keras selama digaji sesuai UMR.. c. Penggunaan konjungsi antarkalimat. Teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya sesuatu atau sebab-akibat dari suatu fenomena alam atau sosial. Kalimat–kalimat dalam teks eksplanasi harus padu. Salah satunya dengan cara memadukan suatu kalimat dengan kalimat berikutnya dengan menggunakan konjungsi. Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat adalah konjungsi antarkalimat Konjungsi antarkalimat terletak di awal kalimat. Konjungsi tersebut diakhiri dengan tanda koma untuk memisahkannya dengan kalimat yang menyertai. Konjungsi antarkalimat yang biasa digunakan dalam teks eksplanasi antara lain.


1) Konjungsi antarkalimat ‘pertentangan’ Contoh : Akan tetapi, namun, biarpun demikian, sekali pun demikian, walaupun demikian, meskipun demikian, dan sungguhpun demikian Contoh kalimat : - Kampung di tepi pantai itu berkali-kali diterjang tsunami. Biarpun demikian, para warganya tidak mau berpindah tempat tinggal ke lokasi lain. - Berkali-kali para pengemis ditangkap dan diberi pelatihan keterampilan. Akan tetapi, mereka tidak mau meninggalkan profesi pengemis itu karena penghasilannya lebih ‘menjanjikan’.. 2) Konjungsi antarkalimat ‘waktu’ Contoh : Kemudian, sesudah itu, setelah itu, sebelum itu dan selanjutnya. Contoh kalimat : - Awan dengan kandungan uap air tertiup angin ke tempat dingin. Setelah itu, uap air akan mencapai titik embun (dew point) kemudian mengembun. - Uap air tertiup oleh angin thermis yang naik ke ketinggian dengan temperatur di bawah titik beku. Selanjutnya, uap air tersebut membeku menjadi es.


3) Konjungsi antarkalimat ‘penambahan’ Contoh : Tambahan pula, lagi pula, dan selain itu Contoh kalimat : - Penyebab kemiskinan adalah ketiadaan sumber daya dan sumber dana yang memadai. Selain itu, yang juga sangat penting adalah mentalitas miskin masyarakatnya. - Kesulitan Pemerintah menghentikan penularan Covid19 karena vaksin penyembuh untuk virus ini belum ditemukan. Lagi pula, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan masih sangat rendah. 4) Konjungsi antarkalimat ‘pembalikan’ Contoh : Sebaliknya Contoh kalimat : - Pemerintah telah berusaha maksimal mengantisipasi merebaknya Covid-19. Sebaliknya, banyak 5) Konjungsi antarkalimat ‘keadaaan’ Contoh : Sesungguhnya dan sebenarnya


Contoh kalimat : - Urbanisasi membawa dampak negatif bagi perkotaan. Sebenarnya, hal itu bisa diatasi dengan cara membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di pedesaan. - Banyak korban berjatuhan saat terjangkit Covid-19. Sesungguhnya, hal itu bisa dihindari bila kita melaksanakan protokol kesehatan dengan benar. 6) Konjungsi antarkalimat ‘penguatan’ Contoh : Malahan atau bahkan Contoh kalimat : - Wisata kuliner “Paradiso” di tepi Sungai Brantas sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, tempat tersebut selalu dibanjiri pengunjung pada hari minggu. 7) Konjungsi antarkalimat ‘konsekuensi’ Contoh : Dengan demikian Contoh kalimat : Isi buku Pesona Wisata dibuat menarik. Dengan demikian, pembaca tidak bosan untuk membaca buku tersebut.


8) Konjungsi antarkalimat ‘akibat’ Contoh : oleh karena itu dan oleh sebab itu contoh kalimat : - Dampak pandemi virus Corona tidak terbendung dan banyak korban terpapar bahkan meninggal. Oleh karena itu, kita harus melaksanakan protokol kesehatan dengan benar.


Menulis dan Menyunting Teks Setelah memahami struktur teks eksplanasi, selanjutnya Anda perlu mempelajari adalah: (a) cara menulis teks eksplanasi dan (b) cara menyunting untuk menyajikan teks eksplanasi. a) Menulis Teks Eksplanasi Pola Pengembangan Penulisan Teks Saat menulis teks eksplanasi diperlukan pemahaman terhadap struktur teks. Struktur teks eksplanasi dapat dijadikan kerangka dalam mengembangkan teks eksplanasi. Secara umum pola pengembangan teks eksplansi terdiri dari dua cara, yaitu: a. Pola Pengembangan Sebab Akibat Teks eksplanasi pola ini berusaha untuk menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena alam atau sosial terjadi. Jawabannya berupa rangkaian kalimat-kalimat penjelasan tentang sebab akibat dari suatu kejadian / fenomena.


b. Pola Pengembangan Proses Teks eksplanasi pola ini digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena. Teks eksplanasi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana proses suatu fenomena terjadi. Penjelasannya berupa rangkaian kalimat yang berusaha menjelaskan proses kejadian suatu fenomena alam atau sosial. Pola pengembangan proses dapat dilakukan dengan langkah–langkah berikut. 1) Mengetahui perincian secara menyeluruh 2) Membagi proses menurut tahapan – tahapan kejadian 3) Menjelaskan setiap urutan ke dalam detail–detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh proses dengan jelas.


Langkah – langkah Penulisan Teks Eksplanasi Langkah – langkah dalam menulis teks eksplanasi sebagai berikut a. Menentukan Topik / Tema Topik merupakan hal yang wajib ada dalam menulis suatu teks. Topik harus difokuskan agar pokok bahasan membentuk suatu teks yang padu dan tidak berkembang tanpa arah. Topik digunakan penulis untuk menggembangkan dan menjabarkan uraiannya. Dalam menentukan topik, perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain: topik yang menarik, topik yang sesuai dengan minat dan keahlian penulis, dan topik yang jarang ditulis orang. b. Menentukan Tujuan Penulisan Setelah menemukan suatu topik yang menarik, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan penulisan. Penulis harus mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisannya. Tujuan penulisan merupakan titik tolak seluruh kegiatan menulis selanjutnya. Dengan menentukan tujuan penulisan akan diketahui isi yang harus dilakukan pada tahap penulisan.


c. Mengumpulkan Data dari Berbagai Sumber Data merupakan bagian penting dalam penulisan teks eksplanasi. Data digunakan untuk mendukung penulisan. Data berasal dari bahan yang dikumpulkan untuk memperkaya sebuah topik tulisan. Namun demikian, data yang digunakan harus dipersempit untuk memusatkan perhatian pada suatu masalah. Jadi bahan – bahan yang dikumpulkan lebih terfokuskan. Data kemudian dijadikan pegangan penulis dalam menjelaskan topik yang telah ditentukan. Sumber data dapat diperoleh dari buku – buku referensi, majalah, hasil wawancara, jurnal ilmiah, atau laman internet. d. Menyusun Kerangka Karangan Dalam menyusun suatu teks, kerangka karangan dapat digunakan sebagai pola dasar yang akan dikembangkan menjadi suatu teks utuh. Kerangka karangan dapat disusun mulai dari sederhana hingga rumit. Secara sederhana, kerangka teks terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Dari kerangka tadi kemudian perlu dikembangkan lagi menjadi suatu kerangka yang lebih detail. Kerangka karangan pada teks eksplanasi harus mengikuti struktur teks eksplanasi, yaitu pernyataan umum sebagai pembuka, penjelasan proses atau deretan penjelas sebagi isi, dan penutup yang dapat berupa simpulan, pernyataan atau interpretasi.


Dengan membuat kerangka, penulis dituntun agar dapat menulis dan menyusun karangan dengan teratur. Selain itu beberapa manfaat membuat kerangka karangan lainya adalah: 1) Mempermudah pembahasan tulisan, 2) Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal, 3) Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih, 4) Mempermudah penulis mencari materi tambahan, 5) Menjamin penulisan agar bersifat menyeluruh, sistematis, dan terarah, dan 6) Memudahkan penulis mencapai klimaks berbeda – beda. Dengan adanya kerangka karangan, seorang penulis juga bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir – butir bahasan yang ada dalam kerangkanya. Cermati dengan seksama contoh kerangka karangan sebuah teks eksplanasi berikut! Topik : Penyebab kemiskinan di pedesaan Tujuan : Mengetahui penyebab kemiskinan di pedesaan Tema : Potret Kemiskinan di pedesaan Kerangka karangan : A. Pengertian kemiskinan B. Faktor – faktor penyebab kemiskinan di pedesaan C. Penanganan kemiskinan di pedesaan.


e. Mengembangkan Kerangka menjadi Karangan Eksplanasi Kerangka yang telah disusun dapat dikembangkan untuk menulis teks eksplanasi dengan data dan referensi yang telah dikumpulkan. Proses pengembangan kerangka menjadi teks eksplanasi tergantung pada tingkat pemahaman penulis terhadap materi yang ditulisnya. Dengan menggunakan data dan kerangka yang sudah dibuat, kegiatan menulis teks eksplanasi dapat dilakukan dengan kreatif, mengalir, dan nyata. b) Menyunting Teks Eksplanasi Menyunting atau mengedit adalah memperbaiki tulisan atau naskah karangan agar terhindar dari kesalahan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyunting berarti menyiapkan naskah siap cetak atau siap diterbitkan dengan memperhatikan segi sistematik penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi atau pilihan kata, dan struktur kalimat). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan sebagai berikut. a. Ketepatan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketepatan tanda baca


b. Ketepatan penggunaan kata – kata untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai dengan situasi dan kondisi c. Keefektifan kalimat untuk mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca. d. Struktur kalimat yang baik dan benar, meskipun dalam unsur tertentu dapat digunakan kalimat tidak lengkap. e. Keterpaduan paragraf terjaga dengan baik. Ada beberapa langkah dalam menyunting, yaitu: a. Membaca kalimat demi kalimat secara teliti untuk menemukan kesalahan yang terjadi pada penulisan teks eksplanasi; b. Membenarkan kesalahan yang terjadi pada penulisan teks; c. Memeriksa keterpaduan paragraf untuk menemukan kesalahan; d. Memperbaiki keruntutan paragraf yang tidak tepat dapat dilakukan dengan cara membuang kalimat tidak padu, menempatkan paragraf pada urutan yang tepat, atau menambah paragraf runtut.


SOAL 1 Scan barcode diatas kemudian kerjakan soalnya dengan cermat dan teliti ! https://forms.gle/DySjdYqgTFCd6wfn6


SOAL 2 Dampak Bencana Banjir Proses Terjadinya Tornado Dampak Kemiskinan


a.Pilihlah salah satu dari 3 gambar dengan tema yang ada. b. Buatlah kerangka karangan berdasarkan tema yang kamu pilih. c. Buatlah karangan berdasarkan tema yang telah kamu kembangkan. d. Telitilah dan lakukan identifikasi terhadap penulisan dan kesalahan bahasa pada karanganmu. e. Lakukan penyuntingan atau perbaikan sehingga menjadi bahasa yang baik dan benar pada aspek berikut. • Kata • Bentuk kata • Kalimat • Paragraf f. Tuliskan kembali teks yang sudah diperbaiki menjadi karangan yang baik dan benar. f. Dikumpulkan melalui Google Classroom Petunjuk :


Tugas Kelompok Fenomena Salju di Dataran Tinggi Dieng Fenomena salju mendadak menyelimuti pekarangan dan perkebunan warga di daerah Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Pasalnya sejauh mata memandang tampak hamparan yang berwarna putih seperti salju membuat masyarakat kaget karena tidak seperti biasanya. Kejadian di Dataran Tinggi Dieng adalah fenomena Aphelion, yaitu fenomena alamiah yang terjadi pada bulan – bulan puncak musim kemarau. Biasanya, udara terasa dingin sehingga membuat embun membeku dan tampak seperti salju. Fenomena suhu dingin pada malam hari dan embun beku di Dataran Tinggi Dieng lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung. Fenomena itu terjadi pada puncak kemarau, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang di angkasa sehingga menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin dibandingkan suhu udara pada musim hujan. Selain itu, kandungan air dalam tanah menipis, uap air di udara sedikit yang ditandai dengan rendahnya kelembapan udara.


Tempat yang berada pada ketinggian seperti Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo berpeluang mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0oC. Keadaaan tersebut disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang daripada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan. Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari. Kemudian, mengembun dan jatuh ke tanah, dedaunan atau rumput. Air empun menempel di pucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan oleh suhu udara yang sangat dingin ketikan mencapai minus atau nol derajat.


Petunjuk a. Buatlah kerangka karangan berdasarkan teks di atas secara berkelompok. b. Identifikasikan kaidah kebahasaan yang digunakan. c. Tuliskan sebuah karangan eksplanasi berdasarkan kerangka karangan yang kalian kembangkan. d. Gunakanlah kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengembangkan teks tersebut. e. Presentasikan ke muka kelas secara bergantian


Petunjuk Tempat pengumpulan tugas 2 dan tugas kelompok melalui Google Clasroom Kode : nrqpg4o Link : https://classroom.google.co m/c/NjI3NzkyMTI4MTk2? cjc=nrqpg4o


Click to View FlipBook Version